Tekstur (Jurnal Arsitektur)
Tekstur (Jurnal Arsitektur), diterbitkan secara online, dalam setahun 2 (dua) kali terbitan, yaitu April dan Oktober oleh Jurusan Arsitektur, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya. Jurnal ini merupakan media publikasi atau kumpulan artikel ilmiah, yang terkait dengan perancangan arsitektur, sejarah dan teori arsitektur, struktur dan sains bangunan serta permukiman dan perkotaan.
Articles
13 Documents
Search results for
, issue
"Vol 4, No 2 (2023): Tekstur"
:
13 Documents
clear
Kajian Pustaka Terhadap Peran Kepemimpinan dalam Tindakan Pelestarian dan Pengelolaan Kota Pusaka
Rian Adetiya Pratiwi;
Laretna T. Adishakti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4438
Kota pusaka adalah kota atau kabupaten yang memiliki keunggulan pusaka alam dan pusaka budaya, mencakup aspek budaya benda dan tak benda serta unsur kehidupan, ekonomi, dan sosial budaya. Perkembangan dan pembangunan yang pesat dari segi fisik serta infrastruktur kota saat ini memberikan tekanan besar pada kawasan kota yang memiliki nilai keunggulan pusaka. Jika hal ini terus berlanjut, kota bisa kehilangan nilai pusaka penting yang dimilikinya. Permasalahan umum yang sering terjadi pada kota adalah laju urbanisasi yang tinggi, dinamika tata kelola pemerintahan, perekonomian yang tidak merata, bencana alam dan manusia, masuknya budaya modern yang mendegradasi budaya lokal, serta kemunduran nilai budaya dalam masyarakat. Kota yang memiliki keunggulan nilai pusaka harus dapat mencerminkan jati diri dan kepribadiannya. Namun saat ini pelestarian dan pengelolaan pusaka seringkali tidak menjadi prioritas dalam pembangunan kota. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui peran kepemimpinan dalam tindakan pelestarian dan pengelolaan kota pusaka, dan pendekatan Historic Urban Landscape (HUL) dalam pelestarian kota pusaka. Kajian ini disusun dengan pendekatan studi kepustakaan, yakni dengan memanfaatkan sumber pustaka sekunder dan dokumen untuk memperoleh data penelitian tanpa turun ke lapangan. Data pada penelitian studi kepustakaan dapat bersumber dari beragam dokumen tertulis berupa jurnal, laporan seminar, buku, peraturan pemerintah, artikel berita baik dalam berbagai bentuk manual maupun digital. Hasil dari kajian ini akan memberikan gambaran peran kepemimpinan dalam tindakan pelestarian dan pengelolaan kota pusaka serta posisi pendekatan HUL yang dapat dijadikan sebagai dasar yang komprehensif dan terintegrasi dalam pelestarian kota pusaka.
Analisis Arsitektur Perilaku pada Interior Klinik Kecantikan di Medan
Gandra Larasati;
Rahmadhani Fitri
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4408
Perkembangan zaman era modern saat ini, perawatan kulit sangat diperlukan untuk kaum wanita dan lelaki untuk menjaga kesehatan kulit serta dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam penampilan. Melakukan perawatan kulit dapat ditemukan diklinik kecantikan, pemeriksaan akan dilakukan oleh Dokter, dan adanya perawat yang siap membantu dalam perawatan. Klinik kecantikan terbuka umum untuk pasien dari kalangan orang tua, remaja, dan pekerja sehingga hal ini dapat mempengaruhi psikologis pasien yang lelah dalam bekerja, ataupun bersekolah terhadap tata ruang klinik yang sempit, pencahayaan klinik terlalu terang, dan warna ruang yang mencolok. Arsitektur perilaku adalah arsitektur yang membahas tentang hubungan antara tingkah laku manusia dengan lingkungannya, yang penerapannya selalu menyertakan pertimbangan-pertimbangan perilaku dalam perancangan. Untuk penyesuaian tata ruang klinik digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini merupakan cara mengamati fakta-fakta maupun Gambaran situasi yang ada yang kemudian dianalisis dengan mendeskripsikan. Klinik perawatan yang nyaman menjadi kebutuhan bagi setiap orang yang menginginkan kulit sehat, bersih, dan cantik. Arsitektur Perilaku sebagai landasan dalam menciptakan ruang dan lingkungan dengan memandang faktor perilaku (manusia) yang tidak terlepas dari psikologis dengan penerapan warna pada ruangan, pencahayaan yang tidak terlalu terang dan gelap, serta tingkat kebisingan pada ruang perawatan. Perawatan dan pelayanan terhadap pengguna biasanya membutuhkan ruangan administrasi, ruang tunggu, ruang konsultasi, dan ruang perawatan. Untuk mendapatkan penataan ruangan yang nyaman bagi pengguna akan diterapkan dengan Arsitektur Perilaku.
Peningkatan Urban Health Resilience dengan Strategi Retrofitting Elemen Rancang Kota pada Permukiman Padat
Aurelia Dewi;
Muhammad Sani Roychansyah;
Atrida Hadianti
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4872
Pertambahan penduduk perkotaan seringkali terjadi tanpa perencanaan yang memadai, terutama di kawasan pemukiman. Ini menyoroti kebutuhan untuk memikirkan kembali ruang perkotaan untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, bencana alam, kerusuhan sosial, dan wabah penyakit menular. COVID-19 telah menimbulkan pertanyaan tentang kerentanan kota terhadap masalah kesehatan, menyoroti perlunya langkah-langkah responsif dan adaptif. Konsep kota berbasis ketahanan kesehatan (Health Resilience) dapat menciptakan sistem kesehatan yang dapat merespon dan beradaptasi dengan tantangan baru, meningkatkan kesehatan. Strategi perkuatan diterapkan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan perkotaan (Urban Health Resilience) di permukiman padat penduduk, dengan fokus pada indikator seperti keragaman penggunaan lahan, kepadatan bentuk lingkungan, kualitas bentuk lingkungan, infrastruktur transportasi, konektivitas jalan, taman, rekreasi, serta akomodasi dan layanan darurat. Dengan meningkatkan perancangan kota melalui elemen rancang kota yang secara tidak langsung juga akan mengubah dan mendukung perilaku individu dan masyarakat untuk memiliki hidup yang lebih sehat. Berdasarkan penyelesaian dan penilaian yang diberikan diketahui bahwa penerapan tipe-tipe model retrofitting dapat diletakkan secara menyeluruh tidak memiliki perbedaan pada desain hanya saja terdapat perbedaan pada intensitas penerapan yang perlu untuk didahulukan dan menyesuaikan kebutuhan sesuai dengan konteks lingkungan yang ada untuk mencapai nilai tingkat ketahanan kesehatan kota (Urban Health Resilience) yang baik dan ideal.
Strategi Penyusunan Ruang dengan Pendekatan Kontekstual pada Perancangan Gedung Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Convention Center
aina, noor
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4698
Universitas Muhammadiyah Banjarmasin berencana mengembangkan berbagai fasilitas kampus salah satunya adalah Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Convention Center (UMBCC) yang memiliki fasilitas auditorium dan fasilitas penunjang berupa, penginapan dan ruang rapat, toko yang disewakan, serta cafetaria untuk civitas akademika kampus. Sebagai bangunan baru, dalam proses perancangan harus mempertimbangkan analisis tapak dan analisis ruang, agar mendapat konsep penyusunan ruang yang selaras dengan tapak serta kondisi eksisting sekitar yang sudah ada. Oleh sebab itu diperlukan pendekatan kontekstual yaitu sebuah pendekatan yang memperhatikan kondisi lingkungan sekitar baik fisik maupun non fisik. Tujuannya adalah mendapatkan desain/hasil rancangan berbasis kontekstual. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil yang didapat adalah: (1) Mengkoneksikan aktivitas dengan bangunan lainnya, menghasilkan prioritas kedekatan atau posisi ruang dalam sebuah bangunan yang semakin menambah keterhubungan antar bangunan sekitar, (2) Analisis aksesibilitas baik secara visual maupun secara pencapaian, dimana kita dapat menentukan letak terbaik untuk sebuah ruangan, (3) Adaptasi dan sinkronikasi terhadap karakteristik lingkungan sekitar dapat menentukan orientasi hadap ruang dan bangunan.
Content Creator Digital Center dengan Pendekatan Tema Arsitektur Kontemporer di Surabaya
Permanasari, Wahyu Dinda;
Widjajanti, Wiwik Widyo;
Atika, Firdha Ayu
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4972
Pada dasarnya proyek ini tidak hanya sebatas membangun sebuah ‘tempat membuat konten’ tapi wadah sekaligus tempat menambah wawasan tentang Content Creator Digital yang salah satunya tengah digandrungi oleh sebagian warga Surabaya dan sekitarnya terutama pada saat ini Content Creator Digital tidak hanya dimanfaatkan untuk waktu luang tetapi juga merambah ke mata pencaharian. Fungsi utama dari proyek ini adalah sebagai wadah dalam wujud suatu kelompok kreatif terhadap social media yang ada di Kota Surabaya ini yang dilengkapi dengan fasilitas utama dan penunjangnya yang merupakan wadah untuk memfasilitasi para konten kreator yang membutuhkan untuk membuat konten dengan fasiitas yang lebih lengkap.
Kajian Pustaka Terhadap Peran Kepemimpinan dalam Tindakan Pelestarian dan Pengelolaan Kota Pusaka
Pratiwi, Rian Adetiya;
Adishakti, Laretna T.
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4438
Kota pusaka adalah kota atau kabupaten yang memiliki keunggulan pusaka alam dan pusaka budaya, mencakup aspek budaya benda dan tak benda serta unsur kehidupan, ekonomi, dan sosial budaya. Perkembangan dan pembangunan yang pesat dari segi fisik serta infrastruktur kota saat ini memberikan tekanan besar pada kawasan kota yang memiliki nilai keunggulan pusaka. Jika hal ini terus berlanjut, kota bisa kehilangan nilai pusaka penting yang dimilikinya. Permasalahan umum yang sering terjadi pada kota adalah laju urbanisasi yang tinggi, dinamika tata kelola pemerintahan, perekonomian yang tidak merata, bencana alam dan manusia, masuknya budaya modern yang mendegradasi budaya lokal, serta kemunduran nilai budaya dalam masyarakat. Kota yang memiliki keunggulan nilai pusaka harus dapat mencerminkan jati diri dan kepribadiannya. Namun saat ini pelestarian dan pengelolaan pusaka seringkali tidak menjadi prioritas dalam pembangunan kota. Tujuan dari kajian ini adalah mengetahui peran kepemimpinan dalam tindakan pelestarian dan pengelolaan kota pusaka, dan pendekatan Historic Urban Landscape (HUL) dalam pelestarian kota pusaka. Kajian ini disusun dengan pendekatan studi kepustakaan, yakni dengan memanfaatkan sumber pustaka sekunder dan dokumen untuk memperoleh data penelitian tanpa turun ke lapangan. Data pada penelitian studi kepustakaan dapat bersumber dari beragam dokumen tertulis berupa jurnal, laporan seminar, buku, peraturan pemerintah, artikel berita baik dalam berbagai bentuk manual maupun digital. Hasil dari kajian ini akan memberikan gambaran peran kepemimpinan dalam tindakan pelestarian dan pengelolaan kota pusaka serta posisi pendekatan HUL yang dapat dijadikan sebagai dasar yang komprehensif dan terintegrasi dalam pelestarian kota pusaka.
Evaluasi dan Redesain Ruang Komunal Mahasiswa dengan Metode POE di Gedung Perkuliahan JTS, Polinema
Fajarwati, Anisah Nur
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4850
Gedung Perkuliahan Jurusan Teknik Sipil merupakan Gedung tertinggi pertama di Polinema yang terdiri dari 8 lantai dengan aktivitas yang padat. Kurangnya fasilitas ruang komunal mahasiswa menjadi permasalahan utama yang dibahas dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan metode campuran kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan POE (Post Occupancy Evaluation). Tahap dalam proses analisis POE terdiri dari planning the POE, conducting the POE, dan applying the POE. Di dalam penelitian ini kuesioner digunakan untuk menggali informasi dari pengguna ruang komunal dan juga untuk mencari solusi serta rekomendasi desain ruang komunal mahasiswa yang nyaman. Data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari observasi dan data skeunder dari penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kenyamanan audio dan kenyamanan ruang memiliki skor terendah sehingga perlu dilakukan peningkatan secara kualitas dan kuantitas. Ruang komunal mahasiswa di Gedung JTS, Polinema merupakan jenis ruang komunal tertutup karena terletak di dalam bangunan dengan memanfaatkan selasar dan lobi lantai 1, 2, dan 3. Evaluasi temuan hasil POE, ditinjau dari tiga aspek, aspek fungsional, teknis, dan perilaku. Hasil evaluasi ketiga aspek menunjukkan bahwa kurangnya ketersediaan fasilitas penunjang ruang komunal membuat mahasiswa kurang nyaman berada di dalamnya. Perlu adanya redesain interior yang eye catching untuk meningkatkan kenyamanan dan menarik mahasiswa supaya giat berkativitas di ruang komunal.
Analisis Arsitektur Perilaku pada Interior Klinik Kecantikan di Medan
Larasati, Gandra;
Fitri, Rahmadhani
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4408
Perkembangan zaman era modern saat ini, perawatan kulit sangat diperlukan untuk kaum wanita dan lelaki untuk menjaga kesehatan kulit serta dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam penampilan. Melakukan perawatan kulit dapat ditemukan diklinik kecantikan, pemeriksaan akan dilakukan oleh Dokter, dan adanya perawat yang siap membantu dalam perawatan. Klinik kecantikan terbuka umum untuk pasien dari kalangan orang tua, remaja, dan pekerja sehingga hal ini dapat mempengaruhi psikologis pasien yang lelah dalam bekerja, ataupun bersekolah terhadap tata ruang klinik yang sempit, pencahayaan klinik terlalu terang, dan warna ruang yang mencolok. Arsitektur perilaku adalah arsitektur yang membahas tentang hubungan antara tingkah laku manusia dengan lingkungannya, yang penerapannya selalu menyertakan pertimbangan-pertimbangan perilaku dalam perancangan. Untuk penyesuaian tata ruang klinik digunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif ini merupakan cara mengamati fakta-fakta maupun Gambaran situasi yang ada yang kemudian dianalisis dengan mendeskripsikan. Klinik perawatan yang nyaman menjadi kebutuhan bagi setiap orang yang menginginkan kulit sehat, bersih, dan cantik. Arsitektur Perilaku sebagai landasan dalam menciptakan ruang dan lingkungan dengan memandang faktor perilaku (manusia) yang tidak terlepas dari psikologis dengan penerapan warna pada ruangan, pencahayaan yang tidak terlalu terang dan gelap, serta tingkat kebisingan pada ruang perawatan. Perawatan dan pelayanan terhadap pengguna biasanya membutuhkan ruangan administrasi, ruang tunggu, ruang konsultasi, dan ruang perawatan. Untuk mendapatkan penataan ruangan yang nyaman bagi pengguna akan diterapkan dengan Arsitektur Perilaku.
Penerapan Arsitektur Ekologis Pada Desain Revitalisasi Kasawan Wisata Alam Gunung Beruk Ponorogo
Elviana, Eva;
Maharani, Rizka Tiara;
lesmana, diyan
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4863
Kawasan wisata alam Gunung Beruk Ponorogo, mengalami degradasi semenjak adanya pandemic Covid 19, yang mengharuskan kawasan ini ditutup sementara waktu untuk kunjungan wisata. Dengan tidak adanya kegiatan dalam kawasan, menjadikan beberapa fasilitas menjadi rusak, tanaman tumbuh liar tanpa pemeliharaan, sehingga menjadikan kawasan disini menurun kualitasnya. Arsitektur Ekologis merupakan arsitektur yang berwawasan lingkungan, sangat mempertimbangkan hubungan antara manusia dengan lingkungannya dengan meminimalisir kerusakan lingkungannya. Dengan mengandalkan unsur pokok pada udara, air, tanah (bumi) dan energy (api), akan digunakan sebagai pertimbangan dalam mendisain kembali kawasan wisatanya melalui upaya revitalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana penerapan arsitektur ekologis dalam mendisain fasilitas dan merevitalisasi kawasan, agar tidak hanya diperoleh peningkatan ekonomi namun juga peningkatan kualitas visualnya. Metode penelitian digunakan teknik observasi lapangan pada kawasan Gunung Beruk, dan dianalisis secara kualitatif. Selanjutnya digunakan metode pragmatic dalam menghasilkan desain kawasannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan arsitektur ekologis dapat diselaraskan dengan alam sekitarnya, serta dapat mengurangi efek kerusakan lingkungannya.
Peningkatan Urban Health Resilience dengan Strategi Retrofitting Elemen Rancang Kota pada Permukiman Padat
Dewi, Aurelia;
Roychansyah, Muhammad Sani;
Hadianti, Atrida
Tekstur (Jurnal Arsitektur) Vol 4, No 2 (2023): Tekstur
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31284/j.tekstur.2023.v4i2.4872
Pertambahan penduduk perkotaan seringkali terjadi tanpa perencanaan yang memadai, terutama di kawasan pemukiman. Ini menyoroti kebutuhan untuk memikirkan kembali ruang perkotaan untuk meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim, bencana alam, kerusuhan sosial, dan wabah penyakit menular. COVID-19 telah menimbulkan pertanyaan tentang kerentanan kota terhadap masalah kesehatan, menyoroti perlunya langkah-langkah responsif dan adaptif. Konsep kota berbasis ketahanan kesehatan (Health Resilience) dapat menciptakan sistem kesehatan yang dapat merespon dan beradaptasi dengan tantangan baru, meningkatkan kesehatan. Strategi perkuatan diterapkan untuk meningkatkan ketahanan kesehatan perkotaan (Urban Health Resilience) di permukiman padat penduduk, dengan fokus pada indikator seperti keragaman penggunaan lahan, kepadatan bentuk lingkungan, kualitas bentuk lingkungan, infrastruktur transportasi, konektivitas jalan, taman, rekreasi, serta akomodasi dan layanan darurat. Dengan meningkatkan perancangan kota melalui elemen rancang kota yang secara tidak langsung juga akan mengubah dan mendukung perilaku individu dan masyarakat untuk memiliki hidup yang lebih sehat. Berdasarkan penyelesaian dan penilaian yang diberikan diketahui bahwa penerapan tipe-tipe model retrofitting dapat diletakkan secara menyeluruh tidak memiliki perbedaan pada desain hanya saja terdapat perbedaan pada intensitas penerapan yang perlu untuk didahulukan dan menyesuaikan kebutuhan sesuai dengan konteks lingkungan yang ada untuk mencapai nilai tingkat ketahanan kesehatan kota (Urban Health Resilience) yang baik dan ideal.