cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 518 Documents
PENGARUH KEPEMIMPINAN HUMANIS, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KOLABORASI TIM TERHADAP KINERJA GURU TK Yuliani Yuliani; Suriansyah Suriansyah; Suhaimi Suhaimi
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15291

Abstract

Teacher performance is a crucial factor in the success of early childhood education, as it reflects teachers’ ability to carry out instructional duties effectively and professionally. This study aimed to analyze the effects of humanistic leadership, teachers’ emotional intelligence, and team collaboration on kindergarten teachers’ performance in Pulaulaut Utara District. The study employed a quantitative approach using a correlational research design formulated through a path analysis model. The population consisted of all kindergarten teachers in Pulaulaut Utara District, and all members of the population were included as research participants using a total sampling technique. Data were collected through questionnaires that had met the requirements of validity and reliability. The data were analyzed using descriptive statistics, linear regression, and path analysis. The findings revealed that humanistic leadership, teachers’ emotional intelligence, team collaboration, and teacher performance were all categorized as high. Humanistic leadership had a positive effect on teacher performance (β = 0.070) and team collaboration (β = 0.455). Teachers’ emotional intelligence had a positive effect on teacher performance (β = 0.185) and team collaboration (β = 0.296). Team collaboration also had a positive effect on teacher performance (β = 0.407). Furthermore, team collaboration was found to mediate the effect of humanistic leadership on teacher performance with an indirect effect of 0.185 and to mediate the effect of teachers’ emotional intelligence on teacher performance with an indirect effect of 0.120. These findings indicate that improving teacher performance can be achieved through strengthening humanistic leadership practices, enhancing teachers’ emotional intelligence, and fostering effective team collaboration within schools.. ABSTRAK Kualitas layanan pendidikan anak usia dini di Kecamatan Pulaulaut Utara masih menghadapi hambatan kompetensi pedagogik serta minimnya sinergi antarguru dalam merancang aktivitas pembelajaran holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan humanis, kecerdasan emosional guru, dan kolaborasi tim terhadap kinerja guru TK di Kecamatan Pulaulaut Utara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional yang diformulasikan dalam model analisis jalur (path analysis). Populasi penelitian adalah seluruh guru TK di Kecamatan Pulaulaut Utara yang seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, regresi linear, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan humanis, kecerdasan emosional guru, kolaborasi tim, dan kinerja guru berada pada kategori tinggi. Kepemimpinan humanis berpengaruh positif terhadap kinerja guru (β = 0,070) dan kolaborasi tim (β = 0,455). Kecerdasan emosional guru berpengaruh positif terhadap kinerja guru (β = 0,185) dan kolaborasi tim (β = 0,296). Kolaborasi tim berpengaruh positif terhadap kinerja guru (β = 0,407). Selain itu, kolaborasi tim terbukti memediasi pengaruh kepemimpinan humanis terhadap kinerja guru dengan pengaruh tidak langsung sebesar 0,185 serta memediasi pengaruh kecerdasan emosional guru terhadap kinerja guru dengan pengaruh tidak langsung sebesar 0,120. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja guru dapat dilakukan melalui penguatan kepemimpinan humanis, kecerdasan emosional guru, dan kolaborasi tim di lingkungan sekolah.    
PRAKSIS MANAJEMEN PENDIDIKAN MODERN DI PONDOK PESANTREN SYARIFATUL ULUM NGAWI: TRANSFORMASI DIGITAL PESANTREN BERBASIS SALAF Muhammad Ulul Albab; Toto Suharto; Fauzi Muharom
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15292

Abstract

Salaf pesantren face major challenges in adopting modern management systems without eroding traditional Islamic identity amid the pace of digital transformation. This study aims to analyze: (1) the praxis of modern educational management; (2) the forms of institutional digital transformation; and (3) the strategies for maintaining the balance of Salaf traditions at Pondok Pesantren Syarifatul Ulum Katerban Ngawi. This qualitative study using a case study design collected data through observation, in-depth interviews with leaders, administrators, teachers, and students, as well as institutional documentation reviews. Data analysis proceeded through data condensation, data display, and drawing conclusions with source and method triangulation to ensure findings validity. The results indicate that the functions of planning, organizing, actuating, and controlling are systematically implemented through the Pesantren Katerban Mobile application. This innovation integrates academic administration, cashless finance, digital attendance, and real-time parent communication channels. The successful harmonization of tradition and modernity is achieved through curriculum integration between classical books and national content, transformational leadership, and improving educators' digital literacy. This transformation proves that management digitalization strengthens institutional relevance without sacrificing traditional values. ABSTRAK Pesantren salaf menghadapi tantangan besar dalam mengadopsi sistem manajemen modern tanpa mengikis identitas keislaman tradisional di tengah laju transformasi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) praksis manajemen pendidikan modern; (2) bentuk transformasi digital kelembagaan; serta (3) strategi menjaga keseimbangan tradisi salaf di Pondok Pesantren Syarifatul Ulum Katerban Ngawi. Penelitian kualitatif berdesain studi kasus ini mengumpulkan data melalui observasi, wawancara mendalam terhadap pimpinan, pengurus, guru, dan santri, serta telaah dokumentasi kelembagaan. Analisis data berlangsung melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi sumber serta metode untuk memastikan keabsahan temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan diterapkan secara terpadu melalui aplikasi Pesantren Katerban Mobile. Inovasi ini mengintegrasikan administrasi akademik, keuangan nirsentuh, presensi digital, dan saluran komunikasi wali santri secara real-time. Keberhasilan harmonisasi tradisi dan modernitas tercapai melalui integrasi kurikulum kitab kuning dengan muatan nasional, kepemimpinan transformasional kiai, dan peningkatan literasi digital pendidik. Transformasi ini membuktikan bahwa digitalisasi sistem manajemen memperkuat relevansi kelembagaan pesantren salaf tanpa mengorbankan nilai luhur kepesantrenan.  
PENGARUH LATIHAN INTERVAL TRAINING DAN SHUTTLE RUN TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA ATLET TAEKWONDO PENGADILAN NEGERI PALEMBANG Muhammad Saddam Prakoso; Jujur Gunawan Manullang; Siti Ayu Risma Putri; Mutiara Fajar
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15293

Abstract

Aerobic endurance capacity (VO₂ Max) is a fundamental fitness component for taekwondo athletes, enabling them to maintain the intensity of attacking techniques and accelerate physical recovery during matches. However, physical training methods implemented at the club level often lack the specificity required to optimize athletes' cardiorespiratory capacity in a measurable way. This study aimed to determine the effects of interval training and shuttle run exercises on improving the VO₂ Max of taekwondo athletes from the Palembang District Court and to compare the impact of these two methods. A quantitative approach was employed using a two-group pretest-posttest experimental design. The sample consisted of 30 athletes divided into two groups via ordinal pairing: 15 in the interval training group and 15 in the shuttle run group. The training program was conducted over four weeks with a frequency of four sessions per week. The Multistage Fitness Test (Beep Test) served as the research instrument. Data analysis involved the Shapiro-Wilk normality test, Levene’s test for homogeneity, paired sample t-tests, and independent sample t-tests. The results showed that shuttle run training increased the average VO₂ Max from 38.0680 to 39.8513 (p = 0.000), while interval training increased the average VO₂ Max from 37.4207 to 41.5993 (p = 0.000). The independent sample t-test yielded a significance value of 0.239, indicating no significant difference in the effects of the two training methods. Nevertheless, interval training resulted in a higher average increase compared to the shuttle run. Thus, both training methods are effective for improving the VO₂ Max of taekwondo athletes. ABSTRAK Kapasitas daya tahan aerobik () merupakan fondasi kebugaran esensial bagi atlet taekwondo dalam mempertahankan intensitas teknik serangan dan mempercepat pemulihan fisik selama pertandingan berlangsung. Namun, penerapan metode latihan fisik di tingkat klub sering kali belum spesifik dalam mengoptimalkan kapasitas kardiorespirasi atlet secara teruku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan interval training dan shuttle run terhadap peningkatan VO₂Max atlet Taekwondo Pengadilan Negeri Palembang serta mengetahui perbedaan pengaruh kedua metode latihan tersebut. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen Two Group Pretest-Posttest Design. Sampel penelitian berjumlah 30 atlet yang dibagi menjadi dua kelompok menggunakan teknik ordinal pairing, yaitu 15 atlet kelompok interval training dan 15 atlet kelompok shuttle run. Program latihan dilaksanakan selama 4 minggu dengan frekuensi 4 kali per minggu. Instrumen penelitian menggunakan Multistage Fitness Test (Beep Test). Analisis data menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene Test, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan shuttle run meningkatkan rata-rata VO₂Max dari 38,0680 menjadi 39,8513 dengan nilai signifikansi 0,000. Latihan interval training meningkatkan rata-rata VO₂Max dari 37,4207 menjadi 41,5993 dengan nilai signifikansi 0,000. Hasil independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,239 sehingga tidak terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua metode latihan. Meskipun demikian, interval training menunjukkan peningkatan rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan shuttle run. Dengan demikian, kedua metode latihan efektif digunakan untuk meningkatkan VO₂Max atlet taekwondo.  
PENGARUH LATIHAN SMALL SIDE GEMES DAN LATIHAN PASSING TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING FUTSALSISWA DI SMA 2 PGRI PALEMBANG Muhammad Ihsan; Muhammad Idris; Siti Ayu Risma Putri
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15294

Abstract

The fundamental passing skills of futsal extracurricular students at SMA PGRI 2 Palembang remain relatively low due to the lack of varied contextual training drills. This study aims to determine the effect of small-sided games and conventional passing training on improving students' futsal passing abilities and to assess which method is more effective. This quasi-experimental study employed a two-group pretest-posttest design involving 20 students divided into two groups through an ordinal pairing technique. The experimental group received small-sided games, while the control group performed regular passing drills across eight sessions. Data collection was carried out using a standardized futsal passing-controlling test. Quantitative data analysis utilized Shapiro-Wilk normality tests, Levene homogeneity tests, and hypothesis testing via paired samples t-test and independent samples t-test in SPSS. The findings indicate that both small-sided games and passing training significantly improved students' passing performance ( ). However, the small-sided games approach proved to be substantially more effective in enhancing overall passing accuracy. ABSTRAK Keterampilan teknik dasar passing siswa ekstrakurikuler futsal di SMA PGRI 2 Palembang masih tergolong rendah akibat minimnya variasi latihan yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan small-sided games dan latihan passing konvensional terhadap peningkatan kemampuan teknik passing siswa serta menguji efektivitas di antara kedua metode tersebut. Penelitian eksperimen semu ini menggunakan rancangan two group pretest-posttest design dengan melibatkan 20 siswa yang dibagi menjadi dua kelompok melalui teknik ordinal pairing. Kelompok eksperimen memperoleh perlakuan metode small-sided games, sedangkan kelompok kontrol mendapatkan latihan passing drill reguler selama delapan sesi latihan. Pengumpulan data kemampuan passing-controlling dilakukan menggunakan tes kecakapan futsal standar. Analisis data kuantitatif menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, serta uji hipotesis paired samples t-test dan independent samples t-test berbantuan SPSS. Temuan menunjukkan bahwa latihan small-sided games dan latihan passing sama-sama memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kemampuan teknik operan bola futsal ( ). Akan tetapi, pendekatan small-sided games terbukti jauh lebih efektif dalam mendongkrak performa akurasi operan siswa.    
KEPEMIMPINAN VOKASIONAL ADAPTIF BERBASIS SWOT DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN KERJA LULUSAN SMK Saipul Bahri; Muhammad Iqbal; Musifuddin Musifuddin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15566

Abstract

ABSTRACT Work readiness among vocational high school (SMK) graduates requires schools to align learning, competency development, and partnerships with the business and industrial sectors (DUDI) with the dynamic demands of the labor market. This condition requires school principals to identify internal and external conditions and translate them into adaptive strategies. This study aims to analyze the design and implementation of the leadership strategy of the principal of SMKN 1 Pringgabaya based on a Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) analysis to improve graduates’ work readiness. This study employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principal, department heads, productive subject teachers, Bursa Kerja Khusus (BKK) administrators, students, alumni, and DUDI partners. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, supported by source and technique triangulation. The findings show that the SO strategy strengthens DUDI partnerships, teaching factory, and PKL; the WO strategy improves teacher competence and practical facilities; the ST strategy strengthens work culture and soft skills; while the WT strategy optimizes tracer study and program evaluation. The synthesis of the findings produces Adaptive SWOT-Based Vocational Leadership as the novelty of this study, explaining adaptive leadership through continuous condition mapping, strategy formulation, implementation, and evaluation to strengthen graduates’ work readiness. ABSTRAK Kesiapan kerja lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut sekolah menyesuaikan pembelajaran, pengembangan kompetensi, dan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) terhadap kebutuhan dunia kerja yang dinamis. Kondisi tersebut membutuhkan kepemimpinan kepala sekolah yang mampu membaca kondisi internal dan eksternal serta menerjemahkannya ke dalam strategi adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis perancangan dan implementasi strategi kepemimpinan kepala SMKN 1 Pringgabaya berdasarkan analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT) untuk meningkatkan kesiapan kerja lulusan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, guru produktif, pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK), siswa, alumni, dan mitra DUDI. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña dengan triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa strategi SO memperkuat kemitraan DUDI, teaching factory, dan PKL; WO meningkatkan kompetensi guru dan sarana praktik; ST memperkuat budaya kerja dan soft skills; sedangkan WT mengoptimalkan tracer study dan evaluasi program. Sintesis temuan menghasilkan Adaptive SWOT-Based Vocational Leadership sebagai kebaruan penelitian yang menjelaskan kepemimpinan adaptif melalui pemetaan kondisi, penetapan strategi, implementasi, dan evaluasi berkelanjutan untuk memperkuat kesiapan kerja lulusan.
KESELARASAN STRATEGIS DAN KESIAPAN SUMBER DAYA PROGRAM BINA PRIBADI ISLAM DI SMP ISLAM TERPADU Seri Hidayati; Badarudin Badarudin; Hary Murcahyanto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15567

Abstract

ABSTRACT The Bina Pribadi Islam (BPI) program is a form of Islamic character development in Integrated Islamic Junior High Schools (SMPIT) that needs to be examined in terms of its alignment with institutional goals and the readiness of supporting resources. This study aimed to evaluate two CIPP dimensions, namely context and input, in the BPI program at four SMPITs in East Lombok Regency. The context evaluation focused on the strategic alignment of the program with the schools’ vision and mission and students’ Islamic character development needs, while the input evaluation focused on resource readiness; the process and product dimensions were not evaluated. This study employed a qualitative evaluative approach with a multisite case study design. Data were collected from four principals, seven BPI mentors, 31 students, and 24 parents through interviews, observations, documentation, and a four-point Likert-scale questionnaire. Data were analyzed thematically and descriptively through source and technique triangulation. The results showed that BPI had strong strategic alignment with the schools’ vision and mission and students’ Islamic character development needs. Resource readiness was generally good, particularly in program documentation and management support, but the human-resource capacity of BPI mentors was the main weakness, with a mean score of 2.60. These findings highlight the need to strengthen mentor competence and distribution as well as stakeholder alignment between schools and families. Academically, this study demonstrates the importance of simultaneously analyzing context and input as a basis for evaluating and sustainably developing BPI programs in SMPITs. ABSTRAK Program Bina Pribadi Islam (BPI) merupakan bentuk pembinaan karakter Islami di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMPIT) yang perlu ditinjau dari keselarasan program dengan arah kelembagaan dan kesiapan sumber daya pendukungnya. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi dua dimensi CIPP, yaitu context dan input, pada program BPI di empat SMPIT di Kabupaten Lombok Timur. Evaluasi context berfokus pada keselarasan strategis program dengan visi-misi sekolah dan kebutuhan pembentukan karakter Islami siswa, sedangkan evaluasi input berfokus pada kesiapan sumber daya; dimensi process dan product tidak dievaluasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan desain studi kasus multisitus. Data diperoleh dari empat kepala sekolah, tujuh pembina BPI, 31 siswa, dan 24 orang tua melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan angket skala Likert empat tingkat. Analisis dilakukan secara tematik dan deskriptif melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil menunjukkan bahwa BPI memiliki strategic alignment yang kuat dengan visi-misi sekolah dan kebutuhan karakter Islami siswa. Kesiapan sumber daya secara umum baik, terutama pada kelengkapan dokumen program dan dukungan manajemen, tetapi human-resource capacity pembina menjadi kelemahan utama dengan rerata 2,60. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kompetensi dan pemerataan pembina serta stakeholder alignment antara sekolah dan keluarga. Secara akademik, penelitian ini menunjukkan pentingnya analisis simultan context dan input sebagai dasar evaluasi dan pengembangan BPI yang berkelanjutan di SMPIT.
BUDAYA ORGANISASI DAN KINERJA GURU SEBAGAI PREDIKTOR KOMITMEN KERJA GURU BAHASA INGGRIS Syamsul Hadi; Badarudin Badarudin; Musifuddin Musifuddin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15568

Abstract

ABSTRACT Teacher work commitment is an important foundation for sustaining the quality of learning, particularly amid demands for curriculum change and professional development. This study aims to analyze the relationship between organizational culture and teacher performance and the work commitment of English teachers in public junior high schools across East Lombok Regency. Research examining these two factors as predictors of work commitment in this specific context remains limited; therefore, this study extends empirical evidence on the development of teacher work commitment. This study employed a quantitative explanatory approach with a survey design. The population consisted of 315 English teachers from 105 public junior high schools, with 157 respondents selected through proportionate random sampling. The instrument used a five-point Likert scale comprising 52 reflective indicators. Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4 and 5,000-resampling bootstrapping. The measurement model met the criteria for validity and reliability and showed no multicollinearity problems. Organizational culture was positively and significantly related to work commitment (β = 0.413; p < 0.001), as was teacher performance (β = 0.340; p < 0.001). Organizational culture was a relatively stronger predictor because it had a larger path coefficient. The model explained 39.9% of the variance in work commitment. These findings strengthen research on teacher work commitment by demonstrating the relevance of organizational and performance-related factors in the context of English teachers in public junior high schools in a regional setting. Strengthening school culture and professional practices should therefore be part of school management strategies. ABSTRAK Komitmen kerja guru merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan kualitas pembelajaran, terutama di tengah tuntutan perubahan kurikulum dan profesionalisme. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan budaya organisasi dan kinerja guru dengan komitmen kerja guru Bahasa Inggris pada SMP Negeri se-Kabupaten Lombok Timur. Penelitian yang menguji kedua faktor tersebut sebagai prediktor komitmen kerja pada konteks ini masih terbatas, sehingga penelitian ini memperluas bukti empiris mengenai pembentukan komitmen kerja guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif explanatory dengan desain survei. Populasi berjumlah 315 guru Bahasa Inggris pada 105 SMP Negeri, dengan 157 responden yang dipilih melalui proportionate random sampling. Instrumen menggunakan skala Likert lima tingkat dengan 52 indikator reflektif. Data dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS 4 dan bootstrapping 5.000 resampling. Model pengukuran memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas serta tidak menunjukkan multikolinearitas. Budaya organisasi berhubungan positif dan signifikan dengan komitmen kerja (β = 0,413; p < 0,001), demikian pula kinerja guru (β = 0,340; p < 0,001). Budaya organisasi merupakan prediktor relatif lebih kuat karena koefisien jalurnya lebih besar. Model menjelaskan 39,9% variasi komitmen kerja. Temuan ini memperkuat kajian komitmen kerja guru dengan menunjukkan keterkaitan faktor organisasional dan kinerja dalam konteks guru Bahasa Inggris SMP Negeri di daerah. Penguatan budaya sekolah dan praktik profesional perlu menjadi bagian dari strategi pengelolaan sekolah.
EVALUASI LAYANAN KARIER SMA NEGERI BERBASIS CIPP PADA SMA NEGERI DI LOMBOK TIMUR Zainul Zainul; Hartini Haritani; Zainul Yasni
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v5i4.15569

Abstract

ABSTRACT Career guidance and counseling services at the senior high school level need to be evaluated to ensure that their implementation not only follows established plans but also supports students in determining their future direction. This study aimed to evaluate the implementation and outcomes of career guidance and counseling services for Grade XII students in six public senior high schools in East Lombok Regency, focusing on the Process and Product components of the CIPP model. The study employed an evaluative approach with a mixed-methods design using questionnaires, semi-structured interviews, observations, and document analysis. Six public senior high schools were purposively selected to represent urban, semi-urban, and rural contexts. Quantitative data were analyzed descriptively using mean scores and percentages, while qualitative data were analyzed through data reduction, data presentation, conclusion drawing, and triangulation. The results showed that the Process component was categorized as good, with mean perceptions of 3.4333 among students, 3.2083 among school counselors, and 3.3667 among schools. Service implementation was relatively consistent with the established plans, but methodological variety and students’ active engagement still need to be strengthened. For the Product component, most students reported clearer understanding of further educational options, but their ability to translate this understanding into written career plans remained uneven. These findings indicate that the Process–Product evaluation within the CIPP model can serve as a basis for identifying gaps between service implementation and students’ perceived outcomes, thereby supporting the development of career guidance and counseling services that are more participatory, personalized, and sustainable. ABSTRAK Layanan bimbingan dan konseling karier pada jenjang SMA perlu dievaluasi untuk memastikan bahwa pelaksanaannya tidak hanya sesuai dengan rencana, tetapi juga mampu mendukung kesiapan murid dalam menentukan arah masa depan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan dan hasil layanan bimbingan dan konseling karier pada murid kelas XII di enam SMA Negeri se-Lombok Timur dengan memusatkan analisis pada komponen Process dan Product dalam model CIPP. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dengan desain mixed methods melalui angket, wawancara semi-terstruktur, observasi, dan studi dokumentasi. Enam SMA Negeri dipilih secara purposive untuk merepresentasikan konteks urban, semiurban, dan perdesaan. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif melalui skor rerata dan persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui reduksi, penyajian, penarikan kesimpulan, dan triangulasi. Hasil menunjukkan bahwa komponen Process berada pada kategori baik, dengan rerata persepsi murid 3,4333, guru BK 3,2083, dan sekolah 3,3667. Pelaksanaan layanan relatif konsisten dengan rencana, tetapi variasi metode dan keterlibatan aktif murid masih perlu diperkuat. Pada komponen Product, sebagian besar murid memperoleh pemahaman yang lebih jelas mengenai pilihan pendidikan lanjutan, tetapi kemampuan menerjemahkan pemahaman tersebut ke dalam rencana karier tertulis masih belum merata. Temuan ini menunjukkan bahwa evaluasi Process–Product dalam model CIPP dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi kesenjangan antara keterlaksanaan layanan dan hasil yang dirasakan murid, sehingga pengembangan layanan BK karier perlu diarahkan pada strategi yang lebih partisipatif, personal, dan berkelanjutan.