cover
Contact Name
Muhammad Istiqlal
Contact Email
m.istiqlal@gmail.com
Phone
+6285729356143
Journal Mail Official
m.istiqlal@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Sholeh Km. 04, RT.002 RW.001,Dsn.Bandungan,Ds. Gedangan,Kec. Tuntang, Semarang 50773
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 27459985     DOI : https://doi.org/10.35672/afeksi.v2i2.28
Core Subject : Education, Social,
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan is one of the media for dissemination of information research results in the field of education which aims to communicate the various results of studies that can serve as the basis of scientific development to create educational innovation that emphasized on improving the quality of education. Afeksi is published by Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran in corporate with Mahfud Ridwan Institute.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 3 (2026)" : 15 Documents clear
Technology-Based Islamic Religious Education Policy: a Regulatory Study af Madrasahs and Schools in Indonesia Satrisno, Hengki; Amin, Alfauzan; Zubaedi, Zubaedi; Rohimin, Rohimin; Nur Hidayat, Wildan
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.904

Abstract

This study examines the regulatory framework and implementation of technology-based Islamic Religious Education (IRE) policies in madrasahs and schools in Indonesia. A qualitative approach with a normative–empirical design is employed to analyze policy documents, educational regulations, and relevant scholarly literature. Findings indicate that government policies have increasingly emphasized digital transformation, integration of information and communication technology, and the development of teacher digital competencies within Islamic education. Regulatory structures demonstrate a dual governance system between madrasahs and general schools, which influences policy interpretation and implementation across institutions. Implementation challenges include disparities in infrastructure, limited digital readiness among educators, and inconsistencies in curriculum adaptation. Policy gaps are also identified in coordination between governing bodies and in the operationalization of digital governance systems. Effective implementation requires stronger institutional support, capacity building, and alignment between technological innovation and Islamic educational values. The study concludes that technology-based IRE policy plays a strategic role in enhancing educational quality, but its success depends on comprehensive, adaptive, and context-sensitive regulatory frameworks.
Pengaruh Media Pembelajaran Visual terhadap Pemahaman Konsep IPA Siswa Kelas IV SDN 56 Kota Bengkulu Sari, Jeni Putri; Herlezah, Denti; Khermarinah, Khermarinah; Murtadho, Wildan; Saputra, Ade Bayu
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.883

Abstract

Penelitian ini bermula dari keprihatinan atas rendahnya pemahaman konsep IPA di kalangan siswa kelas IV SDN 56 Kota Bengkulu, yang mulai teridentifikasi saat observasi awal pada 22 Januari 2026. Berdasarkan pengamatan di lapangan dan obrolan langsung dengan guru kelas, ternyata sebagian besar siswa belum mampu memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) yang dipatok sekolah pada angka 75. Kondisi tersebut diduga erat kaitannya dengan kurangnya pemanfaatan media visual dalam proses belajar mengajar sehari-hari. Penelitian ini lalu dirancang untuk melihat sejauh mana media visual memberi dampak pada pemahaman konsep IPA di tahun ajaran 2026/2027. Metode yang dipilih adalah quasi-experiment dengan pola nonequivalent control group design, melibatkan masing-masing 28 siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji t independen, diperoleh nilai t=4,217 (p=0,000) dengan Cohen's d=1,59 yang masuk kategori large effect. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 82,36 terbukti jauh melampaui kelas kontrol yang hanya mencapai 69,14. Selanjutnya, ketuntasan KKTP di kelas eksperimen mencapai 89,3%, berbanding jauh dengan kelas kontrol yang hanya 35,7%. Kesimpulannya, penggunaan media visual memberikan pengaruh yang positif dan nyata terhadap pemahaman konsep IPA siswa SDN 56 Kota Bengkulu.
Analisis Self-Regulated Learning dan Faktor yang Mempengaruhi Siswa Kelas VI SD Negeri 20 Kota Bengkulu Khodijah, Khodijah; Afifah, Fiqi Arifatul; Febrini, Deni; Friantary, Heny; Yulizah, Yosi
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.886

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat self-regulated learning (SRL) serta faktor-faktor yang memengaruhi siswa kelas VI SD Negeri 20 Kota Bengkulu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 30 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket SRL berjumlah 15 item yang mencakup empat indikator, yaitu perencanaan belajar, monitoring belajar, evaluasi diri, dan motivasi belajar. Instrumen telah diuji validitas dan reliabilitasnya dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,770 yang menunjukkan reliabel. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa skor, persentase, dan kategorisasi tingkat SRL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-regulated learning siswa berada pada kategori tinggi dengan persentase rata-rata 89,00%. Indikator perencanaan belajar memperoleh persentase tertinggi sebesar 91,46% (sangat tinggi), monitoring belajar 89,58% (sangat tinggi), evaluasi diri 87,71% (tinggi), dan motivasi belajar 87,22% (tinggi). Berdasarkan skor individu, 18 siswa berada pada kategori sangat tinggi, 10 siswa kategori tinggi, dan 2 siswa kategori sedang. Temuan penelitian menunjukkan bahwa siswa secara umum telah memiliki kemampuan regulasi diri belajar yang baik. Faktor-faktor yang memengaruhi SRL siswa meliputi motivasi belajar, peran guru, dan lingkungan belajar yang mendukung pembentukan kemandirian belajar siswa.
Analisis Literasi Digital dan Etika Berinternet (Cyber Ethics) pada Siswa Sekolah Dasar di Era Media Sosial Mardia, Hasnatul; Wulandari, Triana; Salamah, Salamah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.872

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan tingginya penggunaan media sosial pada siswa sekolah dasar menimbulkan berbagai permasalahan, terutama terkait rendahnya kemampuan literasi digital dan penerapan etika berinternet (cyber ethics), seperti penyebaran hoaks, perundungan digital, dan perilaku tidak bertanggung jawab di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi digital dan etika berinternet pada siswa sekolah dasar, mengidentifikasi perilaku siswa dalam menggunakan media sosial, serta mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan etika digital dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif, dengan subjek penelitian terdiri dari siswa, guru, dan pihak terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta diuji keabsahannya melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi digital siswa berada pada kategori cukup baik dalam penggunaan perangkat dan akses media sosial, namun masih rendah dalam kemampuan mengevaluasi informasi. Dari sisi etika berinternet, sebagian siswa telah memahami pentingnya berperilaku sopan, tetapi belum sepenuhnya menerapkannya secara konsisten. Perilaku siswa dalam menggunakan media sosial tergolong tinggi, namun belum sepenuhnya bijak dan bertanggung jawab, serta dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti peran orang tua dan guru. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa literasi digital dan etika berinternet memiliki keterkaitan yang erat dalam membentuk perilaku siswa di era media sosial, sehingga diperlukan integrasi literasi digital dan pendidikan etika dalam pembelajaran serta kolaborasi antara sekolah dan keluarga untuk membentuk siswa yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
Analisis Butir Soal SAS Matematika Kelas X SMA Negeri 25 Makassar dengan Anates 4.0 Ishak, Suryadi; Samad, Irfawandi; Arfandi, Muh. Khairul
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 3 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i3.863

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal Sumatif Akhir Semester mata pelajaran Matematika kelas X di SMA Negeri 25 Makassar dengan menggunakan program Anates Versi 4.0 for Windows. Analisis dilakukan untuk mengetahui tingkat reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan efektivitas pengecoh pada setiap butir soal. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data penelitian diperoleh dari lembar jawaban peserta didik kelas X yang mengikuti Sumatif Akhir Semester tahun ajaran 2025/2026. Data dianalisis menggunakan bantuan program Anates Versi 4.0 for Windows untuk memperoleh informasi mengenai karakteristik setiap butir soal. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen tes memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,88 yang termasuk dalam kategori sangat tinggi, sehingga instrumen tes memiliki tingkat konsistensi yang baik. Analisis tingkat kesukaran menunjukkan bahwa dari 15 butir soal yang dianalisis terdapat 10 butir soal (66,67%) berkategori sedang, 4 butir soal (26,67%) berkategori mudah, dan 1 butir soal (6,67%) berkategori sangat mudah. Selanjutnya, hasil analisis daya pembeda menunjukkan bahwa sebagian besar butir soal memiliki daya pembeda yang cukup hingga sangat baik dengan rentang nilai 37,50% sampai 93,75%. Analisis kualitas pengecoh menunjukkan bahwa sebagian besar alternatif jawaban telah berfungsi dengan baik. Dengan demikian, secara umum instrumen tes yang digunakan memiliki kualitas yang cukup baik dan layak digunakan sebagai alat evaluasi pembelajaran.

Page 2 of 2 | Total Record : 15