Jurnal Tadris IPA Indonesia
Jurnal Tadris IPA Indonesia diterbitkan oleh Tadris IPA, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo sebagai media untuk meningkatkan kreativitas guru (khususnya guru IPA), dosen, akademisi, dan praktisi yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini menyediakan tempat publikasi yang ditelaah oleh mitra bestari, ketat secara akademis dan diakui secara profesional. Jurnal Tadris IPA Indonesia ini menerbitkan artikel asli tentang isu dan tren terkini penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu tahun.
Articles
163 Documents
Pengembangan LKPD dengan Pendekatan TaRL melalui Design Thinking Framework untuk Meningkatkan Aktivitas Belajar
Refa Tri Ustati;
Samsudin, Achmad;
Kosasih, Emi Yuliah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3264
Penelitian ini bertujuan mengembangkan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) dengan pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) untuk meningkatkan aktivitas belajar peserta didik. Penelitian ini dilakukan sesuai dengan hasil pengamatan dan in depth interview yang menunjukkan bahwa tidak semua peserta didik terlibat dalam proses belajar secara aktif. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan dengan desain Educational Design Research (EDR) disertai framework Design Thinking. Jumlah sampel penelitian yang dilakukan sebanyak 30 peserta didik dengan jumlah 10 laki-laki dan 20 perempuan. Instrumen penelitian yang digunakan berupa lembar validasi ahli dan praktisi pendidikan serta hasil belajar peserta didik menggunakan LKPD. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa analisis data kuantitatif dengan menghitung hasil validasi ahli dan praktisi pendidikan serta penilaian rata-rata aktivitas belajar peserta didik. Berdasarkan hasil validasi ahli dan praktisi pendidikan dinyatakan sangat valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran IPA. Perolehan persentase rata-rata validasi ahli adalah 98% dengan kategori sangat valid dan perolehan rata-rata praktisi pendidikan adalah 89% dengan kategori sangat valid. Hasil implementasi LKPD dengan pendekatan TaRL dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik menjadi 82.06% saat proses pembelajaran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD dengan pendekatan TaRL ini layak digunakan dan dapat meningkatkan aktivitas belajar peserta didik.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta Didik
Kurniasari, Indah;
Viyana Choyrunisa , Ratrie;
Made Sanjaya, I Gusti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3271
Kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti kemampuan berpikir reflektif sangat diperlukan dalam proses pembelajaran IPA. Kenyataannya peserta didik memiliki kemampuan berpikir reflektif yang masih rendah. Permasalahan tersebut terjadi juga di salah satu SMP Negeri di Ponorogo pada peserta didik kelas VII. Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) menjadi solusi yang diambil untuk permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada pembelajaran IPA kelas VII di salah satu SMP Negeri di Ponorogo. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan sampel penelitian sebanyak 34 peserta didik dari kelas VII. Pengambilan data pada penelitian ini berdasarkan hasil tes kognitif dan hasil observasi aktivitas peserta didik di kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dapat meningkatkan kemampuan berpikir reflektif peserta didik pada pembelajaran IPA materi ekologi dan keanekaragaman hayati Indonesia. Nilai hasil uji t two tailed menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara pembelajaran siklus I dengan pembelajaran siklus II dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT).
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching untuk Meningkatkan Kemampuan Bertanya Peserta Didik SMP Melalui Pembelajaran PBL
Indarwati, Rosi;
Choyrunisa, Ratrie Viyana;
Sanjaya, I Made Gusti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i3.3276
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan CulturallyResponsive Teaching (CRT) dalam meningkatkan kemampuan bertanyapeserta didik SMP melalui pembelajaran Problem Based Learning (PBL).Penelitian ini dilakukan berlatar belakang rendahnya kemampuan bertanyapeserta didik, khusunya kelas 7H di SMPN 5 Ponorogo. Integrasi CRTdengan PBL bertujuan menciptakan pengalaman belajar yang relevan danmenarik yang dapat meningkatkan kemampuan bertanya peserta didik.Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengandesain penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini dilaksanakan dalam duasiklus yaitu pra-siklus sebelum tindakan kelas dan siklus setelah tindakankelas. Tiap siklus meliputi empat tahap, yakni perencanaan, pelaksanaantindakan, pengamatan, dan refleksi yang melibatkan peserta didik kelas 7HSMP Negeri 5 Ponorogo. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara,dan angket untuk mengevaluasi perubahan minat belajar. Teknik analisis datamenggunakan teknik deskriptif komparatif, yang membandingkanketerampilan bertanya peserta didik antara siklus I dan siklus II untukmengetahui peningkatan kemampuan bertanya peserta didik. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa implementasi CRT dan PBL berdampak positif padapeningkatan kemampuan bertanya, ditandai dengan peningkatan jumlahpertanyaan peserta didik dan tercapainya target 25% dari total jumlah kelas.Hasil dari penelitian ini mennjukkan adanya peningkatan signifikan padakemampan bertanya peserta didik. Implikasi penelitian mencakuprekomendasi pengembangan kurikulum, pelatihan guru, dan strategipembelajaran kontekstual untuk meningkatkan kemampuan bertanya ditingkat SMP. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagisekolah lain dalam menerapkan pendekatan serupa dan menekankanpentingnya peran guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusifdan responsif terhadap kebutuhan budaya peserta didik.
PBL Berorientasi Literasi Sains dan Wawasan Penelitian Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Rasional Siswa
Emi Zulfa Faridah;
Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3464
Abstrak Kemampuan berpikir rasional erat kaitannya dengan penyelesaian masalah dalam pembelajaran IPA. Hal tersebut selaras dengan tujuan pembelajaran IPA yaitu mampu menumbuhkan diri siswa lebih berperan aktif dalam pemahaman konsep sains dan penyelesaian permasalahan pada pembelajaran yang bermakna. Kemampuan berpikir rasional siswa masih dalam kategori rendah karena pembelajaran kurang interaktif. Maka dari itu dipilih PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model PBL berorientasi sains dan wawasan penelitian terhadap kemampuan berpikir rasional siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui lembar observasi, angket respon siswa dan soal tes. Analisis data yang dilakukan yaitu uji t serta ji cohen effect size. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian memperoleh nilai rata-rata 84,66%. Hasil dari angket respon siswa memperoleh respon baik dari siswa. Hasil dari uji-t two-tailed dengan nilai sig yakni 0,039 < 0,05 dan yakni 2,113 > 1,671 diketahui terdapat perbedaan kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hasil dari uji-t one-tailed yaitu P-Value sebesar 0,000 maka model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian lebih efektif terhadap kemampuan berpikir rasional siswa dibanding dengan model pembelajaran konvensional. Hasil Uji cohen effect size diketahui bahwa efektivitas penerapan model PBL berorientasi literasi sains dan wawasan penelitian dalam pengaruh yang besar terhadap kemampuan berpikir rasional siswa. Abstract Rational thinking ability is closely related to problem-solving in science education. This is aligned with the goal of science education, which aims to foster students to be more actively engaged in understanding scientific concepts and solving problems in meaningful learning. However, students' rational thinking abilities are still categorized as low due to the lack of interactive learning. Therefore, PBL oriented towards science literacy and research insight was chosen. This research aims to determine the effectiveness of the PBL model oriented towards science literacy and research insight on students' rational thinking abilities. The research adopts a quantitative approach. Data collection was conducted through observation sheets, student response questionnaires, and test items. Data analysis included t-tests and Cohen's d effect size. The research results indicate that the implementation of the PBL model oriented towards science literacy and research insight achieved an average score of 84.66%. The student response questionnaire yielded positive feedback from the students. The two-tailed t-test with a significance value <α of 0.039 < 0.05 and t-valu > t-value of 2.113 > 1.671 showed a difference between the experimental and control groups. The one-tailed t-test resulted in a p-value of 0.000, indicating that the PBL model oriented towards science literacy and research insight is more effective in enhancing students' rational thinking abilities compared to conventional learning models. The Cohen's d effect size test revealed that the effectiveness of implementing the PBL model oriented towards science literacy and research insight has a significant impact on students' rational thinking abilities.
Implementasi Model Pembelajaran PBL Berbasis STEAM dengan bantuan media Quartet Card Inovation untuk Meningkatkan Kemampuan Metakognisi pada pembelajaran IPA
Riyayanatul khasanah Khasanah;
Sofwan Hadi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3786
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran PBL berbasis STEAM dengan bantuan media Quartet card inovation dapat meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didik dan Menentukan Faktor-faktor yang menyebabkan berpengaruh atau tidaknya model pembelajaran PBL berbasis STEAM dengan bantuan media Quartet card inovation untuk meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didik. Adapun penelitian ini dirancang dengan menggunakan metode kuantitatif dengan bentuk Quasi Experimental. Pengambilan data dilakukan dengan soal pre test post test, dari dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol yang setiap kelas terdiri dari 30 peserta didik.Penelitian ini dilakukan di SMPN 1 Siman ponorogo dengan populasi peserta didik kelas VIII. Berdasarkan analisa keterlaksanaan pembelajaran menggunakan model pembelajaran PBL berbasis STEAM dengan bantuan media quartet card inovation terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan metakognisi peserta didiik. Kemampuan metakognisi mengalami peningkatan pada indikator planing memiliki peningkatan yang lebih tinggi yaitu 0,30192 yang berada pada kategori sedang, sedangkan indikator monitoring memiliki nilai 0,22866 dan evaluating memiliki nilai 0,24767 yang berada pada kategori rendah. Adapun faktor yang menyebabkan efektif atau tidaknya sebuah pembelajaran yaitu terletak pada model pembelajaran yang seru dan media pembelajaran yang dapat menarik perhatian peserta didik.
Pengembangan E-Komik Materi Struktur Bumi Berbasis Science Education for Sustainability Development (SESD) untuk Mereduksi Miskonsepsi
Diassari, Astin;
Widyaningrum, Retno
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i3.3818
Miskonsepsi sering kali terjadi dalam pembelajaran IPA. Misalnya ketika kita melakukan pembelajaran dengan materi struktur bumi yang mengharuskan siswa untuk mengingat dan menghafal konsep. Jika siswa tidak menyadari adanya miskonsepsi, maka mereka terlihat kebingungan dan pengetahuan yang telah diperoleh menjadi lambat. Sedangkan bagi siswa yang menyadari adanya miskonsepsi, cenderung lebih mudah untuk memperbaiki. Dengan kata lain, miskonsepsi memiliki pengaruh negatif bagi siswa ketika pembelajaran di sekolah. Upaya untuk mengatasi hal tersebut peneliti melakukan pengembangan e-komik materi struktur bumi berbasis Science Education for Sustainability Development (SESD). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validitas, kepraktisan, dan menganalisis efektivitas e-komik materi struktur bumi berbasis SESD dapat mereduksi miskonsepsi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan atau R&D (Research and Development) dengan model ADDIE. Pengambilan data dilakukan dengan angket dan tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 1 Sambit dengan jumlah keseluruhan 30 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-komik materi struktur bumi berbasis SESD dinyatakan valid dengan tingkat kepraktisan e-komik materi struktur bumi berbasis SESD termasuk sangat praktis, dan e-komik materi struktur bumi berbasis SESD kurang efektif untuk meningkatkan mereduksi miskonsepsi siswa dengan nilai N-Gain sebesar 41%.
Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation dengan Pendekatan Socioscientific Issues SSI untuk Meningkatkan Rasa Empati Kognitif Peserta Didik
Muhamad Tohari;
Rahmi Faradisya Ekapti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i2.3883
Proses pembelajaran yang dilakukan merupakan proses mempengaruhi peserta didik agar dapat menyesuaikan dan beradaptasi terhadap lingkungan agar dapat menimbulkan perubahan yang terjadi di dalam dirinya terhadap lingkungan sekitar. Melalui pembelajaran IPA dengan berfokus pada pendekatan empati kognitif peserta didik dapat memberikan pemahaman dan kesadaran siswa dalam meningkatkan karakter yang melekat di dalam jiwa siswa guna meningkatkan rasa kepedulian pada dirinya, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran group investigation dengan pendekatan socioscientific issues untuk meningkatkan rasa empati kognitif peserta didik di kelas VII MTs Ma’arif Al-Mukarrom Kauman Ponorogo. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan metode analisis data secara kuantitatif yang melibatkan dua kelas sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas VII MTs Ma’arif Al-Mukarrom Kauman Ponorogo yang terdiri dari tiga kelas kemudian dipilih dua kelas secara acak sebagai sampel penelitian. Teknik pengambilan data dilakukan dengan menggunakan lembar keterlaksanaan pembelajaran, instrumen kuesioner dan instrumen tes. Berdasarkan perolehan data yang dilakukan, maka dapat diketahui bahwa. penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation dengan pendekatan socioscientific issues cukup efektif dalam meningkatkan rasa empati kognitif peserta didik. Hal tersebut hasil uji N-Gain menunjukkan pada kelas eksperimen dengan nilai rata-rata sebesar 60,46 dengan nilai tertinggi 80 dan nilai terendah 22,21. Selain itu, perolehan nilai rata-rata N-Gain setiap indikator kemampuan rasa empati kognitif peserta didik sebesar 0,61 termasuk kedalam kategori sedang.
Efektivitas Problem Based Learning melalui Diskusi Isu Sosiosaintifik Terhadap Kemampuan Presentasi Siswa
Maulida, Yunia Binti;
Muna, Izza Aliyatul
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i3.3934
Kualitas pendidikan harus ditingkatkan sebagai pengalaman belajar yang berharga kepada siswa. Kegiatan belajar haruslah dapat meluaskan segala potensi dan kemampuan yang ada pada siswa. Berdasarkan hasil observasi di lokasi penelitian SMPN 2 Ponorogo kemampuan presentasi peserta didik kurang maksimal. Hal ini dapat dilihat pada saat presentasi berlangsung di dalam kelas. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem based learning melalui diskusi isu sosiosaintifik terhadap kemampuan presentasi siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain quasi experimental. Penelitian dilakukan pada dua kelas, yakni kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji T. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas dari uji two tailed menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kemampuan presentasi pada kelas eksperimen yang menggunakan model problem based learning melalui diskusi isu sosiosaintifik dengan kelas kontrol yang menggunakan model konvensional. Implikasi dari penerapan model pembelajaran problem based learning melalui diskusi isu sosiosaintifik terhadap kemampuan presentasi ini mendorong siswa berfikir kreatif, imajinatif, mengenalkan gagasan baru, serta mendorong siswa untuk memperoleh kepercayaan diri dalam presentasi. Adapun keterbatasan peneliti kurangnya waktu dalam mengambil data dilapangan.
Analisis Potensi Museum Kretek sebagai Sumber Belajar IPA dalam Mengembangkan Kemampuan Literasi Sains Peserta Didik
Kartika, Yuni;
Malichatin, Hanik
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i3.3943
Pembelajaran yang menarik akan meningkatkan minat belajar peserta didik. Sumber belajar inovatif berupa Museum Kretek akan membantu mengasah kemampuan literasi sains peserta didik. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi Museum Kretek sebagai sumber belajar IPA dalam mengembangkan kemampuan literasi sains peserta didik serta menganalisis hubungan konsep yang terdapat di Museum Kretek dengan KD/CP kurikulum IPA SMP/MTs. Jenis penelitian adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa Museum Kretek memiliki potensi sebagai sumber belajar IPA dalam mengembangkan kemampuan literasi sains peserta didik karena adanya koleksi yang dimiliki oleh museum. Koleksi berupa alat pembuatan rokok kretek tradisional, beberapa jenis tembakau, serta beberapa jenis cengkeh. Keterkaitan konsep yang ditemukan pada Museum Kretek dengan KD/CP kurikulum IPA SMP/MTs sebanyak 9 KD/CP yang terdiri dari 6 KD/CP kelas VII dan 3 KD/CP kelas VIII.P kelas VIII.
Efektivitas Model Kooperatif Terintegrasi Nilai Huyula dalam Meningkatkan Hasil Belajar Konsep IPA
Worang, Kevin;
Odja, Abdul Haris;
Buhungo , Trisnawaty Junus;
Supartin, Supartin;
Mohamad, Wahyu Mu'zizat;
Pikoli, Masrid;
Yunus, Rasid
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v4i3.4023
Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar konsep IPA terutama konsep kerja dan pesawat sederhana setelah penerapan model kooperatif terintegrasi nilai huyula di MTS Bahrul Ulum Kabupaten Gorontalo. Penerapan perangkat model pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan hasil belajar konsep IPA yaitu kerja dan pesawat sederhana pada peserta didik yang terintegrasi dengan nilai-nilai huyula. Jenis penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian dengan menggunakan metode eksperimen. Penelitian ini menggunakan desain one group pretest-posttest dimana satu kelas diberikan pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan untuk mengukur perbedaan hasil belajar konsep IPA yaitu kerja dan pesawat sederhana. Instrumen yang digunakan dalam penelitian adalah tes hasil belajar baik pilihan ganda maupun tes paparan terkait konsep kerja dan pesawat sederhana. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar konsep IPA yang ditunjukkan dengan perbedaan hasil belajar antara hasil pre test dan post test serta uji N-Gain. Analisis data menggunakan uji paired sample t-test menunjukkan bahwa skor posttest siswa secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan skor pretest. Nilai N-Gain hasil belajar peserta didik dari konsep IPA kerja dan pesawat sederhana adalah 0,58 termasuk kategori sedang. Uji efek size dengan menggunakan persamaan Cohen's d diperoleh hasil uji sebesar 1, 64 dan 3, 37 termasuk kategori efek kuat. Kesimpulannya, penerapan model kooperatif terintegrasi nilai huyula pada konsep IPA memiliki dampak positif yang kuat terhadap hasil belajar khususnya konsep kerja dan pesawat sederhana.