cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 404 Documents
DINAMIKA FLOURISHING PEREMPUAN DEWASA DALAM KOMUNITAS PLUS-SIZE JOGJAKARTA Ajeng Winda Adhita; Fx. Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13111

Abstract

Plus-size women with extreme body proportions often experience acute psychological distress due to weight bias internalization driven by macro-sociocultural stigma. This study aims to deeply explore how active involvement in an inclusive community can deconstruct this stigma and lead its members to achieve a state of optimal functioning (flourishing). Utilizing a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), primary data were gathered through in-depth interviews with five adult women (aged 26–40 years, weighing 102–127 kg) who are active members of the Jogjakarta Plus-Size Community. The analysis revealed two main superordinate themes: (1) Deconstruction of internalized weight bias through a safe space, where unconditional positive regard and positive mirroring successfully restored the subjects' self-esteem; and (2) Reclamation of agency and aesthetic activism as a catalyst for flourishing, where involvement in modeling training, cosmetics, and public fashion exhibitions triggered enclothed cognition effects that restored self-autonomy and activated all pillars of well-being (PERMA model). This study concludes that achieving flourishing status does not require a reduction in physical size, but rather a radical reconstruction of self-worth within an inclusive ecosystem. ABSTRAK Perempuan dengan proporsi tubuh plus-size ekstrem sering kali mengalami distresi psikologis akut akibat internalisasi bias berat badan (weight bias internalization) yang dipicu oleh stigma sosiokultural makro. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam bagaimana keterlibatan aktif dalam komunitas inklusif dapat mendekonstruksi stigma tersebut dan mengantarkan anggotanya mencapai status keberfungsian optimal (flourishing). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), data primer diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima orang perempuan dewasa (usia 26–40 tahun, berat badan 102–127 kg) yang merupakan anggota aktif Komunitas Plus-Size Jogjakarta. Hasil analisis menunjukkan dua tema superordinat utama: (1) Dekonstruksi internalized weight bias melalui ruang aman (safe space), di mana penerimaan tanpa syarat (unconditional positive regard) dan efek cermin positif (positive mirroring) berhasil memulihkan harga diri subjek; dan (2) Reklamasi agensi dan aktivisme estetika sebagai katalis flourishing, di mana keterlibatan dalam pelatihan modelling, tata rias, dan eksibisi busana publik memicu efek enclothed cognition yang memulihkan otonomi diri dan mengaktifkan seluruh pilar kesejahteraan (model PERMA). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pencapaian status flourishing tidak mensyaratkan reduksi ukuran fisik, melainkan melalui rekonstruksi radikal atas kelayakan diri di dalam ekosistem yang inklusif.  
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA BAGI MURID BERKEBUTUHAN KHUSUS DI MI ALKHAIRAAT DESA TORO KECAMATAN KULAWI KABUPATEN SIGI Mufida Fida; Elya Elya; Rahmawaty Rahmawaty; Fitrirahayu Fitrirahayu
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13173

Abstract

ABSTRACT Science learning in inclusive elementary schools requires instructional strategies that accommodate the learning needs of students with special educational needs to ensure effective learning. However, the implementation of science instruction for students with special needs remains challenging, particularly in adapting learning materials and classroom practices. This study aimed to describe the implementation of science learning for students with special educational needs at MI Alkhairaat Toro Village, Kulawi District, Sigi Regency. The study employed a qualitative approach using a descriptive research design. Data were collected through interviews and documentation involving the principal and classroom teachers and were analyzed through the stages of data collection, data display, and conclusion drawing. The findings revealed that science learning was implemented through planning, implementation, and evaluation stages. Teachers used the same lesson plans as those for regular students but adapted the delivery of learning materials by using simple language, concrete examples, and visual learning media. During the implementation stage, teachers applied interactive discussions, demonstrations, and hands-on activities to improve students' understanding. Evaluation was conducted through observation, question-and-answer sessions, assignments, and practical activities. The main challenges included differences in students' learning abilities and limited teacher time for individualized assistance. The study concludes that science learning for students with special educational needs in the slow learner category has been implemented adaptively; however, it has not yet been supported by formally modified curricula and instructional materials. ABSTRAK Pembelajaran IPA pada satuan pendidikan inklusif memerlukan strategi yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar murid berkebutuhan khusus agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal. Namun, implementasi pembelajaran IPA bagi murid berkebutuhan khusus di sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyesuaian perangkat pembelajaran dan pelaksanaan pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran IPA bagi murid berkebutuhan khusus di MI Alkhairaat Desa Toro, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru kelas, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Guru menggunakan perangkat pembelajaran yang sama dengan siswa reguler, namun melakukan penyesuaian dalam penyampaian materi melalui penggunaan bahasa sederhana, contoh konkret, serta media visual. Pada tahap pelaksanaan, guru menerapkan strategi berupa diskusi interaktif, demonstrasi, dan praktik langsung untuk meningkatkan pemahaman murid. Evaluasi dilakukan melalui observasi, tanya jawab, pemberian tugas, dan praktik. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan belajar murid dan keterbatasan waktu guru dalam memberikan pendampingan individual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran IPA bagi murid berkebutuhan khusus kategori slow learner telah dilaksanakan secara adaptif, namun belum didukung oleh modifikasi kurikulum dan perangkat pembelajaran yang disusun secara formal.
PENGEMBANGAN E-MODUL BERBASIS FLIP BOOK MAKER UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN NILAI KEARIFAN LOKAL GOTONG ROYONG DAN KARAKTER BERFIKIR KRITIS SISWA DI SMAN 1 NGANJUK Yulia Rizka Dwi Atmawati; Sri Untari; A. Rosyid Al Atok
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13319

Abstract

The dominance of conventional, one-way teaching methods and the minimal optimization of the use of interactive digital media integrated with local culture in Pancasila Education learning are the background to this research. These problems result in low student engagement and hamper the development of higher-order thinking skills. The main focus of this research is to produce a feasible, practical, and effective Flip Book Maker-based e-module product to boost understanding of the local wisdom of mutual cooperation and critical thinking among Phase F students at SMAN 1 Nganjuk. The applied Research and Development (R&D) method utilizes the Lee and Owens integrated development operational model through five systematic stages: analysis, design, development, implementation, and formative evaluation. Quantitative data from the test results show that the product's feasibility level from experts and practitioners achieved an average percentage of 91.9 percent, categorized as very feasible. Meanwhile, the practicality test for user responses reached 93.4 percent, categorized as very practical. Empirically, this digital media has proven to be effective in significantly boosting students' cognitive abilities, as evidenced by a significant jump in average scores from 54.1 on the pretest to 83.7 on the posttest. The main conclusion of the study confirms that the Flip Book Maker-based e-module is a successful alternative, innovative, contextual, and responsive instructional instrument to support the sustainable strengthening of students' national character based on the Independent Curriculum. ABSTRAK Dominasi metode pengajaran konvensional satu arah serta minimnya optimalisasi pemanfaatan media digital interaktif terintegrasi budaya lokal dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila melatarbelakangi penelitian ini. Masalah tersebut mengakibatkan rendahnya keterlibatan aktif siswa serta terhambatnya pengembangan kapasitas berpikir tingkat tinggi. Fokus utama penelitian ini adalah menghasilkan produk e-modul berbasis Flip Book Maker yang layak, praktis, dan efektif guna mendongkrak pemahaman nilai kearifan lokal gotong royong sekaligus karakter berpikir kritis siswa kelas Fase F di SMAN 1 Nganjuk. Metode yang diterapkan yaitu Research and Development (R&D) menggunakan model operasional pengembangan terpadu Lee dan Owens melalui lima tahapan sistematis meliputi analisis, desain, pengembangan, implementasi, hingga evaluasi formatif. Data kuantitatif hasil pengujian menunjukkan tingkat kelayakan produk dari para ahli dan praktisi memperoleh persentase rata-rata sebesar 91,9 persen dengan kategori sangat layak, sementara uji kepraktisan respons pengguna berhasil mencapai 93,4 persen sehingga diklasifikasikan sangat praktis. Secara empiris, tingkat efektivitas media digital ini terbukti andal mendongkrak kapasitas kognitif siswa secara signifikan, ditandai lonjakan capaian nilai rata-rata dari skor pretest sebesar 54,1 meroket menjadi 83,7 pada ujian posttest. Simpulan utama penelitian menegaskan bahwa e-modul berbasis Flip Book Maker sukses menjadi alternatif instrumen instruksional yang inovatif, kontekstual, dan responsif untuk mendukung penguatan karakter kebangsaan siswa berdasarkan Kurikulum Merdeka secara berkelanjutan.  
TEKNIK CUTTING SEBAGAI STRATEGI VISUAL BRANDING PADA PROGRAM MAGAZINE SHOW "EMERGENZ" Tituk Utari; Salma Nadia Fauza
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.13341

Abstract

The development of digital media has pushed the television industry to present programs with strong visual identities in order to compete amid shifting audience behavior. One element with the potential to shape that identity is cutting technique, which functions not only as an image-editing process but also as a visual branding strategy. This study aims to analyze how straight cut, cutaway, and montage techniques are applied as visual branding strategies in the magazine show program Emergenz. The study employs a qualitative method with a case study approach, with data obtained through observation of the Emergenz program, documentation in the form of production scripts, rundowns, and storyboards, as well as interviews with the editor and director. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model, comprising data reduction, data display, and conclusion drawing. The results show that straight cut serves to maintain visual continuity, cutaway reinforces informational context through supporting shots, while montage creates a fast and dynamic visual rhythm. The consistent use of these three techniques forms a distinctive editing pattern, producing an easily recognizable visual character that differentiates Emergenz from similar programs. These findings affirm that cutting technique is not merely a post-production technical aspect but also part of a visual communication strategy that strengthens branding and program identity in the digital media era. ABSTRAK Perkembangan media digital telah mendorong industri televisi untuk menghadirkan program yang memiliki identitas visual yang kuat agar mampu bersaing di tengah perubahan perilaku audiens. Salah satu elemen yang berpotensi membentuk identitas tersebut adalah teknik cutting, yang tidak hanya berfungsi sebagai proses penyuntingan gambar, tetapi juga sebagai strategi visual branding. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana teknik straight cut, cutaway, dan montage diterapkan sebagai strategi visual branding pada program magazine show Emergenz. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan data diperoleh melalui observasi terhadap program Emergenz, dokumentasi berupa naskah produksi, rundown, dan storyboard, serta wawancara dengan editor dan sutradara. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa straight cut berperan menjaga kontinuitas visual, cutaway memperkuat konteks informasi melalui gambar pendukung, sedangkan montage menciptakan ritme visual yang cepat dan dinamis. Konsistensi penggunaan ketiga teknik tersebut membentuk pola editing yang khas sehingga menghasilkan karakter visual yang mudah dikenali dan membedakan program Emergenz dari program sejenis. Temuan ini menegaskan bahwa teknik cutting bukan sekadar aspek teknis pascaproduksi, melainkan bagian dari strategi komunikasi visual yang memperkuat branding dan identitas program di era media digital.
IMPLEMENTASI KONSEP MASJID RAMAH ANAK (MRA) DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM : STUDI KASUS DI MASJD JAMI’ AN-NI’MAH KOTA PALU Rifaldi Rifaldi; Saude BA; A. Markarma
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13366

Abstract

  ABSTRACT Mosques serve not only as places of worship but also as centers of Islamic education that support children's moral, spiritual, and social development through a safe, comfortable, and child-friendly environment. Although the concept of a Child-Friendly Mosque has received increasing attention, studies examining its implementation from the perspective of Islamic educational management, particularly in managing educational programs for children within mosque settings, remain limited. Therefore, this study is important to provide empirical evidence regarding the management of mosque-based child-friendly education. This study aims to describe the implementation of the Child-Friendly Mosque concept at Jami' An-Ni'mah Mosque in Palu City from the perspective of Islamic educational management and to analyze the supporting and inhibiting factors affecting its implementation. This research employed a qualitative approach using a case study design. The research participants consisted of the mosque administrators, Qur'anic Learning Center (Taman Pendidikan Al-Qur'an/TPA) teachers, parents, and community members involved in the implementation of the Child-Friendly Mosque program. Data were collected through observations, interviews, and documentation, and were analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through source triangulation and technique triangulation. The findings revealed that the implementation of the Child-Friendly Mosque concept was realized through various religious educational programs supported by a safe and comfortable learning environment as well as child-friendly instructional approaches. The successful implementation was supported by the active involvement of mosque administrators, TPA teachers, parents, and the local community, while the main challenges included limited facilities, financial resources, and variations in children's concentration during learning activities. The study concludes that the implementation of the Child-Friendly Mosque concept has been carried out effectively; however, further improvements are needed in program planning, organizing, implementation, and evaluation to ensure a more systematic and sustainable mosque-based educational management model. The findings are expected to serve as a reference for the development of Child-Friendly Mosques in other regions. ABSTRAK Masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat ibadah sekaligus pusat pendidikan Islam yang berperan dalam mendukung perkembangan karakter dan spiritual anak. Meskipun konsep Masjid Ramah Anak semakin banyak dikembangkan, kajian yang menganalisis implementasinya dari perspektif manajemen pendidikan Islam, khususnya pada pengelolaan program pendidikan anak di lingkungan masjid, masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan gambaran empiris mengenai pengelolaan pendidikan berbasis masjid yang ramah anak. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi konsep Masjid Ramah Anak di Masjid Jami’ An-Ni’mah Kota Palu dalam perspektif manajemen pendidikan Islam serta menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian terdiri atas pengurus Masjid Jami’ An-Ni’mah, guru Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), orang tua, dan jamaah yang terlibat dalam pelaksanaan program Masjid Ramah Anak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi konsep Masjid Ramah Anak diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai program pembinaan keagamaan yang didukung oleh lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta pendekatan pembelajaran yang ramah anak. Keberhasilan implementasi didukung oleh keterlibatan pengurus masjid, guru TPA, orang tua, dan masyarakat, sedangkan kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan sarana, pendanaan, dan variasi konsentrasi anak selama kegiatan berlangsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi konsep Masjid Ramah Anak telah berjalan dengan baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi program agar pengelolaan pendidikan berbasis masjid dapat berlangsung secara lebih sistematis, berkelanjutan, dan dapat menjadi rujukan bagi pengembangan masjid ramah anak di berbagai daerah.
ANALISIS KEBIJAKAN DIVIDEN DENGAN LIKUIDITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PERBANKAN DI BURSA EFEK INDONESIA Nabila Rizky Maulida; Dhani Ichsanuddin Nur; Tri Kartika Pertiwi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13386

Abstract

ABSTRACT Dividend policy is a strategic corporate decision that determines the distribution of profits to shareholders and is influenced by various aspects of a company's financial condition. Inconsistent findings in previous studies regarding the effects of profitability, leverage, and firm size on dividend policy highlight the need for further investigation by considering liquidity as a moderating variable. This study aims to examine the effects of profitability, leverage, and firm size on dividend policy and to analyze the moderating role of liquidity in banking companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2018–2024 period. A quantitative research approach was employed using secondary data obtained from the companies' financial statements. The research sample consisted of 11 banking companies selected through purposive sampling. Data were analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA) to examine both the direct effects among variables and the moderating role of liquidity. The results indicate that profitability, leverage, and firm size significantly influence dividend policy. Furthermore, liquidity moderates these relationships by strengthening the effect of profitability on dividend policy, weakening the effect of leverage on dividend policy, and strengthening the effect of firm size on dividend policy. These findings demonstrate that liquidity plays a crucial role in determining the direction and magnitude of the influence of financial factors on dividend policy and should therefore be considered in both corporate financial decision-making and investment analysis. ABSTRAK Kebijakan dividen merupakan salah satu keputusan strategis perusahaan yang menentukan pembagian laba kepada pemegang saham dan dipengaruhi oleh berbagai kondisi keuangan perusahaan. Perbedaan hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen menunjukkan perlunya kajian lebih lanjut dengan mempertimbangkan peran likuiditas sebagai variabel pemoderasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen serta menguji kemampuan likuiditas dalam memoderasi hubungan tersebut pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan perusahaan. Sampel penelitian terdiri atas 11 perusahaan perbankan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan Moderated Regression Analysis (MRA) untuk menguji pengaruh langsung antarvariabel sekaligus peran moderasi likuiditas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas, leverage, dan ukuran perusahaan berpengaruh terhadap kebijakan dividen. Selain itu, likuiditas terbukti mampu memoderasi hubungan tersebut, yaitu memperkuat pengaruh profitabilitas terhadap kebijakan dividen, memperlemah pengaruh leverage terhadap kebijakan dividen, serta memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen. Temuan ini menunjukkan bahwa likuiditas merupakan faktor penting yang menentukan arah dan kekuatan pengaruh faktor-faktor keuangan terhadap kebijakan dividen sehingga perlu menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan perusahaan maupun investasi.
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN THE POWER OF TWO BERBANTUAN GAME WORDWALL TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA MATERI GERAK LURUS Ulivia Mardhiyah; Sulur Sulur; Nasikhudin Nasikhudin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13425

Abstract

ABSTRACT Students' conceptual understanding of straight-motion topics remains relatively low due to learning practices that have not optimally promoted active participation and collaborative learning. This study aimed to examine the effect of the The Power of Two learning model assisted by the Wordwall game on improving students' conceptual understanding of straight motion. The study employed a quantitative approach using a quasi-experimental method with a Nonequivalent Control Group Design. The participants consisted of 72 students from MAN 1 Kota Batu, divided into an experimental class and a control class. Data were collected through pre-tests and post-tests using valid and reliable instruments. Data analysis was conducted using the Mann–Whitney test because the data were not normally distributed but were homogeneous, followed by N-Gain analysis to determine the improvement in students' conceptual understanding. The findings revealed a significant difference between the experimental and control groups (Asymp. Sig. < 0.05). The experimental class achieved an average N-Gain score of 0.60, categorized as moderate (moderately effective), while the control class obtained an average score of 0.30, categorized as moderate (less effective). These findings indicate that the The Power of Two learning model assisted by the Wordwall game is more effective than conventional instruction in improving students' conceptual understanding of straight-motion concepts. Therefore, this learning model can serve as an alternative instructional strategy to enhance the quality of physics learning in schools. ABSTRAK Rendahnya pemahaman konsep siswa pada materi gerak lurus masih menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran fisika yang dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran yang kurang mampu mendorong keaktifan dan kolaborasi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran The Power of Two berbantuan game Wordwall terhadap peningkatan pemahaman konsep siswa pada materi gerak lurus. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experimental tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian berjumlah 72 siswa MAN 1 Kota Batu yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui tes awal (pre-test) dan tes akhir (post-test) menggunakan instrumen yang telah dinyatakan valid dan reliabel. Analisis data dilakukan menggunakan uji Mann–Whitney karena data tidak berdistribusi normal tetapi homogen, serta analisis N-Gain untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol (Asymp. Sig. < 0,05). Nilai rata-rata N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,60 dengan kategori sedang (cukup efektif), sedangkan pada kelas kontrol sebesar 0,30 dengan kategori sedang (kurang efektif). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran The Power of Two berbantuan game Wordwall lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gerak lurus dibandingkan pembelajaran konvensional. Dengan demikian, model pembelajaran tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika di sekolah.
HUBUNGAN SELF-COMPASSION DENGAN KECEMASAN UNTUK MENIKAH PADA WANITA DEWASA AWAL DI WILAYAH URBAN Ni Komang Ratna Kumala Sari; Elis Yulia Ningsih
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13453

Abstract

ABSTRACT Marriage is one of the key developmental tasks of early adulthood; however, an emerging phenomenon in urban areas indicates a tendency among early adult women to delay marriage, accompanied by anxiety regarding future married life. This condition is presumed to be associated with self-compassion, defined as an individual's ability to be kind, understanding, and non-judgmental toward oneself when facing life's difficulties. This study aims to examine the relationship between self-compassion and marriage anxiety among early adult women in urban areas. This study employed a quantitative approach with a correlational design involving 120 early adult women aged 19-40 years, unmarried, and residing in urban areas, selected using a purposive sampling technique. Data were collected using a self-compassion scale and a marriage anxiety scale, then analyzed using Spearman's Rank correlation test, as the data were not normally distributed. The results revealed a significant negative relationship between self-compassion and marriage anxiety (r = -0.432; p = 0.000; p < 0.05), indicating that the higher the self-compassion possessed by an individual, the lower the marriage anxiety experienced. These findings emphasize the importance of self-compassion as a psychological factor that helps early adult women cope with marriage-related concerns in a more adaptive manner. ABSTRAK Pernikahan merupakan salah satu tugas perkembangan penting pada masa dewasa awal, namun fenomena yang berkembang di wilayah urban menunjukkan kecenderungan wanita dewasa awal untuk menunda pernikahan yang disertai kecemasan terhadap kehidupan pernikahan di masa depan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan self-compassion, yaitu kemampuan individu untuk bersikap penuh kebaikan, pengertian, serta tidak menghakimi diri sendiri ketika menghadapi kesulitan hidup. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara self-compassion dengan kecemasan untuk menikah pada wanita dewasa awal di wilayah urban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional pada 120 wanita dewasa awal berusia 19-40 tahun, belum menikah, dan berdomisili di wilayah urban, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-compassion dan skala kecemasan menikah, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman's Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif yang signifikan antara self-compassion dan kecemasan untuk menikah (r =   -0,432; p = 0,000; p<0,05), yang berarti semakin tinggi self-compassion yang dimiliki individu, semakin rendah kecemasan untuk menikah yang dirasakan. Temuan ini menegaskan pentingnya self-compassion sebagai faktor psikologis yang berperan membantu wanita dewasa awal menghadapi kekhawatiran terkait pernikahan secara lebih adaptif.
PERANCANGAN SISTEM PENGENDALIAN PERSEDIAAN PRODUK TIPE DC UNTUK MENURUNKAN CLAIM CUSTOMER DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE DI PT X OTOMOTIF Asep Suryadi; Susan Kurniawan; Tri Ngudi Wiyatno
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13522

Abstract

ABSTRACT The increasing quality demands in the automotive manufacturing industry require companies to minimize customer claims in order to maintain customer satisfaction and ensure production continuity. PT X Automotive continues to experience customer claims for DC-type products caused by product shortages during the packaging process due to manual counting and weighing systems. This study aims to identify the causes of customer claims, design improvement actions using the Quality Control Circle (QCC) method, and evaluate the effectiveness of the implemented improvements in reducing customer claims and achieving cost savings. The study employed a descriptive approach using the Quality Control Circle (QCC) method, which consisted of theme identification, analysis of the initial condition, root cause analysis using Pareto and Fishbone Diagrams, development and implementation of corrective actions, and evaluation of improvement outcomes. Data were collected through observations, interviews, documentation, and analysis of historical customer claim records. The results indicate that the primary cause of customer claims was the dependence on manual product counting and weighing by operators, which increased the risk of human error. Improvements were implemented by introducing an automatic counter in the packing process and an automated barcode-based weighing system. The evaluation results demonstrated that the implemented improvements reduced customer claims due to product shortages from three cases to zero cases during the post-implementation evaluation period and generated cost savings of IDR 17,130,481. These findings indicate that the QCC method is effective as a continuous improvement approach for enhancing quality control effectiveness, packaging process reliability, and customer satisfaction in the automotive manufacturing industry. ABSTRAK Tingginya tuntutan kualitas pada industri manufaktur otomotif mengharuskan perusahaan mampu meminimalkan customer claim untuk menjaga kepuasan pelanggan dan keberlangsungan proses produksi. PT X Otomotif masih menghadapi customer claim pada produk tipe DC yang disebabkan oleh kekurangan jumlah produk (shortage) saat proses pengemasan akibat sistem penghitungan dan penimbangan yang masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi penyebab terjadinya customer claim, merancang tindakan perbaikan menggunakan metode Quality Control Circle (QCC), serta mengevaluasi efektivitas implementasi perbaikan terhadap penurunan customer claim dan penghematan biaya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode QCC yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi tema, analisis kondisi awal, analisis akar penyebab menggunakan Diagram Pareto dan Diagram Fishbone, penyusunan serta implementasi tindakan perbaikan, dan evaluasi hasil perbaikan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisis data historis customer claim. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama customer claim berasal dari proses perhitungan jumlah produk dan penimbangan yang masih bergantung pada operator sehingga berpotensi menimbulkan human error. Perbaikan dilakukan melalui penerapan counter otomatis pada proses packing dan sistem penimbangan otomatis berbasis barcode. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa implementasi perbaikan berhasil menurunkan customer claim akibat shortage dari tiga kasus menjadi nol kasus selama periode evaluasi setelah implementasi, serta menghasilkan penghematan biaya (cost saving) sebesar Rp17.130.481. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan QCC efektif sebagai pendekatan perbaikan berkelanjutan dalam meningkatkan efektivitas pengendalian kualitas, keandalan proses pengemasan, dan kepuasan pelanggan pada industri manufaktur otomotif.
PENGARUH LATIHAN AGILITY DRILLS DAN CORE STABILITY EXERCISE PADA PEMAIN SEPAK BOLA SMAN 1 ALAS BARAT KABUPATEN SUMBAWA BESAR TAHUN 2026 Rahmad Syahrizall; Subakti Subakti; Nurdin Nurdin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.13573

Abstract

ABSTRACT Agility is one of the most essential physical components in soccer, as it determines a player's ability to change direction quickly and accurately during the game. Therefore, effective training methods are required to improve players' agility. This study aimed to analyze the effects of Agility Drills and Core Stability Exercise on the agility of soccer players at SMAN 1 Alas Barat, Sumbawa Besar Regency, in 2026, and to compare the effectiveness of the two training methods. This research employed a quantitative approach using an experimental method with a pretest-posttest design. The study involved 20 soccer players selected through a total sampling technique and divided into two treatment groups. Data were collected using an Agility Test and analyzed through descriptive and inferential statistics, including normality, homogeneity, and Independent Sample t-tests. The findings revealed that both training methods had a significant effect on improving players' agility (p<0.05). However, the Agility Drills group demonstrated greater improvement than the Core Stability Exercise group, with posttest mean scores of 16.75 seconds and 17.14 seconds, respectively. It can be concluded that both training methods are effective in enhancing soccer players' agility, but Agility Drills is more effective than Core Stability Exercise. These findings provide practical recommendations for coaches in designing training programs aimed at improving players' agility performance. ABSTRAK Kelincahan merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang sangat penting dalam permainan sepak bola karena berpengaruh terhadap kemampuan pemain dalam mengubah arah gerak secara cepat dan tepat. Oleh karena itu, diperlukan metode latihan yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan Agility Drills dan Core Stability Exercise terhadap kemampuan kelincahan pemain sepak bola SMAN 1 Alas Barat Kabupaten Sumbawa Besar Tahun 2026 serta membandingkan efektivitas kedua metode latihan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 20 pemain yang dipilih menggunakan teknik total sampling dan dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Data dikumpulkan menggunakan tes kelincahan (Agility Test) dan dianalisis secara deskriptif serta inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode latihan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan pemain (p<0,05). Namun demikian, kelompok yang memperoleh latihan Agility Drills menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dibandingkan kelompok Core Stability Exercise, dengan rata-rata hasil posttest sebesar 16,75 detik dan 17,14 detik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua metode latihan efektif dalam meningkatkan kelincahan pemain sepak bola, tetapi Agility Drills terbukti lebih efektif dibandingkan Core Stability Exercise. Temuan ini dapat menjadi referensi bagi pelatih dalam menentukan program latihan untuk meningkatkan performa kelincahan pemain sepak bola.