cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
KOMUNITAS FITOPLANKTON DAN FAKTOR LINGKUNGAN YANG MEMPENGARUHI KELIMPAHANNYA DI SUNGAI HAMPALAM, KABUPATEN KAPUAS Veronica, Evi; Arfiati, Diana; Soemarno, Soemarno; Leksono, Amin
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Fitoplankton merupakan mikroorganisme yang mempunyai peranan penting di dalam suatu perairan, selain sebagai produsen primer dalam rantai makanan  (primer producer) juga merupakan salah satu parameter tingkat kesuburan suatu periaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parameter fisika dan kimia yang mempengaruhi kelimpahan fitoplankton di Sungai Hampalam Kabupaten Kapuas.  Penelitian ini dilaksanakan selama 3 (tiga)  bulan yaitu dari bulan Agustus 2010 sampai bulan Oktober 2010.   Pengambilan sampel plankton dan parameter fisika dan kimia dilakukan pada 4 titik stasiun yang dilaksanakan 3 kali berturut atau 1 bulan sekali, dengan metode penyaringan dan pengamatan parameter fisika dan kimia dilakukan insitu dan di laboratrium.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 23 spesies dari 4 filum fitoplankton dengan nilai indeks biologi rata-rata H’1,661; E 0,832 ; D 0,268, dan  kelimpahan total berkisar antara 195.819-1.156.223 ind/l.  Spesies yang paling dominan ditemukan yaitu spesies Euglena spp, sedangkan spesies yang terendah adalah Neidium. Berdasarkan hasil analisis statistik, kecerahan, kedalaman, pH, DO, NO3 dan PO4 tidak signifikan berkorelasi dengan kelimpahan fitoplankton dan parameter lingkungan yang paling berpengaruh terhadap kelimpahan fitoplankton di Sungai Hampalam adalah nitrat (NO3) dan posfat (PO4) serta Spesies Pseudotetraspora, Szhizomeris leibleinii dan Melosira ambigua merupakan indikator nutrien nitrat (NO3) dan posfat (PO4).   Kata kunci: Komunitas, Fitoplankton, Lingkungan, Sungai Hampalam
PROGRAM ESD DI JEPANG : KAJIAN PENERAPAN PROYEK ESD DI SMA DI PREFEKTUR AICHI Murni Ramli
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to analyse the ESD Project in Japanese School, particularly its practices in ASP-net Schools in Aichi Prefecture Japan, one of the modernized area in central Japan. Research had been conducted from June to July 2013. Data had been collecting through interview to the staff of the Teacher Training Centre (TTC) of Aichi, Biology Teachers of Zuiryo High School, and ESD Project Leader of Toyota Higashi High School. Document and literature analysis was conducted to obtain the information on country policies. The findings are, Japanese schools had already practiced an ESD-like program called Shogoutekina gakushuujikan or Integrated Study Course (ISC), three years prior the UN-based ESD Program had been adopted by the government. ISC was introduced to Japanese schools curriculum since 2000, and had been widely implemented in all level of education. The practices of ESD varied among the schools, but it is always related to the local environment, society issues, and international understanding.  This paper will explain ESD practices at Toyota Higashi High School. The Toyota Higashi High Schools had been adopted UNESCO ASP-net School in 2012, in which the ESD practices have to be based on UNESCO-based ESD Project. The ESD program has been integrated to the recent curriculum, which are mostly implemented in shogotekina gakushuu jikan.  Students from grade 1 to grade 3 learn about locality, environment education, and international understanding. Materials for ESD program was developed by teachers and it fixed the UNESCO system.  They also cooperate with Teacher Training Center of Aichi to formulate the local based-ESD substances. Keywords : ESD Project, Integrated Study Course, Shogotekina Gakushuu Jikan, environmental education
KEBIJAKAN PENANGKARAN RUSA TIMOR (Cervus timorensis) OLEH MASYARAKAT (STUDI KASUS DI NUSA TENGGARA BARAT) Hasan, Rubangi Al; Utomo, M.M. Budi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rusa timor (Cervus timorensis) merupakan satwa langka yang keberadannya dilindungi undang-undang. Nusa Tenggara Barat (NTB)merupakan salah satu habitat alam rusa timor. Meskipun begitu, keberadaannya di alam sudah semakin langka akibat maraknya perburuan dan perdagangan liar (illegal hunting & illegal trading ). Untuk mencegah kepunahan rusa timor pemerintah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk pemberian ijin penangkaran rusa oleh masyarakat. Kebijakan ini diharapkan dapat mencegah masyarakat melakukan perburuan rusa di alam. Selain itu, masyarakat dapat merasakan manfaatnya secara ekonomi dalam bentuk pemanfaatan satwa rusa, baik untuk dikonsumsi dagingnya maupun sebagai satwa peliharaan. Dengan kebijakan tersebut diharapkan rusa di habitat alaminya akan tetap terjaga bahkan terus bertambah, sementara masyarakat mendapatkan manfaat dalam bentuk peningkatan kesejahteraan ekonomi. Metodologi kajian ini dilakukan dengan mereview kebijakan terkait penangkaran rusa untuk kemudian dikomparasikan dengan implementasi di lapangan. Kajian ini menunjukkan bahwa produk perundangan yang mengatur penangkaran rusa lebih dominan berasal dari pemerintah pusat. Regulasi yang beroperasi pada tingkat tapak lebih bersifat standar teknis yang dikeluarkan BKSDA NTB. Implementasi peraturan penangkaran rusa masih banyak yang belum berjalan. Penyebabnya adalah kelemahan dari sisi fasilitasi dan kontrol oleh BKSDA NTB, dan di sisi lain kurangnya pemahaman masyarakat terhadap prosedur penangkaran. Kurangnya pemahaman masyarakat sendiri disebabkan minimnya sosialisasi dari pihak berwenang (BKSDA NTB). Kedepannya kebijakan penangkaran rusa oleh masyarakat masih sangat potensial untuk dikembangkan karena minat masyarakat sendiri cukup tinggi. Penguatan kelembagaan sangat perlu dilakukan untuk mendukung kebijakan pengembangan penangkaran rusa oleh masyarakat. Kata kunci : rusa timor, kebijakan, penangkaran, masyarakat
PRODUKSI ELISITOR UNTUK MENSTIMULASI METABOLIT SEKUNDER PADA KULTUR JARINGAN TUMBUHAN Junairiah, Junairiah; Nimatuzahroh, Nimatuzahroh; Suwito, Hery
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One method in improving secondary metabolites in plant tissue culture is through elicitation, by adding elicitor to plant cells which is intended to induce and enhance secondary metabolites production. In this research, Trichoderma sp and Penicillium sp grown on amylum and Carboxy Methyl Cellulose (CMC) medium were used as elicitor. The results of this research showed that the best growth of the two fungi was produced on amylum medium, with incubation time six days and one day, wet weight 105,8 g/L and 87,4 g/L respectively. Keywords: elicitor, secondary metabolites
The Effect Of Discovery Learning Combined With Video Scribe Animation Media On Learning Motivation Viewed From Student Academic Ability Septi Krisyanti; Slamet Santosa; Dewi Puspitasari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 17, No 1 (2020): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning motivation is an important element of learning to achieve learning outcomes. Learning model accompanied by innovative learning media as an effort to increase student motivation. This research aims to (1) know the effect of discovery learning combined with videoscribe animation media on students learning motivation, (2) know the effect of academic abilities on students learning motivation, and (3) know the interactions between discovery learning, videoscribe animation media, and academic abilities towards students learning motivation. This research was a quasi-experiment. The study population was all XI MIPA grade students of SMAN 8 Surakarta. The research subject was taken using simple random sampling. Data collection techniques use documentation, questionnaires, and observation. The data analysis using Two Way Anova test with SPSS 24.The results obtained are sig.(A) of 0,005; sig.(B) of 0,447; and sig.(AB) of 0,461. Sig.<0,05. The conclusion of the hypothesis test results shows that (1) H0(learning model) is significantly rejected which means there is a significant effect of discovery learning combined with animation media video scribe to students' motivation, 2) H0(academic ability) accepted which means there is no effect of low, medium, and high academic ability on student motivation, and 3) H0(learning model* academic ability) is accepted which means there is no interaction between learning models and academic ability on students' motivation.The conclusion of this research showed that (1) discovery learning combined with video scribe animation media influences students learning motivation, (2) academic ability no influences students learning motivation, and (3) there is no interaction between discovery learning, video scribe animation media, and academic abilities on students learning motivation
IMPLEMENTASI INKUIRI TERBIMBING BERBASIS LESSON STUDY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPA 4 SMA BRAWIJAYA SMART SCHOOL MALANG Azizah, Ardiani Samti Nur
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementation of guided inquiry learning in SMA BSS Malang to make the teaching and learning process focus on the students themselves, so that student can gain the concept from their own experience and apply it in everyday life to make them hopefully improve their the capability of critical thinking and achievements. This project is a classroom action research carried out in two cycles – each cycle consists of five meetings. The results of the observation on critical thinking ability were in the form of scores based on critical thinking rubrics. The results rated based on the cognitive learning were in the form of test results, while the affective test results were gained by observing students’ attitude, and the psychomotor test results were scored based on the students’ practical work in the laboratory. The results of the study demonstrated that based on each indicator, the students’ capability of critical thinking increased from the first to the second cycle. The results assessed based on the cognitive indicator, affective indicator and psychomotor indicator also increase.  Keywords: inquiry learning, critical thinking, achievements of students
ERUPSI MERAPI DAN POTENSI PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BIOLOGI W. Subiantoro, Agung; C. Handziko, Rio
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Artikel ini mengkaji bagaimana potensi peristiwa erupsi Gunung Merapi dan peristiwa lain ikutannya dapat digunakan sebagai bahan ajar pembelajaran biologi melalui pendekatan representasi. Peristiwa erupsi merupakan fenomena yang dapat menyajikan fakta objek dan persoalan biologi khususnya untuk topik ekologi. Beberapa fenomena itu di antaranya keanekaragaman, perubahan-perubahan ekologi kawasan lereng selatan Gunung Merapi, dan peristiwa banjir lahar dingin. Namun demikian, fakta-fakta peristiwa erupsi dan peristiwa ikutannya ini tidak serta merta dapat disajikan dalam pembelajaran. Beberapa catatan atau dokumen fenomena tersebut, yang menjadi sumber belajar tangan kedua, perlu diolah dan ditata-ulang menjadi bahan ajar fungsional, yang memungkinkan siswa belajar melakukan penafsiran ulang antara fakta/gejala dengan konsep-konsep yang relevan. Upaya pengembangan bahan ajar berbasis representasi memungkinkan munculnya aktivitas belajar penafsiran yang menjembatani antara fakta/gejala dengan konsep tersebut. Kata kunci : erupsi Merapi, bahan ajar biologi, representasi
PEMBELAJARAN BERBASIS MEDIA PHOTOVOICE: BELAJAR DARI POTRET ALAM Puspawati, Dewa Ayu
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 3 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menciptakan  kebersihan dan pelestarian lingkungan merupakan sinergi antara pemerintah, masyarakat dan swasta. Dalam masyarakat, budaya mencintai lingkungan dapat ditanamkan di lingkungan keluarga dan sekolah. Siswa sejak dini diperkenalkan pada krisis lingkungan dan isu-isu lingkungan. Siswa tidak sekadar mempelajari permasalahan lingkungan hidup, namun juga melatih sikap dan perilaku peduli pada lingkungan. Contoh-contoh  nyata  pemeliharaan  lingkungan  dapat  diberikan  oleh  guru  agar  siswa  lebih  mencintai lingkungan. Di samping model pembelajaran yang menarik, mengaitkan materi dengan dunia nyata, guru juga dituntut  mampu  mengikuti  perkembangan  teknologi.  Salah  satunya, teknologi  komunikasi  seperti   telepon genggam.  Pembelajaran  menggunakan  media   photovoice  cukup  ampuh  digunakan  untuk  meningkatkan pemahaman para siswa. Dengan media  photovoice, siswa diberikan kesempatan lebih dalam mengemukakan pendapat melalui hasil bidikan kamera sendiri. Kamera yang digunakan berupa kamera saku ataupun kamera yang terintegrasi pada telepon genggam milik siswa. Media yang menggunakan foto dan narasi dapat melatih siswa untuk mengemukakan pendapat dan ide, serta memotivasi siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan.Di sisi lain, guru diberikan kesempatan lebih untuk mendengarkan pendapat dan pandangan siswanya. Selain itu, guru dituntut untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyiapkan topik-topik menarik yang akan menjadi sasaran lensa siswa. Makalah ini merupakan gagasan yang mencoba memberikan masukan untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran terkait lingkungan yang lebih efektif, menarik, dan menyenangkan. Tujuan yang ingin dicapai adalah mengubah perilaku dan pola pandang siswa sejak dini ke arah yang positif terkait dengan masalah lingkungan.  Photovoice  juga dimaksudkan untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan siswa akan lingkungan. Dengan melakukan kajian pustaka, diharapkan dapat ditemukan media pembelajaran yang dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas pemerhati lingkungan, menghasilkan sumber daya manusia yang berpengetahuan,  berketerampilan,  bersikap  dan  berperilaku  serta  mempunyai  komitmen  tinggi  terhadap pelestarian lingkungan.   Kata Kunci: Pembelajaran, Media Photovoice, Lensa
STUDI KEANEKARAGAMAN ANGGREK DI KABUPATEN MERAUKE PROPINSI PAPUA Pammai, Kharisma; Al Muhdhar, Mimien Henie Irawati; Rohman, Fatchur
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 11, No 1 (2014): Prosiding Seminar Nasional XI Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Kabupaten Merauke merupakan salah satu diantara 29 kota atau kabupaten di Provinsi Papua yang juga kabupaten yang terletak paling timur wilayah nusantara. Kondisi geografis dan lingkungan yang mendukung di Kabupaten Merauke, mengakibatkan wilayah ini memiliki kekayaan berbagai jenis flora salah satunya anggrek. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi spesies anggrek yang terdapat di Kabupaten Merauke dan menganalisis tingkat keanekaragamannya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilaksanakan di 11 distrik di Kabupaten Merauke dengan 30 petak pengamatan pada masing-masing distrik. Prosedur pengumpulan data terdiri dari beberapa tahapan yaitu survei pendahuluan dan pengamatan. Analisis data dilakukan dengan menghitung indeks keanekaragamandan kemerataan anggrek yang ditemukan di Kabupaten Merauke. Hasil survei komunitas anggrek ditemukan 41 spesies anggrek yang terdiri dari 4 spesies anggrek terrestrial dan 37 spesies anggrek epifit dengan jumlah total individu sebanyak 46508 individu. Indeks keanekaragaman menunjukkan angka 2,65 (2≤ H’ ≤ 3) sehingga keanekaragaman anggrek masuk dalam kategori sedang. Indeks kemerataan sebesar 0,71 (mendekati 1) yang artinya spesies anggrek terdistribusi secara merata. Kata Kunci: anggrek, analisis vegetasi, Merauke
Practical Plants Classification using Framing to Reduce Cognivite Load of High School Students Septiana, Rosinta; Rahmat, Adi; Hidayat, Topik
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was conducted to reduce the cognitive load of high school students in a classification plant laboratory. The subjects were students of class X  IPA one of  private high school Favorite in Bandung, divided into experimental class (36 students) and control class (36 students). The  experimental class  used Framing for practical activities providing dikotomous key scheme, while the control class practical activities carried out in accordance  used worksheet conventionally . Cognitive load was measured by looking at differences in the students' ability to receive and process information (information processing), mental effort and learning outcomes in the form of reasoning ability of students in the classification of plants. Data ability to receive and process information captured by task complexity combined worksheet on the worksheet students. Data captured by the mental effort of subjective rating scale questionnaire Likert scale-based, while the data captured using the reasoning ability of students to write test questions based on indicators describing complex thinking. Data were analyzed by using a different test and the average correlation between the three components of cognitive load. The analysis showed both the experimental class and the control class relationship between the ability to accept the reasoning ability showed a positive correlation, while the relationship between mental effort with reasoning abilities showed a negative correlation. These results illustrate the cognitive load balancing character students in practical activities in both classes of plant classification research. However, students in the experimental class has the ability to receive and process information that is higher and significantly different than the control class. Instead the experimental class mental effort value lower than the control class, showed that the cognitive load of students in the experimental class lower than the cognitive load control class. In other words, the use of framing the practical activities of classification of plants in the experimental class has been able to decrease the cognitive load of students.Kata kunci: beban kognitif, praktikum klasifikasi tumbuhan, framing

Page 74 of 124 | Total Record : 1234