cover
Contact Name
Munirah Tuli
Contact Email
munirahtuli@ung.ac.id
Phone
+62251-8622935
Journal Mail Official
marfish.journal@gmail.com
Editorial Address
Department of Fisheries Resources Utilization Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Bogor Agricultural University.
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
ISSN : 20874235     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.29244/jmf.6.2.109-117
Core Subject : Social,
Aims: MARINE FISHERIES aims to publish an original research focused on technology and management of capture fisheries, such as fishing equipment, management and transportation of fishing vessel, port management, and technology of capture fisheries.
Articles 311 Documents
SELEKSI KOMODITAS DAN TEKNOLOGI PENANGKAPAN IKAN UNGGULAN DI KABUPATEN KEPULAUAN ANAMBAS (The Superior Commodity and Fishing Technology Selection in Anambas Island Regency) Lilly Aprilya Pregiwati; Budy Wiryawan; Sugeng Hari Wisudo; Arif Satria
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.458 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.113-122

Abstract

ABSTRACTRumpon or Fish Aggregating Devices (FADs) had been used by purse seine and handline fishermen in Pacitan Regency since 2005. The use of rumpon has been associated with the catching of immature fishes in large number that would disrupt the sustainability of fish resources.  The aims of this study were to measure fishing productivity of purse seine and handline fleets operated around FADs deployed in eastern Indian Ocean waters and analyze the size distribution and gonad maturity index of the catch. This study was conducted at Tamperan Fishing Port of the Pacitan Regency, East Java Province. Daily fish landing data from both fishing fleets were collected from the Tamperan auction hall from January to December 2014 for productivity calculation. About 289 fish samples from 6 dominant species was taken randomly on-board of 3 purse seine and 2 handlines vessels from 8 different FADs for size distribution and gonad analysis. The average productivity of purse seine fleets in 2014were 6,7 tonnes/trip (s = 5 tonnes/trip) while handling fleets average productivity were 0,9 tons/trip (s = 0,6 tons/trip. Purse seine catch were dominated by immature and juvenile fish while handlines catch were larger and already mature fishes.Keywords:FADs, fishing productivity, gonad analysisABSTRAK Rumpon atau Fish Aggregating Devices (FADs) telah digunakan oleh nelayan pukat cincin dan pancing ulur di Kabupaten Pacitan sejak tahun 2005. Penggunaan rumpon seringkali dihubungkan dengan penangkapan ikan yang belum dewasa dalam jumlah yang terlalu banyak sehingga dapat mengganggu keberlanjutan sumber daya ikan.  Penelitian ini bertujuan untuk menghitung produktivitas alat tangkap pukat cincin dan pancing ulur yang dioperasikan dengan menggunakan alat bantu rumpon yang dipasang di Samudera Hindia bagian timur dan menganalisis ukuran dan tingkat kematangan gonad hasil tangkapannya. Penelitian ini dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Tamperan, Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur. Data pendaratan ikan harian selama bulan Januari hingga Desember 2014 diperoleh dari unit pelaksana teknis tempat pelelangan ikan Tamperan untuk perhitungan produktivitas.  Adapun sampel ikan sebanyak 289 ekor diambil dari 3 unit kapal pukat cincin dan 2 unit kapal pancing ulur yang beroperasi di 8 rumpon yang berbeda untuk analisis sebaran ukuran dan tingkat kematangan gonad ikan hasil tangkapan. Produktivitas rata-rata pada tahun 2014 untuk alat tangkap pukat cincin yaitu sebesar 6,7 ton/trip (s = 5 ton/trip), sedangkan pancing ulur yaitu sebesar 0,9 ton/trip (s = 0,6 ton/trip). Hasil tangkapan pukat cincin didominasi oleh ikan berukuran kecil dan belum dewasa, sedangkan pancing ulur menangkap ikan yang berukuran lebih besar dan telah dewasa.Kata kunci: rumpon, produktivitas penangkapan, analisis gonad
Preview Yopi Novita
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.961 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.1.%p

Abstract

MARINE FISHERIES: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut, merupakan media publikasi dari hasil-hasil penelitian/kajian di bidang teknologi dan manajemen perikanan laut secara luas.  Jurnal ini dikelola oleh Forum Komunikasi dan Kemitraan Perikanan Tangkap (FK2PT) dan Departemen Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (PSP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, yang diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan Mei dan November.  Ketua Editor:Dr. Yopi Novita, S.Pi, M.Si. Dewan Editor:Dr. Ir. Budhi Hascaryo Iskandar, M.Si.(IPB, Teknologi Perikanan Laut)Dr. Mochammad Riyanto, S.Pi, M.Si. (IPB, Teknologi Perikanan Laut)Dr.Ir. Fonny JL. Risamasu, M.Si.(UNDANA, Teknologi Perikanan Laut)Dr. Suparman Sasmita, S.Pi,M.Si.(BPPI, Teknologi Perikanan Laut)Prof.Dr.Ir. Domu Simbolon, M.Si.(IPB, Manajemen dan Kebijakan Perikanan Laut)Dr.Ir. Tri Wiji Nurani, M.Si.(IPB, Manajemen dan Kebijakan Perikanan Laut)Dr.  Eko Sri Wiyono, S.Pi,M.Si.(IPB, Manajemen dan Kebijakan Perikanan Laut)Akhmad Solihin, S.Pi, MH.(IPB, Manajemen dan Kebijakan Perikanan Laut)Dr. Irfan Yulianto, S.Pi,M.Si.(WCS, Manajemen dan Kebijakan Perikanan Laut) Editor Teknis:Didin Komarudin, S.Pi, M.Si.Ima Kusumanti, S.Pi, M.Sc.Oktavianto P. Darmono, S.Pi, M.Si.Yuningsih Biaya penulisan MARINE FISHERIES: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut sebesar Rp. 1.000.000 per naskah. Harga berlangganan sebesar Rp 125.000 per tahun atau Rp 75.000 per eksemplar pembayaran dilakukan ke BNI Cabang Bogor No. Rekening 0369173065, a.n. Yopi Novita.Alamat Redaksi: Departemen Pemanfaatan Sumber daya Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor, Jl. Lingkar Kampus, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680,  Telp (0251) 8622935, Fax (0251) 8421732,  Email:  marfish.journal@gmail.com. 
REVIEW INDIKATOR DARI INDEK PSA NOAA UNTUK IKAN PELAGIS KECIL (TEMBANG: Sardinella sp.; Famili Clupeidae) DAN IKAN DEMERSAL (KURISI: Nemipterus sp.; Famili Nemipteridae) . Yonvitner; Isdradjad Setyobudiandi; Ahmad Fachrudin; Ridwan Affandi; Etty Riani; Nurfitri Triramdani
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (492.416 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.123-135

Abstract

ABSTRACTFishing activity have been caused change of fish's structure community and stock depletion.  In the future, this phenomenon also give impact to disturbance the stock sustainability. The study of vulnerability to be relevant before decide that stock has been depleted. The vulnerability study that has been developing based on productivity indicator, particularly for big pelagic fish. This research was conducted from any sources data that relevant to review indicator performance based on statistic approach with mean and confidence interval. PSA parameter for Sardinella and Nemipterus differ from others. This data relevant to apply as reference point for tropical small pelagic fish.Keywords: demersal, indicator, pelagic, performance, PSA ABSTRAKAktifivitas penangkapan terus mendorong terjadinya perubahan struktur komunitas ikan yang dapat menyebabkan penurunan stok dan keberlanjutan. Kajian kerentanan menjadi relevant sebelum memutuskan bahwa stok tersebut diambang penurunan. Kajian kerentanan yang dikembangkan selama ini adalah kelompok ikan pelagis besar.  Kajian ini dilakukan untuk merevisi indikator produktivitas sehingga bisa adaptif bagi ikan pelagis kecil. Data dikumpulkan dari berbagai sumber data sekunder untuk kemudian diolah secara statistik dengan pendekatan nilai rataan (mean) dan confidence interval untuk menentukan batas atas dan batas bawah. Hasil kajian menunjukkan bahwa parameter PSA untuk ikan tembang secara umum berubah dari kriteria PSA sebelumnya, begitu juga dengan ikan kurisi. Hasil modifikasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai reference point bagi ikan pelagis kecil dalam analisis PSA yang lebih tepat bagi ikan ikan tropis.Kata kunci: demersal, indikator, pelagis, performa, PSA
MODEL MANAJEMEN RANTAI PASOK INDUSTRI PERIKANAN TANGKAP BERKELANJUTAN DI PROPINSI MALUKU (The Ideal Model of Supply Chain Management of Sustainability Industrial Capture fisheries in Maluku Province) Siti Chairiyah Batubara; M. Syamsul Maarif; . Marimin; Hari Eko Irianto
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (732.559 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.137-148

Abstract

ABSTRACTDesigning and managing Industrial capture fisheries Supply Chain is complex and its faces socially bound uncertainties such as poor collaboration, communication and information sharing. Such complexity cannot be reduced through quantitative supply chain design and management techniques.  The aim of this study was design an industrial capture fisheries supply chain in Maluku Province using Soft System Methodology. Multi Dimensional Scaling (MDS)and SCOR was applied in analyzing situational conditions related to the sustainability and performance of industrial capture fisheries. Analysis on capture fisheries shows in less sustainable category (43.91)and  the performance of both fishermen and company indicate an excellent and good grade. SSM analysis generated root definitions: Ministry of Marine Fisheries, Department of Marine, regional institution and stakeholder of the supply chain (O) realize the sustainable fishing industry and implementation of reliable activities in the fisheries sector and competitive globally (W) which integrates all the units along supply chain and coordinate the flow of materials, information and finance ranging from such aspects : production, downstream industries (handling and processing), up to marketing (T) of the Fishermen, industries processing (C) on the entire supply chain through  effective and efficient mechanism (E) as well as coordination both center and regional institution (A) related to quality and standardization of fishery products, distribution, infrastructure, data and information on fisheries (T)". The supply chain management of sustainable fishing industry model was developed by 20 activties. Improvement of Industrial capture fisheries supply chain in Maluku Province can be reached by doing activities within relevant system.Keywords: industrial capture fisheries, Multi Dimensional Scalling, SCOR, supply chain, SSM ABSTRAKMerancang manajemen rantai pasok industri perikanan tangkap merupakan hal yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mendisain model manajemen rantai pasok industri perikanan tangkap yang ideal di Propinsi Maluku. Soft System Methodology (SSM) digunakan sebagai pendekatan kajian yang didukung oleh Multi Dimensional Scalling (MDS) untuk mengukur keberlanjutan industri perikanan tangkap dan Supply Chain Operation Reference(SCOR) untuk menganalisis kinerja industri perikanan tangkap.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlanjutan industri perikanan tangkap berada pada kategori kurang berkelanjutan dan kinerjanelayan dan perusahaan berada pada kategori sangat baik dan baik. Analisis SSM menghasilkan root definition “Kementerian Kelautan Perikanan, Dinas Kelautan, PEMDA dan pelaku rantai pasok (O) mewujudkan industri perikanan tangkap yang berkelanjutan dan terselenggaranya aktivitas  di sektor perikanan yang andal dan mempunyai daya saing secara global (W) yang mengintegrasikan  semua unit dalam rantai pasok dan mengkoordinasikan  aliran material, informasi dan keuangan mulai dari aspek produksi, industri hilir (handling dan processing), hingga ke pemasaran (T) dari para Nelayan, industri-industri pengolah (C) pada seluruh rantai pasok  melalui mekanisme yang efektif dan efisien (E) serta koordinasi kelembagaan pusat dan daerah (A) terkait mutu dan standardisasi produk perikanan, distribusi, sarana prasarana, infrasrtuktur serta data dan informasi perikanan (T)”. Model manajemen rantai pasok industri perikanan tangkap di Propinsi Maluku dibangun atas 20 aktivitas. Perbaikan rantai pasok industri perikanan tangkap dapat dicapai dengan melakukan aktivitas-aktivitas dalam model konseptual yang dibangun.Kata kunci:  industri perikanan tangkap, Multi Dimensional Scalling, SCOR, rantai pasok,SSM
STRATEGI PERENCANAAN IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENGOLAHAN DATA PENANGKAPAN IKAN DI KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Pandu Saptoriantoro; . Mustaruddin; John Haluan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.919 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.149-162

Abstract

ABSTRACTMinistry of Marine Affairs and Fisheries Republic of Indonesia has a management information system on data processing of fishing surveillance. The information system can be useful if the system is works successfully. This research aim to formulate a strategic plan for the successful implementation of management information systems of data processing fisheries resources surveillance. Elements of the system on strategy was condected by using interpretative structural modeling (ISM), which is a strategic planning technique. The results show for the implementation of the model, there are seven elements of the system that need to be considered. Seven elements of the system with each sub element key, namely Directorat General PSDKP as affected sectors, support policies / regulations, conflict of interest between units echelon 1, up date data licensing continuity and fixed information technology (IT) expert. The implementation of fisheries resources surveillance program by IT based, mostly regional operators started to use information systems surveillance of fishery resources, increased access to data and information across echelons in MMAF and involvement MMAF as agencies involved in the success of the program.Keywords: Directorate of fisheries resources surveillance and management, information system,        implementing strategy, ISMABSTRAKKementerian Kelautan dan Perikanan  memiliki sistem informasi manajemen pengolahan data pengawasan penangkapan ikan. Sistem informasi tersebut berguna jika dalam implementasi sistem berhasil dengan baik. Penelitian  ini  bertujuan merumuskan rencana strategis untuk keberhasilan implementasi sistem informasi manajemen pengolahan data pengawasan perikanan tersebut. Strategi penerapan implementasi sistem informasi dilakukan dengan teknik interpretative structural modelling (ISM). Elemen sistem pada strategi perencanaan implementasi sistem informasi, yaitu Direktorat jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Prikanan (PSDKP) sebagai sektor yang terpengaruh, dukungan kebijakan/peraturan, up datedata perizinan yang kontinuitas dan tenaga ahli Teknologi Informasi (IT), terlaksananya program pengawasan sumber daya perikanan berbasis IT, sebagian besar operator daerah mulai menggunakan sistem informasipengawasan sumber daya perikanan, peningkatan akses data dan informasi lintas eselon lingkup Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dan  keterlibatan Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai lembaga yang terlibat dalam keberhasilan program.Kata kunci:  Dit. PPSDP, Sistem Informasi, Strategi implementasi, ISM
PERSEPSI DAN KEPATUHAN NELAYAN TANJUNGBALAI ASAHAN SUMATERA UTARA DALAM MENDUKUNG PERIKANAN TANGKAP YANG BERKELANJUTAN (Fishermen’s Perception and Compliance to Support Sustainable Capture Fisheries in Tanjungbalai Asahan, North Sumatra) Benardo Nababan; Eko Sri Wiyono; . Mustaruddin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.218 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.163-174

Abstract

ABSTRACTThe government’s programs on the sustainability of fisheries management had not been fully supported by fishermen. We had conducted a research in Tanjungbalai Asahan, North Sumatra to understand the fishermen’s perception on the criteria’s of environmental friendly fishing gears, perception about the exsistence of fisheries resources, and the compliance to the rule. The results showed that the fishermen who use selective gears (such as: traps and dregdes) had better understanding on the criteria’s of environmentally friendly fishing gears than the fishermen who use unselective gears (such as: trawls and  pushnets). The fishermen who use gillnets scored the exsistence of fisheries resources lower than others. The fishermen who use trawls and pushnets had the lowest compliance, while traps had the highest. There was a correlation between fisherman’s perception (about the criteria’s of environmentally friendly fishing gear and about the sustainable fisheries)  and the compliance to the rule.Keywords: Code of Conduct for Responsible Fisheries, Compliance, Perception, Sustainable, Tanjungbalai AsahanABSTRAKProgram pemerintah dalam pengelolaan perikanan yang berkelanjutan belum sepenuhnya mendapat respon yang baik dari nelayan. Nelayan banyak yang tidak mematuhi aturan yang berlaku, seperti; penggunaan alat tangkap yang dilarang, tidak memiliki dokumen perizinan, dan tidak melaporkan hasil tangkapan. Penelitian telah dilakukan di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara yang bertujuan untuk mengetahui persepsi nelayan terhadap kriteria alat penangkap ikan yang ramah lingkungan menurut Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF), persepsi terhadap keberadaan sumberdaya perikanan, dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nelayan yang menggunakan alat tangkap yang lebih selektif (seperti: bubu dan penggaruk) menilai kriteria alat penangkap ikan yang ramah lingkungan lebih baik daripada nelayan yang menggunakan alat tangkap yang kurang selektif (seperti: pukat tarik dan pukat dorong). Nelayan yang menggunakan jaring insang menilai keberadaan sumberdaya perikanan dengan skor yang lebih rendah daripada nelayan lainnya. Nelayan pukat tarik dan pukat dorong memiliki kepatuhan yang paling rendah, sedangkan nelayan bubu memiliki kepatuhan yang paling tinggi. Terdapat korelasi antara persepsi nelayan (persepsi terhadap kriteria alat tangkap ramah lingkungan dan persepsi terhadap keberadaan sumberdaya perikanan) dengan kepatuhan terhadap aturan.Kata kunci:         Tata Laksana Perikanan Bertanggungjawab, Kepatuhan, Persepsi, Berkelanjutan, Tanjungbalai Asahan
HANG-IN RATIO GILLNET DASAR DAN PENGARUHNYA TERHADAP KARAKTERISTIK HASIL TANGKAPAN LOBSTER (Panulirus SPP.) DI PALABUHANRATU JAWA BARAT (Hang-in Ratio Effect of Bottom Gillnet on Characteristic of Lobster (Panulirus spp.) in the Palabuhanratu, West Java) Liya Tri Khikmawati; Sulaeman Martasuganda; Fedi Alfiadi Sondita
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.941 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.175-186

Abstract

ABSTRACTHang-in ratio (HR) will determine the characteristics of lobster caught by bottom gillnet, e.g number, size (weight and length) and quality. Higher hang-in ratio means more net material needed per length unit to develop a set of bottom gillnet.  At the same time, higher hang-in ratio may increase the probability of lobster being entangled, so it can decrease the quality of the catches. The purpose of this study was to determine the optimum design of bottom gillnet in Palabuhanratu, West Java by considering the effect of different hang-in ratio (52%; 41% and 29%) on the characteristics of lobster caught, easier of releasing the catches from the net, and the material needed. A field work was carried out to perform an experimental fishing consisted of 23 fishing trips during October to November 2016. Statistical tests did not show any effect of the hang-in ratio. Based on scoring method, the best hang-in ratio is 29% due to capture the number of types of catches at least, easier of releasing catches from the net and fewest material needed.Keywords: bottom gillnet, hang-in ratio, lobster, PalabuhanratuABSTRAKPenggunaan hang-in ratio (HR) akan berpengaruh terhadap karakteristik hasil tangkapan lobster yang ditangkap dengan jaring insang dasar, seperti: jumlah, berat, panjang dan kualitas (kelengkapan tubuh). Penggunaan hang-in ratio yang besar akan meningkatkan penggunaan bahan atau mata jaring persatuan panjang dalam pembuatan satu unit jaring insang dasar. Penggunaan hang-in ratio yang besar pada jaring mengakibatkan semakin sulit lobster dilepaskan dari puntalan jaring karena tingkat kekenduran jaring yang tinggi. Jika tidak berhati-hati saat melepaskan lobster dari puntalan jaring dapat mematahkan bagian tubuh lobster (menurunkan kualitas hasil tangkapan). Tujuan penelitian adalah menentukan desain terbaik jaring insang dasar dengan melihat perbedaan hasil tangkapan, kemudahan melepaskan hasil tangkapan dari jaring dan penggunaan bahan jaring dari hang-in ratio yang berbeda, yaitu (52%, 41% dan 29%) di Palabuhanratu, Jawa Barat. Penelitian eksperimen ini dilaksanakan pada bulan Oktober sampai November 2016 dengan 23 kali trip penangkapan. Uji statistik penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga jenis hang-in ratiotidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap karakteristik hasil tangkapan lobster. Namun, berdasarkan skoring HR terbaik yang digunakan pada jaring adalah 29% karena menangkap jumlah jenis hasil tangkapan paling sedikit, lebih mudah melepaskan hasil tangkapan dari jaring, membutuhkan bahan jaring paling sedikit.Kata kunci:  jaring insang dasar, hang-in ratio, lobster, Palabuhanratu
PERAN PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA NIZAM ZACHMAN DALAM MENDUKUNG INDUSTRI TUNA (The Role of Nizam Zachman Oceanic Fishing Port to Support Tuna Industries) Roma Y.F Hutapea; Iin Solihin; Tri Wiji Nurani
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.821 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.187-198

Abstract

ABSTRACTNizam Zachman Oceanic Fishing Port (OFP) has basic facilities, supportive facilities, and functional facilities that are needed for fishing activities in the port. The role of Nizam Zachman OFP as one of the largest tuna fishing ports in Indonesia is to support the availability of facilities required by each tuna industry stakeholders. The aimed of the research were to determine the role of Nizam Zachman OFP in providing support facilities and services in the activities of tuna fishing industries; and to determine the level of interest tuna stakeholders and level performance of Nizam Zachman OFP. Data analysis were carried out using a scoring method based on Ministry Regulation of Marine Affair and Fisheries number 8/PERMEN-KP/2012 about Fisheries Port then adapted to the conditions in the sites and analyze the level of interest and performance level with IPA (Importance Performance Analysis). The results showed that the role of Nizam Zachman OFP was good in production activities, infrastructure and public services, and there were still several service atributes performance that still have to be improved by the fishing port authority.Keywords: tuna industries, IPA, Nizam Zachman, fishing port role, scoring               ABSTRAKPelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman memiliki fasilitas pokok, fasilitas penunjang, dan fasilitas fungsional yang sangat dibutuhkan dalam setiap aktivitas perikanan di pelabuhan. Peran PPS Nizam Zachman sebagai salah satu pelabuhan perikanan tuna terbesar di Indonesia dalam menunjang ketersediaan fasilitas diperlukan oleh setiap stakeholder industri tuna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peran PPS Nizam Zachman dalam menyediakan fasilitas pendukung dan pelayanan dalam kegiatan industri perikanan tuna; dan menentukan tingkat kinerja PPS Nizam Zachman serta tingkat kepentingan  stakeholder tuna. Analisis data dilakukan dengan pembobotan atau scoring berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 8/PERMEN-KP/2012 tentang Kepelabuhanan Perikanan yang kemudian disesuaikan dengan kondisi di lokasi penelitian.  Selanjutnya dilakukan analisis tingkat kepentingan dan kinerja dari PPS Nizam Zachman dengan menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PPS Nizam Zachman berperan baik dalam aktivitas produksi, sarana prasarana dan pelayanan umum dan terdapat beberapa atribut pelayanan PPS Nizam Zachman yang masih harus ditingkatkan kembali kinerjanya.Kata kunci: industri tuna, IPA, Nizam Zachman, peran pelabuhan perikanan, skoring
TINGKAT KETERGANTUNGAN DAN PERSEPSI NELAYAN PANCING ULUR TERHADAP SUMBERDAYA IKAN DI PRIGI TRENGGALEK JAWA TIMUR (Dependency and Perception of Handline Fishermen towards Fish Resources at Prigi Trenggalek East Java) Nora Akbarsyah; Eko Sri Wiyono; Iin Solihin
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.584 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.199-210

Abstract

ABSTRACTThis  study  aimed  to  describe  dependence  and  perception  of  fisheries  resources  of handline fishers  at  Prigi  Trenggalek.  This  research  was  conducted  at Prigi,  Watulimo, Trenggalek District in Oktober until December 2014. The analysis used Multy Criteria Analysis and descriptive method. Respondents to the survey are 10% from all the handline fishermen. Each respondent  represents  each household.  Results showed that  group C have an highest  dependence  toward  fisheries  resource.  The  group  think  that  Prigi  still  has  much resources and the total catch not change in ten years later. Keywords: dependency, fisher, hand line, fisheries resources, perception ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat ketergantungan dan persepsi nelayan pancing ulur di Prigi Trenggalek terhadap sumberdaya ikan yang ada disana. Pengambilan data lapangan bertempat di Prigi Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek Jawa Timur pada bulan Oktober sampai dengan Desember 2014. Sampel dalam penelitian ini yaitu 10% dari jumlah total nelayan pancing ulur. Satu responden mewakili satu rumah tangga nelayan. Metode analisis menggunakan Multi Criteria Analysis dan metode deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok nelayan yang mempunyai jumlah alat tangkap lebih banyak mempunyai ketergantungan yang paling tinggi diantara seluruh kelompok. Kelompok nelayan yang mempunyai ketergantungan tinggi berpendapat bahwa jumlah sumberdaya ikan di Prigi masih banyak.Kata kunci: ketergantungan, nelayan, pancing ulur, sumberdaya Ikan, persepsi
PENENTUAN PRIORITAS WILAYAH KERJA UNTUK PENINGKATAN PENGAWASAN PERIKANAN DI WPP NRI 711 (Priority Determination of Working Area For Surveillance Improvement in Indonesia Fisheries Management Area 711 (WPP NRI 711)) Yaser Krisnafi; Budhi Hascaryo Iskandar; Sugeng Hari Wisudo; John Haluan
Marine Fisheries : Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut
Publisher : Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (478.527 KB) | DOI: 10.29244/jmf.8.2.211-221

Abstract

ABSTRACTThe Fisheries Management Area of Republic Indonesia or often abbreviated as WPP-NRI is a fisheries management area for fishing, conservation, research and fisheries development covering inland waters, archipelagic waters, territorial sea, additional zones and the Exclusive Economic Zone of Indonesia (ZEEI). Priority of selection work unit surveillance as the base pier becomes something very important because the pier of the surveillance vessel becomes a major requirement. The base pier is not just a place to moor the vessel but the base pier becomes a function of ongoing surveillance operations. In this case the facilities and facilities of the base pier should be able to provide facilities as well as ease in supporting surveillance operations activities.Problem in selection of prioritization unit of work is a complex problem, it needs a method to overcome them.TOPSIS is one of decision making method capable for solving the problem of multi-criteria, TOPSIS working principle is the chosen alternative should have the closest distance from the positive ideal solution and the farthest from the most negative solution.The result of testing on 11 alternatives in 6 criteria showed that development priority area for fisheries surveillance work units in WPP NRI 711 were: Batam (score 0,672) work unit Pontianak (score 0,671), and Natuna (score 0,647).The results of the ranking are to be used as a reference for determining the improvement surveillance strategy and to minimize losses due to illegal fishing of the natural resources in the region of WPP NRI711 in Indonesia.Keywords: TOPSIS, work unit, WPP NRI 711ABSTRAKWilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia atau sering disingkat dengan WPP NRI merupakan wilayah pengelolaan perikanan untuk penangkapan ikan, konservasi, penelitian, dan pengembangan perikanan yang meliputi perairan pedalaman, perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, dan Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia (ZEEI). Prioritas pemilihan UPT Pengawasan SDKP (Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) sebagai dermaga pangkalan menjadi sesuatu yang sangat penting dikarenakan dermaga kapal pengawas menjadi suatu kebutuhan yang paling utama. Dermaga pangkalan bukan hanya sebatas tempat untuk tambat kapal saja melainkan dermaga pangkalan menjadi sebuah fungsi berlangsungnya kegiatan operasi pengawasan. Dalam hal ini adalah sarana dan fasilitas dermaga pangkalan harus mampu memberikan fasilitas serta kemudahan dalam mendukung kegiatan operasi pengawasan. Permasalahan penentuan prioritas pemilihan satker merupakan masalah yang komplek maka diperlukan suatu metode untuk membantu mengatasinya. TOPSIS adalah metode pengambilan keputusan yang mampu menyelesaikan masalah multi-criteria. Prinsip kerja TOPSIS adalah alternatif yang dipilih harus memiliki jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif. Dari pengujian 11 alternatif dari 6 kriteria didapatkan prioritas pengembangan satuan kerja wilayah pengawasan perikanan di WPP 711 adalah: Satker Batam = 0,672; Satker Pontianak = 0,671 dan Satker Natuna = 0,647. Hasil perangkingan tersebut akan dijadikan acuan sebagai dasar penentuan strategi peningkatan pengawasanwilayah perikanan di WPP 711 sehingga mampu meminimalisasi kerugian negara akibat pencurian SDA di wilayah WPP 711 Indonesia.Kata kunci: TOPSIS, unit kerja, , WPP NRI 711

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 1 (2026): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 16 No. 2 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 16 No. 1 (2025): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 2 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 15 No. 1 (2024): Marine Fisheries: Journal of Marine Fisheries Technology and Management Vol. 14 No. 2 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 14 No. 1 (2023): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 13 No. 2 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 13 No. 1 (2022): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 12 No. 2 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 12 No. 1 (2021): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 11 No. 2 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 11 No. 1 (2020): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 10 No. 2 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 10 No. 1 (2019): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 9 No. 2 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 9 No. 1 (2018): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 8 No. 2 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 8 No. 1 (2017): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 7 No. 2 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 7 No. 1 (2016): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 6 No. 2 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 6 No. 1 (2015): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 5 No. 2 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 5 No. 1 (2014): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 4 No. 2 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 4 No. 1 (2013): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 3 No. 2 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 3 No. 1 (2012): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 2 No. 2 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 2 No. 1 (2011): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut Vol. 1 No. 2 (2010): Marine Fisheries: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Laut More Issue