cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2025)" : 23 Documents clear
PENGEMBANGAN MEDIA AUGMENTED REALITY BERBASIS PMR UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA SMA NEGERI Putri, Aisya Nabila; Hafiza, Mutia; Ambarita, Samuel Yordan; Nabilah, Wildani Nisrina; Suwanto, Fevi Rahmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5635

Abstract

This study aims to develop a learning medium based on Augmented Reality (AR) integrated with the Realistic Mathematics Education (RME) approach to enhance students’ conceptual understanding in mathematics. The use of less interactive learning methods often leads to students having difficulty grasping abstract concepts. By combining AR technology with the RME approach, learning is expected to become more visual, contextual, and meaningful. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of five stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. The media was developed using the Assembler Edu application, validated by experts, and implemented among tenth-grade students at SMA Negeri 3 Medan. Data were collected through pre-tests, post-tests, observations, and questionnaires. The results showed an average post-test score increase of 27% compared to the pre-test, indicating a significant improvement in students’ conceptual understanding. In addition, most students responded positively to the media, stating that it was engaging, easy to use, and helped them understand the material more clearly. The media also supports key principles of RME, such as guided reinvention and the use of real-world contexts in the learning process. Based on these findings, the AR-based learning media integrated with RME is considered effective in improving the quality of mathematics instruction and is recommended as an innovative alternative to create more interactive and enjoyable learning experiences. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan Pendekatan Matematika Realistik (PMR) guna meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang interaktif sering kali membuat siswa kesulitan memahami konsep yang bersifat abstrak. Dengan menggabungkan teknologi AR dan pendekatan PMR, pembelajaran diharapkan menjadi lebih visual, kontekstual, dan bermakna. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas lima tahap: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Media dikembangkan menggunakan aplikasi Assembler Edu, divalidasi oleh para ahli, dan diterapkan pada siswa kelas X SMA Negeri 3 Medan. Data dikumpulkan melalui pre-test, post-test, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 27% dibandingkan pre-test, yang mengindikasikan peningkatan signifikan dalam pemahaman konsep siswa. Selain itu, mayoritas siswa memberikan tanggapan positif terhadap media, menyatakan bahwa tampilannya menarik, mudah digunakan, dan membantu dalam memahami materi secara lebih jelas. Media ini juga mendukung prinsip-prinsip PMR, seperti guided reinvention dan penggunaan konteks nyata dalam proses pembelajaran. Berdasarkan temuan tersebut, media AR berbasis PMR dinyatakan efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika dan direkomendasikan sebagai alternatif inovatif untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan menyenangkan.
PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA PADA MASA AWAL: SEBUAH PERJALANAN SEJARAH Niswah, Choirun; Maharani, Fitria; Amallia, Nuria; Adison, Fahima Ad Dini; Andini, Try
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.5684

Abstract

ABSTRACT This article explores the historical development of Islamic education in Indonesia during the early stages of Islam's arrival in the archipelago. The Islamization process occurred peacefully through trade, preaching, politics, marriage, and education. Institutions such as mosques, suraus, prayer houses, and pesantren served as key centers of Islamic learning that blended with local culture. Using a qualitative approach and library research method, this study traces the dynamics of pre-colonial Islamic educational systems and institutions. The researcher began by searching for primary and secondary sources through databases such as Google Scholar, Garuda, DOAJ, and SINTA using specific keywords. Next, 20 of the most relevant sources were selected. The collected data were then analyzed using a descriptive-analytical approach to examine the development of Islamic education in its social and historical context. The findings indicate that Islamic education played a central role in shaping religious and social identity. Despite challenges such as limited infrastructure and colonial pressure, early Islamic education systems endured and adapted, ultimately becoming a foundational pillar of Indonesia’s national education system today. ABSTRAK Artikel ini mengkaji sejarah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia pada masa awal masuknya Islam ke Nusantara. Proses Islamisasi berlangsung secara damai melalui jalur perdagangan, dakwah, politik, pernikahan, dan pendidikan. Lembaga-lembaga seperti masjid, surau, langgar, dan pesantren menjadi pusat utama pendidikan Islam yang menyatu dengan budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka untuk menelusuri dinamika lembaga dan sistem pendidikan Islam pra-kolonial. Penelitian dimulai dengan menelusuri sumber-sumber primer dan sekunder melalui database seperti Google Scholar, Garuda, DOAJ, dan SINTA menggunakan kata kunci tertentu. Selanjutnya, dipilih 20 sumber yang paling relevan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis untuk mengkaji perkembangan pendidikan Islam dalam konteks sosial dan historis. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memiliki peran sentral dalam pembentukan identitas keagamaan dan sosial masyarakat. Meskipun menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur dan tekanan kolonial, sistem pendidikan Islam awal mampu bertahan dan beradaptasi hingga menjadi fondasi penting dalam sistem pendidikan nasional saat ini.
POLITIK BAHASA: DINAMIKA KEKUASAAN, IDENTITAS, DAN PERENCANAAN BAHASA Mashudi, Mashudi; Kuntoro, Kuntoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6298

Abstract

ABSTRACT This study aims to comprehensively analyze the dynamics of language politics in Indonesia, particularly in the post-reform era. The main focus is to identify how political power, identity construction, and national language planning interact and influence the linguistic landscape in Indonesia. Using a qualitative approach through case studies and discourse analysis, this research explores the role of language in the political arena, including the mobilization of support, the formation of public opinion, and the representation of social groups. Additionally, the study examines the implementation of national language policies, the challenges encountered, and their impact on the maintenance of regional languages and the development of Indonesian as both a unifying and global language. The findings indicate that post-reform language politics in Indonesia are marked by a tension between strengthening the national language and preserving regional languages. Language functions as both an instrument of power and a marker of identity in various political and social arenas. Although linguistic diversity is formally recognized, policy implementation still faces significant challenges, such as weak inter-agency coordination, limited resources, and low public participation. These findings highlight the need for inclusive, contextual, and sustainable language policies to manage linguistic diversity as a national asset that reinforces identity, social cohesion, and supports social and cultural development in a multicultural and multilingual Indonesia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif dinamika politik bahasa di Indonesia khususnya pasca-reformasi. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kekuasaan politik, konstruksi identitas, dan perencanaan bahasa nasional saling berinteraksi dan memengaruhi lanskap kebahasaan di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan studi kasus dan analisis wacana, penelitian ini mengeksplorasi peran bahasa dalam arena politik, termasuk mobilisasi dukungan, pembentukan opini publik, dan representasi kelompok sosial. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji implementasi kebijakan bahasa nasional, tantangan yang dihadapi, serta dampaknya terhadap pemertahanan bahasa daerah dan pengembangan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa global. Hasil penelitian menunjukkan bahwa politik bahasa pasca-reformasi di Indonesia ditandai oleh tarik-menarik antara penguatan bahasa nasional dan pelestarian bahasa daerah. Bahasa berfungsi sebagai instrumen kekuasaan sekaligus penanda identitas dalam berbagai arena politik dan sosial. Meski keberagaman bahasa diakui secara formal, implementasi kebijakan masih menghadapi tantangan, seperti lemahnya koordinasi, keterbatasan sumber daya, dan rendahnya partisipasi publik. Temuan ini menekankan perlunya kebijakan yang inklusif, kontekstual, dan berkelanjutan agar keberagaman bahasa dapat dikelola sebagai aset nasional yang memperkuat identitas, kohesi sosial, serta mendukung pembangunan sosial dan budaya di Indonesia yang multikultural dan multilingual.
REKRUTMEN PERANGKAT DESA DI DESA TULO’A Sugeha, Muhamad Ridho; Kamuli, Sukarman; Lukum, Roni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6329

Abstract

This study aims to describe the recruitment process of village officials in Tulo’a Village, Bulango Utara District, Bone Bolango Regency, and to identify the role and actions of the village head in the process, especially regarding indications of nepotism. The background of the study is based on the importance of transparency and professionalism in the appointment of village officials to achieve good village governance and quality public services. The main issue raised is the alleged nepotism, where most village officials are related to the village head, as well as the supporting and inhibiting factors in the recruitment process. The results show that the recruitment process of village officials in Tulo’a Village does not involve nepotism practices. However, the challenge lies in the low quality of the local human resources. Many village residents do not meet the minimum education level as required by regulations. This results in a limited number of eligible applicants. Supporting factors in the recruitment process include the existence of clear regulations and the need for competent village officials, while the main inhibiting factors are the culture of patronage, lack of supervision, and minimal community involvement in the selection process.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses rekrutmen perangkat desa di Desa Tulo’a, Kecamatan Bulango Utara, Kabupaten Bone Bolango, serta mengidentifikasi peran dan tindakan kepala desa dalam proses tersebut, khususnya terkait indikasi nepotisme kekuasaan. Latar belakang penelitian didasarkan pada pentingnya transparansi dan profesionalisme dalam pengangkatan perangkat desa untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang baik dan pelayanan publik yang berkualitas. Permasalahan utama yang diangkat adalah adanya dugaan nepotisme, di mana sebagian besar perangkat desa merupakan kerabat kepala desa, serta faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan rekrutmen perangkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses rekrutmen perangkat desa di Desa Tulo’a tidak adanya praktir nepotisme namun,dalam rekrutmen perangkat desa rendahnya kualitas sumber daya manusia lokal. Banyak warga desa yang belum memiliki tingkat pendidikan minimal sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh peraturan perundang-undangan. Ini menyebabkan keterbatasan jumlah pelamar yang layak.Faktor pendukung dalam pelaksanaan rekrutmen meliputi adanya regulasi yang jelas dan kebutuhan akan perangkat desa yang kompeten, sedangkan faktor penghambat utamanya adalah budaya patronase, kurangnya pengawasan, serta minimnya keterlibatan masyarakat dalam proses seleksi. 
PERAN KEPALA DESA DALAM PENGELOLAAN ANGGARAN DANA DESA DI DESA TOLOTIO Mohi, Nadila; Kamuli, Sukarman; Alhamid, Saleh
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6330

Abstract

This research aims to analyze the role of the village head in managing village fund budgets in Tolotio Village, Bonepantai Sub-District, Bonebolango Regency, and to identify the supporting and inhibiting factors encountered in the process. The research is motivated by the importance of transparent, accountable, and participatory village fund governance as an effort to achieve effective and sustainable village development A qualitative descriptive method was employed, with data collection techniques including observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the village head plays a central role in all stages of village fund management, from planning and implementation to accountability. The village head is required not only to possess administrative skills but also leadership and managerial abilities to foster synergy with village officials and the community. However, village fund management in Tolotio still faces challenges, particularly related to low human resource capacity and weak internal coordination within the village government. The main supporting factors are regulatory support and community participation, while inhibiting factors inelude limited human resources and misdirected aid. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepala desa dalam pengelolaan anggaran dana desa di Desa Tolotio, Kecamatan Bonepantai, Kabupaten Bonebolango, serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi dalam proses tersebut. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya tata kelola dana desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif sebagai upaya mewujudkan pembangunan desa yang efektif dan berkelanjutan.  Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala desa memegang peranan sentral dalam seluruh tahapan pengelolaan dana desa, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pertanggungjawaban. Kepala desa dituntut tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga kepemimpinan dan manajerial untuk membangun sinergi dengan perangkat desa dan masyarakat. Namun, pengelolaan dana desa di Desa Tolotio masih menghadapi kendala, terutama terkait rendahnya kapasitas sumber daya manusia,dan lemahnya koordinasi internal pemerintah desa. Faktor pendukung utama adalah adanya dukungan regulasi dan partisipasi masyarakat, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan SDM dan bantuan yang tidak tepat sasaran
ZAKAT PRODUKTIF SEBAGAI PILAR PENGUATAN EKONOMI UMAT DALAM UPAYA MENDORONG SUSTINABLE DEVELOPMENT GOALS (SDGs) DI KOTA TERNATE Wongsokarto, Jenjang Waldiono; Ilyas, Fauji; Wongsokarto, Misdiarso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6965

Abstract

Ternate City, as one of the regions with a majority Muslim population, has a great potential for zakat which can be utilized as a pillar for strengthening the people’s economy in an effort to encourage sustainable development. Therefore, this study specifically examines the practice of zakat management, the challenges of utilizing productive zakat for empowering the people’s economy, as well as its impact on community economic empowerment as an effort to promote sustainable development in Ternate City. This research employs a descriptive qualitative approach through problem-solving. The results show that zakat management in Ternate City is carried out with full trustworthiness and professionalism. The utilization of productive zakat in Ternate City faces several challenges, including the lack of specific regulations, limited incentives for zakat management institutions, and the low public understanding of productive zakat. Furthermore, productive zakat in Ternate City can provide an impact on economic empowerment to encourage sustainable development in Ternate City. ABSTRAKKota Ternate sebagai salah satu daerah dengan mayoritas penduduk beragama Islam memiliki potensi zakat yang sangat besar yang dapat digunakan sebagai pilar penguatan ekonomi umat dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan. Maka dari itu, penelitian ini secara khusus mengkaji praktik pengelolaan zakat, tantangan pendayagunaan zakat produktif terhadap permberdayaan ekonomi umat, serta dampanya terhadap pemberdayaan ekonomi umat sebagai upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Ternate. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pengelolaan zakat di Kota Ternate dilakukan secara penuh Amanah dan professional. Pendayagunaan zakat produktif di Kota Ternate menghadapi tantangan di antaranya kurangnya regulasi yang spesifik, minimya insentif lembaga pengelola zakat serta rendahnya pemahaman masyarakat tentang zakat produktif. Selanjutnya, zakat produktif di Kota Ternate mampu memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi dalam upaya mendorong pembangunan berkelanjutan di Kota Ternate.
PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN KARTU DOMINO UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA KELAS VII SMP NEGERI Muthi, Amirah Zahra; Sujarwo, Sujarwo; Hidayaht, Achmad Nur
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6042

Abstract

This research aims to improve the learning outcomes of seventh-grade IPS (Social Studies) students at SMPN 236 Jakarta through the implementation of domino card learning media. The educational problem identified was low learning outcomes due to less innovative learning methods. This study employed the Kemmis-McTaggart spiral model of Classroom Action Research (CAR), conducted in three cycles, encompassing planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 34 students from class VII-C. Data were collected through observation, tests (cognitive scores), and interviews. The results showed a significant improvement in the cognitive domain, with learning outcomes reaching 67.6% in Cycle I, 79.4% in Cycle II, and 85.2% in Cycle III, surpassing the Minimum Completeness Criteria (KKM) of 75 and classical completeness of 80%. Furthermore, there was an increase in student engagement in the affective domain, particularly in questioning and collaboration skills. Domino cards proved effective in presenting material contextually and fostering collaboration. Thus, the application of GBL (Game-Based Learning) assisted by domino cards successfully improved students' learning outcomes and engagement in Social Studies. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas VII-C SMPN 236 Jakarta melalui penerapan media pembelajaran kartu domino. Permasalahan pendidikan yang ditunjukkan merupakan rendahnya hasil belajar akibat pembelajaran yang kurang inovatif. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model spiral Kemmis-Mc.Taggart yang dilaksanakan dalam tiga siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 34 siswa kelas VII-C. Data dikumpulkan melalui observasi, tes (nilai kognitif), dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada ranah kognitif, dengan hasil belajar mencapai 67,6% pada Siklus I, 79,4% pada Siklus II, dan 85,2% pada Siklus III, melampaui KKM 75 dan ketuntasan klasikal 80%. Selain itu, terdapat peningkatan keaktifan siswa pada ranah afektif, khususnya dalam kemampuan bertanya dan bekerja sama. Kartu domino terbukti efektif dalam menyajikan materi secara kontekstual dan mendorong kolaborasi. Dengan demikian, penerapan GBL berbantuan kartu domino berhasil meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa IPS.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW PADA MATERI BANGUN DATAR DI KELAS VII SMP Suci, Tri Mai
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6121

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of the Jigsaw type of Cooperative Learning method on students' learning outcomes and engagement in mathematics learning. The background of the study lies in the continued dominance of classical teaching methods that are teacher-centered, often resulting in passive students. The Jigsaw method is proposed as an alternative to encourage active student participation in the learning process. This research is a classroom action research (CAR) conducted in three cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through observation, questionnaires, and interviews, then analyzed using data reduction, data presentation, and conclusion drawing techniques. The results showed that in the first cycle, many students were still unfamiliar with the Jigsaw method. However, in the second and third cycles, both teachers and students began to understand and apply the method more effectively. Student activity increased from 52.22% in the first cycle to 76.67% in the third cycle, while daily test scores improved from 55.25 to 80.83. Thus, the Jigsaw type of Cooperative Learning is proven to be effective in enhancing both learning outcomes and student engagement in Grade VII at SMP Plus Ibadurrahman Cipondoh, Tangerang. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode Cooperative Learning tipe Jigsaw terhadap hasil belajar dan aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika. Latar belakang penelitian ini adalah masih dominannya penggunaan metode pembelajaran klasikal yang berpusat pada guru, sehingga siswa cenderung pasif. Metode Cooperative Learning tipe Jigsaw ditawarkan sebagai alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, dan wawancara, kemudian dianalisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus pertama, sebagian siswa masih belum terbiasa dengan metode Jigsaw. Namun, pada siklus kedua dan ketiga, baik guru maupun siswa mulai memahami dan mampu mengimplementasikan metode ini dengan lebih baik. Aktivitas siswa meningkat dari 52,22% pada siklus I menjadi 76,67% pada siklus III, sementara hasil ulangan harian meningkat dari 55,25 menjadi 80,83. Dengan demikian, metode Cooperative Learning tipe Jigsaw terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa kelas VII SMP Plus Ibadurrahman Cipondoh Tangerang.
PENGEMBANGAN E-BATAR (ELEKTRONIK BAHAN AJAR BANGUN DATAR) BERBASIS PEMBELAJARAN DEEP LEARNING KELAS V DI SD Lestari, Priscya Ayu; Pulukadang, Wiwy Triyanty; Marshanawiah, Andi; Arif, Rifda Mardian; Aries, Nur Sakinah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6167

Abstract

This research developed Deep Learning-based E-Batar (Electronic Teaching Materials for Two-Dimensional Shape) to improve student's learning outcomes at SDN No. 89 Sipatana, Gorontalo City. This Research and Development (R&D) applied the ADDIE development model, which included five stages (analysis, design, development, implementation, and evaluation). Experts in their fields validated the development of this learning media. The data in this research were collected through observation, interviews, questionnaires, and documentation. Based on the validation analysis, media validators gave 97.5% (very feasible), material validators 1 86%, material validators II 88% (very feasible), user experts 97.8% (very feasible), and student learning outcomes 68.6% (quite effective). In conclusion, the E-Batar (Electronic Teaching Materials for Two-Dimensional Shape) media developed is suitable to be a learning and prove the learning outcomes of grade V elementary school students ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran interaktif E-Batar (Elektronik Bahan Ajar Bangun Datar) berbasis Deep Learning, dengan harapan media ini dapat digunakan secara layak untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di SDN No. 89 Sipatana Kota Gorontalo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan menerapkan model pengembangan ADDIE, yang mencakup lima tahapan, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, serta evaluasi. Untuk memastikan kelayakan dari E-Batar yang dikembangkan, dilakukan proses validasi oleh para ahli di bidangnya. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, serta dokumentasi. Berdasarkan hasil dari validasi menunjukkan tingkat kelayakan dengan persentase sebagai berikut: validator media 97,5% (sangat layak), validator materi I 86%, validator materi II 88% (sangat layak), ahli pengguna 97,8% (sangat layak), serta hasil belajar peserta didik 68,6% (cukup efektif). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa media E-Batar (Elektronik Bahan Ajar Bangun Datar) yang dikembangkan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas V sekolah dasar.
KEPEMIMPINAN ROHANI DAN TRANSFORMASI IMAN PEMUDA: STUDI KASUS DI GKJ CAKRANINGRATAN SURAKARTA Cahyono, Yosua Felix; Setyanti, Eliana; Wahyudi, Sabda
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i2.6226

Abstract

This study aims to explore the role of spiritual leadership in influencing the spiritual development of youth at the Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cakraningratan Surakarta. Spiritual leadership is understood as a leadership model rooted in Christian values, exemplary life, and submission to God's sovereignty. The study employs a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with pastors, church elders, youth committee leaders, and active youth members, supported by observations and church documentation. The findings reveal that spiritual leadership significantly impacts youth faith formation. Youth guided by spiritual, communicative, and consistent leaders demonstrate increased involvement in ministry, reflective decision-making, and deeper personal spirituality. However, the study also identifies gaps between the ideal model and current practice, including leadership absence, lack of personal discipline, and ineffective communication. These findings highlight the importance of continuous development of spiritual leadership within church-based youth ministry. Authentic spiritual leaders serve as catalysts for nurturing the faith of the younger generation. This study contributes both theoretically and practically to the development of a contextual, spiritually grounded leadership model relevant to the contemporary church context. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran kepemimpinan rohani dalam memengaruhi perkembangan spiritual pemuda di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Cakraningratan Surakarta. Kepemimpinan rohani dipahami sebagai bentuk kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai Kristiani, keteladanan hidup, dan ketundukan terhadap kedaulatan Tuhan. Pendekatan penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pendeta, majelis pamong, ketua komisi pemuda, serta anggota pemuda aktif, didukung oleh observasi dan dokumentasi kegiatan gereja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan rohani memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan iman pemuda. Pemuda yang dipimpin oleh figur yang rohani, komunikatif, dan konsisten menunjukkan peningkatan partisipasi dalam pelayanan, pengambilan keputusan yang reflektif, dan kedalaman spiritualitas pribadi. Namun demikian, penelitian juga menemukan adanya kesenjangan antara kepemimpinan ideal dan praktik di lapangan, seperti kurangnya kehadiran pemimpin, minimnya disiplin pribadi, dan komunikasi yang tidak efektif. Implikasi dari temuan ini menegaskan pentingnya pembinaan kepemimpinan rohani secara berkelanjutan dalam pelayanan kategorial pemuda. Pemimpin rohani yang otentik dapat menjadi motor penggerak pembentukan iman generasi muda gereja. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dan praktis bagi pengembangan model kepemimpinan berbasis spiritualitas yang kontekstual dan relevan dalam gereja masa kini.

Page 2 of 3 | Total Record : 23