cover
Contact Name
Fazli Rachman
Contact Email
fazli.rachman@unimed.ac.id
Phone
+6285261810714
Journal Mail Official
kewarganegaraan@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar, Pasar V, Medan, North Sumatra, Indonesia, Postcode 20221, Telp. (061) 6625973, 6613276, 6618754, 6613365, Fax. (061) 6614002 Email: kewarganegaraan@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 16937287     EISSN : 27456919     DOI : https://doi.org/10.24114/jk
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles 146 Documents
Penguatan Watak Kewarganegaraan Santri di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R Krapyak Yogyakarta Abdinigrum, Aulia Rizki; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.41016

Abstract

AbstractIslamic boarding schools are pedagogical institutions that have strong historical value. In the historical track record of the archipelago, the role of pesantren in maintaining and fighting for the value of love for the homeland is very important. Likewise, at the Al-Munawwir Islamic Boarding School, Complex R, pesantren as an educational institution is highly expected to play a role in growing and studying and implementing civic disposition. The purpose of this study is to the methods and factors that influence, as well as the forms of strengthening the civic disposition in a private and public character. Types of qualitative research. Data collection techniques were carried out with observational studies, documentation, and interviews. The results obtained are an important role in strengthening the civic disposition of students through the methods used, namely the lecture method, advice method, habituation method and exemplary method. Then the influencing factors are internal factors (oneself and habit) and external factors (family, community, ustaz, education and environment). Forms of strengthening private and public character are given in Islamic boarding schools by caregivers, the community and ustaz/ustazah.------------AbstrakPondok pesantren merupakan lembaga pedagogik yang memiliki nilai historis kuat. Dalam rekam jejak sejarah nusantara, peran pesantren dalam memelihara dan memperjuangkan nilai cinta tanah air sangat penting. Begitu juga di Pondok Pesantren Al-Munawwir Komplek R, pesantren sebagai lembaga pendidikan sangat diharapkan perannya dalam menumbuhkan dan mempelajari serta menerapkan civic disposition. Tujuan penelitian ini mengenai metode dan faktor-faktor yang mempengaruhi, serta bentuk-bentuk penguatan watak kewarganegaraan pada karakter privat dan publik. Jenis penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil yang diperoleh adalah peranan penting dalam penguatan watak kewarganegaraan santri melalui metode yang digunakan yakni metode ceramah, metode nasehat, metode pembiasaan dan metode keteladanan. Kemudian faktor yang mempengaruhi yakni faktor internal (diri sendiri dan habit) dan faktor eksternal (keluarga, masyayikh, ustaz, pendidikan dan lingkungan). Bentuk-bentuk penguatan karakter privat dan publik diberikan di pondok pesantren oleh pengasuh, masyayikh dan ustaz/ustazah. 
Sekolah Ramah Anak Pada Peserta Didik Penyandang Disabilitas Tunagrahita (Studi Kasus Sekolah Luar Biasa Melati Aisyiah Kabupaten Deli Serdang) Arpani, Putri; El Muhtaj, Majda
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43026

Abstract

AbstractChild-friendly school (CFS) is a concept, program, and model that places children as a key educational subject whose rights are protected and respected in the whole of the learning and policy-making process in schools. SRA aims to ensure children enjoy their rights at school safely and healthily. This paper examines the essence of SRA and its contribution to respecting and protecting the rights of children with mental disabilities, in particular, intellectual disability at the Melati Aisyiah Special School (SLB) in Deli Serdang Regency. This article uses a case study approach to explain the general and special conditions that occur. Data collection through interviews was carried out to support library data from various reading sources, such as books, journals and other relevant reading sources. This article also finds that SRA is the appropriate concept to be implemented because fulfilling children's rights, especially for vulnerable groups with intellectual disabilities as children with special needs, requires a commitment and good actualization space supported by stakeholders to ensure the availability of a healthy and safe school environment.------------AbstrakSekolah Ramah Anak (SRA) merupakan konsep dan model yang menempatkan anak sebagai subjek pendidikan yang dilindungi dan dihormati hak-haknya dalam setiap proses pembelajaran dan pengambilan kebijakan di sekolah. SRA bertujuan memastikan anak-anak menikmati hak-hak mereka di sekolah dengan aman dan sehat. Tulisan ini mengkaji esensi SRA dan kontribusinya dalam upaya menghormati dan melindungi hak-hak anak penyandang disabilitas grahita di Sekolah Luar Biasa (SLB) Melati Aisyah di Kabupaten Deli Serdang. Artikel ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk menjelaskan kondisi umum dan khusus yang terjadi. Koleksi data melalui wawancara dilakukan untuk mendukung data kepustakaan dari berbagai sumber bacaan, seperti buku, jurnal dan sumber bacaan lain yang relevan. Artikel ini menemukan bahwa SRA adalah konsep yang tepat untuk dilaksanakan karena pemenuhan hak-hak anak, khususnya kelompok rentan penyandang disabilitas grahita sebagai anak berkebutuhan khusus membutuhkan ruang aktualisasi yang baik yang didukung ketersediaan lingkungan sekolah yang sehat dan aman.
Implementasi Pembelajaran Tatap Muka Terbatas Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Dimasa Pandemi Covid-19 Sukmawati, Sukmawati; Anita, Anita; Jamaluddin, Jamaluddin; Hanis, Hasdin
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43280

Abstract

AbstractThis study aims to describe the implementation of limited face-to-face learning during the Covid-19 pandemic, as well as describe how the solutions to stunned the Covid-19 Pandemic at One Roof 1 Ampibabo Public Middle School, using qualitative research methods with descriptive research types. The results of the study (1) the implementation of limited face-to-face learning in the learning process during the Covid-19 pandemic was shifts to school, besides studying at school the teacher also used WhatsApp social media, only 15 minutes of rest time, 20 students in class, the distance between students sitting with each other complies with health protocols. The lack of parental assistance during learning causes students to be less disciplined, and students complain about assignments that are piling up. (2) The solution to overcome the implementation of limited face-to-face learning is that the school implements class shifts so that students do not come to school too much because there are restrictions on students in class so as to reduce the risk of Covid-19 symptoms.------------AbstrakPenelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi pembelajaran tatap muka terbatas dimasa pandemi Covid-19, serta mendeskripsikan bagaimana solusi dalam mengatasi dimasa Pandemi Covid-19 di SMP Negeri Satu Atap 1 Ampibabo, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dengan tipe penelitian deskriptif. Hasil penelitian (1) pelaksanaan pembelajaran tatap muka terbatas dalam proses pembelajaran selama masa pandemi Covid-19 adalah sift masuk sekolah, selain belajar di sekolah guru juga memanfaatkan media sosial whatsapp, waktu istirahat hanya 15 menit, siswa yang berada di dalam kelas berjumlah 20 orang, Jarak duduk antara siswa satu dengan yang lain sudah mematuhi protokol kesehatan. Kurangnya dampingan orang tua pada saat pembelajaran menyebabkan siswa kurang disiplin, keluhan siswa mengenai tugas yang sangat menumpuk. (2) Solusi untuk mengatasi implementasi pembelajaran tatap muka terbatas yaitu pihak sekolah menerapkan sift kelas agar siswa tidak terlalu banyak datang kesekolah karena ada pembatasan siswa dalam kelas sehingga dapat mengurangi resiko terjadinya gejala Covid-19.
Pembangunan Ekosistem Laut Berkelanjutan Melalui Keterlibatan Warga Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove di Desa Tanjung Rejo Rachman, Fazli; Yunita, Sri; Manik, Maria Margaretha; Girsang, Okbertus Bilanta; Safitri, Eni; Sabri, Tengku Muhammad; Halizah, Nur; Yasmin, Putri; Juliandi, Juliandi
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43782

Abstract

AbstractMarine ecosystem development is a national agenda for implementing sustainable development goals. Utilization of mangrove forest areas into tourist areas. The use of mangrove forests as tourism in Tanjung Rejo Village reflects the development of sustainable marine ecosystems. This qualitative descriptive research aims to involve residents in managing mangrove forests in Tanjung Rejo Village. Research collection techniques used are observation, interviews, and documentation. Data were analyzed using interactive qualitative data analysis techniques to then draw conclusions deductively. Since 2022 Tanjung Rejo Village has become a Mangrove Tourism Village. The potential of mangroves is utilized to become various mangrove tour packages. The potential of mangroves is utilized to become various mangrove tour packages. Mangrove tourism is able to support mangrove ecosystems by involving village communities through creative economic groups of residents who are regularly fostered by multi-stakeholder partners. Awareness of maintaining the quality of marine ecosystems through mangroves, along with increasing the added value of mangroves economically and socially for village communities. Achieving a balance of environmental, economic and social development is the main emphasis point in achieving sustainable mangrove ecosystem development. Mangrove forest management shows the participatory culture of the residents.------------AbstrakPembangunan ekosistem laut menjadi agenda nasional implementasi tujuan pembangunan berkelanjutan. Pemanfaatan hutan mangrove menjadi wisata di Desa Tanjung Rejo mencerminkan pembangunan ekosistem laut berkelanjutan. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk pelibatan warga dalam pengelolaan hutan mangrove di Desa Tanjung Rejo. Teknik pengumpulan penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik analisis data kualitatif interaktif untuk kemudian dilakukan penarikan simpulan secara deduktif. Sejak 2022 Desa Tanjung Rejo menjadi Desa Wisata Mangrove. Potensi mangrove dimanfaatkan menjadi berbagai paket wisata mangrove. Wisata Mangrove mampu ekosistem mangrove dengan pelibatan masyarakat desa melalui kelompok-kelompok ekonomi kreatif warga yang secara berkala dibina oleh mitra multipihak. Kesadaran menjaga kualitas ekosistem laut melalui mangrove, seiring dengan peningkatan nilai tambah mangrove secara ekonomi dan sosial bagi masyarakat desa. Pencapaian kesimbangan pembangunan lingkungan, ekonomi dan sosial menjadi titik tekan utama pencapaian pembangunan ekosistem mangrove yang berkelanjutan. Pengelolaan hutan mangrove menunjukan budaya partisipatif warga.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kreatif Peserta Didik Melalui Teknik Divergent Thinking dan Mind Mapping Dalam Pembelajaran PPKn Khoerudin, Cep Miftah; Alawiyah, Titi; Sukarliana, Lili
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43785

Abstract

AbstractThinking skills are necessary to face complex and dynamic challenges in daily life. This study aims to identify the improvement of creative thinking skills through divergent thinking and mind-mapping techniques. The research method used is quasi-experimental with a pre-test and post-test control group design. The research sample consisted of 60 eighth-grade students in Bandung. The results of the study show that there is a significant difference in creative thinking skills between the experimental group, who were given divergent thinking and mind mapping techniques, and the control group, who were only given conventional learning. The t-test results show that the average score of the experimental group significantly increased from the pre-test, with an average of 80.01. In addition, the effect size test results show an influence of 0.912. This suggests that divergent thinking and mind-mapping techniques can be effective strategies to improve the creative thinking skills of students, and educators should consider using these techniques in the learning process to enhance students' creative thinking abilities.------------AbstrakKemampuan berpikir diperlukan menghadapi tantangan yang kompleks dan dinamis dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi  peningkatan kemampuan berpikir kreatif melalui teknik divergent thinking dan mind mapping. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi-experimental dengan desain pre-test dan post-test control group. Sampel penelitian terdiri dari 60 orang peserta didik kelas VIII SMP di Kota Bandung. Hasil penelitian mengungkap bahwa terdapat perbedaan signifikan antara kualitas keterampilan berpikir kreatif pada kelompok eksperimen yang diberikan teknik divergent thinking dan mind mapping dengan kelompok kontrol yang hanya diberikan pembelajaran konvensional. Hasil uji t-test menunjukkan bahwa nilai rata-rata pada kelompok eksperimen meningkat secara signifikan dari pre-test dengan rata rata 80,01. Selain itu, hasil uji menggunakan effect size terdapat pengaruh sebesar 0,912. Hal tersebut menunjukkan bahwa teknik divergent thinking dan mind mapping dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif pada peserta didik yang berimplikasi adalah bahwa pendidik harus mempertimbangkan penggunaan teknik-teknik tersebut pada proses pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif peserta didik.
Penanaman Nilai Karakter Kedisiplinan Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Angraini, Risa Dwi; Arianto, Jumili; Hariyanti, Hariyanti; Primahardani, Indra
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.43810

Abstract

AbstractDiscipline has a significant impact on student character. Discipline is influenced by several factors, one of which is the lack of the role of extracurricular activities in fostering student discipline. Therefore, one of the most significant activity programs in schools to build student discipline is coaching and developing students through extracurricular activities. One of the values contained in the game of basketball is to develop a disciplinary attitude that can be carried out by a coaching program that is in accordance with the implementation of Pancasila moral values to instill the character of student discipline. This research was conducted at SMAN 2 Tambang against the backdrop of a phenomenon that occurred at SMAN 2 Tambang namely the lack of student discipline at school. The population of this study were 20 students of basketball extracurricular activities. The sample in this study were 20 students, because the population was less than 100 people, the researchers took the whole. Questionnaire and documentation are two approaches to collect data. Using a simple linear regression method, the data is processed using a quantitative analysis tool. Based on the results of research on the inculcation of disciplinary character values through extracurricular activities in schools, it can be concluded that there is a 34.5% influence of basketball extracurriculars on the disciplinary character of students at SMAN 2 Tambang.------------AbstrakDisiplin memiliki dampak yang signifikan terhadap karakter siswa. Kedisiplinan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satu yaitu kurangnya peran kegiatan ekstrakurikuler dalam menumbuhkan kedisiplinan siswa. Oleh karena itu, salah satu program kegiatan yang paling signifikan di sekolah untuk membangun kedisiplinan siswa adalah pembinaan dan pengembangan siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler. Adapun nilai yang terkandung dalam permainan bola basket salah satunya yaitu mengembangkan sikap disiplin yang dapat dilakukan program pembinaan yang sesuai dengan implementasi nilai moral Pancasila untuk menanamkan karakter disiplin siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 2 Tambang dilatarbelakangi dengan adanya fenomena yang terjadi di SMAN 2 Tambang yaitu lemahnya kedisiplinan siswa di sekolah. Populasi penelitian ini adalah siswa ekstrakurikuler bola basket yang berjumlah 20 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah 20 siswa, dikarenakan jumlah populasi yang kurang dari 100 orang maka peneliti mengambil secara keseluruhan. Kuesioner dan dokumentasi adalah dua pendekatan untuk mengumpulkan data. Menggunakan metode regresi linier sederhana, data diolah dengan menggunakan alat analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian tentang Penanaman Nilai Karakter Kedisiplinan Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah, maka dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat Pengaruh sebesar 34,5% Ekstrakurikuler Bola Basket terhadap Karakter Disiplin Siswa di SMAN 2 Tambang.
Eksistensi Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Disiplin Belajar Peserta Didik di SMA Mancengan Darussalam, Modung, Bangkalan Hendri, Hendri; Nurlaili, Lili
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i1.44064

Abstract

AbstractThe purpose of this study is to determine the existence of civics education teachers in building student learning disciplines at SMA Mancengan Darussalam. The approach in this study uses a qualitative approach, using descriptive methods. The subjects used in this study were Civics teachers and several Mancengan Darussalam SMA students as well as people or communities who have emotional relationships in school activities. In the process of obtaining data regarding the role of the Citizenship Education Teacher in building student learning discipline, researchers used interviews, observation and documentation as instruments. The data analysis process used in this study is case study data analysis with a coding process. The results of the study show that Civics teachers have carried out optimization as a form of existence, and have also fulfilled their obligations in carrying out their role as teachers according to the regulations in Law Number 14 of 2005 concerning Teachers and Lecturers, namely: as facilitators, motivators, drivers, learning engineers, and learning inspiration for students.------------AbstrakTujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui eksistensi guru pendidikan kewarganegaraan dalam membangun kedisiplinan belajar peserta didik di SMA Mancengan Darussalam. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif. Subjek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu guru pendidikan kewarganegaraan (selanjutnya, PKn) dan beberapa peserta didik SMA Mancengan Darussalam serta orang atau masyarakat yang mempunyai hubungan emosional dalam aktivitas sekolah. Dalam proses untuk mendapatkan data mengenai Peran Guru Pendidikan Kewarganegaraan dalam membangun kedisiplinan belajar peserta didik peneliti menggunakan instrumen wawancara, observasi dan dokumentasi. Proses analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data studi kasus dengan proses coding. Hasil penelitian menunjukkan guru PKn sudah melakukan optimalisasi sebagai bentuk eksistensi, dan juga sudah memenuhi kewajibannya dalam menjalankan perannya sebagai guru sesuai peraturan dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen, yaitu: sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik.
Patronase Politik dalam Konsep Kewarganegaraan di Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan Prayetno, Prayetno; Pinem, Windawati; Iqbal, Muhammad; Ramadhan, Taufiq
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.44552

Abstract

AbstractThis study aims to see political patronage in the concept of citizenship in the Ar-Raudlatul Hasanah Medan pesantren. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah is one of the modern pesantren that has kiai as an important figure. However, the relationship between kiai and santri tends to be emotional, cultural, and forms patronage. Kiai is a patron who has power and influence. While santri is a client group that has a sami'na wa atho'na attitude. This patronage is not only in religious matters but also in political matters. Referring to the concept of citizenship, the patronage established between Kiai and Santri is considered contrary to democratic principles. This is because the political behaviour of students is still influenced by kiai figures. The research method used is descriptive qualitative with an ethnographic approach. Primary data is deep interviews. While secondary data is sourced from books and journals. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and FGDs. While the data validation technique uses the triangulation method. The results of the study found that political patronage in the Ponpes Ar-Raudlatul Hasanah took the form of half-hearted political patronage. The obedience of santri to kiai is limited to religious matters only, not in political matters.-------------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk melihat patronase politik dalam konsep kewarganegaraan di pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan. Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah merupakan salah satu pesantren modern yang memiliki kiai sebagai figur penting. Akan tetapi hubungan yang terjalin antara kiai dan santri cenderung bersifat emosional kultural dan membentuk patronase. Kiai merupakan patron yang memiliki power dan pengaruh. Sedangkan santri adalah kelompok client yang memiliki sikap sami™na wa atho™na. Patronase ini tidak hanya dalam urusan agama saja, melainkan juga dalam persoalan politik. Merujuk pada konsep kewarganegaraan, patronase yang terjalin antara kiai dan santri dianggap berlawanan dengan prinsip demokrasi. Hal ini dikarenakan perilaku politik santri masih dipengaruhi oleh figure kiai. Adapun metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data primer berupa deep interview. Sedangkan data sekunder bersumber dari buku dan jurnal. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan FGD. Sedangkan teknik validasi data menggunakan metode triangulasi. Adapun hasil penelitian ditemukan bahwa patronase politik di ponpes Ar-Raudlatul Hasanah berbentuk patronase politik setengah hati. Kepatuhan santri kepada kiai terbatas hanya dalam persoalan agama saja tidak dalam urusan politik.
Penguatan Keterampilan Partisipasi sebagai Civic Skills Siswa Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan di SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar Tavip, Herlan; Muthali’in, Achmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.44977

Abstract

AbstractThe Basic Leadership Training is an annual program implemented for the framework of new candidates for IPM, HW, and PMR High School Muhammadiyah 1 Karanganyar. The aim of this study is to know the strengthening of participation skills as civic skills students through LDK High School Muhammadiyah 1 Karanganyar activities. The method used in this study is qualitative descriptive. The results of this study showed that LDK High School Muhammadiyah 1 Karanganyar enhanced the participation skills of participants. It is demonstrated 1) activities that are compatible with four indicators of participatory skills: student participation in order, willingness to comply with the rules, courage to argue, and giving leadership material. 2) Differences occur among which participants are less interested in activities, some are less obedient, less confident, and have not understood the entire leadership material. (3) The implemented solutions include procuring rafting in the trade, granting sanctions, fishing to dare to argue, and providing tasks with leadership materials. Then from the above results, it can be concluded that there is an enhancement of student participation skills through LDK Muhammadiyah High School 1 Karanganyar.-------------------AbstrakLatihan Dasar Kepemimpinan adalah program tahunan yang dilaksanakan untuk pengkaderan calon pengurus baru IPM, HW dan PMR SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penguatan keterampilan partisipasi sebagai civic skills siswa melalui kegiatan LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar menguatkan keterampilan partisipasi peserta. Hal ini ditunjukan 1) kegiatan yang berkesesuaian dengan empat indikator keterampilan partisipasi yaitu partisipasi siswa yang tertib, kemauan mematuhi peraturan, berani berpendapat dan pemberian materi kepemimpinan. 2) Kendala yang terjadi di antaranya peserta kurang tertarik dengan kegiatan, beberapa kurang patuh, kurang percaya diri dan belum memahami keseluruhan materi kepemimpinan. 3) Solusi yang diterapkan diantaranya pengadaan rafting di magelang, pemberian sanksi, memancing agar berani berpendapat dan pemberian tugas dengan materi kepemimpinan. Maka dari hasil diatas dapat disimpulkan bahwa terdapat penguatan keterampilan partisipasi siswa melalui LDK SMA Muhammadiyah 1 Karanganyar. 
Tradisi Maulid Adat Sebagai Pelestarian Civic Culture di Bayan Lombok Utara Febrian, Alfan Didit; Dahlan, Dahlan; Sawaludin, Sawaludin
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.45638

Abstract

AbstractThe custom maulid tradition is a tradition that is regularly held by the Bayan community of North Lombok district in commemoration of the birthday of the great prophet Muhammad SAW. The implementation of the customary maulid tradition consists of several series of processions which have their own value in the formation of the cultural character of the community. This study aims to find out how the series of processions for the adat maulid tradition and what values are contained in the procession so that it becomes a form of preserving civic culture in the adat maulid tradition in the village of Bayan, sub-district, Bayan, North Lombok district and to identify supporting and inhibiting factors for the implementation of customary maulid tradition activities. This research is a type of qualitative research using ethnographic methods. Data collection techniques use observation techniques, interview techniques and documentation techniques. The data analysis technique used is data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this study indicate that the adat maulid tradition is carried out every year as a form of citizen identity and in each process it still preserves civic culture values such as social values, economic values, and religious values.------------------AbstrakTradisi maulid adat merupakan .sebuah tradisi.yang.diselenggarakan secara rutin oleh.masyarakat Bayan kabupaten Lombok Utara dalam memperingati hari kelahiran nabi besar Muhammad SAW. pelaksanaan kegiatan tradisi maulid adat terdiri dari beberapa rangkaian prosesi yang memiliki nilai tersendiri dalam pembentukan karakter kebudayaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana rangkaian prosesi tradisi maulid adat dan nilai apa saja yang terkandung dalam prosesi tersebut sehingga menjadi bentuk pelestarian civic culture pada tradisi maulid adat di desa Bayan kecamatan Bayan kabupaten Lombok utara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kegiatan tradisi maulid adat. penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode etnografi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu mereduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tradisi maulid adat dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk identitas warga negara dan pada setiap prosesnya masih melestarikan nilai civic culture seperti nilai sosial, nilai ekonomi, dan nilai religius

Page 11 of 15 | Total Record : 146