cover
Contact Name
Muhamad Suhardi
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+6289681071805
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik
ISSN : 28072294     EISSN : 28071808     DOI : https://doi.org/10.51878/academia.v1i2.649
Core Subject : Education,
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik contains writings/articles on the results of thoughts and research results written by teachers, lecturers, experts, scientists, practitioners, and reviewers in all disciplines related to Academic Research
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 518 Documents
PEMANFAATAN PLATFORM DIGITAL DALAM MANAJEMEN SUPERVISI AKADEMIK DI SEKOLAH DASAR Tri Indri Yanti; Dian Hidayati; Ika Maryani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.14657

Abstract

ABSTRACT The utilization of digital platforms in academic supervision at SD Negeri 014 Balikpapan Timur has been implemented as part of teacher performance management; however, its implementation still faces several challenges, including the principal’s limited time, changes in supervision schedules, and disparities in teachers’ digital literacy. These conditions highlight the need to examine how digital platforms are utilized throughout the stages of academic supervision management. This study aims to describe the utilization of digital platforms in academic supervision management, covering planning, implementation, evaluation and follow-up, as well as to identify the supporting and inhibiting factors affecting its implementation in elementary schools. A descriptive qualitative method was employed at SD Negeri 014 Balikpapan Timur. The research informants consisted of the principal, three teachers, and one education staff member. Data were collected through interviews, observations, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model, with data validity ensured through source and technique triangulation. The findings indicate that the Teacher Performance Management Platform (Ruang GTK) has been utilized across all stages of academic supervision management, from planning and implementation to evaluation and follow-up. The digital platform supports data-driven supervision planning, systematic documentation of supervision results, feedback provision, and teacher professional development. Its implementation is supported by learning communities and a collaborative culture, while the main challenges include the principal’s limited time and differences in teachers’ levels of digital literacy. The study concludes that the utilization of digital platforms supports more systematic, data-driven, and sustainable academic supervision management while facilitating continuous teacher professional development in elementary schools. ABSTRAK Pemanfaatan platform digital dalam supervisi akademik di SD Negeri 014 Balikpapan Timur telah diterapkan dalam pengelolaan kinerja guru, namun pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan waktu kepala sekolah, perubahan jadwal supervisi, dan perbedaan literasi digital guru. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kajian mengenai bagaimana platform digital dimanfaatkan dalam setiap tahapan manajemen supervisi akademik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemanfaatan platform digital dalam manajemen supervisi akademik yang meliputi fungsi perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat implementasinya di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Negeri 014 Balikpapan Timur. Informan penelitian terdiri atas kepala sekolah, tiga orang guru, dan satu tenaga kependidikan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman dengan uji keabsahan data melalui triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Platform Pengelolaan Kinerja Guru (Ruang GTK) telah dimanfaatkan pada seluruh fungsi manajemen supervisi akademik, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, evaluasi hingga tindak lanjut. Pemanfaatan platform digital mendukung penyusunan program supervisi berbasis data, pendokumentasian hasil supervisi secara sistematis, pemberian umpan balik, serta pengembangan profesional guru. Keberhasilan implementasi didukung oleh komunitas belajar dan budaya kolaborasi, sedangkan kendala meliputi keterbatasan waktu kepala sekolah dan perbedaan tingkat literasi digital guru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan platform digital mendukung manajemen supervisi akademik yang lebih sistematis, berbasis data, dan berkelanjutan serta menunjang pengembangan profesional guru di sekolah dasar.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM TRADISI BASIRU DI DESA SEKONGKANG BAWAH, SUMBAWA BARAT Amnul Khalaqul Khairi Muhid; Syukri Syukri; Deddy Ramdhani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15271

Abstract

Local traditions play a strategic role as a vehicle for instilling Islamic values within community life. One tradition that is still actively practiced is basiru in Sekongkang Bawah Village, West Sumbawa, particularly during circumcision processions. This reciprocal mutual assistance tradition is rich in socio-religious meaning, yet the comprehension of its educational values remains minimal among the younger generation. This descriptive qualitative research aims to describe the implementation procession of the basiru tradition at circumcision events in Sekongkang Bawah Village and analyze the Islamic educational values contained within it. Data were gathered through direct observation techniques, in-depth interviews with key informants, and documentation, which were then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The research findings indicate that the stages of basiru encompass tokal adat, basebada, penulung, bekelewang, the circumcision execution and baserakal, culminating in syukuran. This tradition embodies three pillars of Islamic educational values: akidah values through zikir, selawat, and supplication; akhlak values through gotong royong, care, and silaturahmi; and ibadah values through charity (sedekah) and mutual assistance (ta‘āwun). Consequently, the basiru tradition functions effectively as a local wisdom-based non-formal Islamic educational medium. ABSTRAK Tradisi lokal memiliki peran strategis sebagai sarana penanaman nilai-nilai Islam dalam kehidupan masyarakat. Salah satu tradisi yang masih dipraktikkan adalah basiru di Desa Sekongkang Bawah, Sumbawa Barat, khususnya dalam prosesi khitanan. Tradisi tolong-menolong timbal balik ini sarat makna sosial-keagamaan, namun pemahaman nilai edukatifnya masih minim dipahami oleh generasi muda. Penelitian kualitatif deskriptif ini bertujuan untuk mendeskripsikan prosesi pelaksanaan tradisi basiru pada acara khitanan di Desa Sekongkang Bawah serta menganalisis nilai-nilai pendidikan Islam yang terkandung di dalamnya. Data dihimpun melalui teknik observasi langsung, wawancara mendalam terhadap informan kunci, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis melalui tahap reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan tahapan basiru meliputi tokal adat, basebada, penulung, bekelewang, pelaksanaan khitan dan baserakal, hingga syukuran. Tradisi ini memuat tiga pilar nilai pendidikan Islam: nilai akidah melalui zikir, selawat, dan doa; nilai akhlak melalui gotong royong, kepedulian, dan silaturahmi; serta nilai ibadah melalui sedekah dan tolong-menolong (ta‘āwun). Dengan demikian, tradisi basiru berfungsi efektif sebagai media pendidikan Islam nonformal berbasis kearifan lokal.    
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN WORDWALL TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN SISWA KELAS I SD Melly Indrayani; Indah Nurmahanani; Nenden Permas Hikmatunisa
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15272

Abstract

Early reading ability among first-grade elementary school students remains low, characterized by difficulties in recognizing visually similar letters, blending syllables, and pronouncing simple words due to the prevalence of conventional rote-learning methods. This study aims to examine the effect of the Teams Games Tournament (TGT) learning model assisted by Wordwall on early reading skills of first-grade elementary school students. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was applied. The research subjects comprised 60 first-grade students at SDN 6 Ciseureuh assigned to experimental and control groups. The research instrument was an oral early reading test administered via pretest and posttest. Data analysis techniques included descriptive statistics and inferential parametric tests, specifically the independent sample t-test and simple linear regression. The results showed an increase in the experimental group's mean score from 75.67 to 87.67, outperforming the control group which reached 83.83. Hypothesis testing indicated a statistically significant difference (p = 0.038), and simple linear regression yielded a significance value of p < 0.001 with a coefficient of determination (R Square) of 54.4%. It is concluded that the Teams Games Tournament model assisted by Wordwall has a statistically significant positive effect on first-grade students' early reading ability. ABSTRAK Kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar masih tergolong rendah, yang ditandai dengan kesulitan dalam membedakan bentuk huruf yang mirip, menggabungkan suku kata, dan melafalkan kata sederhana akibat dominasi metode konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan Wordwall terhadap kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian terdiri dari 60 siswa kelas I di SDN 6 Ciseureuh yang terbagi ke dalam kelas eksperimen dan kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes lisan membaca permulaan yang diberikan melalui pretest dan posttest. Teknik analisis data meliputi analisis statistik deskriptif serta uji inferensial parametrik berupa independent sample t-test dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan nilai rata-rata kelas eksperimen dari 75,67 menjadi 87,67, lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol yang mencapai 83,83. Uji hipotesis menghasilkan perbedaan capaian yang signifikan (p = 0,038), serta uji regresi linear sederhana menghasilkan nilai signifikansi p < 0,001 dengan koefisien determinasi (R Square) sebesar 54,4%. Disimpulkan bahwa penerapan model Teams Games Tournament berbantuan Wordwall berpengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan kemampuan membaca permulaan siswa kelas I sekolah dasar.    
PENINGKATAN KETERAMPILAN SPEAKING SISWA SD MELALUI MODEL DIRECT INSTRUCTION BERBANTUAN KANAL YOUTUBE BBC LEARNING ENGLISH Azizah Diyah Anwar; Indah Nurmahanani; Primanita Sholihah Rosmana
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15273

Abstract

This research was motivated by elementary school students' low English speaking ability, which causes difficulties in verbal communication with adequate self-confidence. This study aims to examine the effectiveness of implementing the direct instruction model assisted by BBC Learning English YouTube channel videos in improving the speaking skills of elementary school students. The study was conducted using a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design, comparing an experimental class and a control class. The subjects of the study were 60 third-grade elementary school students, with 30 students in each group. Data were gathered through pre-test and post-test administrations in both classes based on five speaking assessment indicators, namely pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. The quantitative data were analyzed using normalized gain (N-Gain), normality and homogeneity prerequisite tests, and independent sample t-tests. The results indicated that the experimental class achieved an average N-Gain score of 0.5394 (moderate category), which was significantly higher than the control class score of 0.3016 (moderate category). Thus, it can be concluded that the direct instruction model assisted by BBC Learning English YouTube channel videos is effective in improving elementary school students' English speaking skills. ABSTRAK Penelitian ini diinisiasi oleh rendahnya kemampuan siswa dalam berbicara bahasa Inggris sehingga banyak siswa masih kesulitan berkomunikasi secara lisan dengan percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan model direct instruction berbantuan video kanal YouTube BBC Learning English terhadap peningkatan keterampilan berbicara (speaking skills) siswa sekolah dasar. Penelitian dilakukan dengan menerapkan metode kuasi eksperimen dengan desain non-equivalent control group design yang membandingkan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Subjek penelitian adalah siswa kelas III Sekolah Dasar yang berjumlah 60 siswa dengan 30 siswa pada masing-masing kelas. Data dikumpulkan melalui pelaksanaan pre-test dan post-test pada kedua kelas menggunakan lima indikator keterampilan speaking, yaitu pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, dan comprehension. Data dianalisis menggunakan uji normalized gain (N-Gain), uji prasyarat normalitas dan homogenitas, serta uji hipotesis independent sample t-test. Hasil analisis data menunjukkan perolehan rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,5394 (kategori sedang) yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,3016 (kategori sedang). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model direct instruction berbantuan video kanal YouTube BBC Learning English terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa sekolah dasar.    
BETWEEN REASON AND RESISTANCE: FREUDIAN PSYCHOANALYSIS AND FEMINIST IDENTITY OF HERMIONE GRANGER IN HARRY POTTER AND THE DEATHLY HALLOWS – PART 2 Muhammad Arief Budiman; Hetty Catur Ellyawati; Nur Hidayat; Vina Nurul Hidayati; Wijayanti Hidayatolah; Zahra Faizatun Nahla; Zidan Try Kusuma
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15274

Abstract

The representation of women in popular fantasy cinema has frequently been relegated to subordinate positions, serving merely as secondary figures within male-dominated heroic narratives. The character of Hermione Granger in Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011) disrupts these conventional tropes through her psychological resilience and intellectual authority. This study aims to analyze Hermione Granger's personality structure (id, ego, and superego) and defense mechanisms, while examining how these psychological dynamics construct her feminist agency in a predominantly male-centered narrative. Employing a qualitative descriptive method, data were collected through audiovisual observation and textual documentation of selected scenes, dialogues, and character actions from the film. The findings reveal that Hermione’s ego plays a dominant mediating role between instinctual drives (id) and moral imperatives (superego), enabling rational and strategic decision-making under extreme conflict. Her psychological resilience is reinforced by adaptive defense mechanisms, including rationalization, suppression, intellectualization, and displacement. From a feminist perspective, this psychological maturity fosters autonomy, intellectual authority, and ethical leadership that challenge traditional stereotypes of female emotional vulnerability. This study concludes that Hermione Granger embodies a model of feminist heroism grounded in psychological balance, ethical responsibility, and rational agency. ABSTRAK Representasi perempuan dalam sinema fantasi populer kerap ditempatkan dalam posisi subordinat dan sekadar pelengkap narasi kepahlawanan maskulin. Karakter Hermione Granger dalam film Harry Potter and the Deathly Hallows – Part 2 (2011) mendobrak stereotip tersebut melalui perpaduan ketahanan psikologis dan otoritas intelektual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur kepribadian (id, ego, dan superego) serta mekanisme pertahanan diri Hermione Granger, sekaligus mengkaji bagaimana dinamika psikologis tersebut mengonstruksi agensi feminisnya dalam narasi yang didominasi laki-laki. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi dan observasi audiovisual terhadap adegan, dialog, dan tindakan karakter yang relevan dalam film. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ego Hermione berperan dominan dalam memediasi dorongan instingtual (id) dan tuntutan moral (superego), memungkinkannya mengambil keputusan rasional dan strategis di bawah tekanan ekstrem. Ketahanan psikologisnya diperkuat oleh penggunaan mekanisme pertahanan diri adaptif, meliputi rasionalisasi, supresi, intelektualisasi, dan pemindahan (displacement). Dari perspektif feminis, kematangan psikologis tersebut membentuk agensi, kemandirian berpikir, dan kepemimpinan moral yang menantang stereotip kelemahan emosional perempuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Hermione Granger merepresentasikan bentuk kepahlawanan feminis yang berakar pada kematangan psikologis, pertimbangan etis, dan agensi rasional.    
PENGARUH PEMANFAATAN AI DAN LINGKUNGAN BELAJAR TERHADAP PRESTASI AKADEMIK Yuyun Yumiarty
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15275

Abstract

This study is motivated by the increasing use of Artificial Intelligence (AI) in learning and the critical role of the learning environment in shaping students’ academic performance. However, a gap persists between the potential of AI utilization and the quality of learning environments in achieving optimal academic outcomes. This study aims to examine the empirical effects of AI utilization and learning environment on students’ academic performance. A quantitative approach with a survey design was employed, involving 117 active student respondents from the Primary School Teacher Education for Madrasah (PGMI) Study Program at IAIN Curup. Data were collected using a structured questionnaire based on a Likert scale and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The analysis procedures included outer model evaluation to assess validity and reliability, and inner model evaluation to test the relationships between variables and the proposed hypotheses. The findings indicate that AI utilization has a positive and significant effect on academic performance ( ; ), while the learning environment also has a positive and more substantial effect ( ; ). The R-square value of 0.735 demonstrates that both variables explain 73.5% of the variance in academic performance. This study concludes that the integration of effective AI utilization and a supportive learning environment is a key determinant in enhancing students’ academic achievement. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran serta pentingnya learning environment (lingkungan belajar) dalam menentukan keberhasilan akademik mahasiswa. Namun, masih terdapat kesenjangan antara potensi penggunaan AI dan kualitas lingkungan belajar terhadap pencapaian prestasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemanfaatan AI dan lingkungan belajar terhadap prestasi akademik mahasiswa secara empiris. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei terhadap 117 responden mahasiswa aktif Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) IAIN Curup. Data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (PLS-SEM). Tahapan analisis meliputi evaluasi outer model untuk menguji validitas dan reliabilitas, serta evaluasi inner model untuk menguji hubungan antarvariabel dan hipotesis penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi akademik ( ; ), dan lingkungan belajar juga berpengaruh positif dan signifikan dengan pengaruh yang lebih kuat ( ; ). Nilai R-square sebesar  menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 73,5% variasi prestasi akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi pemanfaatan teknologi AI dan lingkungan belajar yang kondusif menjadi faktor kunci dalam meningkatkan prestasi akademik mahasiswa.  
IMPLEMENTASI TEORI BELAJAR SIBERNETIK DALAM PEMBELAJARAN PAI Supriyanto Supriyanto; Mazrur Mazrur
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15276

Abstract

The challenge of integrating spiritual values and digitalization demands in Islamic Religious Education (PAI) requires an adaptive systemic learning model. This study aims to analyze the implementation of cybernetic principles in PAI learning and its implications for learning effectiveness and student spiritual enhancement. This descriptive qualitative study was conducted at Al-Amin Islamic Boarding School involving three PAI teachers and 12 students through observation, in-depth interviews, and validated documentation. The findings indicate that cybernetic implementation is realized through digital feedback loops based on daily reflection aligned with muhasabah, the use of instant formative assessment platforms, and the enhancement of students' self-regulation in worship practices. However, information system integration must prioritize the qalb aspect to prevent the educational process from being reduced to a mere mechanistic-administrative routine. In conclusion, cybernetic theory effectively reinforces reflective processes and self-regulated learning in PAI when integrated proportionally within the framework of tarbiyah and tazkiyatun nafs. ABSTRAK Tantangan integrasi nilai spiritual dan tuntutan digitalisasi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) membutuhkan model pembelajaran sistemik yang adaptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip sibernetik dalam pembelajaran PAI serta implikasinya terhadap efektivitas belajar dan penguatan spiritualitas peserta didik. Penelitian kualitatif deskriptif ini dilaksanakan di Al-Amin Islamic Boarding School dengan subjek tiga guru PAI dan 12 peserta didik melalui observasi, wawancara mendalam, serta dokumentasi tervalidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sibernetik terlaksana melalui mekanisme feedback loop digital berbasis refleksi harian yang selaras dengan nilai muhasabah, pemanfaatan platform asesmen formatif instan, dan peningkatan regulasi diri (self-regulation) peserta didik dalam ibadah. Kendati demikian, integrasi sistem informasi harus tetap mengedepankan aspek qalb agar proses pendidikan tidak tereduksi menjadi mekanistik-administratif semata. Kesimpulannya, teori sibernetik terbukti efektif memperkuat proses reflektif dan kemandirian belajar PAI apabila diintegrasikan secara proporsional dalam kerangka tarbiyah dan tazkiyatun nafs.  
TRANSFORMASI DISABILITAS MENUJU PENGGERAK PERUBAHAN SOSIAL: STUDI KASUS POST-TRAUMATIC GROWTH DI FORKOMDESI SINDUADI Indah Dwi Sulistyowati; Fx. Wahyu Widiantoro
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15277

Abstract

People with disabilities are frequently viewed through a deficit lens that solely focuses on physical limitations; however, grassroots phenomena reveal individuals capable of transforming into agents of social change. This qualitative study aims to deeply explore the lived experiences of disability activists at the Sinduadi Disabled-Inclusive Village Communication Forum (Forkomdesi Sinduadi) by analyzing the psychological transition process from post-disability trauma to post-traumatic growth, identifying the manifestations of flourishing pillars in their roles as grassroots activists, and uncovering the subjective meaning-making of physical limitations as catalysts for social change. Employing a qualitative case study approach, this study involved five physical disability participants selected through purposive sampling. Data were collected via semistructured in-depth interviews, observations, and document reviews, and were subsequently analyzed using a case-based thematic analysis approach. The findings reveal three main themes: identity reconstruction from trauma fragmentation toward self-wholeness; the emergence of agency and generativity, characterized by the drive to contribute to others as a manifestation of social functioning at the grassroots level; and the achievement of eudaimonic well-being through the reinterpretation of life suffering. This study concludes that community social activism serves as a primary catalyst for the flourishing of individuals with disabilities, wherein past experiences of suffering are transformed into a moral authority that drives widespread social contributions. These findings provide theoretical implications for positive psychology and practical implications for designing inclusive village models grounded in internal community strengths. ABSTRAK Penyandang disabilitas sering kali dipandang melalui lensa defisit yang hanya melihat keterbatasan fisik semata, namun fenomena di tingkat akar rumput menunjukkan adanya individu yang mampu bertransformasi menjadi penggerak perubahan sosial. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman hidup penggerak disabilitas di Forum Komunikasi Desa Inklusi Difabel Sinduadi (Forkomdesi Sinduadi) dalam menganalisis proses transisi psikologis dari trauma pascadisabilitas menuju post-traumatic growth, mengidentifikasi manifestasi pilar-pilar flourishing dalam peran sebagai penggerak akar rumput, serta mengungkap pemaknaan subjektif atas keterbatasan fisik sebagai katalisator perubahan sosial. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, studi ini melibatkan lima partisipan penyandang disabilitas fisik yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semiterstruktur, observasi, serta telaah dokumen, lalu dianalisis menggunakan pendekatan analisis tematik berbasis kasus (case-based thematic analysis). Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama, yaitu rekonstruksi identitas dari keretakan trauma menuju keutuhan diri, munculnya agensi serta generativitas berupa dorongan berkontribusi bagi sesama sebagai manifestasi keberfungsian sosial di tingkat akar rumput, serta pencapaian kebahagiaan eudaimonis melalui pemaknaan ulang terhadap penderitaan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa aktivisme sosial komunitas berfungsi sebagai katalisator utama bagi flourishing penyandang disabilitas, di mana pengalaman penderitaan masa lalu bertransformasi menjadi otoritas moral yang mendorong kontribusi sosial yang berdampak luas. Temuan ini memberikan implikasi teoretis bagi psikologi positif dan praktis bagi perancangan model desa inklusi berbasis kekuatan internal komunitas.  
PERAN SOCIAL COMPARISON TERHADAP STRES AKADEMIK PADA MAHASISWA DENGAN MEDIATOR IMPOSTOR SYNDROME Ninawati Ninawati; Farhan Febrian Shalwa; Yumikha Grace; Vini Pearl Wijaya; Natashya Alvina Listiyani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15278

Abstract

Academic stress is one of the most prevalent psychological problems experienced by university students due to heavy curricular demands and competitive collegiate environments. This academic pressure is frequently aggravated by social comparison behaviors occurring in daily interactions and digital platforms, which potentially induces severe self-doubt. Therefore, this quantitative study with a cross-sectional design aims to examine the mediating role of impostor syndrome in the relationship between social comparison and academic stress among undergraduate students. A total of 103 active university students in Jakarta completed the Iowa Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0.917), Clance Impostor Phenomenon Scale (α=0.910), and Perception of Academic Stress Scale (α=0.848). Mediation analysis using structural equation modeling with 4,992 bootstrap samples revealed a statistically significant full mediation (β=0.126, p<.001), while the direct effect was non-significant (β=-0.006, p=.932). These empirical findings demonstrate that social comparison triggers academic stress exclusively through the elevated psychological feelings of being an intellectual fraud. ABSTRAK Stres akademik merupakan salah satu permasalahan psikologis yang paling banyak dialami oleh mahasiswa akibat berbagai tuntutan kurikulum serta persaingan di lingkungan perguruan tinggi. Tekanan akademik tersebut sering kali diperparah oleh perilaku social comparison atau perbandingan sosial yang marak terjadi melalui interaksi langsung maupun media sosial, sehingga berpotensi memicu keraguan terhadap kemampuan diri. Oleh karena itu, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional ini bertujuan untuk menguji peran impostor syndrome sebagai mediator dalam hubungan antara social comparison dan stres akademik pada mahasiswa aktif. Sebanyak 103 mahasiswa di Jakarta berpartisipasi dengan mengisi instrumen Iowa Netherlands Comparison Orientation Measure (α=0,917), Clance Impostor Phenomenon Scale (α=0,910), dan Perception of Academic Stress Scale (α=0,848). Analisis mediasi berbasis structural equation modeling menggunakan teknik bootstrap 4.992 sampel menunjukkan adanya mediasi penuh yang signifikan (β=0,126, p<0,001), sedangkan efek langsung tidak signifikan (β=-0,006, p=0,932). Temuan ini menyimpulkan bahwa perbandingan sosial memicu stres akademik sepenuhnya melalui peningkatan perasaan penipu.    
DIGITAL TRANSFORMATION MARKETING STRATEGY FOR SECURITY SERVICES: A NICE MARKETING MIX APPROACH FOR AI AND IOT ADOPTION IN EMERGING MARKETS Heru Hariyanto; Rhian Indradewa; Unggul Kustiawan; Ketut Sunaryanto
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 4 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i4.15279

Abstract

Digital transformation has become a critical strategic agenda across industrial security services to resolve recurring operational inefficiencies and visibility limitations. However, technology-based security solutions face persistent customer acceptance barriers within business-to-business emerging markets. This quantitative study aims to formulate an integrated marketing strategy framework for digital security services and identify priority initiatives supporting technology adoption. Data were gathered through structured questionnaires administered to 19 enterprise security decision-makers across industrial sectors in the Greater Jakarta region. Quantitative assessments utilized multi-criteria strategic evaluation models, including internal-external factor matrices and strategic priority matrices. The empirical findings reveal that data-based performance measurement difficulties and reporting delays represent the most critical customer pain points. Furthermore, quantitative priority testing established drone patrol system development as the paramount strategic initiative. The investigation concludes that implementing the networking, interaction, common interest, and experience framework with advanced artificial intelligence and internet-of-things ecosystems optimizes market penetration, strengthens corporate partnerships, and establishes sustainable competitive advantages in emerging markets. ABSTRAK Transformasi digital telah menjadi agenda strategis yang krusial di seluruh layanan keamanan industri untuk mengatasi inefisiensi operasional dan keterbatasan visibilitas yang berulang. Namun, solusi keamanan berbasis teknologi menghadapi hambatan penerimaan pelanggan yang persisten di pasar berkembang business-to-business (B2B). Studi kuantitatif ini bertujuan merumuskan kerangka strategi pemasaran terintegrasi untuk layanan keamanan digital serta mengidentifikasi inisiatif prioritas yang mendukung adopsi teknologi. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang dibagikan kepada 19 pengambil keputusan keamanan perusahaan di berbagai sektor industri di wilayah Jabodetabek (Greater Jakarta). Penilaian kuantitatif menggunakan model evaluasi strategis multikriteria, termasuk matriks faktor internal-eksternal (internal-external factor matrices) dan matriks prioritas strategis (strategic priority matrices). Temuan empiris mengungkapkan bahwa kesulitan pengukuran kinerja berbasis data dan keterlambatan pelaporan merupakan titik masalah pelanggan (pain points) yang paling kritis. Selain itu, pengujian prioritas kuantitatif menetapkan pengembangan sistem patroli drone (drone patrol system) sebagai inisiatif strategis utama. Investigasi ini menyimpulkan bahwa penerapan kerangka kerja networking, interaction, common interest, and experience (NICE) dengan ekosistem kecerdasan buatan (artificial intelligence) dan internet of things tingkat lanjut mampu mengoptimalkan penetrasi pasar, memperkuat kemitraan korporasi, serta membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan di pasar berkembang (emerging markets).