cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 468 Documents
Meta Analisis Komparatif Pengaruh Model Problem Based Learning dan Project Based Learning terhadap Kemampuan Berpikir Kritis pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Purbasari, Imaniar; Dzikrulloh, Mohammad Hilfi Azra; Ifada, Erika Nurul
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dan Project Based Learning (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar melalui pendekatan meta-analisis. Sebanyak 21 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria PRISMA dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak JASP dan Microsoft Excel. Dari total artikel, 13 membahas model PBL dan 8 membahas model PjBL. Hasil analisis menunjukkan bahwa model pembelajaran nonkonvensional secara keseluruhan memiliki mean effect size sebesar 1,504 yang tergolong dalam kategori efek sangat besar. Secara spesifik, model PBL memiliki mean effect size sebesar 1,700, lebih tinggi dibandingkan model PjBL yang memiliki mean effect size sebesar 1,191. Uji signifikansi menunjukkan perbedaan yang signifikan antar kedua model (p-value = 0,00147). Selain itu, uji heterogenitas menunjukkan variasi yang tinggi antar studi (I² = 91,478%), dan uji bias publikasi melalui fail-safe N menghasilkan nilai 3119 yang mengindikasikan bahwa hasil penelitian bebas dari bias publikasi. Dengan demikian, model PBL lebih direkomendasikan sebagai pendekatan utama dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPS di sekolah dasar, meskipun model PjBL tetap menjadi alternatif yang efektif sesuai konteks pembelajaran.
Tantangan dan Strategi Membangun Komunikasi Efektif melalui Literasi Sejarah di SMAN 1 Martapura Fitri Mardiani; Melisa Prawitasari; Sriwati Sriwati; Oktavian Hendra P.; Nelly Amelia; Muhammad Ikhsan hafidz
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3644

Abstract

Transformasi perspektif, dan akses pengetahuan di era digital menghadirkan tantangan tersendiri pada pembelajaran sejarah di sekolah. Pola komunikasi dan keaktifan peserta didik masih dinilai pasif. Maka, tanpa kemampuan literasi sejarah yang tepat, peserta didik berisiko pada misinformasi dan distorsi narasi sejarah yang ahistoris. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan, tantangan dan strategi guru dalam membangun komunikasi efektif melalui penguatan literasi sejarah di SMAN1 Martapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui studi dokumen, observasi, dan wawancara mendalam kepada guru dan peserta didik kelas XI dan XII. Uji keabsahan data melalui teknik triangulasi sumber dan waktu kemudian dianalisis secara deskriptif interpretatif dengan langkah reduksi, penyajian data, serta diakhiri dengan membuat simpulan. Hasil penelitian menunjukan, literasi sejarah di SMAN1 Martapura telah berjalan dengan baik dan diintegrasikan pada kegiatan intrakurikuler maupun kokurikuler seperti Jumat Literasi dan pojok literasi sejarah. Kendala yang ditemui ialah rendahnya minat baca, dominasi budaya populer Gen Z, serta beban administratif guru yang tinggi. Strategi yang dilakukan guru ialah pendekatan partisipatif dengan pemanfaatan media digital, pembelajaran berbasis proyek, serta eksplorasi sejarah lokal. Penguatan literasi sejarah sebagai sarana komunikasi edukatif memiliki implikasi luas bagi dunia pendidikan, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, kritis, dan sadar sejarah.
Kesiapan Mahasiswa Semester Akhir dalam Menyusun Skripsi di Era Digital: Analisis Aspek Kognitif, Afektif, Keterampilan, dan Faktor Pendukung Ana Merdekawati; Erma Suryani; Dina Elviana; Risnawati; Adelita, Adelita
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3695

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kesiapan mahasiswa semester akhir Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Samawa dalam menyusun skripsi, dengan fokus pada aspek kognitif, afektif, keterampilan, dan faktor pendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek 40 mahasiswa semester akhir. Instrumen utama berupa kuesioner skala Likert yang mengukur kesiapan kognitif (pemahaman metodologi penelitian dan substansi skripsi), kesiapan afektif (motivasi, minat, kepercayaan diri, dan kecemasan), kesiapan keterampilan (literasi digital, pencarian referensi, penulisan akademik, dan penggunaan perangkat lunak analisis data), serta faktor pendukung (dukungan pembimbing, ketersediaan sumber belajar, dan pemanfaatan teknologi). Data pendukung diperoleh melalui wawancara singkat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan kognitif mahasiswa umumnya berada pada kategori cukup baik, sedangkan aspek afektif masih beragam; sebagian mahasiswa tetap termotivasi namun mengalami kecemasan yang menghambat proses penulisan. Pada aspek keterampilan, mahasiswa menguasai penulisan dasar tetapi masih mengalami kendala dalam penerapan teori dan penggunaan alat analisis. Faktor pendukung, terutama dukungan dosen pembimbing serta akses sumber belajar dan teknologi, berkontribusi positif terhadap kesiapan mahasiswa menyelesaikan skripsi.
Fenomena Pernikahan Generasi Z di KUA (Studi Antropologi Tentang Perubahan Tradisi Pernikahan di Kalangan Muda Indonesia) Sofia Kusumaaningrum; Mohamad Abdun Nasir; Saprudin Syarif
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3709

Abstract

Pernikahan Generasi Z di Kantor Urusan Agama (KUA) menjadi sorotan karena dianggap lebih sederhana, praktis, dan hemat biaya dibandingkan pernikahan konvensional yang penuh ritual. Keputusan ini menunjukkan bagaimana mereka menavigasi antara nilai budaya, agama, hukum negara, dan kebutuhan ekonomi. Dari perspektif antropologi, perubahan dalam tradisi, simbolisme, dan praktik pernikahan ini menunjukkan adaptasi budaya yang menarik untuk dipelajari. Hal ini terutama berkaitan dengan fungsi Kantor Urusan Agama Islam (KUA) sebagai lembaga negara yang mencatat dan mengawasi pernikahan umat Islam di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis fenomena pernikahan Generasi Z di KUA dari persepektif antropologi, serta mengindentifikasi faktor-faktor yang mendorong pilihan tersebut dan memahami perubahan makna, nilai, serta praktik pernikahan di kalangan generasi muda indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kalitatif deskriptif dengan istrumen penelitian berupa observasi lapangan, wawancara mendalam dan dokumentasi sebagai sumber data utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pernikahan di KUA biasanya meninggalkan banyak ritual adat dan elemen komunal serta menekankan aspek relasional (hubungan pasangan) dan pragmatis (legalitas dan efisiensi). Ini menunjukkan bahwa nilai- nilai pernikahan berubah dari kolektivisme ke individualisme. Dan secara antropologis, fenomena ini menunjukkan dinamika transformasi sosial dan budaya yang disebabkan oleh modernitas dan globalisasi. Nilai-nilai global seperti rasionalitas dan individualisme dikombinasikan dengan nilai-nilai lokal seperti agama, tradisi, dan peran institusi negara membuat pilihan Gen Z untuk menikah di KUA.
Pengembangan Modul Mitigasi Bencana Berbasis Nilai Ngaha Aina Ngoho Pada Sekolah Menengah Atas Roni Irawan; Sulfahri, Sulfahri; Tati Haryati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3610

Abstract

Tujuan Penelitian ini yaitu; 1) Mendeskripsikan tahapan pengembangan Modul Mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas; 2) Mengidentifikasi kelayakan dan kepraktisan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho pada Sekolah Menengah Atas. Metode yang digunakan yaitu penelitian dan pengembangan (R&D) menggunakan model 4 D. modul mitigasi berbasis kearifan lokal ngaha aina ngoho ini, dikembangkan melalui 4 tahapan, yaitu; 1) Pendefinisian; 2) Perancangan; 3) Pengembangan, dan; 4) Penyebaran. Hasil pengembangan modul mitigasi bencana berbasis nilai ngaha aina ngoho dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk diintegrasikan dalam pembelajaran, karena memperolehan skor rata-rata hasil validasi ahli sebesar 83,33% dan skor rata-rata hasil uji kepraktisan sebesar 81,84%. Apabila rata-rata perolehan skor penilaian >80 atau ≤100, artinya berkategori sangat valid dan sangat praktis. Modul ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana, tetapi juga menanamkan nilai kearifan lokal yang penting untuk membentuk sikap tangguh, peduli, dan gotong royong dalam menghadapi ancaman bencana. Nilai penting yang diharapkan dari hasil pengembangan modul ini, yaitu menumbuhkan kesadaran Masyarakat sejak dini untuk memegang teguh nilai ngaha aina ngoho, sebagai filosofi budaya yang menyisyaratkan sikap bijak dalam pemanfaatan hutan dan pegunungan, dan tidak boleh dieksploitasi habis-habisan, demi keberlangsungan ekosistem dan kehidupan generasi mendatang.
Penguatan Kompetensi Sosial Emosional Guru melalui Lesson Study Berbasis Komik Satua Bali Augmented Reality di Gugus V Kecamatan Penebel Luh Sri Surya Wisma Jayanti; Luh Putu Sri Lestari; Ida Ayu Sukma Wirani
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3653

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kegelisahan akademik terkait rendahnya Kompetensi Sosial Emosional (SEL) pada 56% guru di Sekolah Dasar mitra, yang berdampak pada rendahnya ketahanmalangan (resilience) belajar siswa. Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas Lesson Study sebagai strategi pengembangan profesional yang berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi SEL guru melalui kreasi media Komik Satua Bali Augmented Reality (AR). Penelitian kualitatif ini menggunakan desain Lesson Study (Plan-Do-See) yang melibatkan 25 guru di Gugus V Kecamatan Penebel, Tabanan. Data dikumpulkan melalui pre-test/post-test untuk mengukur pemahaman SEL, observasi implementasi, dan penilaian produk (Komik AR dan perangkat pembelajaran). Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan Kompetensi SEL guru ke kategori Sangat Baik (nilai > 90%) pasca intervensi. Lesson Study terbukti efektif sebagai platform kolaboratif yang berhasil memfasilitasi guru menciptakan enam media Komik AR dan tiga perangkat pembelajaran SEL yang inovatif. Model terintegrasi ini merupakan best practice untuk pengembangan profesional yang kontekstual, berhasil meningkatkan kompetensi SEL dan keterampilan TPACK guru, sekaligus menumbuhkan budaya literasi dan resilience siswa melalui pemanfaatan kearifan lokal.
Makna Filosofis Patung Baluntang bagi Masyarakat Dayak Ma’anyan di Desa Warukin Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Maria Margaretha Vicitta W. N. Sogen; Bambang Subiyakto; Sriwati, Sriwati
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3660

Abstract

Penelitian ini membahas makna filosofis Patung Baluntang bagi masyarakat Dayak Ma’anyan di Desa Warukin, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Patung ini tidak hanya berfungsi sebagai karya seni, tetapi juga sebagai simbol identitas budaya dan penghormatan kepada leluhur. Melalui upacara Mambuntang, patung ini menguatkan hubungan sosial dan spiritual dalam komunitas. Namun, pelestariannya menghadapi banyak tantangan, seperti modernisasi, pengaruh budaya asing, dan penurunan pelaksanaan upacara tradisional akibat pergeseran agama. Selain itu, pencurian patung juga menjadi masalah, menyebabkan jumlah dan pemahaman masyarakat tentang maknanya berkurang. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan mengumpulkan data melalui wawancara dengan anggota masyarakat dan observasi langsung. Hasil menunjukkan bahwa untuk memastikan Patung Baluntang tetap ada, perlu ada partisipasi aktif dari generasi muda dan dukungan dari pemerintah desa. Dengan edukasi dan kegiatan budaya, generasi muda dapat diajak untuk memahami pentingnya warisan budaya ini, sehingga Patung Baluntang tetap relevan dan dihargai di tengah perkembangan zaman.
Peran Media Sosial dalam Mencegah Bahaya Radikalisme di Kalangan Generasi Muda Teresia Anin; Anjulin Yonathan Kamlasi; Fredik Lambertus Kollo; Triyanti Gloria Dubu; Eroi Marten Selan; Dedi Riwu
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3667

Abstract

Radikalisme menjadi fenomena global yang mengancam stabilitas sosial, politik, dan keamanan, termasuk di Indonesia. Generasi muda sebagai kelompok yang aktif di dunia digital menjadi sasaran empuk penyebaran ideologi radikal melalui media sosial. Masifnya perkembangan teknologi informasi mempercepat penyebaran paham radikal melalui konten-konten provokatif yang dikemas secara kreatif dan persuasif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial dalam mencegah bahaya radikalisme di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder seperti buku, artikel jurnal, dokumen pemerintah, dan laporan penelitian yang relevan, kemudian dianalisis secara deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran strategis sebagai instrumen pencegahan radikalisme melalui penyebaran narasi tandingan yang positif, kreatif, dan kontekstual. Strategi kontra-narasi efektif dilakukan dengan memproduksi konten yang menonjolkan nilai toleransi, kebinekaan, dan nasionalisme, disertai peningkatan literasi digital generasi muda agar mampu menyaring informasi secara kritis. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah, akademisi, tokoh agama, komunitas digital, dan influencer menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bebas dari pengaruh ideologi radikal. Oleh karena itu, optimalisasi media sosial yang berbasis edukasi dan kolaborasi lintas aktor menjadi langkah strategis dalam memperkuat daya tahan generasi muda terhadap ancaman radikalisme.
Implementasi Nilai Pendidikan Toleransi dalam Animasi Frozen Seasoon II terhadap Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Dasar Hilaliyatul Fithriyah; Hariri Ubaidillah; Dewi Kamalia; Hemayatul Kubroh; Framz Hardiansyah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3678

Abstract

Penelitian ini memeliki tujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai toleransi ‎yang terkandung dalam film animasi Frozen Season II. Metode yang digunakan yaitu ‎kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif deskriptif dengan mengacu pada model Miles dan Huberman. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Pada tahap reduksi data, peneliti memilih, memfokuskan, dan menyederhanakan data yang diperoleh dari hasil analisis animasi Frozen Season II, observasi, wawancara, dan dokumentasi yang berkaitan dengan nilai pendidikan toleransi dan pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Tahap penyajian data dilakukan dengan menyusun data dalam bentuk uraian naratif, tabel, atau matriks yang menggambarkan nilai-nilai toleransi yang terdapat dalam animasi serta implementasinya dalam perilaku siswa. Selanjutnya, tahap penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan untuk merumuskan makna dan pola yang muncul dari data, sehingga diperoleh kesimpulan yang valid mengenai implementasi nilai pendidikan toleransi dalam animasi Frozen Season II terhadap pembentukan karakter siswa sekolah dasar. Hasil ‎penelitian menunjukkan bahwa Frozen Season II mengandung pesan-pesan moral ‎yang kuat dan relevan, terutama dalam membentuk karakter anak yang toleran, ‎empatik, dan mampu hidup harmonis di tengah keberagaman. Film ini menunjukkan ‎bagaimana karakter utama menghadapi perbedaan budaya, sejarah, dan konflik ‎antar kelompok dengan cara damai dan bijaksana. Temuan ini menunjukkan bahwa ‎media animasi dapat menjadi sarana edukatif dalam pendidikan karakter, khususnya ‎dalam penanaman nilai-nilai toleransi kepada anak-anak
Integrasi Ekspektasi Rasional dalam Model Konsumsi Rumah Tangga: Sebuah Studi Simulasi terhadap Efektivitas Kebijakan Fiskal Iksan, Muhammad; Batulante, Arbi; Pebriana, Yeri; Mahdalena
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3692

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana kerangka ekspektasi rasional dapat diintegrasikan ke dalam model konsumsi rumah tangga guna menilai efektivitas kebijakan fiskal dalam menjaga stabilitas makroekonomi. Melalui pendekatan analisis berbasis simulasi, studi ini menelusuri bagaimana perkiraan masyarakat mengenai pendapatan masa depan serta penyesuaian kebijakan fiskal pemerintah memengaruhi pola konsumsi selama periode berjalan.Selain itu, hasil penelitian menegaskan bahwa kebijakan fiskal memiliki pengaruh yang lebih efektif ketika proses pembentukan ekspektasi dimodelkan secara rasional, karena rumah tangga menyesuaikan keputusan konsumsi dengan mempertimbangkan perubahan kondisi ekonomi di masa depan. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa data makroekonomi sekunder yang meliputi variabel konsumsi, pendapatan, serta indikator kebijakan fiskal, sedangkan teknik analisis data diterapkan melalui proses simulasi model dan kalibrasi parameter untuk mengkaji dinamika respons konsumsi terhadap perubahan kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan konsumsi yang dibentuk oleh ekspektasi rasional memainkan peran penting dalam memodulasi mekanisme transmisi kebijakan fiskal. Ketika rumah tangga memprediksi adanya perubahan pada pendapatan atau belanja publik, mereka cenderung menyesuaikan konsumsi jangka pendek secara proporsional. Temuan ini menegaskan landasan teoritis yang dikembangkan oleh Muth dan Lucas bahwa pelaku ekonomi secara sistematis mengolah informasi prospektif dalam pengambilan keputusan saat ini. Dengan demikian, teori ekspektasi rasional dipastikan menjadi instrumen penting untuk memahami kredibilitas kebijakan fiskal serta implikasinya terhadap kestabilan makroekonomi dalam jangka panjang.