cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
IMPLEMENTATION OF TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) IN IMPROVING DIGITAL LITERACY AND INNOVATIVE ATTITUDE OF SENIOR HIGH SCHOOL TEACHERS Ine Rahayu Purnamaningsih; Sry Meylaningsih; Uus Kustiana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11192

Abstract

ABSTRACT The rapid development of information technology requires teachers to possess digital literacy competencies and innovative attitudes to support effective learning in the digital era. One approach that can support the improvement of these competencies is Total Quality Management (TQM). This study aims to analyze the relationship between TQM implementation and the digital literacy and innovative attitudes of senior high school teachers. The study employed a quantitative approach with a descriptive-correlational design. The population consisted of 40 teachers at SMA YP IPPI Petojo, all of whom were selected as the sample through a total sampling technique. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using descriptive and inferential statistics with SPSS version 26. The results showed that the digital literacy and innovative attitude data were normally distributed, with significance values of 0.528 and 0.468 (>0.05), respectively. Digital literacy had a mean score of 45.21 with a standard deviation of 9.484, while innovative attitude had a mean score of 46.15 with a standard deviation of 8.732. The distribution of innovative attitudes was dominated by the score interval of 46–51 (35.0%), indicating a moderate category. These findings suggest that teachers’ digital literacy and innovative attitudes still need further development through the application of TQM principles, including continuous improvement, total involvement of organizational members, and quality-oriented leadership. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi menuntut guru memiliki kompetensi literasi digital dan sikap inovatif untuk mendukung pembelajaran yang efektif di era digital. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mendukung peningkatan kompetensi tersebut adalah Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality Management/TQM). Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan implementasi TQM dengan literasi digital dan sikap inovatif guru Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif-korelasional. Populasi penelitian terdiri atas 40 guru SMA YP IPPI Petojo yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan statistik deskriptif serta inferensial menggunakan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data literasi digital dan sikap inovatif berdistribusi normal dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,528 dan 0,468 (>0,05). Literasi digital memiliki nilai rata-rata 45,21 dengan standar deviasi 9,484, sedangkan sikap inovatif memiliki nilai rata-rata 46,15 dengan standar deviasi 8,732. Distribusi sikap inovatif didominasi interval skor 46–51 sebesar 35,0%, yang menunjukkan kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa literasi digital dan sikap inovatif guru masih perlu dikembangkan melalui penerapan prinsip TQM, seperti perbaikan berkelanjutan, keterlibatan seluruh anggota organisasi, dan kepemimpinan mutu.
PENGARUH KOMPETENSI MANAJERIAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP DISIPLIN DAN KINERJA GURU SMPN 1 KOTA JAMBI Irawidiarti Irawidiarti; Robi Hendra; Marzul Hidayat
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11221

Abstract

ABSTRACT Teacher performance is one of the key factors in improving the quality of education. Teacher performance is influenced by various factors, including principals’ managerial competence, organizational culture, and teacher work discipline. This study aims to analyze the influence of principals’ managerial competence and organizational culture on teacher performance and teacher work discipline at SMPN 1 Kota Jambi. This study employed a quantitative associative (causal) approach. Data were collected through questionnaires distributed to 60 teachers who served as the research sample. Data were analyzed using path analysis to examine both direct and simultaneous effects among the research variables. The results indicate that principals’ managerial competence does not have a significant effect on either teacher work discipline or teacher performance. In contrast, organizational culture has a positive and significant effect on both teacher work discipline and teacher performance. Teacher work discipline shows a positive effect on teacher performance; however, the effect is not statistically significant. Simultaneously, principals’ managerial competence and organizational culture significantly affect both teacher performance and teacher work discipline. The study concludes that organizational culture is the most dominant factor in improving teacher work discipline and performance. Therefore, strengthening a positive organizational culture should be a primary concern for schools in enhancing teacher performance and improving the effectiveness of educational management. ABSTRAK Kinerja guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kinerja guru dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kompetensi manajerial kepala sekolah, budaya organisasi, dan disiplin kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi manajerial kepala sekolah dan budaya organisasi terhadap kinerja guru serta disiplin kerja guru di SMPN 1 Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif (kausalitas). Data dikumpulkan melalui penyebaran angket kepada 60 guru yang dijadikan sampel penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis) untuk menguji pengaruh langsung maupun simultan antarvariabel penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi manajerial kepala sekolah tidak berpengaruh signifikan terhadap disiplin kerja maupun kinerja guru. Sebaliknya, budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja serta kinerja guru. Disiplin kerja guru menunjukkan pengaruh positif terhadap kinerja guru, namun pengaruh tersebut tidak signifikan secara statistik. Secara simultan, kompetensi manajerial kepala sekolah dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru maupun disiplin kerja guru. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa budaya organisasi merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan disiplin kerja dan kinerja guru. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi yang positif perlu menjadi perhatian utama sekolah dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja guru dan efektivitas penyelenggaraan pendidikan.
LAMPUNG LOCAL WISDOM AS A BASIS FOR DEVELOPING PARENTING PATTERNS TO IMPROVE STUDENTS' FRUGAL LIVING Tiara Oktavia; Risma Margaretha Sinaga; Rahma Kurnia Sri Utami
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11236

Abstract

ABSTRACT The phenomenon of excessive consumption that is increasingly embedded in adolescents’ lives in the digital era presents new challenges for character education, particularly in fostering wise financial management habits. In this context, local cultural values have the potential to serve as a foundation for developing frugal living behaviors that are more contextual and closely aligned with students’ everyday experiences. Based on this perspective, this study developed a parenting model that integrates the local wisdom values of Lampung, namely Nengah Nyappur and Nemui Nyimah, to strengthen frugal living behavior among students of SMAS YP UNILA Bandar Lampung. The model was developed using a Research and Development approach guided by the ADDIE framework, which includes needs analysis, design, product development, implementation, and evaluation stages. Data were collected through observations, questionnaires, and documentation involving Grade XI students in the 2025/2026 academic year. The quality of the instruments and the developed product was assessed through validity and reliability testing, while the impact of the model’s implementation was analyzed using N-Gain analysis and the Independent Sample t-test. The final product, in the form of a practical parenting guidebook, received a “very feasible” evaluation from material, media, language, and cultural experts. Its implementation also demonstrated a greater improvement in frugal living behavior in the experimental group compared to the control group. These findings indicate that strengthening parenting practices based on Nengah Nyappur and Nemui Nyimah values can foster attitudes of thrift, responsibility, adaptability, and financial management skills, making it a relevant alternative strategy for character education in addressing contemporary adolescent consumer culture. ABSTRAK Fenomena konsumsi berlebihan yang semakin melekat pada kehidupan remaja di era digital menghadirkan tantangan baru bagi pendidikan karakter, terutama dalam membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijaksana. Di tengah kondisi tersebut, nilai-nilai budaya lokal memiliki potensi untuk dijadikan landasan pembentukan perilaku hidup hemat yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan peserta didik. Berangkat dari pemikiran tersebut, penelitian ini menghasilkan sebuah model pola asuh yang mengintegrasikan nilai kearifan lokal Lampung, yaitu Nengah Nyappur dan Nemui Nyimah, untuk memperkuat perilaku frugal living siswa SMAS YP UNILA Bandar Lampung. Pengembangan model dilakukan melalui pendekatan Research and Development dengan kerangka ADDIE yang mencakup proses analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan produk, implementasi, dan evaluasi. Data diperoleh dari observasi, angket, serta dokumentasi pada siswa kelas XI tahun ajaran 2025/2026. Kualitas instrumen dan produk dianalisis melalui pengujian validitas serta reliabilitas, sedangkan dampak penerapan model dikaji menggunakan analisis N-Gain dan Independent Sample T-Test. Produk akhir berupa buku panduan praktis memperoleh penilaian sangat layak dari ahli materi, media, bahasa, dan budaya. Implementasinya juga menunjukkan peningkatan perilaku frugal living yang lebih baik pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa penguatan pola asuh berbasis Nengah Nyappur dan Nemui Nyimah mampu mendorong terbentuknya sikap hemat, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan mengelola keuangan, sehingga relevan digunakan sebagai alternatif strategi pendidikan karakter dalam menghadapi budaya konsumtif remaja masa kini.
PENERAPAN MEDIA ULAR TANGGA BERKARTU PERTANYAAN UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR IPAS SISWA SD Jesicha Kurnia Non; Herry Sanoto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11426

Abstract

ABSTRACT This study was motivated by the low levels of learning participation and science learning outcomes among fourth-grade students at SDN Kadirejo 02, which were caused by the dominance of lecture-based teaching methods and the limited use of engaging learning media. The study aimed to describe the implementation of a snakes-and-ladders learning medium integrated with question cards and to improve students’ learning participation and science learning outcomes. This research employed the Classroom Action Research (CAR) method using the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles consisting of planning, action, observation, and reflection stages. The participants were 25 fourth-grade students of SDN Kadirejo 02, Pabelan District, Semarang Regency. Data were collected through learning participation observation sheets and learning achievement tests administered at the end of each cycle. The results showed improvements in both students’ learning participation and learning outcomes across the cycles. The average learning outcome score increased from 57.60 in the pre-cycle to 71.60 in Cycle I and 86.80 in Cycle II. Classical learning mastery also improved from 0% in the pre-cycle to 52% in Cycle I and reached 100% in Cycle II. In addition, students’ learning participation increased from the “fair” category (55.60%) to the “good” category (81.40%). These findings indicate that the use of a snakes-and-ladders learning medium integrated with question cards can enhance students’ learning participation and science learning outcomes on the topic of States of Matter and Their Changes. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keaktifan dan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN Kadirejo 02 yang disebabkan oleh penggunaan metode pembelajaran yang masih didominasi ceramah dan kurangnya media pembelajaran yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran ular tangga berbasis kartu pertanyaan serta meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPAS siswa. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 25 siswa kelas IV SDN Kadirejo 02, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang. Data dikumpulkan melalui lembar observasi keaktifan belajar dan tes evaluasi hasil belajar pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Rata-rata hasil belajar meningkat dari 57,60 pada pra siklus menjadi 71,60 pada siklus I dan 86,80 pada siklus II. Ketuntasan belajar klasikal juga meningkat dari 0% pada pra siklus menjadi 52% pada siklus I dan mencapai 100% pada siklus II. Selain itu, keaktifan belajar siswa meningkat dari kategori cukup (55,60%) menjadi kategori baik (81,40%). Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan media ular tangga berbasis kartu pertanyaan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPAS siswa pada materi Wujud Zat dan Perubahannya.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PEMBAGIAN MELALUI GAME EDUKASI PIRING PINTAR KELAS 4 SD KADIREJO 02 Yohanna Dwi Apriliani; Herry Sanoto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11428

Abstract

ABSTRACT Difficulties in learning division with remainders at the elementary school level are often reflected in limited classroom participation, low learning motivation, and unsatisfactory academic achievement. To address these challenges, an educational game supported by the Piring Pintar media and the porogapit method was introduced in a fourth-grade classroom at SD Kadirejo 02. This approach was designed to provide participants with a more concrete, engaging, and accessible understanding of division with remainders. The study was conducted as Classroom Action Research implemented across two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages. Data were collected through classroom observations, learning achievement tests, interviews, and documentation to capture changes occurring throughout the learning process. The findings revealed notable improvements in several aspects of learning. Participant engagement increased from 70% to 88%, while learning motivation rose from 72% to 89%. Learning outcomes also showed substantial progress, with mastery achievement improving from 68% to 90%. These results indicate that combining educational games with the Piring Pintar media and the porogapit method contributed positively to participants’ understanding of division with remainders while creating a learning environment that encouraged active involvement and sustained motivation. The implementation of this approach therefore demonstrated its potential to enhance the overall quality of mathematics learning for fourth-grade participants at SD Kadirejo 02. ABSTRAK Pembelajaran pembagian bersisa pada peserta didik sekolah dasar sering menghadapi kendala berupa rendahnya partisipasi belajar, kurangnya dorongan untuk terlibat aktif, serta capaian hasil belajar yang belum optimal. Kondisi tersebut mendorong penerapan game edukasi yang dipadukan dengan media Piring Pintar dan metode porogapit sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih konkret, menarik, dan mudah dipahami oleh peserta didik kelas IV SD Kadirejo 02. Implementasi tindakan dilakukan melalui Penelitian Tindakan Kelas yang berlangsung dalam dua siklus. Setiap siklus dikembangkan melalui rangkaian perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data penelitian diperoleh melalui observasi, tes hasil belajar, wawancara, serta dokumentasi untuk menggambarkan perubahan yang terjadi selama proses pembelajaran. Perubahan positif tampak pada berbagai aspek yang diamati. Tingkat keaktifan peserta didik meningkat dari 70% menjadi 88%, sedangkan motivasi belajar mengalami kenaikan dari 72% menjadi 89%. Perkembangan serupa juga terlihat pada hasil belajar, yang ditunjukkan oleh peningkatan ketuntasan dari 68% menjadi 90%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi permainan edukatif dengan media Piring Pintar dan metode porogapit tidak hanya membantu peserta didik memahami konsep pembagian bersisa secara lebih bermakna, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang mendorong keterlibatan dan motivasi belajar. Dengan demikian, pendekatan tersebut berkontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pembelajaran matematika di kelas IV SD Kadirejo 02.
KYAI DIGITAL” DAN TRANSFORMASI SUMBER BELAJAR PAI GENERASI Z Fatur Rahman; Nurdin Nurdin; Adawiyah Pettalongi; Andi Anirah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11487

Abstract

ABSTRACT The rapid development of digital technology has transformed the way Generation Z accesses and learns religious knowledge. The emergence of various social media platforms has given rise to the phenomenon of “digital kyai,” referring to religious figures who deliver Islamic teachings and da’wah through digital media. This study aims to analyze the phenomenon of digital kyai and the transformation of Islamic Religious Education (PAI) learning resources among Generation Z. The research employed a library research method by reviewing and analyzing relevant scholarly sources, including journal articles, books, and previous studies related to digital Islamic education, social media, and the religious behavior of Generation Z. The collected data were analyzed using a descriptive-qualitative approach through identification, categorization, interpretation, and synthesis of findings from the literature. The results indicate that digital kyai have become one of the primary references for Generation Z because they provide religious learning that is more flexible, communicative, interactive, and easily accessible. The transformation of PAI learning resources reflects a shift from teacher-centered and conventional text-based learning toward audiovisual and social media-based digital platforms. Nevertheless, this phenomenon also presents challenges, including the emergence of instant religious authority, superficial religious understanding, and limited religious digital literacy. The study concludes that digital kyai can effectively support Islamic religious learning when accompanied by strengthened Islamic digital literacy, teacher guidance, and the integration of religious moderation values within digital learning environments. ABSTRAK Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola akses dan pembelajaran agama di kalangan Generasi Z. Kehadiran berbagai platform media sosial melahirkan fenomena “kyai digital”, yaitu figur keagamaan yang menyampaikan dakwah dan pembelajaran Islam melalui media berbasis digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis fenomena kyai digital serta transformasi sumber belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Generasi Z. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji dan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa jurnal, buku, artikel, dan hasil penelitian yang relevan dengan pendidikan Islam digital, media sosial, dan perilaku religius Generasi Z. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif-kualitatif melalui proses identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis temuan dari berbagai literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kyai digital menjadi salah satu sumber rujukan utama bagi Generasi Z karena menawarkan akses pembelajaran agama yang lebih fleksibel, komunikatif, interaktif, dan mudah dijangkau. Transformasi sumber belajar PAI menunjukkan pergeseran dari model pembelajaran yang berpusat pada guru dan kitab konvensional menuju pemanfaatan media digital berbasis audiovisual dan media sosial. Namun demikian, fenomena ini juga menghadirkan tantangan berupa munculnya otoritas keagamaan instan, penyebaran pemahaman agama yang dangkal, serta rendahnya literasi digital keagamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan kyai digital dapat mendukung pembelajaran PAI secara efektif apabila diimbangi dengan penguatan literasi digital Islam, pendampingan guru, serta integrasi nilai-nilai moderasi beragama dalam ekosistem pembelajaran digital.
EFEKTIVITAS POWERPOINT MORPH TRANSITION TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMK PADA MATA PELAJARAN KONSTRUKSI GEOMETRI Riki Febrianto; Septian Eko Cahyanto; Kriswanto Kriswanto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11499

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of learning media based on the Morph Transition feature in Microsoft PowerPoint on students’ learning outcomes in the Geometric Construction subject at SMKN 1 Semarang. The development of the learning media was carried out by referring to the principles of the Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML). Before implementation, both the learning media and the research instruments were validated by six validators and obtained an average feasibility score of 86.1%. This study employed a quasi-experimental design using a pretest-posttest control group approach involving 62 students, consisting of 32 students in the control class and 30 students in the experimental class. The results showed that the average posttest score of the experimental class reached 92.29, which was higher than that of the control class with an average score of 85.65. The Independent Sample T-Test results also indicated significant differences in posttest scores (t = −2.406; sig. = 0.019) and N-Gain scores (t = −3.703; sig. = 0.000). In addition, Cohen’s d effect size values of 1.367 for the posttest and 1.710 for the N-Gain demonstrated that the learning media had a strong practical effect on improving students’ learning outcomes. Nevertheless, research on the use of the Morph Transition feature in Geometric Construction learning in mechanical engineering vocational schools remains relatively limited. Therefore, the findings of this study reinforce the importance of developing similar learning media, particularly for procedural subjects in vocational high school environments. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas media pembelajaran berbasis Morph Transition pada Microsoft PowerPoint terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Konstruksi Geometri di SMKN 1 Semarang. Pengembangan media dilakukan dengan mengacu pada prinsip Cognitive Theory of Multimedia Learning (CTML). Sebelum digunakan, media pembelajaran dan instrumen penelitian telah divalidasi oleh enam validator dan memperoleh rata-rata tingkat kelayakan sebesar 86,1%. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental tipe pretest-posttest control group dengan melibatkan 62 siswa yang terdiri atas 32 siswa kelas kontrol dan 30 siswa kelas eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen mencapai 92,29, lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 85,65. Hasil Independent Sample T-Test juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada nilai posttest (t = −2,406; sig. = 0,019) serta N-Gain Score (t = −3,703; sig. = 0,000). Selain itu, nilai effect size Cohen’s d sebesar 1,367 pada posttest dan 1,710 pada N-Gain menunjukkan bahwa media pembelajaran tersebut memiliki pengaruh praktis yang kuat terhadap peningkatan hasil belajar siswa. Meskipun demikian, penelitian mengenai penggunaan fitur Morph Transition dalam pembelajaran Konstruksi Geometri pada SMK Teknik Mesin masih tergolong terbatas. Oleh karena itu, temuan penelitian ini memperkuat pentingnya pengembangan media pembelajaran serupa, khususnya untuk mata pelajaran prosedural di lingkungan SMK.
TANTANGAN DIGITAL DAN IMAN GEN Z: SEBUAH PENDEKATAN PENDAMPINGAN MENTORING COMPANIONSHIP Lia Rosalia Sianturi; Wilson Simbolon
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11548

Abstract

ABSTRACT Mentoring companionship, which is grounded in trust, empathy, and personal connection, plays an important role in supporting students’ academic and career development. However, the characteristics of Generation Z as digital natives have transformed communication patterns and social interactions, creating challenges for traditional mentoring practices. This condition highlights the need for a deeper understanding of the barriers to establishing effective mentoring relationships in the digital era. This study aims to systematically analyze and synthesize the main challenges in implementing mentoring companionship for Generation Z students based on existing academic literature. The study employed a qualitative Systematic Literature Review (SLR) method. The research stages included article identification, screening based on inclusion and exclusion criteria, eligibility assessment, and thematic analysis and synthesis of the selected articles. The findings indicate that the major challenges include intergenerational communication gaps, reduced quality of interpersonal interactions due to the dominance of digital communication, difficulties in building trust, differences in expectations between mentors and mentees, and the need for more flexible mentoring approaches. In addition, Generation Z students tend to prefer mentoring relationships that are collaborative, personalized, and responsive to their needs. The study concludes that the digital era requires a shift in mentoring paradigms from hierarchical approaches toward more relational, adaptive, and technology-supported models to enhance the effectiveness of mentoring companionship for Generation Z students. ABSTRAK     Mentoring companionship yang didasarkan pada kepercayaan, empati, dan koneksi personal berperan penting dalam mendukung perkembangan akademik dan karier mahasiswa. Namun, karakteristik Generasi Z sebagai digital native telah mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial, sehingga menimbulkan tantangan bagi praktik mentoring tradisional. Kondisi ini menuntut adanya pemahaman yang lebih mendalam mengenai hambatan dalam membangun hubungan mentoring yang efektif di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis secara sistematis tantangan utama dalam penerapan mentoring companionship bagi mahasiswa Generasi Z berdasarkan literatur akademik yang tersedia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif. Tahapan penelitian meliputi identifikasi artikel, penyaringan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, penilaian kelayakan, serta analisis dan sintesis tematik terhadap artikel yang terpilih. Hasil kajian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kesenjangan komunikasi antar generasi, rendahnya kualitas interaksi interpersonal akibat dominasi komunikasi digital, kesulitan membangun kepercayaan, perbedaan ekspektasi antara mentor dan mentee, serta kebutuhan akan pendampingan yang lebih fleksibel. Selain itu, mahasiswa Generasi Z cenderung mengharapkan hubungan mentoring yang kolaboratif, personal, dan responsif terhadap kebutuhan mereka. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa era digital memerlukan pergeseran paradigma mentoring dari pendekatan hierarkis menuju model yang lebih relasional, adaptif, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitas mentoring companionship bagi mahasiswa Generasi Z.
INTEGRASI KONTEKS LINGKUNGAN LOKAL KABUPATEN ENDE DALAM PEMBELAJARAN DAUR BIOGEOKIMIA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Pua Ibrahim; Rr Eko Susetyarini; Abdulkadir Rahardjanto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11561

Abstract

This study aims to analyze the influence of biogeochemical cycle learning based on the local environmental context of Ende Regency on the critical thinking skills of class X students of MAN Ende. The study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design of the nonequivalent control group design. The experimental class obtained learning based on the context of the local environment through the stages of orientation, problem identification, discussion, and reflection integrated with Problem Based Learning (PBL) strategies, while the control class used conventional learning. The research instrument was in the form of HOTS questions that had met the validity and reliability (Cronbach Alpha = 0.743). Data analysis was carried out using normality, homogeneity, ANCOVA, effect size calculation, and N-Gain tests. The results showed that there was a significant difference in critical thinking skills between the experimental and control groups after controlling for students' initial abilities. The experimental class N-Gain value of 0.5009 was higher than the control of 0.3108. These findings show that learning based on the local environmental context is able to create meaningful learning and improve students' critical thinking skills on biogeochemical cycle materials. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran daur biogeokimia berbasis konteks lingkungan lokal Kabupaten Ende terhadap keterampilan berpikir kritis siswa kelas X MAN Ende. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental tipe nonequivalent control group design. Kelas eksperimen dengan 30 subjek penelitian memperoleh pembelajaran berbasis konteks lingkungan lokal melalui tahapan orientasi, identifikasi masalah, diskusi, dan refleksi yang diintegrasikan dengan strategi Problem Based Learning (PBL), sedangkan kelas kontrol dengan 30 subjek penelitian menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa soal HOTS yang telah memenuhi validitas dan reliabilitas (Cronbach Alpha = 0,743). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, homogenitas, ANCOVA, perhitungan effect size, serta N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam keterampilan berpikir kritis antara kelompok eksperimen dan kontrol setelah mengontrol kemampuan awal siswa. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,5009 lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol sebesar 0,3108. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis konteks lingkungan lokal mampu menciptakan pembelajaran bermakna dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada materi daur biogeokimia.
RESILIENCE AS COMMUNAL ECOLOGY: BUILDING SOCIAL CAPITAL OVERCOMING SYSTEMIC BARRIERS FOR TOUR GUIDES IN YOGYAKARTA Caecilia Dian Eka Pemiastuti; Fx Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11610

Abstract

This study explores the role of social capital in shaping communal resilience among tour guides in coping with occupational stress and systemic barriers within the tourism sector. A qualitative approach grounded in a social constructivist paradigm was employed. Data were collected through semi-structured in-depth interviews with 10 professional tour guides in Yogyakarta selected through purposive sampling. The data were analyzed using Reflexive Thematic Analysis. The findings reveal that resilience is not solely an individual capacity but is developed through social interaction, collective support, and professional networks. Bonding social capital strengthens emotional support, solidarity, and collective coping mechanisms, whereas bridging social capital facilitates access to information, resources, and advocacy through professional associations. The study proposes a Communal Ecology model, demonstrating that resilience emerges through the interaction of psychological resilience, social networks, and collective learning processes. The findings contribute to tourism resilience literature by highlighting social capital as a critical resource for fostering adaptation and sustainability within tourism communities. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran modal sosial dalam membentuk resiliensi komunal pemandu wisata dalam menghadapi tekanan pekerjaan dan hambatan sistemik di sektor pariwisata. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma konstruktivis sosial. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap 10 pemandu wisata profesional di Yogyakarta yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan Reflexive Thematic Analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi tidak hanya terbentuk melalui kapasitas individu, tetapi juga berkembang melalui interaksi sosial, dukungan kolektif, dan jaringan profesional. Bonding social capital berperan dalam memperkuat dukungan emosional, solidaritas, dan mekanisme coping bersama, sedangkan bridging social capital memfasilitasi akses terhadap informasi, sumber daya, serta advokasi melalui asosiasi profesi. Temuan penelitian menghasilkan model Ekologi Komunal yang menjelaskan bahwa resiliensi pemandu wisata berkembang melalui interaksi antara resiliensi psikologis, jaringan sosial, dan pembelajaran kolektif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian resiliensi pariwisata dengan menempatkan modal sosial sebagai sumber daya utama dalam membangun adaptasi dan keberlanjutan komunitas.