cover
Contact Name
I Made Ardi Sudestra
Contact Email
journal@undiknas.acid
Phone
+6282236805788
Journal Mail Official
journal@undiknas.ac.id
Editorial Address
Universitas Pendidikan Nasional Jl. Bedugul No.39, Sidakarya, Denpasar, Bali 80225
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telsinas Elektro, Sipil dan Teknik Informasi
ISSN : -     EISSN : 26215276     DOI : 10.38043
Papers published in this journal focus on or are related to the fields of Civil Engineering, Electrical Engineering, Informatics, and their sub-fields: Structure, Transportation, Geotechnical, Water Resources, Construction Management, Environmental, EngineeringPower/Energy System, Information Systems, Electronics, Control System, Computer system.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2024)" : 10 Documents clear
Pemetaan Keruskan Jalan Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Manyak Payed Kabupaten Aceh Tamiang Awaliani, Tarmizi; Alamsyah, Wan; Basrin, Defry
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.4876

Abstract

Kecamatan Manyak Payed merupakan salah satu akses jalan lintas Medan – Banda Aceh yang memiliki jumlah pengendara cukup ramai. Hal ini yang mendominasi penyebab melemahnya kondisi perkerasan jalan. Tujuan dari penelitian ini untuk memodelkan pemetaan topografi, jaringan jalan, kerusakan jalan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) serta menghitung nilai tingkat kerusakan jalan dengan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode Penelitian ini menggunakan SIG dan PCI. SIG dipergunakan untuk pemodelan topografi, pemetaan jaringan jalan dan kerusakan jalan dengan tahapannya yaitu pengumpulan data, peta pendukung, serta survey di lapangan. Sedangkan metode PCI digunakan untuk menghitung nilai tingkat kerusakan jalan dengan indeks numerik yang nilainya berkisar di antara 0 sampai 100. Nilai 0, menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan masih sempurna. Berdasarkan hasil pemodelan topografi di Kecamatan Manyak Payed maka diperoleh elevasi tertinggi sebesar 267mdpl dan terendah sebesar 1mdpl. Hasil pemodelan jaringan jalan beserta titik kerusakan jalan masih banyak jalan yang mengalami kerusakan terutama di jalan Arteri, terdapat 16 titik kerusakan pada jalan Arteri dengan 6 jenis kerusakan yaitu, 2 Retak Kulit Buaya (13%), 3 Lubang (20%), 1 Alur (7%), 3  Tambalan (20%), 4  Retak Memanjang (27%), 2 Retak Pinggir (13%).Jjalan Kolektor A terdapat 27 titik kerusakan dengan 3 jenis kerusakan yaitu, 12 Pelepasan Butir (60%), 7 Amblas (35%), 1 Pengausan Agregat (5%). Jalan Lokal A terdapat 6 titik kerusakan dengan 3 jenis kerusakan yaitu, 4 Lubang (67%), 1 Amblas (16%), 1 Retak Pinggir (17%). Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode PCI, maka nilai rata-rata untuk jalan Arteri sebesar 69,2 (baik), jalan Kolektor A sebesar 40 (buruk) dan jalan Lokal A sebesar 66,75 (baik). Dengan nilai rata-rata PCI tersebut penanganan  yang perlu dilakukan adalah tambalan dan lapisan tambahan.
Implementasi Kebijakan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) di Kabupaten Brebes Putra, Ikhsan Fauzi Gunawan; Mudiyono, Rachmat; Wahyudi, Imam
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.4984

Abstract

Pembangunan perumahan yang pesat pada Kabupaten Brebes menjadi latar belakang dalam diperlukannya studi Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) untuk mengetahui besaran dampak lalu lintas yang ditimbulkan oleh pembangunan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi Implementasi Kebijakan Analisis Dampak Lalu Lintas (ANDALALIN) berdasarkan peraturan-peraturan yang berlaku khususnya untuk perumahan di Kabupaten Brebes; Menilai hambatan apa sajakah yang dihadapi pada implementasi kebijakan; dan Memberikan solusi strategis yang diprioritaskan dalam menghadapai hambatan utama. Jenis penelitian ini adalah penelitian mixed methods yang menggunakan desain tipe explanatory yang termasuk dalam model sequential (urutan). Penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Brebes sudah melaksanakan tiap butir komponen peraturan dalam Implementasi Kebijakan ANDALALIN untuk perumahan namun terdapat beberapa kekurangan yang bersifat administratif dan dibutuhkan tindak lanjut. Tujuh aspek yang digunakan dalam mengevaluasi hambatan dalam implementasi kebijakan ini adalah Aspek Sosialisaai atau Forum, Aspek Standar Operasional Prosedur (SOP), Aspek Kewenangan Status Jalan, Aspek Website Andalalin, Aspek Sumber Daya Manusia (SDM), Aspek Monitoring dan Evaluasi, dan Aspek Sanksi. Dari hasil analisis yang dilakukan, hambatan dengan nilai prioritas tertinggi ada pada aspek Standar Operasional Prosedur (SOP) yaitu tingkat keterlibatan pihak terkait dalam menjalankan kebijakan ANDALALIN dimana solusi strategis yang diperlukan adalah penyelenggaraan pelatihan dan sosialisasi mengenai SOP secara teratur guna memastikan pemahaman dan penerapan yang konsisten.
Analisis Kesiapan Moderenisasi Irigasi Pada Daerah Irigasi Lakbok Utara Kabupaten Ciamis dan Kota Banjar Fadillah, Iik Nurul
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5008

Abstract

Daerah Irigasi Lakbok Utara memiliki luas 4818 Ha terletak di Kabupaten Ciamis dan 1401 Ha terletak di Kota Banjar Provinsi Jawa Barat. Kondisi di lapangan yang saat ini meliputi perhitungan kebutuhan air, penjadwalan pembagian air, serta pengelolaan sistem informasi secara manual, praktik tanam yang masih mengandalkan metode tradisional, kurangnya koordinasi di antara pengelola irigasi karena adanya pembagian wewenang yang tidak jelas, dan keterbatasan SDM telah menyebabkan ineffisiensi dalam pelaksanaan kegiatan lapangan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan sistem irigasi partisipatif yang efisien, efektif, dan berkelanjutan melalui modernisasi irigasi. Penilaian cepat menggunakan Rapid Appraisal Procedure (RAP) menunjukkan bahwa pilar 1 (ketersediaan air) mencapai nilai 95,04, pilar 2 (sarana dan prasarana) mencapai 73,75, pilar 3 (sistem pengelolaan) mencapai 61,21, pilar 4 (institusi pengelola) mencapai 78,26, dan pilar 5 (SDM) mencapai 30,7. Indeks Kesiapan Modernisasi Irigasi Daerah Irigasi Lakbok Utara telah dinilai mencapai skor 69,9 secara total, dimana diberikan predikat "cukup", yang mengakibatkan penundaan pelaksanaan modernisasi irigasi. Diperlukan penyempurnaan selama 1 hingga 2 tahun sebelum langkah selanjutnya dapat dilakukan.
Stabilisasi Tanah Lempung Ekspansif Menggunakan Bahan Tambah Serbuk Gypsum dan Abu Sekam Padi Arismawati, Resti; Lydia, Ellida Novita; Ardhyan, Muhammad Zacky; Mutia, Eka
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5031

Abstract

Tanah lempung ekspansif ditandai oleh kemampuan untuk mengalami perubahan volume yang signifikan, dengan daya ekspansi dan kontraksi yang tinggi. Ketika tingkat kelembaban tanah meningkat, tanah akan mengembang, namun saat mengering, tanah ini akan menyusut. Dibutuhkan stabilisasi untuk memperbaiki sifat tanah. Stabilisasi yang digunakan merupakan bahan tambah berupa serbuk gypsum yang dapat menyerap rembesan air pada tanah dan abu sekam padi dapat mengisi rongga-rongga dari tanah. Tujuan pengujian ini untuk mengetahui karakterisitik sifat fisik tanah lempung ekspansif asli maupun yang distabilisasi, dan untuk menentukan nilai kohesi (c) dan sudut geser. Hasil pengujian memperoleh karakteristik sifat fisik dari tanah lempung ekspansif asli dengan nilai kadar air lapangan sebesar 35,71%, Gs sebesar 2,28, LL sebesar 47,19%, PL sebesar 13,71% dan PI sebesar 33,38%, dan tanah dengan lolos nomor saringan 200 sebesar 52,09%. Pada tanah. Presentase terbaik terdapat pada variasi LE 4 dimana batas atterberg mengalami penurunan, memiliki nilai w optimum terbaik dan memiliki nilai kohesi (c) sebesar 33,40 kpa juga sudut geser sebesar 72,03° yang merupakan nilai tertinggi, maka dari itu dapat disimpulkan bahwasanya penambahan serbuk gypsum dan abu sekam padi berpengaruh baik pada sifat tanah lempung ekspansif.
Perancangan Sistem Penghitung Acak 10% Terhadap Barang Bawaan Yang Diperiksa X- Ray Untuk Pemeriksaan Manual di Bandara Susanto, Joko
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5036

Abstract

Pemeriksaan keamanan penerbangan adalah prosedur guna mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan. Pemeriksaan barang bawaan secara manual dengan sistem acak sejumlah 10 % terhadap seluruh barang bagasi tercatat maupun bagasi kabin adalah kewajiban yang harus dilaksanakan sesuai regulasi keamanan penerbangan, akan tetapi berdasarkan hasil pengawasan dilapangan ditemukan bahwa pemeriksaan keamanan penerbangan secara acak belum konsisten dilaksanakan. Dengan menggunakan sistem penghitung acak akan membantu memastikan terlaksananya pemeriksaan acak secara konsisten, karena dengan sistem penghitung acak maka petugas pemeriksa akan tahu kapan saatnya melaksanakan pemeriksaan acak harus dilakukan. Peneliti menggunakan metode kuantitatif yang mencakup bahan dan alat, blok diagram, prinsip kerja alat, flowchart dan perancangan alat. Hasil ujicoba dengan metode ini menunjukan hasil yang memuaskan, petugas pemeriksa tidak perlu menghitung secara manual untuk menentukan bagasi mana yang harus diperiksa.
Karakteristik Sifat Fisik dan Mekanis Batuan Kapur dengan Kadar Kalsium Karbonat di Desa Kaloy Natasya, Fitri Alia; Lydia, Ellida Novita; Irwansyah, Irwansyah
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5086

Abstract

Di Desa Kaloy, ketersediaan batu kapur sangat melimpah. Batuan kapur termasuk batuan sedimen yang tersusun dari kalsium kalsit. Penentuan sifat fisik dan kandungan kalsium karbonat pada batu kapur sangat penting karena dengan mengetahui sifat-sifat dan kandungan kalsium karbonat pada batuan tersebut maka dapat ditentukan kualitas batuan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik,sifat mekanis serta kadar kalsium karbonat pada batuan kapur. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif. Data yang diperoleh dari hasil uji Laboratorium. Hasil penelitian uji sifat fisik  dari data menunjukkan Porositas 5.06 %, Kadar Air mencapai 1,16 % , Berat Jenis Asli dan Berat Jenis Jenuh mencapai 2.76 gr/cm dan 2.62 gr/cm, Densitas Asli, Densitas Kering, dan Densitas Jenuh mencapai 2.6 gr/cm. Hasil sifat mekanis yaitu uji kuat tekan di dapatkan rata-rata nilai kuat tekan sebesar 376.85 kg/cm, yang artinya dapat digunakan sebagai batu hias atau batu tempel. Kadar Kalsium Karbonat (CaCO3) pada batuan kapur desa Kaloy memperoleh rata rata 52% yang artinya menurut Standar Industri Indonesia (SII 05-0586-2007) batuan kapur desa Kaloy memenuhi standar dan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan marmer.  
Kontribusi PTPP Terhadap Sustainable Development Goals Pada Tahun 2020-2022 Sarifah, Fitriana; Fauziah, Nurul; Evana, Syakilla; Pertiwi, Rahma; Fadhlurrahman, Akmal Zaidan; Nugraha, Ryan
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5092

Abstract

PT PP (Persero) Tbk (PT PP) telah berkembang menjadi perusahaan konstruksi terkemuka di Indonesia dan telah menyelesaikan berbagai proyek di seluruh negeri melalui tujuh segmen bisnisnya. Untuk mendukung pelaksanaan keuangan berkelanjutan, PT PP mengalokasikan sebagian dana ke program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan untuk mendukung inisiatif yang sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kontribusi PT PP terhadap SDGs dan dampak positifnya terhadap ekonomi, masyarakat, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan analisis data atau laporan perusahaan terutama laporan keberlanjutan PT PP tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT PP telah berkontribusi besar dalam mencapai SDGs di Indonesia. PT PP berkonsentrasi pada SDGS nomor 4, 8, dan 11 dari tahun 2020 hingga 2022. Pembangunan infrastruktur, pemenuhan kebutuhan perumahan, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat adalah beberapa manfaat PT PP. Untuk mencapai SDGs, PT PP mengintegrasikan prinsip pembangunan berkelanjutan, kemitraan dan kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Abu Batu Kapur Sebagai Alternatif Filler dalam Campuran Aspal Beton untuk Lapisan Aus Is Dayanti, Roza; Irwansyah, Irwansyah; Alamsyah, Wan
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5096

Abstract

Menurut Persyaratan Umum Bina Marga tahun 2018, kualitas bahan sangat berpengaruh terhadap kualitas campuran aspal. Permintaan bahan jalan untuk campuran aspal di seluruh wilayah terus meningkat. Bahan pengisi untuk campuran aspal dapat diperoleh dengan memecah batuan alam dan buatan yang digunakan dalam berbagai lapisan perkerasan jalan. Penelitian ini menggunakan batu kapur dari Desa Kaloy, Kecamatan Pulau Tiga, Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bahan pengisi dalam campuran AC-WC. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan abu batu kapur sebagai filler pada campuran AC-WC dengan variasi kadar filler sebesar 3%, 3,5%, 4%, 4,5%, dan 5% terhadap parameter uji marshall. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan data hasil pengujian laboratorium. Berdasarkan hasil uji marshall, penggunaan abu batu kapur sebagai bahan pengisi dengan kadar 4% dengan menggunakan kadar aspal optimum sebesar 5,77%, menghasilkan kombinasi yang memuaskan dan memenuhi Spesifikasi Bina Marga 2018 revisi 2 adapun diperoleh nilai stabilitas marshall sebesar 2780,08 kg, nilai aliran 3,9 mm, marshall 707,21 kg/mm, volume antar agregat (VMA) 15,05%, volume dalam campuran (VIM) 4,07%, dan volume yang diisi dengan aspal (VFB) mencapai 73,01%.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Proyek Konstruksi Gedung: Studi Kasus Pembangunan Gedung Staf Kodim 0104, Aceh Timur Fadillah, Arif; Firdasari, Firdasari; Masthura, Lely
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5110

Abstract

Pekerjaan dalam suatu proyek kontruksi memerlukan perencanaan yang sangat matang, pada dasarnya dalam merencanakan suatu pekerjaan dilakukan dengan berpedoman kepada SNI. Namun dalam pelaksanaannya terkadang apa yang sudah dihitung berdasarkan SNI hasilnya akan berbeda dengan yang dilaksanakan di lapangan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui nilai angka produktivitas yang didapatkan pada pekerjaan pemasangan bata dan plasteran dinding, membandingkan hasil analisis Produktivitas tenaga kerja pemasangan bata dan plasteran dinding antara hasil analisis di lapangan dengan hasil analisis berdasarkan koefisien Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022 dan Membandingkan hasil analisis biaya upah tenaga kerja pemasangan bata dan plasteran dinding antara hasil analisis di lapangan dengan hasil analisis menurut Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022. Metode yang digunakan adalah metode work study yang berguna untuk menghitung rata – rata produktivitas pada pekerjaan pasangan bata dan plasteran dinding. Hasil penelitian ini adalah analisis di lapangan dengan rata-rata produktivitas pekerjaan pasangan bata sebesar 9,94 m2/hari dengan total harga satuan upah tenaga kerja sebesar Rp. 39.979, sedangkan menurut Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022 sebesar 8,33 m2/hari dengan total harga satuan upah tenaga kerja sebesar Rp. 46.015. Perbandingan antara keduanya adalah 1,19 : 1 untuk produktivitas dan 1 : 1,15 untuk biaya upah tenaga kerja. Selanjutnya berdasarkan hasil analisis di lapangan didapatkan rata-rata produktivitas pekerjaan plasteran dinding sebesar 13,54 m2/hari dengan total harga satuan upah tenaga kerja sebesar Rp. 29.350, sedangkan menurut Permen PUPR Nomor 1 Tahun 2022 sebesar 6,67 m2/hari dengan total harga satuan upah tenaga kerja sebesar Rp. 53.160. Perbandingan antara keduanya adalah 2,03 : 1 untuk produktivitas dan 1 : 1,81 untuk biaya upah tenaga kerja. Adapun manfaat dari penelitian ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi, antara lain dapat memberikan gambaran umum dan masukan terhadap pihak-pihak yang berkecimpung dalam bidang industri kontruksi dalam usaha memilih tenaga kerja yang lebih baik dalam jasa kontruksi.
Evaluasi Mutu Beton Proyek Pembangunan Gedung di Desa Pesagi Kabupaten Tabanan-Bali I Gusti Ngurah, Eka Partama; Astariani, Ni Kadek; Sudika, I Gusti Made; Silvi, Ni Putu
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i1.5175

Abstract

Pekerjaan beton struktural pada Mayakhosa Pesagi Project dalam Pembangunan Gedung Soul Centre Healing & Retreat dikerjakan oleh PT. Karya Laksana Gemilang berdasarkan job mix design yang diterbitkan oleh Politeknik Negeri Bali dengan mutu beton rencana K-225 (f’c=18,68MPa). Analisis diperlukan untuk mendapatkan informasi mutu beton yang dikerjakan berdasarkan spesimen yang telah disiapkan. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi mutu beton yang dikerjakan berdasarkan SNI 2847:2019 pasal 26.12.3. Evaluasi mutu beton dilakukan berdasarkan 16 spesimen silinder 150x300mm yang disiapkan saat pengecoran, 8 spesimen pada Pelat Timur dan 8 lainnya dari Pelat Barat. Analisis penerimaan mutu beton yang dikerjakan mengacu pada 2 ketentuan dalam standar tersebut. Syarat pertama: mutu beton dapat diterima jika rerata kuat tekan 3 spesimen berurutan tidak boleh kurang dari f’c dan syarat kedua: untuk mutu beton sampai f’c=35MPa setiap spesimen tidak boleh memiliki kuat tekan lebih rendah (f’c-3,5)MPa. Hasil evaluasi menyimpulkan mutu beton hasil pengecoran Pelat Barat memenuhi K-225 sedangkan Pelat Timur tidak memenuhi, yang ditunjukkan oleh 2 spesimen tidak memenuhi kuat tekan yang disyaratkan. Tiga parameter penting untuk mencapai mutu beton yang disyaratkan yaitu: material yang sesuai rancangan, pelaksanaan yang benar dan sumberdaya manusia yang memadai.

Page 1 of 1 | Total Record : 10