cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 34 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025" : 34 Documents clear
Analisis Kemampuan Literasi Matematis Siswa ditinjau dari Gaya Belajar pada Masalah Geometri Patmaniar, Patmaniar; Santi, Santi; Alam, Syamsu; Taufiq, Taufiq
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2072

Abstract

Kemampuan literasi matematis siswa memiliki perbedaan yang beragam jika ditinjau dari gaya belajar. Namun masih jarang peneliti yang terfokus pada aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauhmana kemampuan literasi matematis siswa berdasarkan gaya kognitif berdasarkan gaya belajar. Kami menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Sebanyak 9 siswa yang dikategorikan dengan tipe gaya belajar visual, auditori dan kinestetik berpartisipasi dalam penelitian. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan kerangka analisis iles & Huberman serta melakukan triangulasi sumber. Kami menemukan bahwa siswa yang bergaya belajar tipe visual dan kinestetik memiliki kemampuan literasi matematika yang cukup baik, karena peserta didik mampu menjawab pertanyaan yang konteksnya umum, dapat menggunakan prosedur sederhana dan mampu memberikan alasan secara langsung, dapat memilih dan menerapkan strategi pemecahan masalah sederhana serta mampu bekerja secara efektif dengan model yang eksplisit untuk situasi yang konkret tetapi kompleks. Siswa yang bergaya belajar auditori memiliki kemampuan literasi matematika yang kurang baik karena peserta didik hanya mampu menjawab pertanyaan yang konteksnya umum, dapat menggunakan prosedur sederhana dan mampu memberikan alasan secara langsung, dapat memilih dan menerapkan strategi pemecahan masalah sederhana. Siswa bergaya belajar auditori kurang mampu dalam bekerja secara efektif dengan model yang eksplisit untuk situasi yang konkret tetapi kompleks.
Studi Literatur: Pembelajaran Teori Graph sebagai Alat untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Andriani , Anjelika; Damanik, Naila Ghinaya; Damanik , Theresia; Kembaren, Shaerleen Naviry Br; Hutagalung , Chindy Fransiska; Harahap, Dwita Meliani; Manik, Sola Gracia; Silitonga , Natalia Susi Susanti; Haris, Denny
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2381

Abstract

Pembelajaran teori graf memiliki potensi besar sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa, keterampilan  berpikir kritis  sangat penting dalam menghadapi tantangan di era modern. Namun, data menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pembelajaran teori graf sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis 10 artikel yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori graf efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa melalui representasi visual, analisis sistematis, dan pemecahan masalah. Aktivitas berbasis teori graf, seperti pewarnaan simpul dan graf Eulerian, mendorong siswa untuk mengembangkan keterampilan analisis, evaluasi, dan kreativitas. Selain itu, pembelajaran berbasis penelitian dan penggunaan media interaktif terbukti signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Relevansi teori graf dengan aplikasi dunia nyata, seperti jaringan listrik dan analisis jejaring sosial, memberikan nilai tambah dalam pembelajaran. Penerapan teori graf dalam pendidikan tidak hanya meningkatkan pemahaman matematika siswa, tetapi juga membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis yang esensial untuk kehidupan. Integrasi teori graf ke dalam kurikulum matematika diskrit menjadi langkah strategis dalam mendukung pembelajaran yang lebih kontekstual dan relevan. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran teori graf memiliki potensi besar dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa, yang sangat dibutuhkan dalam menghadapi tantangan abad ke-21.
Pengembangan E-LKPD Pembelajaran Berdiferensiasi berdasarkan Kesiapan Belajar pada Materi Kekongruenan dan Kesebangunan Husna, Nindita Asma Ul; Izzati, Nur; Siregar, Nur Asma Riani
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2637

Abstract

Keberagaman kesiapan belajar siswa, khususnya dalam aspek kognitif, menjadi tantangan dalam menciptakan pembelajaran yang efektif.. Kurikulum Merdeka telah mendorong pembelajaran berdiferensiasi, namun ditemukan bahwa ketersediaan bahan ajar yang dapat mengakomodasi perbedaan kesiapan belajar siswa masih terbatas. Sehingga, menyebabkan proses pembelajaran kurang optimal karena materi yang disampaikan belum mampu menjangkau keragaman kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan E-LKPD berdiferensiasi pada materi kekongruenan dan kesebangunan untuk siswa kelas VIII yang valid, praktis, dan efektif menggunakan model 4D. E-LKPD yang dikembangkan bersifat interaktif dilengkapi dengan latihan soal berumpan balik langsung dan materi bertingkat sesuai kesiapan belajar siswa, mendukung pembelajaran fleksibel dan mandiri. Pengumpulan data dilakukan melalui angket validitas ahli (media, materi, bahasa), angket kepraktisan guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Data dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. E-LKPD pembelajaran berdiferensiasi yang dikembangkan memperoleh nilai validasi sebesar 96% yang menunjukkan bahwa secara substansi, desain, dan bahasa, E-LKPD telah memenuhi standar kelayakan sebagai bahan ajar digital yang mendukung pembelajaran diferensiasi. Kepraktisan E-LKPD terlihat dari respon guru (98%) dan siswa (85%), yang menunjukkan bahwa E-LKPD mudah diakses dan dipahami oleh pengguna serta mampu menjadi alat bantu yang mendukung efektivitas pembelajaran berdiferensiasi di kelas. Keefektifan produk tercermin dari 77% siswa yang mencapai ketuntasan belajar minimal, yang menunjukkan bahwa pendekatan pembelajaran berdiferensiasi dalam E-LKPD berhasil mengakomodasi keberagaman kesiapan belajar siswa. Temuan ini memperkuat bahwa E-LKPD mendukung pembelajaran adaptif dan berpotensi meningkatkan kualitas proses serta hasil belajar.
Etnomatematika: Pengetahuan Konseptual Ahli Bangunan pada Proses Membangun Rumah Sederhana Setia, Gilang; Yulianto, Eko; Madawistama, Sri Tirto
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2764

Abstract

Salah satu kegiatan masyarakat yang erat kaitannya dengan etnomatematika adalah proses membangun rumah sederhana. Dalam praktiknya, para ahli bangunan sering kali secara tidak sadar menerapkan konsep matematika melalui metode yang diwariskan secara turun-temurun untuk memastikan keakuratan hasil pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengetahuan konseptual ahli bangunan pada proses membangun rumah sederhana. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi peneliti sebagai instrumen utama dan pedoman wawancara semi terstruktur. Penelitian ini melibatkan ahli bangunan di Desa Sundakerta Kecamatan Sukahening Kabupaten Tasikmalaya sebagai sumber utama. Teknik analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman, yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ahli bangunan menerapkan berbagai konsep matematika dalam tiga tahapan utama membangun rumah sederhana, yaitu perencanaan, pengerjaan struktur utama, dan penyelesaian akhir. Pada tahap perencanaan, ahli bangunan menggunakan konsep luas, skala, perbandingan, rata-rata dan diskon untuk menentukan ukuran rumah serta estimasi material dan tenaga kerja. Pada tahap pengerjaan struktur utama, ahli bangunan menerapkan teorema Pythagoras untuk memastikan sudut siku-siku menggunakan metode tali 3,4,5 (triple Pythagoras), serta menggunakan konsep tersendiri dalam menentukan kemiringan atap tanpa menyadari keterkaitannya dengan perbandingan trigonometri. Selain itu, konsep volume dan deret digunakan dalam perhitungan kebutuhan material dan ventilasi. Pada tahap penyelesaian akhir, konsep transformasi geometri dan kesebangunan diterapkan dalam pemasangan keramik dan pintu agar tetap proporsional, serta konsep volume digunakan dalam perhitungan kapasitas bak mandi. Seluruh pengetahuan konseptual ahli bangunan ini termasuk ke dalam jenis pengetahuan tentang prinsip yang mendasari prosedur.
Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran LIMITT untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Matematika Siswa Nasir, Norma; Asdar, Asdar
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2810

Abstract

Beragam uapaya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa, salah satunya melalui model pembelajaran LIMITT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penerapan model pembelajaran LIMITT dalam meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one-group pre-test post-test digunakan untuk menguji perbedaan kemampuan literasi matematika siswa sebelum dan setelah penerapan model LIMITT. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes literasi matematika yang terdiri dari pre-test dan post-test, yang mengukur kemampuan siswa dalam memahami konsep matematika, berpikir analitis, dan menerapkan konsep matematika dalam situasi kehidupan nyata. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kemampuan literasi matematika siswa setelah penerapan model LIMITT, dengan nilai rata-rata post-test 85,19 lebih tinggi dibandingkan dengan pre-test 78. Hasil uji t menunjukkan perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test (p < 0,001), yang menegaskan bahwa penerapan model LIMITT efektif dalam meningkatkan literasi matematika siswa. Model LIMITT mampu membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan menerapkan matematika dalam konteks dunia nyata, sehingga meningkatkan pemahaman mereka terhadap materi matematika. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa pendekatan pembelajaran berbasis literasi matematika berpikir tingkat tinggi dapat meningkatkan kemampuan literasi matematika siswa secara signifikan.
Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa ditinjau dari Perbedaan Gender Satriani, Sri Satriani; Usman, Muhammad Rizal; Kristiawati, Kristiawati
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2811

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis merupakan aspek penting dalam pembelajaran matematika karena memungkinkan siswa untuk mengungkapkan ide matematika secara jelas dan sistematis. Perbedaan gender dalam komunikasi matematis telah menjadi fokus berbagai penelitian, namun kajian spesifik dalam materi statistika masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam mata pelajaran Statistika. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitiatif dengan melibatkan dua siswa yang berbeda gender yakni satu siswa laki-laki dan satu siswa perempuan. Data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan komunikasi matematis dan wawancara. Analisis data yang dilakukan meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menguji keabsahan data menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa perempuan lebih sistematis dalam menyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram serta lebih teliti dalam menjelaskan langkah-langkah perhitungan. Sebaliknya, siswa laki-laki cenderung hanya menampilkan hasil akhir tanpa menjelaskan proses perhitungannya secara rinci. Selain itu, siswa perempuan menunjukkan kemampuan argumentasi yang lebih jelas dan terstruktur dibandingkan siswa laki-laki yang lebih ringkas dalam menjawab. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya strategi pembelajaran berbasis gender dan upaua peningkatan komunikasi matematis melaui diskusi sehingga dapat kemampuan komunikasi matematis siswa dapat setara.
Analisis Kemampuan Abstraksi Matematis Peserta Didik Berdasarkan Teori Van Hiele ditinjau dari Motivasi Belajar Pebrianty, Salisa Khairina; Muslim, Siska Ryane; Mulyani, Eva
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2874

Abstract

Kemampuan abstraksi matematis penting dalam memahami konsep geometri yang bersifat abstrak, dan motivasi belajar turut menentukan sejauh mana peserta didik dapat mencapai tahapan berpikir geometri menurut teori Van Hiele, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengungkap keterkaitan ketiganya guna meningkatkan pendekatan pembelajaran matematika yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan abstraksi matematis peserta didik berdasarkan teori van hiele ditinjau dari motivasi belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga peserta didik kelas IX-I SMP Negeri 13 Tasikmalaya. Penentuan subjek didasarkan pada peserta didik dari setiap kategori motivasi belajar yang paling banyak memenuhi indikator kemampuan abstraksi matematis terlepas dari jawaban benar maupun salah serta mampu memberikan informasi yang baik dan jelas. Instrumen yang digunakan yaitu peneliti, angket motivasi belajar, Van Hiele Geometry Test, dan soal kemampuan abstraksi matematis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini berupa pengisian angket motivasi belajar, soal Van Hiele Geometry Test, soal tes kemampuan abstraksi matematis, dan wawancara tidak terstruktur. Model analisis Miles dan Huberman digunakan untuk menganalisis data, yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan Kesimpulan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik dengan motivasi belajar tinggi dengan level deduksi informal mampu memenuhi empat dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar sedang dengan level deduksi informal mampu seluruh indikator kemampuan abstraksi matematis. Peserta didik dengan motivasi belajar rendah dengan level deduksi informal mampu memenuhi tiga dari lima indikator kemampuan abstraksi matematis.
Keunikan Variasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Materi Teorema Pythagoras melalui Pendekatan Polya pada Siswa SMP Adzahra, Regina Kartini; Ramlah, Ramlah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2902

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah merupakan komponen krusial dalam pembelajaran matematika, karena melibatkan pemahaman konsep, penalaran logis, dan keterampilan berpikir sistematis. Di tingkat SMP, salah satu topik penting yang menuntut keterampilan ini adalah Teorema Pythagoras. Variasi kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah pada topik ini perlu dikaji secara mendalam untuk mengidentifikasi kendala dan merancang strategi pembelajaran yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan variasi kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan tahapan Polya: (1) memahami masalah, (2) menyusun rencana penyelesaian, (3) melaksanakan rencana, dan (4) memeriksa kembali hasil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek tiga siswa kelas VIII SMP yang dipilih berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui dua sesi: tes tertulis pemecahan masalah dan wawancara mendalam untuk menggali strategi berpikir siswa, dengan dokumentasi sebagai pendukung. Analisis dilakukan dengan model Miles dan Huberman: kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan pola yang konsisten: siswa dengan kemampuan tinggi dapat melalui seluruh tahapan Polya secara sistematis; siswa dengan kemampuan sedang mengalami kesulitan pada tahap menyusun rencana penyelesaian; sedangkan siswa dengan kemampuan rendah mengalami hambatan hampir di semua tahapan, terutama dalam memahami masalah. Temuan ini mengindikasikan perbedaan signifikan dalam pendekatan penyelesaian masalah. Implikasi praktisnya, pembelajaran berbasis tahapan Polya dapat difokuskan untuk memperkuat pemahaman masalah dan perencanaan solusi bagi siswa dengan kemampuan rendah.
Meta Analisis Pengaruh Permainan Tradisional terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sekolah Dasar di Indonesia Nur, Muhammad Awal
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2921

Abstract

Sejumlah studi sebelumnya telah meneliti dampak permainan tradisional terhadap prestasi belajar matematika siswa sekolah dasar, namun temuan yang dihasilkan masih bervariasi dalam memberikan dampak permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi ukuran efek size permainan tradisional dalam meningkatkan hasil belajar matematika di tingkat Sekolah Dasar melalui metode meta-analisis kuantitatif dan memberikan gambaran jenis-jenis permainan tradisional yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah dasar. Sampel penelitian mencakup artikel-artikel dari jurnal nasional maupun jurnal terakreditasi SINTA yang memenuhi kriteria sebagai berikut: (1) publikasi tahun 2014-2024; (2) fokus pada pengaruh permainan tradisional terhadap hasil belajar matematika SD; (3) penelitian dilaksanakan di sekolah dasar Indonesia; (4) menggunakan desain  quasi-eksperimen dengan kelas kelompok kontrol dan eksperimen; serta (5) artikel menyajikan data mean, standar deviasi, ukuran sampel untuk kedua kelompok dan jenis permainan tradisional. Proses pengumpulan data mengikuti protokol PRISMA, sedangkan analisis data dilakukan dengan software JASP 0.17.3.0 untuk menghitung effect size, uji heterogenitas, dan evaluasi bias publikasi. Hasil analisis model random effect dari 8 artikel terpilih menunjukkan bahwa permainan tradisional memberikan pengaruh yang signifikan dengan kategori sangat besar terhadap hasil belajar matematika siswa Sekolah Dasar dengan nilai effect size = 1,537 dan nilai heterogenitas (I2) = 97 %. Temuan ini mengkonfirmasi kontribusi penting permainan tradisional dalam meningkatkan pencapaian akademik matematika di tingkat sekolah dasar
Eksplorasi Etnomatematika Rumah Bari Pesirah Pangkalan Balai untuk Pembelajaran Matematika SMP Maulida, Amanah; Somakim, Somakim; Mulyono, Budi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 2 (2025): April - June 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i2.2976

Abstract

Hingga saat ini, belum ditemukan studi yang secara eksplisit mengeksplorasi keterkaitan antara arsitektur Rumah Bari Pesirah dan konsep matematika dalam perspektif etnomatematika, padahal bangunan ini mencerminkan nilai budaya yang berpotensi memperkaya konteks pembelajaran geometri di tingkat SMP. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil eksplorasi etnomatematika berupa makna filosofis pada rancang bangun Rumah Bari Pesirah Pangkalan Balai serta mengidentifikasi konsep-konsep matematika yang terdapat pada ornamen dan arsitektur bangunan. Penelitian ini dilakukan karena Rumah Bari Pesirah merupakan salah satu contoh arsitektur tradisional di Sumatera Selatan yang memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi, namun belum dieksplorasi dari sudut pandang etnomatematika. Selain itu, penelitian ini juga dilatarbelakangi oleh pentingnya mengintegrasikan budaya lokal dalam pembelajaran matematika agar pembelajaran menjadi lebih bermakna dan relevan bagi peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan etnografi dengan teknik wawancara terhadap tokoh adat dan pengrajin lokal, observasi langsung terhadap struktur bangunan, serta dokumentasi arsitektural yang dianalisis menggunakan pendekatan tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola ukiran berbentuk segi empat simetris pada dinding mencerminkan konsep geometri bidang datar, sedangkan struktur atap berbentuk limas memperlihatkan pemahaman terhadap volumetrik bangun ruang. Konsep-konsep ini selaras dengan capaian pembelajaran geometri dan pengukuran di SMP. Kedua elemen konten itu sesuai atau dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di tingkat SMP. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pembelajaran matematika yang bermakna melalui integrasi budaya lokal.

Page 1 of 4 | Total Record : 34