cover
Contact Name
Ahmad Fitriansyah
Contact Email
ahmad.fitriansyah@swadharma.ac.id
Phone
+6287870716976
Journal Mail Official
jurnal.kompleksitas@swadharma.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma Jakarta Jl. Raya Pondok Cabe No.36, Tangerang Selatan, 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Kompleksitas: Jurnal Ilmiah Manajemen, Organisasi, dan Bisnis
ISSN : 19788754     EISSN : 29648238     DOI : https://doi.org/10.56486/kompleksitas
Jurnal KOMPLEKSITAS merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM ITB Swadharma. Jurnal ini berisi karya ilmiah dengan bidang kajian penelitian meliputi: Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Strategis, Manajemen Operasi, Manajemen Perubahan, Manajemen Pengetahuan, Perilaku Organisasi, Kewirausahaan, Bisnis Digital, Sistem Informasi Bisnis
Articles 173 Documents
ANALISIS PENERAPAN PRINSIP GOOD GOVERNANCE DALAM MANAJEMEN KEUANGAN DI YAYASAN BAITUL MAAL HIDAYATULLAH Syamsid Dluhaa; Novie Andriani Zakariya
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1034

Abstract

This study aims to analyze the implementation of good governance principles in financial management at the Baitul Maal Hidayatullah Foundation (BMH), one of Indonesia's national zakat collection institutions. The study focuses on the five main principles of good governance, namely transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness in the management of zakat, infaq, sedekah, and waqf funds. The research method uses a qualitative approach with a case study type. The data collection method uses In-depth interviews with BMH administrators, observations of fund management activities, and documentation of financial reports. Data analysis uses the Miles and Huberman model, focusing on data reduction, data presentation, and conclusion. The results show that BMH has attempted to implement good governance principles, especially in transparency, by publishing annual financial reports and ensuring accountability through an internal reporting system. However, several obstacles are faced, including limited independent external audits, differences in human resource capacity across branches, and an inadequate distribution of funds to remote areas. This research provides theoretical contributions to the development of financial management studies for zakat institutions and practical contributions to BMH's efforts to improve financial governance, making it more professional, accountable, and sustainable.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi prinsip good governance dalam manajemen keuangan di Yayasan Baitul Maal Hidayatullah (BMH) sebagai salah satu lembaga amil zakat nasional di Indonesia. Fokus penelitian diarahkan pada lima prinsip utama tata kelola yang baik, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan keadilan dalam pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengurus BMH, observasi kegiatan pengelolaan dana, dan dokumentasi laporan keuangan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BMH telah berupaya menerapkan prinsip good governance khususnya pada aspek transparansi dengan publikasi laporan keuangan tahunan dan akuntabilitas melalui sistem pelaporan internal. Namun demikian, terdapat beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya keterbatasan audit eksternal independen, perbedaan kapasitas sumber daya manusia di setiap cabang, serta belum optimalnya pemerataan distribusi dana ke wilayah terpencil. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan kajian manajemen keuangan lembaga zakat dan kontribusi praktis bagi BMH untuk meningkatkan tata kelola keuangan yang lebih profesional, akuntabel, dan berkelanjutan.
THE INFLUENCE OF ORGANIZATIONAL TRANSFORMATION ON ORGANIZATIONAL PRODUCTIVITY THROUGH THE INTERVENING ROLE OF PERFORMANCE MANAGEMENT AND HUMAN RESOURCE WELFARE Mochammad Jefri Suryadita; Rahma Ulfa Maghfiroh
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.986

Abstract

This study investigates the indirect relationship between organizational transformation and organizational productivity, mediated by performance management and human resource well-being. Using a quantitative cross-sectional survey design with 400 employees in a large Indonesian company, data were analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results indicate that transformation has no direct effect on productivity. This relationship is fully mediated through two distinct pathways: transformation positively affects performance management, which, in turn, increases productivity. Conversely, transformation has a significant negative impact on human resource well-being, while human resource well-being has a strong positive effect on productivity. These findings underscore the need for a dual-focus strategy that combines adaptive performance management with proactive mitigation of the negative impact of change on employee well-being. Human resource well-being is a crucial strategic asset that must be managed to achieve increased productivity.Penelitian ini menginvestigasi hubungan tidak langsung antara transformasi organisasi dan produktivitas organisasi, yang dimediasi oleh manajemen kinerja dan kesejahteraan SDM. Menggunakan desain survei kuantitatif cross-sectional terhadap 400 karyawan di perusahaan besar Indonesia, data dianalisis dengan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil menunjukkan tidak ada pengaruh langsung transformasi terhadap produktivitas. Hubungan ini dimediasi penuh melalui dua jalur berbeda yaitu transformasi berpengaruh positif pada manajemen kinerja, yang kemudian meningkatkan produktivitas. Sebaliknya, transformasi berdampak negatif signifikan pada kesejahteraan SDM, sementara kesejahteraan SDM berpengaruh positif kuat pada produktivitas. Temuan ini menggarisbawahi perlunya strategi fokus ganda dengan mengimplementasikan manajemen kinerja adaptif sambil secara proaktif memitigasi dampak negatif perubahan terhadap kesejahteraan karyawan. Kesejahteraan SDM adalah aset strategis krusial yang harus dikelola untuk mencapai peningkatan produktivitas.Kata Kunci: transformasi organisasi, produktivitas, manajemen kinerja, kesejahteraan SDM
PENGARUH CITRA MEREK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN STARBUCKS DI TENGAH GERAKAN BOIKOT PADA MAHASISWA FAKULTAS EKONOMI DI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Desmila Atheja Syahfitri Lingga; Gracella Rosnah S Hutagalung; Jos Bram Tamba; Roihanah Afifah; Rojelita Catrina Simarmata; Nurul Wardani
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026 (ON PROGRESS)
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1055

Abstract

The boycott movement against products supporting Israel is growing among students at the Faculty of Economics, State University of Medan (FE UNM). One of the boycotted products is Starbucks. This study investigates how Starbucks' brand image influences FE UNM students' decision to purchase Starbucks products. This study is based on the fact that Starbucks has experienced a decline in customer interest due to social and moral issues related to global conflicts, which have changed how customers view the company's brand. This study uses a quantitative approach, distributing questionnaires to 100 active students who have purchased Starbucks products and are aware of the boycott movement. The results show that brand image has a significant influence on purchasing decisions, indicating that purchasing decisions decrease when brand image is weak. As indicated by the R Square value of 0.696, brand image explains 69.6 percent of the variation in purchasing decisions; other factors not included in this study explain 30.4 percent. Brand image positively influences purchasing decisions. The social and moral pressures generated by the boycott movement indicate a negative impact. The results indicate that brand image cannot always maintain customer loyalty when faced with social issues that cause public resistance. Therefore, to maintain customer trust amidst global reputational challenges, Starbucks must strengthen its communication and social responsibility strategies.Gerakan boikot terhadap produk-produk pendukung Israel semakin berkembang di kalangan mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (FE UNM). Salah satu produk yang turut diboikot adalah Starbucks. Penelitian ini menyelidiki bagaimana citra merek Starbucks memengaruhi keputusan mahasiswa FE UNM untuk membeli produk Starbucks. Penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa Starbucks mengalami penurunan minat beli sebagai akibat dari masalah sosial dan moral yang terkait dengan konflik di dunia, yang mengubah cara pelanggan melihat merek perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada seratus mahasiswa aktif yang pernah membeli produk Starbucks dan mengetahui tentang gerakan boikot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa citra merek memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, ini menunjukkan bahwa keputusan pembelian akan menurun jika tidak ada citra merek yang kuat. Seperti yang ditunjukkan oleh nilai R Square sebesar 0,696, artinya citra merek memengaruhi 69,6 persen variasi dalam keputusan pembelian, faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini memengaruhi 30,4 persen. Hal ini menunjukkan fakta bahwa citra merek memiliki dampak positif. Tekanan sosial dan moral yang ditimbulkan oleh gerakan boikot menunjukkan arah dampak negatif. Hasilnya menunjukkan bahwa citra merek tidak selalu dapat mempertahankan loyalitas pelanggan ketika menghadapi masalah sosial yang menimbulkan resistensi publik. Oleh karena itu, untuk mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah tantangan reputasi global, Starbucks harus memperkuat strategi komunikasi dan tanggung jawab sosial.