cover
Contact Name
Safiruddin Al Baqi
Contact Email
albaqi@iainponorogo.ac.id
Phone
+6285646562647
Journal Mail Official
maalim@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 156 Ronowijayan Siman Ponorogo
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Ma'alim: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 27456293     EISSN : 27456285     DOI : https://doi.org/10.21154/maalim
Maalim Jurnal Pendidikan Islam adalah jurnal yang dikelola oleh Juruasan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Ponorogo. Maalim Jurnal Pendidikan Islam terbit dua kali dalam satu tahun yaitu di bulan Juni dan Desember. Maalim Jurnal Pendidikan Islam menerbitkan karya ilmiah baik studi literature ataupun hasil penelitian lapangan dengan tema pendidikan agama Islam, pendidikan pesantren dan tema lain terkait pendidikan Islam.
Articles 111 Documents
Facing The Challenges of Youth Moral Degradation In The Digital Age M. Imamul Muttaqin; M. Imron Fasichullisan; Najmi Nahdin Afkari; Salsa Amanda Sabella; Siti Habibah Azzahro; Siti Latifatus Sholikhah
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.6417

Abstract

In this digital era, technological developments are developing very rapidly. People find it very easy to get the things they like, so negative and positive effects appear. Seeing these developments can have negative impacts that are no less than positive ones. The generation that is vulnerable to negative influences is youth and results in moral degradation. This very rapid technological development can trigger loopholes to do things that harm other people and things that are criminal. This moral degradation is very difficult if you only rely on certain theories. In Islam there are teachings of aqidah morals which are expected to be able to provide solutions to the problem of moral degradation. This strategy can be in the form of an understanding of adolescents about moral beliefs and guidance in solving self-problems.
Model Pengembangan Kurikulum Atkinson di Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang Khoirus Sahro; Sutiah Sutiah
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.5464

Abstract

Artikel ini menjelaskan tentang penerapan model  evaluasi kurikulum atkinson di MAN 3 Malang. Setiap visi dan misi sekolah pasti bertujuan untuk kebaikan siswa sebagaimana cita-cita dan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UUD NRI 1945 dan UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada dasarnya inti dari cita-cita dan tujuan nasional Indonesia sebagaimana dalam kedua peraturan tersebut ialah untuk membentuk insan yang intelektual, beriman kepada Tuhan, dan mempunyai perilaku yang baik. Namun berkembangnya kasus-kasus dewasa ini seperti penganiayaan, bullying, dan lain-lain yang dilakukan oleh para siswa menunjukkan bahwa visi dan misi sekolah tersebut dinyatakan tidak berhasil. Dengan demikian, maka sangat dibutuhkan evalusi kurikulum pendidikan untuk memperbaiki ke arah lebih baik. Adapun model evaluasi yang sangat tepat dalam hal ini ialah model evaluasi penddikan atkinson. Model evalusi ini memiliki objek penelitian yang fokus pada 3 domain, yakni problematika perencanaan sekolah, proses pembelajaran, dan perilaku atau karakter peserta didik. 
Menakar Peluang dan Tantangan dalam Membidik Strategi Pendidikan Islam di Era Globalisasi Rifqi Nur Alfian; Mughniatul Ilma
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.7108

Abstract

Globalisasi tidak selalu berdampak buruk bagi perkembangan pendidikan Islam. Di satu sisi, ia dapat menghadirkan dampak positif yang disebut dengan peluang. Di sisi lain, ia juga dapat mendatangkan kelemahan yang dapat disebut sebagai tantangan. Para pakar pendidikan Islam harus mampu memperkirakan beragam bentuk peluang dan tantangan yang ada akibat gempuran globalisasi yang tak dapat terhindarkan. Hal ini penting dilakukan untuk menyusun strategi khusus agar pendidikan Islam tetap dapat menjalankan visi misinya dalam membentuk insan kāmil yang ber-akhlāqul karīmah dan bahagia di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, pendidikan Islam diharapkan dapat bersinergi dengan berbagai aspek modernitas agar tidak tergerus oleh zaman karena tidak dapat dipungkiri bahwa peserta didik pun mulai terjamah oleh segala bentuk modernitas dalam bidang fun, fashion, dan food. Pendidikan Islam harus mampu mengambil peran dalam mengendalikan modernitas agar tidak mengesampingkan nilai-nilai agama dan mampu menghadirkan kontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bagian dari kemajuan era globalisasi.
Ilmu dalam Perspektif Islam dan Barat: Tinjauan Ontologi dan Epistemologi Miftahul Ulum; Alviatul ‘Azizah; Latifah Kurnia Utami
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.7030

Abstract

Islam dan Barat sama-sama menempatkan ilmu sebagai sesuatu yang amat penting. Dalam islam terdapat banyak sekali ayat al-Qur’an dan hadits nabi yang berbicara tentang pentingnya ilmu. Begitu pula dalam peradaban barat yang tidak dapat terlepas dari pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini merupakan penelitian library research atau kepustakaan. Data diambil dari berbagai referensi literatur. Yang kemudian hasil data tersebut diolah dan dianalisis secara kritis dan mendalam. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam memandang hakikat ilmu islam dan barat memiliki pandangan yang berbeda. Islam memiliki pandangan bahwa ilmu adalah milik Allah Swt. dan bersumber Allah Swt. Sekuat apapun manusia berusaha untuk menggapai ilmu, jika tanpa adanya kuasa dari Allah Swt. Maka manusia tidak akan mampu untuk menggapainya. Sedangkan barat memandang bahwa ilmu itu bersumber dari akal dan panca indra manusia, selagi manusia mau berusaha menggunakan akal dan panca indranya maka mereka akan mendapatkan ilmu
Optimalisasi Peran Pesantren dalam Lembaga Pendidikan Islam di Era Modern Aulya Hamidah Mansyuri; Beta Ardana Patrisia; Binti Karimah; Defi Vita Fitria Sari; Wahyu Nur Huda
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 4, No 1 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i1.6376

Abstract

Pendidikan mempunyai peranan yang sangat krusial dalam upaya mempersiapkan generasi bangsa dan agama. Keberhasilan atau tidaknya suatu bangsa maupun negara sangat tergantung pada aspek pendidikan suatu bangsa. Pesantren sebagai lembaga pendidikan tertua di Indonesia sampai sekarang masih tetap memberikan kontribusi penting di bidang sosial keagamaan. Pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan yang memiliki akar kuat (indigenous) pada masyarakat muslim Indonesia, dalam perjalanannya mampu menjaga dan mempertahankan keberlangsungan dirinya (survival system) serta memiliki model pendidikan multi aspek. Pesantren memiliki lima unsur atau elemen, yaitu masjid, kyai, pondok, santri, dan pengajian kitab kuning (tafaqquh fi al-din). Sebagai lembaga pendidikan, pesantren tentunya juga harus berperan sebagai pembaharu paham keagamaan sebagai lembaga pendidikan agama pesantren juga dapat menjalankan peran, tugas dan tanggung jawabnya dalam pelaksanaan inspirator, motivator dan dinamisme dalam pelaksanaan pembangunan daerah dan daerah di bidangnya masing-masing. Pesantren memiliki peran strategis dalam upaya pengembangan dan kemajuan pendidikan di Indonesia khususnya pada saat ini yaitu era modern, lebih-lebih pesantren merupakan pendidikan Islam yang mana sangat dibutuhkan dan menjadi pilihan oleh masyarakat Indonesia.
Studi Komparasi Kepemimpinan Kiai dan Direktur di Pondok Pesantren dan Boarding School Akbar, Mahathir; Djubaedi, Dedi; Suyadi, Suyadi
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i2.5496

Abstract

AbstrakArtikel ini membahas tentang kepemimpinan kiai di dua pondok pesantren di Kota Cirebon. Difokuskan pada sistem pemilihan kiai di pesantren, model kepemimpinan yang dikembangkan oleh kiai, efektifitasnya, dan peran kiai di masyarakat. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di dua pesantren, ditemukan bahwa pola kepemimpinan di pesantren di Kota Cirebon berbeda. Pemilihan didasarkan pada diskusi, keturunan, dan penunjukan pemerintah. Namun secara umum sistem pemilihan pimpinan yang berkembang di pesantren-pesantren di Kota Cirebon diketahui bahwa ada dua, yaitu sistem musyawarah dan pengajuan; dan sistem keturunan (nasab). Dari kedua sistem pemilihan tersebut, tentu memiliki karakteristik serta nilai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Sedangkan tipe kepemimpinan yang dianut pada Pondok pesantren atau boarding school di Kota Cirebon mencakup dua tipe kepemimpinan, yaitu Kepemimpinan Paternalisitik dan Birokratik. Kedua tipe kepemimpinan tersebut sebenarnya tidak terlepas dari sistem pemilihan yang dilakukan.Kata Kunci : Pondok Pesantren, Boarding School, Kiai, Model Kepemimpinan
Spesifikasi Konsep Evaluasi pada Pengembangan Teknik Assesmen Kompetensi Sikap terhadap Pembelajaran PAI di SMP Nafisah, Durrotun; Sahlan, Moh.
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i2.6685

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi, ruang lingkup pengembangan assessment kompetensi sikap terhadap pembelajaran PAI di SMP. Penilaian sikap tersebut memiliki beberapa teknik yang meliputi aspek spiritual dan sosial. Beberapa teknik tersebut diantaranya ialah teknik observasi, penilaian diri, penilaian teman sejawat, dan jurnal yang ditulis oleh guru. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan segala informasi mengenai aspek-aspek yang mendukung penelitian baik dari sumber naskah-naskah dan beberapa realitas. Alat-alat yang digunakan adalah informasi dari kegiatan pengamatan yang dilakukan peneliti pada SMP serta sumber referensi dari berbagai penelitian jurnal, skripsi, artikel ilmiah atau teks ilmiah yang berhubungan dengan judul penelitian yang dilakukan. Ada dua macam sumber dalam penelitian ini yakni sumber primer berupa hasil penelitian. Kedua ialah sumber sekunder, dimana sumber berasal dari sumber-sumber internet, artikel ilmiah, buku ataupun naskah dan lain sebagainya. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yakni penilaian terhadap kompetensi sikap pada pembelajaran PAI memiliki beberapa teknik yang diperlukan. Diantaranya, observasi, yakni hal yang menjadi kebutuhan pendidik. Artinya, pendidik melakukan pengamatan terhadap sikap yang menjadi kebiasaan peserta didik. Kedua, penilaian antar-teman yang mengetahui keseharian peserta didik karena teman ialah seseorang yang ditemui setiap harinya dan mengetahui karakter teman lainnya.  Kemudian, penilaian diri untuk mengimplementasikan nilai kejujuran yang dibangun untuk menjadi identitas yang melekat terhadap peserta didik tersebut. Dan terakhir ialah jurnal guru. Hal tersebut dilakukan terhadap aspek sosial dan spiritual peserta didik.
Nilai-nilai Ketawadhuan dalam Tradisi Pesantren Ar-Risalah Bandung untuk Pengembangan Kultur Religius Sekolah Mungaran, Muhammad Alif Anugrah; Hermawan, Wawan; Fakhruddin, Agus
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i2.7200

Abstract

Nowadays the religious culture in schools is starting to fade, one of which is regarding the fading of the school's religious culture in the form of humility which is marked by the emergence of the phenomenon of students committing acts of violence against teachers because they do not accept being reprimanded for their actions. In another phenomenon, it was found that students did not respect the teacher during the learning process. This research was conducted at the Ar-risalah Islamic boarding school in Bandung with the aim of describing how the values of laughter in the pesantren tradition are to be developed in the school's religious culture. This research is very important to neutralize humble attitude in public schools so that it becomes a positive tradition. This research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. To obtain detailed information about the tradition of the values of humility in Islamic boarding schools, researchers used participatory observation. Data were collected from observations, interviews and documentation of pesantren leaders, teachers, santri supervisors and santri. The results of the study show that the values of humility are practiced in various forms in the daily life of students and each contains a basis and meaning based on Islamic teaching sources so that they can be adapted to public schools in developing a school religious culture in the form of students not leaving class or gathering before the teacher comes out first, students are accustomed to kissing the teacher's hand, students stand up and bow their heads. When a teacher wants to pass, students invite the teacher to lead first, and students respect the teacher.
Internalisasi Nilai-nilai Islam Moderat dalam Proses Pendidikan Islam di Indonesia Heriyudanta, Muhammad
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i2.7250

Abstract

Tujuan penelitian ini, pertama, untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai Islam moderat. Kedua, untuk mengetahui dan menganalisis bagaimana nilai-nilai Islam moderat diinternalisasikan dalam proses pendidikan Islam di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Data diambil dari berbagai sumber literatur ilmiah seperti buku, jurnal, dan berbagai jenis karya ilmiah yang relevan dengan kajian penelitian. Sedangkan pendekatannya menggunakan pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, kemudian dianalisis dengan metode analisis isi. Hasil penelitian ini adalah, Pertama, nilai-nilai Islam moderat meliputi tawassuth, tawazun, i'tidal, tasamuh, musawah, syura, islah, awlawiyah, qudwah, tahadur, dan sebagainya. Kedua, penyisipan nilai-nilai Islam moderat dalam lembaga pendidikan Indonesia dilakukan dengan membangun lingkungan pendidikan moderat dengan menghadirkan guru dan tenaga kependidikan yang moderat. Selain itu, penyisipan nilai-nilai Islam moderat yang kedua dapat dilakukan melalui kurikulum pendidikan Islam yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehari-hari di lingkungan lembaga pendidikan Islam. Misalnya memasukkan nilai-nilai Islam moderat melalui tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, metode pembelajaran, media pembelajaran, dan evaluasi pembelajaran.
Pengembangan Metode Pembelajaran Berbasis Permainan pada Mata Kuliah Agama Islam di AKN Putra Sang Fajar Blitar Menggunakan Model 4-D Thiagarajan Muluk, Muchamad Saiful; Athaillah, Ibnu
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 2 (2023): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v4i2.7270

Abstract

Learning theoretical subjects at Vocational Colleges (PTV) is very identical to practice, but has its own challenges, including the general basic subjects (MKDU) of Islamic Religion. The problem with Islamic religious education in higher education, apart from the curriculum, teacher competency, differences in the quality of student understanding, and scientific dichotomy, is that there is also a very small learning portion (around 2 credits) from other subjects. This condition requires creative innovation, one of which is the development of game-based learning. This research focuses on developing a game-based learning method with Thiagarajan 4D model on Muslim Personality material which consists of 4 stages, namely defining, designing, developing and disseminating. Research data was collected by interviews, observation and documentation. The design of this game-based learning method has been validated by material and game experts, tested on a small scale and implemented in classrooms. Based on the validation results from material experts and game experts, the results showed that game-based learning designs are very suitable for use. The results of small-scale trials and implementation in classrooms show that students are enthusiastic, actively discussing, asking and answering, confident, and eager to participate in learning without feeling sleepy. Game-based learning methods can be used as an effective way to teach theory courses.

Page 6 of 12 | Total Record : 111