cover
Contact Name
Muh Barid Nizarudin Wajdi
Contact Email
baridnizar1@gmail.com
Phone
+6282232057858
Journal Mail Official
anifaujiah99@gmail.com
Editorial Address
STAI AN NAJAH INDONESIA MANDIRI SIDOARJO
Location
Kab. sidoarjo,
Jawa timur
INDONESIA
Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah
ISSN : 23552735     EISSN : 25984276     DOI : -
Core Subject : Economy, Social,
EKOSIANA: Jurnal Ekonomi Syariah is a Journal that is published twice a year in the months of March and September. This journal has been indexed on Google Scholar. The aim of this journal is to promote a principled approach to research on Sharia Economy-related concerns by encouraging enquiry into relationship between theoretical and practical studies.
Articles 110 Documents
Peran Social Proof, Kepercayaan Konsumen Muslim, Dan Halal Awareness dalam Pembelian Produk Non-Makanan Di E-Commerce Novita Purnamasari; Ita Marianingsih
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 1 (2026): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i1.656

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran social proof, kepercayaan konsumen Muslim, dan halal awareness dalam pembelian produk non-makanan di e-commerce. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposive, yaitu konsumen Muslim di Kabupaten Bondowoso yang aktif menggunakan e-commerce, pernah membeli produk non-makanan, dan mempertimbangkan rating, ulasan, atau testimoni dalam proses pembelian. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi pada platform Shopee, TikTok Shop, dan Lazada, lalu dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social proof, seperti rating, ulasan, testimoni, dan jumlah pembelian, berperan penting dalam mengurangi ketidakpastian dan membentuk kepercayaan konsumen terhadap produk maupun penjual. Kepercayaan tersebut dibangun melalui persepsi terhadap kemampuan, kejujuran, dan itikad baik penjual yang diterjemahkan konsumen melalui berbagai sinyal digital. Namun, pengaruh social proof tidak bekerja secara seragam karena dipengaruhi oleh tingkat halal awareness masing-masing konsumen. Konsumen dengan halal awareness tinggi cenderung lebih berhati-hati dan tetap menuntut kejelasan halal, sedangkan konsumen dengan halal awareness lebih rendah cenderung lebih mudah menjadikan social proof sebagai dasar utama keputusan pembelian. Penelitian ini menegaskan bahwa pembelian produk non-makanan di e-commerce oleh konsumen Muslim merupakan hasil interaksi antara validasi sosial digital, kepercayaan konsumen, dan pertimbangan nilai keagamaan. Kata Kunci: Social Proof, Kepercayaan Konsumen, Halal Awareness, Konsumen Muslim, E-Commerce
Socio-economic Bonding as an Enabler of Circular Economy Integration in MSMEs: A Community-Based Green Transformation Model for Sustainable Economic Resilience Nur Masithoh, Fitria; Adistyana Dewi, Aninda; Mu’awwanah, Uliyatul; Rohmah, Miftakhur; Mansur
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 1 (2026): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i1.659

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in rural contexts face significant barriers to adopting circular economy (CE) practices, yet existing studies focus predominantly on technical and policy dimensions while overlooking socio-relational mechanisms. This study introduces and empirically examines socio-economic bonding—defined as community economic interactions grounded in honesty, mutual respect, trust, and solidarity—as a critical enabler of CE integration among rural MSMEs. Method: A mixed-methods quasi-experimental design with participatory action research was employed, involving 25 MSME actors in Mojokerto, Indonesia, through a three-phase intervention (capacity building, circular innovation, institutional support). Data were collected using pretest-posttest assessments, observations, focus group discussions, and in-depth interviews. Results: Socio-economic bonding significantly facilitated CE adoption, increasing CE literacy by 85% (p<0.001, Cohen's d=3.21), achieving 68% adoption of circular practices, reducing waste generation by 30-40%, and generating additional monthly income of IDR 500,000-1,500,000. Trust in collective action showed the strongest correlation with CE adoption (r=0.71, p<0.001). From an Islamic perspective, socio-economic bonding aligns with 'an taradin (mutual consent), maslahah (public interest), and prohibition of israf (excessive consumption). Implications: The proposed community-based green transformation model offers a replicable framework where socio-economic bonding serves as the transversal mechanism bridging capacity building, innovation, and institutional support for CE adoption in resource-constrained rural settings.   Keywords: Socio-economic Bonding; Circular Economy; MSMEs; Green Transformation; Sustainable Economic Resilience.
Analisis Penerapan Budaya Kerja Religius terhadap Produktivitas Karyawan di PT Mutiara Erly Sejahtera (B Erl Cosmetic) Lampung Sukarti; Nastria, Zulaiekha; Ramadani, Riri; Putri, Sinta; Selvia; Widyaningsih, Dwi Ayu; Mustakim, Eril
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 1 (2026): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i1.660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan budaya kerja religius serta pengaruhnya terhadap produktivitas karyawan di PT Mutiara Erly Sejahtra (B Erl Cosmetic). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan berbasis observasi non-partisipan, melalui analisis konten digital perusahaan (media sosial) yang dipadukan dengan studi literatur sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya kerja religius diimplementasikan melalui kegiatan rutin shalat dhuha dan tadarus Al-Qur’an sebelum bekerja. Praktik ini berkontribusi terhadap produktivitas karyawan melalui mekanisme tidak langsung, yaitu peningkatan disiplin waktu, kualitas kerja, efisiensi, dan kerja sama tim. Pembiasaan ibadah membentuk keteraturan kerja, aktivitas spiritual meningkatkan stabilitas psikologis dan fokus, serta internalisasi nilai kejujuran dan tanggung jawab memperkuat integritas kerja dan menekan penyimpangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya kerja religius berpengaruh terhadap produktivitas melalui perubahan perilaku dan kondisi psikologis karyawan, bukan secara langsung. Keterbatasan penelitian terletak pada penggunaan data berbasis konten digital tanpa verifikasi wawancara mendalam, sehingga interpretasi sangat bergantung pada representasi yang ditampilkan perusahaan. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kombinasi metode lapangan langsung untuk meningkatkan validitas temuan.   Kata Kunci: Budaya Kerja Religius, Produktivitas Karyawan, Kinerja.
Pengaruh Kualitas Produk dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Perawatan Kulit Asyarurahim; Taurus Sandy, Widy; Agustin, Ria
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 1 (2026): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i1.661

Abstract

Indonesia adalah negara berkembang dalam industrinya, salah satunya adalah kosmetik, banyak perusahaan kosmetik bersaing untuk mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh konsumen dan calon pelanggan. Pengguna kosmetik di Indonesia diklasifikasikan sebagai yang berkembang pesat. Hal ini terbukti dari meningkatnya konsumsi kosmetik setiap tahunnya. Suatu produk dikatakan berkualitas tinggi jika produk tersebut mampu memenuhi harapan pelanggan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian produk kosmetik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan sampel 45 mahasiswi di Pondok Pesantren At-Tahdzib. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, uji analisis regresi linier berganda, uji hipotesis penelitian, dan uji koefisien determinasi dengan bantuan perangkat lunak SPSS 23. Berdasarkan hasil analisis regresi linear berganda, kualitas produk dan harga masing-masing memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian kosmetik bagi siswi Pondok Pesantren Islam At-Tahdzib. Hasil analisis signifikansi diperoleh dari hasil uji t yang menunjukkan bahwa variabel kualitas produk memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik siswi Pondok Pesantren Islam At-Tahdzib, sedangkan variabel harga tidak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik siswi Pondok Pesantren Islam At-Tahdzib. Hasil uji F menunjukkan bahwa kualitas produk dan harga secara simultan atau bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian kosmetik bagi siswi di Pondok Pesantren Islam At-Tahdzib.
Praktik Edukasi Keluarga Berencana Berbasis Media Sosial dalam Penguatan Sumber Daya Manusia: Perspektif Maqāṣid al-Sharī‘ah pada Generasi Milenial dan Generasi Z Rahmawati, Lilik; Fitriyah, Lailatul; Azwar Anas, M. Yusuf
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 1 (2026): EKOSIANA : JURNAL EKONOMI SYARIAH
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i1.665

Abstract

Pembangunan sumber daya manusia dalam perspektif ekonomi syariah tidak hanya berorientasi pada peningkatan kualitas kesehatan, tetapi juga pada terwujudnya kesejahteraan keluarga yang selaras dengan prinsip maqāṣid al-sharī‘ah, khususnya dalam menjaga keturunan (hifẓ al-nasl) dan keberlanjutan ekonomi (hifẓ al-māl). Program Keluarga Berencana (KB) merupakan instrumen strategis dalam mendukung tujuan tersebut, namun praktik edukasinya masih menghadapi keterbatasan dalam menjangkau generasi milenial dan generasi Z yang memiliki karakteristik digital-oriented. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik edukasi KB berbasis media sosial serta memaknai implikasinya terhadap kesadaran perencanaan keluarga dalam perspektif ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Balai Penyuluhan KB, melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik untuk mengidentifikasi pola praktik edukasi dan respons generasi muda terhadap media digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode penyuluhan konvensional masih dominan dan kurang adaptif terhadap pola konsumsi informasi generasi milenial dan generasi Z. Pemanfaatan media sosial seperti Instagram dan TikTok melalui konten visual (pamflet digital dan infografis) mampu memperluas jangkauan informasi serta meningkatkan keterlibatan audiens. Namun demikian, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh kualitas interaksi, relevansi pesan, dan integrasi nilai-nilai Islam dalam konten edukasi. Temuan ini menegaskan bahwa optimalisasi media sosial dalam edukasi KB tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam membangun kesadaran perencanaan keluarga yang berkontribusi pada ketahanan dan kesejahteraan ekonomi keluarga Muslim. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan edukasi yang lebih kontekstual, partisipatif, dan berbasis nilai syariah agar implementasi program KB dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjuta
The Analisis Faktor Pembentuk Preferensi Konsumen, Produk Dan Layanan KUD Argopuro Dalam Perspektif Ekonomi Islam: (Perilaku dan preferensi konsumen dalam memilih produk dan layanan koperasi berbasis nilai ekonomi Islam) Salim Safi&#039;i; Abd. Ghafur; Moh. Abd. Rahman
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i2.671

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor pembentuk preferensi konsumen terhadap produk dan layanan di KUD Argopuro Krucil dalam perspektif ekonomi Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara mendalam terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa preferensi konsumen dibentuk oleh faktor kualitas produk sebagai indikator utama, disusul oleh aksesibilitas geografis, pelayanan, harga, serta penerapan prinsip halal dan thayyib. Meskipun harga tetap menjadi pertimbangan, konsumen cenderung memprioritaskan kualitas tinggi dan keramahan petugas. Dalam perspektif ekonomi Islam, kepercayaan konsumen Muslim diperkuat oleh keyakinan bahwa produk dan jasa KUD Argopuro telah memenuhi kriteria syariah. Implementasi nilai-nilai ekonomi Islam seperti keadilan, amanah (keandalan), transparansi, dan kemaslahatan terbukti menjadi faktor dominan yang mengintegrasikan praktik bisnis KUD Argopuro dengan ekspektasi konsumen. Kata Kunci: Preferensi Konsumen; Produk dan Layanan; KUD Argopuro; Ekonomi Islam.
Conceptual Study of the Ijarah Contract in Modern Sharia Business in the Digital Economy Era Duwi Lestari; Erwina Mutiara Sari; Cindi Melinda Sari; Dwi Ayu Widyaningsih; Roehana Rofaidatun Umroh
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i2.680

Abstract

This study aims to analyze the concept of the ijarah contract from the perspective of Islamic business, examine its implementation in modern business practices, and identify the challenges of its application in the development of the contemporary economy. This research employs a library research method with a qualitative approach through the analysis of books, scientific journals, DSN-MUI fatwas, and relevant laws and regulations. The findings indicate that the ijarah contract possesses high flexibility and relevance in modern Islamic business because it emphasizes the utilization of goods or services without transferring ownership rights. The implementation of ijarah has developed in various sectors, including Islamic banking, leasing, digital services, and platform-based economies. However, its application still faces several challenges, such as the complexity of digital transactions, ambiguity in the object of benefit, low literacy in Islamic economics, and the tendency to formalize contracts without strengthening the substantive values of Sharia principles. This study emphasizes that the ijarah contract should not merely be understood as a legal-formal instrument, but must also be implemented based on the principles of justice, transparency, and public benefit (maslahah). The main contribution of this research lies in strengthening the analysis of the ijarah contract within the context of modern digital business as part of the development of an adaptive and equitable Islamic economy.
Analisis Multidimensional Peran Bank Syariah Dalam Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Menengah Sepatu Sandal Di Mojokerto Lely Maharani; Mugiyati Mugiyati; Ony Thoyib Hadi Wijaya
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i2.684

Abstract

This study aims to analyze the contribution of Bank Syariah Indonesia (BSI) to improving competitiveness of the small and medium scale footwear industries in Sooko District, Mojokerto through a multidimensional approach encompassing financial, social, and spiritual aspects. A qualitative descriptive approach was employed, using in-depth interviews, participatory observation, and documentation. Informants included five footwear producers and one representative from BSI Mojokerto. Data analysis used Miles and Huberman's interactive model with source and method triangulation for data validity. The results reveal that BSI's contribution is holistic, not limited to financing through sharia contracts such as murābaḥah and muḍārabah, but also includes capacity building through financial management training, sustainable business mentoring, and sharia financial literacy improving competitiveness. BSI acts as a strategic partner to enhance managerial capacity, expand market access, and promote business sustainability among small-scale entrepreneurs. Findings show an average production capacity increase of 20-30%, and adoption of digital marketing technology among BSI-partnered businesses. Nevertheless, challenges remain, particularly in sharia literacy, digital access limitations, and financing procedure complexity. The study concludes that Islamic banks play a crucial role in strengthening an equitable and sustainable sharia economic ecosystem at the grassroots level through the implementation of maqāṣid al-syarī'ah values, particularly in preserving wealth (ḥifẓ al-māl) and life (ḥifẓ al-nafs).   Kata Kunci: Islamic Bank, Islamic Financing, Small and Medium Industries, Economic Empowerment
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penentuan Upah Penggilingan Kopi Mentah (Studi Di Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran) Sabela Rahmawati; Erina Pane; Pramudya Wisesha
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/ekosiana.v13i2.688

Abstract

Praktik penentuan upah jasa penggilingan kopi mentah di Desa Paya Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran masih dilakukan berdasarkan kebiasaan masyarakat yang berkembang secara turun-temurun. Permasalahan akademik penelitian terletak pada adanya ketidaksesuaian antara prinsip akad ijarah dalam Hukum Ekonomi Syariah yang menuntut kejelasan ujrah, transparansi akad, dan kerelaan para pihak dengan praktik di lapangan yang menunjukkan adanya pengambilan sebagian hasil kopi oleh pemilik jasa penggilingan meskipun upah telah dibayarkan dalam bentuk uang. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan mengenai ketidakjelasan akad dan potensi unsur gharar dalam transaksi. Rumusan masalah penelitian mencakup praktik penentuan upah penggilingan kopi mentah dan tinjauannya dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research) melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data penelitian dianalisis secara induktif menggunakan prinsip akad ijarah, ujrah, an-taradhi, dan larangan gharar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pengupahan jasa penggilingan kopi pada dasarnya telah memenuhi unsur akad ijarah, namun pengambilan tambahan hasil kopi setelah pembayaran upah dilakukan menyebabkan ketidakjelasan akad dan belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip Hukum Ekonomi Syariah. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya transparansi akad dan kejelasan ujrah agar praktik pengupahan berjalan adil dan sesuai prinsip syariah.   Kata Kunci: Pengupahan, Ijarah, Hukum Ekonomi Syariah, Keadilan
Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah Terhadap Penentuan Harga Dalam Jual Beli Pakaian Kredit (Studi Di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan) Zahra Noverawati; Erina Pane; Pramudya Wisesha
Ekosiana Jurnal Ekonomi Syari ah Vol. 13 No. 2 (2026): Ekosiana : Jurnal Ekonomi Syariah (IN PROGRESS)
Publisher : Program Studi Ekonomi Syariah, STAI AN-NAJAH INDONESIA MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik penentuan harga dalam jual beli pakaian secara kredit di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, di mana harga kredit ditetapkan jauh lebih tinggi dibandingkan harga tunai sehingga menimbulkan keluhan masyarakat. Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian praktik tersebut dengan prinsip keadilan dalam Hukum Ekonomi Syariah. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana praktik penentuan harga dalam jual beli pakaian kredit yang dilakukan oleh pedagang serta bagaimana tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap praktik tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik penentuan harga jual beli pakaian kredit dan menganalisisnya berdasarkan perspektif Hukum Ekonomi Syariah. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan sifat deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pedagang dan pembeli pakaian kredit di Desa Pasuruan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik jual beli pakaian kredit dilakukan dengan sistem angsuran berdasarkan kesepakatan awal. Dalam perspektif Hukum Ekonomi Syariah, jual beli kredit diperbolehkan selama terdapat kejelasan akad, harga, dan waktu pembayaran serta tidak mengandung riba, gharar, dan penipuan. Namun, keuntungan yang terlalu tinggi dinilai bertentangan dengan prinsip keadilan dan kemaslahatan dalam Islam.   Kata Kunci: Penentuan Harga, Jual Beli, Hukum Ekonomi Syariah

Page 11 of 11 | Total Record : 110