cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
heryyanoor-2011@stikesintanmartapura.ac.id
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
lppm@stikesintanmartapura.ac.id
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
ISSN : 23383534     EISSN : 28072693     DOI : 10.54004
Core Subject : Health, Education,
The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 102 Documents
Hubungan Bauran Pemasaran dengan Kepuasan Pasien pada Layanan Unggulan Eye Center di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru Hifzha Nafsah Nur Afifah; M Noor Ifansyah; Iis Pusparina
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.310

Abstract

Pendahuluan: Layanan unggulan eye center di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru dituntut untuk memberikan pelayanan bermutu dan meningkatkan kepuasan pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bauran pemasaran dengan kepuasan pasien pada layanan unggulan eye center di Rumah Sakit Islam Sultan Agung Banjarbaru. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan teknik purposive sampling terhadap 87 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mencakup tujuh elemen bauran pemasaran dan lima dimensi kepuasan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman-Rho. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran dan kepuasan pasien secara umum berada pada kategori tinggi. Uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara bauran pemasaran dengan kepuasan pasien (p = 0,000). Secara parsial, elemen produk (p = 0,000), harga (p = 0,000), promosi (p = 0,036), petugas (p = 0,017), proses (p = 0,000), dan bukti fisik (p = 0,003) berhubungan signifikan dengan kepuasan pasien, sedangkan elemen tempat tidak berhubungan signifikan (p = 0,068). Elemen proses memiliki hubungan paling kuat dengan kepuasan pasien (r = 0,623). Kesimpulan: Bauran pemasaran berhubungan dengan kepuasan pasien, sehingga optimalisasi proses pelayanan perlu menjadi prioritas rumah sakit.
STUDI KOMPARASI EFEKTIVITAS TERAPI MUSIK DENGAN AKUPRESSUR DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH LANSIA DENGAN HIPERTENSI Taufik Hidayat; Diana Pefbrianti; M Noor Ifansyah; Rizka Mahribdiani
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.407

Abstract

Pendahuluan : Prevalensi Hipertensi tetinggi pada golongan lansia. Penyakit ini memerlukan pengobatan secara terus menerus, sedangkan tubuh lansia mengalami penurunan toleransi akan obat kimia. Intervensi non-farmakologis sangat diperlukan untuk menunjang perawatan lansia dirumah. Tujuan : Membandingkan efektivitas terapi musik dengan akupresur dalam menurunkan tekanan darah pada lansia dengan Hipertensi. Metode : Penelitian studi komparasi menggunakan desain quasi eksperimen pre-posttest with comparison group pada lansia Hipertensi di Panti PPRSLU Budi Sejahtera Provinsi Kalimantan Selatan. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok masing-masing berjumlah 15 responden menggunakan purposive sampling. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter digital sebelum dan sesudah intervensi selama 2 minggu. Analisis Data melalui uji paired t test, Wilcoxon, dan Mann Whitney dengan SPSS versi 27. Hasil : Terapi musik efektif menurunkan tekanan diastole (p value = 0,017), dan akupresur efektif menurunkan tekanan sistole (ρ value = 0,017). Hasil uji komparasi kedua terapi pada tekanan sistole p value = 0,652 dan diastole p value = 0,051 sehingga disimpulkan tidak ada perbedaan yang bermakna diantara kedua terapi dalam menurunkan tekanan darah lansia dengan Hipertensi atau tidak ada yang lebih efektif diantara kedua terapi tersebut. Saran : Terapi musik dan terapi akupresur dapat direkomendasikan menjadi terapi ajuvan dalam perawatan lansia Hipertensi.
PENGARUH BEHAVIOR FAMILY THERAPY TERHADAP KEMAMPUAN KELUARGA MERAWAT PASIEN SKIZOFRENIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MARTAPURA TIMUR Martini Nur Sukmawaty; Tiara Lani; Raziansyah Raziansyah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.408

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang berdampak tidak hanya pada pasien, tetapi juga pada keluarga sebagai perawat utama. Keterlibatan dan kemampuan keluarga sangat menentukan keberhasilan perawatan pasien skizofrenia. Salah satu intervensi yang dapat meningkatkan kemampuan keluarga adalah Behavior Family Therapy (BFT), yaitu terapi yang berfokus pada perubahan pola interaksi dan perilaku keluarga. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh BFT terhadap kemampuan keluarga dalam merawat klien skizofrenia. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan pre-post test with control group. Populasi penelitian adalah keluarga yang merawat klien skizofrenia di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur sebanyak 68 orang. Sampel berjumlah 30 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi (15 responden) dan kelompok kontrol (15 responden) dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Behavior Rating Scales. Hasil: Rata-rata kemampuan keluarga pada kelompok intervensi meningkat dari 92,32 sebelum BFT menjadi 135,52 setelah BFT. Pada kelompok kontrol, peningkatan relatif kecil dari 81,74 menjadi 83,52. Hasil uji paired t-test menunjukkan nilai p = 0,00 (p < 0,05). Kesimpulan: Behavior Family Therapy berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kemampuan keluarga dalam merawat pasien skizofrenia.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PERAWAT DALAM PEMILAHAN LIMBAH MEDIS RSUD KOTA SABANG Jihan Fadhillah; Tahara Dilla Santi
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i2.429

Abstract

Pendahuluan: Pengelolaan limbah medis rumah sakit sangat penting karena  memiliki berbagai risiko terhadap kesehatan bagi siapa saja, termasuk karyawan rumah sakit, pasien dan masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan tindakan perawat dalam pemilahan limbah medis di RSUD Kota Sabang. Metode: Desain penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah semua perawat di RSUD Kota Sabang tahun 2022 sebanyak 158 perawat. Pengambilan sampel menggunakan propotional sampling sebanyak 61 sampel. Pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil : Hasil menunjukkan bahwa 60,7% pemilihan limbah medis kurang baik, 50,8% berpengetahuan baik, 57,4% bersikap positif, 54,1% masa kerja lama dan 52,2% responden dengan pelatihan. Hasil analisis bivariat diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan (ρ value = 0,002), sikap (ρ value = 0,006), masa kerja (ρ value = 0,008) dan pelatihan (ρ value = 0,021) dengan tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang. Kesimpulan: Semua variabel memiliki hubungan dengan tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang tahun 2022. Saran: Diharapkan pimpinan rumah sakit untuk memperketat peraturan mengenai tindakan perawat dalam pemilihan limbah medis di RSUD Kota Sabang dan kepada perawat di RSUD Kota Sabang untuk memilah sampah medis.
Gambaran Kualitas Hidup Lansia dengan Penyakit Kronis di Masyarakat Wilayah Petoran: Overview of Quality of Life of Elderly People with Chronic Diseases in the Community Didik Iman Margatot; Ika Silvitasari; Ida Nur Imamah; Adi Prasetyo; Apridika Ajeng Kartika
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.488

Abstract

Pendahuluan:  Lansia dengan penyakit kronis merupakan kelompok rentan yang mengalami penurunan kualitas hidup akibat keterbatasan fisik dan tantangan psikososial. Penyakit kronis yang bersifat progresif dapat mengganggu aktivitas harian, relasi sosial, dan kenyamanan lingkungan hidup lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis berdasarkan empat dimensi WHOQOL-BREF, yaitu fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sebanyak 60 lansia dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Instrumen WHOQOL-BREF versi bahasa Indonesia digunakan untuk mengukur kualitas hidup. Data dianalisis secara deskriptif melalui distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berusia 60–74 tahun (86,7%), laki-laki (76,7%), dan menderita hipertensi (78,3%). Kualitas hidup buruk ditemukan paling tinggi pada dimensi fisik (76,7%), diikuti lingkungan (60%), psikologis (50%), dan sosial (46,7%). Namun, 51,7% lansia menilai kualitas hidup secara umum masih dalam kategori baik. Kesimpulan: Kualitas hidup lansia dengan penyakit kronis paling rendah pada aspek fisik dan lingkungan. Dukungan sosial dan psikologis berkontribusi menjaga persepsi positif lansia terhadap hidup. Saran: Intervensi berbasis komunitas perlu difokuskan pada pemulihan fungsi fisik dan peningkatan kualitas lingkungan.
KAPABILITAS PERAWAT PENDIDIK: KONSEP ANALISIS Cicilia Ika Wulandari; Ichsan Rizany
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.498

Abstract

Introduction: The role and capabilities of nurse educators in hospitals remain unclear. Misinterpretation of these capabilities may affect the quality of teaching provided. The concept of capability has not been consistently defined for use in nursing, particularly among nurse educators. Therefore, concept clarification is needed to establish consistent theoretical and operational definitions and to guide strategies for strengthening qualified nurse educators. Objective: The purpose of this article is to conceptualize the meaning and importance of a skilled nurse educator. Methods: The design used is concept analysis. Data sources were searched from databases (Pubmed, Google Scholar, Scopus). The Walker & Avant method was applied to guide concept analysis to identify and define attributes, antecedents, and consequences. Results: Through analysis of the literature using the Walker and Avant method, three defining attributes of capability were identified: a broad multidimensional concept, specialized expertise, and continuous learning. Antecedents include readiness, support, experience, authority. The consequences of nurse educators' abilities consist of satisfaction, knowledge, self-efficacy, responsibility, optimal clinical learning. Conclusion: Capabilities are an individual’s capacity and competency to apply knowledge, attitudes, and skills to support positive learning outcomes. Ability to portray nurses as superior professional educators.
Identifikasi Kebutuhan Pelatihan dalam Upaya Pencegahan Stunting bagi Tenaga Medis dan Tenaga Kesehatan: Identification of Training Needs for Medical and Health Personnel in Stunting Prevention Efforts Bibi Ahmad Chahyanto; Mimi Andayani Nasution
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.503

Abstract

Pendahuluan: Upaya pencegahan dan penanganan masalah stunting berjalan optimal apabila didukung oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan yang berkompeten dan dibekali pengetahuan mutakhir melalui kegiatan pelatihan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran judul/topik pelatihan terkait pencegahan dan penanganan stunting bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Metode: Studi deskriptif ini menggunakan sebagian data Survei Kebutuhan Pelatihan bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan Puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu Utara yang dilakukan pada bulan Oktober hingga November 2023. Jumlah sampel yang sesuai dengan kriteria studi dan diolah dalam studi ini sebanyak 903 orang responden. Hasil: Studi ini membuktikan bahwa 5 judul/topik prioritas pelatihan terkait pencegahan dan penanganan stunting yang dibutuhkan oleh tenaga medis dan tenaga kesehatan di puskesmas adalah pelatihan yang berkaitan dengan intervensi spesifik yaitu skrining Bayi Baru Lahir (22,91%), penanganan kegawatdaruratan maternal neonatal (11,01%), konseling pemberian makan bayi dan anak (7,34%), asuhan ibu hamil standar terpadu (7,09%), dan edukasi gizi pada 1000 HPK dengan metode Emo-Demo (6,58%). Kesimpulan: Tenaga medis dan tenaga kesehatan membutuhkan pelatihan untuk menunjang upaya pencegahan dan penanganan stunting di puskesmas, sehingga disarankan agar program pelatihan kesehatan dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal.
Determinants Of Metabolic Risk In Adolescents: Stress, Dietary Pattern, And Physical Activity Nisa Dewanti; Dhimas Anggi Septiansyah; Nina Rizka Rohmawati; Mery Angreani Safitri
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.508

Abstract

Introduction: The risk of metabolic disease among adolescents has become a public concern, influenced by various behavioral and psychological factors. Objective: This study aims to identify the determinants of metabolic risk among adolescents, focusing on stress, dietary pattern, and physical activity. Methods: A cross-sectional study was conducted on 60 adolescents in one of the high schools in Sidoarjo. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test and multivariable logistic regression. Results: The results showed that several factors were significantly associated with metabolic risk in the bivariate analysis, namely stress level, diet, physical activity, lifestyle and gender (p < 0.05). However, in the multivariable model, only stress and physical activity remained significant predictors. Adolescents with low physical activity had a significantly higher risk of developing metabolic disease (p = 0.005), while higher stress levels were also associated with an increased risk of developing metabolic disease (p = 0.007). Dietary patterns were not significantly associated after adjustment (p > 0.05). Conclusion: Stress and physical activity are key determinants of metabolic risk among adolescents.
PENGARUH LIFE SKILL EDUCATION (LSE) TERHADAP ATTITUDE, SELF EFFICACY, DAN INTENTION BERPERILAKU MENOLAK MEROKOK PADA REMAJA: The Effect of Life Skills Education (LSE) on Attitudes, Self-Efficacy, and the Intention to Refuse Smoking Among Adolescents Taufik Hidayat; Any Zahrotul Widniah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.509

Abstract

Pendahuluan: Merokok pada remaja merupakan perilaku berisiko yang terus meningkat dan berdampak pada kesehatan jangka panjang, sehingga diperlukan upaya pencegahan sejak dini melalui pendekatan yang tepat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Life Skill Education (LSE) terhadap attitude, self-efficacy, dan intention berperilaku menolak merokok pada remaja. Metode: Penelitian menggunakan desain preeksperimen dengan one group pretest-posttest pada 30 siswa sekolah dasar kelas 4–6. Intervensi berupa pendidikan keterampilan hidup diberikan satu kali melalui metode ceramah dan media video. Pengukuran dilakukan menggunakan kuesioner adaptasi Theory of Planned Behavior (TPB) yang mengukur attitude, self-efficacy, dan intention berperilaku menolak merokok menggunakan skala Likert. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pada attitude dari 17,88 menjadi 18,97, self-efficacy dari 18,37 menjadi 19,17, dan intention dari 18,27 menjadi 19,33 setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan pada seluruh variabel dengan p-value attitude (0,014), self-efficacy (0,011), dan intention (0,009). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa LSE efektif dalam meningkatkan sikap, keyakinan diri, dan niat remaja untuk menolak perilaku merokok.
Determinan Multidimensional Kejadian Stunting pada Balita di Desa Tambak Anyar Tahun 2025: Multidimensional Determinant Analysis of Stunting Incidence in Toddlers Annisa Febriana; Yulia Yunara; Sapariah Anggraini; Heryyanoor Heryyanoor; Rofiqah Rofiqah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v14i1.517

Abstract

Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan multidimensional yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan ibu, pola asuh, dan budaya setempat. Desa Tambak Anyar masih menghadapi tantangan dalam upaya penurunan angka stunting pada balita. Tujuan: Menganalisis determinan kejadian stunting pada balita di Desa Tambak Anyar tahun 2025. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 56 ibu balita yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri berdasarkan indikator tinggi badan menurut umur (TB/U), kuesioner, serta data sekunder dari posyandu dan puskesmas. Variabel independen meliputi pengetahuan ibu, pola asuh, dan pantangan adat, sedangkan variabel dependen adalah kejadian stunting. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Sebagian besar balita berada pada kategori pendek (80,4%) dan sangat pendek (19,6%). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu (p=0,004), pola asuh (p=0,003), dan pantangan adat (p=0,015) dengan kejadian stunting. Balita dengan ibu berpengetahuan rendah, pola asuh kurang optimal, dan masih menerapkan pantangan adat cenderung mengalami stunting yang lebih berat. Kesimpulan: Kejadian stunting dipengaruhi oleh faktor pengetahuan ibu, pola asuh, dan budaya lokal. Intervensi berbasis keluarga dan budaya diperlukan untuk meningkatkan praktik pengasuhan dan pemenuhan gizi balita.

Page 10 of 11 | Total Record : 102