cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 4: December 2025" : 84 Documents clear
Analisis Penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK EMKM) pada Usaha Kerajinan Bambu Lapalelo, Beatrix; Imran, Treesje; Saruan, Tirsa Julianti
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/e9k8pg15

Abstract

UMKM merupakan sektor penting dalam perekonomian Indonesia, namun masih menghadapi kendala serius dalam pengelolaan keuangan, terutama rendahnya literasi akuntansi dan minimnya pemanfaatan teknologi digital. Namun belum banyak studi yang fokus pada implementasi Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) pada sektor kerajinan berbasis budaya lokal seperti bambu di Tomohon. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan SAK EMKM melalui akuntansi digital dalam meningkatkan tata kelola keuangan UMKM kerajinan bambu di Desa Kinilow, Kota Tomohon. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan dua informan utama, yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin bambu belum menerapkan pencatatan keuangan sesuai SAK EMKM dan masih mencampurkan keuangan usaha dengan pribadi, sehingga laba tidak terukur secara akurat. Melalui penerapan aplikasi akuntansi digital sederhana seperti BukuKas, diperoleh laporan keuangan yang menunjukkan posisi keuangan dan laba bersih sebesar Rp8.900.000 per periode. kemuan ini menunjukkan bahwa akuntansi digital berbasis SAK EMKM mampu meningkatkan efisiensi pencatatan, transparansi, dan kualitas pengambilan keputusan. Penelitian ini menegaskan pentingnya peningkatan literasi keuangan, pelatihan penggunaan aplikasi akuntansi digital, serta pendampingan berkelanjutan bagi UMKM kerajinan bambu agar mampu mengelola keuangan secara profesional dan berdaya saing. Analysis of the Application of Financial Accounting Standards for Micro, Small and Medium Entities (SAK EMKM) in Bamboo Craft Businesses Abstract Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) are an essential sector in Indonesia’s economy; however, they continue to face serious challenges in financial management, particularly due to low accounting literacy and limited use of digital technology. Nevertheless, few studies have focused on the implementation of the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) in craft industries based on local cultural traditions, such as bamboo craftsmanship in Tomohon. This study aims to analyze the application of SAK EMKM through digital accounting in improving financial governance among bamboo craft MSMEs in Kinilow Village, Tomohon City. The research employed a qualitative case study approach involving two main informants selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation, and analyzed using an interactive model. The findings reveal that bamboo artisans have not yet applied financial recording in accordance with SAK EMKM and still mix business and personal finances, resulting in inaccurate profit measurement. By utilizing a simple digital accounting application such as BukuKas, financial reports were produced showing the financial position and a net profit of IDR 8,900,000 per period. These findings indicate that digital accounting based on SAK EMKM can enhance the efficiency of financial recording, transparency, and the quality of decision-making. This study emphasizes the importance of improving financial literacy, providing training on digital accounting applications, and ensuring continuous mentoring for bamboo craft MSMEs to enable professional and competitive financial management.
Kepemimpinan Partisipatif Dan Etos Kerja Kolektif: Identitas Manajemen Pada Tradisi Mapalus Minahasa Ngala, Erna; Mambu, Laurens; Imran, Treesje
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bads4326

Abstract

Kearifan Kearifan lokal Mapalus di Minahasa merepresentasikan sistem sosial-ekonomi berbasis gotong royong yang telah lama menjadi ciri budaya masyarakat setempat. Meskipun berbagai studi sebelumnya telah membahas Mapalus sebagai bentuk solidaritas sosial, masih terdapat celah penelitian terkait bagaimana nilai-nilai tersebut diartikulasikan dalam konteks kepemimpinan partisipatif dan etos kerja kolektif sebagai identitas manajemen komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kepemimpinan partisipatif dan etos kerja kolektif berfungsi sebagai identitas manajemen dalam budaya Mapalus. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi, melibatkan 15 informan kunci yang terdiri atas tokoh adat, kepala jaga, dan anggota kelompok Mapalus di tiga desa di Kabupaten Minahasa. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipan selama tiga bulan, serta studi dokumentasi terhadap arsip dan naskah budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Mapalus bersifat partisipatif dan egaliter, menekankan musyawarah, keadilan, dan tanggung jawab bersama dalam pembagian tugas. Mekanisme kontrol sosial dijalankan melalui norma adat dan nilai resiprositas moral yang memperkuat disiplin kolektif. Etos kerja kolektif yang terbentuk mencerminkan identitas manajemen khas Minahasa, yaitu bekerja sebagai ibadah sosial, solidaritas sebagai modal utama, dan keadilan sebagai bentuk timbal balik moral. Temuan ini memperluas pemahaman tentang manajemen berbasis budaya dengan menunjukkan bahwa Mapalus tidak hanya berperan dalam aktivitas ekonomi, tetapi juga berfungsi sebagai sistem manajemen sosial yang memperkuat kohesi komunitas dan ketahanan budaya. Penelitian ini membuka ruang bagi pengembangan model manajemen partisipatif berbasis kearifan lokal dalam konteks pembangunan masyarakat Indonesia. Participatory Leadership and Collective Work Ethic: Management Identity in the Mapalus Tradition of Minahasa   Abstract The local wisdom of Mapalus in Minahasa represents a socio-economic system based on mutual cooperation, which has long been a defining feature of the local community’s culture. Although previous studies have discussed Mapalus as a form of social solidarity, there remains a research gap concerning how these values are articulated within the context of participatory leadership and collective work ethic as a form of community management identity. This study aims to analyze how participatory leadership and collective work ethic function as management identities within the Mapalus culture. The research employed a qualitative descriptive method with an ethnographic approach, involving 15 key informants consisting of traditional leaders, neighborhood heads (kepala jaga), and members of Mapalus groups across three villages in Minahasa Regency. Data were collected through in-depth interviews, participant observation conducted over three months, and documentation studies of local cultural archives and manuscripts. The results show that leadership within Mapalus is participatory and egalitarian, emphasizing deliberation, fairness, and shared responsibility in task distribution. Social control mechanisms are maintained through customary norms and moral reciprocity values that reinforce collective discipline. The collective work ethic that emerges reflects a distinctive Minahasan management identity—working as a form of social devotion, solidarity as the main capital, and justice as a manifestation of moral reciprocity. These findings expand the understanding of culture-based management by demonstrating that Mapalus not only functions in economic activities but also serves as a social management system that strengthens community cohesion and cultural resilience. The study opens opportunities for developing participatory management models grounded in local wisdom within the context of Indonesian community development.
Strategi Pengembangan Usaha Tani (On Farm) Kopi Robusta di Kecamatan Gunung Raya Kabupaten Kerinci Primasari, Herlina; Wahyuni, Ira; Suandi, Suandi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tpfc1956

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Gunung Raya, yang merupakan sentra utama produksi kopi robusta di Kabupaten Kerinci, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting dan tantangan utama dalam pengembangan kopi robusta, menganalisis faktor internal dan eksternal yang memengaruhi daya saing usahatani, serta merumuskan prioritas strategi pengembangan berkelanjutan berbasis hasil analisis SWOT dan AHP. Penentuan responden dilakukan secara purposive dengan teknik snowball sampling menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis secara deskriptif, SWOT, dan AHP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun usahatani kopi robusta di Kecamatan Gunung Raya masih didominasi oleh petani kecil dengan lahan rata-rata 0,5–2 hektar dan sistem produksi tradisional, terdapat potensi besar untuk pengembangan melalui penguatan kelembagaan petani, peningkatan kualitas pascapanen, dan perluasan akses pasar. Analisis SWOT dan AHP mengidentifikasi tiga strategi prioritas, yaitu peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan budidaya dan manajemen usaha tani, pengembangan kemitraan dengan pihak swasta dan koperasi untuk memperkuat rantai nilai kopi, serta promosi kopi robusta Gunung Raya sebagai produk unggulan daerah berbasis indikasi geografis. Implikasi kebijakan dari hasil penelitian ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur pertanian, program pembinaan petani, serta fasilitasi sertifikasi mutu dan pemasaran agar kopi robusta Gunung Raya mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Development Strategy of Robusta Coffee Farming (On-Farm) in Gunung Raya District, Kerinci Regency Abstract This study was conducted in Gunung Raya District, the main center of robusta coffee production in Kerinci Regency, with the objectives of identifying the existing conditions and key challenges in the development of robusta coffee, analyzing internal and external factors affecting the competitiveness of coffee farming, and formulating priority strategies for sustainable development based on SWOT and AHP analyses. Respondents were selected purposively using the snowball sampling technique, and both primary and secondary data were analyzed descriptively using SWOT and AHP methods. The results indicate that although robusta coffee farming in Gunung Raya District is still dominated by small-scale farmers with an average land area of 0.5–2 hectares and traditional production systems, there is great potential for development through strengthening farmer institutions, improving post-harvest quality, and expanding market access. The SWOT and AHP analyses identified three priority strategies: enhancing farmers’ capacity through training in cultivation and farm management, developing partnerships with private sectors and cooperatives to strengthen the coffee value chain, and promoting Gunung Raya robusta coffee as a regional superior product with geographical indication. The policy implications highlight the importance of local government support in providing agricultural infrastructure, farmer development programs, and facilitating quality certification and marketing so that Gunung Raya robusta coffee can compete effectively in national and international markets.
Penerapan Model Problem Based Learning Berdiferensiasi Berbasis Konstruktivisme untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Qudri, Afdhal; Nirmala, Sri Dewi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/9cneff33

Abstract

Penelitian ini berawal dari dominasi metode konvensional (ceramah) yang kurang memberi kesempatan bagi siswa untuk membangun pengetahuannya secara mandiri, sehingga hasil belajar IPA masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) berdiferensiasi berbasis konstruktivisme dalam meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Model yang dikembangkan mengintegrasikan pendekatan PBL yang berfokus pada pemecahan masalah kontekstual, teori konstruktivisme yang menekankan pembentukan pengetahuan aktif, serta diferensiasi pembelajaran dalam aspek konten, proses, dan produk guna mengakomodasi perbedaan gaya belajar siswa. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri 26 Membalong dengan subjek 14 siswa (6 perempuan dan 8 laki-laki) pada tahun ajaran 2025/2026. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi tiga tahapan: pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini berlangsung efektif dan sistematisNilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat dari 58,6 pada pra-siklus menjadi 76,4 pada siklus I, dan mencapai 92,9 pada siklus II. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning (PBL) Berdiferensiasi Berbasis Konstruktivisme berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar IPA siswa kelas IV. Dengan demikian, PBL berdiferensiasi berbasis konstruktivisme terbukti mampu menciptakan pembelajaran yang adaptif, bermakna, dan berpotensi meningkatkan hasil belajar kognitif siswa. Implementation of Differentiated Problem Based Learning Model Based on Constructivism to Improve Science Learning Outcomes Abstract This research started from the dominance of conventional methods (lectures) which do not provide students with the opportunity to build their knowledge independently, so that science learning outcomes are still low. This study aims to describe the application of a differentiated Problem Based Learning (PBL) model based on constructivism in improving science learning outcomes of fourth grade students. The developed model integrates a PBL approach that focuses on contextual problem solving, constructivism theory that emphasizes active knowledge formation, and learning differentiation in content, process, and product aspects to accommodate differences in student learning styles. The research was conducted at SD Negeri 26 Membalong with 14 students (6 girls and 8 boys) as subjects in the 2025/2026 academic year. The method used was Classroom Action Research which included three stages: pre-cycle, cycle I, and cycle II. The results showed that the implementation of this model was effective and systematic. The average value of student learning outcomes increased from 58.6 in the pre-cycle to 76.4 in cycle I, and reached 92.9 in cycle II. This improvement indicates that the implementation of the Constructivism-Based Differentiated Problem-Based Learning (PBL) Model has a positive effect on improving the science learning outcomes of fourth-grade students. Thus, constructivism-based differentiated PBL has been proven to be able to create adaptive, meaningful learning and has the potential to improve students' cognitive learning outcomes.
Pengaruh Waktu Pembakaran Terhadap Karakteristik Asap Cair dari Serbuk Kayu Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq) Surya Aditya, I Gusti Ngurah Agung; Febriana Tri Wulandari; Dini Lestari; Aditya, I Gusti Ngurah Agung Surya; Wulandari, Febriana Tri; Lestari, Dini
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/y6nsjf40

Abstract

Limbah serbuk kayu dari industri penggergajian merupakan sumber biomassa yang melimpah namun kurang dimanfaatkan secara optimal. Salah satu potensi pemanfaatannya adalah sebagai bahan baku pembuatan asap cair melalui proses pirolisis. Studi pirolisis untuk biomassa kayu telah banyak dilakukan, namun kajian waktu optimal pembakaran serbuk mahoni untuk memproduksi asap cair sesuai SNI 8985:2021 masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi waktu pembakaran terhadap rendemen, karakteristik, dan mutu asap cair dari serbuk kayu mahoni (Swietenia mahagoni Jacq). Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, melibatkan 3 perlakuan waktu (30, 60, dan 90 menit) dengan 3 kali ulangan. Karakteristik asap cair yang diuji antara lain rendemen, kadar asam asetat, dan kadar fenol. Cara pengujian asam asetat dan kadar fenol dilakukan sesuai dengan SNI 8985:202. Analisis data dilakukan menggunakan uji ANOVA satu arah untuk data parametrik dan uji Kruskal-Wallis untuk data non-parametrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi waktu pembakaran memberikan pengaruh yang signifikan terhadap rendemen dan kadar asam asetat, namun tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar fenol. Meskipun demikian, kadar fenol tertinggi tercatat pada perlakuan waktu 90 menit sebesar 3,36%. Kadar asam asetat cenderung meningkat seiring bertambahnya durasi pembakaran, namun masih berada dalam batas mutu 2 yang ditetapkan oleh SNI 8985:2021. Dengan demikian, waktu pirolisis selama 90 menit pada suhu 300°C dinilai sebagai perlakuan paling optimal dalam menghasilkan asap cair berkualitas dari serbuk kayu mahoni. Asap cair mutu 2 dapat dimanfaatkan sebagai pengawet dan desinfektan, sedangkan asap cair yang tidak memenuhi SNI 8985:2021 tetap berpotensi digunakan sebagai pengawet alami kayu. The Effect of Combustion Time on the Characteristics of Liquid Smoke from Mahogany Wood Powder (Swietenia mahagoni Jacq)   Abstract Wood sawdust waste from the sawmill industry is an abundant source of biomass that is underutilized. One potential use is as a raw material for producing liquid smoke through pyrolysis. Pyrolysis studies on wood biomass have been conducted extensively, but research on the optimal combustion time for mahogany sawdust to produce liquid smoke in accordance with SNI 8985:2021 is still limited.This study aims to determine the effect of combustion time variation on the yield, characteristics, and quality of liquid smoke from mahogany sawdust (Swietenia mahagoni Jacq). The study used an experimental method with a non-factorial Complete Randomized Design (CRD), involving 3 combustion time treatments (30, 60, and 90 minutes) with 3 replicates. The characteristics of liquid smoke tested included yield, acetic acid content, and phenolic content. The testing of acetic acid and phenolic content was carried out in accordance with SNI 8985:202. Data analysis was performed using a one-way ANOVA test for parametric data and a Kruskal-Wallis test for non-parametric data. The results showed that variations in combustion time had a significant effect on yield and acetic acid content, but did not significantly affect phenolic content. However, the highest phenolic content was recorded in the 90 minutes treatment at 3.36%. Acetic acid levels tend to increase with longer combustion times, but remain within the quality limits 2 set by SNI 8985:2021. Thus, pyrolysis for 90 minutes at 300°C is considered the most optimal treatment for producing high-quality liquid smoke from mahogany wood powder. Grade 2 liquid smoke can be used as a preservative and disinfectant, while liquid smoke that does not meet SNI 8985:2021standards can still be used as a natural wood preservative.
Pengaruh Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Pasien Gagal Ginjal Dalam Terapi Hemodialisis Nasution, Ali Napiah; Suandy, Suandy; Manurung, Rachel Gita Berlian
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/s1v4n576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien gagal ginjal kronik dalam menjalani terapi hemodialisis di RSU Royal Prima Medan. Penelitian ini dapat berkontribusi pada praktik klinis atau kebijakan rumah sakit dalam meningkatkan kepatuhan terapi hemodialisis. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 57 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai dukungan keluarga dan kepatuhan pasien, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia di atas 40 tahun, berjenis kelamin laki-laki, berpendidikan SMA, serta telah menjalani hemodialisis selama satu tahun. Nilai rata-rata dukungan keluarga sebesar 42 menunjukkan kategori baik, sedangkan kepatuhan terapi memiliki nilai rata-rata 3,5 yang juga termasuk kategori baik. Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi r = 0,309 dengan p < 0,001, menandakan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan pasien hemodialisis, meskipun kekuatan hubungan tergolong lemah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin baik dukungan keluarga, semakin tinggi pula tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi. Temuan ini menegaskan pentingnya peran keluarga dalam dukungan emosional dan motivasi agar pasien tetap konsisten menjalani pengobatan. Sehingga disarankan untuk meningkatkan dukungan keluarga di lingkungan rumah sakit atau klinis. The Influence of Family Support on Adherence to Hemodialysis Therapy in Kidney Failure Patients Abstract This study aims to determine the relationship between family support and adherence in patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis therapy at Royal Prima Medan General Hospital. This study can contribute to clinical practice or hospital policy in improving adherence to hemodialysis therapy. The study used an analytical design with a cross-sectional approach, involving 57 respondents determined using the Slovin formula. Data were collected through a questionnaire regarding family support and patient adherence, then analyzed using the Spearman correlation test. The results showed that the majority of respondents were over 40 years old, male, had a high school education, and had undergone hemodialysis for one year. The average value of family support was 42, indicating a good category, while adherence to therapy had an average value of 3.5, also in the good category. The results of the statistical test showed a correlation coefficient value of r = 0.309 with p < 0.001, indicating a significant positive relationship between family support and adherence in hemodialysis patients, although the strength of the relationship was relatively weak. This indicates that the better the family support, the higher the level of patient adherence in undergoing therapy. These findings emphasize the importance of the family's role in emotional support and motivation so that patients remain consistent in undergoing treatment. So it is recommended to increase family support in the hospital or clinical environment.
Hubungan Dukungan Keluarga, Kepatuhan Berobat, dan Tingkat Stres Terhadap Keberhasilan Adaptasi pada Pasien Diabetes Mellitus dengan Neuropati Diabetik di RS Royal Prima Medan Nasution, Ali Napiah; Suandy, Suandy; Zuhdi, Muhammad Fikri
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qanhp398

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) adalah penyakit kronis dengan prevalensi tinggi secara global, di mana neuropati diabetik merupakan salah satu komplikasi yang sering dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara dukungan keluarga, kepatuhan berobat, dan tingkat stres terhadap keberhasilan adaptasi pada pasien diabetes melitus dengan neuropati diabetik di RS Royal Prima Medan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner dukungan keluarga berdasarkan model Nursalam yang terdiri dari 12 pertanyaan, kuesioner MMAS-8 untuk mengukur kepatuhan berobat, dan instrumen untuk mengukur tingkat stres. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Uji Fisher Exact Test apabila data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien mendapatkan dukungan keluarga yang tinggi (73,3%) dan menunjukkan adaptasi yang baik (83,3%). Meskipun uji statistik menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dan adaptasi pasien (p = 0,460), secara klinis, dukungan keluarga tetap memegang peranan penting dalam mendukung adaptasi pasien. Faktor-faktor lain seperti usia, tingkat pendidikan, dan durasi penyakit juga berperan dalam proses adaptasi. Temuan ini mengindikasikan pentingnya dukungan keluarga dalam pengelolaan diabetes melitus dan menyarankan perlunya program dukungan keluarga di rumah sakit. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi adaptasi pasien, seperti tingkat stres, pendidikan, dan tingkat keparahan penyakit. The Relationship between Family Support, Treatment Compliance, and Stress Levels on Adaptation Success in Diabetes Mellitus Patients with Diabetic Neuropathy at Royal Prima Hospital Medan Abstract Diabetes Mellitus (DM) is a chronic disease with high global prevalence, and diabetic neuropathy is a common complication. This study aims to analyze the relationship between family support, medication adherence, and stress levels on the adaptation success of diabetes mellitus patients with diabetic neuropathy at Royal Prima Hospital Medan. This study uses a quantitative design with a cross-sectional approach. Data were collected using a family support questionnaire based on the Nursalam model consisting of 12 questions, the MMAS-8 questionnaire to measure medication adherence, and an instrument to measure stress levels. Data obtained were analyzed using Chi-Square test and Fisher Exact Test when data were not normally distributed. The results show that most patients received high family support (73.3%) and demonstrated good adaptation (83.3%). Although statistical tests showed no significant relationship between family support and patient adaptation (p = 0.460), clinically, family support plays an important role in supporting adaptation. Other factors such as age, education level, and disease duration also influence adaptation. These findings indicate the importance of family support in diabetes management and suggest the need for family support programs in hospitals. Further research is recommended to explore other factors affecting patient adaptation, such as stress levels, education, and disease severity.
Birokratisasi Islam di Indonesia, Brunei, dan Malaysia: Systematic Literature Review (SLR) Ulul Azmi; Fikri, Muhammad; Khaliq, Munawir; Yusuf, Muhammad Affandi
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/7nrbz568

Abstract

Penelitian ini menganalisis perkembangan kajian akademik mengenai birokratisasi Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipadukan dengan analisis bibliometrik. Meskipun ketiga negara berada dalam konteks sosial dan tradisi keislaman yang serupa, literatur menunjukkan bahwa birokratisasi Islam berkembang melalui model yang berbeda: pluralistik–kompetitif (Indonesia), legal–birokratik terpusat (Malaysia), dan monarki–sentralistik (Brunei). Dengan menggunakan kerangka PRISMA, penelitian ini menyeleksi 20 artikel terindeks Scopus yang relevan hingga November 2025 dan menganalisisnya melalui analaisi basis data scopus dan  perangkat VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, jaringan kolaborasi, kata kunci dominan, serta struktur intelektual penelitian. Hasil temuan literatur birokratisasi Islam di Indonesia, Malaysia, dan Brunei menunjukkan bahwa hubungan antara negara dan agama di Asia Tenggara berkembang melalui tiga model berbeda: pluralistik-kompetitif di Indonesia, legal-birokratik terpusat di Malaysia, dan monarki-sentralistik di Brunei. Penelitian ini memberikan kontribusi melalui pemetaan konseptual yang komprehensif, identifikasi research gap, serta rekomendasi arah riset masa depan, termasuk pentingnya kajian tentang digitalisasi layanan keagamaan, dampak terhadap minoritas, serta hubungan antara birokrasi agama dan masyarakat sipil. The Bureaucratization of Islam in Indonesia, Malaysia, and Brunei: A Systematic Literature Review (SLR) Abstract This study analyzes the development of academic research on the bureaucratization of Islam in Indonesia, Malaysia, and Brunei using a Systematic Literature Review (SLR) combined with bibliometric analysis. Although the three countries share similar socio-religious contexts and Islamic traditions, the literature shows that the bureaucratization of Islam has evolved into distinct models: pluralistic–competitive in Indonesia, centralized legal–bureaucratic in Malaysia, and monarchical–centralistic in Brunei. Using the PRISMA framework, this study selected 20 relevant Scopus-indexed articles published up to November 2025 and examined them through Scopus-based analysis and VOSviewer to map publication trends, collaboration networks, dominant keywords, and the intellectual structure of the field. The findings demonstrate that state–religion relations in Southeast Asia develop across three different bureaucratic models: a pluralistic–competitive regime in Indonesia, a centralized legal–bureaucratic regime in Malaysia, and a monarchical–centralistic regime in Brunei. This study contributes to the literature by providing a comprehensive conceptual mapping, identifying key research gaps, and proposing future research directions, including the need to explore digitalization of religious services, impacts on minority communities, and the evolving relationship between religious bureaucracy and civil society.  
Tinjauan Epistemologis terhadap Pengetahuan Petani Kopi di Lombok dalam Menerapkan Pertanian Berkelanjutan Muspiah, Aida; Sarjan , Muhammad; Sahidu, Arifuddin
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/5x4mfj35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara epistemologis bentuk, sumber, dan penerapan pengetahuan petani kopi di Lombok dalam konteks pertanian berkelanjutan. Latar belakang kajian ini berangkat dari pemahaman bahwa pengetahuan petani tidak hanya berupa keterampilan teknis, tetapi merupakan sistem pengetahuan yang kompleks dan dinamis yang dibentuk oleh pengalaman, interaksi sosial, dan kesadaran ekologis. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan menelaah literatur teoretis dan temuan empiris terkait pengetahuan lokal dan epistemologi petani. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengetahuan petani kopi di Lombok memiliki karakter empiris, ekologis, sosial, dan reflektif, yang bersumber dari pengalaman langsung, pewarisan budaya, interaksi sosial, serta pendampingan lembaga eksternal. Penerapan pengetahuan tersebut selaras dengan konsep epistemologis dalam filsafat ilmu, terutama empirisme, rasionalisme praktis, dan epistemologi sosial. Kesimpulannya, pengetahuan petani kopi berfungsi sebagai basis epistemik yang penting dalam membangun praktik pertanian yang berkelanjutan, adaptif, dan kontekstual di wilayah Lombok. Epistemology of Coffee Farmers’ Knowledge in Sustainable Agriculture Practices in Lombok Abstract This study aims to analyze epistemologically the forms, sources, and applications of coffee farmers’ knowledge in Lombok within the context of sustainable agriculture. The background of this review is grounded in the understanding that farmers’ knowledge is not merely technical skills, but a complex and dynamic knowledge system shaped by experience, social interaction, and ecological awareness. This research employs a library research method by reviewing theoretical literature and empirical findings related to local knowledge and farmer epistemology. The results indicate that the knowledge of coffee farmers in Lombok is characterized by empirical, ecological, social, and reflective dimensions, derived from direct experience, cultural transmission, social interaction, and institutional support. The application of this knowledge aligns with key epistemological concepts in the philosophy of science, particularly empiricism, practical rationalism, and social epistemology. In conclusion, coffee farmers’ knowledge serves as an important epistemic foundation for developing sustainable, adaptive, and context-specific agricultural practices in Lombok.
Perkawinan Beda Agama di Indonesia: Kajian, Isu dan Perkembangan Interfaith Marriage in Indonesia: Themes, Issues, and Research TrendsPenelitian Saparwadi; Muhasim, Ahmad; Khaliq, MunawiR
Empiricism Journal Vol. 6 No. 4: December 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/fmqmp568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kajian, isu utama, perkembangan penelitian mengenai perkawinan beda agama di Indonesia. Penelitian dilakukan gunan menjawab pertanyaan penelitian, 1. Bagaimana peta kajian dan tren penelitian mengenai pernikahan beda agama di Indonesi  dalam  literatur akademik 2. Apa isu dan diskursus tentang ‘pernikahan beda agama di Indonesia’, serta apa implikasi teoritis dan praktis dari temuan tersebut. Menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian ini menganalisis 55 artikel terindeks Scopus yang diterbitkan pada periode 2020–2025. Data dianalisis dengan pendekatan kualitatif berbasis tematik dan didukung pemetaan bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi kata kunci dominan, kolaborasi penulis, serta konsentrasi tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kajian perkawinan beda agama terbagi ke dalam lima kelompok besar, yaitu: (1) regulasi hukum dan kebijakan negara, (2) fatwa, fikih, dan otoritas keagamaan, (3) hak asasi manusia dan konstitusionalisme, (4) praktik administratif dan putusan pengadilan, serta (5) perspektif sosio-antropologis dan psikologis. Temuan-temuan tersebut menegaskan bahwa perdebatan mengenai perkawinan beda agama tidak hanya berfokus pada legalitas, tetapi juga pada dinamika keluarga, identitas anak, interaksi sosial, dan ketegangan antara otoritas agama serta negara dalam menentukan keabsahan perkawinan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kajian akademik tentang perkawinan beda agama di Indonesia bersifat multidisipliner dan terus berkembang, namun masih memerlukan pemetaan empiris yang lebih kuat, integrasi pendekatan interdisipliner, dan pengembangan analisis yang lebih kontekstual untuk menjawab kompleksitas sosial dan hukum yang muncul. Penelitian ini membuka peluang riset masa depan, dengan pendekatan multidisipliner yang lebih komprehensif.   Abstract This study aims to map the scholarship, key issues, and research developments on interfaith marriage in Indonesia. It is conducted to answer two research questions: (1) How are the research landscape and trends on interfaith marriage in Indonesia represented in academic literature? and (2) What issues and discourses shape the study of interfaith marriage in Indonesia, and what are the theoretical and practical implications of these findings? Using a Systematic Literature Review (SLR) method, this study analyzes 55 Scopus-indexed articles published between 2020 and 2025. The data were examined through a qualitative thematic approach and supported by bibliometric mapping using VOSviewer to identify dominant keywords, author collaborations, and thematic concentrations. The findings reveal five major clusters of research: (1) legal regulations and state policies, (2) fatwas, Islamic jurisprudence, and religious authorities, (3) human rights and constitutionalism, (4) administrative practices and judicial decisions, and (5) socio-anthropological and psychological perspectives. These results demonstrate that debates on interfaith marriage extend beyond legal validity to include family dynamics, child identity formation, social interaction, and tensions between religious authority and the state in determining marital legitimacy. The study concludes that academic research on interfaith marriage in Indonesia is multidisciplinary and continues to expand, yet still requires stronger empirical mapping, deeper interdisciplinary integration, and more contextualized analysis to address emerging social and legal complexities. This research also highlights opportunities for future studies through more comprehensive multidisciplinary approache