cover
Contact Name
Keni
Contact Email
keni@fe.untar.ac.id
Phone
+6281807302521
Journal Mail Official
jmkfeuntar@untar.ac.id
Editorial Address
Universitas Tarumanagara Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Kampus 2 Universitas Tarumanagara Jln. Tanjung Duren Utara No. 1, Grogol, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia, 11470
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan
ISSN : -     EISSN : 26570025     DOI : 10.24912/jmk
Core Subject : Economy, Social,
Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan e-ISSN 2657-0025 is a collection of articles created by students of Management Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Tarumanagara, as a requirement to achieve Bachelor of Economics degree. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan is published every year on January, April, June, and October by Management Study Program of Faculty of Economics and Business Universitas Tarumanagara. The articles provides researches’ findings on various topics in Management, especially Human Resource Management, Entrepreneurship, Marketing Management, and Financial Management. Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan contains article with topics as follows: Marketing Management Financial Management Human Resource Management Entrepreneurship Other relevant topics about Management and Entrepreneurship
Articles 1,054 Documents
Pengaruh Stres Kerja, Lingkungan Kerja, dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Gen Z: Peran Mediasi Motivasi Kerja Valerio Chindradinata; Yanuar Yanuar
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37896

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja karyawan generasi z dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada industri food and beverage di Jakarta Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kinerja karyawan sebagai indikator keberhasilan organisasi serta adanya ketidakkonsistenan temuan penelitian sebelumnya terkait pengaruh faktor psikososial terhadap kinerja karyawan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS terhadap 250 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dengan skala Likert lima poin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja dan kinerja karyawan Generation Z. Selain itu, motivasi kerja terbukti memediasi hubungan antara stres kerja dan kinerja karyawan. Temuan ini menunjukkan bahwa stres kerja berdampak adaptif apabila didukung oleh lingkungan kerja yang kondusif dan budaya organisasi yang suportif. Secara teoretis, penelitian ini memperluas penerapan Job Demands Resources Theory dan memperkuat Self Determination Theory dalam menjelaskan peran motivasi kerja sebagai mekanisme psikologis utama dalam konteks industri food and beverage modern Indonesia. This study aims to analyze the effects of job stress, work environment, and organizational culture on the performance of Generation Z employees, with work motivation as a mediating variable, in the food and beverage industry in West Jakarta. The study is motivated by the importance of employee performance as a key indicator of organizational success and by inconsistencies in previous studies. This research adopts a quantitative approach using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS SEM) through SmartPLS. Data were collected from 250 Generation Z employees selected using purposive sampling and gathered through a five-point Likert scale questionnaire. The results indicate that job stress, work environment, and organizational culture have positive and significant effects on work motivation and employee performance. Furthermore, work motivation is proven to mediate the relationship between job stress and employee performance. These findings suggest that job stress can have adaptive effects when supported by a conducive work environment and a supportive organizational culture. Theoretically, this study extends the application of Job Demands Resources Theory by highlighting the balance between job demands and job resources, and it reinforces Self Theory by emphasizing the central role of work motivation as a key psychological mechanism in improving employee performance within the food and beverage industry.
Peran Kesadaran Merek dan Kepercayaan Merek dalam Memediasi Pengaruh Kredibilitas Influencer terhadap Niat Membeli Produk Parfum di E-Commerce Nelsen Sifran; Keni Keni
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37899

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kredibilitas influencer terhadap niat membeli pada produk parfum di e-commerce dengan kesadaran merek dan kepercayaan merek sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik pemilihan sampel yang digunakan adalah non-probability sampling dengan teknik purposive sampling dan jumlah sampel penelitian ini sebanyak 155 konsumen yang pernah membeli produk parfum di e-commerce. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui software SmartPLS versi 4.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kredibilitas influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesadaran merek dan kepercayaan merek, kesadaran merek dan kepercayaan merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat membeli, kesadaran merek berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kepercayaan merek. Selain itu, kesadaran merek memediasi pengaruh kredibilitas influencer terhadap niat membeli, sedangkan kepercayaan merek tidak memediasi pengaruh kredibilitas influencer terhadap niat membeli. This study aims to examine the effect of influencer credibility on purchase intention on perfume products on e-commerce with brand awareness and brand trust as mediating variables. This research employs a descriptive research design with a quantitative approach. The sampling technique used is non-probability sampling with a purposive sampling method, and the amount of sample in this study is 155 respondents who have purchased parfume products via e-commerce. Data analysis was carried out using the Partial Least Squares – Structural Equation Modeling (PLS-SEM) approach through SmartPLS version 4.0. The results indicate that influencer credibility has a positive and significant effect on brand awareness and brand trust. Brand awareness and brand trust are found to have a positive and significant effect on purchase intention, but brand awareness has a positive and insignificant effect on brand trust. In addition, brand awareness is able to mediate the effect of influencer credibility on purchase intention, whereas brand trust cannot mediate the influence of influencer credibility on purchase intention.
Turnover Intention in Gen Z Keshia Keshia; Ronnie Resdianto Masman
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37900

Abstract

Di tengah dinamika kerja yang semakin kompleks, organisasi tidak hanya dituntut untuk merekrut karyawan yang berkinerja baik, tetapi juga harus mempertahankan karyawan terbaik mereka dalam jangka panjang. Namun, terdapat perusahaan yang menghadapi tantangan terkait keinginan karyawan untuk berpindah pekerjaan atau yang dikenal dengan istilah turnover intention. Tingginya turnover intention pada generasi Z menjadi tantangan besar bagi organisasi karena generasi ini cenderung menunjukkan komitmen yang lebih rendah dan cenderung meninggalkan pekerjaannya ketika perusahaan tidak dapat memenuhi harapan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh perceived supervisor support terhadap turnover intention melalui work engagement pada karyawan generasi Z di Jakarta Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Sampel terdiri dari 150 karyawan generasi Z di Mal Ciputa, Mal Taman Anggrek, dan Mal Hublife yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan metode SEM-PLS melalui SmartPLS 4.1.1.5. Penelitian ini menunjukkan bahwa perceived supervisor support berpengaruh positif dan signifikan terhadap work engagement, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention. Selain itu, work engagement tidak berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dan tidak memediasi pengaruh perceived supervisor support terhadap turnover intention. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan atasan yang dirasakan mampu meningkatkan keterikatan kerja, namun belum cukup kuat untuk menurunkan niat karyawan generasi Z dalam meninggalkan pekerjaan. Amid increasingly complex work dynamics, organizations are not only required to recruit high performing employees, but also to retain their best employees in the long term. However, some companies face challenges related to employees’ desire to change jobs, known as turnover intention. The high turnover intention among generation Z employees poses a major challenge for organizations because this generation tends to show lower commitment to the company and is more likely to leave their job and look for another one when the company cannot meet their expectations and needs. This study aims to examine the effect of perceived supervisor support on turnover intention through work engagement among generation Z employees in West Jakarta. This study uses a quantitative approach with a descriptive research design. The sample consisted of 150 generation Z employees working at ciputra Mall, Taman Anggrek Mall, and Hublife Mall, selected using purposive sampling. The data obtained were processed using SEM-PLS analysis through SmartPLS 4.1.1.5. The result of this study indicate that perceived supervisor support has a positive and significant effect on work engagement but does not have a significant effect on turnover intention. Furthermore, work engagement does not significantly affect turnover intention and is unable to mediate the effect pf perceived supervisor support on turnover intention. These findings indicate that perceived supervisor support can increase work engagement but is not strong enough to reduce generation Z employees intention to leave their jobs.
Menumbuhkan Minat Berwirausaha Gen Z di Jakarta Melalui Efikasi Diri Helena Monieca Ong; Lydiawati Soelaiman
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37975

Abstract

Generasi Z memiliki peran penting dalam meningkatkan rasio kewirausahaan guna mendukung pertumbuhan perekonomian Indonesia, khususnya di wilayah perkotaan seperti Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dukungan sosial dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha Generasi Z dengan efikasi diri sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Sebanyak 105 responden Generasi Z berusia 20–25 tahun yang berdomisili di Jakarta dan telah mengikuti mata kuliah kewirausahaan berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode PLS-SEM dengan bantuan SmartPLS versi 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan sosial dan pendidikan kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efikasi diri. Dukungan sosial juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berwirausaha, sedangkan pendidikan kewirausahaan tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap minat berwirausaha. Selain itu, efikasi diri berpengaruh positif terhadap minat berwirausaha dan berperan sebagai variabel mediasi penuh dalam hubungan antara dukungan sosial dan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan pembelajaran kewirausahaan yang tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga memperkuat efikasi diri Generasi Z untuk meningkatkan minat berwirausaha. Generation Z plays an important role in increasing the entrepreneurship ratio to support Indonesia’s economic growth, particularly in urban areas such as Jakarta. This study aims to analyze the effects of social support and entrepreneurship education on Generation Z’s entrepreneurial intention, with self-efficacy as a mediating variable. This research employed a descriptive quantitative approach using purposive sampling. A total of 105 Generation Z respondents aged 20–25 years, residing in Jakarta and having completed entrepreneurship courses, participated in this study. Hypothesis testing was conducted using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the assistance of SmartPLS version 4. The results indicate that social support and entrepreneurship education have a positive and significant effect on self-efficacy. Social support also has a positive and significant effect on entrepreneurial intention, while entrepreneurship education does not have a significant direct effect on entrepreneurial intention. Furthermore, self-efficacy has a positive effect on entrepreneurial intention and fully mediates the relationship between social support and entrepreneurship education and entrepreneurial intention. This study is expected to contribute to the development of entrepreneurship education by emphasizing not only theoretical knowledge but also the strengthening of self-efficacy to enhance Generation Z’s entrepreneurial intention.
Peran Motivasi Prososial dan Kesejahteraan Wirausaha terhadap Ketekunan Berwirausaha dalam Perspektif Self-Determination Kevin Tantono; Andi Wijaya
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37976

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran krusial Ketekunan Berwirausaha (KB) sebagai pilar keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di tengah dinamika pasar perkotaan Jakarta Barat. Fokus utama adalah menganalisis pengaruh Motivasi Prososial (MP) terhadap KB melalui mediasi Kesejahteraan Subjektif Wirausaha (KSW) dan Kesejahteraan Psikologis Wirausaha (KPW), berdasarkan kerangka Self-Determination Theory (SDT). MP diyakini dapat meningkatkan persistensi karena menumbuhkan rasa makna dan tanggung jawab sosial. Data kuantitatif dikumpulkan dari 107 responden wirausahawan UMKM di Jakarta Barat dengan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS- SEM). Hasil utama menunjukkan bahwa Motivasi Prososial tidak memiliki pengaruh langsung dan signifikan terhadap Ketekunan Berwirausaha. Namun, MP secara signifikan memengaruhi baik Kesejahteraan Subjektif Wirausaha maupun Kesejahteraan Psikologis Wirausaha. Temuan kunci adalah bahwa Kesejahteraan Psikologis Wirausaha (KPW) berfungsi sebagai mediator penuh (full mediator) yang signifikan antara Motivasi Prososial dan Ketekunan Berwirausaha. Kesimpulan penelitian ini menekankan bahwa dorongan altruistik (MP) hanya akan bertransformasi menjadi daya juang dan konsistensi usaha (KB) jika berhasil membangun modal mental yang kuat, seperti optimisme dan resiliensi yang dicerminkan oleh KPW. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan kapasitas psikologis internal lebih vital bagi daya tahan UMKM daripada sekadar perasaan puas atau faktor eksternal. This study examines the crucial role of Entrepreneurial Persistence (EP) as a pillar for the sustainability of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), particularly amidst the dynamic urban market of West Jakarta. The primary objective is to analyze the effect of Prosocial Motivation (PM) on EP, mediated by Entrepreneurial Subjective Well-being (ESW) and Entrepreneurial Psychological Well-being (EPW), within the Self-Determination Theory (SDT) framework. EP is hypothesized to enhance persistence by fostering a sense of meaning and social responsibility. Quantitative data was collected from 107 MSME entrepreneurs in West Jakarta using purposive sampling. The collected data was analyzed using the Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS- SEM) technique. The main findings indicate that Prosocial Motivation has no direct significant effect on Entrepreneurial Persistence. However, MP was found to significantly influence both Entrepreneurial Subjective Well-being and Entrepreneurial Psychological Well-being. The key finding is that Entrepreneurial Psychological Well-being (EPW) acts as a significant full mediator between Prosocial Motivation and Entrepreneurial Persistence. This conclusion emphasizes that the altruistic drive (PM) only successfully translates into business endurance and consistency (EP) if it successfully builds strong mental capital, such as optimism and resilience, as reflected by EPW. The research implies that strengthening internal psychological capacity is more vital for MSME sustainability than mere feelings of satisfaction or external factors.
Pengaruh Corporate Image dan Perceived Quality terhadap Customer Satisfaction dengan Variabel Mediasi Perceived Value di PT Indo Taichen Emerline Valia Putri; Rodhiah Rodhiah
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37977

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh corporate image dan perceived quality terhadap customer satisfaction dengan perceived value sebagai variabel mediasi pada pelanggan PT Indo Taichen Textile Industry. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei dan dianalisis dengan metode PLS-SEM menggunakan SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa Corporate Image dan Perceived Quality berpengaruh positif dan signifikan terhadap Perceived Value dan Customer Satisfaction. Selain itu, perceived value juga berpengaruh positif terhadap customer satisfaction serta memediasi pengaruh corporate image dan perceived quality. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh citra, kualitas, dan nilai yang dirasakan pelanggan. This study analyzes the effect of corporate image and perceived quality on customer satisfaction with perceived value as a mediating variable among customers of PT Indo Taichen Textile Industry. The research employs a quantitative approach using a survey method and is analyzed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. The results indicate that Corporate Image and Perceived Quality have a positive and significant effect on Perceived Value and Customer Satisfaction. Furthermore, Perceived Value also has a positive effect on Customer Satisfaction and mediates the relationship between Corporate Image and Perceived Quality and Customer Satisfaction. These findings confirm that customer satisfaction is influenced by corporate image, perceived quality, and perceived value.
Faktor yang Memengaruhi Financial Well-Being Pekerja Jakarta dengan Financial Behavior sebagai Mediasi Stevia Carla Sucipto; Ary Satria Pamungkas
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37978

Abstract

Jakarta sebagai pusat kegiatan ekonomi nasional memiliki aktivitas bisnis dan ekonomi yang sangat tinggi, yang berdampak pada meningkatnya biaya hidup masyarakatnya. Meskipun Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 menjadi Rp 5,39 juta dan menjadi yang tertinggi di Indonesia, upah tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan hidup di Jakarta. Karena itu, kemampuan mengelola keuangan menjadi hal penting untuk menjaga stabilitas finansial. Minimnya ruang untuk menabung, kurangnya kesiapan menghadapi keadaan darurat, serta ketergantungan pada pinjaman jangka pendek menunjukkan bahwa tidak semua individu memiliki pengelolaan keuangan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengaruh financial socialization dan locus of control terhadap financial well-being, baik secara langsung maupun melalui financial behavior. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan kuesioner yang disebarkan kepada pekerja full-time berdomisili di Jakarta yang telah menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1), dengan jumlah sampel sebanyak 352 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Square–Structural Equation Modeling yang diolah melalui SmartPLS versi 4.1.1.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa financial socialization, locus of control, dan financial behavior berpengaruh positif terhadap financial well-being. Sosialisasi keuangan dari orang tua serta keyakinan individu dalam mengendalikan hidup terbukti membentuk perilaku keuangan yang lebih baik. Perilaku keuangan yang disiplin seperti menabung, mengatur pengeluaran, dan merencanakan keuangan menjadi faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan finansial. Selain itu, financial behavior memediasi pengaruh financial socialization dan locus of control terhadap financial well-being sehingga kedua faktor tersebut lebih berdampak ketika diwujudkan dalam kebiasaan keuangan yang konsisten. Jakarta, as the center of national economic activity, has very high levels of business and economic transactions, which contribute to the increasing cost of living for its residents. Although the Provincial Minimum Wage (UMP) for 2025 has reached IDR 5.39 million, making it the highest in Indonesia, this income level is still insufficient to fully meet the cost of living in Jakarta. Therefore, the ability to manage personal finances becomes essential in maintaining financial stability. Limited opportunities to save, insufficient preparedness for emergency situations, and reliance on short-term loans indicate that not all individuals possess healthy financial management practices. This study aims to examine the influence of financial socialization and locus of control on financial well-being, both directly and indirectly through financial behavior as a mediating variable. The research employs a descriptive quantitative approach using a questionnaire distributed to full-time employees domiciled in Jakarta who have completed undergraduate (S1) education, with a total sample of 352 respondents. Data analysis was conducted using Partial Least Square–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) processed through SmartPLS version 4.1.1.6. The findings indicate that financial socialization, locus of control, and financial behavior have a positive effect on financial well-being. Financial socialization from parents and individuals’ beliefs in their ability to control their lives are proven to shape better financial behavior. Disciplined financial behaviors, such as saving, managing expenses, and financial planning, are key factors in improving financial well-being. Moreover, financial behavior mediates the effects of financial socialization and locus of control on financial well-being, indicating that these factors become more impactful when translated into consistent financial habits.
Niat Berwirausaha Siswa SMA: Perspektif Psikologis dan Kognitif Keisha Clarissa; Oey Hannes Widjaja
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37979

Abstract

Kewirausahaan merupakan pilar penting pembangunan ekonomi nasional karena menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing bangsa. Pendidikan kewirausahaan tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk sikap, motivasi, dan niat berwirausaha pada generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh faktor psikologis dan proses kognitif terhadap niat berwirausaha pada siswa SMA di Jakarta Barat. Teknik pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling. Sampel penelitian ini merupakan para siswa SMA swasta yang bertempatan di Jakarta Barat. Data yang berhasil dikumpulkan sebanyak 267 responden. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SmartPLS 4.0, Hasil penelitian ini menunjukan adanya pengaruh yang positif dan signifikan antara faktor psikologis dan proses kognitif terhadap niat berwirausaha pada siswa SMA di Jakarta Barat. Entrepreneurship is an important pillar of national economic development because it creates jobs and increases the nation's competitiveness. Entrepreneurship education aims not only to provide knowledge, but also to shape attitudes, motivation, and entrepreneurial intent in the younger generation. This study aims to analyze and determine the influence of psychological factors and cognitive processes on entrepreneurial intentions among high school students in West Jakarta. The sampling technique used in this study is non-probability sampling with a purposive sampling approach. The sample in this study consisted of private high school students located in West Jakarta. A total of 267 respondents participated in the study. Data analysis in this study was conducted using the SmartPLS 4.0 application. The results of this study indicate a positive and significant influence of psychological factors and cognitive processes on entrepreneurial intentions among high school students in West Jakarta.
Pengaruh Lokus Kendali, Perilaku terhadap Risiko, dan Panutan terhadap Niat Kewirausahaan pada Generasi Z Abdullah Gymnastiar; Nur Hidayah
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37980

Abstract

Di penelitian ini ingin mengetahui perilaku orang terutama Generasi Z yang menginginkan usahanya dibangun dengan tujuan berkontribusi pada kualitas hidup secara keseluruhan. Perilaku tersebut akan menentukan bagaimana gaya, metode dalam memimpin dan menjalankan usaha tersebut. Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini ialah lokus kendali, perilaku terhadap risiko, panutan, dengan variabel mediasi orientasi kewirausahaan. Variabel dependen yang digunakan ialah niat berwirausaha. Variabel yang dipilih terdapat suatu kaitannya dengan perilaku dalam suatu individu yang ingin menjalankan usahanya. dengan adanya variabel-variabel di atas dapat mempermudah dan memperjelas dalam penggapaian objek penelitian, yaitu Generasi Z di DKI Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif dan menggunakan metode penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel yang digunakan ialah Purposive Sampling dengan sampel sebesar 175 responden. Pengolahan data di proses menggunakan PLS-SEM. Penelitian ini menemukan pengaruh positif panutan dan lokus kendali terhadap niat berwirausaha, peran mediasi orientasi kewirausahaan dalam pengaruh lokus kendali terhadap niat berwirausaha. This study aims to determine the behavior of people, especially Generation Z, who want their businesses built with the aim of contributing to the overall quality of life. This behavior will determine the style and methods of leading and running the business. The independent variables used in this study are Locus of Control, Risk Behavior, Role Models, with Entrepreneurial Orientation as the mediating variable. The dependent variable used is Entrepreneurial Intention. The selected variables are related to the behavior of an individual who wants to run a business. The presence of the above variables can simplify and clarify the achievement of the research object, namely Generation Z in DKI Jakarta. The research method used is a quantitative descriptive research method and uses a questionnaire distribution method. The sampling technique used is purposive sampling with sample of 175 respondents. Data processing is processed using PLS-SEM. This study found a positive influence of role models, locus of control on entrepreneurial intention, the mediating role of entrepreneurial orientation in the influence of locus of control on entrepreneurial intention.
Analisis Profitabilitas Industri Pertambangan selama Perang Rusia–Ukraina Daniel Chandra Setiawan; Nuryasman MN
Jurnal Manajerial Dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jmk.v8i3.37981

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perputaran modal kerja, struktur keuangan, likuiditas, dan nilai tukar terhadap profitabilitas perusahaan pertambangan di Indonesia. Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah sehingga industri pertambangan memiliki potensi perkembangan yang tinggi, namun profitabilitas perusahaan di sektor ini menunjukkan fluktuasi yang cukup signifikan setiap tahunnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti siklus proyek yang panjang, tingginya biaya modal, tingkat risiko yang besar, serta dampak geopolitik global seperti perang Rusia–Ukraina. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 60 perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2020–2024, dengan metode analisis regresi data panel menggunakan EViews 13. Hasil penelitian menunjukkan bahwa working capital turnover, likuiditas, dan nilai tukar tidak berpengaruh terhadap profitabilitas, sedangkan capital structure berpengaruh negatif dan signifikan. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan efisiensi modal kerja, mengelola struktur permodalan, menjaga likuiditas, serta mengantisipasi perubahan nilai tukar guna memperkuat profitabilitas perusahaan. This study aims to analyze the effect of working capital turnover, capital structure, liquidity, and exchange rate on the profitability of mining companies in Indonesia. Indonesia possesses abundant natural resources, providing substantial growth potential for the mining industry; however, the profitability of companies in this sector exhibits considerable year-to-year variability. This condition is influenced by several factors, including long project cycles, high capital expenditure, elevated risk levels, and global geopolitical tensions such as the Russia–Ukraine conflict. The study uses a sample of 60 mining companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020–2024 and employs panel data regression analysis using EViews 13. The results indicate that working capital turnover, liquidity, and exchange rate have no significant effect on profitability, while capital structure has a negative and significant effect. These findings may serve as a consideration for company management in improving working capital efficiency, managing capital structure, maintaining liquidity, and anticipating exchange rate fluctuations to enhance profitability.

Filter by Year

2019 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 2 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 4 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 3 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 4 (2024): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 3 (2024): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 6 No. 1 (2024): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 4 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 4 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 4 No. 3 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 4, No 2 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 3, No 4 (2021): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 3, No 3 (2021): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2021): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 3, No 1 (2021): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 2, No 4 (2020): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 2, No 3 (2020): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 2, No 2 (2020): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 2, No 1 (2020): Jurnal Manajerial dan Kewirausahaan Vol 1, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 1, No 3 (2019): Juni 2019 Vol 1, No 2 (2019): April 2019 Vol 1, No 1 (2019): Januari 2019 More Issue