cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 419 Documents
Analisis Tingkat Penguasaan Gerak Dasar Passing Bawah dalam Permainan Bola Voli pada Peserta Ekstrakurikuler MTs Raudhatul Thalibin NW Paok Motong Ansor, Afifudin; Yundarwati, Susi; Lukman, Lukman
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5969

Abstract

  Penguasaan gerak dasar passing bawah merupakan salah satu keterampilan fundamental dalam permainan bola voli yang berperan penting dalam membangun serangan maupun mempertahankan penguasaan bola. Namun, kemampuan teknik dasar peserta ekstrakurikuler di sekolah masih bervariasi sehingga diperlukan evaluasi untuk mengetahui tingkat penguasaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat penguasaan gerak dasar passing bawah dalam permainan bola voli pada peserta ekstrakurikuler MTs Raudhatul Thalibin NW Paok Motong. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif survei. Subjek penelitian berjumlah 40 peserta ekstrakurikuler bola voli yang ditentukan menggunakan teknik total sampling, sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sampel penelitian. Instrumen penelitian menggunakan tes keterampilan passing bawah yang telah mengacu pada instrumen tes keterampilan bola voli dengan validitas dan reliabilitas yang memenuhi kriteria kelayakan sebagai alat ukur. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif yang meliputi nilai rata-rata, standar deviasi, nilai minimum dan maksimum, distribusi frekuensi, serta uji normalitas Shapiro–Wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kemampuan passing bawah peserta sebesar 22,53 dengan standar deviasi 2,14, nilai minimum 19, dan maksimum 27. Sebagian besar peserta berada pada kategori kurang (32,5%), sedangkan kategori baik dan sangat baik masing-masing sebesar 27,5% dan 10,0%. Temuan ini menunjukkan bahwa penguasaan gerak dasar passing bawah peserta ekstrakurikuler masih belum optimal sehingga diperlukan program latihan yang lebih terstruktur, bervariasi, dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas keterampilan teknik dasar bola voli.   Analysis of the Level of Mastery of Basic Underhand Passing Skills in Volleyball among Extracurricular Participants at MTs Raudhatul Thalibin NW Paok Motong Abstract Mastery of the basic underhand passing movement is a fundamental volleyball skill that plays a crucial role in both building attacks and maintaining ball possession. However, the basic technical proficiency of students participating in the school's extracurricular program varies, necessitating an evaluation to determine their level of mastery. This study aims to analyze the level of mastery regarding the basic underhand passing movement among volleyball extracurricular participants at MTs Raudhatul Thalibin NW Paok Motong. The study employed a quantitative approach using a descriptive survey method. The subjects consisted of 40 volleyball extracurricular participants selected via total sampling, meaning the entire population served as the research sample. The research instrument utilized an underhand passing skill test based on established volleyball skill assessment tools that met validity and reliability criteria for measurement. Data analysis was conducted using descriptive statistics, including the mean, standard deviation, minimum and maximum values, frequency distribution, and the Shapiro–Wilk normality test. The results showed that the participants' mean underhand passing score was 22.53, with a standard deviation of 2.14, a minimum score of 19, and a maximum score of 27. The majority of participants fell into the "poor" category (32.5%), while the "good" and "very good" categories accounted for 27.5% and 10.0%, respectively. These findings indicate that the participants' mastery of the basic underhand passing movement is not yet optimal; therefore, a more structured, varied, and sustainable training program is required to improve the quality of basic volleyball technical skills.
Persepsi Peserta Didik terhadap Pembelajaran PJOK Materi Bola Voli Menggunakan Media Audio Visual Hariadi, Ahmad Didi; Mujriah, Mujriah; Muhsan, Muhsan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5970

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi peserta didik terhadap pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) pada materi permainan bola voli menggunakan media audio visual di MA NW Dasan Tapen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Sampel penelitian berjumlah 44 peserta didik kelas X yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket persepsi yang telah disusun berdasarkan indikator faktor internal dan faktor eksternal. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa nilai rata-rata, standar deviasi, frekuensi, dan persentase dengan bantuan IBM SPSS Statistics 23. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi peserta didik terhadap pembelajaran PJOK menggunakan media audio visual berada pada kategori sedang dengan kecenderungan positif. Nilai rata-rata persepsi sebesar 83,39 dengan standar deviasi 12,50. Distribusi kategori menunjukkan bahwa 36,36% peserta didik berada pada kategori sedang, 27,27% kategori tinggi, 27,27% kategori rendah, dan 9,09% kategori sangat tinggi. Pada faktor internal, kategori cukup positif mendominasi sebesar 40,91%, sedangkan pada faktor eksternal kategori cukup positif sebesar 38,64%. Temuan ini menunjukkan bahwa media audio visual mampu mendukung proses pembelajaran bola voli dengan meningkatkan perhatian, motivasi, dan pemahaman peserta didik, meskipun efektivitasnya masih dipengaruhi oleh kompetensi guru, karakteristik peserta didik, dan lingkungan belajar. Oleh karena itu, pemanfaatan media audio visual perlu diintegrasikan dengan strategi pembelajaran yang interaktif agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK secara optimal.   Students’ Perceptions of Physical Education Learning on Volleyball Material Using Audio-Visual Media Abstract This study aims to determine students' perceptions of Physical Education, Sports, and Health (PJOK) instruction regarding volleyball, specifically utilizing audio-visual media, at MA NW Dasan Tapen. The study employs a quantitative approach using a descriptive survey method. The sample consisted of 44 Grade X students, selected via total sampling. The research instrument was a perception questionnaire developed based on internal and external factor indicators. Data were analyzed using descriptive statistics—specifically mean scores, standard deviations, frequencies, and percentages—with the aid of IBM SPSS Statistics 23. The results indicate that students' perceptions of PJOK instruction using audio-visual media fall into the moderate category with a positive tendency. The mean perception score was 83.39, with a standard deviation of 12.50. The categorical distribution shows that 36.36% of students fell into the moderate category, 27.27% into the high category, 27.27% into the low category, and 9.09% into the very high category. Regarding internal factors, the "moderately positive" category was dominant at 40.91%, while for external factors, the "moderately positive" category stood at 38.64%. These findings suggest that audio-visual media can support the volleyball learning process by enhancing students' attention, motivation, and understanding, although its effectiveness remains influenced by teacher competence, student characteristics, and the learning environment. Therefore, the use of audio-visual media should be integrated with interactive teaching strategies to optimally enhance the quality of PJOK instruction. Keywords: audio-visual media, PJOK instruction, volleyball, student perception
Strategi Pengembangan Homestay Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung PariwisataBerkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah Mariani, Ida; Mahyuni, Mahyuni; Saufi , Akhmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.6019

Abstract

Pengembangan homestay berbasis kearifan lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pariwisata berkelanjutan karena mampu mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial budaya, lingkungan, dan tata kelola masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kondisi eksisting homestay berbasis kearifan lokal, menganalisis persamaan dan perbedaan penerapan kearifan lokal pada tiga desa wisata, serta merumuskan strategi pengembangannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif di Desa Gonjak, Desa Bujak Permai, dan Desa Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah. Informan dipilih menggunakan purposive sampling yang melibatkan pemerintah desa, pengelola homestay, tokoh adat, pelaku UMKM, pekerja homestay, dan wisatawan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi yang telah divalidasi melalui expert judgment serta diuji kredibilitasnya melalui triangulasi sumber dan teknik. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik yang dipadukan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga desa telah menerapkan unsur kearifan lokal Sasak melalui arsitektur tradisional, kuliner khas, tradisi budaya, dan interaksi masyarakat dengan wisatawan. Penelitian ini menemukan tiga tipologi homestay, yaitu Social-Cultural Homestay di Desa Gonjak, Agro-Permaculture Homestay di Desa Bujak Permai, dan Cultural Performance Homestay di Desa Setanggor. Desa Gonjak menonjolkan nuansa pedesaan, Desa Bujak Permai mengintegrasikan budaya dan aktivitas masyarakat, sedangkan Desa Setanggor memiliki tata kelola homestay yang lebih berkembang. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi penguatan identitas budaya Sasak, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengelolaan lingkungan berkelanjutan, serta optimalisasi promosi digital dan jejaring pariwisata. Kata kunci: Homestay; Kearifan Lokal; Pariwisata Berkelanjutan; SWOT; Community Based Tourism   Local Wisdom-Based Homestay Development Strategy to Support Sustainable Tourism in Central Lombok Regency Abstract Local wisdom-based homestay development has become an important strategy for supporting sustainable tourism by integrating economic, socio-cultural, environmental, and governance aspects. This study aimed to identify the existing conditions of local wisdom-based homestays, analyze similarities and differences in their implementation across three tourism villages, and formulate appropriate development strategies. A qualitative comparative study was conducted in Gonjak Village, Bujak Permai Village, and Setanggor Village, Central Lombok Regency. Participants were selected using purposive sampling, including village officials, homestay managers, traditional leaders, MSME actors, employees, and tourists. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation using expert-validated research instruments. Data credibility was ensured through source and technique triangulation. The data were analyzed using thematic analysis combined with SWOT analysis. The findings indicate that all three villages have incorporated Sasak local wisdom through traditional architecture, local cuisine, cultural traditions, and community-tourist interactions. This study identified three homestay typologies: the Social-Cultural Homestay in Gonjak Village, the Agro-Permaculture Homestay in Bujak Permai Village, and the Cultural Performance Homestay in Setanggor Village. Gonjak Village emphasizes rural tourism experiences, Bujak Permai integrates agricultural and cultural activities, while Setanggor demonstrates relatively stronger institutional management. Recommended development strategies include strengthening Sasak cultural identity, improving human resource capacity, empowering local communities, implementing sustainable environmental management, and enhancing digital marketing and tourism networking. These strategies are expected to strengthen sustainable tourism development in Central Lombok Regency
Pengaruh Kompetensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Melalui Employee Engagement Sebagai Variabel Mediasi (Pada Pegawai Bagian Administrasi RSUD Dompu) Amirudin, Amirudin; Habibullah, Habibullah; Asmawati, Asmawati
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.6102

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui employee engagement. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai melalui employee engagement sebagai variabel mediasi (pada pegawai bagian administrasi RSUD Dompu). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksplanatori. Populasi penelitian adalah pegawai bagian administrasi RSUD Dompu berjumlah 248 pegawai. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel 151 responden. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner berbasis skala likert dengan lima poin penilaian. Validasi instrumen dilakukan melalui uji validitas konstruk dan uji reliabilitas menggunakan koefisien Cronbach Alpha. Analisis data dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,66, motivasi kerja berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,51, kinerja pegawai berada pada kategori sangat tinggi dengan rata-rata 4,62 dan employee engagement berada pada kategori cukup dengan rata-rata 2,74.   The Effect of Competence and Work Motivation on Employee Performance Through Employee Engagement as a Mediating Variable (Among Employees of the Administrative Division of Dompu Regional General Hospital) Abstract This research is motivated by the high level of competence and work motivation on employee performance through employee engagement. This study aims to analyze the influence of competence and work motivation on employee performance through employee engagement as a mediating variable (in the administrative department employees of Dompu Regional Hospital). The study uses a quantitative approach with a descriptive explanatory research type. The study population is 248 administrative department employees of Dompu Regional Hospital. The sampling technique used is purposive sampling, with a sample size of 151 respondents. The data collection instrument uses a Likert scale-based questionnaire with five assessment points. Instrument validation is carried out through construct validity testing and reliability testing using the Cronbach Alpha coefficient. Data analysis is carried out using the Structural Equation Modeling method based on Partial Least Square (PLS-SEM) using SmartPLS 4.0 software. The results of the study indicate that competence is in the very high category with an average of 4.66, work motivation is in the very high category with an average of 4.51, employee performance is in the very high category with an average of 4.62, and employee engagement is in the sufficient category with an average of 2.74. Path analysis shows direct effects that: 1. Competence has a positive and significant effect on employee
PENGARUH REJUVENASI  DAN EVENT PARIWISATA TERHADAP NIAT BERKUNJUNG WISATAWAN MELALUI DAYA TARIK WISATA DI DESA WISATA SETANGGOR KABUPATEN LOMBOK TENGAH Saleh, Nuh Hud; Basuki , Prayitno; Supryadi , Didy Ika
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.6117

Abstract

Perkembangan industri pariwisata menuntut setiap destinasi untuk melakukan inovasi dan pengembangan produk wisata secara berkelanjutan guna meningkatkan daya saing. Desa Wisata Setanggor, Kabupaten Lombok Tengah, memiliki potensi wisata alam, budaya, religi, kerajinan, dan kuliner, namun masih menghadapi stagnasi kunjungan wisatawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rejuvenasi dan event pariwisata terhadap niat berkunjung wisatawan melalui daya tarik wisata sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif explanatory dengan sampel sebanyak 100 wisatawan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rejuvenasi dan event pariwisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata, namun daya tarik wisata tidak berpengaruh signifikan terhadap niat berkunjung, sehingga peran mediasi daya tarik wisata tidak terbukti. Temuan ini mengindikasikan bahwa event pariwisata merupakan faktor yang paling efektif dalam meningkatkan niat berkunjung, sementara program rejuvenasi lebih berperan dalam meningkatkan persepsi terhadap daya tarik destinasi. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penguatan penyelenggaraan event budaya dan promosi destinasi sebagai strategi prioritas, serta pengembangan produk wisata berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan daya saing dan kunjungan wisatawan secara berkelanjutan.   The Effect of Rejuvenation and Tourism Events on Tourist Visit Intention Through Tourist Attractions in Setanggor Tourism Village, Central Lombok Regency Abstract The development of the tourism industry requires every destination to innovate and develop tourism products sustainably to increase competitiveness. Setanggor Tourism Village, Central Lombok Regency, has potential for natural, cultural, religious, craft, and culinary tourism, but still faces stagnation in tourist visits. This study aims to analyze the effect of rejuvenation and tourism events on tourist visit intentions through tourist attractions as a mediating variable. The study used a quantitative explanatory approach with a sample of 100 tourists selected using a purposive sampling technique. Data were analyzed using Structural Equation Modeling Partial Least Squares (SEM-PLS) with the help of SmartPLS 4. The results showed that rejuvenation and tourism events had a positive and significant effect on tourist attractions, but tourist attractions did not have a significant effect on visit intentions, so the mediating role of tourist attractions was not proven. These findings indicate that tourism events are the most effective factor in increasing visit intentions, while rejuvenation programs play a greater role in improving perceptions of destination attractiveness. Practically, this study recommends strengthening the organization of cultural events and destination promotion as priority strategies, as well as developing tourism products based on local wisdom to increase competitiveness and tourist visits sustainably.
Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal untuk Mendukung Destinasi Wisata Berkelanjutan di Dusun Sade Kitirman, Kitirman; Basuki, Prayitno; Anwar, Hairil
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.6118

Abstract

Pengembangan destinasi wisata budaya memerlukan pendekatan yang mampu menyeimbangkan pelestarian lingkungan, budaya, sosial, dan ekonomi secara berkelanjutan. Meskipun konsep Eco Village telah banyak diterapkan sebagai pendekatan pembangunan berkelanjutan, kajian yang mengintegrasikan kearifan lokal ke dalam seluruh dimensi Eco Village pada masyarakat adat masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk merumuskan model konseptual Eco Village berbasis kearifan lokal guna mendukung destinasi wisata berkelanjutan di Dusun Sade, Desa Rembitan, Kabupaten Lombok Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal merupakan fondasi utama pengembangan Eco Village karena mampu mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Penelitian ini menghasilkan Model Konseptual Eco Village Berbasis Kearifan Lokal yang menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi, didukung oleh kolaborasi stakeholder, serta diimplementasikan melalui integrasi empat dimensi Eco Village untuk mendukung terwujudnya destinasi wisata berkelanjutan. Kontribusi teoretis model ini adalah memperluas konsep Eco Village dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi, sementara kontribusi praktisnya adalah menyediakan kerangka acuan bagi pengembangan desa wisata berbasis masyarakat adat. Persepsi yang positif dan partisipasi aktif stakeholder memperkuat implementasi nilai-nilai lokal melalui kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung keberlanjutan destinasi wisata. Model tersebut memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan kearifan lokal sebagai fondasi yang mengintegrasikan dimensi ekologi, sosial, budaya, dan ekonomi dalam pengembangan Eco Village berbasis masyarakat adat.   A Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model for Supporting Sustainable Tourism Destinations in Dusun Sade The development of cultural tourism destinations requires an approach that balances environmental, social, cultural, and economic sustainability. Although the Eco Village concept has been widely adopted as a sustainable development approach, studies integrating local wisdom into all dimensions of the Eco Village concept within indigenous communities remain limited. This study employed a qualitative case study approach to formulate a Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model to support sustainable tourism development in Dusun Sade, Rembitan Village, Central Lombok Regency, Indonesia. The findings reveal that local wisdom serves as the fundamental basis for Eco Village development by integrating ecological, social, cultural, and economic dimensions into the community's daily life. This study proposes a Local Wisdom-Based Eco Village Conceptual Model that positions local wisdom as the foundation of Eco Village development, supported by stakeholder collaboration and implemented through the integration of the four Eco Village dimensions. The theoretical contribution of this model is to broaden the Eco Village concept by positioning local wisdom as the foundation integrating ecological, social, cultural, and economic dimensions, while its practical contribution is to provide a reference framework for the development of indigenous community-based tourism villages. Positive stakeholder perceptions and active participation further strengthen the implementation of local values through collaborative engagement among multiple stakeholders in supporting sustainable tourism development. The proposed model contributes conceptually by positioning local wisdom as the core framework that integrates ecological, social, cultural, and economic dimensions in developing an Eco Village within an indigenous community context.
Analisis Daya Tarik Wisata Dan Citra Destinasi Terhadap Revisit Intention Wisatawan Nusantara Melalui Memorable Tourism Experience Sebagai Variabel Mediasi Pada Destinasi Di Kawasan Wisata Senggigi Rahman , Tasya Annisa; Athar, Handry Sudiartha; Sakti , Dwi Putra Buana
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.6166

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Daya Tarik Wisata dan Citra Destinasi terhadap Revisit Intention wisatawan Nusantara melalui Memorable Tourism Experience sebagai variabel mediasi pada destinasi wisata di Kawasan Wisata Senggigi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden wisatawan Nusantara yang pernah berkunjung ke Kawasan Wisata Senggigi, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan rumus Lemeshow. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa Daya Tarik Wisata berpengaruh positif dan signifikan terhadap Revisit Intention (p = 0,002) dan Citra Destinasi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap Revisit Intention (p = 0,000). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Daya Tarik Wisata dan Citra Destinasi masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap Revisit Intention maupun Memorable Tourism Experience. Memorable Tourism Experience juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap Revisit Intention. Selanjutnya, hasil uji mediasi menunjukkan bahwa Memorable Tourism Experience secara parsial memediasi pengaruh Daya Tarik Wisata terhadap Revisit Intention, serta secara parsial memediasi pengaruh Citra Destinasi terhadap Revisit Intention.    Analysis of the Impact of Tourist Attractions and Destination Image on Domestic Tourists' Revisit Intention, with Memorable Tourism Experience as a Mediating Variable, at Destinations in the Senggigi Tourism Area Abstract This study aims to analyze the effect of Tourist Attraction and Destination Image on domestic tourists' Revisit Intention, mediated by Memorable Tourism Experience, in the Senggigi Tourism Area. This study employs a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 100 domestic tourists who had previously visited the Senggigi Tourism Area, selected through purposive sampling based on the Lemeshow formula. Data were collected through an online questionnaire and analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results show that Tourist Attraction and Destination Image each have a positive and significant effect on both Revisit Intention and Memorable Tourism Experience. Memorable Tourism Experience also has a positive and significant effect on Revisit Intention. Furthermore, mediation testing reveals that Memorable Tourism Experience partially mediates the effect of Tourist Attraction on Revisit Intention, as well as partially mediates the effect of Destination Image on Revisit Intention
PENGARUH HERITAGE TOURISM DAN ICONIC BUILDING TERHADAP MINAT BERKUNJUNG YANG DIMEDIASI OLEH CULTURAL ATTRACTION PADA DESA WISATA ADAT BAYAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Abka, Reza Kurniawan; Thohir, Lalu; Buana , Dwi Putra
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6204

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh heritage tourism dan iconic building terhadap minat berkunjung wisatawan dengan cultural attraction sebagai variabel mediasi pada Desa Adat Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya potensi warisan budaya dan keberadaan bangunan ikonik di Desa Adat Bayan yang belum sepenuhnya mampu meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dibandingkan dengan destinasi wisata budaya lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian asosiatif kausal. Pengumpulan data dilakukan melalui survei daring menggunakan kuesioner berskala diferensial semantik. Sampel penelitian terdiri atas 150 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, dengan kriteria berusia minimal 18 tahun dan mengetahui Desa Adat Bayan. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa heritage tourism berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung (p = 0,000) dan cultural attraction (p = 0,003), sedangkan iconic building hanya berpengaruh terhadap cultural attraction (p = 0,000) dan tidak berpengaruh terhadap minat berkunjung (p = 0,914). Temuan penelitian juga mengonfirmasi bahwa cultural attraction tidak mampu memediasi pengaruh heritage tourism maupun iconic building terhadap minat berkunjung. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengembangan pariwisata berbasis warisan budaya tidak hanya bergantung pada keberadaan aset budaya dan bangunan ikonik, tetapi juga pada kemampuan pengelola destinasi dalam mengemas potensi tersebut menjadi pengalaman budaya yang autentik, interaktif, dan bermakna. Penelitian ini memperluas penerapan Theory of Planned Behavior dalam konteks pariwisata berbasis warisan budaya dan memberikan implikasi praktis bagi pengelola destinasi serta pemerintah daerah dalam merancang strategi pengembangan pariwisata budaya yang berkelanjutan.   The Influence of Heritage Tourism and Iconic Buildings on Visit Intention Mediated by Cultural Attractions in the Bayan Traditional Tourism Village, North Lombok Regency Abstract This study aims to analyze the influence of heritage tourism and iconic buildings on tourists' interest in visiting with cultural attraction as a mediating variable in Bayan Traditional Village, North Lombok Regency. This research is motivated by the high potential of cultural heritage and the existence of iconic buildings in the Bayan Traditional Village which have not been able to fully increase the number of tourist visits compared to other cultural tourism destinations. This study uses a quantitative approach with a causal associative research design. Data collection was carried out through an online survey using a semantic differential scale questionnaire. The research sample consisted of 150 respondents who were selected using the purposive sampling technique, with the criteria of being at least 18 years old and knowing the Bayan Traditional Village. The data was analyzed using Structural Equation Modeling (SEM). The results of the study show that heritage tourism has a positive and significant effect on interest in visiting (p = 0.000) and cultural attraction (p = 0.003), while iconic buildings only affect cultural attraction (p = 0.000) and do not affect interest in visiting (p = 0.914). The findings of the study also confirm that cultural attraction is unable to mediate the influence of heritage tourism and iconic buildings on interest in visiting. These findings indicate that the development of cultural heritage-based tourism does not only depend on the existence of cultural assets and iconic buildings, but also on the ability of destination managers to package this potential into authentic, interactive, and meaningful cultural experiences. This research expands the application of the Theory of Planned Behavior in the context of cultural heritage-based tourism and provides practical implications for destination managers and local governments in designing sustainable cultural tourism development strategies.
Pengaruh Revitalisasi infrastruktur dan Kawasan terhadap Minat Berkunjung melalui Daya Tarik Wisata di Kota Tua Ampenan Saputri, Ayuni Septiani; Sakti, Dwi Putra Buana; Nugraha A.P, I Nyoman
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6216

Abstract

Revitalisasi kawasan wisata merupakan salah satu strategi yang diterapkan pemerintah untuk meningkatkan kualitas destinasi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata yang berkelanjutan. Kota Tua Ampenan sebagai kawasan bersejarah di Kota Mataram memiliki potensi wisata budaya dan bahari yang besar, namun masih menghadapi berbagai permasalahan terkait kualitas infrastruktur dan estetika kawasan yang memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh revitalisasi infrastruktur dan revitalisasi estetika terhadap minat berkunjung wisatawan dengan daya tarik wisata sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden yang pernah mengunjungi Kota Tua Ampenan. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi infrastruktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata (β = 0,346; p < 0,05), demikian pula revitalisasi estetika berpengaruh positif dan signifikan terhadap daya tarik wisata (β = 0,574; p < 0,05). Daya tarik wisata terbukti berpengaruh positif terhadap minat berkunjung (β = 0,435; p < 0,05). Sebaliknya, revitalisasi infrastruktur (β = 0,105; p > 0,05) dan revitalisasi estetika (β = 0,136; p > 0,05) tidak berpengaruh langsung secara signifikan terhadap minat berkunjung. Nilai R² untuk daya tarik wisata sebesar 0,489 dan minat berkunjung sebesar 0,549. Namun demikian, daya tarik wisata mampu memediasi secara signifikan pengaruh revitalisasi infrastruktur maupun revitalisasi estetika terhadap minat berkunjung wisatawan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas fisik kawasan perlu diintegrasikan dengan penguatan daya tarik destinasi agar mampu meningkatkan keinginan wisatawan untuk berkunjung kembali.   The Mediating Role of Tourist Attraction in the Relationship Between Infrastructure Revitalization, Area Aesthetic Revitalization, and Tourists' Visit Intention in Ampenan Old Town Abstract Area revitalization has become one of the main strategies employed by governments to improve destination quality and strengthen sustainable tourism development. Kota Tua Ampenan, a historical district in Mataram City, possesses considerable cultural and coastal tourism potential; however, inadequate infrastructure and declining environmental aesthetics continue to limit its attractiveness to visitors. This study aims to analyze the influence of infrastructure revitalization and aesthetic revitalization on tourists' intention to visit through tourism attractiveness as a mediating variable. A quantitative research approach was employed using a survey of 100 respondents who had visited Kota Tua Ampenan. Respondents were selected using purposive sampling techniques. The research instrument was tested for validity and reliability before being analyzed using Structural Equation Modeling--Partial Least Squares (SEM-PLS). The results indicate that infrastructure revitalization has a positive and significant effect on tourism attractiveness (β = 0.346; p < 0.05). Likewise, aesthetic revitalization significantly improves tourism attractiveness (β = 0.574; p < 0.05). Tourism attractiveness also has a positive and significant influence on visiting intention (β = 0.435; p < 0.05). However, infrastructure revitalization (β = 0.105; p > 0.05) and aesthetic revitalization (β = 0.136; p > 0.05) do not directly influence visiting intention. The R² values for tourism attractiveness and visiting intention are 0.489 and 0.549, respectively. Tourism attractiveness significantly mediates the relationship between both infrastructure revitalization and aesthetic revitalization toward visiting intention. These findings imply that physical improvements alone are insufficient to encourage tourist visits unless they simultaneously enhance the overall attractiveness of the destination.