cover
Contact Name
Nurul Risti Mutiarasari
Contact Email
nurulristim@unsil.ac.id
Phone
+6282219288062
Journal Mail Official
agristan@unsil.ac.id
Editorial Address
Jl. Siliwangi No. 24 Kahuripan, Kota Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agristan
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 27235858     EISSN : 27235866     DOI : https://doi.org/10.37058/ja.v3i1
Jurnal Agristan (e-ISSN: 2723-5866 dan p-ISSN: 2723-5858) merupakan karya ilmiah yang dipublikasikan secara berkala, dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Mei dan November sebagai media penyebaran informasi hasil penelitian untuk dosen, peneliti, dan praktisi. Jurnal Agristan diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Siliwangi. Ruang lingkup Jurnal Agristan meliputi: - Agribisnis - Sosiologi Pertanian - Ekonomi Pertanian - Pembangunan Pertanian - Penyuluhan Pertanian Seluruh makalah yang diterbitkan dapat diakses secara terbuka untuk pembaca dan siapa saja dapat mengunduh atau membaca jurnal online tanpa perlu melakukan pembayaran dan berlangganan.
Articles 140 Documents
ANALISIS KINERJA KOPERASI PETANI PRODUSEN TEBU RAKYAT (KPPTR) BUNGA MAYANG JAYA DENGAN PENDEKATAN BALANCE SCORECARD Clariza Octaria; Wuryaningsih Dwi Sayekti; Adia Nugraha
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.8895

Abstract

Koperasi Petani Produsen Tebu Rakyat (KPPTR) Bunga Mayang Jaya merupakan salah satu koperasi yang dikelola oleh para petani tebu rakyat yang terdapat di Kabupaten Lampung Utara. Koperasi ini melakukan pengukuran kinerja hanya dengan melihat laporan keungan dari tahun ke tahun, sehingga belum dapat menggambarkan keadaan koperasi secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja KPPTR Bunga Mayang jaya dengan pendekatan Balance Scorecard yaitu menurut kinerja keuangan, kinerja pelanggan, kinerja proses bisnis internal, dan kinerja pertumbuhan dan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dengan menggunakan kuesioner dan data sekunder. Analisis data menggunakan pendekatan Balance Scorecard. Responden berjumlah 70 anggota koperasi dan 4 karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPPTR Bunga Mayang Jaya dinilai sangat baik, ditinjau dari: 1) Perspektif keuangan untuk rasio likuiditas, solvabilitas, dan rentabilitas masuk pada kriteria tidak baik, sangat baik, dan sangat baik. 2) Pada perspektif pelanggan untuk retensi anggota, akuisisi anggota, dan kepuasan anggota masuk pada kriteria baik, baik, dan sangat baik. 3) Pada perspektif proses bisnis internal untuk inovasi dan proses operasi masuk pada kriteria baik. 4) Pada perspektif pertumbuhan dan pembelajaran untuk pengembangan kualitas dan kompetensi karyawan serta kepuasan karyawan masuk pada kriteria baik.
HUBUNGAN PERSEPSI MASYARAKAT DENGAN PEMBANGUNAN AGROWISATA TEH DI DESA BOJONGGAMBIR Dian Mutia Mursyid; Rina Nuryati; Suyudi Suyudi
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.6766

Abstract

Perkebunan teh merupakan salah satu bentuk perkebunan yang sudah lama diusahakan di Indonesia dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi agrowisata teh. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui persepsi masyarakat tentang pembangunan agrowisata teh (2) Mengetahui pembangunan agrowisata teh. (3) Mengetahui hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh. Metode penelitian menggunakan survei yang dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk persepsi masyarakat dan pembangunan agrowisata teh, sedangkan untuk hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh digunakan uji korelasi Rank Spearman. Penetuan sampel sebanyak 34 responden diambil menggunakan metode simple random sampling. Penelitian dilaksanakan dari bulan April 2020 hingga Februari 2021. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pembangunan agrowisata teh termasuk kategori cukup baik, aspek kognitif terkategori cukup baik, sedangkan aspek afektif dan aspek konatif terkategori baik. Pembangunan agrowisata teh termasuk kategori cukup baik, aspek infrastruktur dan fasilitas terkategori cukup baik, sedangkan aspek atraksi, transportasi dan keramahan terkategori baik. Terdapat hubungan antara persepsi masyarakat dengan pembangunan agrowisata teh Desa Bojonggambir dengan derajat keeratan sebesar 0,787 atau 78,70 persen yang termasuk kategori kuat.
ANALISIS ELEMEN PEMBENTUK PRODUK UNGGULAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PROGRAM DESA WISATA DI DESA LOKASI BARU PROVINSI BENGKULU Windirah, Nola; Novanda, Ridha Rizki; Yuristia, Rahmi; Trisusilo, Agung
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.9996

Abstract

Periode Pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu (2009-2014) model pemberdayaan masyarakat melalui pariwisata pernah dilakukan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata. Pada saat itu konsep yang digunakan Community Based Tourism (CBT). Desa Lokasi Baru Provinsi Bengkulu merupakan salah satu desa yang turut berperan dalam mewujudkan program wisata tersebut. Desa Lokas Baru memiliki program desa wisata yang harus diwujudkan pada tahun 2023. Kebutuhan informasi potensi-potensi desa yang dapat menjadi penunjang desa wisata sangat tinggi. Minimnya informasi yang tersedia menyebabkan perencanaan desa wisata menjadi terhambat, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengidentifikasi potensi-potensi desa Lokasi Baru. Penentuan kriteria-kriteria serta teknik pengambilan keputusan dalam penentuan produk unggulan menjadi tujuan penelitian ini.  Penelitian menggunakan pendekatan analisis 7 bentang dengan metode focus group discussion (FGD) bersama para stakeholder yang terlibat dalam pengambil kebijakan desa. Selanjutnya, hasil 7 bentang akan dioleh menggunakan AHP dalam menetapkan elemen-elemen pembentuk produk unggulan desa melalui wawancara menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Desa Lokasi Baru memiliki ketujuh elemen potensi desa diantaranya alam, sosial, ekonomi, teknologi, pasar, manusia, dan lingkungan. Hasil AHP menunjukkan beberapa produk unggulan desa Lokasi Baru yang dapat dikembangakan dalam mendukung program desa wisata diantaranya pengalaman SDM, ragam mata pencaharian, ragam produk pasar desa, hubungan sosial, lahan perkebunan, dan tingkat adopsi teknologi. Pemanfaatan produk-produk unggulan desa dapat dilakukan secara kolaborasi atau individu dalam mewujudkan desa wisata. 
MANFAAT YANG DIHARAPKAN DARI MODEL PERDAGANGAN DIGITAL PRODUK PANGAN: PERSPEKTIF PELAKU AGRIBISNIS Hesty Nurul Utami; Sulistyodewi Nur Wiyono
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.6999

Abstract

Adopsi bisnis digital saat ini terus mengalami perkembangan dengan dukungan inovasi teknologi digital untuk menciptakan nilai dalam berbagai aktivitas bisnis. Peran teknologi digital pada perkembangan perdagangan elektronik diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi industri pertanian. Agribisnis sebagai sumber industri pangan juga mengalami revolusi digital sebagai upaya untuk mendorong pasar digital dan mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih jauh mengenai manfaat yang diharapkan dapat dirasakan oleh pelaku pasar produk pangan yang menggunakan jaringan perdagangan digital untuk penjualan dan pembelian produk pangan. Penelitian eksploratori ini dilakukan dengan melakukan wawancara dengan pelaku agribisnis di empat wilayah di Jawa Barat yang menggunakan perdagangan digital untuk memasarkan produknya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model perdagangan digital produk pangan menjadi salah satu alternatif baru yang inovatif untuk memasarkan produk pertanian dengan manfaat yang diharapkan dirasakan tidak hanya untuk konsumen sebagai pengguna produk, namun juga bagi petani produsen dan perantara pemasaran. Hasil penelitian ini berimplikasi terhadap pemahaman bisnis digital dan potensi teknologi untuk keunggulan bersaing agribisnis. Selain itu secara praktis juga berimplikasi kepada konsep dan kebermanfaatan perdagangan digital di dalam aktivitas produksi, rantai pasok, dan pemasaran produk agribisnis.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN PRODUK KOPI LAWE DI KOTA SURAKARTA DENGAN METODE SWOT DAN QSPM Alvina Damayanti; Heru Irianto; Fanny Widadie
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.8465

Abstract

Peluang usaha coffee shop meluas dari daerah perkotaan sampai pedesaan. Meningkatnya jumlah coffee shop menimbulkan persaingan pemasaran, hal ini didukung dengan adanya perkembangan teknologi menuju pasar persaingan. Terdapat hambatan dalam pemasaran di Kopi Lawe Kota Surakarta yang menjadi ancaman bagi perusahaan, sehingga perlu analisis kondisi lingkungan internal dan eksternal sehingga dapat menghasilkan alternatif strategi yang dapat digunakan Kopi Lawe Surakarta dalam melakukan kegiatan pemasaran. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengetahui kondisi umum pemasaran produk Kopi Lawe Surakarta, (2) mengidentifikasi faktor internal pemasaran produk Kopi Lawe Surakarta, (3) mengidentifikasi faktor eksternal pemasaran produk Kopi Lawe di Kota Surakarta, (4) merumuskan alternatif strategi yang diterapkan dalam pemasaran produk Kopi Lawe Surakarta, dan (5) merumuskan prioritas strategi untuk pemasaran produk Kopi Lawe Surakarta. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan mixed method serta metode penentuan lokasi secara purposive. Key informan yang digunakan dalam penelitian ini dipilih secara purposive dan snowball. Analisis yang digunakan yaitu (1) Matriks IFE dan EFE (2) Matriks Grand Strategy dan Matriks SWOT (3) Matriks QSPM. Hasil penelitian terdapat 4 alternatif strategi dari matriks SWOT. Prioritas strategi untuk pemasaran produk Kopi Lawe Surakarta adalah menjaga kualitas produk dan tenaga kerja dengan nilai STAS 6,172.
KELAYAKAN USAHA BUDIDAYA UDANG VANNAMEI Muhammad Irsyad Kamil; Rina Nuryati; Tenten Tedjaningsih
Jurnal Agristan Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i2.8375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknologi budidaya Udang Vannamei serta menganalisis biaya, penerimaan, pendapatan dan kelayakan usaha budidaya Udang Vannamei. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus pada perusahaan Qini vaname dengan pemilihan lokasi dan responden penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) berdasarkan pertimbangan bahwa Qini Vaname merupakan perusahaan budidaya Udang Vannamei pertama di Desa Ciandum Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya dan masih berproduksi hingga saat ini. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung kepada responden sementara untuk waktu penelitian ini dilaksanakan dari Januari 2023 hingga bulan Juli 2023. Analisis data yang digunakan yaitu analisis biaya, penerimaan, pendapatan serta analisis kelayakan dengan menggunakan R/C. Hasil penelitian menunjukkan teknologi yang digunakan adalah teknologi intensif dengan besaran biaya yang dikeluarkan dalam satu kali proses produksi adalah sebesar Rp 2.494.173.343 dengan penerimaan Rp 5.063.679.900 dan pendapatan sebesar 2.569.506.557 serta memiliki nilai R/C 2,03 sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya Udang Vannamei layak untuk dijalankan.
IDENTIFIKASI POTENSI PENGEMBANGAN KOMODITAS TANAMAN PANGAN DI KECAMATAN BANTARGADUNG KABUPATEN SUKABUMI Rahma, Siti; Astutiningsih, Endang Tri; Meilani, Ema Hilma
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.10349

Abstract

Pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus berkembang. Aspek yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pertanian yaitu peningkatan hasil produksi pertanian agar tetap bisa bersaing secara efektif. Kabupaten Sukabumi memiliki luas lahan pertanian sekitar 124.607 Ha, menunjukan adanya potensi untuk pengembangan pertanian. Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia dan Kecamatan Bantargadung oleh pemerintah Kabupaten Sukabumi diarahkan untuk pengembangan komoditas pangan padi sawah, padi gogo, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu dan ubi jalar.Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan komoditas unggulan tanaman pangan di Kecamatan Bantar Gadung Kabupaten Sukabumi, dengan menggunakan analisis LQ (Location Question).Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas kacang tanah di Kecamatan Bantargadung merupakan sektor basis dengan LQ sebesar 70,040 dan produksi mencapai 798,39 ton/hektar. Tingginya tingkat produksi, komoditas kacang tanah memiliki potensi dalam pengembangan pertanian, meningkatkan perekonomian dan bisa menjadi komoditas ekspor. 
PERAN KELOMPOK TANI “ROJO KOYO” DALAM KEBERHASILAN PRODUKTIVITAS PANEN JAGUNG DI DUSUN WILOSO Muhammad Zunaidi; Nasikh Nasikh
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.6374

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui peran yang dihasilkan dari adanya kelompok tani “Rojo Koyo” dalam keberhasilan produktivitas panen jagung bagi para petani di Dusun Wiloso yang tergabung dalam kelompok tersebut. Sejumlah 10 orang petani yang tergabung dalam kelompok tani “Rojo Koyo” dijadikan sampel penelitian sebab teknik pengambilan sampel menggunakan sampel jenuh. Pengumpulan data melalui kegiatan wawancara dengan bantuan instrumen penelitian berupa kuisioner. Data yang telah dikumpulkan akan dilakukan analisis menggunakan metode analisis deskriptif dan analisis skala linkert. Berdasarkan analisis deskriptif, penelitian ini menghasilkan temuan bahwa karakteristik mayoitas petani yang tergabung di dalam kelompok tani “Rojo Koyo” berada dalam usia 40 – 50 tahun dan usia lebih dari 50 tahun sebesar 40%, dengan tingkat pendidikan berada di jenjang SD sebesar 30% serta memiliki pengalaman bertani 10 tahun sebesar 40% dan luas lahan 1.00 – 3.00 hektar sebesar 60%. Berdasarkan analisis linkert, didapatkan hasil bahwa peran kelompok tani “Rojo Koyo” dalam indikator penilaian sebagai kelas belajar, wahana kerja sama, dan pengadaan sarana produksi masing-masing memiliki tingkat pengaruh sebesar 31.67%, 27.60%, dan 40.72%. sementara secara keseluruhan, peran peran kelompok tani “Rojo Koyo” dalam keberhasilan produktivitas panen jagung di dusun wiloso ditemukan sangat berpengaruh dengan tingkatan sebesar 73.67%.
TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP PENGGUNAAN HAND TRACTOR Muharam, Aditya; Hartoyo, Tedi; Darusman, Dedi
Jurnal Agristan Vol 6, No 1 (2024): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v6i1.8211

Abstract

Optimizing the use of agricultural technology encourages farmers to increase the use of hand tractor agricultural technology machinery. The increasing use of hand tractors by farmers cannot be used as a definite measure of farmer satisfaction with hand tractors. This study aims to analyze the level of importance of farmers and the level of performance of hand tractor attributes, attributes that need to be prioritized in supporting consumer satisfaction, and the level of farmer satisfaction with the use of hand tractors. The method used in this study is a survey. This research was conducted in Cikajang District, Garut Regency. The sampling technique uses purposive sampling method with a total of 40 respondents who own and use hand tractors. The analytical tools used are Importance Performance Analysis (IPA) and Customer Satisfaction Index (CSI). The results of the analysis of hand tractor attributes show that the level of importance is included in the important category and the level of performance is included in the good category. An attribute that is a top priority to improve its performance is to provide a warranty. The satisfaction index is 69.53 percent, which means that farmers are satisfied with the performance of hand tractor attributes. 
ANALISIS EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN KOTA UTARA KOTA GORONTALO Nasriati Nasriati; Amir Halid; Yuliana Bakari
Jurnal Agristan Vol 5, No 1 (2023): Jurnal Agristan
Publisher : Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/agristan.v5i1.7030

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk melihat apakah factor produksi padi sawah yaitu luas lahan, benih, pupuk, pestisida dan tenaga kerja  memiliki pengaruh pada hasil produksi padi sawah dan (2) untuk melihat tingkat efisiensi alokatif penggunaan factor produksi padi sawah di Kecamatan Kota Utara Kota Gorontalo. Dalam analisis yang dikumpulkan dari 67 petani sampel, menunjukan bahwa (1) factor produksi luas lahan (X1) berpengaruh signifikan terhadap produksi (Y) padi sawah, sedangkan benih (X2), pupuk (X3), pestisida (X4), dan Tenaga Kerja (X5) tidak berpengaruh terhadap produksi (Y) dan (2) penggunaan factor produksi benih (X2) berada pada tingkat belum efisien sedangkan  luas lahan (X1), pupuk (X3), pestisida (X4) dan tenaga kerja (X5) berada pada tingkat tidak efisien sehingga perlu ditambahkan jumlah factor produksi yang digunakan untuk mencapai tingkat efisien.

Page 7 of 14 | Total Record : 140