cover
Contact Name
Zuriatin
Contact Email
jurnalipstsb@gmail.com
Phone
+6285205393336
Journal Mail Official
kampustsb@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan Taman Siswa No. 1 Palibelo, Bima, NTB 84173
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JURNAL PENDIDIKAN IPS
Published by STKIP Taman Siswa Bima
ISSN : 20880308     EISSN : 26850141     DOI : https://doi.org/10.37630/jpi
Jurnal Pendidikan IPS STKIP Taman Siswa Bima adalah jurnal penelitian peer-review, akses terbuka berkualitas tinggi yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Taman Siswa Bima (LPPM STKIP Tamsis Bima). Jurnal ini menyediakan platform sebagai sarana bagi peneliti, akademisi, praktisi dan profesional untuk mempublikasikan hasil penelitian. Fokus dan lingkup penulisan (Focus & Scope) dalam Jurnal Pendidikan IPS meliputi: 1. Ilmu Sosial dan Pendidikan Ilmu Sosial 2. Sejarah dan Pendidikan Sejarah 3. Ekonomi dan Pendidikan Ekonomi 4. Geografi dan Pendidikan Geografi 5. Sosiologi dan Pendidikan Sosiologi 6. Ilmu Hukum dan Humaniora
Articles 468 Documents
Analisis Interaksionisme Simbolik atas Gelar Songo di Desa Glagah Banyuwangi Alya Safira; Agus Machfud Fauzi; Putri Dwi Permata Indah
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3543

Abstract

Gelar Songo merupakan tradisi yang dilakukan setiap 9 Muharrom oleh warga Desa Glagah, Kota Banyuwangi, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT dan penghormatan kepada leluhur atas berkah desa yang telah diwariskan turun-temurun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi yang memanfaatkan purposive sampling sebagai sarana pengambilan sampel. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam bersama beberapa pemangku kepentingan, yaitu ketua adat, kepala desa, tokoh agama, dan salah satu warga lokal sebagai saksi yang berpengalaman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman yang melewati tiga tahapan yaitu, proses reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teori interaksionisme simbolik oleh George Herbert Mead juga digunakan sebagai dasar penelitian untuk menjelaskan makna simbolis dari tradisi Gelar Songo. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana Gelar Songo dapat diterima oleh masyarakat secara sukarela dan menghasilkan makna simbolis di tiap prosesinya. Hasil penelitian ini yaitu Gelar Songo bukan sekadar ritual simbolis, tetapi adat istiadat yang hidup melalui interaksi sehari-hari menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjaga tradisi budaya tetap hidup sambil beradaptasi dengan zaman baru. Selain berfungsi sebagai alat mengekspresikan rasa syukur, Gelar Songo juga mendorong keharmonisan nilai-nilai adat dan agama.
Kesenjangan Digital dan Pemanfaatan AI Sebagai Tantangan Pendidikan Bagi Generasi Milenial di Era Society 5.0 Laily Yunita Susanti; Safira Nurmalinda Rahmadita; Frista Nova Ayuningtyas
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesenjangan digital dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama. Fokus penelitian diarahkan ada dua sekolah dengan karakteristik berbeda di Kabupaten Jember yaitu SMP Al-Furqan dan MTs Hasanuddin untuk menegaskan relevansi tematik terkait ketimpangan akses, fasilitas, dan kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Al-Furqan memiliki infrastruktur digital yang lebih unggul, seperti koneksi internet stabil, perangkat yang memadai, serta sistem administrasi berbasis teknologi. Namun, pemanfaatan AI belum optimal karena minimnya pelatihan dan rendahnya pemahaman konseptual guru mengenai AI. Sebaliknya, MTs Hasanuddin menghadapi kendala serius berupa keterbatasan perangkat, akses internet yang tidak stabil, serta belum adanya kebijakan internal yang mendukung inovasi digital. Guru pada kedua sekolah umumnya belum memperoleh pelatihan khusus terkait implementasi AI, sehingga pemanfaatannya dalam pembelajaran masih berada pada tahap sangat dasar. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi terhadap teknologi, tetapi terbatas oleh minimnya fasilitas pendukung. Temuan ini menegaskan bahwa kesenjangan digital bukan sekadar persoalan ketersediaan perangkat dan jaringan, tetapi juga keterkaitan antara literasi digital, kesiapan guru, serta dukungan kebijakan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan intervensi yang terstruktur dan berkelanjutan untuk memperkuat pemerataan akses, meningkatkan kapasitas pendidik, dan mendorong integrasi teknologi khususnya AI secara lebih inklusif dan berkeadilan di lingkungan pendidikan.
Development of A Bima Local History Module Based on Study Tours in Local Course Learning for High School Students Syahbuddin, Syahbuddin; Tati Haryati; Hidayat, A. Gafar
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3584

Abstract

Local content learning in schools does not adequately showcase insights into historical artifacts. Therefore, it is necessary to develop a local history module with a study tour/field trip design, so that students not only understand the material but also visit places with historical artifacts in Bima. The objectives of this research are: 1) to describe the stages of developing a study tour-based Bima local history module; 2) to test the feasibility and practicality of the study tour-based Bima local history module in local content learning. The method used is the research and development (R&D) 4 D Model, namely: Define, Design, Develop, and Disseminate. Based on the results of the research, the average score obtained from the validator is 80.5%, with a very valid/feasible category. Covering material, learning presentation, language, design appearance. Furthermore, in terms of practicality, an average value of 80.6% was obtained. Thus, the module is easy for teachers and students to use. In addition, it provides guidance on the implementation of study tours, so that students can be directly involved in study tour activities. However, the problem of direct visit times to local historical objects is less supportive when learning takes place; for this reason, this module is equipped with virtual images that represent local historical artifacts.
Implementasi Kebijakan Penanggulangan Pengemis di Kota Mataram Lina Rahmayani; Yuliatin, Yuliatin; Sawaludin, Sawaludin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3597

Abstract

Fenomena keberadaan pengemis di Kota Mataram masih menjadi persoalan sosial yang kompleks. Meskipun pemerintah daerah telah menerbitkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 tentang Penanggulangan Anak Jalanan, Gelandangan, dan Pengemis, praktik mengemis masih sering dijumpai di berbagai titik strategis kota. Kondisi ini menunjukkan adanya tantangan dalam implementasi kebijakan, baik dari sisi penegakan, pembinaan, maupun partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kebijakan penanggulangan pengemis di Kota Mataram berdasarkan Peraturan Daerah No. 5 Tahun 2012 serta dampaknya terhadap ketertiban sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling. Informan penelitian terdiri dari aparat pelaksana (Satpol PP dan Dinas Sosial), tokoh masyarakat, dan pengemis. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan dilaksanakan melalui penertiban dan razia rutin, pengembalian pengemis ke keluarga dan masyarakat, pemberian bantuan sosial dan pembinaan keterampilan, serta rehabilitasi sosial melalui penampungan sementara. Implementasi kebijakan ini berdampak pada berkurangnya jumlah pengemis di titik strategis, meningkatnya kesadaran masyarakat, dan adanya upaya pemulihan sosial, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulannya, kebijakan ini berkontribusi terhadap ketertiban umum dan kesejahteraan sosial, namun masih memerlukan optimalisasi.
Pemanfaatan Media Sosial Dikalangan Mahasiswa PGMI Nur Elisa Addina; Nida Murwandini; Anis Fatkhulilah; Takiddin, Takiddin
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) memanfaatkan media sosial serta efek yang ditimbulkannya, baik yang positif maupun negatif, terhadap proses pembelajaran. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan deskriptif, dan teknik pengumpulan datanya meliputi observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan survei menggunakan Google Form. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa mahasiswa PGMI secara aktif memanfaatkan media sosial seperti WhatsApp, TikTok, dan Instagram untuk mendukung kegiatan akademik mereka, termasuk dalam hal diskusi kelompok, berbagi materi pendidikan, dan mengakses sumber belajar. Media sosial dianggap sangat membantu dalam mendapatkan informasi, menjalin koneksi, serta meningkatkan kreativitas para mahasiswa. Walaupun demikian, terdapat pula beberapa dampak negatif seperti gangguan pada konsentrasi belajar, kecanduan, penyebaran informasi palsu, serta berkurangnya motivasi dan disiplin akademik. Berdasarkan hasil yang ditemukan, penelitian ini merekomendasikan agar penggunaan media sosial dilakukan secara bijak, misalnya dengan membatasi waktu pemakaian, mengikuti akun-akun yang bersifat edukatif, serta menggunakan media sosial sebagai alat untuk pengembangan diri dan komunitas pembelajaran. Penggunaan media sosial secara maksimal dapat mendukung pengembangan kompetensi calon guru yang adaptif, kritis, dan paham teknologi.
Implementasi Project Based Learning Berbasis Assemblr Edu dalam Membentuk Kreativitas Peserta Didik Kelas VII Mata Pelajaran IPS di SMP Shefira Ninda Kurnia; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali Imron; Katon, Katon
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3556

Abstract

Model pembelajaran project based learning adalah pembelajaran yang inovatif dan berorientasi pada peserta didik, karena melibatkan peserta didik dalam kegiatan belajar untuk menciptakan proyek sebagai inti proses pembelajaran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari permasalahan kurangnya kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPS yang diakibatkan oleh model pembelajaran konvensional, kondisi tersebut mendorong adanya inovasi pembelajaran. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menggali bagaimana implementasi model project based learning berbasis assemblr edu dapat membentuk kreativitas peserta didik dalam pembelajaran IPS kelas VII di SMPN 2 Taman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model PjBL berbasis Assemblr Edu mampu meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran IPS. Melalui kegiatan proyek dengan memanfaatkan teknologi dari aplikasi Assemblr Edu, peserta didik menjadi lebih antusias, inovatif, dan terampil dalam menciptakan produk pembelajaran digital yang kontekstual dan menarik. Implementasi model ini juga memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pembelajaran berbasis teknologi di sekolah menengah pertama.
Pengaruh Penggunaan Media Kahoot Berbasis Kearifan Lokal terhadap Motivasi Belajar dalam Pembelajaran IPS di SMPN 2 Buduran. Rosa Yanuar Widiyanto; Sugiantoro, Sugiantoro; Ali Imron; Katon Galih Setyawan
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3557

Abstract

Penelitian ini tujuannya untuk mengetahui pengaruh penggunaan media Kahoot yang berbasis kearifan lokal terhadap motivasi belajar didalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di SMPN 2 Buduran. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kondisi motivasi belajar yang rendah, sehingga dibutuhkan pembelajaran yang lebih menarik dan sesuai budaya lokal. Penelitian ini memakai desain quasi eksperimen yang dibagikan pada dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan eksperimen. Kelompok eksperimen berjumlah 32 di mana menerima pembelajaran pada kuis Kahoot yang berisi materi berbasis kearifan lokal berupa tradisi Nyadran, sementara kelompok kontrol berjumlah 32 di mana memakai kuis Kahoot dengan materi umum. Data yang dikumpulkan diperoleh dari kuesioner motivasi belajar yang diberi sebelum dan sesudah pembelajaran, kemudian dianalisis dengan uji validitas, reliabilitas, normalitas, uji-t independen, serta skor n-gain. Hasil penelitian memberi petunjuk jika penggunaan media Kahoot yang berbasis kearifan lokal bisa meningkatkan motivasi belajar peserta didik secara signifikan dibandingkan dengan penggunaan media Kahoot dengan konten kuis biasa atau secara umum. Temuan ini memberi petunjuk jika menyisipkan konten kearifan lokal ke didalam pembelajaran digital dapat menjadi cara yang efektif dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik terutama dalam konteks sosial dan budaya mereka.
Pemanfaatan Museum Loka Budaya Sebagai Sumber Belajar Kontekstual pada Mata Kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Cenderawasih Megiridha Loppies; Muhammad Aqil
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3591

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya inovasi dalam pembelajaran di perguruan tinggi yang tidak hanya berorientasi pada teks tetapi juga dapat memanfaatkan sumber belajar yang kontekstual dan berbasis kearifan lokal. Museum sebagai lembaga pelestari warisan budaya sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai sumber belajar yang dapat mendukung capaian pembelajaran pada mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih (UNCEN) merupakah salah satu museum pendidikan tertua di Tanah Papua yang menyimpan koleksi benda-benda Etnografi dan Sejarah Lokal yang merepresentasikan keragaman budaya serta dinamika masyarakat Papua. Namun demikian, pemanfaatannya sebagai sumber belajar di lingkungan akademik masih belum optimal atau cenderung sporadis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pemanfaatan budaya lokal Papua pada museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih sebagai sumber belajar mata kuliah Sejarah dan Usaha Pariwisata di Program Studi Pendidikan Sejarah, Universitas Cenderawasih. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung ke museum, wawancara, dan dokumentasi terhadap aktivitas mahasiswa yang terlibat dalam pembelajaran di museum. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan menekankan triangulasi sumber untuk menjamin validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik pemanfaatan situs budaya lokal Papua pada Museum Loka Budaya UNCEN telah dilakukan melalui kegiatan kunjungan lapangan, observasi koleksi, penyusunan laporan dan pembuatan video wisata edukatif berbasis budaya lokal. Koleksi museum yang mencakup artefak arkeologi, benda-benda upacara tradisional, alat-alat musik, mas kawin serta benda-benda peralatan hidup masyarakat Papua terbukti relevan dengan kompetensi mata kuliah sejarah dan usaha pariwisata yang menekankan keterpaduan antara aspek historis dan potensi wisata budaya Papua. Pembelajaran di museum memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan bermakna bagi mahasiswa, menumbuhkan apresiasi terhadap warisan budaya lokal, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif dalam merancang produk-produk wisata berbasis sejarah budaya lokal. Meskipun demikian, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan akses ke sumber referensi lokal yang memadai, namun dapat diatasi dengan penggunaan sumber-sumber sekunder dari buku maupun jurnal ilmiah yang relevan dengan materi pada pembelajaran tersebut.
Efektivitas Media Loose Part dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Dwi Ardiyanti; Sudarti, Sudarti; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3608

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas penggunaan media loose parts dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia dini di PAUD Cahaya Kalbu. Studi ini didasarkan pada pentingnya stimulasi motorik halus bagi anak usia 5–6 tahun, yang sangat dibutuhkan sebagai kesiapan menulis, kemampuan menggunting, serta berbagai aktivitas sehari-hari lainnya. Dalam praktik pembelajaran, penggunaan media yang beragam diperlukan untuk menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Media loose parts menjadi salah satu alternatif karena fleksibel, mudah ditemukan, serta mampu mendukung kreativitas dan koordinasi motorik anak. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kuasi-eksperimental melalui desain one-group pretest–posttest. Subjek penelitian terdiri dari 20 anak kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 61,25 pada saat pretest menjadi 84,75 pada posttest. Uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (α < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah perlakuan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa media loose parts efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi positif bagi lembaga pendidikan dalam merancang strategi pembelajaran yang menarik dan mendukung perkembangan anak secara optimal.
Peran Konten Keagamaan di Media Sosial dalam Membentuk Sikap Toleransi Antarumat Beragama pada Generasi Z Dhimas Arya Saputra; Eva Dwi Yanti; Noor Saidatul Hidayah; Muhammad Kafiyuddin; Isma Khoiriyah; Yusuf Falaq
JURNAL PENDIDIKAN IPS Vol. 15 No. 4 (2025): JURNAL PENDIDIKAN IPS
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpi.v15i4.3631

Abstract

Generasi Z sebagai kelompok digital natives banyak mengakses konten keagamaan melalui platform seperti TikTok, Instagram, dan YouTube. Konten tersebut hadir dalam dua bentuk utama, yakni konten inklusif yang meneguhkan nilai toleransi serta konten eksklusif yang berpotensi menumbuhkan sikap intoleran. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana konten keagamaan di media sosial berperan dalam membentuk sikap toleransi antarumat beragama pada Generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif berbasis systematic literature review dengan mengkaji berbagai data sekunder dari publikasi ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman keagamaan Generasi Z melalui proses mediatisasi agama. Konten inklusif ditampilkan secara ringkas, visual, menggunakan bahasa populer, dan menekankan nilai kemanusiaan universal. Konten eksklusif cenderung memakai narasi dikotomis, membangun framing “kami vs. mereka”, serta menampilkan potongan pesan yang kurang kontekstual. Faktor utama yang menentukan pengaruh konten tersebut adalah literasi digital dan literasi keagamaan, yang membantu Generasi Z bersikap kritis terhadap algoritma dan echo chamber, sehingga mampu memilih konten moderat dan mengembangkan sikap toleran. Keterbatasan penelitian ini terletak pada penggunaan data sekunder, sehingga penelitian berikutnya dianjurkan untuk melibatkan data primer melalui wawancara mendalam guna memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.