cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 386 Documents
Pengaruh Latihan Plyo-Agility terhadap Agility dan Explosive Power pada Atlet Sepak Takraw Sulawesi Selatan Nawir, Nukhrawi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4739

Abstract

Sepak takraw merupakan cabang olahraga yang ditandai oleh gerakan eksplosif tungkai bawah, perubahan arah yang cepat, dan tuntutan presisi teknik yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji perubahan power tungkai dan kelincahan kaki setelah penerapan program latihan plyo-agility selama 12 minggu pada atlet sepak takraw Sulawesi Selatan. Penelitian menggunakan eksperimen lapangan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest yang melibatkan 20 atlet, terdiri atas 10 atlet putra dan 10 atlet putri. Intervensi dilakukan tiga kali per minggu dengan mengombinasikan latihan plyometric dan drill yang berorientasi pada agility. Power tungkai diukur menggunakan digital vertical jump test, sedangkan kelincahan kaki diukur menggunakan T-test agility. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pada kedua variabel setelah intervensi. Performa agility secara keseluruhan membaik, yang ditunjukkan oleh penurunan rerata waktu T-test dari 11,45 detik menjadi 10,60 detik, atau setara dengan perubahan sebesar 7,45%. Power tungkai juga meningkat, dengan rerata performa vertical jump naik dari 48,20 cm menjadi 52,82 cm, atau setara dengan perubahan sebesar 9,61%. Atlet putra dan putri sama-sama menunjukkan perubahan positif, meskipun atlet putra tetap memiliki nilai performa absolut yang lebih tinggi pada agility maupun explosive power. Temuan ini mengindikasikan bahwa latihan plyo-agility berpotensi mendukung peningkatan efisiensi gerak multidireksional dan performa eksplosif ekstremitas bawah secara bersamaan. Sebagai kesimpulan, latihan plyo-agility merupakan pendekatan pengondisian fisik yang praktis dan relevan untuk atlet sepak takraw. Penelitian ini memberikan dukungan empiris awal bagi integrasi komponen plyometric dan agility dalam program pengembangan atlet serta menambah bukti ilmiah yang masih terbatas mengenai pengondisian fisik spesifik pada cabang olahraga sepak takraw. Penelitian terkontrol lebih lanjut tetap diperlukan untuk memperkuat inferensi kausal dan menyempurnakan rekomendasi program latihan. The Effect of Plyo-Agility Training on Agility and Explosive Power in Sepak Takraw Athletes in South Sulawesi Abstract Sepak takraw is a sport characterized by explosive lower-limb actions, rapid changes of direction, and high demands on technical precision. This study aimed to examine changes in lower-limb power and foot agility following a 12-week plyo-agility training program in South Sulawesi sepak takraw athletes. A quantitative field experiment with a one-group pretest-posttest design was employed involving 20 athletes, consisting of 10 males and 10 females. The intervention was conducted three times per week and combined plyometric exercises with agility-oriented drills. Lower-limb power was measured using the digital vertical jump test, while foot agility was assessed through the T-test agility protocol. The results showed improved scores in both variables after the intervention. Overall agility performance improved, as indicated by a reduction in mean T-test time from 11.45 s to 10.60 s, representing a 7.45% change. Lower-limb power also increased, with mean vertical jump performance rising from 48.20 cm to 52.82 cm, equivalent to a 9.61% change. Male and female athletes both demonstrated positive changes, although male athletes maintained higher absolute performance values in both agility and explosive power. These findings indicate that plyo-agility training may help support improvements in multidirectional movement efficiency and explosive lower-extremity performance simultaneously. In conclusion, plyo-agility training represents a practical and sport-relevant conditioning approach for sepak takraw athletes. The study provides preliminary empirical support for integrating plyometric and agility components in athlete development programs and contributes to the still limited evidence base on sport-specific conditioning in sepak takraw. Further controlled research is needed to strengthen causal inference and refine training recommendations.
Analisis Kesejahteraan Ekonomi Rumah Tangga Petani Padi Berprevalensi Stunting di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah Ayu, Candra; Mettasari, Febriani
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4864

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui kegiatan ekonomi produktif rumah tangga petani berprevalensi stunting di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah, (2) mengetahui kesejahteraan ekonomi rumah tangga petani padi yang berprevalensi stunting di Kecamatan Praya Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Penentuan daerah penelitian dilakukan secara purposive. Unit analisis dalam penelitian ini adalah rumah tangga petani padi yang memiliki balita kondisi  stunting di kedua desa tersebut. Sampel ditentukan dengan teknik quota sampling sebanyak 30 responden. Alat analisis yang digunakan meliputi perhitungan pendapatan rumah tangga, konsumsi rumah tangga, dan nilai tukar petani (NTP) dan perbandingan pendapatan rumah tangga dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekonomi produktif rumah tangga petani padi meliputi sektor pertanian (usahatani padi, buruh tani, beternak) dan non-pertanian (pedagang, perangkat desa, buruh bangunan, guru/penjaga sekolah). Berdasarkan analisis nilai tukar petani, rumah tangga petani berprevalensi stunting di Kecamatan Praya tergolong tidak sejahtera, karena nilai NTP sebesar 0,9245 dan lebih kecil dari 1. Sedangkan berdasarkan indikator standar gaji minimum Kabupaten Lombok Tengah, terdapat 17 rumah tangga petani atau 56,67% yang tergolong sejahtera dan 13 rumah tangga petani atau 43,33% tergolong tidak sejahtera. Analysis of the Economic Walfare of Rice Farmer Households with Stunting Prevalence in Praya District, Central Lombok Regency Abstract The study aims to: (1) identify the productive economic activities of rice farmer households with stunting prevalence in Praya District, Central Lombok, and (2) assess the economic welfare of these rice farmer households. The research method is descriptive. The study area was selected purposively. The unit of analysis consists of rice farmer households with stunted toddlers in the two villages. A quota sampling technique was used to select 30 respondents. The analysis tools include calculations of household income, household consumption, farmer exchange rate (NTP),and  comparison of household income to the Central Lombok Regency Minimum Wage (UMK). The results show that the productive economic activities of rice farmer households include agricultural sectors (rice farming, farm labor, livestock) and non-agricultural sectors (traders, village officials, construction workers, teachers/school guards). Based on the farmer exchange rate analysis, rice farmer households with stunting prevalence in Praya District are categorized as not prosperous, as the NTP value is 0.9245, less than 1. Meanwhile, according to the minimum wage standard of Central Lombok Regency, 17 farmer households (56.67%) are considered prosperous and 13 households (43.33%) are not.
Peran Sosial Orang Tua dalam Pendidikan Anak (Studi Kasus pada Keluarga Nelayan di Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat) Dewi, Nurul Aini Pamatia; Suud, Suud; Masyhuri, Masyhuri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.4880

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran sosial orang tua dalam pendidikan anak pada keluarga nelayan di Desa Kuranji Dalang, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, yang mencakup pendidikan informal, nonformal, dan formal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian terdiri atas data primer dan data sekunder yang diperoleh dari subjek dan informan melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran sosial orang tua dalam pendidikan informal dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, penanaman nilai karakter dan moral, serta pembentukan sikap tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan kepedulian sosial. Dalam pendidikan nonformal, orang tua berperan dengan mendorong anak mengikuti kegiatan pembelajaran di luar sekolah, mengembangkan keterampilan sosial, membangun kemandirian, serta membantu anak beradaptasi dengan lingkungan sosial. Sementara itu, dalam pendidikan formal, orang tua berperan melalui pendampingan belajar, pemenuhan kebutuhan sekolah, komunikasi dengan guru, penanaman nilai moral dan religius, serta kerja sama dengan pihak sekolah. Dengan demikian, peran sosial orang tua pada keluarga nelayan berkontribusi penting dalam mendukung perkembangan karakter, keterampilan sosial, dan keberhasilan pendidikan anak secara menyeluruh. The Social Role of Parents in Children's Education (Case Study of Fishermen's Families in Kuranji Dalang Village, Labuapi District, West Lombok) Abstract This study aims to examine the social role of parents in children’s education among fishing families in Kuranji Dalang Village, Labuapi District, West Lombok Regency, covering informal, non-formal, and formal education. This research employed a qualitative approach using a case study method. The data consisted of primary and secondary data obtained from research subjects and informants selected through purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings show that parents’ social role in informal education is carried out through role modeling, habituation, the internalization of character and moral values, and the development of responsibility, discipline, cooperation, and social awareness. In non-formal education, parents play a role by encouraging children to participate in learning activities outside school, developing their social skills, fostering independence, and helping them adapt to their social environment. Meanwhile, in formal education, parents contribute through learning assistance at home, fulfillment of school needs, communication with teachers, the internalization of moral and religious values, and collaboration with schools. Therefore, the social role of parents in fishing families makes an important contribution to supporting children’s character development, social skills, and overall educational success.
Analisis Ekonomi Politik Rantai Nilai Global Haji dan Umrah: Strategi Value Capture Indonesia dalam Visi Saudi 2030 Sabilurrasad, Asep Sa'duddin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4897

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis posisi ekonomi politik Indonesia dalam Global Value Chain (GVC) jasa haji dan umrah, khususnya pasca-implementasi Visi Saudi 2030. Dengan mengadopsi metode kualitatif Neuman dan berlandaskan lensa interdependensi asimetris, studi ini mengupas fenomena yang dikenal sebagai ATM Religi atau kebocoran devisa nasional. Hasil studi mengindikasikan bahwa Indonesia berada di posisi konsumen hilir dan hanya merealisasikan investasi langsung Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) secara marginal, yaitu 0,24% dari total aset hingga Juni 2025. Hambatan utama upgrading fungsional Indonesia adalah ketidakseimbangan resiprositas dan ketergantungan energi, yang menjadikannya tertinggal dibandingkan model kemandirian aset Tabung Haji Malaysia. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan perlunya "penyambungan ulang" (rewiring) rantai nilai. Hal ini dapat diwujudkan melalui akselerasi investasi langsung BPKH pada aset-aset produktif di Arab Saudi. Selain itu, diplomasi haji Indonesia harus bertransformasi dari sekadar urusan administrasi kuota menjadi diplomasi ekonomi transaksional demi mengamankan kedaulatan ekonomi Indonesia. Kata kunci: Global Value Chain, Value Capture, BPKH, Saudi Vision 2030, Interdependensi Asimetris. Political Economy Analysis of the Global Hajj and Umrah Value Chain: Indonesia’s Value Capture Strategy in Saudi Vision 2030 Abstract This study aims to analyze Indonesia's political economy within the Global Value Chain (GVC) of Hajj and Umrah services, particularly after the implementation of Saudi Vision 2030. Adopting Neuman's qualitative method and based on the lens of asymmetric interdependence, this study examines the phenomenon known as Religious ATM (ATM Religi), or national foreign exchange leakage. The study's results indicate that Indonesia is a downstream consumer and has only realized marginal direct investment from the Hajj Financial Management Agency (BPKH), amounting to 0.24% of total assets by June 2025. The main obstacles to Indonesia's functional upgrading are reciprocity imbalances and energy dependence, which leave it lagging behind Malaysia's Tabung Haji asset self-sufficiency model. Therefore, this study recommends the need for a "rewiring" of the value chain. This can be achieved through accelerating BPKH's direct investment in productive assets in Saudi Arabia. Furthermore, Indonesian Hajj diplomacy must transform from merely quota administration to transactional economic diplomacy to safeguard Indonesia's economic sovereignty. Keywords: Global Value Chain, Value Capture, BPKH, Saudi Vision 2030, Asymmetric Interdependence
Otonomi Strategis Kebijakan Luar Negeri Turki di Tengah Persaingan Pengaruh Amerika Serikat dan Rusia di Timur-Tengah Lazari, Tristan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4930

Abstract

Setelah perang dingin usai dinamika politik di kawasan Timur-Tengah mulai berubah. Hal ini berimplikasi terhadap nilai strategis negara anggota NATO khusunya negara yang berbatasan langsung dengan Uni Soviet salah satunya Turki. Kebijakan politik luar negeri Turki pasca perang dingin secara bertahap berubah terutama pada masa kepemimpinan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan. Pada awalnya Erdogan mengakomodasi kebijakan  para pendahulunya khusunya yang berkaitan dengan hubungan strategis dengan negara barat. Namun pada akhir dekade 2010an kawasan Timur tengah dihantam oleh gerakan revolusi yang memberikan efek domino terhadap stabilitas politik negara Arab yang berujung pada perang sipil. Hal tersebut menjadi salah satu penentu kebijakan politik luar negeri Turki yang mulai mengalami pergeseran dan mulai menerapkan otonomi strategis dalam  kebijakan luar negerinya. Artikel ini menjelaskan dinamika politik di kawasan Timur Tengah yang berimplikasi terhadap interaksi Turki dengan negara hegemon seperti Amerika Serikat dan Rusia. . Kata kunci: Separatis Kurdi, Ketahanan Energi, Integritas Kedaulatan, Operasi Militer, Otonomi Regional Strategic Autonomy of Turkey’s Foreign Policy Amid the Competition for Influence between the United States and Russia in the Middle East Abstract After the cold war is over the political dynamic in middle east has changed. This has strategic implication for NATO member countries, especially those who directly border with Soviet Union. Turkish post cold war foreign policy took gradual shifting especially during Erdogan administration. Initially Erdogan accommodate the policies of his predecessors especially those related to strategic relations with western countries. However, in the late 2010s, the Middle East was hit by revolutionary movements that had a domino effect on the political stability of Arab countries that lead to civil war. This became one of the determining factors in Turkey's foreign policy, which began to shift and implement strategic autonomy in its foreign policy. This article explains the political dynamics in the Middle East that have implications for Turkey's interactions with hegemonic powers such as the United States and Russia. Keywords: Kurdish Separatists, Energy Security, Sovereign Integrity, Military Operations, Regional Autonomy
Motivational Dynamics of Reward and Punishment in Shaping Students’ Learning Behavior Melany, Melany; Simbolon, Dea Perselia; Husda, Azizah; Daulay, Irma Khoirot
Empiricism Journal Vol. 7 No. 1: March 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i1.4985

Abstract

Reward and punishment strategies are widely applied in EFL classrooms to manage student behaviour and enhance motivation, yet their combined motivational dynamics in the context of junior high schools remain underexplored. This study aims to investigate how systematically applied reward and punishment strategies affect students' intrinsic and extrinsic motivation, habitual behaviour, and learning interest. This study uses a Classroom Action Research design with a mixed approach. Qualitative data were collected through classroom observations and interviews with teachers, while quantitative data were obtained from 33 ninth-grade students using a validated questionnaire to measure students' motivation and learning behaviour. Content validity was confirmed by two expert validators. The results of the questionnaire analysis show that the provision of rewards has a positive impact on students' emotional conditions and learning motivation, with 84.8% of respondents reporting increased happiness and motivation after receiving rewards. In the context of punishment, 57.6% of students reported an improvement in behaviour. Additionally, it is indicated by classroom observations and teacher interviews that student engagement and confidence can be enhanced through direct verbal praise. On the other hand, student behaviour can be managed through the application of fair and constructive punishment, whereby reflection is encouraged rather than fear being instilled. The integration of proportional and education-based reward and punishment strategies has a positive impact on students' learning behaviour and motivation in the EFL classroom environment. These findings suggest that teachers should prioritise non-material rewards and restorative forms of punishment to encourage long-term intrinsic motivation and behavioural development.