cover
Contact Name
Komariah
Contact Email
komariah@trisakti.ac.id
Phone
+62271-648939
Journal Mail Official
sembio@fkip.uns.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Biologi FKIP Gedung D Lt 3 FKIP Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36 A Kentingan Surakarta 57126 Jawa Tengah INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Proceeding Biology Education Conference
Core Subject : Health, Science,
Proceeding Biology Education Conference was published since 2003, with title Prosiding Seminar Nasional Biologi. The early number of the journal were published offline
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,234 Documents
Isolasi Bakteri Selulolitik pada Bungkil Kelapa Sawit (Elaesis Guineensis Jacq.) Sebagai Bahan Pakan Ternak Terbaharukan Azwar Adnan Al Fahmi; Vita Merry Marantik; Hanif Fauzan; Zahro’ Suwitaningsih; Dian Puspitasari
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 14, No 1 (2017): Proceeding Biology Education Conference
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bungkil kelapa sawit (Elaesis guineensis jacq.) merupakan salah satu limbah hasil produksi minyak kelapasawit yang mengandung serat kasar dan protein kasar. Dalam bungkil kelapa sawit (Elaesis guineensis jacq.)terdapat bakteri selulolitik dengan menjadikan bungkil tersebut sebagai substrat untuk pertumbuhannya.Bakteri selulolitik dapat mendegredasi selulosa menjadi gula sederhana. Penelitian ini bertujuan untukmengisolasi bakteri selulolitik dari bungkil kelapa sawit (Elaesis guineensis jacq.). Isolasi bakteri selulolitikdilaksanakan dengan mengkarakterisasi, meliputi morfologi koloni, pewarnaan sederhana, pewarnaan gram, ujimotilitas, dan uji katalase. Aktivitas selulolitik ditentukan berdasarkan zona bening yang terbentuk disekitarpaper dics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh isolat bakteri dari bungkil kelapa sawit (Elaesisguineensis jacq.) sebanyak 19 isolat (EG1, EG2, EG3, EG4, EG5, EG6, EG7, EG8, EG9, EG10, EG11, EG12,EG13, EG14, EG15, EG16, EG17, EG18, dan EG19) semua isolat menunjukkan bahwa seluruh isolat bakterimemiliki kemampuan dalam menghasilkan enzim selulosa. Indeks selulolitik terbesar terdapat pada isolat EG2dan EG4 sebesar 2, sedangkan indeks selulolitik terendah dihasilkan oleh isolat EG5, EG7, EG14, EG15 danEG16 yaitu sebesar 0,6.
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF JIGSAW MODIFIKASI MELALUI LESSON STUDY TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PRESENTASI POWERPOINT BAGI SISWA SMAN 7 DENPASAR Cornelius Sri Murdo Yuwono
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sekolah perlu menciptakan suatu proses yang mampu memfasilitasi guru untuk melakukan kajian terhadap materi pembelajaran dan strategi-strategi mengajar.  Program pengembangan profesi guru membutuhkan fasilitas seperti  Lesson Study  dengan  menggunakan  model pembelajaran kooperatif  Jigsaw Modifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)  meningkatkan keprofesionalan guru dalam pembelajaran kooperatif  Jigsaw  Modifikasi  melalui  LS  dan (2) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif  Jigsaw  Modifikasi terhadap penggunaan media presentasi powerpoint siswa.  Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMAN 7 Denpasar, sampel terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI IPA 4 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 8 sebagai kelas kontrol. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober sampai dengan 2 Desember 2012. Penelitian ini dilakukan melalui 4 tahap yaitu observasi awal, perencanaan, pelaksanaan, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan angket LS dan rubrik pengamatan presentasi powerpoint. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskripsi dalam bentuk narasi untuk data kualitatif dan uji median  yang dilanjutkan pengujian hipotesis dengan uji Fisher untuk data kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa  LS  dapat meningkatkan keprofesionalan  guru. Analisis data kuantitatif  dengan α = 5% diketahui bahwa 7 (tujuh) kriteria dari 9 (sembilan) kriteria pengamatan presentasi materi sistem gerak antara kelas kontrol dan kelas eksperimen menunjukkan  perbedaan nilai yang  signifikan dengan  nilai P ≤ 0,05  sedangkan  kriteria  organisasi  dan  kriteria  suara memiliki  nilai P > 0,05 menunjukkan perbedaan nilai yang tidak signifikan. Pada analisis data materi sistem peredaran darah semua kriteria hasil penilaian menunjukkan perbedaan nilai yang signifikan hal ini berarti bahwa terdapat perbedaan hasil presentasi powerpoint antara kelas kontrol dan kelas eksperimen pada semua kriteria.Kata Kunci : Lesson study, keprofesionalan guru, jigsaw modifikasi, media powerpoint.
Analisis Kadar Gula Reduksi pada Fermentasi Kacang Gude (Cajanus cajan) oleh Aspergillus niger Pujiati, Pujiati; Primiani, C. Novi
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 13, No 1 (2016): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pigeonpea (Cajanus cajan) is a tropical legume grown mainly in Indonesia. Though largely considered an orphan crop, pigeonpea has a huge untapped potential for improvement both in quantity and quality of yield. Pigeonpea seeds contain 65 % starch. Based on its starch level can be use as substrate of solid-state fermentation. Solid-state fermentation using Aspergillus niger because they have amylolytic and cellulolytic activity and not produce micotoxin. This study was carried out to know the change reducing sugar level of fermenting pigeonpea as to know a success of fermentation process. Completely randomized design was used, data result were analyzed with ANOVA, then were continued with Least Significant Difference. Different parameters such as inoculums concentration and incubation time. Inoculum concentration of 2 mL/g and incubation time of 72 hours give the best result of 12,50%.Keywords: solid state fermentation, glucose reduction, proteolitic, pigeon pea
FERMENTASI ANEKA BAHAN BAKU BERBASIS KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBUATAN NATA SEBAGAI PRODUK EKSPOR Kartika Chrysti S
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kearifan lokal perlu digali kembali dan disesuaikan dengan kondisi saat ini, karena merupakan bagian dari sistem adaptasi masyarakat yang mengenal lingkungannya sendiri. Para petani nata belum memanfaatkan berbagai bahan baku selain air kelapa untuk membuat produk nata.  Tujuan dari artikel ini adalah mengkaji berbagai aneka bahan baku yang dapat difermentasi menjadi produk nata. Bahan baku yang berbasis kearifan lokal dan mengandung karbohidrat seperti jagung, air cucian beras, katul, singkong, aloe vera, tomat, nanas, ubi-ubian dan limbah tahu  (whey), dapat difermentasi menjadi produk nata.  Fermentasi adalah proses produksi energi sel dalam keadaan anaerobik (sedikit Oksigen) atau respirasi dalam lingkungan anaerobik dengan tanpa akseptor elektron eksternal.  Berbagai aneka bahan baku tersebut menghasilkan produk nata dengan ketebalan dan waktu fermentasi yang bervariasi.     Kata kunci: fermentasi, kearifan lokal, nata
Constructing A Test for Assessing Higher Order Thinking Skills of High School Students on Reproductive System Walid, Ahmad; Sajidan, Sajidan; Ramli, Murni
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 12, No 1 (2015): Prosiding Seminar Nasional XII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research aims to constructthe paper test to assess the higher order thinking skills of high school students. The research was designed based on Borg and Gall research method. Firstly, test from national examination, formative and summative test, and also the test written in  high school Biology textbook commonly used in Surakarta were analyzed, and it found that most of the test are to measure the lower order thinking skills. Draft of HOTS on reproductive system then been formulated, and validated by three experts and teachers on three aspects, i.e. language, content, and construction of the instrument. The test was divided into two packages, A and B, each consists of 15-multiple choice items, and 5 essays. Test have to be finished in 60 minutes. To test the visibility of the instrument, a First Trial had been done to a small number of students. Obtained data was quantitively analyzed using theMicroCatITEMAN program version 3.00 for the multiple choice to check reliability, level of difficulty, discriminating index and effectiveness of the distractor, while the essay was analyzed using the Microsoft Excel for reliability, level of difficulty, as well as discriminating index. The result shows that A type test consists of 43 % of items were accepted, 24% item revised, and 33 % rejected. While the B test package has 62% item were accepted, 33 % item were revised, and 5 % item were rejected.Keywords: Assessment , High Order Thinking Skills, Reproductive System
STUDI KEANEKAAN SPESIES BURUNG PADA TIGA TIPE TATA GUNA LAHAN DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PANCAR, BOGOR W. Widodo
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui bahwa nilai ekologis burung, di antaranya indeks kekayaan spesies (R), indeks keanekaan Shannon (H') dan Simpson (D) dan indeks ekuitabilitas/kemerataan (J) dan (E) tidak sama atau menjadi menurun sebagai akibat adanya perubahan tata guna lahan, dari hutan alam menjadi non hutan alam, seperti hutan tanaman buah-buahan dan hutan pinus. Penelitian dilakukan di TWA Gunung Pancar pada Juni-Oktober 2009. Pengamatan burung dilakukan dengan metode IPA  (Index d’Abondance Ponctuel). Hasil penelitian adalah ditemukan 48 spesies burung dari 38 marga dan 25 suku: 39 spesies burung dari 29 marga dan 21 suku pada hutan tanaman buah-buahan/kayu-kayuan, 32 spesies burung dari 24 marga dan 21 suku pada hutan alam dan 26 spesies burung dari 25 marga dan 18 suku pada hutan pinus. Nilai indeks kekayaan dan keanekaragaman spesies burung tertinggi (R= 6,26 dan H' = 2,97) ditemukan pada hutan tanaman buah-buahan/kayu-kayuan dan indeks kekayaan dan keanekaragaman spesies burung terendah pada hutan pinus (R= 4,57 dan H' = 2,58). Tata guna lahan yang ditanami dengan lebih banyak spesies tanaman memiliki keragaman spesies burung lebih tinggi dibandingkan dengan lahan yang monokultur seperti hanya tanaman pinus. Walaupun, tanaman pinus tercatat paling banyak jumlah spesies burung yang memanfaatkannya, yaitu 26 spesies, kemudian 16 spesies burung pada tanaman sengon, 13 spesies burung pada jatibelanda, 12 spesies burung pada durian, 11 spesies burung pada kiara pereng. Dengan  demikian, hutan tanaman buah-buahan/kayu-kayuan dapat ditanam sebagai daerah pelestarian burung maupun untuk meningkatkan keanekaan spesies burung, terutama di dalam dan sekitar taman-taman rekreasi.   Kata kunci: Burung, Keanekaan Spesies, Tata Guna Lahan, Taman Wisata Alam, Gunung Pancar.
PEMANFATAAN LABORATORIUM VIRTUIL GUNA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MELUKIS BAYANGAN DAN KETUNTASAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI MODEL TERPADU BOJONEGORO Rohim, Fathur
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 9, No 1 (2012): Prosiding Seminar Nasional IX Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Tujuan belajar Fisika melalui kegiatan percobaan dengan menggunakan laboratorium dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan proses siswa. Namun ketiadaan laboratorium atau keterbatasan alat untuk percobaan membuat guru jarang melakukan pembelajaran melalui kegiatan percobaan. Akan tetapi pada saat ini teknologi telah berkembang cukup pesat, percobaan tidak lagi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan laboratorium namun dapat digantikan dengan menggunakan laboratorium virtuil melalui komputer. Tujuan penelitian tindakan ini untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam melukis bayangan serta meningkatkan ketuntasan belajar siswa. Metode penelitan berupa penelitiantindakan kelas selama tiga siklus.  Hasil penelitian tindakan kelas selama 3 siklus yang telah dilakukan di Kelas VIII B SMP Negeri Model Terpadu dengan menggunakan Laboratorium Virtuil menunjukkan peningkatan prestasi siswa. Dari hasil data penelitian maka dapat disimpulkan 1) Dengan menggunakan Laboratorium Virtuil rata-rata kemampuan siswa dalam melukis bayangan benda dapat ditingkatkan sampai 38 %. 2) Laboratorium Virtuil dapat meningkatkan ketuntasan belajar siswa dari 52 %  menjadi  86 % .   Kata Kunci: Laboratorium virtuil, kemampuan melukis bayangan, ketuntasan belajar
KARAKTERISTIK FIKOERITRIN SEBAGAI PIGMEN ASESORIS PADA RUMPUT LAUT MERAH, SERTA MANFAATNYA Iqna Kamila Abfa; Budhi Prasetyo; A B Susanto
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 2 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumput laut di Indonesia telah banyak dimanfaatkan sebagai obat-obatan, bahan makanan, bahan dasar kosmetik, dan senyawa bioaktif serta nutrisi. Salah satu senyawa bioaktif yang dominan terkandung pada rumput laut merah adalah fikobilin, terdiri dari fikoeritrin dan fikosianin. Fikobilin terbentuk oleh reduksi biliverdin mealalui fitokromobilin. Pigmen tersebut berperan penting sebagai pigmen pelengkap pada proses fotosintesis rumput laut merah dengan membantu klorofil-a dalam menyerap cahaya, fikoeritrin menyerap cahaya hijau yang dapat menutupi warna hijau dari klorofil dan biru dari fikosianin.  Struktur subunit fikoeritrin (PE) adalah (αβ)6γ dengan  nilai absorbansi maksimal sekitar 580 nm. Jenis-jenis fikoeritrin berdasarkan serapan spektranya dibagi menjadi beberapa macam, yaitu B-fikoeritrin (B-PE), R-fikoeritrin (R-PE) dan C-fikoeritrin (C-PE), R-PE jenis fikobiliprotein yang mendominasi algae merah. Beberapa penelitian telah menunjukkan banyaknya manfaat dari pigmen tersebut. PE telah digunakan secara luas dalam industri dan laboratorium penelian immunologi, contoh sebagai label antibodi, reseptor antigen dan molekul biologi yang lain. Selain itu  PE digunakan dalam aplikasi histokimia, digunakan sebagai fotosensitizer untuk pengobatan tumor dan berpotensi sebagai antioksidan.   Kata kunci : Rumput laut merah, Fikobiliprotein, Fikoeritrin.
PENGARUH PENAMBAHAN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DAN PEREBUSAN TERHADAP KADAR RESIDU FORMALIN DAN PROFIL PROTEIN UDANG PUTIH (Letapenaeus vannamei) BERFORMALIN SERTA PEMANFAATANNYA SEBAGAI SUMBER PENDIDIKAN GIZI DAN KEAMANAN PANGAN PADA MASY Wikanta, Wiwi; Abdurrajak, Yusuf; Sumarno, Sumarno; Amin, Moh.
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 8, No 1 (2011): Prosiding Seminar Nasional VIII Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research was conducted with the aim to determine the effect of the addition of cucumber tree (Averrhoa bilimbi L) and boiling on levels of residual formaldehyde and protein profiles of formalin-contaminated pacific white shrimp (Letapenaeus vannamei) and its utilization as a source of nutrition and food safety education in society. Research using experimental methods with a factorial randomized block design. The independent variable in this study is the long boiling with three levels of variation (0 minutes, R0; 30 minutes, R1; and 45 minutes, R2) and the concentration of cucumber tree fruit juice with five levels of variation (0%, BW0; 20%, BW1; 40%, BW2, 60%, BW3, and 80%, BW4). The results of this research has shown that (1) addition of cucumber tree concentration of 80% and boiling time 45 minutes (R2BW4) can reduce levels of residual formaldehyde pacific white shrimp highest, amounting to 99.20% of the formaldehyde levels from 1.127 g% to 0.009 g% (2) the addition of cucumber tree concentration of 80% and without boiling (R0BW4) can increase the protein levels of total retturn of pacific white shrimp with the smallest loss rate, amounting to 0.76% of protein levels from 23.205 g% to 23.028 g%; (3 ) addition of cucumber tree and boiling water can alter the existence of molecular weight protein bands of pacific white shrimp, (6) the addition of cucumber tree and boiling can eliminate immunogenicity properties of the BM 37.38 kDa protein of fresh pacific white shrimp (US) and formalin-contaminated pacific white shrimp (UF) in male mice (Mus musculus) strain BALB/C. From the results of this study can be concluded that the addition of cucumber tree and boiling significantly affect the residue levels of formaldehyde and protein profiles of formalin-contaminated pacific white hrimp. Further results of this study have been compiled in the form of popular science books as a nutrition and food safety education in society. Key words: residual formaldehyde, protein profile, formalin-contaminated pacific white shrimp , cucumber tree, nutrition and food safety ABSTRAK Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) dan perebusan terhadap kadar residu formalin dan profil protein udang putih (Letapenaeus vannamei) berformalin serta pemanfaatannya sebagai sumber pendidikan gizi dan keamanan pangan pada masyarakat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak kelompok faktorial. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah lama perebusan dengan tiga tingkat variasi (0 menit, R0; 30 menit, R1; dan 45 menit, R2) dan konsentrasi perasan buah belimbing wuluh dengan lima tingkat variasi (0%, BW0; 20%, BW1; 40%, BW2; 60%, BW3; dan 80%, BW4). Hasil penelitian ini telah menunjukkan bahwa (1) penambahan belimbing wuluh konsentrasi 80% dan lama perebusan 45 menit (R2BW4) dapat menurunkan kadar residu formalin udang putih paling tinggi, yaitu sebesar 99,20% dari kadar formalin asal 1,127 g% menjadi 0,009 g%; (2) penambahan belimbing wuluh konsentrasi 80% dan tanpa perebusan (R0BW4) dapat meningkatkan kembali kadar protein total udang putih dengan tingkat kehilangan paling kecil, yaitu sebesar 0,76% dari kadar protein asal 23,205 g% menjadi 23,028 g%; (3) penambahan belimbing wuluh dan perebusan dapat merubah keberadaan pita berat molekul protein udang putih; (6) penambahan belimbing wuluh dan perebusan dapat menghilangkan sifat imunogenisitas protein BM 37,38 kDa udang segar (US) dan udang berformalin (UF) pada mencit jantan (Mus musculus) galur BALB/C. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penambahan belimbing wuluh dan perebusan berpengaruh secara signifikan terhadap kadar residu formalin dan profil protein udang putuh berformalin. Hasil penelitian ini lebih lanjut telah disusun dalam bentuk buku ilmiah populer sebagai bahan pendidikan gizi dan keamanan pangan pada masyarakat. Kata kunci : residu formalin, profil protein, udang berformalin, belimbing wuluh, gizi dan keamanan pangan
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE (TTW) DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN BIOLOGI DI SMA NEGERI 8 SAMARINDA Herliani, Herliani
Proceeding Biology Education Conference: Biology, Science, Enviromental, and Learning Vol 10, No 1 (2013): Seminar Nasional X Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe  Think Talk Write  (TTW) dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran biologi di SMA Negeri 8 Samarinda Tujuan Penelitian ini adalah: 1) untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berfikir kritis siswa yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dan tingkat rendah pada mata pelajaran biologi, 2) untuk meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pria dan wanita. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA 3 SMA Negeri 8 Samarinda. Penelitian ini menguraikan peningkatan hasil belajar siswa dan kemampuan berpikir kritis siswa baik yang memiliki kemampuan tingkat tinggi maupun rendah dan aktivitas tindak guru dengan menggunakan analisa rata-rata hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa, persentase dan skor peningkatannya untuk setiap siklus tindakan. Hasil dari Penelitian Tindakan Kelas ini menunjukkan bahwa: 1) terjadi peningkatan hasil belajar baik pada siklus I, siklus II dan Siklus III, 2) penerapan model pembelajaran kooperatif  tipe  Think Talk Write  (TTW) dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa yang memiliki kemampuan tingkat tinggi dan tingkat rendah. 2)  penerapan model pembelajaran kooperatif tipe  Think Talk Write  (TTW) dapat meningkatkan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis siswa pria dan wanita.     Kata kunci :  Kooperatif Think Talk Write, Hasil Belajar Siswa, Kemampuan Berpikir Kritis Siswa.

Page 84 of 124 | Total Record : 1234