cover
Contact Name
Muhtar
Contact Email
muhtarbima@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
nursingbima@gmail.com
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Mataram Kampus C, Program Studi Keperawatan Bima Jl. Gatot Soebroto No. 07 Sadia Kota Bima
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Bima Nursing Journal
ISSN : 27156834     EISSN : 27156834     DOI : https://doi.org/10.32807/bnj.v2i2
Core Subject : Health,
Bima Nursing Journal is a nursing journal published by Poltekkes Kemenkes Mataram. This journal focuses on original research about nursing care delivery, organization, management, workforce, policy, and research methods relevant to nursing and other health professions related to nursing. The journal particularly welcomes studies that aim to evaluate and understand complex health care and nursing care interventions and health policies which employ the most rigorous designs and methods appropriate for the research question of interest. All accepted articles will be published on an open-access basis and will be freely available to all readers with worldwide visibility and coverage. The scope of Bima Nursing Journal includes, but is not limited to the research results of Fundamentals of Nursing, Management in Nursing, Medical-surgical Nursing, Critical Care Nursing, Emergency and Trauma Nursing, Oncology Nursing Community Health Nursing, Occupational Health Nursing, Mental Health Nursing, Holistic Nursing, Geriatric Nursing, Family Nursing, Maternity Nursing, Pediatric Nursing, Education in Nursing, Nursing Policies, Legal Nursing, Advanced Practice Nursing and Nursing Informatics.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 2 (2025): Mei" : 10 Documents clear
Persepsi Remaja Pada Pernikahan Dini di Nipah Provinsi NTB Purwana, Eka Rudy; Sulaeman, Ridawati; Purnamawati, Dewi; Tambunan, Jansen Parlaungan; Sumartini, Ni Putu
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1554

Abstract

Pendahuluan “Merariq Kodeq” merupakan kebiasaan masyarakat dalam pernikahan dini yang lazim di Nusa tenggara barat  yang berupa “Kawin muda” Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi remaja nipah tentang pernikahan dini. Dalam menganalisis persepsi remaja ini, variabel persepsi terbagi menjadi dua sub  variabel yakni, pemahaman dan penilaian remaja dalam menyikapi fenomena pernikahan dini. Metode Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah remaja berusia 9 hingga dibawah 16 tahun untuk perempuan dan 11 hingga dibawah 19 tahun untuk laki-laki. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, tes, observasi, angket dan dokumentasi. Sementara analisis data mengunakan statistika deskriptif persentase. Hasil penelitian Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 61% remaja lakilaki dan 56,6% perempuan memiliki tingkat pemahaman yang tergolong sangat baik. Sementara sebanyak 69,5% remaja laki-laki dan 73,6% perempuan memiliki tingkat penilaian yang tergolong sangat baik. Analisis Berdasarkan analisis hasil penelitian dari aspek persepsi maka dapat dikaji jika penyebab utama angka pernikahan dini di Desa Banyukuning bukan karena faktor persepsi Kesimpulan penelitian ini adalah aspek pemahaman dan penilaian remaja terhadap pernikahan dini adalah tergolong baik dan tidak berkaitan dengan persepsi
Pengaruh Edukasi Kesehatan Berbasis Budaya Nggempe terhadap Pengetahuan Calon Pengantin tentang Persiapan Kehamilan Sehat Melalui Layanan Homecare Wahyuningsi, Sri; Saudia, Baiq Eka Putri; Hanafi, Fachrudi
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1569

Abstract

Maternal Mortality Rate,Infant Mortality Rate and stunting are still the main problems in improving health indicators, especially in Indonesia. In Kota Bima, the incidence of pregnant women with complications still exceeds the target rate of 20%, namely 36.41%. These problems can start from the pre-conception period. Bride and groom are a strategic target group in efforts to improve pre-conception health. This of course can pose various kinds of risks such as disease transmission, high-risk pregnancies and even maternal and infant mortality. By taking advantage of the cultural momentum leading up to the wedding, namely the "nggempe" culture where the bride and groom limit activities outside the home, health workers, especially midwives, can provide premarital reproductive health care, education and counseling as preparation for having a healthy pregnancy for the bride and groom during the "nggempe" period, at home. prospective bride and groom in homecare services with more educational time. During the "Nggempe" period, when the bride and groom can focus more on preparing for their wedding, it is hoped that they will receive maximum information about preparing for a healthy pregnancy. For this reason, researchers are very interested in conducting research on the effect of nggempe culture-based health education on the knowledge of prospective brides about preparing for a healthy pregnancy in Bima City. To determine the effect of nggempe culture-based health education on the knowledge of prospective brides about preparing for a healthy pregnancy through homecare services in the city of Bima. The research method used the Quasy Experimental One Group Pretest Posttest Design. The research was conducted in April - June 2023. The population for this study were all prospective brides and grooms who had registered at the KUA Kota Bima with a sample using a minimum sample of 30 people who met the inclusion and exclusion criteria. Data collection using a questioner. Data analysis used Univariate analysis and Bivariate analysis by carrying out the normality test. after analyzing the data, the average value of knowledge before being given health education was 62.22 (enough category), while after being given an intervention in the form of culture-based health education in homecare services, the value of knowledge increased with an average of 93.32 ( good category). The statistical test results obtained a p-value of 0.000 <α = 0.05. There is an influence of nggempe culture-based health education on the knowledge of prospective brides about preparing for a healthy pregnancy through homecare services in the city of Bima
Faktor Yang Mempengaruhi Rendahnya Minat Wanita Usia Subur Terhadap Penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Olla, Sinta Inriani; Naingalis, Angela Lovendra
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1722

Abstract

Program keluarga berencana (KB) di Indonesia sekarang lebih ditekankan pada penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dibandingkan dengan metode kontrasepsi jangka pendek (non-MKJP). Hal ini dikarenakan MKJP paling efektif dalam menurunkan angka kelahiran dan mengatur jarak kelahiran Metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) merupakan metode kontrasepsi yang mempunyai tingkat efektivitas tinggi. Metode ini antara lain implan, Intra Uterine Device (IUD), Metode Operasi Wanita (MOW) atau tubektomi dan Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Kecenderungan pasangan usia subur untuk memilih metode non MKJP masih tinggi meskipun dengan potensi kegagalan kontrasepsi yang besar, baik dikarenakan penggunaan yang salah ataupun pemakaian yang tidak teratur dan efek samping yang membuat tidak nyaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi rendahnya minat WUS terhadap penggunaan MKJP. Metode peneltian ini menggunakan observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh WUS KB Aktif sebanyak 3.111 responden dengan sampel sebanyak 100 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisa data menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan bahwa variabel pengetahuan berpengaruh terhadap pengguanan MKJP (p value 0,000), dan variabel dukungan suami juga berpengaruh terhadap penggunaan MKJP (p value 0,003). Kesimpulan Tenaga kesehatan juga Kader KB perlu meningkatkan pelayanan khusus berupaya Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terkait berbagai jenis metode kontrasepsi khususnya MKJP. Pemberian informasi yang benar berkaitan MKJP sangat diperlukan agar masyarakar bisa memahami dengan baik tentang MKJP.
Analisis Mentoring, Kompetensi dan Manajemen Keperawatan Terhadap Penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional Dardin, Dardin; Rian Adi, Pamungkas; Hasyim, Ahmad
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1767

Abstract

Efforts to improve the quality of nursing care and work effectiveness of nurses in hospitals are influenced by the availability of competent nurses, the application of nursing management and mentoring which can increase the application of the nursing profession practice models (NPPM) in the wards. The purpose of this study was to determine the application of NPPM in hospitals. Research design usingcross sectional with analytical quantitative research methods using linear regression test with path analysis with 119 respondents. The results of this study are basedThree Box Method obtained the value and category of nursing management variables of 98.74, mentoring of 94.6 and the application of NPPM of 88.10 including the high category while the variable competence of nurses is 83.56 in the medium category. The results of the analysis showed a relationship between mentoring of 0.573 and nurse competence of 0.534 for nursing management while nursing management of 0.455 for the application of NPPM. The results of the multiple correlation test of mentoring and nurse competence obtained R=0.677 and R Square =0.458 while the results of the regression test of mentoring and nurse competency on nursing management obtained R=0.677 with a significance value of 0.000. The results of the double correlation test of mentoring and nurse competence on the application of NPPM through nursing management obtained a value of R = 0.532 and R Square = 0.283 with the equation of the regression line being Y = 19.076 + 0.223 mentoring + 0.218 nurse competence + 0.226 nursing management with a significance value of 0.000. The application of NPPM in the ward can be maximized with a management approach, nurse competence, professional relations, nursing care system, and reward compensation system in accordance with nursing standards by implementing mentoring, increasing competence, implementing management in the ward
Hubungan Antara Tingkat Burnout Syndrome dengan Kinerja Perawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang Solikhiyah, Putri Galuh; Abdurrouf, Muhammad; Puspitasari, Dyah Wiji
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1770

Abstract

Salah satu aspek dari mutu rumah sakit yang optimal dapat dicapai dengan memperhatikan kinerja perawat, perawat diharapkan dapat memberikan pelayanan dengan maksimal, di tengah lingkungan yang penuh tekanan karena berhubungan dengan nyawa pasien. Dengan tuntutan ini jika dilakukan dalam jangka waktu panjang, dapat menyebabkan stres bagi perawat. Stres yang berkepanjangan dapat berakibat pada burnout syndrome. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tingkat burnout syndrome dengan kinerja perawat di RSI Sultan Agung Semarang. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain analitik cross-sectional. Jumlah responden 100 orang, dengan teknik total sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji rank spearman, sebelumnya dilakukan uji normalitas dengan Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan hasil analisis, responden terbanyak berjenis kelamin perempuan sebanyak 78 (78,0%), mayoritas responden dengan rentang usia 31-40 sebanyak 63 (63,0%), pendidikan terbanyak dari lulusan D3 Keperawatan sebanyak 61 (61,0%), rata-rata masa kerja >10 tahun masing-masing sebanyak 39 (39,0%). Perawat terbanyak mengalami burnout syndrome rendah yaitu sebanyak 84 (84,0%), perawat terbanyak dengan kinerja baik yaitu sebanyak 80 (80,0%). Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan antara burnout syndrome dengan kinerja perawat dengan sig. (2-tailed) 0,001 p-value <0,005 dengan correlation coefficient -736 yang dapat disimpulkan tingkat kekuatan hubungan kuat dan tidak searah.
Hubungan Beban Kerja terhadap Penerapan Caring Perawat Nuriyah, Siti; Abdurrouf, Muhammad; Puspitasari, Dyah Wiji
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1771

Abstract

Perolehan hasil survei kepuasan klien yang dilakukan di beberapa rumah sakit di Jakarta menunjukkan bahwa 14% pasien tidak puas dengan pelayanan medis yang mereka terima dan kurangnya perilaku caring adalah penyebabnya. Penelitian sebelumnya juga menunjukkan 77% orang memiliki perilaku afektif rendah dan perilaku caring buruk. Perawat berhubungan dengan banyak orang setiap hari. Mereka tidak hanya berhubungan dengan pasien, tetapi juga dengan teman, keluarga, partner kerja, dokter, dan peraturan tempat kerja. Mereka juga harus menghadapi beban kerja yang seringkali tidak sesuai dengan kondisi fisik, psikis, dan emosional pasien. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif non eksperimen, artinya data dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 100 perawat. Uji rank spearmen digunakan untuk mengolah data secara statistik. Perolehan hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 100 responden, rentang umur responden yaitu 25-48, dengan karakteristik jenis kelamin mayoritas adalah perempuan yaitu sebanyak 78,0%, dan dengan karakteristik tingkat pendidikan responden paling banyak adaalah D3 Keperawatan sebesar 61,0%. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa 69,0% responden mengalami beban kerja ringan, 27,0% responden mengalami beban kerja sedang, dan 4,0% mengalami beban kerja berat. Sebanyak 73,0% responden dengan penerapan perilaku caring baik, dan 27,0% responden dengan penerapan perilaku caring cukup. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan penerapan caring perawat di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu dengan Praktik Pemberian Makan Bayi dan Anak Pada Usia 6-23 Bulan Nengsi, Tyas Anggari; Khasanah, Nopi Nur; Astuti, Indra Tri
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1773

Abstract

Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi praktik pemberian makan anak dan masalah gizi dapat terjadi pada praktik makan yang tidak sesuai. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu dengan praktik memberikan makan bayi dan anak. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden dipilih menggunakan teknik Proportionate Stratified Sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan ibu dan praktik menyajikan makan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 di Posyandu Bangetayu Wetan. Hasil: mayoritas responden berusia rata-rata 31 tahun, dengan tingkat pendidikan terbanyak adalah SMA (57,2%). Sebagian besar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga (87,6%) dan memiliki penghasilan keluarga dalam kategori mayoritas (51,7%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 69,2% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup, 26,9% memiliki pengetahuan baik, dan 4,0% memiliki pengetahuan kurang. Dalam hal praktik memberikan makan, sebanyak 97,0% responden menerapkan praktik yang baik, sementara 3,0% menunjukkan praktik yang kurang optimal. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dan praktik memberikan makan, dengan nilai korelasi r = 0,229 dan nilai ρ < 0,05.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Putri Melalui Pendidikan Kesehatan Media Video tentang Bahaya Pernikahan Dini untuk Mencegah Stunting Jafar, Sitti Rusdianah; Mawaddah, Ely; Mardiatun, Mardiatun; Sri Puja Warnis W, Gusti Ayu; Rahmatillah, Febry Dwi
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1785

Abstract

Indonesia is currently experiencing a major nutritional problem, namely stunting. Children who are born with short stature or not in accordance with the standards for their age are called stunting. This is caused by growth and development disorders in children due to chronic nutritional problems caused by malnutrition for a long time. This study aims to determine the effect of health education about the dangers of early marriage through videos to prevent stunting on the level of knowledge of adolescent girls. The design of this study used a pre-experimental method with the One Group Pretest and Posttest Design approach. The sampling technique used Purposive Sampling with 100 respondents. Statistical analysis used a non-parametric test, namely the Wilcoxon Signed Rank Test. The results of the study showed a change in the level of knowledge before and after being given a video of the dangers of early marriage to prevent stunting. Thus, it can be concluded that there is an effect of health education through videos of the dangers of early marriage to prevent stunting on the level of knowledge of adolescent girls at SMKN 1 Narmada. It is recommended that readers use this study as a source of information and an appeal in prevention so as not to get married early as an effort to prevent stunting.
The Effect of Health Education through Comic Book Media on Knowledge, Attitudes, and Skills of Breast Self-Examination (BSE) among Female Students at SMAN 8 Mataram Rusmini, Rusmini; Kurnia, Theresia Avila; Sri Puja Warnis W, Gusti Ayu; Syafiatun, Ghina Aulia
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1821

Abstract

Abstract
Analisis Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pemanfaatan Teknologi Aplikasi Telenursing N-SMSIn pada Asuhan Pasien Tuberkulosis dalam Mencegah Terjadinya Tuberkulosis dan Multidrug-Resistant Tuberculosis Julhana, Julhana; Rahmad, Indra; Ahmad, Ahmad; Arismansyah, Arismansyah
Bima Nursing Journal Vol. 6 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/bnj.v6i2.1822

Abstract

Tuberculosis is a chronic infectious disease that is caused by Mycobacterium Tuberculosis and mostly it attacks person in productive age. Moreover, it is still a global health problem including in Indonesia. Many factors influence pulmonary tuberculosis disease including environmental factors and behavioral factors. This research aimed to observe the correlation of age, gender, TB contact investigation, history of diabetes mellitus (DM), history of smoking, housing density through risk factor of tuberculosis in Bima District, public health center of Woha in 2024. This research utilized analytical quantitative method with case-control study design. Meanwhile, sampling technique used was purposive sampling. Population of this research were TB patients in Bima District, Public Health Center of Woha in 2024 with 138 people (69 cases + 69 controls) for the sample. This research utilized Chi Square and Logistic Regression Test. Results of this research showed that a significance value (p-value) of age was 0.002 (CI: 2.946–13.179), p-value of gender was 0.000 (CI: 2.251–10.971), p-value of TB contact investigation was 0.000 (CI: 1.683–7.310), p-value of smoking history was 0.004 (CI: 1.402–5.702). Nonetheless, this research concluded that there were significant corrrelations of age, gender, TB contact investigation, smoking history through risk factors of the occurrence of tuberculosis. It is suggested for TB patients to always do continuous medication for 6 months without stopping and for those who do not suffer from TB to always maintain their health such as healthy lifestyle, eating nutritious food, and exercising regularly.

Page 1 of 1 | Total Record : 10