cover
Contact Name
Faninda Novika Pertiwi
Contact Email
faninda_novik@yahoo.com
Phone
+62352-481277
Journal Mail Official
jtii@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, IAIN Ponorogo. Alamat: Jl. Pramuka 156 Po Box 116 Telp. (0352) 481277 Ponorogo 63471, Kab. Ponorogo, Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tadris IPA Indonesia
ISSN : 27763625     EISSN : 27763617     DOI : https://doi.org/10.21154/jtii
Jurnal Tadris IPA Indonesia diterbitkan oleh Tadris IPA, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo sebagai media untuk meningkatkan kreativitas guru (khususnya guru IPA), dosen, akademisi, dan praktisi yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini menyediakan tempat publikasi yang ditelaah oleh mitra bestari, ketat secara akademis dan diakui secara profesional. Jurnal Tadris IPA Indonesia ini menerbitkan artikel asli tentang isu dan tren terkini penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu tahun.
Articles 163 Documents
Pengembangan Virtual Lab Pemuaian Zat untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik Sholekhah, Elyvia Faizatus; Febriyanto, Hendra
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.4618

Abstract

Pemahaman konsep dan keterampilan proses sains merupakan dua aspek penting dalam pembelajaran IPA. Namun, hasil studi awal penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep peserta didik masih tergolong rendah dan keterampilan proses sains mereka rata-rata dalam kategori cukup, sehingga masih perlu ditingkatkan. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah pengembangan media pembelajaran berbasis virtual lab. Tujuan penelitian ini adalah menganalis validitas virtual lab, menganalisis peningkatan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains setelah penggunaan virtual lab pemuaian zat, dan mengetahui seberapa kuat hubungan antara pemahaman konsep dan keterampilan proses sains. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan model ADDIE. Penelitian ini menghasilkan virtual lab pemuaian zat yang valid dengan skor sebesar 0,93 oleh penilaian ahli. Media pembelajaran tersebut juga mampu meningkatkan pemahaman konsep dan keterampilan proses sains peserta didik pada materi pemuaian zat. Pemahaman konsep peserta didik mengalami peningkatan sebesar 27,59 sedangkan keterampilan proses sains mengalami peningkatan sebesar 15,5%. Selain itu, dalam penelitian ini juga diketahui bahwa ada korelasi yang kuat antara pemahaman konsep dengan keterampilan proses sains, dimana keterampilan proses sains memberikan pengaruh sebesar 38,2% terhadap pemahaman konsep. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa virtual lab pemuaian zat valid dan dapat meningkatkan pemahaman konsep serta keterampilan proses sains peserta didik.
Implementasi Asesmen Diagnostik Kognitif pada Mata Pelajaran IPA Materi Zat dan Perubahannya Kelas VII di MTs Negeri 1 Jember Imania, Rizki Nuril; Susanti, Laily Yunita
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i3.4653

Abstract

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor. 12 Tahun 2024, kurikulum merdeka ditetapkan sebagai kurikulum untuk seluruh satuan pendidikan di Indonesia. Kurikulum merdeka mempunyai beberapa aspek penting salah satunya yakni asesemen diagnostik kognitif. Implementasi asesmen diagnostik kognitif yang benar dapat membantu guru mengidentifikasi kemampuan awal siswa terkait materi pelajaran. Pelaksanaan asesmen diagnostik kognitif merupakan langkah penting dalam menentukan kemampuan awal siswa. Melalui asesmen ini, guru dapat merencanakan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asesmen diagnostik kognitif pada mata pelajaran IPA materi zat dan perubahannya di kelas VII di MTs Negeri 1 Jember. Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah Waka Kurikulum, dua guru IPA dan siswa kelas VII E dan I. Teknik penelitian yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua guru melakukan asesmen diagnostik kognitif yang berbeda antara guru satu dan lainnya. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa implementasi asesmen diagnostik kognitif pada mata pelajaran IPA materi zat dan perubahannya kelas VII di MTs Negeri 1 Jember berjalan cukup baik.
Miskonsepsi dalam IPA: Kesalahpahaman Siswa SMP tentang Ciri-ciri Makhluk Hidup Nurul Muhammad, Maulidia; Septia Nabila Fathin, Septia; Fiorentina, Laviola; Wardani, Putri Dyah Pramastya
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i3.4688

Abstract

Miskonsepsi menjadi salah satu hambatan siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya pada materi ciri-ciri makhluk hidup di tingkatan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk miskonsepsi yang dialami oleh siswa SMP terhadap konsep dasar dari ciri makhluk hidup. Metode yang digunakan yakni deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes diagnostik pilihan ganda beralasan yang diberikan kepada 31 siswa kelas VII dan VIII. Hasil jawaban diklasifikasikan ke dalam 4 kategori yakni paham konsep, miskonsepsi, menebak, dan tidak paham konsep. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung frekuensi dan persentase jawaban siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata tingkat pemahaman siswa berada pada kategori paham konsep 45,16%, miskonsepsi sebesar 23,87%, tidak paham konsep 29,68%, dan menebak sebesar 1,29%. Miskonsepsi banyak ditemukan pada soal yang berkaitan dengan adaptasi, respirasi, dan gerak tumbuhan, yang mana materi cenderung bersifat abstrak dan tak kasat mata. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus topik ciri-ciri makhluk hidup serta penggunaan instrumen diagnostik yang juga menganalisis aspek alasan siswa, sehingga mampu menggali pola pikir dan jenis miskonsepsi lebih dalam. Berdasarkan hasil, maka pentingnya penerapan strategi pembelajaran kontekstual, penggunaan media visual, serta dengan pendekatan fenomena nyata untuk mengurangi miskonsepsi. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu dasar pertimbangan dalam merancang pembelajaran IPA selanjutnya agar lebih bermakna, tepat sasaran, dan tidak menimbulkan miskonsepsi.
Pengembangan Four Tier Test-Formatted Force Concept Inventory (4TT-FCI) Berbasis Konflik Kognitif Untuk Mengidentifikasi Miskonsepsi Calon Guru IPA pada Konsep Hukum Newton Ameillany, Frizavia Permata; Aristiawan, Aristiawan
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i3.4791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen Four Tier Test-Formatted Force Concept Inventory (4TT-FCI) berbasis konflik kognitif untuk mengidentifikasi miskonsepsi calon guru IPA pada konsep Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian pengembangan yang sering disebut sebagai Research and Development (R&D) dengan model Oriondo dan Antonio melalui tiga tahap: perencanaan, uji coba, dan pengukuran instrumen, Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan instrumen. Subjek penelitian ini adalah calon guru IPA semester 2 Tadris IPA IAIN Ponorogo. Validitas isi menggunakan Aiken’s V menunjukkan rata-rata 0,93 (sangat valid), validitas konstruk menunjukkan 16 butir valid, dan reliabilitas sebesar 0,83 (sangat reliabel). Instrumen akhir terdiri dari 16 butir soal. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan bahwa, hasil interpretasi Pemahaman calon guru IPA mayoritas berada pada kategori miskonsepsi dengan persentase sebesar 46,20%, disusul dengan memahami konsep sebesar 35,44%, tidak paham konsep sebesar 13,50%, dan error sebesar 4,84%. Porposi miskonsepsi terendah adalah pada butir 16. Sedangkan proporsi terbesar terjadi pada soal nomor 8 dan 15. Instrumen ini layak digunakan untuk mendiagnosis miskonsepsi secara mendalam.
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) Berbantuan Media Crossword Puzzle Terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa SMP pada Materi Tata Surya Sugara, Dimas Pratama Ade; Abbas, Muhammad Luqman Hakim
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.4982

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa terhadap mata pelajaran IPA Fisika, khususnya pada materi Tata Surya. Kondisi tersebut terlihat dari perilaku siswa yang cenderung pasif, seperti mengantuk, melamun, mengobrol, dan kurang memperhatikan penjelasan guru selama proses pembelajaran, yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa pada ranah kognitif dan belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Rendahnya minat dan hasil belajar tersebut dipengaruhi oleh penggunaan model pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru serta keterbatasan media pembelajaran, sehingga siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi Tata Surya, sehingga diperlukan penerapan model dan media pembelajaran yang lebih inovatif untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap (1) minat belajar, (2) hasil belajar siswa, dan (3) minat dan hasil belajar siswa pada materi Tata Surya kelas VII MTsN 10 Blitar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi-experimental dan desain posttest only. Populasi penelitian mencakup seluruh siswa kelas VII berjumlah 103 siswa, dengan sampel 20 siswa kelas VII D sebagai kelas eksperimen dan 28 siswa kelas VII C sebagai kelas kontrol. Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan angket minat belajar, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan 3 uji yaitu uji instrumen (uji validitas dan uji reliabilitas), uji prasyarat (uji normalitas dan uji homogenitas), dan uji hipotesis (uji independent sample t-test dan uji MANOVA). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap minat belajar siswa dibuktikan melalui hasil uji independent sample t-test, yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,0010,05. Dengan demikian, ditolak dan diterima. (2) Terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap hasil belajar siswa dibuktikan melalui hasil uji independent sample t-test, yang menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) 0,0000,05. Dengan demikian, ditolak dan diterima. (3) Terdapat pengaruh model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) berbantuan media Crossword Puzzle terhadap minat dan hasil belajar siswa dibuktikan melalui hasil uji MANOVA, yang menunjukkan nilai Sig. 0,0000,05. Dengan demikian, ditolak dan diterima
Analisis Pendekatan Metakognisi dalam Menumbuhkan Kemampuan Regulasi Diri dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Muhammad Farid Ramansyah; Arif, Syaiful
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.4983

Abstract

Penelitian ini mengkaji tingginya regulasi diri dan kemandirian belajar peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Mujtahidin Ponorogo. Observasi awal menunjukkan peserta didik aktif, mandiri dalam mencari jawaban, dan siap memecahkan masalah, yang didukung oleh kebiasaan belajar dan ketersediaan buku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor pendekatan metakognisi dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian belajar, serta membuktikan bahwa pendekatan metakognisi dapat menumbuhkan kedua aspek tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Data diperoleh dari lembar wawancara, lembar angket regulasi diri, dan lembar angket kemandirian belajar peserta didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognisi sangat efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Mayoritas peserta didik (8 dari 12) menunjukkan kategori kemandirian belajar "Sangat Tumbuh", sementara hanya sedikit yang berada di kategori "Tidak Tumbuh" atau "Cukup Tumbuh". Ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.Penelitian ini mengkaji tingginya regulasi diri dan kemandirian belajar peserta didik kelas VIII MTs. Nurul Mujtahidin Ponorogo. Observasi awal menunjukkan peserta didik aktif, mandiri dalam mencari jawaban, dan siap memecahkan masalah, yang didukung oleh kebiasaan belajar dan ketersediaan buku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor pendekatan metakognisi dalam menumbuhkan regulasi diri dan kemandirian belajar, serta membuktikan bahwa pendekatan metakognisi dapat menumbuhkan kedua aspek tersebut pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model Miles, Huberman, dan Saldana. Data diperoleh dari lembar wawancara, lembar angket regulasi diri, dan lembar angket kemandirian belajar peserta didik Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan metakognisi sangat efektif dalam menumbuhkan kemandirian belajar peserta didik. Mayoritas peserta didik (8 dari 12) menunjukkan kategori kemandirian belajar "Sangat Tumbuh", sementara hanya sedikit yang berada di kategori "Tidak Tumbuh" atau "Cukup Tumbuh". Ini menunjukkan bahwa strategi metakognitif mendorong peserta didik untuk memecahkan masalah secara mandiri tanpa bergantung pada orang lain.
Pendekatan Inkuiri Berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) untuk Meningkatkan Keterampilan Abad 21: A Systematic Literature Review Henita; Rochintaniawati, Diana; Rozak, Rama Wijaya Abdul; Kembara, Maulia Depriya
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.5019

Abstract

Penelitian ini meninjau secara sistematis literatur tentang implementasi pendekatan inkuiri berorientasi Education for Sustainable Development (ESD) dalam pengembangan keterampilan abad ke-21. Dengan metode Systematic Literature Review (SLR) mengacu PRISMA 2020, teridentifikasi 21 artikel terbit tahun 2020–2025 dari Scopus dan Google Scholar. Temuan menunjukkan keterampilan yang paling konsisten dikaitkan ialah 4Cs (berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, kreativitas). Model yang paling efektif meliputi guided inquiry, problem-based learning, dan project-based inquiry yang dipadukan dengan isu keberlanjutan. Keberhasilan implementasi terutama didukung integrasi teknologi, asesmen autentik, dan kompetensi guru, sementara tantangan utama meliputi lemahnya integrasi ESD dalam dokumen pembelajaran, kesiapan guru, kesenjangan asesmen, serta konteks lokal yang belum banyak dieksplorasi. Kebaruan kajian ini terletak pada sintesis mutakhir 2020–2025 yang memetakan pola keterkaitan 4Cs dengan inkuiri serta ESD sekaligus menegaskan faktor pendorong, hambatan, dan celah riset lintas konteks. Temuan ini penting bagi pendidikan IPA karena inkuiri merepresentasikan praktik ilmiah, dan integrasi ESD membuat pembelajaran IPA lebih relevan untuk membangun literasi sains serta kompetensi keberlanjutan dalam menghadapi persoalan lingkungan dan sosial yang kompleks.
Analisis Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Peserta Didik Melalui Kelompok Triple Problem Solving Space (TPSS) Zaharani, Kamila; Novika Pertiwi, Faninda
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i3.5057

Abstract

Pembelajaran IPA akan lebih bermanfaat jika peserta didik memiliki kemampuan pemecahan masalah. Kemampuan ini bisa dikembangkan dengan pembelajaran kolaboratif, yang melibatkan kelompok kecil dengan memperhatikan dimensi kognitif, afektif, dan sosial, yang selanjutnya disebut disebut kelompok Triple Problem Solving Space (TPSS). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Hasil analisis data ditemukan bahwa, pertama, kelompok TPSS yang dapat membangun ketiga dimensi dalam ruang pemecahan masalah yang positif menunjukkan hasil kemampuan pemecahan masalah yang lebih baik daripada kelompok yang kurang dapat membangun ketiga dimensi. Kedua, Faktor yang mempengaruhi kemampuan pemecahan masalah adalah lingkungan belajar, peran guru, model/metode pembelajaran, media pembelajaran, literasi peserta didik, keinginan untuk bertanya, minat belajar, dan kemampuan kognitif. Ketiga, Anggota kelompok TPSS yang berhasil membangun ketiga dimensi positif memiliki nilai post test yang lebih tinggi dibandingkan dengan anggota yang tidak berkontribusi.
Pengembangan Booklet IPA dengan Konteks Motif Batik Klampar Pamekasan Terintegrasi AR untuk Meningkatkan Literasi Sains Siswa Sulastri, Endang; Wulandari, Ana Yuniasti Retno; Rakhmawan, Aditya; Fikriyah, Aida; Putera, Dwi Bagus Rendy Astid
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i3.5088

Abstract

Penelitian ini mengembangkan booklet bermuatan motif batik Klampar Pamekasan terintegrasi AR untuk mendukung pembelajaran klasifikasi makhluk hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui kevalidan, keterbacaan, respons siswa, dan literasi sains siswa terhadap booklet dengan konteks motif batik Klampar Pamekasan terintegrasi AR pada materi klasifikasi makhluk hidup. Penelitian ini merupakan penelitian R&D dengan model pengembangan ADDIE (analyze, design, development, implementation, dan evaluation). Uji produk dilaksanakan di SMPN 1 Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan pada siswa kelas VII tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian ini yaitu subjek uji one to one pada kelas VIII-4 berjumlah 3 siswa, uji kelompok kecil pada kelas VIII-4 yang berjumlah 8 siswa, dan uji implementasi pada kelas VII-1 dengan jumlah 29 siswa. Data dikumpulkan menggunakan beberapa instrumen seperti angket validasi produk dan angket keterbacaan serta respons yang disebarkan pada siswa. Berdasarkan hasil penelitian bahwa booklet memperoleh validitas KVG 1,00 dengan kriteria sangat valid, keterbacaan siswa sebesar sebesar 94,67% dengan kategori sangat baik, respons siswa sebesar 95,33% dengan kriteria sangat baik, dan memperoleh N-Gain score 0,698 dengan kriteria sedang. Disimpulkan bahwa booklet dengan konteks motif batik Klampar Pamekasan terintegrasi AR layak digunakan dan mampu meningkatkan kemampuan literasi sains siswa.
Pengembangan E-LKPD Berbasis Project Collaborative dengan Teknik Argument Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Maula, Nida; Widyaningrum, Retno
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.5135

Abstract

Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menuntut dunia pendidikan untuk membekali peserta didik dengan keterampilan abad ke-21. Salah satu keterampilan yang sangat penting adalah kemampuan berpikir logis, yaitu kemampuan untuk menganalisis informasi, menghubungkan bukti, dan menarik kesimpulan yang masuk akal. Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) karena siswa diharapkan mampu memecahkan masalah dan mengambil keputusan berdasarkan fakta. Namun, hasil observasi awal di kelas VIII SMPN 1 Mlarak menunjukkan bahwa kemampuan berpikir logis siswa masih tergolong rendah. Hal ini menjadi dasar perlunya solusi inovatif dalam proses pembelajaran. Salah satu solusi yang ditawarkan dalam penelitian ini adalah pengembangan E-LKPD berbasis project collaborative dengan teknik argument mapping. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan E-LKPD yang terbukti valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg and Gall. Validasi produk dilakukan oleh tiga orang ahli, sedangkan uji coba dilakukan dalam dua tahap: skala terbatas melibatkan 20 siswa dan skala luas sebanyak 34 siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa E-LKPD memiliki tingkat validitas sangat tinggi (0,92–1), kepraktisan yang sangat baik menurut guru dan siswa, serta efektivitas yang cukup baik dengan nilai N-Gain 0,31 (skala terbatas) dan 0,49 (skala luas). Dengan demikian, E-LKPD yang dikembangkan dinyatakan layak dan cukup efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa.