cover
Contact Name
Heryyanoor
Contact Email
heryyanoor-2011@stikesintanmartapura.ac.id
Phone
+6285248198872
Journal Mail Official
lppm@stikesintanmartapura.ac.id
Editorial Address
Jl. Samadi No.1 Rt.1 Rw.1 Kel. Jawa Martapura Kab. Banjar Kalimantan Selatan Telp./Fax : 0511-4721812
Location
Kab. banjar,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
ISSN : 23383534     EISSN : 28072693     DOI : 10.54004
Core Subject : Health, Education,
The scope of this journal is to publish research articles related to the health sector in general, especially health that leads to the community. This journal covers general health, namely nursing, hospital administration, midwifery, pharmacy, and other discussions related to the world of health.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Studi Komparasi Kebiasaaan Merokok Orang Tua Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Dalam Mencegah Perilaku MerokokStudi Komparasi Kebiasaaan Merokok Orang Tua Terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Dalam Mencegah Perilaku Merokok Hidayat, Taufik; Widniah, Any Zahrotul; Mahribdiani, Rizka
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.256

Abstract

Pendahuluan: Orang tua memiliki peran penting dalam membentuk perilaku anak di lingkungan keluarga. Pola perilaku orang tua, termasuk kebiasaan merokok, kerap menjadi panutan bagi anak. Kebiasaan merokok orang tua di rumah dapat memengaruhi pengetahuan dan sikap anak terhadap upaya pencegahan merokok. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kebiasaan merokok orang tua dengan pengetahuan dan sikap remaja terhadap pencegahan perilaku merokok. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif dengan pendekatan potong lintang. Subjek terdiri dari dua kelompok siswa kelas 6 sekolah dasar di Kabupaten Banjar, yaitu anak dari orang tua perokok (20 siswa) dan bukan perokok (13 siswa), yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner dengan masing-masing 10 item untuk variabel pengetahuan dan sikap. Hasil: Uji statistik menunjukkan nilai p = 0,295 untuk pengetahuan dan p = 0,590 untuk sikap, keduanya lebih besar dari alfa (0,05). Hal ini menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap remaja tentang pencegahan merokok dengan kebiasaan merokok orang tua. Kesimpulan: Kebiasaan merokok orang tua tidak berpengaruh signifikan terhadap pengetahuan dan sikap anak tentang pencegahan merokok. Saran: Diperlukan program promosi kesehatan berbasis multilevel yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
HUBUNGAN SOCIAL COMPARISON DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA AKHIR PENGGUNA INSTAGRAM DI PROGRAM SARJANA Fiki Rahmatul Ulya; Lestari, Dhian Ririn; Agianto, Agianto
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.268

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan media sosial khususnya Instagram bagi remaja akhir seperti mahasiswa dapat menyebabkan timbulnya kecemasan sosial. Salah satu faktor internal terhadap kecemasan sosial adalah social comparison. Tinggi rendahnya tingkat social comparison akan memengaruhi tingkat kecemasan sosial yang dialami mahasiswa. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan social comparison dengan kecemasan sosial pada remaja akhir pengguna Instagram di Program Sarjana Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat. Metode: Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional menggunakan teknik stratified random sampling pada 106 remaja di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat. Kuesioner yang digunakan yaitu The Iowa-Netherlands Comparison Orientation Measure (INCOM) dan Skala Kecemasan Sosial. Analisis data menggunakan uji Korelasi Pearson. Hasil: Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang lemah dan tidak signifikan antara social comparison terhadap kecemasan sosial remaja akhir di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat dengan p-value 0,945 dan r 0,007. Kesimpulan: Sebagian besar responden mengalami social comparison dan kecemasan sosial yang tinggi. Saran: Peneliti selanjutnya dapat melakukan pengembangan penelitian terkait faktor yang dapat menyebabkan kecemasan sosial pada mahasiswa serta dapat memilih desain penelitian yang lain seperti case study atau case control agar tingkat kecemasan sosial responden dapat diobservasi secara lebih mendalam.
HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN TINGKAT KOGNITIF LANSIA DI KECAMATAN SOLEAR TANGERANG Gulo, Marscylia; Sianturi, Sondang Ratnauli
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.280

Abstract

Pendahuluan: Tantangan yang sering dihadapi oleh lansia adalah penurunan fungsi kognitif, yang dapat menyebabkan disorientasi, gangguan bahasa, kebingungan, dan penurunan daya ingat yang signifikan. Aktivitas fisik memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan kognitif, karena dapat merangsang saraf dan meningkatkan aliran darah ke otak, memberikan nutrisi dan menjaga fungsi otak tetap optimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik lansia dengan tingkat kognitif. Metode: Penelitian ini dilakukan di Desa Munjul, Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang, pada bulan Maret–Mei 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan uji statistik Kendall’s Tau-B. Sampel terdiri dari 71 orang lansia yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Physical Activity Scale for the Elderly (PASE) dan Mini Mental State Examination (MMSE). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64,8% responden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan 93,0% memiliki tingkat kognitif yang baik. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan tingkat kognitif lansia dengan nilai ρ = 0,013 (< 0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dan tingkat kognitif pada lansia. Saran: keluarga dan lingkungan sekitar lansia secara aktif mendorong lansia agar rutin melakukan aktivitas fisik seperti senam, jalan pagi, atau aktivitas fisik lainnya guna menjaga dan meningkatkan fungsi kognitif.
POLA ASUH ORANG TUA MENCEGAH MASALAH MENTAL EMOSIONAL REMAJA AWAL Raziansyah, Raziansyah; Lani, Tiara; Silviah, Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.302

Abstract

Pendahuluan: Masalah mental emosional pada remaja yang tidak diselesaikan dengan baik berdampak negatif terhadap tahap perkembangan remaja. Penerapan pola asuh orang tua dalam keluarga dapat  mencegah masalah mental emosional remaja. Tujuan: untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan mental emosional remaja awal di MA Miftahul Khairiyah Cempaka. Metode: Studi korelasional kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 97 responden, sampel sama dengan jumlah populasi berjumlah 97 responden menggunakan total sampling.  Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pola asuh keluarga dan mental emosional remaja serta analisis data menggunakan uji chi-squere. Hasil: Pola asuh orang tua  mayoritas adalah pola asuh otoriter sebanyak 62,9 % dan mayoritas anak remaja dengan gangguan mental emosional sedang sebanyak 60,8%, terdapat hubungan antara pola asuh keluarga dengan mental emosional remaja dengan nilai p value = 0,001 <  α 0,05. Kesimpulan: Pola asuh orang tua yang tepat dapat mencegah masalah mental emosional remaja awal. Saran: Keluarga dalam menerapkan  pola asuh pada remaja dengan cara  menjalin komunikasi yang baik dalam mendidik remaja dan menjadikan anak lebih mandiri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya.
HUBUNGAN STRATEGI KOPING KELUARGA DENGAN KEMAMPUAN MERAWAT PASIEN GANGGUAN JIWADI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS ASTAMBUL Sitanggang, Yohana Agustina; Lani, Tiara
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.303

Abstract

Pendahuluan:Merawat penderita gangguan jiwa merupakan stressor bagi keluarga. Keluarga akan melakukan strategi koping dalam mengatasi stressor tersebut yang terbagi atas problem focused coping dan emotion focused coping. Tujuan: Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan strategi koping keluarga dengan kemampuan keluarga merawat pasien dengan gangguan jiwa di wilayah UPTD Puskesmas Astambul. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga yang mengalami gangguan jiwa di wilayah UPTD Puskesmas Astambul berjumlah 116 orang dan jumlah sampel penelitian berjumlah 54 responden dengan teknik sampling purposive sampling. Variabel penelitian terdiri dari variable independen  strategi koping keluarga dan variable dependen kemampuan merawat pasien gangguan jiwa. Pengumpulan data menggunakan kuesioner  Hasil: Didapatkan hasil strategi koping keluarga paling banyak adalah Problem focused coping sejumlah 31 orang (57,4%) dengan hasil uji analisis menggunakan spearman rank p-value sebesar = 0.736 (p>0.05) yang menunjukkan tidak ada hubungan  strategi koping keluarga dengan kemampuan merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa Kesimpulan: Strategi koping keluarga mayoritas pada problem focused coping dan kemampuan keluarga mayoritas dalam kategori cukup  dengan hasil uji analisis tidak ada hubungan strategi koping keluarga di wilayah UPTD Puskesmas  Astambul dengan Saran: Bagi keluarga agar dapat meningkatkan kemampuan merawat anggota keluarga dengan gangguan jiwa.
Analisis Perilaku Korban Bullying Terhadap Kemampuan Sosial Remaja Di Man 4 Banjar Lani, Tiara; Sitanggang, Yohana Agustina
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.304

Abstract

Pendahuluan: Bullying  merupakan perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Tujuan: penelitian ini untuk menganalisis perilaku mengenai pengetahuan, sikap, tindakan korban bullying  terhadap kemampuan sosial remaja di sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 4 Banjar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional, sampel penelitian sebanyak 72 responden dari keseluruhan jumlah populasi kelas X MAN 4 Banjar yang berjumlah 253 orang, teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan faktor yang berpengaruh terhadap kemampuan sosial pada remaja siswa MAN 4 Banjar adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan dengan nilai p < (0,05) dengan Uji Chi-Square Kesimpulan: kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh siswa berpengetahuan baik tentang bullying , sikap dan tindakan juga berpengaruh positif terhadap kemampuan sosial siswa.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG MENOPAUSE DENGAN KELUHAN SAAT MENOPAUSE Zubaidah, Zubaidah; Rusdiana, Rusdiana; Rusdi, Rusdi
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.305

Abstract

Pendahuluan: Menopause merupakan masa berakhirnya siklus menstruasi pada wanita berusiao > 40 tahun yang terjadi secara alamiah, dapat menyebabkan keluhan keluhan fisik, psikologis maupun seksual, dapat mengurangi kualitas hidup sehingga wanita yang menopause perlu mempunyai pengetahuan tentang menopause  secara menyeluruh. Tujuan Menganalisa hubungan pengetahuan ibu tentang menopause dengan keluhan saat menopause di wilayah Puskesmas Martapura Timur 2024. Metode: Desain penelitian kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah ibu berusia dari 40-59 tahun sudah menopause di wilayah kerja Puskesmas Martapura Timur berjumlah 120 orang, Sampel berjumlah 94 responden yang diambil dengan purposive sampling. Variabel berupa pengetahuan ibu tentang menopouse dan keluhan saat menopouse. Instrumen menggunakan kuesioner dengan analisis menggunakan uji Spearman rank test. Hasil: Pengetahuan ibu tentang menopouse baik sebeesar 27 responden (28,7%) dan kategori kurang baik berjumlah 35 responden (37,2%), sedengkan keluhan saat menopause menunjukkan bahwa ibu mempunyai keluhan berat 81 reponden (86,2%) dan keluhan ringan 13 responden (13,8). Hasil  uji  Spearman rank diperoleh nilai p-value 0,031<0,05 yang menunjukkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang menopause dengan keluhan saat menopause Kesimpulan: Wanita yang mengalami menopause dengan pengetahuan kurang akan mempunyai keluhan berat pada fisik, psikologis dan seksual.
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN DENGAN KEPUASAN PASIEN DI PUSKESMAS MEURAXA Irma Listika; Agustina, Agustina; Nazhira, Vera
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.308

Abstract

Pendahuluan : Kualitas pelayanan merupakan aspek yang sangat penting untuk diperhatikan dalam mencapai tujuan instansi penyedia layanan kesehatan. Berdasarkan data kunjungan pasien di poli umum Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh, terdapat penurunan jumlah kunjungan pasien setiap tahunnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas pelayanan kesehatan dan kepuasan pasien selama masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh pada tahun 2022. Metode: Desain penelitian yang digunakan bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri dari pasien yang berobat di poli umum Puskesmas Meuraxa, dengan total sebanyak 21.328 pasien. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode random sampling, dan data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan melalui wawancara. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya hubungan signifikan antara kehandalan (p = 0,003), daya tanggap (p = 0,028), jaminan (p = 0,005), kepedulian (p = 0,000), dan sarana fisik (p = 0,041) dengan kepuasan pasien. Kesimpulan: Berdasarkan temuan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa kelima variabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kepuasan pasien di Puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh pada tahun 2022.
HUBUNGAN POLA MAKAN DAN PERAN PETUGAS KESEHATAN DENGAN KEJADIAN PENYAKIT HIPERTENSI Noorhidayah, Noorhidayah; Elsi Setiandari Lely Octaviana; Amalia, Rizqi; Norfai, Norfai
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.312

Abstract

Pendahuluan: Pola makan berperan langsung terhadap pengaturan tekanan darah. Makanan yang dikonsumsi sehari-hari dapat menjadi pemicu atau pelindung terhadap penyakit hipertensi. Begitu juga peran Petugas kesehatan (dokter, perawat, bidan, nutrisionis) memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pengelolaan hipertensi. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola makan dan peran petugas kesehatan dengan kejadian penyakit hipertensi.  Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik korelasi dengan desain cross sectional dengan besar sampel 92 responden. Instrumen yang di gunakan  kuesioner pola makan dan peran petugas kesehatan. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian hipertensi pada responden sebagian besar dengan tekanan darah normal sebanyak 47 (51,1%) responden. Responden dengan pola makan baik dengan tekanan darah normal sebanyak 36 orang (64,3%), Peran Petugas Kesehatan berada pada kategori tinggi sebanyak 35 orang (63,6%). Ada hubungan pola makan dengan kejadian penyakit hipertensi dngan p-value 0,003 dan peran petugas dengan p-value 0,006. Kesimpulan: kesimpulan penelitian ini yaitu pola makan dan peran petugas kesehatan yang baik dapat menurunkan angka kejadian penyakit hipertensi di Puskesmas X. Saran: Diperlukan peran petugas kesehatan melalui suatu program edukasi penyuluhan kesehatan di masyarakat tentang hipertensi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan dan menjaga pola makan yang sehat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT TENTANG PIJAT TRADISIONAL Sukmawaty, Matini Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Insan Sehat
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/jikis.v13i1.313

Abstract

Pendahuluan: Data riset kesehatan menyatakan masyarakat Kalimantan Selatan memilih pengobatan tradisional dengan keterampilan tanpa alat termasuk pijat urut/baurut tradisional. Dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi keluhan penyakit, masyarakat juga harus memiliki pengetahuan dan kepercayaan agar pengobatan mendapatkan keberhasilan yang maksimal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan tingkat kepercayaan masyarakat tentang pijat tradisional di Kabupaten Tapin. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh warga di RT.16, dengan sampel sebanyak 50 orang yang dipilih melalui simple random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan tingkat kepercayaan, serta analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Uji korelasi Rank Spearman diperoleh nilai rho = 0,275 dengan P value = 0,012 (<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan dan tingkat kepercayaan. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kepercayaan masyarakat tentang pijat tradisional. Saran: Perlu dilakukan edukasi berkelanjutan agar masyarakat memiliki pengetahuan yang benar terkait praktik pijat tradisional, sehingga tingkat kepercayaan yang tumbuh didasarkan pada pemahaman yang rasional dan aman.