cover
Contact Name
Ahmad Fitriansyah
Contact Email
ahmad.fitriansyah@swadharma.ac.id
Phone
+6287870716976
Journal Mail Official
jurnal.kompleksitas@swadharma.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma Jakarta Jl. Raya Pondok Cabe No.36, Tangerang Selatan, 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Kompleksitas: Jurnal Ilmiah Manajemen, Organisasi, dan Bisnis
ISSN : 19788754     EISSN : 29648238     DOI : https://doi.org/10.56486/kompleksitas
Jurnal KOMPLEKSITAS merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM ITB Swadharma. Jurnal ini berisi karya ilmiah dengan bidang kajian penelitian meliputi: Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Strategis, Manajemen Operasi, Manajemen Perubahan, Manajemen Pengetahuan, Perilaku Organisasi, Kewirausahaan, Bisnis Digital, Sistem Informasi Bisnis
Articles 192 Documents
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MANAJEMEN KEUANGAN DI YAYASAN BAITUL MAAL HIDAYATULLAH Syamsid Dluhaa; Novie Andriani Zakariya
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1034

Abstract

This study aims to analyze the implementation of good governance principles in financial management at the Baitul Maal Hidayatullah Foundation (BMH), one of Indonesia's national zakat collection institutions. The study focuses on the five main principles of good governance, namely transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness in the management of zakat, infaq, sedekah, and waqf funds. The research method uses a qualitative approach with a case study type. The data collection method uses In-depth interviews with BMH administrators, observations of fund management activities, and documentation of financial reports. Data analysis uses the Miles and Huberman model, focusing on data reduction, data presentation, and conclusion. The results show that BMH has attempted to implement good governance principles, especially in transparency, by publishing annual financial reports and ensuring accountability through an internal reporting system. However, several obstacles are faced, including limited independent external audits, differences in human resource capacity across branches, and an inadequate distribution of funds to remote areas. This research provides theoretical contributions to the development of financial management studies for zakat institutions and practical contributions to BMH's efforts to improve financial governance, making it more professional, accountable, and sustainable.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip good governance dalam manajemen keuangan di Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sebagai salah satu lembaga amil zakat nasional di Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada lima prinsip utama tata kelola yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus BMH, observasi kegiatan pengelolaan dana, dan dokumentasi laporan keuangan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMH telah berupaya menerapkan prinsip good governance khususnya pada aspek transparansi dengan publikasi laporan keuangan tahunan dan akuntabilitas melalui sistem pelaporan internal. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya keterbatasan audit eksternal independen, perbedaan kapasitas sumber daya manusia di setiap cabang, serta belum optimalnya pemerataan distribusi dana ke wilayah terpencil. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen keuangan lembaga zakat dan kontribusi praktis bagi BMH untuk meningkatkan tata kelola keuangan yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL TRANSFORMATION ON ORGANIZATIONAL PRODUCTIVITY THROUGH THE INTERVENING ROLE OF PERFORMANCE MANAGEMENT AND HUMAN RESOURCE WELFARE Mochammad Jefri Suryadita; Rahma Ulfa Maghfiroh
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.986

Abstract

This study investigates the indirect relationship between organizational transformation and organizational productivity, mediated by performance management and human resource well-being. Using a quantitative cross-sectional survey design with 400 employees in a large Indonesian company, data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results indicate that transformation has no direct effect on productivity. This relationship is fully mediated through two distinct pathways: transformation positively affects performance management, which, in turn, increases productivity. Conversely, transformation has a significant negative impact on human resource well-being, while human resource well-being has a strong positive effect on productivity. These findings underscore the need for a dual-focus strategy that combines adaptive performance management with proactive mitigation of the negative impact of change on employee well-being. Human resource well-being is a crucial strategic asset that must be managed to achieve increased productivity.Penelitian ini menginvestigasi hubungan tidak langsung antara transformasi organisasi dan produktivitas organisasi, yang dimediasi oleh manajemen kinerja dan kesejahteraan SDM. Menggunakan desain survei kuantitatif cross-sectional terhadap 400 karyawan di perusahaan besar Indonesia, data dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan tidak ada pengaruh langsung transformasi terhadap produktivitas. Hubungan ini dimediasi penuh melalui dua jalur berbeda yaitu transformasi berpengaruh positif pada manajemen kinerja, yang kemudian meningkatkan produktivitas. Sebaliknya, transformasi berdampak negatif signifikan pada kesejahteraan SDM, sementara kesejahteraan SDM berpengaruh positif kuat pada produktivitas. Temuan ini menggarisbawahi perlunya strategi fokus ganda dengan mengimplementasikan manajemen kinerja adaptif sambil secara proaktif memitigasi dampak negatif perubahan terhadap kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan SDM adalah aset strategis krusial yang harus dikelola untuk mencapai peningkatan produktivitas.Kata Kunci: transformasi organisasi, produktivitas, manajemen kinerja, kesejahteraan SDM
PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN STARBUCKS DI TENGAH GERAKAN BOIKOT PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Desmila Atheja Syahfitri Lingga; Gracella Rosnah S Hutagalung; Jos Bram Tamba; Roihanah Afifah; Rojelita Catrina Simarmata; Nurul Wardani
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1055

Abstract

The boycott movement against products supporting Israel is growing among students at the Faculty of Economics, State University of Medan (FE UNM). One of the boycotted products is Starbucks. This study investigates how Starbucks' brand image influences FE UNM students' decision to purchase Starbucks products. This study is based on the fact that Starbucks has experienced a decline in customer interest due to social and moral issues related to global conflicts, which have changed how customers view the company's brand. This study uses a quantitative approach, distributing questionnaires to 100 active students who have purchased Starbucks products and are aware of the boycott movement. The results show that brand image has a significant influence on purchasing decisions, indicating that purchasing decisions decrease when brand image is weak. As indicated by the R Square value of 0.696, brand image explains 69.6 percent of the variation in purchasing decisions; other factors not included in this study explain 30.4 percent. Brand image positively influences purchasing decisions. The social and moral pressures generated by the boycott movement indicate a negative impact. The results indicate that brand image cannot always maintain customer loyalty when faced with social issues that cause public resistance. Therefore, to maintain customer trust amidst global reputational challenges, Starbucks must strengthen its communication and social responsibility strategies.Gerakan boikot terhadap produk-produk pendukung Israel semakin berkembang di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (FE UNM). Salah satu produk yang turut diboikot adalah Starbucks. Penelitian ini menyelidiki bagaimana citra merek Starbucks memengaruhi keputusan mahasiswa FE UNM untuk membeli produk Starbucks. Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa Starbucks mengalami penurunan minat beli sebagai akibat dari masalah sosial dan moral yang terkait dengan konflik di dunia, yang mengubah cara pelanggan melihat merek perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada seratus mahasiswa aktif yang pernah membeli produk Starbucks dan mengetahui tentang gerakan boikot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian akan menurun jika tidak ada citra merek yang kuat. Seperti yang ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,696, artinya citra merek memengaruhi 69,6 persen variasi dalam keputusan pembelian, faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini memengaruhi 30,4 persen. Hal ini menunjukkan fakta bahwa citra merek memiliki dampak positif. Tekanan sosial dan moral yang ditimbulkan oleh gerakan boikot menunjukkan arah dampak negatif. Hasilnya menunjukkan bahwa citra merek tidak selalu dapat mempertahankan loyalitas pelanggan ketika menghadapi masalah sosial yang menimbulkan resistensi publik. Oleh karena itu, untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah tantangan reputasi global, Starbucks harus memperkuat strategi komunikasi dan tanggung jawab sosial.
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP KUALITAS PELAYANAN PENDIDIKAN DI KOTA BIMA Saprijal Saprijal; Andi M. Rusli; Suhardiman Syamsu
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1188

Abstract

This study aims to analyze community perceptions of the quality of educational services in Bima City. The research employs a qualitative approach with a descriptive qualitative design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving community members who have direct experience with educational services. The findings indicate that community perceptions of educational service quality are diverse and influenced by several key aspects, including service accessibility, the quality of educational facilities and infrastructure, the competence and attitudes of educators, the effectiveness of administrative services, and the responsiveness of schools and local government. Although efforts have been made to improve educational services, the community still perceives disparities in service quality among schools and limited responsiveness to public aspirations. This study concludes that improving the quality of educational services in Bima City requires a comprehensive approach that integrates infrastructure development, strengthening the professionalism of human resources, bureaucratic simplification, and increased community participation in educational service delivery.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan di Kota Bima. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi dengan melibatkan masyarakat yang memiliki pengalaman langsung dalam mengakses layanan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan bersifat beragam dan dipengaruhi oleh beberapa aspek utama, yaitu aksesibilitas layanan, kualitas sarana dan prasarana, kompetensi serta sikap tenaga pendidik, efektivitas pelayanan administrasi, dan tingkat responsivitas pihak sekolah serta pemerintah daerah. Meskipun terdapat upaya peningkatan pelayanan pendidikan, masyarakat masih menilai adanya ketimpangan kualitas layanan antar sekolah dan rendahnya responsivitas terhadap aspirasi publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di Kota Bima perlu dilakukan secara komprehensif dengan mengintegrasikan perbaikan infrastruktur, penguatan profesionalisme sumber daya manusia, penyederhanaan birokrasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan pendidikan
ANALISIS PENGARUH PEMBAGIAN JOB DESCRIPTION YANG TIDAK ADIL TERHADAP TINGKAT PRODUKTIVITAS MELALUI MOTIVASI KERJA Ibnu Harris; Jolin Vanessa; Vioren Aulia; Yukiko Yukiko; Celina Alias Tan Shu Yong
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1095

Abstract

The main objective of this study is to analyze the mediating role of Work Motivation in influencing the relationship between Unfair Job description Distribution and Productivity Levels. This study uses a quantitative method with a survey approach, where data was collected through questionnaires from 44 respondents (N=44). The research instruments were analyzed using validity and reliability tests, which showed that the instruments used were valid and reliable. Hypothesis analysis was performed using linear regression analysis and the Sobel Test to test the mediating relationship. The results showed that job descriptions had a negative and significant effect on productivity and also had a significant negative effect on work motivation. When Work Motivation was included as a mediator, the direct effect of Job description on Productivity became insignificant. The Sobel Test confirmed that the indirect effect through mediation was significant. The main conclusion of this study is that Work Motivation acts as full mediation in the relationship between unfair Job descriptions and Productivity. These findings imply that the negative impact of job descriptions on employee performance occurs entirely through a decrease in their motivation.Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis peran mediasi motivasi kerja dalam memengaruhi hubungan antara pembagian job description yang tidak adil terhadap tingkat produktivitas. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei, di mana data dikumpulkan melalui kuesioner dari 44 responden (N=44). Instrumen penelitian dianalisis menggunakan uji validitas dan reliabilitas, yang menunjukkan instrumen yang digunakan valid dan reliabel. Analisis hipotesis dilakukan menggunakan analisis regresi linear dan Sobel Test untuk menguji hubungan mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa job description memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas dan juga berpengaruh negatif signifikan terhadap motivasi kerja. Ketika motivasi kerja dimasukkan sebagai mediasi, pengaruh langsung job description terhadap produktivitas menjadi tidak signifikan. Sobel Test mengonfirmasi bahwa pengaruh tidak langsung melalui mediasi adalah signifikan. Kesimpulan utama dari penelitian ini adalah bahwa motivasi kerja bertindak sebagai mediasi penuh (full mediation) dalam hubungan antara job description yang tidak adil dan produktivitas. Temuan ini menyiratkan bahwa dampak negatif job description terhadap kinerja karyawan terjadi sepenuhnya melalui penurunan pada motivasi mereka
TRANSFORMASI DIGITAL PEMERINTAHAN TERHADAP KEPUASAN MASYARAKAT DI KOTA MAKASSAR Nur Ade Andriani; Andi M. Rusli; Andi Lukman Irwan
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1130

Abstract

Digital government transformation is a strategic effort to improve the quality of public services and enhance public satisfaction. This study aims to analyze the effect of digital government transformation on public satisfaction in Makassar City. Digital transformation is measured through three variables, namely public service digitalization, government information system quality, and digital accessibility and literacy. This research employs a quantitative approach with an explanatory research design. Data were collected through a questionnaire distributed to 105 respondents who are residents of Makassar City and have used digital-based public services. Data analysis was conducted using the Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) method with the support of statistical software. The results indicate that public service digitalization has a positive and significant effect on public satisfaction. Furthermore, the quality of government information systems also shows a positive and significant influence and emerges as the most dominant variable in enhancing public satisfaction. Digital accessibility and literacy are also found to have a positive and significant impact on public satisfaction in the use of digital public services. These findings suggest that the success of digital government transformation is not solely determined by the availability of digital services, but also by the quality of information systems and the ability of the public to access and utilize digital technologies. This study is expected to provide practical insights for local governments in formulating digital transformation policies oriented toward improving public satisfaction.Transformasi digital pemerintahan merupakan upaya strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kepuasan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh transformasi digital pemerintahan terhadap kepuasan masyarakat di Kota Makassar. Transformasi digital diukur melalui tiga variabel, yaitu digitalisasi layanan publik, kualitas sistem informasi pemerintahan, serta aksesibilitas dan literasi digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 105 responden yang merupakan masyarakat Kota Makassar dan telah menggunakan layanan publik berbasis digital. Teknik analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan bantuan perangkat lunak statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi layanan publik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat. Selain itu, kualitas sistem informasi pemerintahan juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan kepuasan masyarakat. Aksesibilitas dan literasi digital masyarakat turut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan masyarakat dalam penggunaan layanan publik digital. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan layanan digital, tetapi juga oleh kualitas sistem informasi dan kemampuan masyarakat dalam mengakses serta memanfaatkan teknologi digital. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan transformasi digital yang berorientasi pada peningkatan kepuasan masyarakat
EVALUASI PENERAPAN SOP PEMINJAMAN ALAT PEMBELAJARAN DI RUANG ADMINISTRASI JURUSAN ADMINISTRASI NIAGA Dhimas Rhobi Djuniyanto Suwadi; Nazar Ahmad Fauzan
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1077

Abstract

This study aims to evaluate the implementation of learning tool lending procedures in the Administration Room of the Business Administration Department, Bandung State Polytechnic. This research used a descriptive qualitative approach through field observations, in-depth interviews with one administrative staff member and five class Persons in Charge (PIC), and the researcher's participatory experience as an active user of the service. The results indicate that although the lending process runs consistently, the process is not supported by written Standard Operating Procedures (SOPs), resulting in inconsistent implementation. Several significant operational obstacles were identified, such as slow staff response, damaged or unavailable equipment, and office break times that often clash with class schedules. Based on the SERVQUAL dimension, responsiveness, empathy, and service assurance are deemed to require improvement. Overall, the tool lending system is considered simple but inefficient in meeting student service needs. Therefore, this study recommends developing written SOPs, improving staff service quality, adjusting operational hours, and maintaining tools regularly to support the smooth running of academic activities.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan prosedur peminjaman alat pembelajaran di Ruang Administrasi Jurusan Administrasi Niaga, Politeknik Negeri Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui metode observasi lapangan, wawancara mendalam dengan satu staf administrasi dan lima Penanggung Jawab (PJ) kelas, serta pengalaman partisipatif peneliti sebagai pengguna aktif layanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun alur peminjaman berjalan secara konsisten, proses tersebut belum didukung oleh Standar Operasional Prosedur (SOP) tertulis sehingga pelaksanaannya kurang seragam. Ditemukan beberapa kendala operasional signifikan, seperti respons staf yang lambat, alat yang rusak atau tidak tersedia, serta jam istirahat kantor yang sering berbenturan dengan jadwal perkuliahan. Berdasarkan dimensi SERVQUAL, aspek responsivitas, empati, dan jaminan layanan (assurance) dinilai masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, sistem peminjaman alat dinilai sederhana namun belum efisien dalam memenuhi kebutuhan layanan mahasiswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penyusunan SOP tertulis, peningkatan kualitas pelayanan staf, penyesuaian jam layanan operasional, serta perawatan alat secara berkala guna mendukung kelancaran kegiatan akademik
PENGARUH KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL DAN BUDAYA ORGANISASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KEPUASAN KERJA SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Muhammad Idham Masiga; Nyu Hardian
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1213

Abstract

Human resources are a primary factor in organisational success, reflected in employee performance. PT Palapa Timur Telematika’s 2023 performance report indicates that the company's targets were not fully achieved. This study aims to analyse the influence of transformational leadership and organisational culture on employee performance, with job satisfaction as a mediating variable. This research uses a quantitative, associative approach, with data collected via a Likert-scale questionnaire. The population comprises all active employees at PT Palapa Timur Telematika, and the data are analysed using Partial Least Squares-Structural Equation Modelling (PLS-SEM). Performance issues are suspected to be influenced by a non-empowering leadership style. This organisational culture does not fully support collaboration and innovation, and low job satisfaction due to a lack of recognition and communication. The results are expected to provide strategic recommendations regarding the application of transformational leadership, strengthening organisational culture, and increasing job satisfaction to support employee performance.Sumber daya manusia merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan organisasi dan tercermin melalui kinerja karyawan. Laporan kinerja PT Palapa Timur Telematika tahun 2023 menunjukkan bahwa target perusahaan belum sepenuhnya tercapai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner berskala Likert. Populasi penelitian adalah seluruh karyawan aktif PT Palapa Timur Telematika, dengan analisis menggunakan Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Permasalahan kinerja diduga dipengaruhi gaya kepemimpinan yang kurang memberdayakan, budaya organisasi yang belum sepenuhnya mendukung kolaborasi dan inovasi, serta tingkat kepuasan kerja yang rendah akibat kurangnya penghargaan maupun komunikasi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis terkait penerapan kepemimpinan transformasional, penguatan budaya organisasi, serta peningkatan kepuasan kerja guna mendukung kinerja karyawan.
PERAN KUALITAS PRODUK, HARGA PRODUK, DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN Afifah Putri Aulia; Apria Ningsih Sijabat; Fatimah Zahara; Rahmadani Hidayat
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1099

Abstract

This study presents a literature review of factors influencing consumer purchasing decisions, focusing on three key variables in marketing management research: product quality, price, and service quality. These three variables consistently emerge as key determinants of consumer purchasing behavior across studies. The purpose of this study is to develop a comprehensive theoretical overview of the relationship between each variable and purchasing decisions, thus providing a basis for formulating hypotheses for future research. The literature review found that product quality plays a significant role in influencing purchasing decisions, as consumers tend to choose products that are reliable, durable, and perform as expected. Furthermore, price also plays a role in purchasing decisions, as consumers consider the appropriateness of the price offered and the benefits they receive. Service quality has also been shown to affect decision-making, particularly because good service can create positive experiences and increase consumer trust. Furthermore, the review results indicate that product quality, price, and service quality not only play individual roles but also simultaneously influence purchasing decisions, so that all three can complement and reinforce each other in shaping consumers' final decisions about a product or service.Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur mengenai faktor-faktor yang berperan dalam keputusan pembelian oleh konsumen, dengan fokus pada tiga variabel utama dalam kajian manajemen pemasaran, yaitu kualitas produk, harga, dan kualitas pelayanan. Ketiga variabel ini secara konsisten muncul dalam berbagai penelitian sebagai penentu utama perilaku pembelian konsumen. Tujuan penelitian ini untuk menyusun gambaran teoritis yang komprehensif mengenai hubungan masing-masing variabel terhadap keputusan pembelian, sehingga dapat digunakan sebagai dasar dalam merumuskan hipotesis penelitian di masa mendatang. Hasil kajian literatur menemukan bahwa kualitas produk memiliki peran penting dalam memengaruhi keputusan pembelian, karena konsumen cenderung memilih produk yang memiliki keandalan, ketahanan, dan performa yang sesuai dengan harapan mereka. Selain itu, harga juga berperan terhadap keputusan pembelian, sebab konsumen akan mempertimbangkan kesesuaian antara harga yang ditawarkan dan manfaat yang mereka terima. Kualitas pelayanan pun terbukti memberikan dampak dalam proses pengambilan keputusan, terutama karena pelayanan yang baik mampu menciptakan pengalaman positif dan meningkatkan tingkat kepercayaan konsumen. Lebih lanjut, hasil tinjauan menunjukkan bahwa kualitas produk, harga, dan kualitas pelayanan tidak hanya berperan secara individual, tetapi juga memiliki pengaruh simultan terhadap keputusan pembelian, sehingga ketiganya dapat saling melengkapi dan memperkuat satu sama lain dalam membentuk keputusan akhir konsumen terhadap suatu produk atau layanan
PENGARUH INTERNSHIP MAHASISWA, TRANSFER PENGETAHUAN, DAN KOMPETENSI DIGITAL TERHADAP KINERJA LAYANAN INFORMASI PEMERINTAH Liah Lestari; I Dewa Ketut Kerta Widana
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1151

Abstract

This study aims to examine and measure the influence of the student internship program (student interns), the knowledge transfer process, and digital competency on the performance of government information service units. The research used a quantitative, explanatory approach. Data were obtained through questionnaires distributed to employees and interns at government information service units, supplemented by brief interviews. Statistical analysis used multiple linear regression to determine each variable's contribution. The following results were obtained: (1) the student internship program has a positive impact on service quality through additional human resources, adaptive capabilities, and digital skills relevant to the information service unit; (2) knowledge transfer plays a role in strengthening the learning process and maintaining service standards at government information service units; (3) digital competency is the variable that most influences the performance of information service units, as evidenced by the increased effectiveness of technology use, the accuracy of information delivered, and the speed of response to the public. The collaboration among the internship program, knowledge-sharing mechanisms, and improvements in digital competency is a key factor in strengthening the performance of government information services in the digital era.Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan mengukur pengaruh program internship mahasiswa (mahasiswa magang), proses transfer pengetahuan, dan kompetensi digital terhadap kinerja unit layanan informasi pemerintah. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai dan peserta magang (internship) di unit layanan informasi pemerintah, dilengkapi wawancara singkat. Analisis statistik menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui kontribusi masing-masing variabel. Hasil penelitian yang diperoleh : (1) program mahasiswa magang memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan melalui tambahan sumber daya manusia, kemampuan adaptif, serta keterampilan digital yang relevan dengan unit layanan informasi; (2) transfer pengetahuan berperan memperkuat proses pembelajaran serta menjaga standar pelayanan unit layanan informasi pemerintah; (3) kompetensi digital merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap kinerja unit layanan informasi, terlihat dari meningkatnya efektivitas penggunaan teknologi, ketepatan informasi yang disampaikan, serta kecepatan respon kepada publik. Sinergi antara program magang, mekanisme berbagi pengetahuan, dan peningkatan kompetensi digital merupakan faktor kunci dalam memperkuat kinerja layanan informasi pemerintah pada era digital