cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
heryyanoor-2011@stikesintanmartapura.ac.id
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
lppm@stikesintanmartapura.ac.id
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
ISSN : 23383534     EISSN : 28072693     DOI : 10.54004
Core Subject : Health, Education,
The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN METODE HUMOR TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PASIEN HOSPITALISASI DI RS X KABUPATEN MALANG: THERAPEUTIC COMMUNICATION WITH HUMOR METHOD ON PATIENT SATISFACTION LEVEL OF HOSPITALIZATION AT HOSPITAL X, MALANG REGENCY Wahyu Purwanza, Sena; Wahyudi, Yuyud; Negeo Putra, Fetreo
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.246

Abstract

Pendahuluan : Komunikasi terapeutik yang efektif memainkan peran penting dalam meningkatkan kenyamanan pasien selama perawatan, salah satunya melalui penggunaan humor yang dapat meredakan stres dan meningkatkan suasana hati pasien. Tujuan: Penelitian ini telah menganalisis pengaruh komunikasi terapeutik dengan metode humor terhadap tingkat kepuasan pasien yang dirawat di Ruang Rawat Inap RS X Kabupaten Malang. Metode: Metode penelitian kuantitatif Quasi experiment design (case  control), pengambilan sample dengan purposive sampling, didapatkan 10 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengumpulan data dengan kuesioner yang mengukur tingkat kepuasan pasien terkait dengan aspek komunikasi dan penggunaan humor oleh tenaga medis. Variabel dalam penelitian ini adalah metode humor dengan tingkat kepuasan yang diuji dengan uji wilcoxon test Hasil : Penggunaan humor dalam komunikasi terapeutik memiliki dampak positif yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien, yang tercermin dalam peningkatan perasaan nyaman, pengurangan kecemasan, dan peningkatan hubungan interpersonal dengan tenaga medis yang dibuktikan dengan hasil  uji  Paired  T-test  nilai  p =  0,024 (p<0,05)  yang artinya  ada  pengaruh  antara pemberian  komunikasi  terapeutik  dengan  metode  humor  terhadap  tingkat kepuasaan pasien. Kesimpulan : Komunikasi terapeutik dengan metode humor dapat menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan kepuasan pasien di rumah sakit.
GAMBARAN TINGKAT KEPARAHAN GEJALA MENOPAUSE PADA WANITA MENGGUNAKAN MENOPAUSE RATING SCALE (MRS) Norfitri, Raihana; Zubaidah, Zubaidah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.249

Abstract

Pendahuluan: Menopause terjadi ketika seorang wanita tidak menstruasi selama satu tahun, ditandai dengan penurunan hormon estrogen yang memengaruhi kesehatan tubuh. Gejalanya mencakup keluhan vasomotor, psikologis, dan somatik yang bervariasi antara individu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keparahan gejala menopause pada wanita. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 60 wanita menopause di Desa Sungai Tuan Ulu yang diambil sebagai sampel dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Menopause Rating Scale (MRS) dan dianalisis secara deskriptif. Hasil: Hasil menunjukkan gejala vasomotor seperti muka memerah dan berkeringat dilaporkan sangat berat oleh 24 responden (38,4%). Keluhan psikologis, seperti rasa tertekan dan cemas, dominan pada tingkat berat oleh 20 responden (34%). Kelelahan fisik dan mental sering terjadi pada tingkat sangat berat pada 26 responden (43,2%). Keluhan somatik, termasuk kekeringan vagina dan masalah seksual, dilaporkan sangat berat oleh 28 responden (46,5%). Kesimpulan: Gejala menopause berupa keluhan vasomotor, psikologis, dan somatik sering dialami dengan tingkat keparahan berat hingga sangat berat. Saran: Perlunya edukasi oleh petugas kesehatan untuk membantu wanita menghadapi gejala menopause secara optimal.
HUBUNGAN DIET RENDAH SERAT DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN ANGKA KEJADIAN HIPERTENSI PADA DEWASA Dewanti, Nisa; Diana, Meli
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.254

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi disebut juga sebagai “the silent killer” karena pada awal perkembangan penyakit ini tidak menunjukkan gejala sehingga masyarakat tidak menyadarinya. Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit ini antara lain faktor genetik, meningkatnya usia, obesitas, kurangnya aktivitas fisik, diet rendah serat, dan konsumsi alkohol secara berlebihan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan diet rendah serat dan tingkat aktivitas fisik dengan angka kejadian hipertensi pada dewasa. Metode: Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan mengukur hubungan diet rendah erat dan aktivitas fisik terhadap angka kejadian hipertensi pada usia dewasa pada salah satu desa di Kota Kediri (n=49). Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner dan pemeriksaan tekanan darah. Data dianalisis dengan uji korelasi Fisher’s Exact Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan diet rendah serat dengan angka kejadian hipertensi (p = 0,003) dan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan angka kejadian hipertensi (p=0,000). Kesimpulan: Hubungan yang signifikan didapatkan antara kebiasaan diet rendah serat dan tingkat aktivitas fisik dengan angka kejadian hipertensi di usia dewasa. Saran: Penting memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat tentang manfaat diet tinggi serat dan aktivitas fisik untuk mencegah terjadinya hipertensi di usia dewasa.
PENGARUH REBUSAN DAUN SIRIH HIJAU TERHADAP PENCEGAHAN INFEKSI PERINEUM IBU POST PARTUM Nuri Husnalizat; Oktaviyana, Cut; Masthura, Syarifah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.257

Abstract

Pendahuluan: Perawatan perineum yang tidak benar dapat mengakibatkan kondisi perineum yang terkena lokhea dan lembab akan sangat menunjang perkembangbiakan bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya infeksi pada perineum. Infeksi tidak hanya menghambat proses penyembuhan luka tetapi dapat juga menyebabkan kerusakan pada jaringan sel maupun ke dalam luka. Tujuan: Mengidentifikasi penyembuhan luka perineum sebelum dan sesudah diberikan terapi air rebusan daun sirih hijau pada ibu post partum di RS Harapan Bunda Banda Aceh tahun 2024.  Metode:  Jenis penelitian quasy experiment, menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 15 orang. Uji instrumen menggunakan metode REEDA yaitu Redness, Echymosis, Edema, Discharge and Approximation. Hasil: Sebelum dilakukan intervensi, nilai redness: 0,603 dan edema: 0,514. Sedangkan sesudah dilakukan intervensi, nilai redness: 0,603 dan edema: 0,413, dengan p value = 0,000  yang berarti ada pengaruh rebusan daun sirih hijau terhadap pencegahan infeksi luka perineum. Kesimpulan: Ada pengaruh air rebusan daun sirih hijau terhadap penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum. Saran: Diharapkan penelitian ini dapat menjadi bahan masukan/informasi bagi tenaga kesehatan dalam mengaplikaskan air rebusan daun sirih hijau dalam pencegahan infeksi luka perineum pada ibu postpartum.
Kepatuhan Pengobatan Pasien HIV/AIDS dengan Kualitas Hidup dan Retensi Perawatan Raziansyah, Raziansyah; Pertiwi, Melinda Restu; Chairunnisa, Chairunnisa
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.259

Abstract

Pendahuluan: Penderita HIV memerlukan pengobatan Antiretroviral (ARV) untuk menurunkan jumlah virus agar tidak masuk ke stadium AIDS. Kepatuhan pengobatan pada pasien HIV/AIDS dapat meningkatkan kualitas hidup dan retensi perawatan. Tujuan: Penelitian bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan pengobatan pasien HIV/AIDS dengan kualitas hidup dan retensi perawatan di Poli VCT As-Syifa RSUD Ratu Zalecha Martapura. Metode: Desain kuantitatif yaitu cross sectional, populasi seluruh pasien HIV/AIDS yang berobat di Poli VCT RSUD Ratu Zalecha Martapura, sebanyak 168 responden, dengan sampel sebanyak 118 responden. Instrumen menggunakan kuesioner kepatuhan pengobatan kuesioner WHOQoL BREF untuk menilai kualitas hidup, dan kuesioner penilaian retensi perawatan, analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rho. Hasil: Uji statistik kepatuhan pengobatan  dengan kualitas hidup diperoleh P-value = 0,005 dimana nilai p value < α (0,05) dan kepatuhan pengobatan dengan retensi perawatan diperoleh P-value = 0,003 dimana nilai p value < α (0,05. Kesimpulan:  Ada hubungan signifikan antara kepatuhan pengobatan pasien HIV/AIDS dengan kualitas hidup dan retensi perawatan di Poli VCT As-Syifa RSUD Ratu Zalecha Martapura. Saran: Mengoptimalkan kepatuhan pengobatan dengan cara pendidikan kesehatan melalui Whatsapp.
PENGARUH MOBILISASI DINI TERHADAP INTENSITAS NYERI PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RUMAH SAKIT Oliza Uzlifatul; Oktaviyana, Cut; Nursaadah, Nursaadah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.260

Abstract

Pendahuluan: Proses  pembedahan  abdomen  menimbulkan  luka  dan memberikan dampak bagi ibu, dampak yang paling dirasakan adalah nyeri akut. Apabila nyeri pada ibu post sectio caesarea (Post SC) tidak teratasi dapat menyebabkan   berbagai masalah diantaranya terjadi limfopeni, leukositosis, takikardi, pernafasan menjadi dangkal, memperlambat  involusi  uteri,  dan  mempersulit  pemberian ASI. Pasien post SC memerlukan perawatan yang maksimal untuk mempercepat pengembalian fungsi tubuh, dengan pemberian intervensi mobilisasi dini. Latihan mobilisasi  dini dapat meningkatkan sirkulasi darah yang akan memicu penurunan nyeri. Tujuan: Mengetahui intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan intervensi mobilisasi dini pada pasien post SC di Ruang Gurami Rumah Sakit Teungku Fakinah Banda Aceh Tahun 2024. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan desain quasi eksperiment menggunakan teknik purposive sampling, sampel berjumlah 30 orang. Instrumen penelitian menggunakan numeric rating scale (NRS). Penelitian dilakukan tanggal 10 hingga 24 Mei 2024. Hasil: Ada pengaruh mobilisasi dini untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post SC dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Ada pengaruh mobilisasi dini untuk menurunkan intensitas nyeri pada pasien post SC di Ruang Gurami Rumah Sakit Teungku Fakinah Banda Aceh Tahun 2024. Saran: Diharapkan kepada responden agar melakukan mobilisasi dini untuk membantu meringankan nyeri yang dirasakan.
PENGARUH RELAKSASI BENSON TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DI PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA Ade Umaira Simahati; Iskandar, Iskandar; Nursaadah, Nursaadah
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.261

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu keadaan dimana tekanan darah melewati batas normal sistolik 140 mmHg atau lebih dan diastolik 90 mmHg atau lebih pada 2 kali pengukuran dalam waktu selang 2 menit. Salah satu terapi non farmakologi dalam menurunkan tekanan darah yaitu dengan teknik relaksasi benson.  Dengan metode relaksasi dapat mengontrol sistem saraf yang bermanfaat untukmenurunkan tekanan darah. Tujuan: untuk mengetahui tekanan darah sebelum dan sesudah diberikan terapi relaksasi benson pada pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas krueng barona jaya aceh besar tahun  2024.  Metode: jenis penelitian kuantitatif dengan desain penelitian adalah quasy experiment yang menggunakan  desain  one  group  pretest  and  posttest.  Teknik  yang  digunakan dalam pengambilan sampel adalah proposional random sampling yaitu pengambilan sampel yang dilakukan secara acak, jumlah  sampel  pada penelitian  ini berjumlah 15 orang. Hasil: sebelum teknik relaksasi benson diberikan 130/75 mmHg sampai 159/77 mmHg. Setelah diberikan teknik relaksasi benson menurun 130/60 mmHg sampai 158/75 mmHg, dengan nilai p= 0,001. Kesimpulan: ada pengaruh sebelum dan setelah diberikan  teknik relaksasi benson terhadap penurunan tekanan darah pasien hipertensi di wilayah kerja puskesmas krueng barona jaya aceh besar tahun  2024. Saran: peneliti mengharapkan kepada responden agar teknik relaksasi benson yang dilakukan dapat dilanjutkan untuk mengontrol tekanan darah.
PENGARUH POLA MAKAN, DURASI TIDUR DAN AKTIFITAS FISIK TERHADAP RESIKO HIPERTENSI DI PUSKESMAS LHOKNGA urnika khusna; Sartika, Dewi; Iskandar, Iskandar
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.262

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut. Faktor-faktor seperti pola makan, durasi tidur, dan aktivitas fisik dapat mempengaruhi risiko hipertensi pada lansia. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pola makan, durasi tidur, dan aktivitas fisik terhadap risiko penyakit hipertensi pada lansia. Metode: desain penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional. Populasi adalah lansia diatas 60 tahun yaitu sebanyak 1001 lansia. Teknik sampel menggunakan stratified random sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 72 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pengukuran tekanan darah. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil : ada pengaruh  pola makan, durasi tidur, dan aktifitas fisik terhadap resiko penyakit hipertensi pada lansia, dengan nilai P value = 0,024, meliputi pola makan(P value = 0,004), durasi tidur (P value = 0,012), aktifitas fisik (P value = 0,010) terhadap resiko penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Lhoknga  Kabupaten Aceh Besar. Kesimpulan: pnelitian ini dapat disimpulakan bahwa ada  resiko penyakit hipertensi pada lansia di Puskesmas Lhoknga  Kabupaten Aceh Besar dipengaruhi oleh pola makan, durasi tidur dan aktifitas fisik. Saran: kepada petugas puskesmas dapat mengedukasi lansia untuk membatasi asupan natrium (garam) karena terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, perbaiki pola tidur dan aktivitas ringan seperti senam pagi 30 menit perhari.
PENGARUH PENERAPAN AKUPRESURE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI DI SMA ABULYATAMA Suci Ananda; Nursaadah, Nursaadah; Oktaviyana, Cut
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.263

Abstract

Pendahuluan: angka kejadian dismenorea di Indonesia sebesar 64,25% yang terdiri dari dismenorea primer sebesar 54,89% dan dismenorea sekunder 9,36%, dimana terdapat 55% perempuan usia produktif yang tersiksa oleh nyeri selama menstruasi, walaupun umumnya tidak berbahaya namun sangat mengganggu bagi wanita yang mengalaminya. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh penerapan akupresure terhadap penurunan nyeri dismenorea pada remaja putri di SMA Abulyatama Kabupaten Aceh Besar. Metode: penelitian ini bersifat kuantitatif dengan jumlah populasi sebanyak 42 orang dan jumlah sampel sebanyak 20 orang remaja putri, teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Instrumen penelitian menggunakan Numerical Rating Scale (NRS). Penelitian dilakukan pada tanggal 5 Juli sampai 5 Agustus 2024. Analisis data menggunakan uji deskriptif dan uji T paired. Hasil: sebelum dilakukan akupresur rata-rata tingkat nyeri responden adalah 4,80, sedangkan setelah dilakukan akupresur rata-rata tingkat nyeri menjadi 3,05 dengan penurunan sebesar 1,75 dengan ρ value 0,000, artinya ada pengaruh akupresure terhadap nyeri dismenore pada remaja putri. Kesimpulan: menunjukkan bahwa ada pengaruh akupresure terhadap nyeri dismenore pada remaja putri. Saran: diharapkan bagi remaja putri untuk meningkatkan pengetahuan tentang dismenore dengan menggali informasi dari berbagai sumber terutama dari petugas kesehatan, sehingga dapat mengatasi nyeri haid secara mandiri dengan melakukan upaya penanganan secara non farmakologis dengan melakukan pijat akupresur.
Factors Associated with Compliance of Hypertension Treatment in the Elderly Njakatara, Umbu; Landi, Melkisedek; Abselian, Umbu Putal
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 12 No. 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v12i2.264

Abstract

Pendahuluan:  Hipertensi adalah kondisi ketika tekanan darah sistolik ≥140 mmHg dan/atau tekanan darah diastolik ≥90 mmHg. Hipertensi sampai sekarang masih merupakan masalah kesehatan yang serius dan sulit diketahui penyebabnya dan penderitanya paling banyak pada populasi lanjut usia (lansia). Kepatuhan  berobat  merupakan  faktor  penting dalam mengontrol tekanan darah terutama pada pasien hipertensi lansia. Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan pada lansia dengan hipertensi. Metode: Kuantitatif dengan desain cross-sectional. Analisis data secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 70 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner MMAS-8. Hasil: Responden patuh pada pengobatan sebanyak 59 orang (84%) dan 11 responden (16%) tidak patuh. Uji Chi-Square menunjukkan tidak ada hubungan antara umur, jenis kelamin, pendidikan terakhir, pekerjaan dan status pernikahan dengan kepatuhan pengobatan hipertensi. Kesimpulan: Sebagian besar lansia penderita hipertensi patuh dalam pengobatan hipertensi dan tidak ada hubungan karakteristik responden terhadap kepatuhan pengobatan hipertensi. Saran: Lansia penderita hipertensi harus mempertahankan kepatuhan pengobatan dan terus memelihara pola hidup sehat.