cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Biodegradasi Residu Wax dari Limbah Industri Batik oleh Bakteri Daniswara Rindi Citrapancayudha; Endang Sutariningsih Soetarto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Limbah cair dan semi padat dihasilkan dari proses produksi batik cap dan tulis didominasi oleh wax; senyawa insoluble dan sulit terdegradasi. Hanya beberapa jenis mikrobia khususnya bakteri yang mampu merombak senyawa tersebut.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bakteri yang mampu mendegradasi wax dan mengetahui peran bakteri tersebut dalam biodegradasi residu wax. Penelitian diawali dengan isolasi dan seleksi bakteri. Seleksi isolat dilakukan berdasarkan kemampuan tumbuh pada Mineral Salt Medium (MSM) Agaryang dilengkapi dengan  berbagai tipe wax (beeswax, paraffin, dan malam batik). Potensi degradasi isolat bakteri diukur melalui percobaan kultivasi dalam medium cair yang mengandung 0,5% wax dengan sistem sekali unduh. Aktivitas degradasi diukur berdasarkan pertumbuhan sel secara spektrofotometri (λ600 nm) dan konsentrasi gula reduksi dengan metoda DNS (λ540 nm).Isolat terpilih diidentifikasi berdasarkan karakter fisiologis dan biokimia.Hasil penelitian menunjukkan 4 bakteri mempunyai potensi sebagai pendegradasi wax.Isolat BERC 3102 memiliki potensi degradasi tertinggi karena mampu tumbuh dan mendegradasi residu malam batik dengan laju pertumbuhan spesifik (µ) tertinggi yaitu sebesar 0,15 jam-1 dan waktu generasi (g) 4,6 jam. Emulsi yang terbentuk menunjukkan aktivitas degradatif isolat BERC 3102 dengan melepaskan gula reduksi terbesar yaitu 0,34 mg.mL-1 dan mendegradasi residu malam batik (dalam 5 g.L-1 wax) sebanyak sebesar 13,61% yang didapatkan dari analisis GCMS. Hasil identifikasi dan karakterisasi menunjukkan bahwa strain BERC 3102 berbentuk batang (1,9 x 0,5 µm) bersifat gram negatif, motil, katalase positif, dan tidak dapat memfermentasi glukosa. Karakter tersebut mirip dengan Pseudomonas.Keywords:        bakteri, batik,biodegradasi, insoluble, limbah, Pseudomonas, wax
Penerapan Diagram Vee dalam Problem Based Learning dan Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Kuantitatif Siswa pada Materi Pencemaran Puspa Sari Dewi; Saefudin Saefudin; Bambang Supriatno; Sri Anggraeni
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis serta membandingkan peningkatan kemampuan literasi kuantitatif siswa melalui penerapan diagram vee dalam model problem based learning dan discovery learning pada materi pencemaran serta pengembangan rancangan pembelajaran penerapan diagram vee dalam model problem based learning dan discovery learning yang dapat meningkatkan kemampuan literasi kuantitatif siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy Experiment yang dilakukan di salah satu SMP Negeri di Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat kelas VII tahun pelajaran 2015-2016.  Penelitian di lakukan pada siswa di dua kelas eksperimen yang berjumlah 47 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal  pretes dan postes untuk menjaring kemampuan literasi kuantitatif siswa dalam bentuk pilihan ganda berjumlah 12 soal, lembar kerja siswa, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi siswa, angket respon guru dan siswa. Pada kelas eksperimen I, metode yang digunakan adalah metode diskusi sedangkan pada kelas eksperimen II menggunakan metode praktikum. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan mencari skor nilai prestes dan postest, kemudian dilakukan analisis statistik menggunakan SPSS. Diperoleh data nilai pretes untuk kelas eksperimen 1 adalah 71,37 dan untuk kelas eksperimen 2 adalah 70,65 sedangkan hasil postes untuk kedua kelas adalah 89,67 dan 89, 49. N-gain dari kedua kelas adalah 0,68 untuk kelas eksperimen 1 dan 0,60 untuk kelas eksperimen 2. Rata-Rata N-Gain untuk kelas eksperimen 1 adalah 0,68 dan untuk kelas eksperimen 2 adalah 0,60. Hasil rata-rata N-gain kedua kelas berada pada kategori  sedang. Berdasarkan hasil pengujian, kelas eksperimen 1 lebih baik daripada kelas eksperimen 2. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan Diagram Vee dalam problem based learning dan discovery learning berpengaruh positif dalam meningkatkan kemampuan literasi kuantitatif siswa.Kata kunci: Diagram Vee, Problem Based Learning, Discovery Learning, Literasi Kuantitatif 
ANALISIS POLA PITA-C KROMOSOM TANAMAN SALAK JANTAN DAN BETINA (Salacca zalacca var. zalacca) Parjanto Parjanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The objectives of this research were to study the C-banding pattern of male and female salak chromosome and to obtain the sex marker of salak based on C-banding pattern variation. C-banding pattern of male and  female of salak were observed using geimsa C-banding technique. Variation of chromosomes C-banding pattern were analyzed according to number and position of C-band of chromosomes. The results of the  research showed that C-band of salak chromosom can be revealed using geimsa C-banding technique. The C-band revealed on the telomer and  the centromer region.  Pro-metaphase and metaphase chromosomes could be used to observe the C-band.  There were no differences in C-band pattern of chromosome of male and female salak, so the sex of  salak  can not be identified based on the observation of C-band of chromosome. Key words: chromosome, C-banding, sex marker, salak ABSTRAK   Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pola pita-C kromosom  salak jantan dan betina, selanjutnya mengidentifikasi penanda kelamin tanaman salak berdasar perbedaan pola pita-C kromosom.Tanaman salak jantan dan betina varietas pondoh asal cangkok anakan digunakan untuk mempelajari perbedaan pola pita-C. Pengamatan pita-C kromosom dilakukan dengan teknik pemitaan geimsa (geimsa C-banding technique).  Analisis perbedaan pola pita-C kromosom salak jantan dan  betina dilakukan berdasar jumlah dan posisi pita-C dengan membandingkan karyogram dan idiogram pita-C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pita-C kromosom salak dapat dihasilkan menggunakan  metode pemitaan-C geimsa (Geimsa C-banding technique), sebagian pita-C berada pada ujung kromosom atau terletak pada daerah telomer dan sebagian yang lain terletak di daerah sentromer. Pita-C dapat dihasilkan pada kromosom metafase awal (pro metaphase) maupun kromosom metafase (late metaphase).  Tidak terdapat perbedaan pola pita-C  antara kromosom tanaman salak jantan dan betina, sehingga jenis kelamin tanaman salak tidak didapatkan ditentukan berdasar pola pita-C kromosom.   Kata kunci: kromosom,  pita-C, penanda kelamin, salak.
Pengembangan Perangkat Model Pembelajaran Berbasis Inkuiri (Inquary Based Learning) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konseptual, Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Biologi Siswa Smp Dan Sma Di Propinsi Kalimantan Timur Makrina Tindangen; Vandalita Vandalita
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebab  utama permasalahan  kegiatan pembelajaran selama ini baik yang terjadi pada mata pelajaran IPA di SMP dan mata pelajaran biologi di SMA  adalah  kegiatan praktikum yang dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran tidak pernah diterapkan sebagai bagian dari tahapan  kegiatan pembuktian hipotesis, padahal tahapan ini  merupakan  salah satu tahapan  dalam sintaks model pembelajaran inkuiri.  Jadi permasalahan utama pembelajaran yang terjadi di sekolah adalah kegiatan pembuktian melalui  kegiatan praktikum dipisahkan sebagai bagian dari tahapan sintaks model pembelajaran inkuiri. Akibatnya pembelajaran yang terjadi selama ini tidak dapat memfasilitasi peningkatan kemampuan konseptual dan kemampuan pemecahan masalah. Tujuan penelitian adalah mengembangankan perangkat model pembelajaran berbasis inkuiri (inqary based learning), untuk digunakan guru memfasilitasi peningkatan pemahaman konseptual dan kemampuan pemecahan masalah pada siswa. Metode penelitian adalah penelitian pengembangan (research and development). Penelitian tahun pertama merupakan penelitian sebagai analisis kebutuhan  terkait permasalahan dan upaya guru mengatasi permasalahan terkait perangkat model pembelajaran berbasis inkuiri, yang merupakan tahapan pertama dalam penelitin pengembangan. Teknik analisis data untuk tahapan pertama analisis kebutuhan menggunakan analisis deskriptif melalui pengkategorisasian dan tabulasi serta diagram batang, selanjutnya didakan interpretasi. Hasil penelitian diperoleh permasalahan guru terkait perencanaan dan pelaksanaan perangkat pembelajaran terletak pada silabus, RPP, materi ajar, LKS, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran. Terkait upaya mengatasi permasalahan dalam perencanaan dan pelaksanaan perangkat pembelajaran model pembelajaran berbasis inkuiri  (inquary based learning) sangat kurang efektif karena belum melakukan upaya.Keywords:        Inquary based learning, kemampuan konseptual,  pemecahan masalah
ANALISIS KAJIAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN SAINS, TEKNOLOGI DAN MASYARAKAT (STM) PADA BAHAN AJAR REDOKS DAN ELEKTROKIMIA Utami Wijayanti; Budi Utami
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The purpose of this research is to study  possibility of applying  of Science, Technology and Society (STS) approach based on laboratory experiment in Second Basic Chemistry Experimental on subject matter of the redox reactions and electrochemical. The Laboratory experiment that was studied in this research is decreasing of cationic dye Basic Fuchsin concentration with electrodecoloritation method.This research uses literature review supported by laboratory experimental data. The parameter of this research are the experimental procedures, the availability of experimental materials, the time of experiment, the data analysis and the availability of analytical instruments. Contribute a better translation            The conclution of this research is the experimental of decreasing of cationic dye Basic Fuchsin concentration with electrodecolorisation method can be applied for Second Basic Chemistry Experimental on subject matter of the redox reactions and electrochemical because it was a simple experimental procedure, the experimental materials are cheap and easily obtained, experiment time is shorter, easy data analysis and the adequacy of availability of instruments in the laboratory analysis in the laboratory of Chemical Education Department, Teacher Training And Education Faculty, Sebelas Maret University. Key Words : Science, Technology and Society (STS) approach, electrochemical redox reactions, electrodecoloritation method.
Respon Siswa dan Guru terhadap Komponen Model KNoS-KGS dalam Pembelajaran Biologi di SMA PGRI 1 Banjarmasin pada Konsep Ekosistem Rezky Nefianthi; Muslimin Ibrahim; Yuni Sri Rahayu
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education in Indonesia has experienced several stages of change, start from infrastructure and policies and the curriculum. Professional teachers are required to be able to follow the changes, especially in the management of learning. The learning process that teachers in SMA PGRI 1 Banjarmasin still theoretical and memorizing. During this time teachers teaching always use discourse method, so the impact on the activity and student motivation is low. This study aims to investigate the response of students and teachers to the model KNoS-KGS in learning Biology at SMA PGRI 1 Banjarmasin. The population in this research are the students of SMA PGRI 1 Banjarmasin, whereas the sample is XI class. 25 students are choosing by random sampling. The technique of collecting the data using questionnaires. The average percentage of positive responses of students to the components and learning activities is on average 96.80. teacher's response to component and learning activities is positive, teacher believes that Model  KNoS-KGS very helpful (90.63%), assist (9.37), very good (96.88%), good (3.12). The results of data analysis can be concluded that the response of the students and teacher responses to the components of the model KNoS-KGS is positive.Keywords:        Students Response, Teacher Response, KNoS-KGS Model
KESIAPAN GURU-GURU BIOLOGI SMP MENGHADAPI MASUKNYA MATERI KIMIA DALAM MATA PELAJARAN IPA DI SMP SE-KOTA SURAKARTA DALAM PENERAPAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN Nurma Yunita I; Nanik Dwi N; Sri Yamtinah
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ciri khas KTSP adalah terdapat materi kimia dalam pelajaran IPA yang disesuaikan dengan kemampuan sekolah dalam mendukung pelaksanaannya, karena kurikulum (KTSP) dalam mata pelajaran IPA (yang dalam kurikulum 2004 dinamakan sains) hanya terdiri dari fisika dan biologi, maka guru-guru IPA di SMP dan MTs diprediksi tidak ada yang berasal dari latar belakang kimia. Padahal dengan munculnya materi kimia diperlukan guru-guru yang memiliki kompetensi dalam mengajar kimia. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan penguasaan materi kimia guru-guru mata pelajaran IPA dan juga sarana pendukung, seperti laboratorium dan buku-buku penunjang yang dimiliki sekolah perlu diteliti. Kota Surakarta yang mempunyai jumlah SMP yang besar dapat digunakan tolak ukur bagi kota dan kabupaten lainnya. Munculnya materi kimia di SMP tentu membawa konsekuensi yang harus dipersiapkan antara lain guru-guru dalam menguasai materi kimia dan juga penyediaan penunjang pembelajaran kimia SMP lainnya oleh dinas terkait. Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa kesiapan guru Biologi dalam menghadapi masuknya materi kimia di SMP masih 63, 63%. Angka ini masih di bawah rata-rata cukup, sehingga upaya pemegang kebijakan harus mengambil langkah konkret seperti penyediaan guru kimia yang merupakan sarjana pendidikan kimia. Atau lebih memberikan banyak pelatihan kimia kepada guru IPA di seluruh SMP se-Kota Surakarta. Ketersediaan sarana prasarana sekolah (laboratorium dengan alat bahan praktikum dan demostrasi) hanya 15% saja yang telah mempunyai alat dan bahan yang lengkap untuk pelayanan laboratorium. Sedangkan ketersediaan buku-buku penunjang pembelajaran kimia di sekolah masih belum memadai. Kata Kunci : Kesiapan Guru Biologi, KTSP
Dampak Inkuiri Berjenjang terhadap Dimensi Literasi Sains Calon Guru Biologi Riezky Maya Probosari; Sajidan Sajidan; Suranto Suranto; Baskoro Adi Prayitno
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examined how students’ scientific literacy changed over as they participated in hierarchy of inquiry learning. The hierarchy of inquiry  is a comprehensive approach in which students  working for an extended period of time that integrated several ways of inquiry systematically to investigate and respond to a complex question, problem, or challenge.  This  action research was  conducted in Biology Teacher Education Program Faculty of Teacher Training and Education Sebelas Maret University.  The students, who were at the 4rd semester and who studied the class of Plant Embriology, were purposely selected.   The data were collected from interviews with researchers, classroom observations, and collection of student portfolios. Student learning gains were measured using  academic writing assessment. which measured students’ ability in nominal literacy,  functional literacy,  conceptual literacy, and  multi-dimensional literacy.  The results showed that the scientific literacy  level increased on the last inquiry activities. It was suggested that hierarchy of inquiry could have a positive impact on students’ scientific literacy which drawn in their writing projects. Students who experienced the hierarchy of inquiry  emphasized the sentences reflecting the application and used high cognitive level sentences.  The findings can be helpful in the process of designing the best new curricula for teacher candidates in order to foster scientific literacy.Keywords:        scientific literacy, hierarchy of inquiry, cognitive level
PENGARUH Paparan Berulang Ikan Berformalin TERHADAP GANGGUAN FUNGSIONAL HEPAR MENCIT Alfonds Andrew Maramis; Mohamad Amin; Sumarno Sumarno; Aloysius Duran Corebima
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 7, No 1 (2010): Seminar Nasional VII Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Formalin masih sering ditemukan terkandung dalam bahan makanan, sekalipun senyawa kimia ini telah dilarang penggunaannya sebagai bahan tambahan pangan. Paparan berulang dari bahan makanan berformalin diduga dapat menyebabkan peningkatan kerusakan struktur maupun gangguan fungsional hepar. Oleh sebab itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh paparan berulang ikan berformalin terhadap kadar SGOT dan SGPT hewan coba mencit (Mus musculus). Kadar SGOT dan SGPT dalam serum mencit ditentukan dengan alat Cobas Mira® Automatic Analyzer. Data SGOT dan SGPT dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dengan variabel bebas yaitu faktor perlakuan dan faktor waktu. Hasil analisis data menunjukkan bahwa perlakuan formaldehida baik dalam bentuk senyawa tunggal maupun campuran dengan daging ikan dapat meningkatkan kadar SGOT dan SGPT. Berdasarkan faktor waktu, kadar SGOT dan SGPT sudah mengalami peningkatan bahkan pada hari ke-2 setelah pemaparan berulang.   Kata Kunci: Ikan berformalin, paparan berulang, SGOT, SGPT, dan hepar mencit.
Kemampuan Mahasiswa Calon Guru Biologi dalam Merancang Pembelajaran Berbasis Praktikum: Studi Kasus Mahasiswa Pendidikan Biologi FKIP UMS Putri Agustina; Puput Putri Kus Sundari; Dewi Eri Ardani
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aimed to analyze Biology students’ pre-service teacher education ability in designing practice based learning. It was a descriptive research. Research subject were students of pre-service teacher education in Biology education department faculty of teacher training and education Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) which took the PPBS course which amounted to 39 students. Data the ability of students in designing Biology practice based learning obtained from the lesson plan which was developed with the result of their trial in the classroom. Result of this research showed that most of students have been able in designing practice based learning. Lesson plan assessment results show that on average the average score is highest in recognizing aspects of laboratory equipment (78.5) while the lowest is in the planning aspects of the experimental procedure (69.5). If the views of the average total, then generally the value obtained by the students in designing lesson plan included in the category quite well (73.5). The assessment results show that the achievement of learning simulation highest value contained in readiness indicator space, tools, and media lab (77.5), while the lowest for the indicators to guide students to experiment (67.5). If seen from the average value of the overall indicator, the value of students' ability to perform simulations lesson plan included in the category quite well (71.8). The ability of students in designing the lab is one aspect of Pedagogical Content Knowledge (PCK) to be controlled by the student as a professional teacher candidates.Keywords:      Biology learning, practice, lesson plan, pre-service teacher