cover
Contact Name
Bambang Budi Santoso
Contact Email
bambang.bs@unram.ac.id
Phone
+6283129672890
Journal Mail Official
siarilmuwantani@unram.ac.id
Editorial Address
Fakultas Pertanian Universitas Mataram Jln. Majapahit No. 62 Mataram-NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI
Published by Universitas Mataram
ISSN : 27225488     EISSN : 27225496     DOI : https://doi.org/10.29303/jsit
Core Subject : Agriculture,
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI (JSIT), Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat diterbitkan dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember oleh Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram). Artikel yang dimuat pada jurnal ini meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dari hasil kajian pengembangan dan penerapan IPTEKS yang berhubungan dengan ilmu-ilmu pengetahuan terkait pengembangan dan pembangunan pertanian dalam arti luas (agrokomplek). FOCUS AND SCOPE Artikel yang dimuat di JSIT meliputi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat yang berhubungan dengan agrokomplek baik pada aspek budidaya, sain, dan sosial-ekonomi yang telah dipertimbangkan dan disetujui oleh Dewan Editor. Adapun bidang tersebut meliputi: pembangunan manusia dan daya saing bangsa; pembangunan pertanian, perikanan, kehutanan, dan peternakan; pengentasan kemiskinan; pengelolaan wilayah pedesaan dan pesisir; pengembangan ekonomi dan kewirausahaan; dan pengembangan teknologi berwawasan lingkungan.
Articles 159 Documents
Pendampingan Penanaman Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus) Dengan Sistem Irigasi Tetes (Drip Irrigation) Pada Tanah Vertisol Di Desa Sukadana Lombok Tengah Mukminah; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; I Gusti Made Kusnarta; Lolita Endang Susilowati; Fahrudin; Srirahardita Pamungkas
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.99

Abstract

Kegiatan pengabdian budidaya tanaman okra bertujuan memberdayakan masyarakat di KEK Mandalika agar dapat mandiri dalam ketahanan pangan lokal dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian yang tergolong sangat luas. Budidaya tanaman okra pada berbagai jenis tanah memiliki karakteristik yakni drainase yang baik, jenis tanah berlempung pasir, temperatur udara mulai dari 27-30 °C sehingga pertumbuhan dan perkembangan tanaman cepat tumbuh. Kegiatan budidaya tanaman okra pada tanah vertisol menggunakan pengairan dengan sistem irigasi tetes (Drip Irrigation) karena tanah vertisol adalah tanah banyak mengandung banyak mineral lempung yang baik untuk pertanian. Sistem irigasi tetes (Drip Irrigation) adalah teknik pengairan dengan cara pemberian air melalui pipa paralon secara ditempatkan di samping tanaman. Keunggulan dari sistem irigasi tetes ini adalah pada saat pengairan cukup diaplikasikan di bagian area akar yang basah untuk pemenuhan kebutuhan air pada setiap tanaman, akan tetapi air yang di tambahkan dapat di serap oleh tanaman secara berkala dengan kelembaban tanah yang rendah. Pengairan dengan sistem irigasi tetes ini tentu efektif untuk kegiatan usaha pertanian. Dengan kegiatan sosialisasi teknik penanaman yang baik, masyarakat dapat terus mengembangkan budidaya hortikultura tanaman local.
Desiminasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan Secara Vegetatif Dalam Upaya Konservasi Tanah di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Lulus Ujiandri; Mulyati; Siska Ita Selvia; Arief Rachmadi
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.100

Abstract

Rehabilitasi hutan dan lahan merupakan suatu upaya memulihkan ekosistem yang rusak atau terdegradasi, baik akibat penebangan liar, kebakaran hutan, atau akibat aktivitas manusia lainnya. Salah satu upaya pemulihan ekosistem tersebut adalah menggunakan teknik konservasi secara vegetatif dengan memanfaatkan tanaman vegetasi maupun sisa-sisa tanaman sebagai media pelindung tanah dari bahaya erosi, peningkatan kandungan lengas tanah baik sifat fisik, kimia, maupun biologi dan penghambat laju aliran permukaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan rehabilitasi lahan dan hutan di area perbukitan di Desa Rembitan dengan melindungi tanah terhadap daya perusak aliran air di atas permukaan tanah. Kegiatan ini juga bermaksud memperbaiki kapasitas infiltrasi dan penahan air yang langsung mempengaruhi besarnya aliran permukaan. Kegiatan ini dilakukan bersama dengan Badan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Kota Mataram dan juga melibatkan masyarakat lokal Desa Rembitan. Teknik yang digunakan pada laporan ini berupa reboisasi yang dilakukan yaitu dengan menanam pohon kemiri dan kayu putih sejumlah 250 pohon. Hasil yang diperoleh yaitu masyarakat di Desa Rembitan dapat mengetahui cara rehabilitasi hutan dan lahan secara vegetatif untuk mengembalikan fungsi dan produktivitas hutan seperti semula. Kesadaran masyarakat pun meningkat, ditandai dengan tingkat partisipatif yang tinggi dalam keterlibatan dan antusias dalam kegiatan tersebut.
Strategi Promosi Wisata Kebun Kopi Senaru Melalui Vidio Virtual Guiding (Senaru Coffee Plantation Tourism Promotion Strategy Through Virtual Guiding Video) Ni Wayan Sri Suliartini; Abdul Muta’alli Anwar; Ahmad Alfan Ansori; Baiq Rizki Liani Putri; Baiq Widiawati; Dano Syahputra; Erni Febrian; Ihsan Itqanul Amal; Mila Diniatun; Sarah Lehani Mitchell; Yulia Kartika Yanti; Pande Komang Suparyana
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i1.103

Abstract

Desa Senaru merupakan salah satu desa yang terletak di kaki Gunung Rinjani, tepatnya di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Desa Senaru memiliki 15 dusun dengan budaya dan adat istiadat yang masih kental dan salah satu dari 99 desa wisata dari 10 kabupaten/ kota yang berada di Nusa Tenggara Barat. Kebun kopi Senaru adalah salah satu tempat wisata yang berpotensi untuk dikembangkan. Kebun kopi yang terletak di dataran tinggi menampilkan pemandangan hutan dan air terjun Tiu Kelep. Kendala yang dihadapi oleh Desa Senaru adalah minimnya promosi wisata Kebun Kopi Senaru, khususnya potensi tentang tanaman obat di tempat tersebut. Alternatif solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan membuat video promosi dengan konsep virtual guiding. Tujuan dari kegiatan ini agar video promosi yang dibuat dapat tersampaikan untuk wisatawan lokal maupun wisatawan internasional. Langkah pertama dalam persiapan pembuatan video adalah menyiapkan informasi tentang wisata kebun kopi Senaru. Informasi yang diberikan meliputi lokasi, fasilitas pendukung, view utama yang tampak dari ketinggian kebun kopi serta tanaman-tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat. Metode yang digunakan adalah tahap persiapan pembuatan naskah, persiapan peralatan penunjang pembuatan video, pengambilan video, serta pengeditan. Kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi para wisatawan lokal maupun internasional tentang potensi tanaman obat yang ada di Kebun Kopi Senaru dan keindahan pemandangan di kebun kopi Senaru. Hasil kegiatan ini adalah sebuah video yang memandu penonton untuk menikmati keindahan alam di wisata kebun kopi Senaru. Vidio vitual guiding telah diunggah pada laman youtube, dan dapat disaksikan pada https://www.youtube.com/watch?v=eiGm9rJPxjw
Pelatihan Pembuatan Ecoprint Dengan Vegetasi Pantai di Desa Labuhan Bajo Kabupaten Sumbawa Eni Hidayati; Sitti Latifah; Diah Permata Sari; Mahardika Rizqi Himawan; Aji, Irwan Mahakam Lesmono; Lalu Kukuh Mahendra
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.92

Abstract

Desa Labuhan Bajo terletak di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan desa pesisir yang memiliki potensi untuk pengembangan ekonomi biru dan ekonomi hijau. Salah satu potensi ekonomi hijau yang dapat dikembangkan adalah ecoprint dengan vegetasi pantai. Ecoprint adalah teknik printing dengan pewarnaan kain natural yang cukup sederhana namun mampu menghasilkan motif yang unik dan otentik. Prinsip pembuatannya adalah melalui kontak langsung antara daun, bunga, batang atau bagian lain yang mengandung pigmen warna dengan media kain tertentu. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah Pemerintah Desa Labuhan Bajo, Kelompok KABETE Bajo dan Yayasan Komunitas Penjaga Pulau. Teknik pembuatan ecoprint menggunakan metode pounding. Luaran dari kegiatan pengabdian ini yaitu produk-produk ecoprint berupa tote bag dengan menggunakan vegetasi pantai antara lain: Avicennia sp, Rhizophora sp, Sonneratia sp, Ipomoea pes-caprae, Lumnitzera sp, Hibiscus tiliaceus, Senna alata, Ricinus sp, Moringa sp, dan Passiflora foetida. Warna yang diperoleh yaitu hijau muda, hijau tua, kuning, ungu, cokelat muda, cokelat tua, jingga dan merah bata. Merk dagang yang telah disepakati adalah Tatongke, berasal dari Bahasa Bajo yang artinya Mangrove.
Pendampingan Penerapan Irigasi Tetes Semi Otomatis Dalam Efiseinsi Penggunaan Air Pada Petani Cabai Lahan Tadah Hujan Desa Sukadana Lombok Tengah Bagian Selatan Fahrudin, Fahrudin; Mahrup; Padusung; I Gusti Made Kusnarta; Bustan; Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Mulyati
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.94

Abstract

Lahan tadah hujan terbentang di Lombok Tengah bagian selatan yang melampaui lima kecamatan, mempunyai potensi dalam pengembangan berbagai komoditas unggulan, salah satunya cabai yang dikembangkan menggunakan sistem irigasi tetes semi otomatis di Desa Sukadana, Pujut, Lombok Tengah. Kegiatan ini bertujuan mengefisiensikan penggunaan air dalam budidaya hortikultura (cabai), dimana air merupakan salah satu faktor pembatas dalam kegiatan budiaya pertanian pada lahan tadah hujan di Lombok Tengah bagian selatan. Kegiatan ini dilakukan dengan metode partisipatif kolaboratif, melibatkan beberapa stakeholder: perusahaan, pemda akademisi dan Kelompok Tani Patuh Bersama sebagai objek pembinaan. Output kegiatan ini cukup signifikan, melalui sistem irigsai tetes semi otomatis membantu petani dalam memenuhi kebutuhan air yang sangat terbatas serta sebagai upaya efisiensi dalam penggunaan air dalam pengembangan budidaya cabai. Selain itu, sistem irigasi semi otomatis ini mampu membaca kondisi lengas tanah pada lapisan permukaan sehingga kelebihan air dalam mengairi tanaman dapat terhindari, dengan cara sensor akan mendeteksi kondisi lengas tanah (kadungan lengas tanah 50%) maka aliran air akan terhenti secara otomatis dan akan kembali mengairi ketika lengas tanah kurang dari 20%. Beberapa faktor penunjang lainnya dalam mendukung budidaya cabai di Desa Sukadana, seperti: 1) Lahan yang dimiliki kelompok tani Patuh Bersama mencapai ± 55 Ha (per petani 0,5-1 Ha) dalam satu areal; 2) Sarana produksi seperti: petani mampu mebuat pembibitan secara mandiri dan tersedianya bahan baku untuk pembuatan pupuk kandang yang melimpah; 3) Konsisi biofisik lahan mendukung, dimana kondisi tanahnya tidak mengandung liat (clay) yang tinggi (<30%), sehingga dalam perngolahan tanah dan persiapan lahan mudah dilakukan.
Intensifikasi Tindak Agronomi Usaha Budidaya Sayur-sayuran di Luar Musim Agar Petani Mendapatkan Harga Jual Tinggi I Ketut Ngawit; Akhmad Zubaidi; Wayan Wangiyana; Nihla Farida; Novita Hidayatun Nufus
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.101

Abstract

Petani sering mengalami kerugian mengusahakan tanaman sayuran tomat, cabe dan bawang merah pada musim kemarau karena harga jualnya murah. Penanaman di luar musim sangat beresiko, karena tanaman sayur-sayuran tersebut sangat peka terhadap kondisi tanah jenuh air. Sehubungan dengan masalah itu, maka telah dilakukan penyuluhan dan pendampingan secara langsung petani sayur-sayuran di dusun Embuk, desa Pesanggrahan, Montong Gading, Lombok Timur, NTB. Tujuan kegiatan untuk mendapatkan harga jual produk sayur-sayuran yang lebih mahal sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani. Seluruh kegiatan berlangsung tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani mengusahakan sayur-sayuran di luar musim semakin meningkat, terbukti tingkat partisipasi dan antusiasme petani sasaran yang semula termasuk sedang dapat ditingkatkan setelah mengikuti kegiatan pendampingan secara langsung di lapang. Aplikasi beberapa tindak agronomi secara intensif seperti penggunaan mulsa plastik, aplikasi pupuk organik 15 - 20 ton ha-1 dan NPK Ponska 75 - 150 kg ha-1, memberikan hasil tanaman sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih tinggi dibandingkan dengan penanaman konvensional, yaitu aplikasi NPK Ponska 300 kg ha-1, tanpa pupuk organik dan mulsa plastik. Pendapatan dan keuntungan mengusahakan sawi-pakcoy, tomat, cabe dan bawang merah lebih banyak dibandingkan dengan mengusahakan bayam, kacang panjang dan jagung manis. Karena nilai jual produk tersebut lebih mahal dan stabil dengan harga rata-rata pakcoy Rp12.500,- kg-1, tomat Rp8.500,- kg-1, cabe Rp20.000,- kg-1, dan bawang merah Rp30.000,- kg-1.
Introduksi Paket Teknologi Budidaya Jagung Lahan Kering Pada Kelompok Tani Lembah Telaga Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara I Wayan Sudika; I Wayan Sutresna; Dwi Ratna Anugrahwati; I Gusti Putu Muliarta Aryana; Ni Wayan Sri Suliartini
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.105

Abstract

Sasaran kegiatan pengabdian ini adalah kelompok tani Lembah Telaga Desa Gumantar. Kelompok tani ini memiliki masalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik budidaya menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan pupuk organik serta saat pemupukan anorganik. Oleh karenanya, pengabdian dilakukan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang penanaman jagung dengan sistem tanam jajar legowo 2:1, penggunaan pupuk organik dan saat pemupukan anorganik dan mengetahui perbedaan hasil jagung dengan paket yang diperkenalkan dibanding hasil jagung cara petani. Metode pendidikan orang dewasa dengan teknik partisipatif digunakan dalam pengabdian ini, yakni melalui demplot. Dalam demplot diterapkan dua paket, yaitu paket I (teknologi yang diperkenalkan) dan paket II (cara petani). Pengabdian diawali dengan penyampaian materi, kemudian dilanjut dengan kunjungan dan panen pada demplot. Data yang diamati pada demplot, meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, panjang tongkol, diameter tongkol, bobot tongkol kering panen dan hasil. Uji t digunakan untuk pengujian kedua paket tersebut. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan petani di bidang penanaman dengan jajar legowo, penggunaan pupuk organik dan saat pemupukan dengan pupuk anorganik sebesar 36,99 persen. Hasil tanaman jagung lebih tinggi dengan paket teknologi dibanding cara petani, berturut-turut sebesar 3,565 kg per plot (6,366 t/ha) dan 1,613 kg per plot (2,880 t/ha) dan peningkatannya sebesar 121,04 persen.
Pengenalan Pertanian Cerdas Iklim Melalui Demplot Diversifikasi Tanaman di Lahan Kering Desa Gumantar Kabupaten Lombok Utara I Komang Damar Jaya; Bambang Budi Santoso; Jayaputra
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.106

Abstract

Perubahan iklim mengakibatkan variabilitas curah hujan yang telah mengancam usahatani masyarakat Desa Gumantar. Oleh karena itu, petani membutuhkan pengetahuan dan keterampilan berusahatani yang adaptif terhadap perubahan iklim atau yang dikenal dengan istilah Pertanian Cerdas Iklim (Climate-Smart Agriculture = CSA). Salah satu praktik budidaya tanaman yang mendukung CSA adalah diversifikasi tanaman. Penyuluhan ini bertujuan untuk membuat petani di lahan kering Desa Gumantar dapat menerapkan praktik pertanian cerdas iklim sehingga mereka lebih sejahtera dan tangguh dalam menghadapi dampak dari perubahan iklim. Metode yang digunakan adalah dengan demplot, pertemuan dan diskusi. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan metode ex ante dan summative. Ukuran luas lahan demplot diversifikasi tanaman adalah 386 m2 yang ditanami jagung, tanaman cabai rawit dan kacang hijau secara berturut-turut 50, 20 dan 30%. Hasil evaluasi demplot menunjukkan bahwa diversifikasi tanaman menghasilkan sekitar 45% lebih tinggi jika dibandingkan dengan menanam jagung secara monokultur. Peserta sangat puas melihat tampilan tanaman pada demonstrasi plot dan penjelasan yang diperoleh pada saat penyampaian materi.
Sosialisasi dan Pendampingan Mitigasi Dampak Perubahan Iklim terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jambu Mete di Desa Sambik Elen Kecamatan Bayan Lombok Utara NTB I Ketut Ngawit; Nihla Farida; I Gede Pastina Widagda
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.107

Abstract

Terjadinya perubahan curah hujan yang intensitasnya cenderung menyimpang dari dinamika dan kondisi rata-rata menuju tren meningkat sejak tahun 2018 sampai dengan 2022, menyebabkan hasil nut mete menurun sampai 85%. Penurunan hasil tersebut karena proses penyerbukan gagal. Oleh sebab itu maka dilakukan sosialisasi dan pendampingan yang tujuan utamanya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani menanggulangi dampak perubahan iklim terhadap penurunan hasil mete. Kegiatan dilaksanakan dengan metode tutorial dan tindak partisifatif tentang tindak agronomis khusus pada pengelolaan jambu mete. Para peserta kegiatan sangat bersemangat mengikuti dan menyimak materi pembelajaran seperti peremajaan tanaman, penjarangan, pemangkasan, aplikasi pupuk organik dan pengelolaan tanah tegakan mete dengan pola tanam allay croping. Kegiatan berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Pengetahuan dan keterampilan petani mengelola tanaman metenya untuk menanggulangi perubahan iklim meningkat, terbukti partisipasi dan antusiasme petani peserta yang semula termasuk rendah dapat ditingkatkan manjadi tinggi. Aplikasi tindak agronomi yang diintroduksikan menyebabkan pertumbuhan dan hasil rata-rata Nut mete yang semula hanya 0,78 kg pohon-1, menjadi 2,42 kg pohon-1.
Pendampingan Pembuatan Media Sosial Facebook dan Instagram KWT Melati Sebagai Sarana Promosi Mulyawati, Sri; Febrilia, Baiq Rika Ayu; Hidayanti, Anna Apriana; Setiawan, Rifani Nur Sindy; Danasari, Idiatul Fitri
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 4 No. 2 (2023): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v4i2.109

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini sudah mencapai era digitalisasi. Para pelaku usaha dituntut untuk mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi agar dapat mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Media sosial merupakan salah satu sarana promosi berbasis elektronik yang terhubung dengan jaringan internet. Melalui media sosial, pelaku usaha dapat melakukan promosi kapan saja dan di mana saja. Kelompok Wanita Tani Melati yang ada di Desa Suranadi, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat adalah salah satu kelompok wanita tani yang aktif dalam memproduksi dan menjual produk olahan makanan seperti dodol dan keripik. Meski mampu mempertahankan usahanya pada saat pandemi Covid-19, para pelaku usaha yang tergabung dalam KWT Melati merasa kesulitan dalam mengembangkan usahanya. Salah satu penyebabnya adalah kegiatan promosi yang terbatas dan ketidakmampuan menggunakan teknologi digital. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk mendampingi KWT Melati membuat media sosial Facebook dan Instagram sebagai sarana promosi. Dengan demikian, para pelaku usaha dapat menjangkau konsumen lebih luas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian terbagi menjadi dua, yaitu sosialisasi dan pendampingan. Peserta telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias. Hasil dari pretest dan posttest menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah dilaksanakannya kegiatan pengabdian. Adapun luaran dari kegiatan pengabdian ini adalah tersedianya media sosial KWT Melati sebagai sarana promosi.

Page 7 of 16 | Total Record : 159