cover
Contact Name
Ahmad Fitriansyah
Contact Email
ahmad.fitriansyah@swadharma.ac.id
Phone
+6287870716976
Journal Mail Official
jurnal.kompleksitas@swadharma.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Institut Teknologi dan Bisnis Swadharma Jakarta Jl. Raya Pondok Cabe No.36, Tangerang Selatan, 15418
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Kompleksitas: Jurnal Ilmiah Manajemen, Organisasi, dan Bisnis
ISSN : 19788754     EISSN : 29648238     DOI : https://doi.org/10.56486/kompleksitas
Jurnal KOMPLEKSITAS merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh LPPM ITB Swadharma. Jurnal ini berisi karya ilmiah dengan bidang kajian penelitian meliputi: Manajemen SDM, Manajemen Keuangan, Manajemen Strategis, Manajemen Operasi, Manajemen Perubahan, Manajemen Pengetahuan, Perilaku Organisasi, Kewirausahaan, Bisnis Digital, Sistem Informasi Bisnis
Articles 192 Documents
PERAN DESAIN RUANG DAN TEKNOLOGI TERHADAP KENYAMANAN KERJA DI ERA COWORKING SPACES (STUDI KASUS BANDUNG CREATIVE HUB) Alea Noviyanti; Nibras Hibrizy Al-Ghafara
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1082

Abstract

The growing need for adaptable workspaces has driven the emergence of coworking spaces, including the Bandung Creative Hub (BCH), a creative public facility in Bandung. This study aims to investigate the influence of spatial design and technology on the comfort of coworking users at BCH. This study employed a descriptive qualitative approach, employing a case study method involving five to eight carefully selected active users. Information was collected through observation, semi-structured interviews, and documentation analysis. Data analysis was conducted using the framework established by Miles and Huberman, comprising three stages: data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The study's findings indicate that integrating physical and digital components significantly influences comfort in the work environment. The library was recognized as the most comfortable space due to superior lighting, an ergonomic layout, and reduced hearing loss. In contrast, the amphitheater setting was considered less conducive to comfort due to hearing loss and furniture-related constraints. From a technological perspective, reliable Wi-Fi improves the efficiency of work activities, although its performance tends to decrease during peak usage hours. This study concludes that space design and technology collectively influence user comfort at the Bandung Creative Hub.Meningkatnya kebutuhan akan ruang kerja yang dapat disesuaikan mendorong munculnya ruang kerja bersama, termasuk Bandung Creative Hub (BCH), yang berfungsi sebagai fasilitas publik kreatif di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh desain spasial dan teknologi terhadap kenyamanan pengguna tempat kerja bersama di BCH. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, menggunakan metode studi kasus yang melibatkan lima hingga delapan pengguna aktif yang dipilih dengan cermat. Informasi dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan kerangka kerja yang ditetapkan oleh Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahap: pengurangan data, presentasi data, dan penggambaran kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kenyamanan yang dialami di lingkungan kerja secara signifikan dipengaruhi oleh penggabungan komponen fisik dan digital. Perpustakaan diakui sebagai ruang yang paling kondusif untuk kenyamanan, disebabkan oleh pencahayaan yang superior, konfigurasi ergonomis, dan gangguan pendengaran yang berkurang. Sebaliknya, pengaturan amfiteater dinilai kurang kondusif untuk kenyamanan karena gangguan pendengaran dan kendala yang terkait dengan perabotan. Dari perspektif teknologi, Wi-Fi yang andal meningkatkan efisiensi aktivitas kerja, meskipun kinerjanya cenderung menurun selama jam penggunaan puncak. Studi ini menyimpulkan bahwa desain ruang dan teknologi secara kolektif mempengaruhi kenyamanan pengguna di Bandung Creative Hub.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, KUALITAS PRODUK DAN LOKASI TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SKINCARE MS GLOW PADA JELISO COSMETIC PANAM Annisa Khairani; Muhammad Yusuf; Menhard Menhard; Rahmadani Hidayat
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1214

Abstract

This study aims to determine the relationships among service quality, product quality, and location in purchasing decisions for MS Glow Skincare products at Jeliso Cosmetic. This research is a quantitative descriptive study using questionnaires and Google Forms for data collection. The questionnaire data were processed using SPSS. A sample of 95 respondents was selected using simple random sampling. The results indicate that service quality, product quality, and location exert partial and simultaneous influences on purchasing decisions. The higher the manufacturer's quality, the greater its influence on consumers' purchasing decisions. The lower a product's price, the higher its demand, which in turn influences purchasing decisions.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan, kualitas produk dan lokasi terhadap keputusan pembelian produk MS Glow Skincare di Jeliso Cosmetic. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif, metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara menyebar kuisioner dan juga menggunakan google form. Data hasil kuisioner diolah dengan metode SPSS. Sampel pada penelitian ini sebanyak 95 responden yang dipilih dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan, kualitas produk dan lokasi berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap keputusan pembelian. Semakin baik kualitas yang diberikan oleh produsen maka semakin tinggi pula pengaruhnya pada konsumen untuk melakukan keputusan pembelian. semakin murah harga suatu produk maka semakin tinggi pula tingkat permintaan produknya yang berefek pada keputusan pembelian juga akan meningkat.
PERAN MEDIA SOSIAL, GAYA HIDUP DIGITAL, DAN KEPERCAYAAN KONSUMEN TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN PRODUK DIGITAL Arini Krisnawati; Nur Hasanah; Suci Afridani; Rahmadani Hidayat
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1103

Abstract

Rapid technological developments have made social media the primary means for Generation Z to seek information, interact, and conduct digital transactions. This study aims to analyze the roles of social media, the digital lifestyle, and consumer trust in digital product purchasing behavior among Generation Z. The research method is a qualitative descriptive approach, with a literature review. The results show that social media plays a significant role in purchasing behavior through advertising exposure, user reviews, and influencer recommendations. Digital lifestyle also plays a positive role, reflecting Generation Z's practical, technology-based consumption patterns. In addition, consumer trust is a key factor in determining digital product purchasing decisions. Simultaneously, these three variables have a significant role in digital product purchasing behavior among Generation Z.Perkembangan teknologi yang pesat menjadikan media sosial sebagai sarana utama bagi generasi Z dalam mencari informasi, berinteraksi, dan melakukan transaksi digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial, gaya hidup digital, dan kepercayaan konsumen terhadap perilaku pembelian produk digital pada generasi Z. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial sangat berperan terhadap perilaku pembelian melalui paparan iklan, ulasan pengguna, dan rekomendasi influencer. Gaya hidup digital juga memberikan peran positif yang mencerminkan pola konsumsi generasi Z yang praktis dan berbasis teknologi. Selain itu, kepercayaan konsumen menjadi faktor kunci dalam menentukan keputusan pembelian produk digital. Secara simultan, ketiga variabel tersebut memiliki peran yang signifikan terhadap perilaku pembelian produk digital oleh generasi Z.
SINERGI DIGITALISASI DAN KEBERLANJUTAN: PEMBERDAYAAN UMKM PESISIR DI ERA EKONOMI BIRU Muh Mappatunru; Andi M. Rusli; Suhardiman Syamsu
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1153

Abstract

Digital transformation has become a key driver of competitiveness and sustainability for micro, small, and medium-sized enterprises (MSMEs), particularly in coastal regions where the blue economy is increasingly promoted. However, how digitalization empowers coastal MSMEs while aligning with sustainability principles remains underexplored. This study examines the integration of digitalization and sustainability to empower coastal MSMEs within the blue economy framework, focusing on Luwu Regency, South Sulawesi, Indonesia. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through semi-structured in-depth interviews, focus group discussions, and observations involving 20 MSME owners and workers who had adopted or attempted to adopt digital technologies. Thematic analysis was employed to identify adoption levels, enabling and constraining factors, and empowerment strategies. The findings indicate that digital adoption remains partial, largely limited to social media for promotion, while e-commerce use is constrained by low digital literacy, inadequate infrastructure, and cultural resistance. Nevertheless, when integrated with sustainability-oriented practices, digitalization enhances business efficiency, expands market access, and strengthens competitiveness. This study proposes a strategic empowerment model emphasizing digital literacy development, infrastructure improvement, sustainability-based local branding, multi-stakeholder collaboration, and continuous mentoring to support sustainable blue economy development.Transformasi digital menjadi pendorong penting daya saing dan keberlanjutan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di wilayah pesisir dalam konteks ekonomi biru. Namun, peran digitalisasi dalam memberdayakan UMKM pesisir yang selaras dengan prinsip keberlanjutan masih belum banyak dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis sinergi digitalisasi dan keberlanjutan dalam pemberdayaan UMKM pesisir di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan desain deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi terhadap 20 pelaku UMKM yang telah atau sedang mengadopsi teknologi digital. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tingkat adopsi, faktor pendorong dan penghambat, serta strategi pemberdayaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi digital masih bersifat parsial dan didominasi penggunaan media sosial, sementara e-commerce belum optimal akibat keterbatasan literasi digital, infrastruktur, dan resistensi budaya. Namun, integrasi digitalisasi dengan praktik berkelanjutan terbukti meningkatkan efisiensi usaha, memperluas akses pasar, dan memperkuat daya saing. Penelitian ini mengusulkan model pemberdayaan strategis berbasis literasi digital, penguatan infrastruktur, pengembangan merek lokal berkelanjutan, kolaborasi multipihak, dan pendampingan berkelanjutan untuk mendukung pembangunan ekonomi biru yang berkelanjutan
PERAN SARANA PRASARANA DAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP IMPLEMENTASI PRINSIP STRUKTUR ORGANISASI PERKANTORAN MODERN Annisa Fairish Langit Biru Putri Arie; Muhamad Ahmad Maulana
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1083

Abstract

This study aims to examine the role of office facilities, infrastructure, and layout in implementing the principles of organizational structure in modern offices. This study is motivated by the gap between organizational charts that have been simplified to support teamwork and digital work patterns, with the physical face of the office and facilities that are often still traditional. Through a narrative literature review approach using articles and research reports for the period 2010–2025 collected from Google Scholar, ScienceDirect, and Portal Garuda with the keywords organizational structure, office facilities, office layout, and modern offices in Indonesia and abroad. The results of the review show that most studies discuss infrastructure and layout as determinants of performance and comfort, whereas discussions of organizational structure tend to be separate from the physical work environment. By rereading the literature review through the principles of specialization, departmentalization, chain of command, span of control, centralization-decentralization, and formalization of procedures, this study found that infrastructure and layout serve as concrete instruments for realizing formal structures in daily practice. The mismatch between structure and the physical environment encourages the emergence of informal “shadow structures.” The research findings conclude that any structural changes in Indonesian offices require a review of infrastructure and spatial planning, and recommend further empirical research on various office layouts.Penelitian ini bertujuan mengkaji peran sarana, prasarana, dan tata ruang kantor dalam mengimplementasikan prinsip struktur organisasi di perkantoran modern. Kajian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara bagan organisasi yang telah disederhanakan untuk mendukung kerja tim dan pola kerja digital, dengan wajah fisik kantor dan fasilitas yang sering masih tradisional. Melalui pendekatan kajian literatur naratif menggunakan artikel dan laporan penelitian periode tahun 2010–2025 yang dihimpun dari Google Scholar, ScienceDirect, dan Portal Garuda dengan kata kunci struktur organisasi, sarana prasarana kantor, tata ruang kantor, serta perkantoran modern di Indonesia dan luar negeri. Hasil telaah menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian membahas sarana prasarana dan tata ruang sebagai penentu kinerja dan kenyamanan, sementara pembahasan terkait struktur organisasi cenderung terpisah dari lingkungan kerja fisik. Dengan membaca kembali hasil kajian literatur melalui prinsip spesialisasi, departementalisasi, rantai komando, rentang kendali, sentralisasi-desentralisasi, dan formalisasi prosedur, kajian ini menemukan bahwa sarana prasarana dan tata ruang berfungsi sebagai instrumen konkret untuk mewujudkan struktur formal dalam praktik sehari-hari. Ketidaksesuaian antara struktur dan lingkungan fisik mendorong munculnya “struktur bayangan” informal. Temuan penelitian menyimpulkan bahwa setiap perubahan struktur di perkantoran Indonesia perlu disertai peninjauan ulang sarana prasarana dan tata ruang, serta merekomendasikan penelitian empiris lanjutan pada berbagai bentuk layout kantor.
PENGARUH KEPEMIMPINAN, KOMPETENSI STAF DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PENERAPAN MANAJEMEN RISIKO KEFARMASIAN DI RSAU DR ESNAWAN ANTARIKSA Ratna Wijayanti; Herni Pujiati; Yohanes Ferry Cahaya
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1233

Abstract

Pharmaceutical risk management is a fundamental aspect of the healthcare system, particularly due to the increasing complexity of drug services in hospitals and pharmaceutical service facilities. Implementing risk management in hospital pharmacies is crucial to ensuring drug availability, patient safety, and operational efficiency. Surveys and interviews with pharmacy staff and patients revealed that several incidents related to the implementation of pharmaceutical risk management still occur. Therefore, this study aims to analyze the influence of leadership, staff competence, and organizational commitment on the implementation of pharmaceutical risk management, and to examine the indirect influence of leadership and staff competence on this implementation through organizational commitment as a mediator. The study used an associative, quantitative approach, collecting data via questionnaires and structured interviews. Data were analyzed using path analysis techniques. The sample was determined using saturated sampling/total sampling of a population of 60 IFRS staff members at Dr. Esnawan Antariksa. The results of the study found that (1) leadership does not have a direct and significant effect on organizational commitment; (2) Staff competence has a direct and significant effect on organizational commitment; (3) Leadership has a direct and significant positive effect on the implementation of pharmaceutical risk management. (4) Staff competence does not have a direct and significant effect on the implementation of risk management; (5) Organizational commitment does not have a direct and significant effect on the implementation of pharmaceutical risk management; (6) The indirect effect of leadership on the implementation of pharmaceutical risk management through the mediation of organizational commitment produces results that are not significant; (7) The indirect effect of staff competence on the implementation of pharmaceutical risk management through the mediation of organizational commitment produces results that are not significant. The implications of this study provide empirical evidence on how HRM and risk management theories apply in military organizations, especially military hospitals, which have unique cultures, hierarchies, and value systems.Manajemen risiko kefarmasian merupakan aspek fundamental dalam sistem pelayanan kesehatan terutama karena semakin meningkatnya kompleksitas pelayanan obat di rumah sakit maupun fasilitas pelayanan kefarmasian. Implementasi manajemen risiko di farmasi rumah sakit sangat penting untuk memastikan ketersediaan obat, keamanan pasien, dan efisiensi operasional. Dari hasil survey dan wawancara dengan staf farmasi dan pasien, ditemukan fakta dan data bahwa masih ada beberapa kejadian terkait penerapan manajemen risiko kefarmasian. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, kompetensi staf, dan komitmen organisasi terhadap penerapan manajemen risiko kefarmasian serta menganalisis pengaruh tidak langsung kepemimpinan dan kompetensi staf terhadap penerapan manajemen risiko kefarmasian dengan mediasi komitmen organsiasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei untuk mengumpulkan data dengan kuesioner dan wawancara terstruktur. Data dianalisis menggunakan teknik analisis jalur. Penentuan sampel menggunakan sampel jenuh/total sampling terhadap populasi sejumlah 60 orang staf IFRS dr. Esnawan Antariksa. Hasil penelitian mendapatkan bahwa (1) kepemimpinan tidak berpengaruh langsung dan signifikan terhadap komitmen organisasi; (2) Kompetensi Staf berpengaruh langsung dan signifikan terhadap komitmen organisasi; (3) Kepemimpinan berpengaruh langsung positif secara signifikan terhadap penerapan manajemen risiko kefarmasian; (4) Kompetensi staf tidak berpengaruh langsung dan signifikan terhadap penerapan manajemen risiko; (5) Komitmen organisasi tidak berpengaruh langsung dan signifikan terhadap penerapan manajemen risiko kefarmasian; (6) Pengaruh tidak langsung Kepemimpinan terhadap penerapan manajemen risiko kefarmasian melalui mediasi komitmen organisasi memberikan hasil tidak berpengaruh signifikan; (7) Pengaruh tidak langsung kompetensi staf terhadap penerapan manajemen risiko kefarmasian melalui mediasi komitmen organisasi memberikan hasil tidak berpengaruh signifikan. Implikasi penelitian ini memberikan bukti-bukti empiris tentang bagaimana teori-teori MSDM dan manajemen risiko berlaku dalam organisasi militer khususnya rumah sakit militer, yang memiliki budaya, hierarki, dan sistem nilai yang khas
PERAN STRATEGI PROMOSI DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN Muthia Zahra; Neyza Duwi Apriliani; Zahara Nengsi; Rahmadani Hidayat
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1112

Abstract

A promotional strategy is a series of communication efforts to inform, persuade, and remind consumers about a product or brand. Price, on the other hand, is the perception of value and financial sacrifice that are the primary considerations of consumers. The purpose of this study is to discuss the role of promotional strategy and price on consumer purchasing decisions. The method used is a library research approach that examines marketing theory and empirical findings from various previous studies. The results show that both variables have a positive and significant influence on purchasing decisions, both partially and simultaneously. The analysis confirms that effective promotions can increase awareness and preference, while competitive and fair pricing is the primary driver of transactions. The optimal combination of the two is a crucial determinant in winning market competition and driving sales conversions.Strategi promosi dipahami sebagai serangkaian upaya komunikasi untuk memberitahu, membujuk, dan mengingatkan konsumen tentang suatu produk atau merek. Harga, di sisi lain, merupakan persepsi nilai dan pengorbanan finansial yang menjadi pertimbangan utama konsumen. Tujuan penelitian ini membahas peran strategi promosi dan harga terhadap keputusan pembelian konsumen. Metode yang digunakan adalah pendekatan library research yang menelaah teori pemasaran dan temuan empiris dari berbagai penelitian terdahulu.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara parsial maupun simultan. Analisis menegaskan bahwa promosi yang efektif mampu meningkatkan kesadaran dan preferensi, sementara penetapan harga yang kompetitif dan adil menjadi pemicu utama transaksi. Kombinasi optimal dari keduanya menjadi determinan krusial dalam memenangkan persaingan pasar dan mendorong konversi penjualan.
ANALISIS TINGKAT PELAYANAN PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN MALUKU TENGAH Narto Kaimudin; Rasyid Thaha; Irwan Ade Saputra
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1158

Abstract

Providing educational services is an essential component of community empowerment, as it enhances citizens' knowledge and skills. Educational services at the junior high school level aim to develop students' potential to support their social life and development. Although education in Central Maluku Regency has been implemented, the quality of its services remains low. This study aims to examine the factors contributing to the low quality of junior high school educational services in Central Maluku Regency. The research employed a qualitative approach, with the researcher as the main research instrument. The analysis of educational services refers to five service quality dimensions: tangibles, reliability, responsiveness, assurance, and empathy. The findings indicate that the low quality of junior high school educational services is caused by inadequate and uneven distribution of educational facilities and infrastructure, unequal distribution of teachers, low government responsiveness to community needs, lack of guaranteed access to education, and limited government attention to improving educational service quality.Pelayanan pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar mampu berperan dalam kehidupan sosial dan pembangunan. Meskipun penyelenggaraan pendidikan di Kabupaten Maluku Tengah telah berjalan, kualitas pelayanannya masih dinilai rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab rendahnya pelayanan pendidikan SMP di Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan peneliti sebagai instrumen utama. Analisis pelayanan pendidikan mengacu pada lima aspek kualitas pelayanan, yaitu tampilan fisik (tangible), kehandalan (reliability), daya tanggap (responsiveness), keterjaminan (assurance), dan empati (empathy). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya pelayanan pendidikan SMP disebabkan oleh keterbatasan dan ketidakmerataan sarana dan prasarana pendidikan, penyebaran tenaga pendidik yang belum merata, rendahnya daya tanggap pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat, belum adanya jaminan akses pendidikan yang optimal, serta kurangnya perhatian pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan pendidikan
PERAN KUALITAS PELAYANAN, KEPUASAN, DAN KEPERCAYAAN, TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN Adelia Ramadhani Putri; Syntia Zeni Putri; Meiva Aulia Putri; Rahmadani Hidayat
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1094

Abstract

This study aims to examine the role of office facilities, infrastructure, and layout in implementing the principles of organizational structure in modern offices. This study aims to examine the relationship between service quality, satisfaction, and trust as key factors influencing customer loyalty in the service sector. A literature review method was used to collect and analyze data from previously published research relevant to this research topic. Based on the literature review, service quality can be assessed through the dimensions of reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles provided by the service provider. Customer satisfaction is a subjective evaluation that arises after consumers experience the service received in accordance with their expectations. Customer trust is assessed through perceptions of consistency and credibility. The study found that service quality, customer satisfaction, and trust influence customer loyalty. This study also identified that the synergy among service quality, satisfaction, and trust needs to be managed effectively to encourage customer loyalty and maintain the business's position in a competitive market. The implications of these findings are expected to serve as a strategic reference for companies in designing and improving services to achieve sustainable customer loyalty.Penelitian ini bertujuan mengkaji keterkaitan antara kualitas pelayanan, kepuasan, dan kepercayaan sebagai faktor utama yang memengaruhi loyalitas pelanggan dalam sektor jasa. Menggunakan metode studi literatur dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari hasil-hasil penelitian terdahulu yang telah dipublikasikan dan relevan dengan topik penelitian ini. Berdasarkan studi literatur, didapatkan bahwa kualitas pelayanan dapat dinilai melalui dimensi keandalan, daya tanggap, jaminan, empati, serta bukti fisik yang disajikan oleh penyedia jasa. Kepuasan pelanggan merupakan hasil evaluasi subjektif yang muncul setelah pengalaman konsumen menilai layanan yang diterima sesuai dengan harapan mereka. Kepercayaan pelanggan dinilai melalui persepsi konsistensi dan kredibilitas. Hasil penelitian menemukan bahwa kualitas pelayanan berpengaruh pada loyalilitas pelanggan, kepuasan pelanggan berpengaruh pada loyalitas pelanggan; dan kepercayaan berpengaruh pada loyalitas pelanggan. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa sinergi antara kualitas pelayanan, kepuasan, dan kepercayaan perlu dikelola secara efektif untuk mendorong loyalitas pelanggan dan mempertahankan posisi bisnis di pasar yang kompetitif. Implikasi temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan strategis bagi perusahaan dalam merancang dan meningkatkan layanan demi mencapai loyalitas pelanggan yang berkelanjutan
PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA PERSONEL DI SKADRON UDARA 16 Adipraja Soesilo; Herni Pujiati; Syamsunasir Syamsunasir
KOMPLEKSITAS: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN, ORGANISASI DAN BISNIS Vol 15, No 1 (2026): KOMPLEKSITAS EDISI JUNI 2026
Publisher : ITB Swadharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56486/kompleksitas.vol15no1.1267

Abstract

The high demands for professionalism in the military environment, including within Air Squadron 16, pose the challenge of maintaining consistent personnel performance amid complex operational dynamics and high risk. The main problem identified is fluctuating performance, suspected to be caused by constraints in information distribution and a lack of discipline in following technical procedures. This study aims to analyse the influence of organisational communication and work discipline on personnel performance, both partially and simultaneously. The research method used is quantitative with an associative approach. Data were collected by distributing questionnaires to 60 personnel from Air Squadron 16, selected via simple random sampling. Data analysis was conducted using classical assumption tests and multiple linear regression analysis to test the proposed hypotheses. The results show that communication partially has a positive and significant influence on personnel performance, indicating that the clarity of technical information is crucial for task success. Similarly, work discipline has been shown to have a significant influence on performance, confirming that compliance with SOPs is the foundation of work effectiveness. Simultaneously, these two variables account for 63.9% of the variance in personnel performance. Based on these findings, it is recommended that the leadership of Air Squadron 16 enhance two-way communication by optimising routine briefings and strengthening the reward-and-punishment system to maintain consistent personnel discipline and achieve maximum operational readiness.Tingginya tuntutan profesionalisme di lingkungan militer termasuk Skadron Udara 16 yang menghadapi tantangan untuk tetap menjaga konsistensi kinerja personel di tengah dinamika operasional yang kompleks dan risiko tinggi. Masalah utama yang diidentifikasi adalah adanya fluktuasi kinerja yang diduga disebabkan oleh kendala dalam distribusi informasi serta tingkat kedisiplinan terhadap prosedur teknis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi organisasi dan disiplin kerja terhadap kinerja personel, baik secara parsial maupun simultan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 60 personel Skadron Udara 16 yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji asumsi klasik dan analisis regresi linear berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, komunikasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja personel, yang mengindikasikan bahwa kejelasan informasi teknis sangat menentukan keberhasilan tugas. Demikian pula dengan disiplin kerja yang terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja, menegaskan bahwa kepatuhan pada SOP adalah fondasi utama dalam efektivitas kerja. Secara simultan, kedua variabel tersebut memberikan kontribusi sebesar 63,9% terhadap variansi kinerja personel. Berdasarkan temuan tersebut, disarankan kepada pimpinan Skadron Udara 16 untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dua arah melalui optimalisasi briefing rutin serta memperkuat sistem pemberian penghargaan dan sanksi (reward and punishment) guna mempertahankan konsistensi disiplin personel demi tercapainya kesiapan operasional yang maksimal