cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS PERMULAAN MELALUI KEGIATAN MOTORIK HALUS BERBASIS METODE MONTESSORI PADA SISWA DENGAN KESULITAN BELAJAR KELAS IV SD INKLUSIF Winda Arulan Pitulasih; Sukinah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13841

Abstract

Beginning writing is a fundamental literacy skill that remains challenging for some students with learning difficulties in inclusive elementary schools, highlighting the need for instructional activities that systematically stimulate fine motor development. This study aimed to (1) describe the implementation of Montessori-based fine motor activities in beginning writing instruction and (2) describe the improvement in the beginning writing skills of fourth-grade students with learning difficulties following the implementation of the intervention at SD Negeri 001 Pujungan. The study employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles, each consisting of planning, action, observation, and reflection stages with four meetings. The participants were fourth-grade students with learning difficulties in an inclusive elementary school. Data were collected through classroom observations, beginning writing tests, and documentation, then analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques by comparing pre-cycle, Cycle I, and Cycle II results. The findings showed that Montessori-based fine motor activities, including pinching, bead stringing, object transferring, pattern tracing, and gradual writing practice, created a more active, focused, confident, and enthusiastic learning environment. Students' learning activity improved from 37.5% in the pre-cycle to 68.75% in Cycle I and 87.5% in Cycle II. The average beginning writing score also increased from 50% in the pre-cycle to 66% in Cycle I and 78% in Cycle II. These findings indicate that the implementation of Montessori-based fine motor activities was able to improve the beginning writing skills of fourth-grade students with learning difficulties at SD Negeri 001 Pujungan. ABSTRAK Kemampuan menulis permulaan merupakan keterampilan dasar yang masih menjadi kendala bagi sebagian siswa dengan kesulitan belajar di sekolah dasar inklusif sehingga diperlukan pembelajaran yang memberikan stimulasi motorik halus secara bertahap. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penerapan aktivitas motorik halus berbasis metode Montessori dalam pembelajaran menulis permulaan dan (2) mendeskripsikan peningkatan kemampuan menulis permulaan siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar setelah penerapan tindakan tersebut di SD Negeri 001 Pujungan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan empat kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar di sekolah dasar inklusif. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan menulis permulaan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan membandingkan hasil pra-siklus, Siklus I, dan Siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas motorik halus berbasis Montessori, seperti menjepit, meronce manik-manik, memindahkan benda, menebalkan pola, dan latihan menulis secara bertahap, menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, fokus, percaya diri, dan antusias. Aktivitas belajar siswa meningkat dari 37,5% pada pra-siklus menjadi 68,75% pada Siklus I dan 87,5% pada Siklus II. Rata-rata kemampuan menulis permulaan juga meningkat dari 50% pada pra-siklus menjadi 66% pada Siklus I dan 78% pada Siklus II. Dengan demikian, penerapan aktivitas motorik halus berbasis metode Montessori mampu meningkatkan kemampuan menulis permulaan siswa kelas IV yang mengalami kesulitan belajar di SD Negeri 001 Pujungan.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN DENGAN MEDIA STORYBOOK DIGITAL PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESA BAGI SISWA DENGAN RESIKO SLOW LEARNER KELAS IV Wahyudi; Indriyana Rachmawati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13842

Abstract

Reading skills are fundamental competencies that remain challenging for students at risk of being slow learners, as they often experience difficulties in word recognition, reading fluency, and reading comprehension. These conditions require instructional media that are engaging and responsive to students' learning characteristics. This study aimed to improve the reading skills of students at risk of being slow learners through the implementation of digital storybook media in Grade IV at SD Negeri 002 Muara Ancalong. The study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model, conducted in two cycles. The participants were Grade IV students identified as being at risk of becoming slow learners. Data were collected through observations, reading skill tests, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings showed that students' average reading achievement increased from 52.98% in the initial condition to 66.07% in Cycle I and 94.05% in Cycle II, indicating that the predetermined success criteria were achieved. Improvements were observed in reading fluency, pronunciation accuracy, reading comprehension, and students' participation during classroom activities. The novelty of this study lies in the use of digital storybook media as an interactive learning resource specifically designed to accommodate the learning characteristics of students at risk of being slow learners by integrating text, illustrations, and digital features that encourage active reading engagement. These findings indicate that digital storybook media can serve as an alternative instructional medium to support the improvement of reading skills among elementary school students at risk of being slow learners. ABSTRAK Kemampuan membaca merupakan keterampilan dasar yang masih menjadi tantangan bagi siswa dengan risiko slow learner karena mereka cenderung mengalami kesulitan dalam mengenali kata, membaca secara lancar, dan memahami isi bacaan. Kondisi tersebut memerlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa dengan risiko slow learner melalui penerapan media storybook digital di kelas IV SD Negeri 002 Muara Ancalong. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang teridentifikasi memiliki risiko slow learner. Data dikumpulkan melalui observasi, tes kemampuan membaca, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan membaca siswa dari rata-rata 52,98% pada kondisi awal menjadi 66,07% pada Siklus I dan meningkat menjadi 94,05% pada Siklus II, sehingga indikator keberhasilan penelitian tercapai. Peningkatan terjadi pada aspek kelancaran membaca, ketepatan pengucapan, pemahaman isi bacaan, serta partisipasi siswa selama pembelajaran. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemanfaatan media storybook digital sebagai media interaktif yang dirancang untuk mengakomodasi karakteristik belajar siswa dengan risiko slow learner melalui penyajian teks, ilustrasi, dan fitur digital yang mendukung keterlibatan siswa dalam proses membaca. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan storybook digital dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk memperbaiki kemampuan membaca siswa dengan risiko slow learner di sekolah dasar.
POLA PENDIDIKAN INKLUSIF BERBASIS TEKNOLOGI ASISTIF DI SDN Mhd. Supardi; Lia Yuliana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13870

Abstract

This study aims to describe the pattern of inclusive education based on assistive technology at SDN 016 Muara Wahau. This research employs a qualitative approach with a descriptive research design. The subjects of the study include the principal, classroom teachers, special assistant teachers, students with special needs, regular students, and parents. Data collection techniques were conducted through observation, interviews, and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of the study indicate that the inclusive education pattern applied is a regular classroom model with a differentiated instruction approach. The use of assistive technology in learning is still relatively simple, such as the use of smartphones, visual media, and learning videos; however, it has a positive impact on students’ understanding and participation, especially for students with special needs. Social interaction between regular students and students with special needs is considered good, characterized by mutual assistance and social acceptance. The challenges faced include limited human resources, lack of teacher training, and inadequate facilities and infrastructure. The efforts made by the school are still simple and adaptive. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola pendidikan inklusif berbasis teknologi asistif di SDN 016 Muara Wahau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru pendamping khusus (GPK), siswa berkebutuhan khusus (ABK), siswa reguler, dan orang tua siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pendidikan inklusif yang diterapkan adalah model kelas reguler dengan pendekatan diferensiasi pembelajaran. Penggunaan teknologi asistif dalam pembelajaran masih tergolong sederhana, seperti penggunaan smartphone, media visual, dan video pembelajaran, namun memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan partisipasi siswa, khususnya ABK. Interaksi sosial antara siswa reguler dan ABK tergolong baik, yang ditandai dengan adanya sikap saling membantu dan penerimaan sosial. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya pelatihan guru, serta keterbatasan sarana dan prasarana. Upaya yang dilakukan sekolah masih bersifat sederhana dan adaptif.
EFEKTIVITAS MEDIA VIDEO EDUKATIF BERBASIS BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DENGAN KESULITAN BELAJAR DI SMP Nindy Az Zahrawaani; Suparno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13871

Abstract

Learning motivation is an important factor influencing students' success in the learning process, particularly for those with learning difficulties. Low learning motivation may reduce students' participation, self-confidence, and engagement in both classroom learning and guidance services. This study aimed to describe the improvement in the learning motivation of students with learning difficulties after participating in group guidance services using educational video media at SMP Negeri 2 Muara Wahau. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental method with a One Group Pretest–Posttest Design. The participants consisted of three seventh-grade students selected through purposive sampling based on classroom observations and recommendations from the school counselor and homeroom teachers. Data were collected using a learning motivation questionnaire administered before and after the intervention and analyzed using the N-Gain Score. The findings showed that the average learning motivation score increased from 64 in the pretest to 78 in the posttest. The obtained N-Gain score of 0.690 was categorized as moderate, indicating an improvement in students' learning motivation following the implementation of group guidance services using educational video media. In addition, students demonstrated greater participation, self-confidence, and engagement during the guidance sessions. These findings suggest that educational video media has the potential to support group guidance services in enhancing the learning motivation of students with learning difficulties at the junior high school level. ABSTRAK Motivasi belajar merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran, terutama bagi siswa yang mengalami kesulitan belajar. Rendahnya motivasi belajar dapat berdampak pada kurangnya partisipasi, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa selama mengikuti pembelajaran maupun layanan bimbingan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar siswa dengan kesulitan belajar setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok menggunakan media video edukatif di SMP Negeri 2 Muara Wahau. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pra-eksperimen melalui desain One Group Pretest–Posttest. Subjek penelitian berjumlah tiga siswa kelas VII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan hasil observasi serta rekomendasi guru bimbingan dan konseling dan wali kelas. Data dikumpulkan menggunakan angket motivasi belajar yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar meningkat dari 64 pada pretest menjadi 78 pada posttest. Nilai N-Gain sebesar 0,690 berada pada kategori sedang, yang mengindikasikan adanya peningkatan motivasi belajar setelah siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok menggunakan media video edukatif. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan keaktifan, kepercayaan diri, dan partisipasi selama mengikuti layanan. Temuan ini menunjukkan bahwa media video edukatif berpotensi mendukung pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dalam meningkatkan motivasi belajar siswa dengan kesulitan belajar di Sekolah Menengah Pertama.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI UNTUK MENGAKOMODASI KEBUTUHAN PSIKOSOSIAL ANAK SLOW LEARNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA KELAS IV Milka Fajar Wati; Rendy Roos Handoyo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13872

Abstract

Mathematics learning in inclusive elementary schools remains challenging for slow learner students because mathematical concepts are abstract, hierarchical, and require logical thinking. Previous studies have primarily examined either the effectiveness of differentiated instruction or academic accommodations separately, while limited attention has been given to integrating differentiated learning with learning accommodations to address the psychosocial needs of slow learner students in mathematics classrooms. This study aimed to describe: (1) the implementation of differentiated learning in the learning process and learning environment, and (2) learning accommodations provided to support the psychosocial needs of Grade IV slow learner students at SDN 007 Sangkulirang. A qualitative descriptive case study design was employed. The participants consisted of one Grade IV teacher and three slow learner students. Data were collected through classroom observations, semi-structured interviews, and documentation. Data credibility was ensured through source and technique triangulation, while analysis followed an interactive model involving data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that successful inclusive mathematics learning is determined not only by the implementation of differentiated instruction but also by the synergy between differentiated learning processes, an inclusive learning environment, and learning accommodations that address students' psychosocial needs. This synergy was reflected through the use of concrete learning media, repeated instruction, individualized guidance, flexible grouping, a safe classroom environment, simplified learning materials, modified assessment, extended learning time, and gradual scaffolding. These integrated practices enhanced students' self-confidence, learning motivation, active participation, and social engagement. The novelty of this study lies in proposing an integrated implementation model that combines differentiated learning and learning accommodations based on the psychosocial needs of slow learner students in inclusive elementary mathematics education. ABSTRAK Pembelajaran matematika di sekolah dasar inklusif masih menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa slow learner karena materi bersifat abstrak, hierarkis, dan menuntut kemampuan berpikir logis. Berbagai penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada efektivitas strategi pembelajaran berdiferensiasi atau akomodasi akademik secara terpisah, sedangkan kajian yang mengintegrasikan implementasi pembelajaran berdiferensiasi dengan akomodasi pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan psikososial siswa slow learner pada pembelajaran matematika masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) implementasi pembelajaran berdiferensiasi pada proses dan lingkungan pembelajaran matematika, serta (2) bentuk akomodasi pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan psikososial siswa slow learner kelas IV di SDN 007 Sangkulirang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru kelas IV dan tiga siswa slow learner. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembelajaran matematika yang inklusif tidak hanya ditentukan oleh penerapan pembelajaran berdiferensiasi, tetapi juga oleh sinergi antara diferensiasi proses, pengelolaan lingkungan belajar, dan akomodasi pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan psikososial siswa. Implementasi tersebut diwujudkan melalui penggunaan media konkret, pengulangan materi, bimbingan individual, pengelompokan belajar yang fleksibel, lingkungan belajar yang aman, penyederhanaan materi, penyesuaian asesmen, pemberian waktu tambahan, serta scaffolding bertahap. Sinergi strategi tersebut terbukti meningkatkan kepercayaan diri, motivasi belajar, partisipasi aktif, dan keterlibatan sosial siswa dalam pembelajaran matematika. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyajian model implementasi yang mengintegrasikan pembelajaran berdiferensiasi dengan akomodasi pembelajaran berbasis kebutuhan psikososial siswa slow learner dalam konteks pembelajaran matematika di sekolah dasar inklusif.
PENGARUH MEDIA FLASHCARD TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA HURUF PADA ANAK HAMBATAN INTELEKTUAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Helen Sagita; Fery Muhamad Firdaus
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13873

Abstract

Letter-reading ability is a fundamental literacy skill that remains challenging for students with intellectual disabilities due to limitations in memory, attention, and information processing. These limitations often hinder students' ability to recognize and distinguish letters, affecting the development of subsequent reading skills. Previous studies have reported the effectiveness of visual learning media in improving early reading skills; however, studies specifically examining the effectiveness of flashcard media for junior high school students with intellectual disabilities using a Single Subject Research (SSR) approach remain limited. Therefore, this study was conducted to provide empirical evidence regarding the effectiveness of flashcard media as an individualized intervention. This study aimed to examine the letter-reading ability of a student with an intellectual disability before and after the implementation of a flashcard-based intervention and to determine its effect on improving letter-reading ability. A quantitative approach employing a Single Subject Research (SSR) method with an A-B-A design was used. The participant was one purposively selected junior high school student with an intellectual disability who experienced difficulties in letter recognition and reading, consistent with the SSR approach that focuses on an in-depth analysis of behavioral change in a single participant. Data were collected through alphabet letter-reading tests (A–Z) and tests requiring the student to distinguish commonly confused letters. The data were analyzed using visual analysis within and across conditions based on scores obtained during the baseline and intervention phases. The findings showed that the participant's letter-reading ability before the intervention remained in the low category, with scores ranging from 46% to 50%. Following the flashcard intervention, the scores increased to 61% in the first intervention session, 73% in the second session, and 76% in the third session. The ability to distinguish commonly confused letters also improved from 25% during the baseline phase to 88% in the final intervention phase. These findings indicate that flashcard media had a positive effect on improving the letter-reading ability of a junior high school student with an intellectual disability. ABSTRAK Kemampuan membaca huruf merupakan keterampilan literasi dasar yang masih menjadi tantangan bagi anak dengan hambatan intelektual karena keterbatasan dalam memori, perhatian, dan pemrosesan informasi. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan mengenali dan membedakan huruf sehingga menghambat perkembangan kemampuan membaca pada jenjang berikutnya. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa media visual dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca permulaan, namun kajian yang secara spesifik menguji efektivitas media flashcard pada siswa hambatan intelektual tingkat SMP dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memperoleh bukti empiris mengenai efektivitas penggunaan media flashcard sebagai intervensi individual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca huruf pada anak hambatan intelektual sebelum dan sesudah diberikan intervensi menggunakan media flashcard, serta mengetahui pengaruh media tersebut terhadap peningkatan kemampuan membaca huruf. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Single Subject Research (SSR) desain A-B-A. Subjek penelitian terdiri atas satu siswa hambatan intelektual tingkat SMP yang dipilih secara purposif karena mengalami kesulitan membaca huruf dan sesuai dengan karakteristik penelitian SSR yang berfokus pada analisis perubahan perilaku secara mendalam pada satu subjek. Data dikumpulkan melalui tes membaca huruf alfabet A–Z dan tes membedakan huruf yang sering tertukar, kemudian dianalisis menggunakan analisis visual dalam kondisi dan antar kondisi berdasarkan skor pada fase baseline dan intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca huruf sebelum intervensi berada pada kategori rendah dengan persentase 46%–50%. Setelah diberikan intervensi menggunakan media flashcard, kemampuan membaca huruf meningkat menjadi 61% pada sesi intervensi pertama, 73% pada sesi kedua, dan 76% pada sesi ketiga. Kemampuan membedakan huruf yang sering tertukar juga meningkat dari 25% pada fase baseline menjadi 88% pada fase intervensi terakhir. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media flashcard memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan kemampuan membaca huruf pada siswa hambatan intelektual tingkat SMP.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENULIS TEKS NARASI MURID SLOW LEARNER MELALUI PENGGUNAAN MEDIA GAMBAR BERSERI DI SMP Pita Ayu Dwi Patma Kusumawati; Fery Muhamad Firdaus
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13874

Abstract

This study aims to determine the improvement of narrative text writing skills among slow learner students at SMPN 1 Muara Bengkal, as well as to investigate the implementation of serial picture media in the learning process. The study was motivated by the students' low ability to generate ideas, organize the sequence of events, use appropriate vocabulary, and construct coherent paragraphs, resulting in narrative texts that were still of low quality and poorly organized. This study employed a qualitative approach using Classroom Action Research (CAR), which was conducted in two cycles. Each cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The research subject was a seventh-grade student at SMPN 1 Muara Bengkal who was identified as a slow learner. Data were collected through observation, interviews, documentation, and narrative writing tests. The intervention involved the use of serial picture media to help the student understand story sequences visually and systematically.  The results showed that the use of serial picture media improved the narrative writing skills of the slow learner student. The student’s pre-cycle score of 50% increased to 55% in Cycle I and further improved to 70% in Cycle II. In addition, the student’s learning activities improved from the fair category to the good category. The student became more active, focused, and capable of organizing story events more coherently after the implementation of serial picture media in the learning process. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks narasi pada murid slow learner di SMPN 1 Muara Bengkal, serta mengetahui penerapan media gambar berseri dalam pembelajaran. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan murid dalam menyusun ide, mengurutkan alur cerita, menggunakan kosakata yang tepat, dan menyusun paragraf secara runtut sehingga hasil tulisan narasi yang dihasilkan masih rendah dan kurang terstruktur. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah murid kelas VII SMPN 1 Muara Bengkal dengan fokus utama pada satu murid slow learner. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar menulis teks narasi. Tindakan yang diberikan berupa penggunaan media gambar berseri sebagai media pembelajaran untuk membantu murid memahami alur cerita secara visual dan sistematis.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media gambar berseri dapat meningkatkan kemampuan menulis teks narasi murid slow learner. Nilai prasiklus sebesar 50% meningkat menjadi 55% pada siklus I dan kembali meningkat menjadi 70% pada siklus II. Selain itu, aktivitas belajar murid juga mengalami peningkatan dari kategori cukup menjadi baik. Murid terlihat lebih aktif, fokus, dan mampu menyusun alur cerita secara lebih runtut setelah penggunaan media gambar berseri dalam pembelajaran.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS DESKRIPTIF MELALUI MEDIA POSTER BERBASIS MULTISENSORI PADA SISWA DENGAN HAMBATAN BELAJAR DI KELAS VI SDN Anastasia Mangallo; Nur Azizah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13875

Abstract

Descriptive writing is an essential language skill that enables students to express ideas systematically in written form. However, students with learning disabilities often experience difficulties in generating ideas, selecting appropriate vocabulary, organizing paragraphs coherently, and developing descriptions based on observed objects. These challenges indicate the need for instructional media that accommodate their learning characteristics. This study aimed to improve descriptive text writing skills through the use of multisensory poster media for students with learning disabilities. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles. The participants consisted of three students with learning disabilities, identified as ASJ, AI, and FTL. Each cycle included planning, action, observation, and reflection stages. Cycle I implemented Visual, Auditory, and Kinesthetic (VAK)-based poster media, while Cycle II implemented Visual, Auditory, Kinesthetic, and Tactile (VAKT)-based poster media. Data were collected through observation, writing tests, documentation, and field notes. Data were analyzed using descriptive quantitative and qualitative approaches. The findings showed that the implementation of multisensory poster media improved the descriptive writing skills of all participants. The improvement was reflected in better writing performance across the two action cycles, accompanied by enhanced idea generation, richer descriptive vocabulary, more coherent paragraph organization, and greater independence during the writing process. Therefore, multisensory poster media can serve as an alternative instructional medium to support the improvement of descriptive writing skills among students with learning disabilities. ABSTRAK Keterampilan menulis teks deskriptif merupakan salah satu kompetensi berbahasa yang penting untuk dikuasai siswa karena mendukung kemampuan mengungkapkan gagasan secara tertulis. Namun, siswa dengan hambatan belajar sering mengalami kesulitan dalam menemukan ide, memilih kosakata yang sesuai, menyusun paragraf secara runtut, serta mengembangkan deskripsi berdasarkan objek yang diamati. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penggunaan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif melalui penggunaan media poster berbasis multisensori pada siswa dengan hambatan belajar. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian terdiri atas tiga siswa dengan hambatan belajar yang diberi kode ASJ, AI, dan FTL. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Siklus I menggunakan media poster berbasis Visual, Auditory, dan Kinesthetic (VAK), sedangkan Siklus II menggunakan media poster berbasis Visual, Auditory, Kinesthetic, dan Tactile (VAKT). Teknik pengumpulan data meliputi observasi, tes keterampilan menulis, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media poster berbasis multisensori mampu meningkatkan keterampilan menulis teks deskriptif pada seluruh subjek penelitian. Peningkatan tersebut terlihat dari perkembangan hasil menulis pada setiap siklus yang diikuti oleh meningkatnya kemampuan siswa dalam menemukan ide, menggunakan kosakata deskriptif, menyusun paragraf secara runtut, serta menunjukkan kemandirian yang lebih baik selama proses menulis. Dengan demikian, media poster berbasis multisensori dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran untuk mendukung peningkatan keterampilan menulis teks deskriptif pada siswa dengan hambatan belajar.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL KONSEP BILANGAN MELALUI MEDIA WORDWALL INTERAKTIF PADA ANAK LAMBAN BELAJAR KELOMPOK A DI TK Mersiana Wonda; Suparno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13876

Abstract

This study was motivated by the low number concept recognition ability of young children, particularly a slow learner, who experienced difficulties in recognizing number symbols, sequencing numbers, writing numerals, and matching quantities with the appropriate number symbols. These conditions require engaging and interactive learning experiences to support children's understanding. This study aimed to improve number concept recognition through the implementation of interactive Wordwall media. The study employed Classroom Action Research (CAR) using the Kemmis and McTaggart model, consisting of planning, action, observation, and reflection stages across three cycles. The research involved 15 children in Group A of TK Negeri 1 Muara Wahau as the classroom action participants, while the primary analysis focused on one slow learner who experienced difficulties in understanding number concepts. Data were collected through observation, performance assessment, and documentation, and analyzed using descriptive quantitative and qualitative techniques. The findings showed that the implementation of interactive Wordwall media improved the slow learner's number concept recognition, as reflected in better ability to recognize number symbols, sequence numbers, write numerals, and match quantities with the corresponding symbols. Improvements were also observed in the child's attention, motivation, and active participation during the learning process. Therefore, the implementation of interactive Wordwall media was able to improve number concept recognition among young children, particularly slow learners. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini, khususnya anak slow learner, yang ditunjukkan oleh kesulitan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, menulis lambang bilangan, serta menghubungkan jumlah benda dengan simbol angka yang sesuai. Kondisi tersebut memerlukan pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif agar anak memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan melalui penerapan media Wordwall interaktif. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dalam tiga siklus. Penelitian dilaksanakan pada 15 anak Kelompok A TK Negeri 1 Muara Wahau sebagai kelas tindakan, dengan analisis utama difokuskan pada satu anak slow learner yang mengalami kesulitan dalam mengenal konsep bilangan. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian unjuk kerja, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media Wordwall interaktif mampu meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak slow learner, yang ditandai dengan peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan, mengurutkan angka, menulis lambang bilangan, serta mencocokkan jumlah benda dengan simbol bilangan. Peningkatan juga terlihat pada keterlibatan anak selama pembelajaran, seperti perhatian, motivasi, dan keaktifan dalam mengikuti kegiatan. Dengan demikian, penerapan media Wordwall interaktif mampu meningkatkan kemampuan mengenal konsep bilangan pada anak usia dini, khususnya anak slow learner.
IMPLEMENTASI KONSELING TERPADU (BEHAVIORISTIK–HUMANISTIK) DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI MEMBACA SISWA SLOW LEARNER Nina Apriyouastuty; Suparno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13877

Abstract

Low reading motivation remains one of the major challenges experienced by slow learner students, requiring counseling services that address both their academic needs and psychological development. One promising approach is integrated counseling that combines behavioral and humanistic approaches to foster positive reading behaviors while enhancing students' self-awareness and self-confidence. This study aimed to describe the implementation of integrated counseling based on behavioral and humanistic approaches to improve the reading motivation of a slow learner student at SMP Negeri 1 Rantau Pulung. The study employed a qualitative approach using a case study design. The research subject was one slow learner student with low reading motivation, while supporting informants included the school counselor, homeroom teacher, Indonesian language teacher, and the student's parent. Data were collected through classroom observations, in-depth interviews, and documentation and were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Trustworthiness was ensured through triangulation, member checking, prolonged engagement, peer debriefing, and the criteria of transferability, dependability, and confirmability. The findings showed that the integrated counseling program was implemented through the stages of problem identification, planning, implementation, evaluation, and follow-up by integrating behavioral and humanistic approaches. The implementation of the counseling program was associated with positive changes in the student's reading motivation, reflected in increased interest in reading, persistence in completing reading tasks, self-confidence, independent reading habits, and consistent reading behavior. The findings suggest that integrated behavioral–humanistic counseling provides a positive contribution to supporting the improvement of reading motivation among slow learner students and may serve as an alternative counseling service in schools. ABSTRAK Motivasi membaca yang rendah masih menjadi salah satu permasalahan yang sering dialami siswa slow learner, sehingga memerlukan layanan bimbingan dan konseling yang mampu mengakomodasi kebutuhan akademik sekaligus aspek psikologis siswa. Salah satu pendekatan yang dapat diterapkan adalah konseling terpadu yang mengintegrasikan pendekatan behavioristik dan humanistik untuk membantu membangun perilaku membaca yang positif serta meningkatkan kesadaran dan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi konseling terpadu (behavioristik–humanistik) dalam meningkatkan motivasi membaca siswa slow learner di SMP Negeri 1 Rantau Pulung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah satu siswa slow learner yang memiliki motivasi membaca rendah, sedangkan informan pendukung meliputi guru Bimbingan dan Konseling, wali kelas, guru Bahasa Indonesia, dan orang tua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi, member check, ketekunan pengamatan, peer debriefing, serta uji transferabilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konseling terpadu dilaksanakan melalui tahapan identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan mengintegrasikan pendekatan behavioristik dan humanistik. Penerapan layanan tersebut menunjukkan perubahan positif pada motivasi membaca siswa yang ditandai dengan meningkatnya ketertarikan membaca, ketekunan dalam menyelesaikan bacaan, kepercayaan diri, kemandirian, serta konsistensi perilaku membaca. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling terpadu (behavioristik–humanistik) memberikan kontribusi positif dalam mendukung peningkatan motivasi membaca siswa slow learner serta dapat menjadi salah satu alternatif layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.