Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles
35 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025"
:
35 Documents
clear
Pengaruh Pembelajaran Terdiferensiasi dengan Model Inkuiri Terbimbing Berbantuan E-modul terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa
Sarida, Raja;
Nur, Izzati;
Febrian, Febrian
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.2649
Rendahnya hasil belajar matematika siswa menuntut adanya inovasi pembelajaran yang mampu menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran terdiferensiasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat mengakomodasi keberagaman kesiapan belajar siswa di kelas, khususnya jika didukung dengan media interaktif seperti e-modul. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan bagaimana pembelajaran berbantuan e-modul dengan model inkuiri terbimbing memengaruhi hasil belajar matematika siswa di sekolah menengah pertama (SMP). Kami menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan siswa di kelas VIII SMP Negeri 17 Bintan. Kami menggunakan tes kesiapan belajar, pretest, posttest, dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Tes kesiapan diberikan hanya pada kelas eksperimen untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tingkat kesiapan (rendah dan sedang). Data dikumpulkan dengan pemberian pretest, pelaksanaan pembelajaran selama empat pertemuan, dan pemberian posttest, serta observasi keterlaksanaan pembelajaran. Data diuji dengan analisis deskriptif kualitatif dan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun pretest tidak menunjukkan perbedaan signifikan (Asymp. Sig = 0,442), posttest menunjukkan perbedaan signifikan (Asymp. Sig = 0,013), dengan median hasil belajar di kelas eksperimen lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang berbeda dengan bantuan e-modul efektif dalam meningkatkan kemampuan matematika siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan media interaktif dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan kesiapan siswa sangat penting untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam pembelajaran matematika.
Instrumen Kuesioner untuk Mengukur Kemandirian Belajar Matematika pada Mahasiswa Teknik Informatika
Febrinita, Filda;
Puspitasari, Wahyu Dwi;
Kurniawati, Naning
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3333
Kemandirian belajar matematika pada mahasiswa program studi teknik informatika masih rendah. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian hasil belajar serta pasifnya mahasiswa dalam pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya intrumen pengukuran yang valid dan reliabel, sehingga dapat digunakan untuk mengukur kemandirian belajar matematika mahasiswa. Pengembangan kuesioner dilakukan melalui model yaitu model pengembangan teoritik dengan tahapan yaitu pengkajian teoritik, penyusunan kisi-kisi dan butir kuesioner, pengujian instrumen melalui uji validitas dan reliabilitas, analisis data, revisi, dan perumusan akhir instrumen kuesioner. Berdasarkan hasil uji validitas ahli diperoleh nilai persentase butir pernyataan adalah 85.63%, yang artinya tingkat validitas kuesioner sangat tinggi. Dari hasil uji validitas melalui teknik korelasi, diperoleh nilai korelasi 31 pernyataan lebih dari nilai r-tabel. Sementara, dari pengujian CFA diperoleh hasil 31 pernyataan valid karena membentuk kelompok berdasarkan indikator yang direfleksikan dengan faktor loading lebih dari 0.5. Selanjutnya pada uji reliabilitas, 31 butir pernyataan memiliki nilai Cronbach’s Alpha 0.927 yang artinya kuesioner reliabel dangan kategori reliabilitas sangat tinggi. Secara keseluruhan, instrumen kuesioner dapat mengukur kemandirian belajar matematika sebesar 63.167%.
Understanding the Role of Think-Pair-Share Strategy in Mathematics Classroom
Ramadhani, Amalia;
Karida , Mujadilah Putri;
Wahyunengsih, Wahyunengsih
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3414
Low student engagement in mathematics learning remains a serious challenge in various schools and universities in Banten Province. Although the Think-Pair-Share (TPS) strategy is recognised as effective in promoting active participation and conceptual understanding, its implementation in the field is uneven and lacks contextual evidence. This study aims to analyse the perceptions of mathematics teachers and lecturers regarding the implementation of TPS, specifically in terms of anticipated benefits, obstacles experienced, and opportunities for classroom implementation. Using a quantitative descriptive approach, data were collected through a survey of 26 respondents who offered to participate in the study. The instrument was a closed questionnaire with five Likert scales with 45 statement points covering nine indicators of TPS implementation. Data were analysed using descriptive statistics, which involved calculating the average score for each indicator and creating a frequency distribution. The results showed that respondents generally had a positive perception of TPS, particularly in fair students’ understanding of mathematical concepts and communication skills. However, the main obstacles involved limited implementation time and diversity in student participation. Some respondents also mentioned the lack of practical training and the difficulty in adapting strategies to the characteristics of the class. Although the sample size is limited, this study makes an initial contribution to understanding the dynamics of TPS implementation in the local context. It is recommended that teacher training focus on the technical aspects of TPS implementation and be accompanied by flexible and context-based guidance to support the effectiveness of cooperative learning in mathematics classes.
Pengembangan E-Modul Ajar Berbasis Understanding by Design untuk Meningkatkan Kemampuan Numerasi
Amalia, Niken;
Winarni, Sri;
Marlina, Marlina
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3498
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan numerasi siswa, hal ini disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih menganut pembelajaran konvensional. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan E-Modul Ajar Berbasis Understanding by Design untuk meningkatkan kemampuan numerasi dan menguji kelayakannya. Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan model pengembangan ADDIE. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dosen Program Studi Pendidikan Matematika sebagai tim ahli, guru matematika SMA N 2 Kota Jambi, dan siswa kelas E.10 SMAN 2 Kota Jambi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini mencakup angket untuk validitas desain dan materi, praktikalitas untuk pendidik dan peserta didik, angket respon siswa, serta tes kemampuan numerasi. Kemudian data berupa saran dan hasil observasi dianalisis secara deskriptif sebagai masukan untuk merevisi produk yang dikembangkan. Sedangkan data berupa tanggapan dari ahli, penilaian guru dan siswa dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Temuan dari penelitian ini menunjukkan E-Modul Ajar Berbasis Understanding by Design (UbD) memenuhi standar kualitas produk yang meliputi kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Pengembangan e-modul ajar ini berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Tingkat SMA dan perkembangan kemampuan numerasi siswa.
Pengembangan LKPD Materi Perbandingan Senilai Menggunakan Konteks Engrang untuk Siswa SMP
Amarta, Nadiati;
Darmawijoyo, Darmawijoyo;
Hartono, Yusuf
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3507
Kemampuan pemodelan matematika merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran abad ke-21 karena membantu siswa menghubungkan konsep matematika dengan situasi nyata secara bermakna. Namun, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menerapkan konsep perbandingan senilai ke dalam konteks dunia nyata. Hal ini disebabkan karena pembelajaran matematika cenderung prosedural dan tidak dikaitkan dengan pengalaman konkret siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) menggunakan konteks permainan engrang yang valid dan praktis guna mendukung kemampuan pemodelan matematika siswa pada materi perbandingan senilai. Penelitian ini menggunakan metode design research tipe development study dengan model Tessmer yang meliputi tahap preliminary dan formative evaluation. Subjek penelitian melibatkan tiga siswa dalam uji coba one-to-one dan enam siswa dalam uji coba small group. Instrument yang digunakan terdiri dari lembar validasi dan angket kepraktisan. Hasil validasi menunjukkan bahwa LKPD yang dikembangkan sangat valid ditinjau dari aspek konten, konstruk dan bahasa. Uji kepraktisan menunjukkan bahwa siswa dapat memahami isi LKPD dengan baik dan terlibat aktif dalam proses pemodelan matematika mulai dari memahami konteks, membangun model matematika, hingga menafsirkan hasil model. Hasil ini menunjukkan bahwa LKPD materi perbandingan senilai dengan menggunakan konteks permainan engrang dapat menjadi alternatif bahan ajar yang efektif dalam mendukung kemampuan pemodelan matematika siswa.
Pengaruh Model Project Based Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa
Selafia, Selafia;
Suripah, Suripah;
Wahyuni, Astri;
Wahyuni, Putri
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3558
Rendahnya kemampuan siswa dalam memecahkan masalah khususnya pada mata pelajaran matematika berdampak pada nilai matematika siswa yang masih banyak di bawah Kriteria Kekuntasan Tujuan Pembelajaran (KKTP). Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran project based learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis Quasi Eksperimental Design. Desain dalam penelitian ini menggunakan Nonequivalet Control Group Design. Pada penelitian ini yang menjadi populasinya adalah siswa Kelas X SMA Negeri 3 Pinggir. Sampel penelitian yaitu siswa kelas Xb sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas Xa sebagai kelas kontrol dan jumlah sampel masing-masing kelas adalah 31 peserta didik. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah soal tes kemampuan pemecahan masalah matematis. Data dianalisis menggunakan analisis statistik inferensial. Dimana data akan di uji normalitas melnggunakan uji shapiro-wik kemudian di uji homogenitas menggunakan uji levene. Setelah uji prasyarat terpenuhi maka dilanjutkan dengan uji hipotelsis menggunakan uji independent sampel test. Berdasarkan hasil pelnellitian dan analisis data yang telah dilakukan, diperoleh nilai Sig.(2-taileld) sebesar 0.000 untuk post-telst kelas eksperimen dan kelas kontrol. Jadi, jika nilai Sig.(2-taileld) < 0.05 maka H1 diterima, belarti terdapat perbedaan yang signifikan antara rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematis kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan delmikian, dapat disimpulkan terdapat Pengaruh signifikan modell Project Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Pelnellitian ini melnunjukan bahwa penerapan modell PjBL dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa.
Integrasi Masalah Kontekstual melalui Video Proyek untuk Meningkatkan Berpikir Geometris dalam Kalkulus
Fashihah, Fashihah;
Susilo, Bambang Eko;
Relitasari, Puput;
Agustina, Vena
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3631
Mahasiswa cenderung kesulitan memahami konsep geometris karena pembelajaran terlalu fokus pada simbol dan rumus tanpa dukungan visual. Situasi ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu menjembatani antara abstraksi matematika dan pengalaman konkret mahasiswa. Untuk mengatasi hal tersebut, digunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memadukan masalah kontekstual dan media video sebagai sarana pemahaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penggunaan video proyek berbasis masalah kontekstual dapat meningkatkan kemampuan berpikir geometris mahasiswa dalam memahami konsep integral dalam kalkulus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dengan melibatkan 30 mahasiswa semester I Program Studi Pendidikan Matematika di salah satu perguruan tinggi negeri di Jawa Tengah. Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi aktivitas belajar, pedoman wawancara mendalam, dan rubrik penilaian tugas proyek video yang valid dan reliabel. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran, dokumentasi proyek video mahasiswa, serta wawancara untuk mendalami proses berpikir mereka. Analisis data dilakukan dengan kerangka kerja analisis yang melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi masalah kontekstual melalui video proyek secara signifikan mendorong mahasiswa untuk menghubungkan representasi visual dengan makna integral secara geometris. Mahasiswa menunjukkan peningkatan kemampuan dalam mengidentifikasi elemen geometris, mengonstruksi model integral dari konteks nyata, dan mengkomunikasikan ide matematika secara visual dan logis. Kami merekomendasikan agar dosen kalkulus mengadopsi pendekatan pembelajaran berbasis proyek kontekstual sebagai strategi yang efektif untuk mengembangkan berpikir geometris dan meningkatkan pemahaman konsep integral dalam kalkulus.
Peran Nilai, Budaya dan Karakter Terhadap Soft Skills Matematik Mahasiswa Sebagai Calon Guru SD
Silalahi, Taruli Marito;
Nasution, Hamidah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.2533
Di tengah tantangan globalisasi dan implementasi kurikulum berbasis karakter, penguatan soft skills matematik menjadi aspek krusial dalam pendidikan calon guru sekolah dasar (SD). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara sistematis peran nilai, budaya, dan karakter dalam membentuk soft skills matematik mahasiswa calon guru SD. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 23 artikel terpublikasi antara tahun 2016 hingga 2024 yang diperoleh melalui basis data Google Scholar dan DOAJ, dengan kriteria inklusi tematik yang ketat. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai tanggung jawab, budaya kolaboratif, dan karakter reflektif merupakan determinan utama dalam pengembangan kemampuan komunikasi matematik, pemecahan masalah, dan adaptasi dalam pembelajaran berbasis konteks di tingkat SD. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi nilai-nilai budaya dan pembentukan karakter tidak hanya memperkuat dimensi afektif calon guru, tetapi juga meningkatkan relevansi dan efektivitas pedagogi matematika yang kontekstual. Oleh karena itu, pendidikan guru perlu secara eksplisit merancang program pembelajaran yang menanamkan nilai, membentuk karakter, serta mengembangkan sensitivitas budaya dalam penguasaan matematika. Upaya ini diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, berdaya saing global, dan mampu membangun pendidikan dasar yang humanis dan transformatif.
Analisis Kecemasan Matematika: Studi Kasus Mata Kuliah Statistika di Lintas Disiplin Ilmu
Wahyuni, Fitry;
Nasution, Hamidah
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.2534
Kecemasan matematika merupakan faktor yang sering kali menjadi penghambat dalam memahami konsep dasar statistika, peluang, dan aplikasi statistika, yang esensial bagi mahasiswa dalam menganalisis data penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kecemasan matematika pada mahasiswa, khususnya dalam konteks pembelajaran mata kuliah statistika di program studi Psikologi. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan subjek penelitian sebanyak 40 mahasiswa semester I program studi Psikologi di Universitas Tjut Nyak Dhien Medan. Teknik pengumpulan data menggunakan angket kecemasan matematika yang diadaptasi dari Mathematics Anxiety Rating Scale (MARS), wawancara semi-terstruktur dengan 13 mahasiswa yang memiliki tingkat kecemasan tinggi, dan dokumentasi hasil belajar. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (70%) mengalami kecemasan matematika pada tingkat sedang hingga tinggi, yang dipengaruhi oleh persepsi mereka terhadap kesulitan matematika, pengalaman belajar sebelumnya, dan kurangnya keterkaitan langsung antara konsep statistika dengan bidang Psikologi. Penelitian ini merekomendasikan pendekatan pembelajaran kontekstual yang lebih aplikatif, penggunaan teknologi pendukung, serta pemberian bimbingan tambahan untuk membantu mahasiswa mengatasi kecemasan matematika. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi dosen dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan mendukung keterlibatan mahasiswa memahami statistika secara holistik.
Analisis Kesulitan Memahami Konsep Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Berdasarkan Self-Efficacy Siswa
Pasaribu, Jellyna;
Rohati, Rohati;
Kumalasari, Ade
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3118
Penelitian ini menyelidiki fenomena rendahnya pemahaman konsep matematika di kalangan siswa menengah atas, karena beberapa diantara mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang memerlukan pemahaman konseptual. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi kesulitan atau hambatan yang dihadapi siswa terkait dengan pemahaman konsep dalam mengerjakan soal, berdasarkan dari keyakinan (self –efficacy) siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, dengan partisipan siswa kelas XII F5 SMA N 7 Kota Jambi. Instrumen yang dipakai meliputi angket self-efficacy, uraian soal, serta pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui angket, soal tes, dan wawancara. Pemilihan subjek dilakukan berdasarkan hasil angket self-efficacy untuk mengidentifikasi siswa dalam kategori self-efficacy sedang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes uraian matriks serta wawancara mendalam. Pengolahan data dilakukan dengan 3 langkah reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa 12 siswa yang memiliki kemampuan self-efficacy sedang yang mampu menyelesaikan beberapa pertanyaan dengan benar, namun beberapa siswa melakukan kesalahan terkait beberapa aspek pemahaman konseptual, yaitu mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswayang memiliki self-efficacy sedang cenderung bersikap untu bertahan menghadapi kesulitan.