cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 518 Documents
STUDI FENOMENOLOGI FLOURISHING DAN EMOTIONAL LABOR PADA TENAGA MEDIS GIGI Rizka Aningrum Kesuma Putri; Fx. Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15280

Abstract

Dental healthcare professionals face a dual occupational burden involving the need for sustained fine motor precision and the management of emotional strain caused by patient anxiety (odontophobia). Furthermore, demands for aesthetic and friendly service often compel them to engage in intense emotional labor while wearing masks. This study aims to explore in depth the meaning of "flourishing" among dental healthcare professionals at the PERIGIGI Clinic in Yogyakarta, amidst the demands of emotional labor and the risk of ergonomic fatigue. Employing a qualitative approach using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), the study involved four dental healthcare professionals selected through purposive sampling. The phenomenological analysis identified seven superordinate themes describing the structure of the flourishing experience: symbiotic dental team resonance, aesthetic efficacy, deep acting behind the mask, micro-restorative rituals, human-to-human connection, micro-ergonomic resilience, and intuitive non-verbal synchronization. Flourishing among dental healthcare professionals is a motor-intuitive phenomenon heavily reliant on team synchronization and the efficacy of the medical art. The study recommends integrating ergonomic work design with team-based resilience training to maintain positive mental health within the dental clinical environment. ABSTRAK Tenaga medis gigi menghadapi beban okupasional ganda yang melibatkan presisi motorik halus dalam durasi panjang serta pengelolaan beban emosional akibat kecemasan pasien (odontophobia). Di sisi lain, tuntutan pelayanan yang estetis dan ramah sering kali memaksa tenaga medis melakukan kerja emosional (emotional labor) yang intens di balik masker yang mereka kenakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam makna kebermekaran diri (flourishing) pada tenaga medis gigi di Klinik PERIGIGI Yogyakarta di tengah tuntutan emotional labor dan risiko kelelahan ergonomis. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), partisipan penelitian berjumlah empat orang tenaga medis gigi yang dipilih secara purposive. Hasil analisis fenomenologis mengidentifikasi tujuh tema induk yang menggambarkan struktur pengalaman flourishing, yaitu resonansi simbiotik tim gigi, efikasi estetika, deep acting di balik masker, ritual micro-restorative, koneksi human-to-human, resiliensi mikro-ergonomis, dan sinkronisasi intuitif non-verbal. Kebermekaran pada tenaga medis gigi merupakan fenomena motorik-intuitif yang sangat bergantung pada sinkronisasi tim dan efikasi seni medis. Penelitian ini merekomendasikan perlunya integrasi desain kerja ergonomis dan pelatihan resiliensi berbasis tim untuk menjaga kesehatan mental positif di lingkungan klinik gigi.
STRES PENGASUHAN DAN DUKUNGAN SOSIAL MENUJU FLOURISHING PADA ORANG TUA DENGAN ANAK STUNTING Rizka Latifa; Fx. Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15282

Abstract

Childhood stunting triggers profound psychological burdens for families, frequently manifesting as chronic parenting stress within vulnerable socio-ecological environments. This study aims to explore in depth the dynamics of parenting stress and the multifaceted role of social support in facilitating a state of flourishing among parents of children with stunting. This research utilizes a qualitative approach with Interpretative Phenomenological Analysis to comprehensively capture the essence of the participants' lived experiences. The participants in this study were three mothers raising toddlers diagnosed with stunting in the coastal area of Jeruksari Village, Pekalongan. Data collection was conducted through in-depth interviews and structured observations, with credibility ensured through source triangulation involving village midwives and local health volunteers. The results indicate that social stigma and future anxieties provoke severe parenting stress, yet the presence of emotional, instrumental, informational, and appraisal support effectively regulates these psychological pressures. Integrated social support acts as a crucial catalyst transforming caregiving perceptions from vulnerability toward positive acceptance, meaningfulness, and optimal adaptive functioning. These findings highlight the urgency of integrating psychosocial interventions alongside nutritional programs. ABSTRAK Stunting pada balita memicu beban psikologis mendalam bagi keluarga yang sering kali bermanifestasi dalam bentuk stres pengasuhan kronis di lingkungan sosial yang rentan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam dinamika stres pengasuhan serta peran multifaset dukungan sosial dalam memfasilitasi pencapaian kondisi flourishing pada orang tua dengan anak stunting. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Interpretative Phenomenological Analysis guna menangkap makna pengalaman hidup partisipan secara komprehensif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang ibu yang memiliki balita terdiagnosa stunting di wilayah pesisir Desa Jeruksari, Pekalongan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam serta observasi terstruktur, yang kemudian diuji kredibilitasnya melalui proses triangulasi sumber bersama bidan desa dan kader posyandu setempat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma sosial dan kecemasan masa depan memicu stres pengasuhan, namun kehadiran dukungan emosional, instrumental, informasional, dan penghargaan mampu meregulasi tekanan tersebut secara efektif. Dukungan sosial yang terintegrasi menjadi katalisator krusial yang mentransformasi persepsi pengasuhan dari keterpurukan menuju penerimaan positif, kebermaknaan hidup, dan fungsi adaptif optimal. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan intervensi psikososial keluarga di samping pemberian bantuan nutrisi fisik.    
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW (SLR) : TINJAUAN SISTEMATIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI TERHADAP AGRESIVITAS PERSONEL KEPOLISIAN DI INDONESIA Giartono Giartono; I Gusti Ayu Agung Noviekayati
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15283

Abstract

Aggressiveness among police personnel is an important concern because it can affect the quality of public services, institutional professionalism, and public trust in the police. Although numerous studies have identified factors associated with aggressiveness among police officers, existing findings remain fragmented across various dimensions and have not yet provided an integrated understanding of the determinants of aggressiveness within the policing context. This study aims to systematically synthesize and analyze the factors contributing to aggressiveness among police personnel based on available empirical evidence. The study employed a Systematic Literature Review (SLR) method following the Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) guidelines. Literature was retrieved from Google Scholar, PubMed, and Taylor & Francis databases, covering publications from 2020 to 2025. Of the 190 articles identified, 20 met the inclusion criteria and were analyzed in depth. The findings indicate that aggressiveness among police personnel is influenced by four major categories of factors, namely psychological, occupational, physiological, and organizational factors. The most dominant factors were work stress and organizational or work-environment factors (30.0% each), followed by emotion regulation or emotional control (25.0%), self-control (20.0%), and emotional maturity and repressive actions (15.0% each). The synthesis of findings suggests that aggressiveness among police personnel is a multidimensional phenomenon emerging from the complex interaction between individual characteristics and organizational conditions. This review contributes conceptually by providing a more comprehensive mapping of the determinants of aggressiveness and highlights the importance of intervention approaches that focus not only on individual aspects but also on improving organizational systems and work environments within police institutions. ABSTRAK Agresivitas pada personel kepolisian menjadi perhatian penting karena dapat memengaruhi kualitas pelayanan publik, profesionalisme institusi, serta kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan agresivitas personel polisi, temuan yang ada masih tersebar pada berbagai aspek dan belum menghasilkan pemahaman yang terintegrasi mengenai determinan agresivitas dalam konteks kepolisian. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis dan menganalisis secara sistematis faktor-faktor yang menyebabkan agresivitas pada personel polisi berdasarkan bukti empiris yang tersedia. Penelitian menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA). Penelusuran literatur dilakukan pada basis data Google Scholar, PubMed, dan Taylor & Francis untuk publikasi periode 2020–2025. Dari 190 artikel yang teridentifikasi, sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa agresivitas personel polisi dipengaruhi oleh empat kelompok faktor utama, yaitu psikologis, pekerjaan, fisiologis, dan organisasi. Faktor yang paling dominan adalah stres kerja dan faktor organisasi atau lingkungan kerja (masing-masing 30,0%), diikuti regulasi emosi atau kontrol emosi (25,0%), kontrol diri (20,0%), serta kematangan emosi dan tindakan represif (masing-masing 15,0%). Sintesis temuan menunjukkan bahwa agresivitas personel polisi merupakan fenomena multidimensional yang muncul melalui interaksi kompleks antara karakteristik individu dan kondisi organisasi. Kajian ini memberikan kontribusi konseptual dengan memetakan faktor-faktor determinan agresivitas secara lebih komprehensif serta menegaskan pentingnya pendekatan intervensi yang tidak hanya berfokus pada aspek individu, tetapi juga pada perbaikan sistem dan lingkungan kerja kepolisian.  
NILAI-NILAI AKHLAK DALAM KITAB TAISIRUL KHALLAQ KARYA HAFIZ HASAN MAS’UDI DAN RELEVANSINYA DENGAN KARAKTER DALAM KURIKULUM MERDEKA Zainudin Zainudin
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15284

Abstract

Moral degradation and the rampant cases of bullying among students demonstrate the urgency of strengthening character integratively in schools based on classical Islamic heritage. This study aims to analyze moral values (akhlak) in the book Taisīr al-Khallāq by Hafiz Hasan al-Mas'udi and their relevance to character building within the Kurikulum Merdeka. A qualitative research method using library research (studi kepustakaan) was employed, utilizing the book's textual documentation and content analysis (analisis isi) of related literature as instruments. The findings reveal key moral values, including taqwa (piety), educator etiquette (adab pendidik), birrul walidain (filial piety), neighbors' rights (haqqul jiwār), honesty (sidq), trustworthiness (amanah), muru'ah (chivalry/honor), wisdom (hilm), generosity (sakha'), tawadhu' (humility), and justice ('adl). These values are proven to be relevant and directly synergize with the dimensions of the Profil Pelajar Pancasila, particularly the dimensions of faith and piety (beriman dan bertakwa), critical reasoning (bernalar kritis), independence (mandiri), and mutual cooperation (gotong royong). In conclusion, al-Mas'udi's thought provides an applicable axiological and contextual foundation to enrich the implementation of the Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). This integration fosters the creation of students who not only excel in cognitive achievements but also possess strong spiritual and social integrity to address modern challenges. ABSTRAK Degradasi moral dan maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar menunjukkan urgensi penguatan karakter berbasis khazanah klasik Islam secara integratif di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis nilai-nilai akhlak dalam kitab Taisīr al-Khallāq karya Hafiz Hasan al-Mas'udi serta relevansinya terhadap penguatan karakter dalam Kurikulum Merdeka. Metode penelitian kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) digunakan dengan instrumen dokumentasi teks kitab dan analisis isi (content analysis) terhadap literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan sembilan nilai akhlak utama, yaitu takwa, adab pendidik, birrul walidain, hak tetangga, jujur, amanah, muru’ah, bijaksana (hilm), dermawan, tawadhu’, dan adil. Nilai-nilai tersebut terbukti relevan dan bersinergi langsung dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya dimensi beriman dan bertakwa, bernalar kritis, mandiri, serta gotong royong. Kesimpulannya, pemikiran al-Mas'udi menyediakan landasan aksiologis dan kontekstual yang aplikatif untuk memperkaya implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Integrasi ini mendorong terciptanya peserta didik yang tidak hanya unggul pada capaian kognitif, melainkan juga memiliki integritas spiritual dan sosial yang kokoh dalam menjawab tantangan zaman modern.    
PENGEMBANGAN FLIPBOOK INTERAKTIF BERBASIS AUGMENTED REALITY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN METAKOGNITIF Dedeh Lisna Lestari
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15285

Abstract

The excretory system topic in biology education is often perceived as abstract and difficult to visualize, which negatively impacts students' critical thinking and metacognitive skills. This study aims to develop and examine the effectiveness of an interactive flipbook based on Augmented Reality (AR) integrated with the Problem-Based Learning (PBL) model in enhancing the critical thinking and metacognitive skills of Grade XI students on the excretory system topic. The study employed a Research and Development approach using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), combined with a quasi-experimental non-equivalent control group design involving 42 students. Data were collected through expert validation questionnaires, a critical thinking test based on Ennis indicators, and the Metacognitive Awareness Inventory (MAI), and subsequently analyzed using the Mann-Whitney test, N-Gain, effect size, and Pearson correlation. Validation results indicated that the flipbook was highly feasible for use (media expert: 85.5%, content expert: 82.7%, language expert: 90%). The experimental group demonstrated a greater improvement in critical thinking skills (N-Gain = 0.70, high category) compared to the control group (N-Gain = 0.39, moderate category), with a statistically significant difference (Mann-Whitney p = 0.001) and a large effect size (d = 0.80). Students' metacognitive skills also exhibited a positive profile, with the highest scores recorded in declarative knowledge. Correlation analysis revealed a positive and significant relationship among the variables, with the strongest correlation observed between metacognition and critical thinking (r = 0.574). Student and teacher responses toward the media were highly positive (88.17% and 90%, respectively). With its key features  including AR barcodes, physiological mechanism videos, concept tables, visual practicum activities, and an evaluation system with feedback the flipbook effectively enhanced students' critical thinking and metacognitive skills in biology learning. ABSTRAK Materi sistem ekskresi dalam pembelajaran biologi sering dipandang abstrak dan sulit divisualisasikan, sehingga berdampak pada rendahnya keterampilan berpikir kritis dan metakognitif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas flipbook interaktif berbasis Augmented Reality (AR) yang diintegrasikan dengan model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan metakognitif peserta didik kelas XI pada materi sistem ekskresi. Penelitian menggunakan metode Research and Development model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation) yang dipadukan dengan desain quasi-experiment non-equivalent control group pada 42 peserta didik. Data dikumpulkan melalui angket validasi ahli, tes berpikir kritis berbasis indikator Ennis, dan Metacognitive Awareness Inventory (MAI), kemudian dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney, N-Gain, effect size, dan korelasi Pearson. Hasil validasi menunjukkan flipbook sangat layak digunakan (ahli media 85,5%, ahli materi 82,7%, ahli bahasa 90%). Kelas eksperimen mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis lebih tinggi (N-Gain 0,70, kategori tinggi) dibandingkan kelas kontrol (N-Gain 0,39, kategori sedang), dengan perbedaan signifikan (Mann-Whitney p = 0,001) dan effect size besar (d = 0,80). Keterampilan metakognitif siswa juga menunjukkan profil positif, dengan skor tertinggi pada pengetahuan deklaratif. Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif dan signifikan antarvariabel, dengan korelasi terkuat antara metakognitif dan berpikir kritis (r = 0,574). Respon siswa dan guru terhadap media tergolong sangat positif (88,17% dan 90%). Dengan karakteristik flipbook memuat barcode AR, video mekanisme fisiologi, table konsep, parkatikum visual, dan system soal evaluasi dengan umpan balik efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan metakognitif siswa pada pembelajaran biologi.  
JANTUNG PERADABAN ISLAM: ILMU KALAM, FILSAFAT DAN SAINS ERA BANI ABBAS Shela Damayanti
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15286

Abstract

The Abbasid Dynasty is known as one of the golden ages in the history of Islamic civilization, marked by significant advancements in various fields, including knowledge, theology, philosophy, and science. This study aims to examine the progress of the Abbasid Dynasty in these four main areas using a qualitative approach and literature review method. The data analysis techniques employed are content analysis and descriptive analysis. The findings reveal that the advancement of knowledge during the Abbasid period was influenced by translation movements, the establishment of knowledge centers such as the House of Wisdom (Baitul Hikmah), and government support for intellectual development. In the field of theology, prominent figures like Imam Abu Hasan Al-Ash’ari and Wasil bin Atha' made substantial contributions to the development of fundamental Islamic concepts. In philosophy, the thoughts of scholars such as Al-Kindi and Avicenna (Ibn Sina) laid an essential foundation for the future progress of knowledge. Meanwhile, in science, technological advancements such as paper manufacturing and the development of libraries significantly impacted literacy and education among Muslims. This study emphasizes the importance of the Abbasid Dynasty's contributions in laying the foundations of a progressive Islamic civilization that continues to influence the modern world. ABSTRAK Dinasti Abbasiyah dikenal sebagai salah satu masa keemasan dalam sejarah peradaban Islam, yang ditandai oleh kemajuan signifikan di berbagai bidang, termasuk ilmu pengetahuan, ilmu kalam, filsafat, dan sains. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemajuan Dinasti Abbasiyah dalam empat bidang utama tersebut melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi dan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan pada masa Dinasti Abbasiyah dipengaruhi oleh gerakan penerjemahan, pendirian pusat-pusat ilmu seperti Baitul Hikmah, serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan intelektual. Dalam bidang ilmu kalam, tokoh-tokoh besar seperti Imam Abu Hasan Al-Asy’ari dan Wasil bin Atha' memberikan kontribusi besar dalam mengembangkan konsep-konsep dasar keislaman. Dalam filsafat, pemikiran tokoh seperti Al Kindi dan Ibnu Sina menjadi landasan penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan di masa berikutnya. Adapun dalam bidang sains, kemajuan teknologi seperti pembuatan kertas dan pengembangan perpustakaan memberikan dampak signifikan terhadap literasi dan pendidikan umat Muslim. Penelitian ini menegaskan pentingnya kontribusi Dinasti Abbasiyah dalam meletakkan dasar-dasar peradaban Islam yang maju dan berpengaruh hingga saat ini.    
IMPLEMENTASI PERENCANAAN PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS CANVA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS: STUDI KASUS VISUALISASI MATERI UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA Linayati Inayah; Maman Suryaman
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15287

Abstract

English language learning in schools frequently encounters obstacles because students struggle to comprehend new vocabulary due to textual teaching methods and excessive translation dependence. This study aims to describe the implementation of digital lesson planning using Canva in English language learning through material visualization to enhance students' understanding. A qualitative approach with a case study design was applied to 21 eighth-grade junior high school students during the even semester of the 2025/2026 academic year. Data collection techniques included classroom observations, learning media documentation, student response questionnaires via Google Form, and teacher reflections. The results indicate that contextual material visualization using Canva helps students understand grammar concepts and comparative vocabulary directly without translating them into their mother tongue. Attractive visual displays proved effective in reducing students' cognitive load and creating an interactive classroom atmosphere. Students demonstrated active participation and positive responses to the integration of graphic elements in instructional presentations. Thus, digital lesson planning based on Canva is an innovative pedagogical strategy in facilitating English mastery contextually, engagingly, and systematically. ABSTRAK Pembelajaran Bahasa Inggris di sekolah sering menghadapi hambatan karena siswa kesulitan memahami kosakata baru akibat metode pengajaran tekstual dan ketergantungan translasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi perencanaan pembelajaran digital berbasis Canva pada mata pelajaran Bahasa Inggris melalui visualisasi materi untuk meningkatkan pemahaman siswa. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus diterapkan pada 21 siswa kelas VIII SMP selama semester genap tahun ajaran 2025/2026. Teknik pengumpulan data meliputi observasi kelas, dokumentasi media pembelajaran, angket respon siswa berbasis Google Form, serta refleksi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa visualisasi materi kontekstual menggunakan Canva membantu siswa memahami konsep tata bahasa dan kosakata perbandingan secara langsung tanpa menerjemahkannya ke dalam bahasa ibu. Tampilan visual yang menarik terbukti mereduksi beban kognitif siswa dan menciptakan atmosfer kelas yang interaktif. Siswa menunjukkan partisipasi aktif serta respon positif terhadap integrasi elemen grafis dalam penyajian materi ajar. Dengan demikian, perencanaan pembelajaran digital berbasis Canva terbukti menjadi strategi pedagogis inovatif dalam memfasilitasi penguasaan materi Bahasa Inggris secara kontekstual, menarik, dan terstruktur.    
PERAN DUKUNGAN ORGANISASI DAN WORK-LIFE BALANCE TERHADAP KUALITAS KEHIDUPAN KERJA GURU Rooswita Santia Dewi; Muhammad Raihan; Ermina Istiqomah
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15288

Abstract

The issue of teacher welfare in Indonesia has led to declining motivation and disrupted work focus. This condition highlights the importance of improving teachers’ quality of work life because it plays a key role in maintaining job satisfaction, enthusiasm, and performance. This study aims to examine the role of perceived organizational support and work-life balance on the quality of work life among teachers at SMAN 1 Gambut. A quantitative correlational approach was used, with a saturated sampling technique involving 57 teachers as respondents. Data were collected through offline questionnaires that had been tested for validity and reliability. The analysis was conducted using multiple linear regression with the help of IBM SPSS version 27 for Windows. The results showed that, simultaneously, perceived organizational support and work-life balance had a significant effect on quality of work life (F = 13.750; p < 0.05; R² = 0.378). However, partially, only perceived organizational support had a significant effect (t= 3.546; p < 0.05), while work-life balance did not (t = 1.787; p > 0.05). These findings indicate that perceived organizational support, such as fairness, supervisor support, and recognition, plays a crucial role in shaping quality of work life. In contrast, work-life balance alone has little impact without strong perceived organizational support. The results provide important insights into the significance of perceived organizational support in enhancing quality of work life, and offer practical input for schools in designing teacher welfare strategies. ABSTRAK Permasalahan kesejahteraan guru di Indonesia berdampak pada menurunnya motivasi serta terganggunya fokus kerja. Kondisi ini menunjukkan pentingnya meningkatkan kualitas kehidupan kerja guru, karena berperan dalam menjaga kepuasan, semangat, dan kinerja. Penelitian ini bertujuan mengkaji peranan persepsi dukungan organisasi dan work-life balance terhadap kualitas kehidupan kerja pada guru di SMAN 1 Gambut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik sampel jenuh, melibatkan 57 guru sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan secara luring dan telah diuji validitas serta reliabilitasnya. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan IBM SPSS versi 27 for Windows. Hasil menunjukkan bahwa secara simultan, persepsi dukungan organisasi dan work-life balance berperan signifikan terhadap kualitas kehidupan kerja (F = 13,750; p < 0,05; R² = 0,378). Secara parsial, hanya persepsi dukungan organisasi yang berperan signifikan (t = 3,546; p < 0,05), sedangkan work-life balance tidak signifikan (t = 1,787; p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi dukungan organisasi, seperti keadilan, dukungan atasan, dan penghargaan, memiliki peran penting dalam membentuk kualitas kehidupan kerja. Sebaliknya, work-life balance kurang berperan tanpa persepsi dukungan organisasi yang kuat. Hasil ini memberikan pemahaman pentingnya persepsi dukungan organisasi dalam meningkatkan kualitas kehidupan kerja, serta masukan praktis bagi sekolah dalam merancang strategi kesejahteraan guru.    
SINERGI BODY SCAN MEDITATION DAN TERAPI SINGING BOWL UNTUK MENINGKATKAN REGULASI EMOSI DAN FLOURISHING DEWASA AWAL Ferihana Ferihana; Fx. Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15289

Abstract

Latar belakang: Fase dewasa awal ditandai oleh transisi kritis yang rentan memicu mental fatigue dan penurunan kapasitas regulasi emosi, sehingga menghambat pencapaian kesehatan mental positif (flourishing). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi terintegrasi melalui sinergi body scan meditation dan terapi singing bowl dalam meningkatkan regulasi emosi adaptif pada dewasa awal. Metode: Penelitian kuasi-eksperimen ini menggunakan rancangan Non-equivalent Pretest-Posttest Control Group Design. Partisipan berjumlah 60 individu dewasa awal (usia 18–25 tahun) yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan dibagi ke dalam kelompok eksperimen (n = 30) dan kelompok kontrol wait-list (n = 30). Data dikumpulkan menggunakan skala Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) adaptasi bahasa Indonesia dan dianalisis menggunakan Analysis of Covariance (ANCOVA) dengan mengontrol skor pretest sebagai kovariat. Hasil: Uji ANCOVA menunjukkan adanya perbedaan skor posttest regulasi emosi yang sangat signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol (F(1,57) = 153,63; p < 0,001). Kelompok eksperimen menunjukkan lonjakan rata-rata skor regulasi emosi yang tajam (dari M = 28,40 menjadi M = 42,15). Nilai Partial Eta Squared (ηp2= 0,729) mengindikasikan bahwa intervensi hibrida ini memberikan kontribusi sebesar 72,9% terhadap peningkatan regulasi emosi. Implikasi: Sinergi antara stimulasi auditori-somatik ganda terbukti efektif menjembatani hambatan kognitif individu yang mengalami distres, sekaligus bertindak sebagai motor penggerak utama menuju fungsi psikologis yang optimal (flourishing). Model integratif non-farmakologis ini dapat diadopsi sebagai program kesehatan mental preventif dan kuratif yang inovatif.
ASPEK TEKSTUAL FILM “DESA KARYA” PRODUKSI CINGIRE OFFICIAL MENURUT KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS Khabibatul Munawaroh; Mulyana Mulyana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15290

Abstract

The rapid development of audio-visual media turns film into a representation of ideology and social issues, yet critical discourse analysis on local films remains limited. This qualitative study aims to describe the textual aspects of the film Desa Karya produced by Cingire Official using Teun A. Van Dijk’s critical discourse analysis approach and examine its relevance for Javanese language learning in junior high school. Data in the form of utterances, narratives, and visuals were collected through observation and note-taking techniques, then analyzed descriptively and interpretatively. The results show that the film conveys a social message that success is not solely determined by formal diplomas, but by effort, creativity, and mutual cooperation. The textual aspects found include macrostructure, superstructure, and microstructure consisting of semantics, syntax, stylistics, and rhetoric that support each other in shaping discourse meaning. These findings represent social cognition and context critically. The study concludes that the textual aspects of Desa Karya are highly relevant as contextual, communicative, and character-building teaching materials for Javanese learning. ABSTRAK Perkembangan media audio-visual yang pesat menjadikan film sebagai sarana representasi ideologi dan isu sosial, namun pemaknaan kritis terhadap wacana film lokal masih sangat terbatas. Penelitian kualitatif ini bertujuan mendeskripsikan aspek tekstual film Desa Karya produksi Cingire Official berdasarkan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk serta menelaah relevansinya bagi pembelajaran Bahasa Jawa SMP. Data penelitian berupa tuturan, narasi, dan visual yang dikumpulkan melalui teknik simak dan catat, kemudian dianalisis secara deskriptif-interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini memuat pesan sosial bahwa keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh ijazah formal, melainkan oleh usaha, kreativitas, serta gotong royong. Aspek tekstual yang ditemukan mencakup struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro berupa semantik, sintaksis, stilistik, serta retoris yang saling mendukung dalam membentuk makna wacana. Temuan ini merepresentasikan kognisi sosial serta konteks sosial masyarakat rural secara kritis. Simpulan penelitian menegaskan bahwa aspek tekstual film Desa Karya sangat relevan diintegrasikan sebagai bahan ajar Bahasa Jawa jenjang SMP yang kontekstual, komunikatif, dan bermuatan nilai karakter unggul.