cover
Contact Name
Faninda Novika Pertiwi
Contact Email
faninda_novik@yahoo.com
Phone
+62352-481277
Journal Mail Official
jtii@iainponorogo.ac.id
Editorial Address
Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Alam, IAIN Ponorogo. Alamat: Jl. Pramuka 156 Po Box 116 Telp. (0352) 481277 Ponorogo 63471, Kab. Ponorogo, Provinsi Jawa Timur
Location
Kab. ponorogo,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Tadris IPA Indonesia
ISSN : 27763625     EISSN : 27763617     DOI : https://doi.org/10.21154/jtii
Jurnal Tadris IPA Indonesia diterbitkan oleh Tadris IPA, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo sebagai media untuk meningkatkan kreativitas guru (khususnya guru IPA), dosen, akademisi, dan praktisi yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini menyediakan tempat publikasi yang ditelaah oleh mitra bestari, ketat secara akademis dan diakui secara profesional. Jurnal Tadris IPA Indonesia ini menerbitkan artikel asli tentang isu dan tren terkini penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu tahun.
Articles 163 Documents
Meningkatkan Minat Belajar Siswa Menggunakan Model Discovery Learning Berbantuan Simulasi PhET pada Topik Usaha, Energi dan Pesawat Sederhana Indri Widyastuti; Nanang Winarno; Emiliannur Emiliannur; Yuyun Wahyuningsih
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.2978

Abstract

Di bidang pendidikan, “Revolusi Industri 4.0” mengacu pada pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan situasi kompleks kepada siswa yang akan meningkatkan minat belajar mereka dalam mengembangkan pemikiran kritis dan keterampilan pemecahan masalah mereka. Pemanfaatan teknologi dalam kurikulum IPA hendaknya dirancang sesuai model pembelajaran yang telah ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model discovery learning berbantuan simulasi PhET pada materi usaha, energi dan pesawat sederhana dalam meningkatkan minat belajar siswa. Kelas eksperimen menggunakan model discovery learning berbantuan simulasi Phet sedangkan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain penelitian nonequivalent pretest dan posttest only control group design. Penelitian ini melibatkan 30 siswa kelas 8 untuk kelas eksperimen dan 31 siswa kelas 8 untuk kelas kontrol dari salah satu sekolah di Bandung, Indonesia. Instrumen yang digunakan berupa angket minat belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol pada minat belajar siswa. Dalam hal peningkatan, N-Gain kelas eksperimen untuk minat belajar berada pada angka 0,342 yang menunjukkan peningkatan yang medium. Sedangkan N-gain kelas kontrol adalah 0,089 yang merupakan peningkatan yang rendah. Hal ini juga dibuktikan dengan diterimanya Ha yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran usaha, energi dan pesawat sederhana menggunakan model discovery learning berbantuan simulasi PhET terhadap minat belajar siswa. Berdasarkan hasil tersebut, model discovery learning berbantuan simulasi PhET dapat menjadi alternatif model pembelajaran dalam meningkatkan minat belajar siswa.
Analisis Keterampilan Proses Sains pada Materi Usaha dan Energi melalui Pembelajaran Inkuiri Diana, Nasri
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i1.3021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatkan keterampilan proses sains siswa dan hasil belajar pada materi usaha dan energi setelah siswa belajar melalui pembelajaran inkuiri. Metode penelitian yang digunakan adalah ekperimen dengan desain pretest-posttes one group design. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas kelas X SMA Negeri 1 Banda Aceh,. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara Purposive Sampling yaitu kelas X-MIPA 3. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest untuk penguasaan konsep dan keterampilan proses sains, dan lembar observasi untuk mengamati keterlaksanaan pembelajaran. Pengolahan data dilakukan dengan uji t diperoleh persentase nilai rata-rata tes awal 60,33%. Selanjutnya persentase nilai rata-rata tes akhir 82,33%. Rata-rata persentase gain yang dinormalisasi secara individu siswa termasuk kategori tinggi sebanyak 6 orang (20%), kategori sedang sebanyak 14 orang (46,70%) dan gain rendah 10 orang (33,33%). Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 5,402 dengan signifikansi p = 0,000, karena signifikansi < 0,05, maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan penguasaan konsep usaha dan energi. Untuk skor tes akhir diperoleh thitung = 4,160 dengan signifikansi p = 0,000, karena signifikansi < 0,005, maka dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam penguasaan konsep usaha dan energi. Untuk gain yang dinormalisasi diperoleh thitung = 10.317 dengan signfikansi p = 0,547, karena signifikansi < 0,05. Implikasi praktis dari pembelajaran inkuiri mencakup peningkatan kemandirian belajar, hasil belajar yang lebih baik dan pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pembelajaran inkuiri dalam keterampilan proses sains siswa kelas X di SMA Negeri 1 Banda Aceh pada materi usaha dan energi.
Efek Cross-Sectional Pembelajaran Berbasis Teknologi Water Filtration System Berbantuan Calculator Debit Apps: Peran Keterampilan Reflektif Berbasis Socio Scientific Issue Nabella Siska Ayuni; Wirawan Fadly
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.3056

Abstract

Pembelajaran abad 21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan berpikir reflektif. Karena dengan keterampilan reflektif peserta didik mampu mengidentifikasi masalah dan memilih alternatif atau strategi untuk menginterpretasikan suatu masalah tersebut serta mempunyai solusi yang dapat dipertanggung jawabkan. Berdasarkan hasil preliminary study kemampuan reflektif salah satu Mts di Kabupaten Ponorogo masih tergolong rendah. Berdasarkan pernyataan tersebut, peneliti menggunakan pembelajaran berbasis teknologi water filtration system dengan bantuan calculator debit apps untuk meningkatkan keterampilan berpikir reflektif peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pembelajaran berbasis teknologi water filtration system dengan bantuan calculator debit apps untuk meningkatkan keterampilan berpikir reflektif. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain quasi experimental. Berdasarkan hasil penelitian keterlaksaan atau aktivitas guru dalam penggunaan media ini diperoleh rata-rata 83,5% dan aktivitas peserta didik 88%, keduanya dalam kriteria sangat baik. Berdasarkan analisis ANOVA mendapatkan nila sig. adalah 0,000 atau dikatakan lebih kecil dari 0,05. Sehingga keputusan pengujian kelas eksperimen maupun kelas kontrol terdapat perbedaan nikai rata-rata yang signifikan. Hal ini didukung dengan uji cohen’s yang menunjukkan angka 0,81 yang memiliki efektifitas dalam kategori tinggi. Dapat disimpulkan dari penelitian bahwa pembelajaran berbasis teknologi water filtration system dengan bantuan calculator debit apps efektif dalam kategori tinggi digunakan dalam meningkatkan kemampuan reflektif peserta didik.
Pengembangan E-Booklet Berbasis Science Education for Sustainable Development terhadap Kemampuan Berpikir Analisis Siswa dalam Pembelajaran IPA Utomo, Pambayun Wahyu; Muna, Izza Aliyatul
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i1.3063

Abstract

Kemampuan berpikir analisis merupakan aspek penting dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas, khususnya dalam pembelajaran IPA. Kemampuan ini membantu siswa dalam memahami konsep-konsep ilmiah dengan lebih baik, memungkinkan siswa untuk membuat keputusan berdasarkan fakta ilmiah sesuai dengan materi yang diajarkan. Namun keterampilan berpikir analisis pada siswa SMP umumnya masih rendah. Rendahnya kemampuan tersebut salah satunya disebabkan karena guru kurang memberikan soal yang memiliki bobot setara dengan menganalisis. Sehingga, diperlukan upaya untuk meningkatkan kemampuan berpikir analisis siswa. Salah satunya adalah penggunaan media e-booklet berbasis Science Education for Sustainable Development. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan media e-booklet berbasis SESD untuk mengetahui pengaruh dan efektivitas penggunaan e-booklet terhadap keterampilan berpikir analisis. Metode yang digunakan adalah Research and Development menggunakan model ADDIE. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, angket dan tes. Analisis data menggunakan Uji wilcoxon dan N-Gain. Hasil penelitian ini adalah hasl uji validasi e-booklet berbasis SESD mendapat nilai rata-rata 99,38% atau sangat valid. Penggunaan media e-booklet berbasis SESD dapat meningkatkan kemampuan berpikir analisis dengan memperoleh nilai Asymp.sig .000, namun efektivitas dari media tersebut tergolong kurang efektif yaitu memperoleh nilai N-Gain 0,32 atau sedang. Sehingga kesimpulanya adalah media e-booklet berbasis SESD dapat meningkatkan kemampuan analisis siswa namun kurang efektif.
Literasi Sains Siswa dalam Berinovasi pada Pembelajaran IPA Berbasis Produk Ani Satull Marwah; Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.3064

Abstract

Menurut data PISA 2022, Indonesia menduduki peringkat rendah dalam aspek literasi sains. Selain literasi sains, di abad ke-21 ini salah satu dari keterampilan yang harus dimiliki siswa yaitu keterampilan berinovasi. Perlunya keterpaduan antara dua keterampilan ini diharapkan dapat menambah literatur pendidikan IPA dengan memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai kemampuan siswa dalam literasi sains serta kreativitas mereka dalam berinovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa serta keterampilan mereka dalam berinovasi melalui pembelajaran IPA yang berbasis produk. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data penelitian ini berasal dari kelas VIII di salah satu MTs di Kabupaten Ponorogo. Pengumpulan data melalui angket terbuka (luring dan daring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kemampuan literasi sains yang memadai. Mereka mampu mengaitkan isu-isu terkini dengan pembelajaran IPA dan menjelaskan fakta-fakta ilmiah dengan baik. Selain itu, siswa mampu memahami konsep sains dalam kehidupan sehari-hari, menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan pengetahuan informasi sains, serta melaksanakan kegiatan praktikum dengan baik, menerangkan langkah-langkah prosedural dan melakukan aktivitas berfikir yang kritis. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam memahami keterpaduan antara literasi sains dengan keterampilan berinovasi pada pembelajaran IPA. Selain itu, memberikan pandangan yang komprehensif tentang potensi siswa dalam mengembangkan pengetahuan ilmiah serta kreativitas mereka dalam berinovasi.
Pengembangan Modul Berbasis STEM 3D untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Anggi Nurma Yunita Sholikhah; Syaiful Arif
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v4i1.3074

Abstract

Pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang menekankan 4 keterampilan penting yaitu kolaborasi, berpikir kritis, komunikasi, dan kreativitas. Kemampuan berpikir kritis merupakan kemampuan yang harus dimiliki dan dikuasai siswa. Namun kemampuan berpikir kritis pada siswa masih cukup rendah. Salah satu faktor penyebab rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa adalah media pembelajaran. Penelitian bertujuan untuk mengembangkan modul 3D berbasis STEM yang berfokus pada kemampuan berpikir kritis siswa mengenai hukum pewarisan sifat di kelas IX SMP N 5 Ponorogo. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah 28 siswa kelas IX SMP Negeri 5 Ponorogo. Metode penelitian yang diterapkan adalah model R&D (Research and Development) ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation & Evaluation). Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket validitas dari 3 orang ahli, angket respon siswa, pretest dan posttest untuk evaluasi pasca penerapan modul. Pretest dan posttest kemudian dianalisis menggunakan uji statistik yaitu N-Gain dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian diperoleh: 1) skor validitas akhir dari 3 ahli masing-masing sebesar 3, 22, 3,44, dan 3,33; 2) angket responsif siswa menunjukkan respon positif terhadap modul; 3) Modul berbasis 3D STEM mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis dengan skor rata-rata N-Gain 0,56; 4) Uji t 2-tailed 0,000 < 0,05. Kesimpulan dari kegiatan penelitian ini adalah modul berbasis STEM 3D layak dan valid diimpementasikan serta efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dengan tingkat sedang.
Pengembangan Model Pembelajaran POINTS (Problematizing, Organizing, Investigating, Thinking and Sharing) untuk Pembelajaran IPA Imaroh, Rahma Dhiyaul; Indrawati; Asyiah, Iis Nur
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i1.3866

Abstract

Proses pembelajaran dapat dikatakan berhasil apabila dapat memenuhi beberapa aspek salah satunya yaitu tercapainya sebuah tujuan pembelajaran. Suatu pembelajaran tidak dituntut untuk sekedar lulus, namun untuk memastikan kesiapan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi pembelajaran membuat fokus pembelajaran dari pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru (teacher center learning) menjadi berpusat pada peserta didik (student centered learning). Salah satu inovasi pembelajaran yaitu pengembangan pada model pembelajaran. Oleh karena itu pengembangan model pembelajaran POINTS dilakukan untuk mengembangkan aktivitas peserta didik dan membantu meningkatkan skill’s yang ada pada peserta didik selama proses pembelajaran. Penelitian pengembangan menggunakan desain 4-D oleh S. Thiagarajan, Tahap 4-D meliputi tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap penyebaran (disseminate). Pengembangan produk model pembelajaran meliputi kevalidan, kepraktisan dan keefektifan model pembelajaran. Instrumen kevalidan dan kepraktisan model pembelajaran POINTS diperoleh dari lembar validasi perangkat dan angket guru dan peserta didik yang diubah menjadi persentase dengan menggunakan kategori penilaian kevalidan dan kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran POINTS telah valid dengan nilai validitas sebesar 83,93% dengan kategori sangat valid dan telah praktis dengan respon guru sebesar 81,87% dan respon peserta didik sebesar 79,98% dengan kategori praktis, selain itu didukung dengan respon yang positif oleh guru dan peserta didik. Model pembelajaran POINTS terdiri atas lima tahap yaitu problematizing, organizing, investigating, thinking and sharing.
Pengaruh Penggunaan LKPD Digital Berbasis Etnosains Relief Jataka terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Motivasi Belajar Siswa pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Saputri, Wahyu Puji; Wibowo, Widodo Setiyo
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i1.3930

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa SMP pada pembelajaran IPA khususnya materi klasifikasi makhluk hidup, masih menjadi permasalahan yang sering ditemukan. Hal ini disebabkan pembelajaran yang cenderung berpusat pada guru serta penggunaan bahan ajar yang kurang kontekstual dan belum mengintegrasikan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan LKPD digital berbasis etnosains Relief Jataka terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest nonequivalent control group design. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Februari 2024 di SMP Muhammadiyah 2 Depok. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII, dengan sampel yang ditentukan melalui teknik cluster random sampling, yaitu kelas VII C sebagai kelas eksperimen dan kelas VII B sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian meliputi LKPD digital berbasis etnosains, soal kemampuan berpikir kritis, dan angket motivasi belajar. Analisis data menggunakan uji prasyarat, independent sample t-test, uji effect size, dan MANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan LKPD digital berbasis etnosains Relief Jataka berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis dan motivasi belajar siswa, baik secara parsial maupun simultan. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan bahan ajar digital berbasis budaya lokal sebagai inovasi pembelajaran IPA yang kontekstual dan bermakna.
Profil Literasi Sains Siswa SMP Materi Klasifikasi Makhluk Hidup Berbasis Wisata Sumenep Pramudista, Hina Tria; Yamin; Tamam, Badrud; Qomaria, Nur; Hartiningsih, Try
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i1.3936

Abstract

Pengukuran kemampuan literasi sains perlu untuk dilakukan berkala dan mandiri dengan bentuk tes sederhana yang berbasis wisata sebagai sarana latihan yang dapat dijadikan bahan evaluasi terstruktur untuk mengetahui profil literasi sains. Kurangnya penelitian yang mendeskripsikan profil literasi sains aspek kompetensi pada materi klasifikasi makhluk hidup yang diukur menggunakan instrumen tes uraian yang berbasis Wisata Sumenep. Maka dari itu, perlu dilakukannya penelitian yang mendsekripsikan profil literasi sains yang berbasis wisata Sumenep. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil literasi sains siswa SMP kelas VII pada materi klasifikasi makhluk hidup berbasis Wisata Sumenep di salah satu SMP di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Jenis penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Aspek literasi sains yang diteliti pada penelitian kali ini fokus pada aspek kompetensi yang meliputi menjelaskan fenomena ilmiah, menafsirkan data dan bukti secara ilmiah, serta merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah. Konten dari Wisata Sumenep yang digunakan pada terdiri dari empat lokasi yaitu, Pantai Lombang, Pantai Slopeng, Goa Seokarno, dan Keraton Sumenep. Teknik pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Subjek pada penelitian ini sebanyak 32 siswa di salah satu SMP di Kabupaten Bangkalan. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan tes literasi sains yang terintegrasi dengan wisata lokal Sumenep. Hasil penelitian ini yaitu diperoleh hasil penelitian profil kemampuan literasi sains sebesar 98.44% (sangat baik). Aspek paling rendah diperoleh pada aspek menjelaskan fenomena ilmiah, sedangkan aspek paling tinggi diperoleh pada aspek merancang dan mengevaluasi penyelidikan ilmiah. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi dan edukasi terkait pembelajaran sains serta sebagai upaya pelestarian kearifan lokal Pulau Madura sebagai wisata edukatif yang terintegrasi dengan sains.
Implementasi Model Learning Cycle 5E dengan Praktikum Riil dan Praktikum Virtual Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik Amalia, Winda; Hardianti, Risa Dwita
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Tadris IPA UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/jtii.v5i2.4615

Abstract

Hasil observasi yang dilakukan dengan 26 peserta didik kelas VIII SMPN 24 Semarang, diketahui kemampuan berpikir kritis peserta didik pada mata pelajaran IPA tergolong rendah dibuktikan dengan hasil tes dengan soal yang memuat indikator kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan model Learning Cycle 5E dengan praktikum riil dan praktikum virtual terhadap kemampuan berpikir kritis dan menganalisis tingkat kemampuan berpikir kritis peserta. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan teknik cluster random sampling. Jenis penelitian yaitu penelitian eksperimen dengan desain penelitian quasi experiment dengan nonequivalent control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan pretest dan posttest. Berdasarkan hasil analisis penelitian diketahui bahwa penerapan Learning Cycle 5E dengan praktikum riil dan praktikum virtual berpengaruh pada kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pengaruh tersebut diketahui dari hasil analisis uji independent t-test adanya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis kelas eksperimen dan kelas kontrol. Tingkat kemampuan berpikir kritis peserta didik setelah diberikan perlakuan yaitu 18 peserta didik memperoleh hasil pada kriteria sangat tinggi dan 16 peserta didik pada kriteria tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa penerapan model Learning Cycle 5E berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada sub bab Getaran dan Gelombang.