cover
Contact Name
Safiruddin Al Baqi
Contact Email
albaqi@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285646562647
Journal Mail Official
maalim@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Siman Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 27456293     EISSN : 27456285     DOI : https://doi.org/10.21154/maalim
Maalim Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal yang dikelola oleh Juruasan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo. Maalim Jurnal Pendidikan Islam terbit dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan Juni dan Desember. Maalim Jurnal Pendidikan Islam menerbitkan karya ilmiah baik studi literature ataupun hasil penelitian lapangan dengan tema pendidikan agama Islam, pendidikan pesantren dan tema lain terkait pendidikan Islam.
Articles 111 Documents
Tradisi Longkangan Sebagai Konvensi Budaya Lokal dan Agama Islam di Desa Binade Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Erwin Yudi Prahara; Waris Waris; Eko Saputro
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 02 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i2.4949

Abstract

One of the traditions that includes local culture in Ponorogo is the Longkangan Tradition. The existence of the longkangan tradition has had various impacts on the lives of the people of Binade village, Ngrayun Ponorogo sub-district, mainly in the relationship between Islam and Javanese tradition which eventually formed a convention. This research uses a qualitative descriptive approach that explains the community's perceptions and the existence of local cultural and Islamic religious conventions in the Longkangan tradition. In this study, it was found that the people of Binade village as a whole are Muslim and come from Javanese tribes. Nearly all Binade villagers take water from the river or Belik. Therefore, the Longkangan tradition emerged, which aims to bring gratitude to God for the abundance of water sources for the community. In addition, the longkangan tradition also aims to commemorate services and pray for the spirits of the ancestors who have opened villages and water sources in Binade village. The conclusion of this research is that the conventions or agreements that exist in the longkangan tradition are still being obeyed by the Binade village community. In this case there is no written law regulating the longkangan tradition, but the existence of this convention has made the longkangan tradition still preserved until now. Until now the Longkangan tradition is still preserved as a convention of local culture and Islam. 
Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Multikultural di Pondok Pesantren Yusqi Mahfuds; Arinal Husna
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 02 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i2.4862

Abstract

Indonesia memiliki semboyan yang dikenal dengan ‘Bhineka Tunggal Ika’ semboyan ini bermakna walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu, hal ini sebab Indonesia memiliki keanekaragaman suku, budaya, ras, dan Bahasa. Keidakmampuan beberapa individu di Indonesia untuk menerima perbedaan tersebut mengarah pada multikulturalisme negative. Pada pesantren hal ini akan lebih sensitive sebab para santri memiliki keanekaragaman latar belakang baik dari segi budaya, etnis, suku, Bahasa, serta daerah yang selanjutnya bersatu pada satu tempat yang sama. Pendidikan multikultural dimaknai sebagai pendidikan yang menggajarkan perbedaan dan vitalitas keragaman budaya serta etnisitas berkaitan dengan kesetaraan, keadilan, keterbukaan, dan pengakuan terhadap perbedaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai pendidikan multikultural khusunya di Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dengan menggunakan metodologi kualitatif deskripstif yang datanya dijabarkan dalam bentuk kata , penelitian ini juga menggunakan pendekatan fenomenologis yang berusah mengungkapkan fakta-fakta, gejala, maupun peristiwa secara objektif berkenan dengan fenomena penanaman dan nilai-nilai pendidikan multilkultural di Pondok Pesantren Al-Fataah Temboro. hasil penelitian tersebut detemukan  penanaman nilai-nilai pendidikan mulitkultural yang menekankan pada makna penting legitimasi, dan vitalitas keragaman etnik dan budaya dalam membentuk tatanan kehidupan, kelompok, maupun bangsa dengan cara penanaman nilai demokrasi hingga menggunakan strategi yang melibatkan pendekatan kepada orang tua
Implementasi Moderasi Beragama di Madrasah Aliyah Tahdzibun Nufus Jakarta dalam Terbentuknya Nilai-Nilai Moderasi Beragama Akmal Nurullah; Bina Prima Panggayuh; Sapiudin Shidiq
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 02 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i2.4950

Abstract

Religious moderation is a very important activity carried out by Indonesian people who have different beliefs and religious backgrounds. Religious leaders who are supported by the government are trying to prevent and anticipate radical and intolerance events in Indonesia. One of them is by holding interfaith religious moderation. The concept of moderate Islam is a religious perspective that is very relevant in the context of diversity in Indonesia. As a form of strengthening and strengthening the role of Madrasah Aliyah in countering radicalism and extremism, it is necessary to internalize religious moderation in the Madrasah Aliyah curriculum. Which aims to mediate these two extreme poles, by emphasizing the importance of substantively internalizing religious teachings on the one hand, and contextualizing religious texts on the other. To examine these problems, researchers used qualitative research methods. This type of research includes case study research, which is a qualitative research that seeks to find meaning, investigate processes, and gain deep understanding and understanding of individuals, groups, or situations. In analyzing the data, the researcher took the interactive model as the presentation. Activities in data analysis include data reduction, data presentation as well as drawing conclusions and, verification. The results of the study of religious moderation that were instilled in the students of MA Tahdzibun Nufus Jakarta were not in a formal atmosphere, inserted in every lesson. The factors that influence the religious moderation spirit of the students of MA Tahdzibun Nufus Jakarta are young people who think more modern according to their times, are involved in activities directly. The form of moderation practiced by the students of MA Tahdzibun Nufus Jakarta is giving each other advice between students, this practice raises concern among friends. 
Analisis Perbedaan Pemikiran Pendidikan Islam Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama Nu'ma Nafisah
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 02 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i2.3586

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan pemikiran Muhammadiyah dengan Nahdlatul Ulama. Muhammadiyah dan NU sama-sama memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. Kedua organisasi besar ini sudah sudah berdiri sebelum Indonesia merdeka. Kyai Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah pada tahun 1912 sebelum Indonesia merdeka sedangkan Kyai Hasyim Asy'ari mendirikan Nahdlatul Ulama pada tahun 1926. Keduanya memiliki model dan corak pendidikan yang diterapkan berbeda serta metode ijtihad dan sudut pandang yang berbeda yang dijalankan oleh kedua organisasi besar tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan literarur review yang memahami dan menelaah berbagai literatur-literatur seperti jurnal ilmiah, buku, serta penelitian-penelitian terkait dengan pokok bahasan. Dengen menggunakan metode ini untuk membandingkan antara teori dengan realita serta untuk memperkuat fakta yang ada. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif serta teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pendidikan pemikiran Islam Muhammadiyah dengan Nahdhatul Ulama.Kata Kunci : Perbedaan, Pemikiran, Muhammadiyah, Nahdhatul Ulama.
Pembelajaran Amtsilati sebagai Upaya Pembinaan Kemampuan Membaca Kitab Kuning di Sekolah Imron Fauzi; Fatkha Nur Nabila
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 02 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i2.4531

Abstract

Kitab kuning mempunyai kedudukan yang sangat besar terhadap para ilmuwan muslim. Perihal ini dibuktikan sebab banyaknya intelektual muslim yang merujuk pada kitab kuning, SMK Nahdlatuth Thalabah merupakan sekolah formal yang berada di lingkungan pondok pesantren dan memberikan mata pelajaran nahwu sharaf dengan menggunakan metode Amtsilati. Tujuan utama dari penambahan mata pelajaran ini adalah sebagai upaya pembinaan siswanya yang bermukim dirumah agar bisa belajar dan membaca kitab kuning atau kitab gundul seperti siswa lain yang bermukim di pondok pesantren. Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu perencanaan pembelajaran Amtsilati, pelaksanaan pembelajaran Amtsilati, dan bagaimana evaluasi pembelajaran Amtsilati sebagai upaya pembinaan kemampuan membaca kitab kuning di SMK Nahdlatuth Thalabah kabupaten Jember. Hasil dari penelitian ini menunjukkan 1) Perencanaan pembelajaran Amtsilati terdiri dari 3 langkah yaitu perumusan tujuan, materi dan metode. Pembelajaran Amtsilati ini adalah program yang dikhususkan hanya untuk siswa yang non pondok. Materinya diambil dari kitab Amtsilati jilid 1-5, Tatimmah 1 dan 2, Qoidah Amtsilati dan Nadzom Amtsilati. Model pembelajaran menggunakan model klasikal. 2) Pelaksanaan pembelajaran Amtsilati terdiri dari 3 langkah yaitu kegiatan pembuka dengan doa dan membaca lalaran nadhom, kegiatan inti yaitu pemberian materi dan kegiatan penutup memberikan pertanyaan seputar materi dan doa bersama. 3) Untuk teknik evaluasi terdiri dari 3 aspek yakni teknik evaluasi, instrumen evaluasi dan hasil. Untuk tekniknya menggunakan lisan dan tulis, instrumen evaluasi menggunakan teknik evaluasi tulis dan lisan dan hasilnya direkap dalam ijazah.
Pengembangan Pembelajaran Huruf Hijaiyah Bagi Anak di Kawasan Muslim Minoritas untuk Menghadapi Era Society 5.0 Fakhri Arya Ramadhan; Muhammad Ichsan Hakiki; Syahrial Alamsyah; Fahmi Aulia Zaki Romdhoni
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.6285

Abstract

Era Society 5.0 merupakan antisipasi dari gejolak disrupsi akibat revolusi industri 4.0 yang cenderung membuat manusia tergantung terhadap teknologi. Maka diperlukan proses pembelajaran yang sesuai bagi semua kalangan untuk menghadapinya, termasuk bagi anak di kawasan muslim minoritas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran berbasis huruf hijaiyah terhadap anak di kawasan muslim minoritas dalam menghadapi era society 5.0. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan subjek penelitian santri TPQ Fathus Salafi Badung Bali. Data dikumpulkan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa santri TPQ Fathus Salafi Badung Bali merupakan anak yang tinggal di kawasan minoritas muslim. Santri dikelompokkan berdasarkan usia, yaitu santri yang berusia antara 3 sampai 5 tahun, usia 6 hingga 11 tahun dan usia 12 hingga 15 tahun. Program pembelajaran di TPQ Fathus Salafi dapat dibagi menjadi program pembelajaran harian, mingguan, bulanan dan tahunan. Seluruh program bertujuan untuk menyiapkan generasi muslim yang siap bersaing dengan kaum nonmuslim di era Society 5.0 melalui pembelajaran berbasis huruf hijaiyah. Dampak pembelajaran berbasis huruf hijaiyah terhadap anak di kawasan muslim minoritas dalam menghadapi era society 5.0. tampak pada tiga aspek pendidikan, yaitu aspek afektif, aspek kognitif dan psikomotor. Aspek afektif terlihat pada kesungguhan anak dalam menerima pelajaran. Aspek kognitif tampak dari kemampuan anak dalam memahami dan memproses materi-materi yang diberikan. Sedangkan aspek psikomotor tampak saat anak mampu menerapkan apa yang telah dipelajari dalam kehidupan bermasyarakat di kawasan non-muslim.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Keagamaan di SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk Silfiya Nur Azizah; Muhammad Afthon Ulin Nuha
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.6350

Abstract

This study aims to analyze the implementation of character education through religious activities at SD Islam Darush Sholihin Bagbogo Tanjunganom Nganjuk. This is motivated by the phenomenon of moral decline in students so that the role of character education is very important, one of which is realized through religious activities. This research uses a qualitative approach with a descriptive type of research. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. The data analysis techniques used are data condensation, data testing and drawing conclusions. The results showed that (1) Forms of religious activities in improving character education at Darush Sholihin Islamic Elementary School include shaking hands when arriving at school, iftitah activities, reciting with the ummi method, congregational dhuha prayers, congregational dhuhur and ashar prayers, Friday prayers, memorization activities, kitabah, daughterhood / studies about women, hadrah art activities, and PHBI activities (2) Character formed in students through religious activities in elementary schools  Darush Sholihin Islam includes religious character values, honesty, discipline, caring, independent, communicative, mutual help, curiosity, hard work, and responsibility (3) Obstacles in implementing character education through religious activities at Darush Sholihin Islamic Elementary School include internal factors (lack of preparation, some teachers do not condition activities well) and external factors (family environment, school environment,  facilities and infrastructure).
Implementasi Media Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Berbasis Video di SMPN 1 Balong Ponorogo Siti Zazak Soraya; Yuyun Sukmawati
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.6920

Abstract

Pengajaran pendidikan agama Islam biasanya hanya melibatkan ceramah dan kurang memanfaatkan media pembelajaran, sehingga pembelajaran menjadi kurang efektif dan menarik bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik di SMP Negeri 1 Balong kelas VIII A dengan mengimplementasikan media pembelajaran pendidikan agama Islam berbasis video. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara semi terstruktur, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Sedangkan, analisis data menggunakan interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, kondesasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.  Untuk pengujian keabsahan data, peneliti menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video sebagai media pembelajaran meningkatkan antusiasme peserta didik dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran pendidikan agama Islam. Selain itu, penggunaan media pembelajaran berbasis video juga meningkatkan efektivitas dan efisiensi guru dalam menyampaikan materi kepada peserta didik.
Digitalisasi Pendidikan Pesantren melalui Sistem Pembayaran Cashless Menggunakan Ngabar Smart Payment di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Heru Saiful Anwar; Raja Denata; Andi Ikhwanul Islam Firdaus
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.6678

Abstract

Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar merupakan salah satu pondok pesantren telah mengikuti perkembangan digital di era yang lebih maju dan modern ini. Sebagai buktinya ialah dengan mendukung kehadiran financial technologi, yaitu teknologi digital yang digunakan pada pelayanan jasa keuangan seperti pembayaran menggunakan uang elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui landasan syariah tentang sistem pembayaran Cashless, bagamaina metode implemetasi sistem pembayaran Cashless menggunakan Ngabar Smart Payment di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar, serta mengetahui kelebihan dan kekurangan penggunaan Ngabar Smart Payment di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara. Subjek penelitian ini adalah staf bagian administrasi dan guru Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya Ngabar Smart Payment merupakan sistem pembayaran yang dapat mempermudah sirkulasi keuangan dan pembayaran di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Adapun kelebihan dari pengimplementasian Ngabar Smart Payment diantaranya adalah sistem keuangannya transparan atau terbuka. Yaitu semua akses atau operasi keuangan di seluruh merchant Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dapat dilihat dalam satu sistem, melalui sistem yang hanya dikendalikan oleh bagian administrasi. Terdapat beberapa kekurangan dalam penggunaan sistem cashless, diantaranya adalah mudah hilang, disebabkan oleh bentuk kartu yang tipis dan tidak terlalu besar,serta sering dibawa ketika hendak digunakan.
Peranan Muslimat Nahdlatul Ulama dalam Pemberdayaan Perempuan pada Bidang Sosial Keagamaan Eliza Rahma Ulinnuha; Zeni Murtafiati Mizani
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.7040

Abstract

Stereotypes that think women are weak, very dependent on men, and cannot be independent are still widely found today, including in Papungan Village, Pitu District, Ngawi Regency. This study aims to determine the role of Nahdhatul Ulama Muslims in Papungan Village in empowering women in the socio-religious field. This study uses a qualitative approach. Data analysis is based on the concept of Milles and Hubberman, namely data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the first study, the role of Muslimat Nahdhatul Ulama in empowerment is by educating, guiding, training, and directing through yasinan, tadarus al-Qur`an, banjari al-Barjan, and recitation activities. Second, the supporting factors that influence empowerment are the support from the village head, the spirit of participation from members, and infrastructure. While the inhibiting factors are the lack of optimal motivation, time discipline, situations and conditions as well as differences in backgrounds. Third, the impact of the Muslimat movement in the spiritual context, the changes experienced by the community, which can increase the faith of piety and make it easier for mothers to read the Koran. Whereas in an intellectual context, adding new knowledge, and optimizing talent in banjari and al-Barjan activities. Whereas in the economic context, activities that can shape changes in mothers are increasing income through bisyaroh when there is an offer of hadroh and leading yasinan.

Page 5 of 12 | Total Record : 111