cover
Contact Name
Muhammad ikram
Contact Email
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Phone
+6282140018810
Journal Mail Official
muhammad.ikram@uncp.ac.id
Editorial Address
Jalan Bumi 18 Blok A No. 1 Bumi Permata Hijau, Makassar, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika
ISSN : 27769984     EISSN : 27769704     DOI : 10.51574/kognitif
Tujuan dari jurnal ini adalah untuk mempublikasikan penelitian berkualitas tinggi di bidang pendidikan matematika yang berkaitan dengan Higher Order Thinking Skills (HOTS) termasuk berpikir kritis, berpikir kreatif, penalaran matematis, pemahaman matematis, dll. Kami juga meneima riset tentang pembelajaran dan pengajaran matematika di semua level, baik dalam pembelajaran formal maupun informal.
Articles 561 Documents
Proses Berpikir Kreatif Dalam Memecahkan Masalah SPLTV Ditinjau Dari Tipe Kepribadian Rational dan Guardian Anastasyia, Neneng
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): Oktober - Desember 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2741

Abstract

Perbedaan tipe kepribadian Rational dan Guardian memengaruhi proses berpikir kreatif dalam memecahkan masalah SPLTV, sehingga dapat menjadi dasar pengembangan strategi pembelajaran yang lebih efektif dan personal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan proses berpikir kreatif siswa ditinjau dari tipe kepribadian Rational dan Guardian dalam memecahkan masalah SPLTV. pendekatan kualitatif deskriptif digunakan untuk menjawab permasalahan dengan melibatkan empat orang siswa kelas X SMA Negeri 2 Enrekang, yang mewakili tipe kepribadian yang diteliti, yaitu dua siswa dengan tipe kepribadian rational dan dua siswa dengan tipe kepribadian guardian.Instrumen yang digunakan meliputi soal tes kemampuan berpikir kreatif, angket tes kepribadian Keirsey, dan pedoman wawancara proses berpikir kreatif dengan tahapan Wallas. Validitas data diperoleh melalui triangulasi sumber, dan analisis data dilakukan dengan mereduksi data, diikuti dengan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan tipe kepribadian rational cenderung menunjukkan kreativitas yang lebih tinggi dibandingkan siswa tipe guardian dalam memecahkan masalah SPLTV. Proses berpikir kreatif siswa rational pada tahap persiapan menunjukkan kemampuan mengumpulkan informasi dan memiliki dasar pengetahuan yang baik. Pada tahap inkubasi, mereka cenderung berhenti memikirkan masalah untuk mencari informasi dari sumber lain, dan pada tahap iluminasi mereka mampu menghasilkan lebih dari satu metode penyelesaian. Sedangkan proses berpikir kreatif siswa dengan tipe kepribadian guardian, pada tahap inkubasi menunjukkan bahwa mereka tidak berhenti memikirkan masalah secara sadar, dan pada tahap iluminasi hanya memberikan satu metode penyelesaian sehingga cenderung kurang kreatif.
Pengaruh Model Pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Siswa SMP Tarigan, Melvi Riahta Br; Samosir, Katrina
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.1909

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas VIII. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 37 Medan T.A 2023/2024. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen design. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-E sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) dan kelas kontrol dengan pembelajaran konvensional. Perolehan hasil rata-rata skor tes akhir (posttest) siswa kelas eksperimen yaitu sebesar 83,89, sedangkan pada kelas Kontrol hasil rata-rata skor tes akhir siswa yaitu sebesar 70,35. Pada uji hipotesis, diperoleh hasil uji perbedaan rata-rata (uji-t) dengan statistik nilai (5,189) yang artinya terdapat pengaruh dari penggunaan model pembelajaran POE (Predict-Observe-Explain) yang diterapkan pada kelas eksperimen. Hal tersebut menandakan bahwa kemampuan berpikir kritis matematis matematis siswa kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol.
Penerapan Model Pembelajaraan Think-Talk-Write (TTW) untuk Meningkatkan Self Efficacy Siswa Kelas X SMA Ginting, Hanna Marcela; Samosir, Katrina
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 4 (2024): October - December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.1934

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) dapat meningkatkan Self Efficacy siswa kelas X SMA dan untuk mengetahui peningkatan Self Efficacy siswa kelas X SMA Negeri 1 STM Hilir setelah menerapkan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana pada akhir setiap siklus peneliti memberikan tes dan angket untuk mengukur sejauh mana kemampuan Self Efficacy siswa. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-4 SMA Negeri 1 STM Hilir yang berjumlah 30 orang siswa. Objek penelitian ini adalah kemampuan Self Efficacy siswa dengan menerapkan model pembelajaran Think-Talk-Write pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear. Berdasarkan hasil analisis data kemampuan Self Efficacy siswa pada siklus I, diperoleh bahwa hanya 19 siswa (63%) yang telah memenuhi kriteria yang ditentukan yaitu siswa memperoleh skor ≥70 dengan kriteria baik ke atas. Dari hasil tersebut, dinyatakan bahwa ketuntasan klasikal kelas belum mencapai kriteria minimal ≥85% (banyak siswa yang kemampuan self efficacynya minimal kriteria baik ke atas mencapai 85%). Setelah tindakan II diperoleh terdapat 28 siswa (93%) yang telah memenuhi standar kemampuan self efficacy yang telah ditentukan yaitu memperoleh skor ≥70. Terjadi peningkatan jumlah siswa yang mencapai ketuntasan klasikal sebanyak 19 siswa atau (30%) dan berdasarkan hasil tersebut maka persentase ketuntasan klasikal ini sudah memenuhi standar yang sudah ditentukan. Rata-rata indikator pada tes kemampuan self efficacy siklus I yaitu 64,9 dan meningkat menjadi 87,6 pada siklus II sehingga diperoleh peningkatan rata-rata kemampuan self efficacy siswa sebesar 22,7. Berdasarkan uraian-uraian di atas disimpulkan bahwa Self Efficacy siswa meningkat dengan menerapkan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW) pada materi Sistem Pertidaksamaan Linear di kelas X-4 SMA Negeri 1 STM Hilir.
Pengaruh Efikasi Diri, Kemandirian Belajar dan Keterampilan Sosial terhadap Hasil Belajar Matematika Melalui Motivasi Berprestasi Syamsinar, Syamsinar
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): January - March 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i1.1963

Abstract

Beberapa aspek afektif memberikan dampak pada hasil belajar siswa, misakan efikasi diri, kemandirian belajar, keterampilan sosial, dan motivasi berprestasi. Namun, masih seikit penyelidikan yang menelusuri aspek-aspek tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejauhmana dampak dari efikasi diri, kemandirian belajar, keterampilan sosial, dan motivasi berprestasi terhadap hasil belajar siswa. Peneliti menggunakan pendekatan ex-post facto  dengan melibatkan 210 sampel penelitian yang diplih dengan cluster random sampel. Selanjutnya, instrumen yang digunakan berupa angket  efikasi diri, kemandirian belajar, keterampilan sosial, dan motivasi berprestasi, serta tes hasil belajar. Peneliti menggunakan path analysis untuk menarik simpulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asspek-aspek afektif yang digunakan memberikan dampak yang beragam terhadap hasil belajar siswa.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Menggunakan Model Pengajaran Langsung Simangunsong, Herlina
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2005

Abstract

Beragam upaya dilakukan untuk meningkatkan hasil belajar siswa, salah satunya melalui penerapan model pembelajaran langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar peningkatan hasil belajar siswa dan aktivitas pembelajaran dengan penerapan Pembelajaran model pengajaran langsung. Kami menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan melibatkan 34 siswa SMP Negeri 4 Siborongborong. Kami mengumpulkan data melalui tes hasil belajar dan observasi yang semuanya telah divalidasi secara valid dan reliabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah penerapan model pengajaran langsung, pada tes awal diperoleh hasil belajar siswa masih tergolong sangat rendah hal ini dilihat dari 34 siswa yang mengikuti tes awal diperoleh 2 orang siswa (5,88%) telah mencapai ketuntasan belajar. Pada  tes hasil belajar siklus I diperoleh 19 orang siswa(56%) telah mencapai ketuntasan belajar. Pada tes hasil belajar siklus II diperoleh 31 orang siswa(91%) telah mencapai ketuntasan belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pengajaran langsung dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Pengaruh Media Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Pengukuran Luas dan Volume Menggunakan Media PPT Yulianti, Hiqmatul Ika; Sumaji, Sumaji; Ardianti, Sekar Dwi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): January - March 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i4.2030

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk meneliti efektivitas penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas IV pada materi pengukuran luas dan volume dengan menggunakan media PPT. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Bogotanjung 02 dengan jumlah sampel 15 siswa. Dari keseluruhan 15 siswa 37,5% diantaranya sudah mencapai nilai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) dan sisanya 62,5% belum mencapai KKTP dengan nilai KKTP 70. Penerapan model pembelajaran yang masih terbatas dalam setiap materi yang disampaikan membuat siswa kesulitan dalam memahami materi. Model Problem Based Learning atau yang biasa disebut dengan model pembelajaran berbasis masalah dapat dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari akan membuat siswa lebih mudah dalam memahami materi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Pre-Experimental Design dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes berupa pretest-posttest. Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample t-Test diperoleh nilai signifikasi 0,000 dimana (0,000<0,05) artinya hasil belajar siswa setelah diterapkan model Problem Based Learning menggunakan media PPT lebih baik dibandingkan sebelum diteapkan model tersebut. Peningkatan rata-rata hasil belajar dilihat dengan rata-rata pretest 61,8 dan rata-rata posttest 76,8 dengan rata-rata nilai N-Gain 0,39 dalam kategori sedang. Model Problem Based Learning menggunakan media PPT efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga dapat menjadi solusi bagi guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dengan hasil belajar yang baik.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together Terhadap Hasil Belajar Siswa Materi Kubus Toar, Yisreel Yoel; Tuerah, Philoteus Erwin Alex; Regar, Vivian Eleonora
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2025): January - March 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i1.2033

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata hasil belajar matematika materi kubus antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together lebih meningkat dari siswa yang diajarkan dengan metode ceramah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen semu, dengan rancangan pretest-postest control group design. Subjek penelitian adalah kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 30 siswa dan kelas VIII B sebagai kelas kontol dengan jumlah 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes uraian sebanyak 5 soal. Dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan statistik uji-t diperoleh nilai  >  berarti  diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan dalam hasil belajar matematika siswa pada materi kubus antara siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together dengan siswa yang diajarkan menggunakan metode ceramah. Rata-rata hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe numbered heads together lebih dari rata-rata siswa yang diajarkan dengan metode ceramah
Analisis Kemampuan Metakognitif Siswa yang Menggunakan Pendekatan Pembelajaran Metakognitif-Diskursif pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Ratu, Meriana; Moza, Florida; Napu, Timotius Woda; Making, Samuel Rex Mulyadi
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 3 (2024): July - September 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i3.2067

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan metakognitif siswa yang menggunakan pendekatan pembelajaran Metakognitif-Diskursif pada materi PLSV. Jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Dalam penelitian ini peneliti memilih siswa kelas VIII A SMPK St. Paulus Karuni sebanyak 23 siswa sebagai subjek yang akan diteliti kemampuan metakognitifnya dalam mengerjakan soal PLSV. Instrumen yang digunakan terdiri dari catatan harian, dan soal tes. Analisis hasil tes menggunakan pedoman penilaian dan penskoran. Analisis kemampuan metakognitif menggunakan indikator yang dikemukakan oleh Cohors-Fresenborg & Kaune yang terdiri dari perencanaan, pemantauan, dan refleksi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh siswa kategori tinggi sebanyak mampu menggunakan metakognitifnya dengan baik dalam menyelesaikan soal PLSV. Siswa kategori sedang sebanyak dapat menggunakan metakognitifnya dalam menyelesaikan soal PLSV, namun masih kurang maksimal. Sedangkan siswa kategori rendah sebanyak tidak dapat menggunakan metakognitifnya dalam menyelesaikan soal PLSV.
Pengaruh Kemampuan Berpikir Kritis terhadap Hasil Belajar Matematika Langi’, Evy Lalan; Pasomba, Yenni; Patandi, Ekaria; Bali, Egyanto Poni; Samara, Cindy; Layu’, Elsi Sampu
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 3 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v3i2.2071

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah siswa hanya mampu menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru yang sesuai dengan contoh yang telah dijelaskan. Sehingga ketika guru memberikan soal yang baru dan berbeda dengan contoh soal maka siswa tidak dapat menyelesaikan soal tersebut. Padahal materi soal yang diberikan sama tetapi bentuk soalnya berbeda. Hal tersebut yang membuat hasil belajar matematika siswa rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh kemampuan berpikir kritis terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Makale. Variabel dalam penelitian ini yaitu kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Makale yang terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar pada tahun ajran 2022/2023 yang berjumlah 320 siswa, sedangkan sampel yang berjumlah 64  siswa yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tes kemampuan berpikir kritis dan tes hasil belajar matematika. Data penelitian yang diambil menggunakan : (1) instrumen kemampuan berpikir kritis berbentuk tes uraian dengan jumlah 3 item soal; (2) instrumen hasil belajar matematika berbentuk tes uraian dengan jumlah 5 item soal. Pengolahan data hasil penelitian menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial. Statistik deskriptif dimaksudkan untuk mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis dan hasil belajar matematika, sedangkan statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis penelitian. Hasil penelitian menggunakan uji-t, diperoleh nilai  uji hipotesis  yaitu t_hitung> t_(tabel )yaitu 14,699>1,66. Hal ini menunjukkan H_0 ditolak dan  H_1 diterima bahwa ada pengaruh yang signifikan kemampuan berpikir kritis  terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII  SMP Negeri 1 Makale.
Penerapan Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Geometri Palengka, Inelsi; Tappi, Thea; Angela, Angela; Friska, Simon; Sumule, Yense; Pudi, Yulita
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2024): January - March 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v4i1.2073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan model pembelajaran Realistic Mathematics Education dalam meningkatkan pemahaman konsep geometri siswa. Model Realistic Mathematics Education berfokus pada pengaitan konsep matematika dengan pengalaman nyata, sehingga dapat memudahkan siswa dalam memahami abstraksi materi. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pretest-posttest control group. Sampel penelitian terdiri dari siswa sekolah menengah pertama yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konsep dan observasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang belajar dengan model Realistic Mathematics Education memiliki peningkatan pemahaman konsep geometri yang signifikan dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode konvensional. Kesimpulan dari penelitian ini mengindikasikan bahwa penerapan Realistic Mathematics Education dapat menjadi alternatif efektif dalam pembelajaran geometri, membantu siswa untuk memahami konsep secara lebih mendalam dan aplikatif.  Penelitian ini memberikan dasar bagi studi lebih lanjut mengenai efektivitas Realistic Mathematics Education dalam aspek pembelajaran lainnya. Misalnya, penelitian dapat dikembangkan untuk menguji penerapan model Realistic Mathematics Education dalam materi lain seperti kalkulus atau aljabar