cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
OPTIMALISASI MANAJEMEN KURIKULUM DAN KESISWAAN UNTUK MENINGKATKAN MUTU LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM Nailah Azzahra; Salsabila Cerah Lestari; Mulia Nursulaina Putri; Irdha Andini Joe; Rara Amelia
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11694

Abstract

This study aims to analyze the implementation of curriculum management and student management as strategies for improving the quality of Islamic educational institutions at MTs Al-Ihsan Pamulang. The research employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, vice principals of curriculum and student affairs, teachers, and students as research informants. The findings indicate that curriculum management was implemented through the planning, implementation, and evaluation of learning based on the Merdeka Curriculum integrated with Islamic values. These strategies were supported by learning supervision, quality assurance, and the habituation of religious character in academic and non-academic activities. Meanwhile, student management was carried out through student admission processes, orientation activities, disciplinary guidance, extracurricular programs, and student evaluation. These activities contributed to character building, the development of students’ interests and talents, and the improvement of educational services. However, the implementation of both management systems still faced several obstacles, including limited use of learning technology, insufficient digital competence among teachers, declining interest from prospective students, and the absence of professional counseling teachers. This study concludes that the integration of curriculum and student management plays an important role in improving the quality of Islamic educational institutions both academically and in strengthening students’ character. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan manajemen kurikulum dan manajemen kesiswaan sebagai strategi peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam di MTs Al-Ihsan Pamulang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum dan kesiswaan, guru, serta siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen kurikulum dilaksanakan melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka yang diintegrasikan dengan nilai-nilai Islam. Strategi tersebut didukung oleh supervisi pembelajaran, penjaminan mutu, serta pembiasaan karakter religius dalam kegiatan akademik dan non-akademik. Sementara itu, manajemen kesiswaan dilakukan melalui pelaksanaan PPDB, orientasi siswa, pembinaan disiplin, kegiatan ekstrakurikuler, dan evaluasi peserta didik. Kegiatan tersebut berkontribusi dalam pembentukan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan. Namun, implementasi kedua manajemen tersebut masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan pemanfaatan teknologi pembelajaran, kurang optimalnya kompetensi digital guru, penurunan minat peserta didik baru, serta belum tersedianya guru bimbingan dan konseling secara profesional. Penelitian ini menunjukkan bahwa keterpaduan manajemen kurikulum dan kesiswaan memiliki peran penting dalam mendukung peningkatan mutu lembaga pendidikan Islam secara akademik maupun karakter peserta didik.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK (TEKNIK ROLE PLAYING) DALAM MENINGKATKAN SELF-ESTEEM PADA SISWA KELAS VIII DI SMP NEGERI 12 PALU Iffah Nur Fathiyah; Ridwan Syahran; Mardi Lestari; Micha Felayati Silalahi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11767

Abstract

  Low self-esteem among adolescents has a direct impact on self-confidence, the quality of social interactions, and students’ learning motivation. This condition was identified among eighth-grade students at SMP Negeri 12 Palu, as indicated by tendencies to feel inferior, frequently compare themselves to others, avoid social interactions, and easily give up when facing difficulties. This study aimed to examine the effectiveness of group guidance services using the role-playing technique in improving the self-esteem of eighth-grade students at SMP Negeri 12 Palu. This research employed a quantitative approach with a pre-experimental method using a one-group pretest-posttest design. The research participants consisted of eighth-grade students who were identified as having low levels of self-esteem. Data were collected through a closed-ended Likert-scale questionnaire administered before and after the intervention, while data analysis was conducted using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed Rank Test. The findings revealed that prior to the intervention, all participants were categorized as having low or very low self-esteem. After participating in the group guidance sessions, all students demonstrated significant improvement, reaching high and very high self-esteem categories. The Wilcoxon test confirmed that the improvement was statistically significant, leading to the rejection of the null hypothesis and indicating that group guidance services utilizing the role-playing technique were effective. Based on these findings, school counselors are encouraged to implement this service as a routine preventive program. Future research is expected to broaden the scope of participants and incorporate additional relevant variables to further investigate factors associated with students’ self-esteem. ABSTRAK Rendahnya self-esteem pada remaja memberikan dampak langsung terhadap kepercayaan diri, kualitas interaksi sosial, serta motivasi belajar siswa. Kondisi ini teridentifikasi pada siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Palu, yang ditandai dengan kecenderungan mudah minder, sering membandingkan diri dengan orang lain, menghindari pergaulan, serta mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing dalam meningkatkan self-esteem siswa kelas VIII di SMP Negeri 12 Palu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, dengan metode pre-eksperimen melalui desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas siswa kelas VIII yang teridentifikasi memiliki tingkat self-esteem rendah. Pengumpulan data dilakukan melalui angket tertutup berskala Likert yang diberikan baik sebelum maupun sesudah pemberian layanan, sementara analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif serta uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan diberikan, seluruh siswa berada pada kategori self-esteem rendah dan sangat rendah, sedangkan setelah mengikuti layanan, seluruh siswa mengalami peningkatan yang signifikan menuju kategori tinggi dan sangat tinggi. Uji Wilcoxon membuktikan bahwa peningkatan tersebut bermakna secara statistik, sehingga hipotesis nol dinyatakan ditolak dan layanan bimbingan kelompok dengan teknik role playing terbukti efektif. Berdasarkan temuan tersebut, guru BK disarankan untuk menjadikan layanan ini sebagai program preventif yang dilaksanakan secara rutin, sementara penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas cakupan subjek penelitian serta menambahkan variabel-variabel relevan lainnya.
SMART TOURISM MARKETING, DIGITAL EXPERIENCE, AND DESTINATION TRUST AS DRIVERS OF TOURIST REVISIT INTENTION: EVIDENCE FROM CONSERVATION-BASED TOURISM IN PANDEGLANG Asep Syiarudin; Irma Yunita; Bachtiar Rifai; Dewi Rahmi Fauziah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11785

Abstract

This study aims to analyze the effect of Smart Tourism Marketing on Tourist Revisit Intention through Digital Experience and Destination Trust within the context of sustainable tourism. The research was conducted among tourists visiting conservation-based tourism destinations in Pandeglang Regency. A quantitative research method was employed using the Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) approach. Data were collected through questionnaires distributed to 240 tourists who had previously visited tourism destinations in the research area. The results indicate that Smart Tourism Marketing has a positive and significant effect on Digital Experience. Digital Experience is also found to have a positive and significant effect on both Destination Trust and Tourist Revisit Intention. Furthermore, Destination Trust has a positive and significant effect on Tourist Revisit Intention and emerges as the most dominant factor in enhancing tourists’ intention to revisit. However, Smart Tourism Marketing does not have a significant direct effect on Tourist Revisit Intention. The mediation analysis reveals that Digital Experience and Destination Trust are able to mediate the relationship between Smart Tourism Marketing and Tourist Revisit Intention. The findings imply that the development of smart tourism should focus on improving the quality of tourists’ digital experiences and strengthening their trust in destinations. Therefore, destination managers should enhance digital services, platform interactivity, information quality, and the image of destinations as trustworthy and sustainable tourism destinations. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Smart Tourism Marketing terhadap Tourist Revisit Intention melalui Digital Experience dan Destination Trust dalam konteks sustainable tourism. Penelitian dilakukan pada wisatawan destinasi wisata berbasis konservasi di Kabupaten Pandeglang. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 240 wisatawan yang pernah mengunjungi destinasi wisata di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Smart Tourism Marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Digital Experience. Digital Experience juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Destination Trust dan Tourist Revisit Intention. Selanjutnya, Destination Trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap Tourist Revisit Intention serta menjadi faktor paling dominan dalam meningkatkan niat kunjungan ulang wisatawan. Namun, Smart Tourism Marketing tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap Tourist Revisit Intention. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa Digital Experience dan Destination Trust mampu memediasi hubungan antara Smart Tourism Marketing dan Tourist Revisit Intention. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan smart tourism perlu diarahkan pada peningkatan kualitas pengalaman digital dan kepercayaan wisatawan terhadap destinasi. Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu memperkuat layanan digital, interaktivitas platform, kualitas informasi, serta citra destinasi yang terpercaya dan berkelanjutan.
PENGARUH CONTENT MARKETING DAN AFFILIATE MARKETING TERHADAP IMPULSIF BUYING DENGAN CUSTOMER VALUE SEBAGAI VARIABEL MODERASI Masitoh Masitoh; Sanusi Sanusi; Siti Nurhasanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11803

Abstract

This study aims to examine the relationship between Content Marketing and Affiliate marketing on impulsive buying, with customer value as a moderating variable, among users of herbal health products in Pandeglang Regency. This research employs a quantitative method with a causal-associative approach. The population of this study comprises 1,413,897 people in Pandeglang Regency. Using a probability sampling technique with a cluster sampling design, given that Pandeglang Regency consists of 35 sub-districts (kecamatan) with 10 respondents drawn from each sub-district, the resulting sample size was 350 respondents. The results show that Content Marketing and Affiliate marketing do not have a positive and significant effect on impulsive buying. Conversely, customer value has a direct effect on impulsive buying. However, customer value is proven to function as a moderating variable in the relationships among the variables: it strengthens the effect of Content Marketing on impulsive buying but weakens the relationship between Affiliate marketing and impulsive buying. These findings make an important contribution by revealing that the factors examined play differing roles in influencing unplanned purchasing behavior. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara Content Marketing dan Affiliate terhadap impulsif buying dengan customer value sebagai variabel moderasi pada pengguna produk kesehatan herbal di kabupaten pandeglang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal. Populasi penelitian ini adalah di Kabupaten Pandeglang yang terdiri dari 1.413,897 orang. Dengan menggunakan teknik Probability sampling dengan jenis sampel cluster sampling, Sekabupaten pandeglang terdapat 35 kecamatan, dimana setiap/satu kecamatan di ambil 10 responden, maka sampel di dapat adalah 350 responden.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Content Marketing dan Affiliate tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap impulsif buying. Sebaliknya, Customer value berpengaruh secara langsung terhadap impulsif buying. Namun, customer value terbukti berperan sebagai variable moderasi dalam hubugan antar variable. Customer value memperkuat hubungan pengaruh Content Marketing terhadap impulsif buying. namun memperlemah hubungan antara Affiliate dan impulsif buying. Temuan ini memberikan kontribusi penting dengan mengungkap bahwa faktor-faktor yang diteliti memiliki peran berbeda dalam memengaruhi perilaku pembelian secara tidak terencana.
THE EFFECT OF PROJECT PLAY METHODS ON LEARNING MOTIVATION AND NUMERACY LITERACY SKILLS OF CHILDREN OF KINDERGARDEN NEGERI PEMBINA BENGKAYANG Henny Yunita; Sujarwo Sujarwo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11871

Abstract

ABSTRACT This study examines the effects of project play methods and LKA (student worksheets) on children’s learning motivation and numeracy literacy skills at Pembina Bengkayang State Kindergarten. The study employed a quasi-experimental design using a non-equivalent control group design involving 90 children aged 5–6 years selected through purposive sampling. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using descriptive and inferential statistics. Paired t-tests were used to examine differences within each group before and after treatment, while independent t-tests were applied to compare differences between groups. The findings reveal that both project play and LKA methods have a positive and significant effect on children’s learning motivation and numeracy literacy skills. However, children who participated in project play demonstrated significantly higher learning motivation and better numeracy literacy skills than those who learned using LKA. These findings indicate that although both methods contribute positively to early childhood learning outcomes, project play is more effective in enhancing children’s cognitive and motivational development. Therefore, play-based and interactive learning approaches are recommended as effective pedagogical strategies for improving motivation and numeracy literacy in early childhood education. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh metode bermain proyek dan LKA (Lembar Kerja Anak) terhadap motivasi belajar dan kemampuan literasi numerasi anak di TK Negeri Pembina Bengkayang. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan bentuk non-equivalent control group design yang melibatkan 90 anak usia 5–6 tahun yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial. Uji paired t-test digunakan untuk menguji perbedaan dalam masing-masing kelompok sebelum dan sesudah perlakuan, sedangkan independent t-test digunakan untuk membandingkan perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bermain proyek dan LKA sama-sama memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar dan kemampuan literasi numerasi anak. Namun, anak yang mengikuti pembelajaran dengan metode bermain proyek menunjukkan motivasi belajar yang secara signifikan lebih tinggi serta kemampuan literasi numerasi yang lebih baik dibandingkan anak yang belajar menggunakan LKA. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun kedua metode memberikan kontribusi positif terhadap hasil belajar anak usia dini, metode bermain proyek lebih efektif dalam meningkatkan perkembangan kognitif dan motivasional anak. Oleh karena itu, pendekatan pembelajaran yang interaktif dan berbasis bermain direkomendasikan sebagai strategi pedagogis yang efektif untuk meningkatkan motivasi dan literasi numerasi pada pendidikan anak usia dini.
PENGARUH PENERAPAN ADMINISTRASI DIGITAL DAN KOMPETENSI GURU TERHADAP EFISIENSI KERJA GURU Nur Atik Azkiyah; Nurochim Nurochim; Sita Ratnaningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11876

Abstract

ABSTRACT This study aims to analyze the effect of digital administration and teacher competence on teachers’ work efficiency at MTsN 1 Kediri City. The study employed a quantitative approach with data collected through questionnaires. The research sample consisted of all teachers at MTsN 1 Kediri City, selected using a saturated sampling technique. The research instrument was a questionnaire designed to measure the variables of digital administration, teacher competence, and teachers’ work efficiency. The results indicate that digital administration and teacher competence have a positive and significant effect on teachers’ work efficiency, both partially and simultaneously. Digital administration contributes to improving work efficiency through easier data management, faster administrative processes, and reduced administrative workload. Meanwhile, teacher competence contributes to greater effectiveness in carrying out tasks, improved adaptability to technology, and enhanced overall performance. Simultaneously, both variables account for 50.4% of the variance in teachers’ work efficiency, while the remaining percentage is influenced by other factors not examined in this study. These findings suggest that optimizing digital administration, supported by the enhancement of teacher competence, can serve as an important strategy for improving teachers’ work efficiency in madrasah settings. Therefore, strengthening digital-based administrative systems and promoting teacher competency development should be prioritized to improve the quality of educational management. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh administrasi digital dan kompetensi guru terhadap efisiensi kerja guru di MTsN 1 Kota Kediri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner. Sampel penelitian terdiri atas seluruh guru MTsN 1 Kota Kediri yang ditentukan menggunakan teknik sampel jenuh. Instrumen penelitian berupa angket yang mengukur variabel administrasi digital, kompetensi guru, dan efisiensi kerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa administrasi digital dan kompetensi guru berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi kerja guru, baik secara parsial maupun simultan. Administrasi digital memberikan kontribusi terhadap peningkatan efisiensi kerja guru melalui kemudahan pengelolaan data, percepatan proses administrasi, dan pengurangan beban kerja administratif. Sementara itu, kompetensi guru berkontribusi pada peningkatan efektivitas pelaksanaan tugas, kemampuan adaptasi terhadap teknologi, serta kualitas kinerja secara keseluruhan. Secara bersama-sama, kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 50,4% terhadap efisiensi kerja guru, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi administrasi digital yang didukung oleh peningkatan kompetensi guru dapat menjadi strategi penting dalam meningkatkan efisiensi kerja guru di lingkungan madrasah. Oleh karena itu, penguatan sistem administrasi berbasis digital serta pengembangan kompetensi guru perlu menjadi perhatian dalam upaya meningkatkan kualitas pengelolaan pendidikan.
IMPLEMENTASI MEDIA INTERAKTIF NORMAPEDIA BERBASIS PROGRAM SATRIA BAIK (SATU HARI TIGA KEBAIKAN) UNTUK MENINGKATKAN TINDAKAN MORAL PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 1 LOCERET Burhan Nur Asopa; Siti Awaliyah; Sri Untari
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11877

Abstract

ABSTRACT The transformation of education in the Merdeka Curriculum emphasizes strengthening character education through contextual, meaningful, and student-centered learning experiences. However, Pancasila Education in schools remains predominantly focused on cognitive knowledge transfer and has not optimally facilitated the habituation, reflection, and monitoring of students’ moral actions in a systematic manner. This study aimed to develop and evaluate the effectiveness of the NORMAPEDIA Interactive Media based on the SATRIA BAIK (One Day Three Kindnesses) Program in improving the moral actions of seventh-grade students at SMP Negeri 1 Loceret. This study employed a Research and Development (R&D) approach using the ADDIE model, consisting of analysis, design, development, implementation, and evaluation stages. The participants included one Pancasila Education teacher and 32 seventh-grade students. The product developed was a web-based interactive learning medium designed to support the learning of norms and the habituation of moral actions among students. Validation results indicated that the media was categorized as highly valid. The effectiveness test showed a significant improvement in students’ moral action scores, with an N-Gain value of 0.71 (high category) and an effect size of 2.53 (very large effect). The findings confirm that NORMAPEDIA is valid, practical, and effective as a digital character education medium that integrates moral understanding, reflective awareness, and sustainable moral habituation. ABSTRAK Transformasi pendidikan dalam Kurikulum Merdeka menekankan penguatan pendidikan karakter melalui pengalaman belajar yang kontekstual, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Namun demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila di sekolah masih cenderung berorientasi pada transfer pengetahuan kognitif dan belum optimal dalam memfasilitasi pembiasaan, refleksi, serta monitoring tindakan moral peserta didik secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan menguji efektivitas Media Interaktif NORMAPEDIA berbasis Program SATRIA BAIK (Satu Hari Tiga Kebaikan) dalam meningkatkan tindakan moral peserta didik kelas VII di SMP Negeri 1 Loceret. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian terdiri atas satu guru Pendidikan Pancasila dan 32 peserta didik kelas VII. Produk yang dikembangkan berupa media pembelajaran interaktif berbasis web yang mendukung pembelajaran norma dan pembiasaan tindakan moral peserta didik. Hasil validasi menunjukkan media berkategori sangat valid. Uji efektivitas menunjukkan peningkatan signifikan skor tindakan moral peserta didik, dengan nilai N-Gain 0,71 (kategori tinggi) dan effect size 2,53 (pengaruh sangat besar). Temuan penelitian menegaskan bahwa NORMAPEDIA valid, praktis, dan efektif sebagai media pendidikan karakter berbasis digital yang mampu mengintegrasikan pemahaman nilai, kesadaran reflektif, dan pembiasaan tindakan moral secara berkelanjutan.
PERAN ORANG TUA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KARAKTER ISLAMI PADA NAK USIA DINI DI DUSUN PRAKO DESA PRAKO KECAMATAN JANAPRIA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Herdin Marthana; Baehaqi Baehaqi; Deddy Ramdhani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11900

Abstract

ABSTRACT Islamic character education in early childhood extends beyond the transmission of religious teachings; it involves a process of habit formation and lived experiences through which values become embedded in children's daily behavior. Amid growing parenting challenges, including limited parental involvement due to time constraints and increasing exposure to digital media, the family remains the primary setting for character internalization. This study explores how parents contribute to the development of Islamic character among young children in Prako Hamlet, Prako Village, Janapria District, Central Lombok Regency, while also identifying the values fostered and the factors influencing their implementation. A qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that character development is nurtured through a combination of role modeling, habituation, effective communication, guidance, and continuous supervision. The values cultivated include faith, religious devotion, honesty, responsibility, politeness, and respect for others. The effectiveness of this process is influenced by consistent parenting practices and support from the surrounding socio-religious environment, whereas limited parental time and insufficiently monitored digital media use emerge as the most significant obstacles. These findings highlight that Islamic character education develops through the synergy between family and a supportive environment that enables children to practice and experience values in their everyday lives. ABSTRAK Pendidikan karakter Islami pada anak usia dini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian ajaran agama, tetapi juga dengan proses pembentukan kebiasaan dan pengalaman hidup yang memungkinkan nilai-nilai tersebut tumbuh menjadi bagian dari perilaku sehari-hari anak. Di tengah meningkatnya tantangan pengasuhan, termasuk keterbatasan waktu pendampingan dan paparan media digital, keluarga tetap menjadi lingkungan utama dalam proses internalisasi karakter. Penelitian ini menelaah bagaimana orang tua menjalankan perannya dalam menanamkan karakter Islami pada anak usia dini di Dusun Prako, Desa Prako, Kecamatan Janapria, Kabupaten Lombok Tengah, sekaligus mengidentifikasi nilai-nilai yang dikembangkan serta faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Kajian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna dari data. Temuan menunjukkan bahwa pembentukan karakter berlangsung melalui kombinasi keteladanan, pembiasaan, komunikasi yang efektif, pendampingan, dan pengawasan yang dilakukan secara berkelanjutan. Nilai yang berkembang meliputi keimanan, ibadah, kejujuran, tanggung jawab, sopan santun, dan penghormatan kepada sesama. Keberhasilan proses tersebut dipengaruhi oleh konsistensi pengasuhan serta dukungan lingkungan sosial-keagamaan, sedangkan keterbatasan waktu orang tua dan penggunaan media digital yang kurang terkontrol menjadi hambatan yang paling menonjol. Temuan ini menegaskan bahwa pendidikan karakter Islami bertumbuh melalui sinergi antara keluarga dan lingkungan yang mendukung praktik nilai dalam kehidupan anak.
STRATEGI GURU DALAM MENANGANI KESULITAN MEMBACA PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA (STUDI KASUS DI MI MUHAMMADIYAH NUNU) Rahmi Rahmi; Naima Naima; Anisa Anisa; Fitrirahayu Fitrirahayu; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11921

Abstract

ABSTRACT Early reading ability at the elementary school level plays a crucial role in helping students understand learning materials comprehensively. In practice, however, some students still experience difficulties in reading, which affects their participation in classroom learning activities. This situation was found among second-grade students at MI Muhammadiyah Nunu who encountered various obstacles in Indonesian language learning. The study explored the forms of reading difficulties experienced by students while also examining the strategies implemented by teachers and the challenges faced during the learning process. This research employed a qualitative approach using a case study design. Data were collected through classroom observations, interviews with teachers and students, and documentation related to reading instruction activities. The findings revealed that several students still had difficulty recognizing letters, combining syllables, reading fluently, and understanding simple texts. To address these difficulties, the teacher applied several strategies, including the use of visual learning media, individual guidance, gradual and repetitive reading exercises, and continuous learning motivation. Nevertheless, the implementation of these efforts was not entirely free from obstacles. Differences in students’ reading abilities, low interest in reading, limited learning assistance at home, and lack of self-confidence remained significant challenges during the learning process. The study indicates that the development of beginning reading skills requires sustained collaboration between teachers and parents to support students’ literacy growth effectively. ABSTRAK Kemampuan membaca pada tahap awal sekolah dasar memegang peranan penting dalam membantu peserta didik memahami materi pembelajaran secara menyeluruh. Kenyataannya, masih ditemukan peserta didik yang belum mampu membaca dengan baik sehingga proses belajar di kelas menjadi kurang optimal. Situasi tersebut terlihat pada peserta didik kelas II di MI Muhammadiyah Nunu yang masih menghadapi berbagai hambatan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini menyoroti bentuk kesulitan membaca yang dialami peserta didik sekaligus menggambarkan upaya guru dalam menanganinya beserta kendala yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru dan peserta didik, serta dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran membaca. Temuan penelitian menunjukkan bahwa sebagian peserta didik masih kesulitan mengenali huruf, merangkai suku kata, membaca dengan lancar, dan memahami bacaan sederhana. Untuk membantu peserta didik, guru menerapkan berbagai langkah seperti penggunaan media visual, pendampingan individual, latihan membaca secara bertahap dan rutin, serta pemberian motivasi belajar. Proses tersebut belum sepenuhnya berjalan tanpa hambatan karena terdapat perbedaan kemampuan membaca antarpeserta didik, rendahnya minat membaca, minimnya pendampingan belajar di rumah, dan kurangnya rasa percaya diri. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa peningkatan kemampuan membaca permulaan membutuhkan keterlibatan guru dan orang tua secara berkelanjutan.
IMPLEMENTASI ASESMEN FORMATIF BERBASIS DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN TEKS HIKAYAT SISWA KELAS X SMK Purwanti; Suhelvi; Dina; Aceng Hasani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11951

Abstract

ABSTRACT The digital transformation of education requires assessment practices that function not only as evaluation tools but also as instruments to enhance student engagement and understanding throughout the learning process. One alternative approach is the implementation of digital formative assessment through the Socrative application. This study aims to examine the role of digital formative assessment using Socrative in improving students’ engagement and comprehension in learning hikayat texts. The research employed a qualitative descriptive approach involving 30 tenth-grade students of SMK Madinatul Hadid, Cilegon City. Data were collected through open-ended questionnaires and classroom observations during the learning process. Data analysis was conducted using content analysis techniques, including coding, tabulation, and thematic interpretation, supported by data triangulation to enhance the validity of the findings. The results indicate that the implementation of digital formative assessment positively influenced students’ engagement, motivation, and active participation in learning activities. Furthermore, the use of Socrative helped students understand the structure and content of hikayat texts more effectively through immediate feedback that encouraged reflection and improvement of comprehension. Although several technical challenges related to internet connectivity and device availability were identified, these issues were not experienced by most students. Therefore, digital formative assessment using Socrative can be considered an effective alternative for supporting student-centered learning and aligning with the principles of the Merdeka Curriculum. ABSTRAK Transformasi pembelajaran pada era digital menuntut penggunaan asesmen yang tidak hanya berfungsi sebagai alat evaluasi, tetapi juga mampu meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa selama proses belajar. Salah satu alternatif yang dapat diterapkan adalah asesmen formatif berbasis digital melalui aplikasi Socrative. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran asesmen formatif berbasis digital menggunakan Socrative dalam meningkatkan keterlibatan dan pemahaman siswa pada pembelajaran teks hikayat. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek 30 siswa kelas X SMK Madinatul Hadid Kota Cilegon. Data dikumpulkan melalui angket terbuka dan observasi selama proses pembelajaran. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi yang meliputi tahap koding, tabulasi, dan interpretasi tematik, serta diperkuat dengan triangulasi data untuk meningkatkan validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi asesmen formatif berbasis digital memberikan dampak positif terhadap keterlibatan, motivasi, dan partisipasi aktif siswa dalam pembelajaran. Penggunaan Socrative juga membantu siswa memahami struktur dan isi teks hikayat secara lebih efektif melalui penyediaan umpan balik langsung yang mendorong refleksi dan perbaikan pemahaman. Meskipun ditemukan beberapa kendala teknis terkait jaringan internet dan ketersediaan perangkat, hambatan tersebut tidak dialami oleh sebagian besar siswa. Dengan demikian, asesmen formatif berbasis digital menggunakan Socrative terbukti menjadi alternatif yang efektif dalam mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa dan sejalan dengan prinsip implementasi Kurikulum Merdeka.