cover
Contact Name
Made Gautama Jayadiningrat
Contact Email
madegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
madegautamajayadiningrat@uhnsugriwa.ac.id
Editorial Address
Jl. Udayana Kampus Tengah Singaraja, Bali, Indonesia 81116
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Indonesian Gender and Society Journal
ISSN : 26154676     EISSN : 2615692X     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/igsj.v2i2
Core Subject : Education, Social,
Indonesian Gender & Society Journal, the official journal of Sociologists for Women in Society. Articles analyze gender and gendered processes in interactions, organizations, societies, and global and transnational spaces. The journal publishes empirical articles, along with reviews of books.
Articles 84 Documents
Peran Akun @Musuhwanita dalam Membentuk Persepsi Perempuan Di Platform Tiktok Muhammad Garib Ramadhan; Putri Fadyla; Diana Dewi Sartika; Ghina Reftantia; Erlisa Saraswati
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i1.96732

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya produksi konten di media sosial, khususnya TikTok, yang menyoroti perilaku dan penampilan perempuan secara moralistik serta membentuk persepsi publik terhadap peran gender. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengevaluasi bagaimana akun TikTok @musuhwanita membingkai (framing) representasi moralitas perempuan. Subjek dan fokus penelitian dalam artikel ini adalah konten-konten di akun TikTok @musuhwanita. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan observasi digital, dengan instrumen berupa lembar analisis isi dan catatan observasi daring yang disusun berdasarkan kategori representasi gender dan moralitas. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akun TikTok @musuhwanita secara konsisten menggunakan strategi framing moralitas untuk membentuk persepsi publik mengenai perempuan yang dianggap ideal, yang pada akhirnya memperkuat norma-norma patriarkal di ruang digital. Namun, sebagian audiens juga menafsirkan konten tersebut sebagai bentuk kritik sosial yang dapat menjadi refleksi bagi perempuan dalam menyesuaikan penampilan dengan konteks dan kesadaran diri, bukan tekanan sosial. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa media sosial berperan ganda sebagai cermin dan penguat konstruksi sosial tentang peran gender, di mana perempuan sering kali menjadi objek evaluasi moral publik. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan literasi media dan kesadaran kritis masyarakat agar mampu menafsirkan konten secara bijak serta tidak terjebak dalam bias gender yang direproduksi melalui media digital.
Model Problem Based Learning Berbantuan Konten Tiktok dalam Pembelajaran Geografi dan Implikasinya Terhadap Kemampuan Literasi Lingkungan Ni Kadek Bintang Cahyani; Ida Bagus Made Astawa; I Gede Budi Arta
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i1.97531

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh tingkat/kemampuan literasi lingkungan siswa masih terkategorikan rendah yang dibuktikan dengan sikap siswa yang dominan acuh terhadap kondisi lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model PBL berbantuan konten Tiktok dalam meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa dalam pembelajaran Geografi. Desain penelitian ini menggunakan eksperimen semu, dengan subjek penelitian yakni 1 orang guru geografi dan siswa kelas XI yang berjumblah 306 orang dan terbagi atas 6 kelas. Kelompok eksperimen dan kontrol dipilih menggunakan Simple Random Sampling pada kelas yang setara. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes essay dengan instrumen penelitian yang telah divalidasi, kemudian dianalisis dengan tektik deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukan Model PBL berbantuan media konten tiktok telah diimplementasikan pada pembelajaran geografi untuk materi Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan dengan kriteria “sangat baik” melalui tahapan pembelajaran. Kedua, Nilai rata-rata posttest kelompok eksperimen lebih tinggi mencapai 7,43% dibandingkan dengan nilai rata-rata kelompok control. Ketiga, Model PBL berbantuan konten tiktok berpengaruh signifikan terhadap kemampuan literasi lingkungan siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL berbantuan konten tiktok dalam pembelajaran geografi pada kelompok eksperimen lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan literasi lingkungan siswa dibandingkan dengan penerapan pembelajaran pada kelompok kontrol.
Peran Adat dan Persepsi Gender Menentukan Keterlibatan Perempuan Bali dalam Aktivitas Sosial Adat I Nyoman Tri Esaputra; I Gusti Agung Ayu Wulandari; She Fira Azka Arifin; I Gede Wahyu Suwela Antara
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i1.104800

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara idealitas kesetaraan gender dan kenyataan keterlibatan perempuan dalam aktivitas sosial adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran adat dan persepsi gender terhadap keterlibatan perempuan dalam aktivitas sosial adat. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional kuantitatif, dengan subjek penelitian berupa perempuan yang aktif dalam kegiatan sosial adat. Sampel ditentukan melalui proportional stratified random sampling, dan data dikumpulkan menggunakan angket berbasis skala Likert yang telah divalidasi melalui ahli dan uji reliabilitas. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda, setelah memenuhi prasyarat analisis termasuk normalitas, multikolinearitas, dan homoskedastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran adat dan persepsi gender berpengaruh positif dan signifikan terhadap keterlibatan perempuan, baik secara parsial maupun simultan. Perempuan yang memperoleh ruang peran dalam struktur adat dan didukung oleh persepsi masyarakat yang setara cenderung memiliki partisipasi lebih tinggi dalam aktivitas sosial adat. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa interaksi antara struktur budaya tradisional dan konstruksi sosial gender menjadi faktor utama dalam membentuk partisipasi perempuan. Implikasi penelitian menunjukkan perlunya strategi pemberdayaan perempuan yang mempertimbangkan kedua aspek tersebut secara seimbang, sehingga perempuan dapat berkontribusi secara aktif dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat tanpa mengurangi nilai-nilai adat. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan teori partisipasi sosial dan kesetaraan gender berbasis budaya.
Model Kontekstual Berbantuan Media Audio Visual pada Muatan Pendidikan Pancasila Kelas IV SD Ni Putu Eka Devi Purnama Sari; Kadek Suranata; Dewi Anzelina
Indonesian Gender and Society Journal Vol. 6 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/igsj.v6i2.113078

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah dasar masih menghadapi tantangan berupa penggunaan media pembelajaran yang terbatas sehingga proses pembelajaran cenderung berlangsung secara monoton dan kurang mampu meningkatkan minat, motivasi, serta hasil belajar siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan, mengevaluasi, dan menguji validitas, kepraktisan, serta efektivitas model pembelajaran kontekstual berbantuan media audio visual pada materi Aku Anak yang Disiplin. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang menggunakan model ADDIE dengan melibatkan 30 siswa kelas IV sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, angket uji coba perorangan dan kelompok kecil, serta tes hasil belajar. Analisis data dilakukan menggunakan teknik deskriptif kualitatif, deskriptif kuantitatif, dan statistik inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kontekstual berbantuan media audio visual yang dikembangkan memiliki tingkat validitas dan kepraktisan yang sangat baik serta terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa pengintegrasian model pembelajaran kontekstual dengan media audio visual mampu mendukung pembelajaran yang lebih interaktif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik melalui keterkaitan materi dengan pengalaman nyata siswa. Dengan demikian, model yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan berimplikasi pada tersedianya alternatif media pembelajaran untuk mendukung implementasi pembelajaran yang kontekstual, meningkatkan keterlibatan aktif siswa, serta mengoptimalkan pencapaian hasil belajar di sekolah dasar.