cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
MOTIVASI GURU MENGAJAR DI DAERAH TERPENCIL PADA ERA GLOBALISASI Nasria Nasria; Naima Naima; Anisa Anisa; A. Ardiansyah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11621

Abstract

ABSTRACT Educational conditions in remote areas continue to face various challenges, particularly those related to limited facilities, technological access, and the unequal distribution of teaching personnel. Within such circumstances, teachers do not merely function as classroom instructors but also serve as key figures in sustaining educational continuity for students. This situation can be observed at SD Negeri Gindopo, Basidondo District, Tolitoli Regency, where teachers are required to carry out instructional activities under far-from-ideal conditions. The study explored how teachers’ internal motivation is formed and examined the obstacles encountered during the learning process. A descriptive qualitative approach was employed, with field observations, in-depth interviews, and documentation serving as the primary sources of data collection. The collected information was then organized through data reduction, data display, and interpretation processes. The findings revealed that teachers’ motivation was shaped by social responsibility, dedication to the teaching profession, a commitment to educational equity, and concern for students’ future. Despite challenges such as difficult transportation access, limited learning facilities, unstable internet connectivity, and constraints in utilizing educational technology, teachers continued striving to maintain the quality of instruction. Various adaptive learning strategies were implemented according to the school environment to ensure that students’ educational rights remained fulfilled. In this context, teachers’ dedication demonstrates that the sustainability of education in remote areas is strongly influenced by educators’ motivation and professional commitment. ABSTRAK Kondisi pendidikan di wilayah terpencil masih menyisakan berbagai persoalan, terutama berkaitan dengan keterbatasan fasilitas, akses teknologi, dan distribusi tenaga pendidik. Di tengah situasi tersebut, keberadaan guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana pembelajaran, tetapi juga sebagai penggerak keberlangsungan pendidikan bagi peserta didik. Fenomena inilah yang tergambar di SD Negeri Gindopo, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Tolitoli, tempat guru harus menjalankan tugas mengajar dalam kondisi yang jauh dari ideal. Penelitian ini menelaah bagaimana dorongan internal guru terbentuk serta berbagai hambatan yang muncul selama proses pembelajaran berlangsung. Kajian dilakukan melalui pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi sebagai sumber utama pengumpulan data. Informasi yang diperoleh kemudian diorganisasi melalui proses reduksi, penyajian, dan penarikan makna data. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa semangat mengajar para guru dipengaruhi oleh rasa tanggung jawab sosial, nilai pengabdian, keinginan menghadirkan pemerataan pendidikan, dan kepedulian terhadap masa depan siswa. Berbagai keterbatasan, seperti sulitnya akses transportasi, minimnya sarana pembelajaran, lemahnya jaringan internet, hingga hambatan penggunaan teknologi pendidikan, tidak menghentikan upaya guru dalam mempertahankan kualitas pembelajaran. Penyesuaian strategi belajar dilakukan sesuai kondisi lingkungan sekolah agar hak pendidikan siswa tetap terpenuhi. Dedikasi guru dalam konteks ini menunjukkan bahwa keberlangsungan pendidikan di daerah terpencil sangat ditentukan oleh kekuatan motivasi dan komitmen profesional pendidik.
NAVIGATING ENGLISH AS A LINGUA FRANCA IN A CROSS-CULTURAL CLASSROOM: A PHENOMENOLOGICAL STUDY OF AN INDONESIAN SEA-TEACHER’S PEDAGOGICAL ADAPTATION Agustina Gultom; Sri Wachyunni; Hustarna Hustarna; Mukhlash Abrar; Hadiyanto Hadiyanto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11634

Abstract

ABSTRACT Teaching in another country can broaden pre-service teachers’ understanding of classroom practice; however, encounters with diverse varieties of English and different interactional conventions often require communicative and pedagogical adjustments that are not fully addressed in initial preparation. This article examines the experience of an Indonesian pre-service English teacher during a one-month SEA-Teacher placement at a public junior high school in Iloilo Province, Philippines. It explores how the participant navigated communicative and pedagogical uncertainty, interpreted student responses, modified instructional decisions, and reconsidered her understanding of the teacher’s role. An interpretive single-case study informed by hermeneutic phenomenology was used to examine this experience. The data comprised three serial interviews, twenty daily reflective journal entries, eight revised lesson plans, twelve photographs of classroom whiteboards, and four mentor notes. Using Reflexive Thematic Analysis, the data were read repeatedly, coded inductively, compared across sources, and developed into interconnected themes. Unfamiliar pronunciation, classroom expressions, and student silence prompted the participant to simplify instructions, allow multilingual responses, and use examples grounded in local life. The study proposes the Adaptive Navigation Cycle as a single-case conceptual synthesis linking dissonance, contextual meaning-making, pedagogical improvisation, and professional reflection. The findings point to the need for preparation in English as a Lingua Franca, structured reflective journaling, and cross-border mentor support throughout international teaching mobility. ABSTRAK Pengalaman mengajar di negara lain dapat memperluas cara calon guru memahami kelas, tetapi perjumpaan dengan ragam bahasa Inggris dan kebiasaan interaksi yang berbeda sering menuntut penyesuaian komunikatif dan pedagogis yang tidak sepenuhnya tercakup dalam persiapan awal. Artikel ini mengkaji pengalaman seorang calon guru bahasa Inggris asal Indonesia selama penempatan SEA-Teacher satu bulan di sebuah sekolah menengah pertama negeri di Provinsi Iloilo, Filipina. Kajian menelusuri cara partisipan menghadapi ketidakpastian komunikatif dan pedagogis, menafsirkan respons siswa, mengubah keputusan pembelajaran, serta menata ulang pemahamannya tentang peran guru. Studi kasus tunggal interpretatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutik digunakan untuk membaca pengalaman tersebut. Data mencakup tiga wawancara serial, dua puluh jurnal reflektif harian, delapan rencana pembelajaran revisi, dua belas dokumentasi papan tulis, dan empat catatan mentor. Melalui Reflexive Thematic Analysis, data dibaca berulang, dikodekan secara induktif, dibandingkan lintas sumber, lalu dirangkai menjadi tema-tema yang saling berhubungan. Ketidakakraban terhadap pelafalan, ekspresi kelas, dan keheningan siswa mendorong partisipan menyederhanakan instruksi, membuka respons multibahasa, serta menggunakan contoh yang dekat dengan kehidupan lokal. Studi ini mengajukan Adaptive Navigation Cycle sebagai sintesis konseptual berbasis satu kasus yang menghubungkan disonansi, pemaknaan konteks, improvisasi pedagogis, dan refleksi profesional. Temuan ini mengarah pada perlunya pembekalan English as a Lingua Franca, jurnal reflektif terstruktur, dan pendampingan mentor lintas negara selama mobilitas mengajar.
GENERATIVE AI TOOLS AND EFL LEARNER INDEPENDENCE: ARE THEY BUILDING INDEPENDENT LEARNING OR DEPENDENCE ON TOOLS Rynda Mayasari; Hadiyanto Hadiyanto; Nyimas Triyana Safitri
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11635

Abstract

ABSTRACT The rapid advancement of generative artificial intelligence (AI) has transformed academic writing practices in English as a Foreign Language (EFL), while simultaneously raising pedagogical concerns about whether AI strengthens learner independence or promotes cognitive dependency. Addressing this issue, the present study synthesises empirical evidence to explain how generative AI shapes these contrasting outcomes in EFL/ESL academic writing within the global higher education context. The study employed a Systematic Literature Review guided by the PRISMA 2020 reporting framework. The literature search covered six information sources and involved systematic identification, screening, eligibility assessment, and thematic synthesis of 34 open-access, peer-reviewed articles published between 2022 and 2025. The synthesis revealed that AI enhances writing self-efficacy, self-regulated learning, metacognitive awareness, and independent writing performance when used as a form of scaffolding that encourages reflection, critical evaluation, and active learner engagement throughout the writing process. Conversely, using AI to replace idea generation, decision-making, and revision may foster cognitive, behavioural, and emotional dependency by reducing learners' intellectual involvement in writing. The principal contribution of this review is the development of the scaffold-to-dependency framework, demonstrating that the educational impact of AI is shaped not by the technology itself but by pedagogical design, AI literacy, learners' critical engagement, and the regulation of AI use during learning. These findings provide a conceptual foundation for developing curricula, assessment practices, and institutional policies that integrate AI responsibly while sustaining the development of independent academic writing. ABSTRAK Perkembangan pesat generative artificial intelligence (AI) telah mengubah praktik penulisan akademik English as a Foreign Language (EFL), sekaligus memunculkan perdebatan mengenai perannya dalam memperkuat kemandirian belajar atau justru meningkatkan ketergantungan kognitif mahasiswa. Berangkat dari isu tersebut, penelitian ini mensintesis bukti empiris untuk menjelaskan bagaimana AI generatif membentuk kedua kecenderungan tersebut dalam penulisan akademik EFL/ESL pada konteks pendidikan tinggi global. Kajian dilakukan menggunakan desain Systematic Literature Review dengan mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Penelusuran literatur dilakukan melalui enam sumber informasi, dilanjutkan dengan proses identifikasi, seleksi, penilaian kelayakan, dan sintesis tematik terhadap 34 artikel peer-reviewed berakses terbuka yang diterbitkan pada periode 2022–2025. Sintesis menunjukkan bahwa AI mampu memperkuat efikasi diri, regulasi diri, kesadaran metakognitif, serta kemampuan menulis mandiri ketika dimanfaatkan sebagai scaffolding yang mendorong refleksi, evaluasi kritis, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam proses menulis. Sebaliknya, penggunaan AI sebagai pengganti penyusunan gagasan, pengambilan keputusan, dan revisi berpotensi memunculkan ketergantungan kognitif, perilaku, dan emosional yang mengurangi keterlibatan intelektual penulis. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada perumusan kerangka scaffold-to-dependency, yang menunjukkan bahwa dampak AI tidak ditentukan oleh teknologinya, melainkan oleh desain pedagogis, literasi AI, keterlibatan kritis mahasiswa, dan pengaturan penggunaan AI selama proses pembelajaran. Temuan ini memberikan dasar konseptual bagi pengembangan kurikulum, asesmen, dan kebijakan pendidikan tinggi yang mengintegrasikan AI secara bertanggung jawab sekaligus menjaga perkembangan kemampuan menulis akademik secara mandiri.
KECERDASAN EMOSIONAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL 0 MDPL KARYA NURWINA SARI Salsabyla Nurul Khanifah; Eko Suroso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11647

Abstract

Emotional intelligence plays a crucial role in an individual’s life. Literary works, particularly novels, hold great potential as an effective alternative medium for reflecting and instilling emotional intelligence values in readers. This study focuses on the representation of emotional intelligence in the main character of the novel 0 MDPL by Nurwina Sari, analyzed using Daniel Goleman’s theory of emotional intelligence. This study employs a qualitative approach with a descriptive-interpretive method, in which data consisting of text excerpts reflecting aspects of emotional intelligence were collected through the stages of thorough reading, marking relevant sections, and classifying them based on the five components of Goleman’s theory. The results of the study indicate that the main character, Rangga, fully embodies all five components of emotional intelligence: self-awareness, reflected in his ability to recognize and understand his own emotions when witnessing Andini with others; self-control, evident when he maintains composure in front of others despite his heart being shattered; internal motivation that continues to drive him to face the future with optimism amidst unhealed wounds, empathy manifested in his sensitivity and response to Nina’s sorrow, and social skills that function effectively even while he is heartbroken.  ABSTRAK Kecerdasan emosional memiliki peran penting dalam kehidupan individu. Karya sastra khususnya novel memiliki potensi besar sebagai media alternatif yang efektif dalam merefleksikan dan menanamkan nilai-nilai kecerdasan emosional kepada pembaca. Penelitian ini berfokus pada representasi kecerdasan emosional tokoh utama dalam novel 0 MDPL karya Nurwina Sari yang dikaji menggunakan teori kecerdasan emosional Daniel Goleman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif interpretatif, di mana data berupa kutipan teks yang mencerminkan aspek kecerdasan emosional dikumpulkan melalui tahapan membaca secara menyeluruh, menandai bagian yang relevan, mengklasifikasikan berdasarkan lima komponen teori Goleman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama Rangga merepresentasikan kelima komponen kecerdasan emosional secara menyeluruh, yaitu kesadaran diri yang tercermin dari kemampuannya mengenali dan memahami emosinya sendiri ketika menyaksikan Andini bersama orang lain, pengendalian diri yang tampak saat ia mampu menampilkan ketenangan di hadapan orang lain meskipun hatinya tengah hancur, motivasi internal yang terus mendorongnya untuk optimis menatap hari esok di tengah luka yang belum sembuh, empati yang terwujud dalam kepekaan dan responnya terhadap kesedihan Nina, serta keterampilan sosial yang tetap berfungsi dengan baik meskipun ia sedang dalam kondisi patah hati.      
ANALISA METODE HYDROTHERAPY PADA PERSALINAN NORMAL Unedo Hence Markus Sihombing; Ruth Olivera Kayko
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11648

Abstract

Normal childbirth is a unique physiological process, but it is often accompanied by intense pain, which can potentially interfere with the mother's psychological comfort. Pain after normal childbirth can be traumatic for some mothers. Previous studies have shown that this pain and trauma can be alleviated by using hydrotherapy, which uses warm water to stimulate the release of endorphins and indirectly reduce stress hormones, thereby contributing to pain reduction. The primary objective of this study is to analyze the effectiveness of hydrotherapy in improving the comfort level of mothers during labor and postpartum. This study uses descriptive qualitative data with a phenomenological paradigm. Through a literature review and clinical observation approach, this study explores mothers' preferences for the use of water as a relaxation tool. The research data was analyzed using scientific techniques to gain deeper knowledge and experience regarding the use of hydrotherapy. The results showed that hydrotherapy was far more effective than conventional methods in creating a comfortable childbirth experience. In conclusion, the effectiveness of hydrotherapy in normal delivery protocols can be a strategic solution to improve the psychological and physical well-being of mothers, while also accelerating the postpartum recovery process. ABSTRAK Persalinan normal merupakan proses fisiologis yang unik, namun sering kali disertai dengan rasa nyeri yang tinggi, yang berpotensi mengganggu kenyamanan psikofisik ibu. Rasa sakit setelah persalinan normal dapat menjadi traumatis bagi sebagian ibu. Hasil penelitian sebelumnya menyatakan bahwa rasa sakit dan trauma ini dapat dihilangkan dengan menggunakan metode hidroterapi yang menggunakan media air hangat yang mampu merangsang pelepasan endorfin dan menurunkan hormon stres secara tidak langsung, berkontribusi pada pengurangan rasa nyeri. Melakukan analisis efektivitas metode hidroterapi dalam meningkatkan tingkat kenyamanan ibu selama proses persalinan dan pascapersalinan menjadi tujuan utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan data kualitatif deskriptif dengan paradigma fenomenologis. Melalui pendekatan studi literatur dan observasi klinis, penelitian ini menggali preferensi ibu terhadap penggunaan media air sebagai alat relaksasi. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan teknik IPA guna mendapatkan pengetahuan dan pengalaman lebih dalam tentang penggunaan metode hidroterapi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hidroterapi jauh lebih efektif dibandingkan dengan metode konvensional dalam menciptakan pengalaman rasa nyaman persalinan. Simpulannya adalah bahwa efektivitas penggunaan metode hidroterapi dalam protokol persalinan normal dapat menjadi solusi strategis untuk meningkatkan kesejahteraan psikis dan fisik ibu, sekaligus mempercepat proses pemulihan pascapersalinan.  
PENGARUH LITERASI KEUANGAN DIGITAL, MOTIVASI DIRI, PERSEPSI KEMUDAHAN, DAN PENGARUH SOSIAL TERHADAP MINAT INVESTASI REKSADANA: PERAN MEDIASI EFIKASI DIRI KEUANGAN PADA GENERASI MILENIAL Bondan Wicaksono; Abdul Halik; Siti Mujanah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11649

Abstract

The wide gap in digital financial inclusion and literacy, according to OJK data, and the surge in young investors, are the background to this research. This issue requires strengthening psychological confidence to improve millennial financial decisions. The focus of this research is to analyze the influence of digital financial literacy, self-motivation, perceived ease of use, and social influence on mutual fund investment interest through the mediation of financial self-efficacy. An explanatory quantitative approach was applied by distributing questionnaires to 150 millennial respondents in South Jakarta. The collected data were analyzed structurally using the SEM-PLS method through a bootstrapping technique of 5,000 subsamples. The quantitative data test results proved that the path coefficient values ​​of digital literacy (beta = 0.312), platform ease of use (beta = 0.267), and social influence (beta = 0.224) had a significant positive effect on financial self-efficacy. Directly, self-motivation (beta = 0.289) and financial self-efficacy (beta = 0.418) were shown to significantly increase investment interest. The study's main conclusion confirms that financial self-efficacy acts as a partial mediator, successfully bridging external factors into actual investment behavior. Financial platform developers are recommended to integrate integrated digital education and intuitive interface design to stimulate millennials' investment confidence. ABSTRAK Tingginya gap inklusi dan literasi keuangan digital berdasarkan data OJK serta lonjakan investor muda melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut menuntut adanya penguatan keyakinan psikologis agar keputusan finansial milenial menjadi lebih akurat. Fokus penelitian ini adalah menganalisis pengaruh literasi keuangan digital, motivasi diri, persepsi kemudahan, dan pengaruh sosial terhadap minat investasi reksadana melalui mediasi efikasi diri keuangan. Pendekatan kuantitatif eksplanatori diterapkan dengan menyebarkan kuesioner kepada 150 responden generasi milenial di Jakarta Selatan. Data yang terkumpul dianalisis secara struktural menggunakan metode SEM-PLS melalui teknik bootstrapping 5.000 subsampel. Data kuantitatif hasil pengujian membuktikan nilai koefisien jalur dari literasi digital (beta = 0,312), kemudahan platform (beta = 0,267), dan pengaruh sosial (beta = 0,224) berpengaruh positif signifikan terhadap efikasi diri keuangan. Secara langsung, motivasi diri (beta = 0,289) dan efikasi diri keuangan (beta = 0,418) terbukti meningkatkan minat investasi secara signifikan. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa efikasi diri keuangan bertindak sebagai mediator parsial yang sukses menjembatani faktor eksternal menjadi perilaku investasi aktual. Pengembang platform finansial direkomendasikan untuk mengintegrasikan edukasi digital terpadu dan desain antarmuka yang intuitif guna menstimulasi rasa percaya diri milenial dalam berinvestasi.    
EFEKTIVITAS PROJECT-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN ENTREPRENEURIAL MINDSET MAHASISWA MPI Rahayu Lestari; Shera Nabila Luvianingtias; Heru Juabdi Sada; Fisman Bedi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11650

Abstract

This study was motivated by the importance of strengthening students’ entrepreneurial mindset amid changes in the labor market that require graduates not only to be job-ready but also capable of creating independent business opportunities. However, learning practices in the Islamic Education Management (MPI) Study Program remain predominantly theoretical and have not optimally developed students’ entrepreneurial mindset. This study aims to analyze the effectiveness of Project-Based Learning (PjBL) in improving the entrepreneurial mindset of MPI students. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA approach. Data were collected through scientific articles indexed in Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, and DOAJ published between 2020 and 2025. The research stages included identification, screening, eligibility, and inclusion of articles based on predetermined criteria. Data were analyzed using content analysis techniques to identify themes, patterns, and key findings related to the implementation of PjBL and the development of entrepreneurial mindset. The findings indicate that PjBL effectively enhances creativity, problem-solving skills, risk-taking ability, self-efficacy, and students’ orientation toward creating business opportunities. PjBL also encourages active student engagement through contextual and collaborative learning experiences. Therefore, PjBL can serve as an effective learning strategy in developing the entrepreneurial mindset of MPI students in a holistic and sustainable manner. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan entrepreneurial mindset mahasiswa di tengah perubahan dunia kerja yang menuntut lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri. Namun, pembelajaran pada Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) masih cenderung berorientasi teoritis dan belum optimal dalam mengembangkan pola pikir kewirausahaan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Project-Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan entrepreneurial mindset mahasiswa MPI. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan PRISMA. Data diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah dari Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan DOAJ pada rentang tahun 2020–2025. Tahapan penelitian meliputi identifikasi, screening, eligibility, dan inclusion artikel sesuai kriteria penelitian. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi tema, pola, dan temuan utama terkait implementasi PjBL dan pengembangan entrepreneurial mindset. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PjBL efektif meningkatkan kreativitas, kemampuan problem solving, keberanian mengambil risiko, self-efficacy, serta orientasi mahasiswa terhadap penciptaan peluang usaha. PjBL juga mendorong keterlibatan aktif mahasiswa melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan kolaboratif. Dengan demikian, PjBL dapat menjadi strategi pembelajaran yang efektif dalam membentuk entrepreneurial mindset mahasiswa MPI secara holistik dan berkelanjutan.  
MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA BUMI LEBU BERBASIS INTEGRASI DAYA TARIK BUDAYA DAN ALAM Enggar Dwi Cahyo; Meyliana Astriyantika; Ni Made Ayu Windu Kartika
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11652

Abstract

Bumi Lebu Tourism Village, located in Pesisir Barat Regency, Lampung Province, holds a dual tourism attraction asset comprising rich local culture and river-based natural tourism potential. Cultural assets include the rempong damar tradition, tapis embroidery art, traditional dance performances, and regional culinary heritage. The shallow and gently flowing river traversing the village opens opportunities for river tubing development as an alternative to the dominance of beach tourism in Pesisir Barat. This study aims to develop an integrated model for Bumi Lebu Tourism Village that holistically combines cultural and natural attractions. A descriptive qualitative method was applied through Community-Based Tourism (CBT), cultural mapping, and destination readiness approaches. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. Analysis encompassed tourism potential mapping and tourism product integration. Findings reveal significant yet unorganized potential lacking an integrated tourism product system. The resulting development model links five key components: potential mapping, integrated tourism product development, CBT-based local actor empowerment, segmented marketing strategy, and tourism village institutional strengthening. This model serves as a reference for managers, local government, and stakeholders in developing authentic, competitive, and sustainable community-based tourism in Pesisir Barat Regency. ABSTRAK Desa Wisata Bumi Lebu yang berlokasi di Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, memiliki keunggulan modal daya tarik wisata ganda berupa kekayaan budaya lokal dan potensi wisata alam berbasis sungai. Kekayaan budaya meliputi tradisi rempong damar, seni sulam tapis, pertunjukan tari tradisional, dan kuliner khas daerah. Sungai yang mengaliri kawasan desa dengan karakteristik dangkal dan berarus ringan membuka peluang pengembangan aktivitas river tubing sebagai alternatif di luar dominasi wisata pantai Pesisir Barat. Penelitian ini bertujuan menyusun model pengembangan Desa Wisata Bumi Lebu yang mengintegrasikan daya tarik budaya dan alam secara holistik. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT), pemetaan budaya, dan analisis kesiapan destinasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis meliputi pemetaan potensi wisata budaya dan alam serta analisis integrasi produk wisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bumi Lebu memiliki potensi signifikan yang belum terorganisasi dalam sistem produk wisata terpadu. Model pengembangan yang dihasilkan menghubungkan lima komponen utama: pemetaan potensi, pengembangan produk wisata terintegrasi, penguatan pelaku wisata berbasis CBT, strategi pemasaran segmented, dan penguatan kelembagaan desa wisata. Model ini diharapkan menjadi acuan bagi pengelola, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan dalam mengembangkan pariwisata berbasis komunitas yang autentik, kompetitif, dan berkelanjutan.  
PENGEMBANGAN MEDIA MULTUNO STEP UP BERBASIS CONCRETE–PICTORIAL–ABSTRACT (CPA) UNTUK MENINGKATKAN PENALARAN MATEMATIS MATERI PERKALIAN KELAS 3 SD Fernandin Rosa Kurnianing Tyas; Dani Kusuma
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11688

Abstract

ABSTRACT Mathematical reasoning skills of elementary school students in multiplication learning still need improvement because instruction is often abstract and less aligned with students’ learning characteristics. Therefore, the Concrete–Pictorial–Abstract (CPA) approach was selected to help students understand multiplication concepts gradually through concrete, visual, and symbolic representations. This study aimed to develop CPA-based MULTUNO Step Up media to improve the mathematical reasoning skills of third-grade elementary school students. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model and involved 34 third-grade students of SD Negeri Baran 02. The development process consisted of needs analysis, media design, product development, implementation in classroom learning, and evaluation to refine the developed product. Data were collected through observations, interviews, tests, questionnaires, and documentation. The novelty of this study lies in the development of MULTUNO Step Up media that integrates the CPA approach into multiplication learning to support students’ mathematical reasoning. The results showed that the media was categorized as highly feasible based on expert validation by media and subject-matter experts. The effectiveness test yielded a Sig. (2-tailed) value of 0.000 < 0.05, while the N-Gain test produced an average score of 0.8535, which falls into the high category. Therefore, CPA-based MULTUNO Step Up media is effective for teaching multiplication and has the potential to serve as an innovative learning medium for enhancing elementary school students’ mathematical reasoning skills. ABSTRAK Kemampuan penalaran matematis siswa sekolah dasar pada materi perkalian masih perlu ditingkatkan karena pembelajaran sering kali bersifat abstrak dan kurang sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Oleh karena itu, pendekatan Concrete–Pictorial–Abstract (CPA) dipilih untuk membantu siswa memahami konsep perkalian secara bertahap melalui representasi konkret, visual, dan simbolik. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media MULTUNO Step Up berbasis CPA untuk meningkatkan penalaran matematis siswa kelas III SD. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang melibatkan 34 siswa kelas III SD Negeri Baran 02. Tahapan pengembangan meliputi analisis kebutuhan, perancangan media, pengembangan produk, implementasi dalam pembelajaran, dan evaluasi untuk menyempurnakan produk yang dihasilkan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, tes, angket, dan dokumentasi. Kebaruan penelitian terletak pada pengembangan media MULTUNO Step Up yang mengintegrasikan pendekatan CPA dalam pembelajaran perkalian untuk mendukung penalaran matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh kategori sangat layak berdasarkan validasi ahli media dan ahli materi. Uji efektivitas menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sedangkan uji N-Gain memperoleh rata-rata 0,8535 dengan kategori tinggi. Dengan demikian, media MULTUNO Step Up berbasis CPA efektif digunakan dalam pembelajaran perkalian dan berpotensi menjadi alternatif media inovatif untuk mengembangkan penalaran matematis siswa sekolah dasar.
PENGARUH KOMITMEN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR BERBASIS AJARAN BHAGAVAD GITA TERHADAP PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI PADA SISWA Ketut Ayu Binayanti; I Made Sedana; I Wayan Sudiarta
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.11691

Abstract

ABSTRACT Learning achievement in Hindu Religious Education and Character Education is influenced not only by students’ academic abilities but also by their engagement in learning and the internal drives that support it. In this context, the teachings of the Bhagavad Gita Chapter I Verses 28–30 are considered to have the potential to strengthen learning motivation through the internalization of spiritual values relevant to students’ lives. This study explores how learning commitment and learning motivation grounded in these teachings are related to the academic achievement of ninth-grade students at SMPN 3 Tejakula. The study employed a quantitative correlational approach involving 73 students selected as the research sample. Data on learning commitment and learning motivation were collected through questionnaires and observations. The data were analyzed using multiple linear regression to examine the contribution of each variable to students’ learning achievement. The findings indicate that both learning commitment and learning motivation based on the values contained in Bhagavad Gita Chapter I Verses 28–30 exert a positive and significant influence on learning achievement, both individually and simultaneously. The proposed model explains 73.9% of the variance in students’ learning achievement, while the remaining 26.1% is attributable to factors beyond the scope of this study. These results underscore the importance of strengthening students’ learning commitment and fostering motivation rooted in the spiritual values of the Bhagavad Gita as an approach to improving achievement in Hindu Religious Education and Character Education. ABSTRAK Prestasi belajar pada mata pelajaran Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas keterikatan mereka terhadap proses belajar serta dorongan internal yang mendasarinya. Dalam konteks tersebut, ajaran Bhagavad Gita Bab I Sloka 28–30 dipandang memiliki potensi untuk memperkuat motivasi belajar melalui internalisasi nilai-nilai spiritual yang relevan dengan kehidupan peserta didik. Kajian ini menelaah bagaimana komitmen belajar dan motivasi belajar yang berlandaskan ajaran tersebut berhubungan dengan capaian belajar siswa kelas IX SMPN 3 Tejakula. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif korelasional terhadap 73 siswa yang dipilih sebagai sampel penelitian. Informasi mengenai komitmen belajar dan motivasi belajar diperoleh melalui kuesioner serta didukung oleh observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik regresi linear berganda untuk melihat kontribusi masing-masing variabel terhadap prestasi belajar. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa komitmen belajar dan motivasi belajar berbasis nilai-nilai Bhagavad Gita Bab I Sloka 28–30 sama-sama menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar, baik ketika diuji secara terpisah maupun secara bersama-sama. Model yang dibangun mampu menjelaskan 73,9% variasi prestasi belajar siswa, sedangkan 26,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil tersebut menegaskan bahwa penguatan komitmen belajar yang didukung oleh motivasi berlandaskan nilai spiritual Bhagavad Gita dapat menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Hindu dan Budi Pekerti.