cover
Contact Name
Fazli Rachman
Contact Email
fazli.rachman@unimed.ac.id
Phone
+6285261810714
Journal Mail Official
kewarganegaraan@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar, Pasar V, Medan, North Sumatra, Indonesia, Postcode 20221, Telp. (061) 6625973, 6613276, 6618754, 6613365, Fax. (061) 6614002 Email: kewarganegaraan@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 16937287     EISSN : 27456919     DOI : https://doi.org/10.24114/jk
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles 146 Documents
Tingkat Pemahaman Materi Pendidikan Kewarganegaraan Terkait Status Kewarganegaraan (Prinsip Ius Soli dan Ius Sanguinis) Susdarwono, Endro Tri
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.27755

Abstract

AbstractThis study aims to describe the level of understanding of civic education materials related to citizenship status (the ius soli and ius sanguinis principles). How is the insight or knowledge related to citizenship understood by citizens, especially those who have received the material at the time of learning both at the high school, vocational, and university levels. The method used in conducting this research is a descriptive analysis method with a case study approach with data or information collection techniques using a survey conducted by compiling a list of questions posed to respondents. The data analysis technique used hypothesis testing through the Khuskall-Wallis method. In principle, the Kruskal-Wallis method combines all observational samples. Then, for each level a sample is given. The levels are given in order from the smallest value to the largest value. The results of the study stated that the level of understanding of civic education materials related to citizenship status material (ius soli and ius sanguinis principles) of the respondents at the three levels of education of high school students, vocational students, and college students was different. Respondents have different levels of understanding in understanding citizenship status.________AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan mengenai tingkat pemahaman materi pendidikan kewarganegaraan terkait status kewarganegaraan (prinsip ius soli dan ius sanguinis). Bagaimana wawasan atau pengetahuan terkait kewarganegaraan dipahami oleh warga negara terutama yang sudah mendapatkan materi tersebut pada waktu mengikuti pembelajaran baik di tingkat SMA, SMK, maupun Perguruan Tinggi. Metode yang digunakan dalam melakukan penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengan pendekatan studi kasus dengan Teknik pengumpulan data atau informasi menggunakan survei yang dilakukan dengan cara menyusun daftar pertanyaan yang diajukan kepada responden. Teknik analisis data menggunakan pengujian hipotesis melalui metode Khuskall-Wallis. Pada prinsipnya metode Kruskal-Wallis seluruh sampel pengamatan digabungkan. Kemudian, kepada setiap sampel jenjang diberikan. Jenjang diberikan secara urut dari nilai yang paling kecil hingga nilai terbesar. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa tingkat pemahaman terhadap materi pendidikan kewarganegaraan terkait materi status kewarganegaraan (prinsip ius soli dan ius sanguinis) para responden pada ketiga tingkat pendidikan siswa SMA, siswa SMK, dan Siswa Perguruan Tinggi berbeda. Responden memiliki tingkat pemahaman yang berbeda dalam memahami mengenai status kewarganegaraan.
Pergeseran Partisipasi Sosial (Masyarakat) dalam Masa Pandemi COVID-19 (Tinjauan Fenomenologis Individu Selama Pandemi COVID-19) Kurniawan, Ignasius Putra
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.29453

Abstract

AbstractIn this study, my research theme focuses on the phenomenon of Indonesian individual social involvement in responding to the reality of the COVID-19 pandemic. If in normal situations, individual involvement in society looks active. The encounter between individuals becomes a tangible form of the involvement and presence of individuals in society. The focus of this study is to look at the different meanings of the presence and involvement of individuals in society during a pandemic. Each individual can participate in society through their ways. This research study uses a literature methodology. This method is carried out by exploring the phenomena that occur in the community during this pandemic. The finding in this study is the phenomenon of the presence of individuals in a limited society. Limited encounters between individuals remain a form of social engagement but in a different way. Thus, the term "people lying down" was born amid Indonesian society. Real presence is no longer face-to-face, but each struggle for the common good. Thus, the final goal achieved remains the same, but the means and expressions of participation have differences.-----------AbstrakDalam studi ini fokus tema penelitian saya ialah pada fenomena keterlibatan sosial individu Indonesia dalam menanggapi realitas pandemi COVID-19. Jika dalam situasi normal, keterlibatan individu dalam sosial terlihat aktif. Perjumpaan antar individu menjadi bentuk nyata dari keterlibatan dan kehadiran individu dalam masyarakat. Fokus studi ini ialah melihat perbedaan makna kehadiran dan keterlibatan individu dalam sosial selama masa pandemi. Masing-masing pribadi dapat berpartisipasi dalam sosial melalui cara-caranya masing-masing. Studi penelitian ini menggunakan metodologi kepustakaan. Metode ini dilakukan dengan menggali fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat selama masa pandemi ini. Temuan dalam studi ini adalah fenomena kehadiran individu dalam sosial secara terbatas. Perjumpaan antar individu yang terbatas, tetap menjadi bentuk keterlibatan sosial namun dengan cara yang berbeda. Sehingga lahirlah istilah kaum rebahan di tengah sosial Indonesia. Kehadiran nyata bukan lagi bertemu secara langsung, tetapi berjuang masing-masing demi kebaikan bersama. Dengan demikian, tujuan akhir yang dicapai tetap sama, namun cara dan ungkapan partisipasi memiliki perbedaan.
Dinamika Kontemporer Kewarganegaraan Indonesia (Studi Etnisitas Dalam Pemilihan Bupati Pakpak Bharat) Boangmanalu, Samadam; Sembiring, Armisella Br
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.30402

Abstract

AbstractCitizenship is the relationship between the individual and the state. This citizenship shows that citizens have certain rights, duties and responsibilities.. In general, every citizen has full political rights in political activities. Indonesia is a democratic country so every citizen who has citizenship status has the right to participate in political activities. This study aims to analyze the contemporary dynamics of citizenship in Indonesia in the 2020 regional head elections in the Pakpak Bharat Regency. The analytical method used in this research is a descriptive qualitative method with a case study approach model. The results show that voting behavior in the Pakpak Bharat community often negates the sociological approach to choosing someone who can be a nurturing leader. In choosing to build on the element of "closeness", closeness can be seen from many sides, including geographical proximity, family closeness, emotional closeness through material gifts or promises, and closeness through information. In addition, the determination of people's choices in local elections is often influenced by factors of ethnicity, religion, clan, and family factors.------------AbstrakKewarganegaraan merupakan adanya hubungan individu dengan negara. Kewarganegaran menunjukan bahwa warga negara memiliki hak, tugas dan tanggung jawab tertentu warga negara. Secara umum bahwa setiap warga negara memiliki hak politik penuh dalam kegiatan politik. Indonesia merupakan negara demokrasi sehingga setiap warga negara yang memiliki status kewarganegaraan memiliki hak untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan politik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika kontemporer kewarganegaraan di Indonesia dalam pemilihan kepala daerah tahun 2020 di Kabupaten Pakpak Bharat. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kualitatif deskriptif dengan model pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukan bahwa perilaku memilih dalam masyarakat Pakpak Bharat sering kali menafikan pendekatan sosiologisme untuk memilih seseorang yang bisa menjadi pemimpin yang mengayomi. Dalam memilih terbangun atas unsur œkedekatan, kedekatan dapat dilihat dari banyak sisi, antara lain, kedekatan geografi, kedekatan kekeluargaan, kedekatan emosional melalui pemberiaan materi atau janji, kedekatan melalui informasi.Selain itu penentuan pilihan masyarakat dalam pilkada sering dipengaruhi oleh faktor kesamaan suku, agama, marga, faktor keluarga.
Nasionalisme Warga Muda Era Globalisasi: Pendidikan Kewarganegaraan di Perbatasan Nurgiansah, T Heru; Rachman, Fazli
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.33214

Abstract

AbstractCitizenship Education as a curricular program was developed to form smart and good citizens. An indication of a good citizen is steadfastness and belief in a nation which can be seen from the attitude of nationalism and patriotism. This research aims to find out the attitude of nationalism of Indonesian citizens, especially the younger generation in the era of globalization. The research was conducted on the Temajuk Moon Camar, West Kalimantan border. The research method uses a qualitative case study design. Data collection techniques through observation, interviews, documentation, and literature. The research data sources consist of primary and secondary sources. The research data obtained were then analyzed using an interactive model. The results of the study show that young Indonesian citizens living on the border of the Temajuk Moon Camar, West Kalimantan, have a good attitude toward nationalism. This is evident from the behaviour of the people there, one of which is not willing to leave Indonesian citizenship status even though access to Malaysia is easier. Although the community feels various limitations and development gaps, the firmness and belief of the nation from a high attitude of nationalism.----------------AbstrakPendidikan Kewarganegaraan sebagai program kurikuler dikembangkan untuk membentuk warga negara yang cerdas (smart) dan baik (good). Indikasi warga negara yang baik adalah keteguhan dan keyakinan atas sebuah bangsa dan terlihat dari sikap nasionalisme dan patriotisme. Penelitian ditujukan untuk mengetahui sikap nasionalisme warga negara Indonesia, khususnya generasi muda di era globalisasi. Penelitian dilaksanakan di perbatasan Camar Bulan Temajuk, Kalimantan Barat. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan literatur. Sumber data penelitian terdiri dari, sumber primer dan sekunder. Data penelitian yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa warga negara muda Indonesia yang berada di perbatasan Camar Bulan Temajuk Kalimantan Barat memiliki sikap nasionalisme yang baik. Hal ini terbukti dari perilaku masyarakat disana, salah satunya tidak berkenan meninggalkan status kewarganegaraan Indonesia meskipun akses ke negara Malaysia lebih mudah. Walau masyarakat merasakan berbagai keterbatasan dan kesenjangan pembangunan, tetapi keteguhan dan keyakinan berbangsa dari sikap nasionalisme yang tinggi. 
Studi Analisis Konsep Ideologi Marhaenisme Sukarno Sebagai Asas Perjuangan Bangsa Indonesia Pratama, Febri Fajar; Asyiah, Ai Kusmiati; Chandra, Deni
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i1.33301

Abstract

AbstractIdeology is important in the order of social and state life. Philosophically, the concept of ideology is very subjective. There are those who consider ideology as dogma, while others are concerned with linking ideology as political discourse and political views. Meanwhile, some think that ideology is based on the concrete interests of social class which is marked by the absence of interest on an economic basis. In the socio-historical context of the Indonesian nation, ideology is used as a "tool" for the struggle to form the mental, character, spirit and thoughts of anti-colonialism, so as to create a manifestation of the fundamental values of Indonesia in the form of Pancasila formulated by national figures. The purpose of this research is to study and analyze the concept of Sukarno's Marhaenism ideology which became the forerunner of thoughts/ideas about Pancasila. The method used is concept analysis with a qualitative approach. Based on the results of the analysis carried out, the results show that marhaenism conceptually emphasizes aspects of the struggle of the marhaens, namely the groups exploited by imperialism and capitalism so that they have difficulty being able to prosper themselves. The important elements in the ideology of Marxism are socio-nationalism, socio-democracy, mass-action, machtvorming, non-cooperation, and self-reliance. and self-reliance.--------------AbstrakIdeologi menjadi hal yang penting dalam tatanan kehidupan sosial maupun bernegara. Secara filosofis, konsep ideologi sangatlah subjektif. Ada yang menganggap ideologi sebagai dogma, ada juga yang menyangkutpautkan ideologi sebagai diskursus politik dan pandangan politik. Sedangkan sebagian lagi menganggap ideologi didasarkan pada kepentingan konkret kelas sosial yang ditandai oleh tidak adanya kepentingan atas dasar ekonomi. Dalam sosio-historis bangsa Indonesia, ideologi dijadikan sebagai œalat perjuangan untuk membentuk mental, karakter, semangat dan pemikiran anti kolonialisme, sehingga terciptalah manifestasi dari nilai-nilai fundamental keindonesiaan berupa Pancasila yang dirumuskan oleh para tokoh nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis konsep tentang ideologi Marhaenisme Sukarno yang menjadi cikal bakal pemikiran/gagasan mengenai Pancasila. Metode yang digunakan adalah analisis konsep dengan pendekatan kualitatif. Berdasarkan hasil dari analisis yang dilakukan didapatkan hasil bahwa marhaenisme secara konseptual menekankan pada aspek perjuangan kaum marhaen, yaitu kelompok yang dieksploitasi oleh imperialisme dan kapitalisme sehingga mereka kesulitan untuk bisa mensejahterakan dirinya. Adapun unsur-unsur penting dalam ideologi marhaenisme yaitu sosio-nasionalisme, sosio-demokrasi, aksi-massa, machtvorming, non-kooperasi, dan self-reliance.
Nilai Praksis Pancasila Sebagai Modal Pengembangan Sumber Daya Manusia Era Society 4.0 dalam Rangka Mendukung Pertahanan Negara Inthaly, Anouphone; Almubaroq, Hikmat Zakky
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.33872

Abstract

AbstractPancasila has the nature of basic values which are the essence of the five precepts. The five precepts include values regarding the One Godhead, humanity, unity, democracy, and justice. The nature of Pancasila is universal, in other words, ideals, goals, and good and true values are contained in Pancasila as a basic value. Pancasila is classified as a philosophy, a view of life, and in a practical sense. Philosophy of Pancasila has a function and role as a guide and guide in attitudes, behaviour and actions in everyday life, in the life order of the nation, society and state for the Indonesian people. The value of Pancasila praxis is used as the basic capital in the development of human resources in the era of society 4.0 which must have a view of life and behaviour that is strong and has character in facing increasingly complex challenges. This paper was written using a qualitative method with a literature study approach that looks at the practical value of Pancasila as the basic capital for developing human resources in the era of society 4.0 in supporting national defence by using the theory of Pancasila philosophy and human resource development.------------AbstrakPancasila memiliki sifat nilai dasar yang dimana hakikat dari kelima sila. Kelima sila tersebut antara lain nilai nilai mengenai Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Sifat dari Pancasila yaitu universal, dengan kata lain, cita-cita, tujuan, serta nilai-nilai yang baik dan bena terkandung dalam Pancasila sebagai nilai dasar. Pancasila digolongkan sebagai filsafat, pandangan hidup, dan dalam arti praktis. Filsafat Pancasila memiliki fungsi dan peranan sebagai pedoman dan pegangan dalam sikap, tingkah laku dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari, dalam tatanan hidup berbangsa, bermasyarakat dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Nilai praksis pancasila digunakan sebagai modal dasar dalam pembangunan sumber daya manusia di era society 4.0 dimana harus memiliki pandangan hidup dan perilaku yang kuat dan berkarakter dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Tulisan ini ditulis dengan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang melihat bagaimana nilai praksis pancasila sebagai modal dasar pengembangan sumber daya manusia di era society 4.0 dalam mendukung pertahanan Negara dengan menggunakan teori filsafat Pancasila dan pengembangan SDM. 
Studi Perbandingan Persepsi Stigma Teroris Antara Mahasiswa Laki-Laki Dan Mahasiswa Perempuan di Universitas Riau Permatasari, Dwi Puspa; Hambali, Hambali; Primahardani, Indra
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.35131

Abstract

AbstractThis study aims to describe a comparative study of perceptions of terrorist stigma between male and female students at the University of Riau. How the terrorism and bombing cases that occurred in Indonesia were masterminded by certain religious groups using certain symbols and attributes, giving rise to a negative stigma perspective between male and female students at the University of Riau. The method used in this study is a quantitative method with a descriptive approach. The data collection technique in this research is a questionnaire consisting of five indicators and 19 questions. The data analysis technique in this study was using the Independent Sample T-test with the SPSS version 25 program. After testing the normality of the data with normal data results and testing the homogeneity of variance with homogeneous data results, then hypothesis testing can then be carried out. The results of the hypothesis test are 1,000 and the value of 1,000 > 0.05 (2-tailed < 0.05), then Ha is rejected and Ho is accepted. Based on the results of the study, it can be concluded that there is no difference in perceptions of terrorist stigma between male and female students at the University of Riau.--------------------AbstrakPenelitian bertujuan untuk mendeskripsikan studi perbandingan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau. Bagaimana kasus terorisme dan pengeboman yang terjadi di Indonesia didalangi oleh sekelompok oknum agama tertentu dengan menggunakan simbol serta atribut tertentu, sehingga menimbulkan perspektif stigma negatif antara mahasiswa laki-laki dan perempuan di Universitas Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Kuantitatif dengan pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu kuesioner/angket yang terdiri dari lima indikator dan 19 pertanyaan. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan uji analisis Independent Sample T-test dengan program SPSS versi 25. Setelah melakukan uji normalitas data dengan hasil data normal dan uji homogenitas varian dengan hasil data homogen, maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian hipotesis. Hasil uji hipotesis adalah 1,000 dan nilai 1,000 > 0.05 (2-tailed < 0.05), maka Ha ditolak dan Ho diterima. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan persepsi stigma teroris antara mahasiswa laki-laki dan mahasiswa perempuan di Universitas Riau.
Kompetensi Kepemimpinan Militer di Era Society 5.0 Rehardiningtyas, Dyah Anissa; Firdaus, Mochammad Ferdion; Sulistyanto, Sulistyanto
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.35229

Abstract

AbstractThe 21st-century environment is one of unprecedented complexity, ambiguity, speed and organizational change. Conceptual skills provide the capacity to perform effectively under these conditions. Leadership in military organizations in various countries has the same goal, namely to realize the vision and mission of the organization according to its duties, authorities and responsibilities based on the results of state political decisions. This article was compiled based on a literature study using a descriptive qualitative approach as the main writing approach. Leaders are faced with an environment that is constantly changing, complex, and challenging. To lead effectively in today's world, leaders need to improve their understanding and practice of leadership to meet the new challenges coming from all directions with rapid change. Military leaders from top to bottom must be able to deal with the increasing political and cultural complexities. In the era of society 5.0, supervision does not only belong to the Leader but is also carried out by all members of the organization. The ease of technology as well as the challenges of good governance make transparency and openness an instrument. The development of the industrial era is a challenge in itself, as such policymakers inevitably have to be able to prepare themselves to face increasingly complex challenges, internal security and disaster management.-----------AbstrakLingkungan abad ke-21 adalah salah satu dari kompleksitas, ambiguitas, kecepatan, dan perubahan organisasi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keterampilan konseptual memberikan kapasitas untuk tampil efektif dalam kondisi ini. Kepemimpinan di Organisasi militer di berbagai negara memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mewujudkan visi dan misi organisasi sesuai tugas, wewenang dan tanggung jawabnya berdasar hasil keputusan politik negara. Artikel ini disusun berdasarkan studi literatur dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif sebagai pendekatan penulisan utama. Para pemimpin dihadapkan pada lingkungan yang terus berubah, kompleks, dan menantang. Untuk dapat memimpin secara efektif di dunia saat ini, pemimpin perlu meningkatkan pemahaman dan praktek kepemimpinan mereka untuk memenuhi tantangan baru yang menghadang dari segala arah dengan perubahan yang sangat cepat. Pemimpin Militer dari atas ke bawah harus mampu menghadapi peningkatan kompleksitas politik dan budaya dari perang proxy, operasi perdamaian, kehadiran dan keterlibatan ke depan, keamanan internal dan manajemen bencana. Di era masyarakat 5.0, pengawasan bukan hanya menjadi milik Pemimpin namun juga dilakukan oleh seluruh anggota organisasi. Kemudahan teknologi dan juga tantangan good governance menjadikan transparansi dan keterbukaan menjadi instrumen. Perkembangan era industri menjadi tantangan tersendiri, sebagaimana hal tersebut para pengambil kebijakan mau tidak mau harus mampu menyiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks
Peran Guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan dalam Pembentukan Karakter Peserta Didik di Sekolah Dasar Bhughe, Kristina Intani
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 19 No. 2 (2022): September 2022
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v19i2.36954

Abstract

AbstractThis study aims to determine the role of Pancasila and Citizenship Education teachers in shaping the character of the Inpres Hale Elementary School students, as well as the challenges and obstacles faced by Pancasila and Citizenship Education teachers in shaping the character of the Hale Inpres Elementary School students. This study used qualitative research methods. The survey respondents were the Principal of Inpres Hale Elementary School, Pancasila and Citizenship Education Teachers, Class VI guardians, parents, students and the community. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis through data collection, data reduction, conclusion or verification. The results showed Pancasila and Citizenship Education teachers™ role was to embody the value of positive attitudes towards students, such as being polite, and punctual, dressing according to school rules and providing guidance and advice. Non-compliance with school rules, tardiness and truancy, and the influence of school, family, and environmental factors. ---------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dalam membentuk karakter siswa di Sekolah Dasar Inpres Hale, serta tantangan dan hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter Siswa Sekolah Dasar Inpres Hale. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Responden survei adalah Kepala Sekolah Dasar Inpres Hale, Guru PPKn, wali kelas VI, orang tua, peserta didik dan masyarakat. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru PPKn adalah mewujudkan nilai sikap positif terhadap siswa, seperti bersikap sopan, tepat waktu, berpakaian sesuai aturan sekolah dan memberikan bimbingan dan nasehat.Tantangan dan hambatan yang dihadapi guru PPKn dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar Inpres Hale adalah ketidakpatuhan terhadap peraturan sekolah, keterlambatan dan tindakan membolos, serta pengaruh faktor sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Peran Penting Civics: Pendidikan Ilmu Kewarganegaraan di Era Masyarakat Digital Bila, Nisrina Salsa; Wahyuni, Febri Dwi; Nurgiansah, T Heru
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.39530

Abstract

AbstractThis research discusses the importance of civics education in the digital era to support character strengthening for society. The method used in this study is to use the literature review method, namely by collecting, analyzing, and reading from various reference sources. References come from books and journals. Journal source search using electronic media. The subject of this research is more focused on the community. The results of the study showed that the influence of digital development as a result of the industrial revolution 4.0 had a very significant impact on society. To support the increasingly vigorous development of technology in society, it is necessary to strengthen character through citizenship education. The important role of civics education is currently being focused on considering that there are many outstanding cases due to a decline in morale among the people. Strengthening character education in the digitalization era is very important for the community to foster a much better moral attitude and not be easily carried away by the negative currents of the digitalization era. Due to the influence of technological developments in the current era, it has had a significant impact on everyday life. And if it is not balanced with strengthening the character of each individual, they will be carried away by the free flow of digitalization without limits.------------AbstrakPenelitian ini membahas tentang pentingnya pendidikan kewarganegaraan di era digital untuk mendukung penguatan karakter bagi masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode literatur review yaitu dengan mengumpulkan, menganalisis, membaca sumber referensi. Referensi bersumber dari buku, dan jurnal. Pencarian sumber jurnal menggunakan media elektronik. Subjek penelitian ini adalah lebih difokuskan kepada masyarakat. Hasil penelitian diperoleh bahwa pengaruh perkembangan digital akibat dari revolusi industri 4.0 sangat signifikan pengaruhnya terhadap masyarakat. Untuk mendukung perkembangan teknologi yang semakin gencar di masyarakat maka diperlukan adanya penguatan karakter melalui pendidikan kewarganegaraan. Peran penting pendidikan kewarganegaraan menjadi hal yang difokuskan saat ini mengingat banyak kasus yang beredar akibat penurunan moral di kalangan masyarakat. Penguatan pendidikan karakter di era digitalisasi sangat penting bagi masyarakat untuk menumbuhkan sikap moral yang jauh lebih baik dan tidak mudah terbawa arus negatif era digitalisasi. Dikarenakan pengaruh dari perkembangan teknologi di era sekarang ini telah banyak memberikan dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari. Apabila tidak di imbangi dengan adanya penguatan karakter pada diri masing- masing individu akan terbawa arus digitalisasi yang bebas tanpa batas.

Page 10 of 15 | Total Record : 146