cover
Contact Name
Fazli Rachman
Contact Email
fazli.rachman@unimed.ac.id
Phone
+6285261810714
Journal Mail Official
kewarganegaraan@unimed.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan Jln. Willem Iskandar, Pasar V, Medan, North Sumatra, Indonesia, Postcode 20221, Telp. (061) 6625973, 6613276, 6618754, 6613365, Fax. (061) 6614002 Email: kewarganegaraan@unimed.ac.id
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kewarganegaraan
ISSN : 16937287     EISSN : 27456919     DOI : https://doi.org/10.24114/jk
Jurnal Kewarganegaraan is Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study that are scientific journals that publish articles from scientific research and study. This journal aims to publish the development of concepts, theories, perspectives, paradigms and methodologies of research in the science of citizenship and citizenship education. The focus and scope of Kewarganegaraan: Journal of Civics and Citizenship Education Research and Study include: Civics (Science of Citizenship); Citizenship Studies; Values and Moral Education; Legal and Human Rights Education; Political Education Classroom Action Research (Citizenship Education); Development of teaching and learning citizenship education (approaches, strategies, models, methods, media, sources, and evaluations); Development of Citizenship Education textbooks; Study of learning content on Citizenship Education; Study of Citizenship Education curriculum in school; and Study of Citizenship Education curriculum in Higher Education
Articles 146 Documents
Hubungan Pengetahuan Kewarganegaraan Tentang Norma Dengan Sikap Patuh Terhadap Norma Prasetyo, Ardhin; Wijianto, Wijianto; Muchtarom, Muchtarom
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.45723

Abstract

AbstractThis study aims to prove whether there is a relationship between knowledge of norms and adherence to norms in class VII students of SMPN 8 Surakarta. This research uses quantitative methods with correlational quantitative research types. The variables in this study are knowledge of norms and adherence to norms. The population of this study were all class VII students of SMPN 8 Surakarta, totaling 254 students. The sample in this study was 60 students in classes VII D and VII H. The sampling technique was Cluster Random Sampling. The validity test used the Biserial Point test and the Product Moment test. The reliability test used the Spearman-Brown test and the Cronbach Alpha test. Test the hypothesis using the Spearman rank test and look for the regression equation. The results of this study, there is a value of Sig. that is 0.00 and R that is 0.413. From these values, is that students who have knowledge of high norms, these students will also have an obedient attitude toward high norms as well. These results reinforce the theory of Stimulus Organism Response and Cognitive Affective Consistency. The process of the occurrence of a relationship is described through the Elaboration Likelihood Model. and The Assimilation-Contrast theory.--------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk membuktikan apakah terdapat hubungan pengetahuan tentang norma dengan sikap patuh terhadap norma pada siswa kelas VII SMPN 8 Surakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis kuantitatif korelasional. Variabel dalam penelitian ini yaitu pengetahuan tentang norma dan sikap patuh terhadap norma. Populasi dari penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMPN 8 Surakarta yang berjumlah 254 siswa. Sampel dalam penelitian ini yaitu 60 siswa kelas VII D dan VII H. Teknik pengambilan sampel yaitu Cluster Random Sampling. UJi validitas menggunakan uji Point Biserial dan uji Product Moment. Uji reliabilitas menggunakan uji Spearman Brown dan uji Cronbach Alpha. Uji hipotesis melalui uji Spearman Rank serta dicari persamaan regresi. Hal penelitian yaitu terdapat nilai Sig. yaitu 0,00 dan R yaitu 0,413. Nilai tersebut menunjukan bahwa siswa yang memiliki pengetahuan tentang norma tinggi, maka siswa tersebut juga akan memiliki sikap patuh terhadap norma yang tinggi juga. Hasil tersebut memperkuat teori Stimulus Organisme Respons dan Cognitive Affective Consistency. Proses hubungan dijelaskan melalui Elaboration Likelihood Model dan The Assimilation-Contrast theory. 
Peningkatan Karakter Peserta Didik Berbasis Projek Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo Patuti, Sri Mulyani; Adhani, Yuli; Yunus, Rasid
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.46035

Abstract

AbstractThe improvement of student behavior that contradicts the values of Pancasila has become one of the challenges frequently encountered in the field of education. This issue needs to be promptly addressed by the government to safeguard the nation's continuity. The Minister of Education of the Republic of Indonesia has proposed the Pancasila Student Profile Project as an effort to cultivate students who embrace and apply Pancasila values. This research aims to understand the urgency of the Pancasila Student Profile and its implementation in enhancing the character of students at SMPN 12 Gorontalo. The research method employed is qualitative descriptive, utilizing data collection techniques such as observation, interviews, and documentation. The research findings indicate that the urgency of the Pancasila Student Profile at SMPN 12 Gorontalo lies in its role as a framework for 21st-century character and competencies. The implementation of the Pancasila Student Profile at SMPN 12 Gorontalo encompasses the development of dimensions related to faith, devotion to the One and Only God, and noble behavior; the dimension of cooperation; the dimension of critical thinking; and the dimension of creativity.--------------AbstrakPeningkatan perilaku peserta didik yang bertentangan dengan nilai Pancasila menjadi salah satu tantangan yang kerap terjadi pada dunia pendidikan. Hal ini harus segera diselesaikan oleh pemerintah untuk menjaga kelangsungan bangsa. Menteri Pendidikan RI telah mengusulkan Projek Profil Pelajar Pancasila sebagai upaya untuk menciptakan peserta didik yang menganut dan menerapkan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini bertujuan untuk memahami urgensi Profil Pelajar Pancasila dan bagaimana implementasinya dalam meningkatkan karakter peserta didik di SMPN 12 Gorontalo. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa urgensi Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo adalah sebagai kerangka karakter dan kompetensi abad ke-21. Implementasi Profil Pelajar Pancasila di SMPN 12 Gorontalo meliputi pengembangan dimensi beriman, takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berperilaku mulia; dimensi gotong royong; dimensi berpikir kritis; dan dimensi kreativitas.
Penguatan Partisipasi Siswa Pada Kegiatan Jumat Pagi dalam Membentuk Kewarganegaraan Yang Baik di SMP Negeri 1 Teras Hendrawan, Deviyanthi Putri; Muthali'in, Achmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.46077

Abstract

AbstractThe focus of the research is on increasing student participation in Friday morning activities as a means of fostering good citizenship. Participation contributes to activities carried out conscientiously and responsibly; therefore, schools become a vehicle for building the younger generation, particularly in Pancasila and Citizenship Education, which relate to behavior, norms, perspectives, and national values. The focus of the research was on the notion that the Friday morning habituation program increased student participation, which could shape students into good citizens. This study seeks to determine the effect of increased student participation in Friday morning activities on the development of good citizenship. This study employs descriptive qualitative and flow model analysis methodologies. The results of the study indicate that Friday Morning activities can strengthen student participation in developing good citizenship, as indicated by five indicators of participation-strengthening abilities. Several students did not participate and the weather constituted the obstacles. The solutions provided are in the form of scores and motivational, regardless of the weather, students can adopt other indoor-active habits. The conclusion is that student participation in Friday Morning activities at SMP Negeri 1 Teras strengthens the formation of good citizenship.---------------AbstrakFokus penelitian adalah penguatan partisipasi siswa pada kegiatan jumat pagi dalam membentuk kewarganegaraan yang baik. Partisipasi merupakan kontribusi kegiatan yang dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab, maka sekolah menjadi wadah dalam membangun generasi muda terutama pada Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan karena berhubungan dengan tingkah laku, norma, pandangan serta nilai kebangsaan. Fokus penelitian melihat adanya penguatan partisipasi siswa setelah diadakannya program pembiasaan jumat pagi yang dapat membentuk siswa memiliki kewarganegaraan yang baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui penguatan partisipasi siswa pada kegiatan jumat pagi dalam membentuk kewarganegaraan yang baik. Penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis model alir. Hasil penelitian bahwa kegiatan Jumat Pagi mampu menguatkan partisipasi siswa dalam membentuk kewarganegaraan yang baik, ditunjukkan dari lima indikator penguatan kemampuan partisipasi. Kendalanya beberapa siswa yang tidak berpartisipasi dan cuaca. Solusi yang diberikan berupa skor dan dorongan motivasi, sedangkan cuaca dapat dialihkan pembiasaan lain yang beraktivitas dalam ruangan. Kesimpulan terdapat penguatan partisipasi siswa melalui kegiatan Jumat Pagi dalam membentuk kewarganegaraan yang baik di SMP Negeri 1 Teras. 
Tentang Eksistensialitas: Perspektif Heideggerian Terhadap Program Pendidikan Kewarganegaraan di Perguruan Tinggi di Indonesia Feriyansyah, Feriyansyah; Murtiningsih, RR Siti
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 21 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.48037

Abstract

AbstractThis article discusses the application of Heideggerian perspectives on existentialism in civic education programs in Indonesia and their critique on the construction of knowledge and the implementation of citizenship values in the education system. The research findings indicate that the concepts of authenticity and ontological education in civic education complement each other in developing individuals as citizens who have a deep understanding of themselves, social responsibility, and the meaning of existence. This approach also prepares them to face the challenges of globalization and world changes, considering the social and historical contexts that influence individuals, thus fostering a caring, responsible, and knowledgeable society. However, the development of civic education programs at the tertiary level in Indonesia needs to consider the critique from Heideggerian perspectives to balance empowering individuals to seek personal life meaning and developing citizenship values inherent in individuals as citizens. Higher education civic education is expected to produce citizens with intellectual competence and strengthen their sense of social responsibility through civic engagement as young citizens in building an inclusive, just, and harmonious public sphere.--------------AbstrakArtikel ini membahas penerapan perspektif Heideggerian tentang eksistensialisme dalam program pendidikan kewarganegaraan di Indonesia serta kritiknya terhadap konstruksi pengetahuan dan implementasi nilai-nilai kewarganegaraan dalam sistem pendidikan. Penelitian ini menemukan bahwa konsep autentisitas dan pendidikan ontologis dalam pendidikan kewarganegaraan saling melengkapi untuk mengembangkan individu sebagai warga negara yang memiliki pemahaman mendalam tentang diri sendiri, tanggung jawab sosial, dan makna keberadaan. Pendekatan ini juga mempersiapkan mereka menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan dunia dengan memperhatikan konteks sosial dan sejarah yang mempengaruhi individu, sehingga membentuk masyarakat yang peduli, bertanggung jawab, dan berpengetahuan luas. Namun, pengembangan program pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi di Indonesia perlu mempertimbangkan kritik perspektif Heideggerian untuk mencapai keseimbangan antara pemberdayaan individu dalam mencari makna kehidupan pribadi dan pengembangan nilai-nilai kewarganegaraan yang melekat pada individu sebagai warga negara. Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan warga negara yang memiliki kecerdasan intelektual dan memperkuat rasa tanggung jawab sosial melalui keterlibatan kewarganegaraan sebagai warga negara muda dalam membangun ruang publik yang inklusif, adil, dan harmonis.
Pengembangan Digital Citizenship Melalui Pojok Baca Digital di Masyarakat Karang Bedil Kota Mataram Utomo, Muhamad Dwi; Ismail, M.; Sawaludin, Sawaludin; Sumardi, Lalu
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.48274

Abstract

AbstractThe purpose of this research is to provide an understanding to the public to be smart in choosing positive news that does not contain fake news and increases literacy. Data collection techniques using observation, interviews, and documentation. The results of this study use a qualitative approach with descriptive methods because this research describes objects, phenomena, and social conditions that occur in the Karang Bedil community through POCADI services. The development of digital citizenship through POCADI is therefore as follows: 1. Digital citizenship involves understanding the risks associated with technology and how to protect oneself online. This also includes respecting the rights of others and using technology responsibly. 2. Digital citizenship aims to enable people to utilize technology properly in accordance with applicable ethics and norms. The concept of this coaching is for the development of society to reduce the time to use technology to make the organization productive for both children and adults. Digital citizenship aims to ensure that everyone can use digital media, technology, and responsible Digital citizenship coaching.-----------------AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk cerdas dalam memilih berita yang sifatnya positif, tidak mengandung berita bohong dan meningkatkan literasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumen. Hasil penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif karena dalam penelitian ini menggambarkan objek, fenomena atau kondisi sosial yang terjadi di masyarakat Karang Bedil melalui layanan POCADI. Maka pengembangan Kewarganegaraan digital melalui POCADI adalah sebagai berikut: 1. Kewarganegaraan digital melibatkan pemahaman risiko yang terkait dengan teknologi dan cara melindungi diri sendiri secara online. Ini juga termasuk menghormati hak orang lain dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. 2. Kewarganegaraan digital bertujuan agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi dengan baik sesuai etika dan norma yang berlaku. Konsep pembinaan ini adalah untuk pengembangan masyarakat untuk mengurangi waktu untuk menggunakan teknologi agar masyarakat produktif baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Tujuan kewarganegaraan digital adalah untuk memastikan bahwa setiap orang dapat menggunakan media digital, teknologi, dan bertanggung jawab Pembinaan kewarganegaraan digital.
Pengembangan Media Pembelajaran Digital Berbasis Aplikasi Canva Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan Untuk Sekolah Dasar Khairunnisa, Avivah; Apoko, Tri Wintolo
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.48898

Abstract

AbstractCreative and innovative learning media assist educators in delivering material to students. Digital learning media increases student motivation to learn so that the learning process is not boring. This research aims to know the development of student digital learning media effectiveness based on the Canva app for Pancasila and Citizenship Education Subject, as well as to know the student response to digital learning media based on the Canva app at elementary school. The research method used research and development with models ADDIE that involved 27 respondents at a public elementary school. Media expert validation results showed an average percentage 98% and t included in the title of very worthy. At the same time material expert validation results showed an average percentage 100% and stated worthy. Based on these results, it can be concluded that digital learning media based on the Canva app can be used in the learning process and assist students in learning especially in Pancasila and Citizenship Education subjects at elementary school.------------------AbstrakMedia pembelajaran yang kreatif dan inovatif membantu pendidik dalam penyampaian materi kepada peserta didik. Media pembelajaran digital mengoptimalkan semangat belajar peserta didik agar proses pembelajaran tidak membosankan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui keefektifan pengembangan media pembelajaran digital berbasis aplikasicanvapada materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan serta mengetahui responspeserta didik atasmedia pembelajaran digital berbasis aplikasi canvadi sekolah dasar. Metode yang dipakai pada penelitian ini adalah research and development dengan model ADDIE yang melibatkan 27 responden pada sebuah Sekolah Dasar Negeri. Temuan validasi ahli alat menunjukkan persentase rerata 96% dan temuan ini termasuk dalam predikat sangat layak. Sedangkan temuan validasi ahli materi dengan persentase rerata 100% dan dinyatakan dengan predikat sangat layak. Pada lembar survei peserta didik didapat persentase rerata sebesar 86.40% dan dinyatakan layak. Berdasarkan temuan validasi ahli materi dan alat, maka media pembelajaran digital berbasis aplikasi canva bisa dipakai dan membantu peserta didik dalam pembelajaran, terutama pada materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk sekolah dasar.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Berbasis Projek di SMA Batik 1 Surakarta Tanamal, Dadang; Prasetiyo, Wibowo Heru
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.49021

Abstract

AbstractThe independent curriculum is implemented and is based on developing student profiles so that they have the spirit and values contained in the Pancasila precepts. The independent curriculum promotes character education through the Pancasila student profile. The application of the independent curriculum is expected to be able to realize the vision of Indonesian education, namely to realize an advanced Indonesia that is independent, sovereign, and has personality. This study describes the form of implementation of the Pancasila Student Profile Strengthening Project along with the obstacles and solutions faced by SMA Batik 1 Surakarta. This study uses a descriptive qualitative design. Data collection used techniques of documentation, interview, and observations of school leaders, PPKn teachers, and students. To test the validity of the data, it was carried out through source triangulation techniques, data collection technique triangulation, and time triangulation. Data analysis techniques using flow model analysis techniques. The results of the analysis show that: 1) Implementation of P5 is carried out for 3 weeks by working in groups; 2) through a project to strengthen the profile of Pancasila students (P5) at Batik 1 Surakarta High School, they can increase the dimensions of cooperation and independence and students can develop themselves as Pancasila students; 3) The school cut the P5 implementation time to 1-2 weeks because of the saturation of students due to the long processing time.-----------Abstrak Kurikulum merdeka dilaksanakan dan didasarkan pada pengembangan profil siswa agar memiliki jiwa dan nilai yang terkandung dalam sila pancasila. Kurikulum merdeka mengedepankan pendidikan karakter melalui profil pelajar Pancasila. Pengaplikasian kurikulum merdeka diharapkan mampu mewujudkan visi pendidikan Indonesia yaitu mewujudkan Indonesia maju yang mandiri, berdaulat, dan berkepribadian. Penelitian ini mendeskripsikan bentuk implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila beserta hambatan dan solusi yang dihadapi SMA Batik 1 Surakarta. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara dokumentasi, observasi terhadap pimpinan sekolah, guru PPKn, siswa. Untuk menguji keabsahan data dilakukan melalui teknik triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan triangulasi waktu. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis model alir. Hasil analisis menunjukkan bahwa: 1) Pelaksanaan P5 dilaksanakan selama 3 pekan dengan pengerjaan secara berkelompok; 2) melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) di SMA Batik 1 Surakarta dapat meningkatkan dimensi karakter bergotong royong dan mandiri serta siswa dapat mengembangkan diri sebagai pelajar Pancasila; 3) Pihak sekolah memotong waktu pelaksanaan P5 menjadi 1-2 pekan karena kejenuhan siswa akibat lamanya waktu pengerjaan.
Strategi Literasi Budaya dan Kewargaan Melalui Peningkatan Variasi Sumber Belajar di Desa Budaya Bangunjiwo Setyawati, Adella Puspa; Aulia, Syifa Siti
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 20 No. 2 (2023): September 2023
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v20i2.49790

Abstract

AbstractCultural and civic literacy is very important in the era of globalization to maintain the local culture that becomes the identity of the nation. However, cultural and civic literacy is considered less competitive and studies are still minimal in its development. Bangunjiwo Village as a cultural village status is one example of the implementation of cultural and civic literacy. The type of research used is qualitative which uses data as material for analysis and is the narrative and descriptive approach. Data collection of observations, interviews, and documentation then triangulate techniques. The results of research on cultural and civic literacy strategies through increasing the variety of quality learning resources are as follows: 1) Access to library reading with facilities. 2) Digital media as a learning resource using websites, youtube, and instagram, 3) Site visits and history with traditional ceremonial activities and new ways of conveying historical stories through dances such as Ambangunjiwo Goa Wurung historical traces from Prince Diponegoro, 4) Traditional games and art exercises by means of children's dolanan festivals become unique events in conveying the diversity of traditional games packaged into dances. 5) Translation of supporting materials through spatial naming using Javanese script.---------------------------AbstrakLiterasi budaya dan kewargaan sangat penting untuk menghadapi era globalisasi untuk menjaga budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Akan tetapi, literasi budaya dan kewargaan dianggap kurang kompetitif serta kajian yang masih minim dalam pengembangannya. Desa Bangunjiwo sebagai status desa budaya menjadi salah satu contoh dalam implementasi literasi budaya dan kewargaan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang menggunakan data sebagai bahan analisis dan bersifat naratif dan pendekatan deskriptif.  Pengumpulan data cara observasi, wawancara, dan dokumentasi kemudian melakukan triangulasi teknik. Hasil penelitian strategi literasi budaya dan kewargaan melalui peningkatan variasi ragam sumber belajar bermutu, sebagai berikut: 1) Akses bacaan perpustakaan dengan fasilitas. 2) Media digital sebagai sumber belajar menggunakan website, youtube, dan instagram, 3) Kunjungan situs dan sejarah dengan kegiatan upacara adat dan cara baru menyampaikan kisah sejarah melalui tarian seperti Ambangunjiwo Goa Wurung jejak sejarah dari Pangeran Diponegoro, 4) Permainan tradisional dan latihan seni dengan cara festival dolanan anak menjadi acara yang unik dalam menyampaikan keberagaman permainan tradisional dikemas menjadi tarian. 5) Penerjemahan bahan penunjang melalui cara penamaan tata ruang menggunakan aksara jawa.
Upaya Pemerintah Desa dalam Melestarikan Nilai Kearifan Lokal Tari Topeng Melalui Perspektif Pendidikan Kewarganegaraan Kasih, Titis Fatmasari Kharisma; Wibowo, Arif Prasetyo; Widodo, Rohmad
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 21 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.51590

Abstract

AbstractJabung Mask Dance is a type of Jabung regional symbol dance that is very famous during the harvest month or month, according to the Javanese calendar, and is often performed in various local community events. The purpose of this study is to determine the efforts of the village government's efforts to preserve the local wisdom value of mask dance through a citizenship education perspective, as well as supporting and inhibiting factors in preserving the value of local wisdom of Jabung Mask Dance. The research method uses a qualitative approach, with observation data collection techniques, interviews with Mask dancer elders and Jabung Village heads, and document studies. The data analysis technique used is interactive analysis, namely data collection, data reduction, data presentation, and conclusions. Data validity using Data triangulation. The results showed that the Village Government strives to perform this Mask Dance at various events and provides support for training. So, it can be concluded that village government's efforts to preserve the local wisdom value of mask dance through a citizenship education perspective are considered quite helpful and very effective as a basis to continue to support the preservation of the value of local wisdom of the Jabung Mask Dance art.------------AbstrakTari Topeng Jabung adalah jenis tarian simbol daerah Jabung yang sangat terkenal selama bulan panen atau bulan baik menurut penanggalan Jawa dan sering ditampilkan dalam berbagai acara masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal tari topeng melalui perspektif pendidikan kewarganegaraan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam melestarikan nilai kearifan lokal kesenian Tari Topeng Jabung. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara dengan sesepuh penari Topeng dan kepala Desa Jabung, serta studi dokumen. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis interaktif yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data menggunakan Triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Desa berupaya untuk selalu menampilkan Tari Topeng ini di berbagai acara dan Pemerintah Desa memberikan dukungan untuk pelatihan. Jadi dapat disimpulkan bahwa upaya pemerintah desa dalam melestarikan nilai kearifan lokal tari topeng melalui perspektif pendidikan kewarganegaraan ini dianggap cukup membantu dan sangat efektif dilakukan sebagai dasar untuk tetap menunjang pelestarian nilai kearifan lokal kesenian Tari Topeng Jabung.
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Sebuah Tinjauan Pustaka Sistematis Aryansyah, Ryan; Alfiandra, Alfiandra
Jurnal Kewarganegaraan Vol. 21 No. 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Department of Pancasila and Civic Education, Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jk.v21i1.52850

Abstract

AbstractThis research analyzes how differentiated learning is implemented in Pancasila and citizenship education subjects. Differentiated learning pays attention to the differences and uniqueness that each student presents. There are four aspects of differentiated learning: content, process, product, and learning environment. Each student also has different learning tendencies or styles, such as visual, auditory, and kinesthetic. The systematic literature review (SLR) research aims to describe the application of differentiation in Pancasila and Civic Education subjects. The method used in this research is a literature study that analyzes the application of differentiated learning in Pancasila and citizenship education subjects. Various literature was obtained from multiple scientific research from 2021-2023 with the help of Google Scholar with the keyword "differentiated learning." From the articles obtained, identification, data selection, feasibility testing, and data analysis were then carried out to receive 9 articles following the literature review's objectives. The results of this literature review revealed that there are factors in implementing differentiated learning, namely effective learning strategies, that make students appear more active. It can be concluded that the effective implementation of differentiated learning can increase students' interest in learning.-----------------AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata PPKn. Pembelajaran berdiferensiasi memperhatikan bagaimana perbedaan serta keunikan yang dimunculkan oleh setiap peserta didik. Terdapat empat aspek dalam pembelajaran berdiferensiasi yang terdiri dari konten atau isi, proses, produk, dan lingkungan belajar. Setiap peserta didik juga mempunyai kecenderungan atau gaya belajar yang berbeda-beda seperti, visual, auditori dan kinestetik. Penelitian kajian kepustakaan sistematis (systematic literature review) bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PPKn. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah studi literatur yang digunakan untuk menganalisis penerapan pembelajaran berdiferensiasi pada mata pelajaran PPKn. Berbagai literatur diperoleh dari berbagai penelitian ilmiah dari tahun 2021-2023 dengan bantuan google scholar dengan kata kunci œpembelajaran berdiferensiasi. Dari artikel yang didapatkan, kemudian dilakukan identifikasi, pemilihan data, uji kelayakan serta analisis data sehingga diperoleh 9 artikel yang sesuai dengan tujuan kajian literatur. Hasil literature review ini mengungkapkan bahwa terdapat faktor dari keterlaksanaan pembelajaran berdiferensiasi, yaitu strategi pembelajarannya yang bersifat efektif dan membuat siswa menjadi semakin terlihat lebih aktif. Dapat disimpulkan bahwa implementasi pembelajaran berdiferensiasi secara efektif dapat meningkatkan minat belajar siswa.