Jurnal Tadris IPA Indonesia
Jurnal Tadris IPA Indonesia diterbitkan oleh Tadris IPA, Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo sebagai media untuk meningkatkan kreativitas guru (khususnya guru IPA), dosen, akademisi, dan praktisi yang berkaitan dengan penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini menyediakan tempat publikasi yang ditelaah oleh mitra bestari, ketat secara akademis dan diakui secara profesional. Jurnal Tadris IPA Indonesia ini menerbitkan artikel asli tentang isu dan tren terkini penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang tadris/pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Jurnal ini diterbitkan tiga kali dalam satu tahun.
Articles
98 Documents
Analisis Kemampuan Siswa dalam Membuat Kesimpulan dari Hasil Pratikum
Elya Shofa Rahmayani;
Wirawan Fadly
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i2.765
Kemampuan membuat kesimpulan merupakan suatu kemampuan yang berasal dari akal pikiran manusia yang berupa pengetahuan yang telah dimilki dari hasil penemuan yang sudah dilakukan. Melalui kemampuan membuat kesimpulan ini, seorang siswa diharapkan mampu menarik hasil dari apa yang telah ditemukan berdasarkan gagasan dan pikiran yang mereka miliki tentang sebuah peristiwa dan pengetahuan ilmiah yang ada di alam sekitar ataupun persoalan yang ada atau yang telah diamati. Tujuan dari penelitian ini adalah: mendeskripsikan keterkaitan dari kemampuan peserta didik dalam membuat kesimpulan yang diperoleh dari hasil praktiku. 2) menyebutkan faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam membuat kesimpulan dari hasil praktikum. Dalam hal ini peneliti menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi sedangkan dalam pengumpulan data, penulis menggunakan metode indepth interview, observasi dan dokumentasi. Adapun dalam analisis data, penulis menggunakan analisis Miles dan Huberman dengan tahap pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil penelitian ini adalah 1) Peserta didik dalam membuat sebuah kesimpulan harus terlebih dahulu memahami definisi dari kesimpulan itu sendiri. 2) Faktor yang mempengaruhi kemampuan peserta didik dalam membuat kesimpulan sangatlah beragam. Akan tetapi faktor yang mendominasi kemampuan peserta didik dalam membuat kesimpulan yaitu pemahaman terhadap materi atau bacaan yang dijadikan acuan untuk melakukan suatu percobaan.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Rasional Peserta Didik Melalui Model Pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) Berbantuan Mind Mapping
Addiliya Vida Dewi Zahro;
Sofwan Hadi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i2.793
Semakin majunya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) membuat dunia pendidikan harus mempersiapkan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan berpikir dalam menyelesaikan permasalahan yang berkembang di sekitarnya. Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan yaitu kemampuan berpikir rasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektivitas model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan mind mapping untuk meningkatkan kemampuan berpikir rasional peserta didik kelas VII SMP Negeri 1 Jenangan. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan pendekatan kuantitatif dan jenispenelitian eksperimen dengan desain Quasi Eksperimental. Sampel penelitian yang digunakan berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes uraian. Data hasil penelitian di analisis menggunakan deskriptif kuantitatif kemudian dilanjutkan dengan statistik inferensial setelah dilakukan uji pra syarat. Berdasarkan hasil olah data yang telah dilakukan diketahui bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir rasional di kelas eksperimen dan kontrol. Penerapan model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan mind mapping pada kelas eksperimen lebih baik daripada kelas kontrol dengan model direct instruction. Sehingga model pembelajaran Children Learning In Science (CLIS) berbantuan mind mapping efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir rasional. Hal ini terjadi karena proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan mengajak peserta didik untuk aktif dalam mengembangkan ide yang dimiliki dalam menyelesaikan permasalahan.
Komparasi Jigsaw dan Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) Terhadap Kemampuan Menggali Informasi Peserta Didik
Alda Maulidya Anindita;
Faninda Novika Pertiwi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i2.821
Pendidikan IPA abad 21 menuntut peserta didik mampu menganalisis informasi yang diperoleh, sehingga peserta didik harus memiliki kemampuan menggali informasi yang baik. Namun, berdasarkan observasi yang dilakukan di MTs Ma’arif Balong kemampuan menggali informasi peserta didik masih dirasa belum baik, sehingga perlu dimaksimalkan melalui penerapan model Jigsaw dan CIRC. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan pembelajaran dengan model Jigsaw dan CIRC, serta mengetahui model pembelajaran yang lebih baik terhadap kemampuan menggali informasi peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian quasi eksperimen, dan desain penelitian the static-group comparison design. Penelitian dilaksanakan di MTs Ma’arif Balong dengan populasi seluruh peserta didik kelas VIII. Teknik pengambilan sampel adalah nonprobablity sampling dengan jenis purposive sampling. Sampel terdiri atas peserta didik kelas VIII B dan kelas VIII A. Instrumen penelitian adalah lembar observasi keterlaksanaan model Jigsaw dan CIRC, serta tes berupa soal uraian yang kemudian dianalisis menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Jigsaw dan CIRC termasuk dalam kategori sangat baik. P-Value sebesar 0,013 dan kurang dari 0,05, sehingga H0 ditolak. Hasil rata-rata tes peserta didik yang menggunakan model Jigsaw sebesar 82,11dan model pembelajaran CIRC sebesar 88,33. Maka dapat disimpulakn bahwa model CIRC lebih baik daripada model Jigsaw terhadap kemampuan menggali informasi peserta didik.
Efektivitas Model Pembelajaran Problem-based Learning Berbasis Socioscientific terhadap Kemampuan Argumentasi Peserta Didik
Amirul Minin;
Hanin Niswatul Fauziah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i2.865
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran problem-based learning berbasis socioscientific terhadap kemampuan argumentasi peserta didik kelas VIII di MTsN 1 Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini adalah kelas VIII F (eksperimen) dan kelas VIII E (kontrol) dengan jumlah 70 peserta didik. Instrumen penelitian ini yaitu soal tes yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran problem-based learning berbasis socioscientific. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan bantuan software Minitab. Berdasarkan hasil uji-t diketahui bahwa P-Value sebesar 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran problem-based learning berbasis socioscientific efektif untuk meningkatkan kemampuan argumentasi peserta didik kelas VIII di MTsN 1 Ponorogo. Model pembelajaran problem-based learning berbasis socioscientific mampu menciptakan suasana belajar yang aktif dan menantang, peserta didik dapat berpikir kritis dan berdiskusi untuk memberikan solusi dari permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan pada konsep yang telah dipelajari.
Pengaruh Kemandirian Belajar Terhadap Minat Belajar IPA Siswa Kelas VIII SMP
Reni Linasari;
Syaiful Arif
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i2.874
Pada dasarnya pendidikan IPA penting untuk diajarkan pada setiap jenjangnya. Pada jenjang SMP pendidikan IPA merupakan sebuah pembelajaran yang diajarkan secara terpadu secara utuh dan tidak dapat dipisahkan. Karena begitu kompleknya pembelajaran IPA maka diperlukan sebuah mental dan minat belajar yang tinggi dalam diri peserta didik. Minat belajar haruslah ditumbuhkan pada diri peserta didik. Karena kompleksnya pendidikan IPA, diketahui semangat dan minat belajar peserta didik kelas VIII di SMPN 1 Sambit terhadap mata pelajaran IPA mulai menurun. Menurunnya minat belajar dapat dipengaruhi oleh rendahnya kemandirian belajar peserta didik. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk meneliti lebih dalam tentang pengaruh kemandirian belajar terhadap minat belajar IPA di SMPN 1 Sambit. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar peserta didik terhadap minat belajar IPA kelas VIII di SMPN 1 Sambit. Pendektan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian ex post facto. Teknik pengambilan data dilakukan secara random sampling. Jumlah sampel 56 peserta didik.Teknik analisis data dilakukan dengan cara deskriptif statistik Hasil penelitian yang dilaksanakan menunjukkan persamaan persamaan regresi dengan Y= 18.641+ 0,352. Artinya setiap peningkatan satu unit variabel kemandirian belajar akan menyebabkan peningkatan pada variabel minat belajar sebesar 0,352 unit. Besarnya kontribusi kemandirian belajar terhadap minat belajar peserta didik ditunjukkan dengan koefesien determinasi sebesar 0,125. Hal ini berarti bahwa penaikan atau penurunan minat belajar dipengaruhi oleh kemandirian belajar sebesar 12,5%, sedangkan 87,5% dipengaruhi oleh faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Pengembangan Bahan Ajar Berbasis Sosio Scientific Issue pada Materi Pencemaran Lingkungan untuk Meningkatkan Kemampuan Analitis Siswa
Yuninda Adumiranti;
Retno Widyaningrum
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 2 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i2.1004
Semakin majunnya pendidikan menuntut siswa untuk memiliki kemampuan berpikir lebih tinggi. Salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa adalah kemampuan analitis. Pendekatan socioscientific issue dapat meningkatkan berpikir tinggi dengan menyelesaikan masalah. Pada pengamatan bahan ajar terdapat beberapa komponen yang belum lengkap. Maka perlu adanya pengembangan bahan ajar pada tema pencemaran lingkungan untuk meningkatkan kemampuan analitis.Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui validitas dan reliabitas bahan ajar socio scientific issue, (2) Penerapan bahan ajar socioscientific issue dan (3) keefektifan bahan ajar socioscientific issue dalam meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian Research and Development, dengan melakukan beberapa langkah dari model penelitian Brog and Gall. Pada hasil validasi dan reliabilitas, bahan ajar dihasilkan bahan ajar yang valid dan reliabitas. Pada keterlaksanaan dianalisis dengan mengakumulasi persentase respon observer dan juga siswa untuk melihat keterlaksanaan dari bahan ajar. Hasil akhir observer, bahan ajar dikategorikan keterlaksanaan yaitu 67% menyatakan cukup terlaksana dan 33% menyatakan terlaksana dengan baik. Keefektifan bahan ajar dapat dilihat dari hasil akhir rata-rata nilai N Gain sebesar 0,5625. Dengan hasil tersebut, taraf efektifitas bahan ajar dikategorikan sedang. Sedangkan pada hasil setiap indikator kemampuan analitis mengalami peningkatan.
Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung sebagai Bahan Pembuatan Sereal untuk Alternatif Menu Sarapan
Jihan Maghfiroh;
Rizki Putri Asyari;
Roufi'ul Mustafidah;
Titah Sayekti
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i3.446
Limbah tongkol jagung biasanya hanya dibuang atau dimanfaatkan untuk pakan ternak, dimana jumlahnya akan terus bertambah seiring dengan peningkatan kapasitas produksi. Peningkatan produksi pertanian jagung juga harus diseimbangkan dengan upaya lebih lanjut dalam mengolah limbah tongkol jagung. Tongkol jagung yang hanya dianggap limbah, ternyata memiliki kandungan gizi yang dapat dikonsumsi oleh manusia, salah satunya serat kasar. Adanya kandungan serat yang cukup tinggi menjadikan tongkol jagung cocok digunakan untuk bahan pembuatan sereal yang bergizi dan mengenyangkan. Oleh karena itu, upaya untuk meningkatkan nilai tambah, dengan memanfaatkan tongkol jagung sebagai bahan dasar dari sereal. Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi volume limbah tongkol jagung serta membuat alternatif sarapan bergizi dan praktis sebagai upaya mewujudkan Indonesia sehat. Penyusunan penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. bahwa SEKOJA dapat diterima oleh masyarakat baik dari segi tekstur Data didapatkan dari hasil uji dan dari referensi seperti jurnal penelitian, buku, dan artikel ilmiah yang bersumber dari internet sesuai dengan permasalahan yang dibahas. Data hasil uji menunjukkan bahwa SEKOJA mengandung serat, karbohidrat, protein, dan lemak, dimana makronutrien tersebut dibutuhkan tubuh untuk memenuhi gizi di pagi hari. Berdasarkan hasil uji organoleptik menunjukkan, rasa, dan aroma. Sedangkan SEKOJA memiliki daya simpan yang cukup lama meskipun tidak menggunakan pengawet.
Peningkatan Kualitas Multisektoral Melalui Budidaya Hidroponik untuk Kesejahteraan Masyarakat di Desa Tatung Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Fauji Agusta;
Zeni Murtafiati Mizani;
Joko Suroso
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i3.546
Tatung adalah sebuah desa di Kabupaten Ponorogo Jawa Timur yang terletak di Kecamatan Balong. Melalui hasil dari pemetaan serta penelusuran wilayah, Desa Tatung memiliki berbagai potensi serta aset yang bisa di kembangkan selama kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM). Dari berbagai sektor yang ada, sektor pertanian menjadi aset potensi yang paling tinggi dibandingkan aset potensi lainnya. Karena bertani merupakan sumber pendapatan utama bagi sebagian besar masyarakat. Namun, sangat disayangkan dengan adanya pandemi COVID-19 banyak sektor yang terkena dampaknya, terutama pada sektor ekonomi. Masyarakat banyak yang kehilangan pekerjaan dengan kebutuhan pangan yang harus selalu terpenuhi. Untuk mengatasi permasalahan yang ada di Desa Tantung diperlukan kreativitas agar dapat mencapai kesuksesan. Maka kami peserta Kuliah Pengabdian Masyarakat di Desa Tatung berupaya memberikan solusi kepada masyarakat dalam meningkatkan kebutuhan pangan maupun ekonomi masyarakat di masa pandemi dengan pelatihan budidaya hidroponik. Dengan adanya pelatihan budidaya hidroponik diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan masyarat, juga bisa membantu meningkatkan kualitas multisektoral ekonomi masyarakat melalui pelatihan budidaya hidroponik.
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kreatif Melalui Penerapan Model Inkuiri dengan Metode Demonstrasi
Silvia Nazahatul Shima;
Sofwan Hadi
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i3.781
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berpikir kreatif melalui pembelajaran yang menerapkan model Inkuiri dengan metode Demonstrasi. Kemampuan berpikir kreatif peserta didik sangat berpengaruh terhadap pola pikir peserta didik dalam menyelesaikan permasalahan di masa yang akan datang. Metode penelitian ini menggunakan pendekatakan kuantitatif dengan desain Quasi Experimental. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster sampling dengan jenis penelitian nonequivalent control group design. Jumlah sampel dalam penelitian ini yaitu 57 peserta didik. Teknik pengambilan data menggunakan posttest. Hasil penelitian menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran dan aktivitas peserta didik dalam kategori baik. Hasil uji-t Two Tailed didapatkan hasil bahwa terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif kelas yang menerapkan model Inkuiri dengan metode Demosntrasi dan kelas yang tidak menggunakan model dan yang menerapkan model konvensional. Hasil uji-t One Tailed didapatkan hasil rata-rata kemampuan berpikir kreatif kelas yang menerapkan model Inkuiri dengan metode Demosntrasi lebih tinggi dibandingkan kelas yang menerapkan model konvensional.
Model Pembelajaran Creative Problem Solving (CPS) Berbasis Socioscientific untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Reflektif Peserta Didik
Indah Kurniasari;
Hanin Niswatul Fauziah
Jurnal Tadris IPA Indonesia Vol. 2 No. 3 (2022)
Publisher : Tadris IPA IAIN Ponorogo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21154/jtii.v2i3.919
Kemampuan berpikir reflektif peserta didik sangat dibutuhkan selama pembelajaran IPA, akan tetapi kemampuan berpikir reflektif peserta didik tergolong masih rendah. Permasalahan tersebut juga terjadi di SMP Negeri 1 Mlarak pada peserta didik kelas VII. Penggunaan model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis socioscientific mejadi salah satu solusi alternatif dari permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis socioscientific terhadap kemampuan berpikir reflektif peserta didik kelas VII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Mlarak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain penelitian pretest-posttest control group design. Sampel penelitian ini yaitu kelas VII A (kelas eksperimen) dan kelas VII B (kelas kontrol) yang berjumlah 62 peserta didik. Pengambilan data dalam penelitian ini dengan soal tes yang diberikan sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berpikir reflektif peserta didik yang menggunakan model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis socioscientific tidak sama dengan kemampuan berpikir reflektif peserta didik yang menggunakan model pembelajaran ceramah. Hal tersebut berarti model pembelajaran creative problem solving (CPS) berbasis socioscientific berpengaruh terhadap kemampuan berpikir reflektif peserta didik kelas VII pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 1 Mlarak.