cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 443 Documents
Analisis Faktor Penghambat Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) pada Pekerja Kontruksi Kumara, Ayodya Delovry; Irwanto, Bian Shabri Putri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5590

Abstract

Kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu aspek penting dalam upaya pencegahan kecelakaan kerja, khususnya pada sektor konstruksi yang memiliki tingkat risiko kecelakaan tinggi. Meskipun berbagai penelitian telah mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD, hasil penelitian tersebut masih tersebar dan belum memberikan sintesis yang komprehensif mengenai faktor individu maupun organisasi yang paling berpengaruh terhadap kepatuhan pekerja di sektor konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis berbagai faktor yang memengaruhi kepatuhan penggunaan APD berdasarkan hasil penelitian yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode literature review dengan penelusuran artikel melalui Google Scholar menggunakan bantuan aplikasi Publish or Perish pada rentang publikasi tahun 2020–2026. Dari sekitar 300 artikel yang diperoleh pada tahap awal pencarian, sebanyak 9 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD dipengaruhi oleh faktor individu, meliputi pengetahuan, sikap, motivasi, masa kerja, dan kenyamanan penggunaan APD, serta faktor organisasi yang mencakup pengawasan, ketersediaan APD, pelatihan keselamatan kerja, penerapan kebijakan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta budaya keselamatan kerja. Temuan juga menunjukkan bahwa peningkatan kepatuhan penggunaan APD berkontribusi terhadap upaya pencegahan kecelakaan kerja melalui penguatan perilaku kerja aman di lingkungan konstruksi. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang komprehensif melalui edukasi berkelanjutan, penyediaan APD yang memadai dan nyaman, pengawasan yang konsisten, serta penguatan implementasi kebijakan K3 untuk meningkatkan kepatuhan pekerja dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Analysis of Factors Inhibiting Compliance with the Use of Personal Protective Equipment (PPE) Among Construction Workers Abstract Compliance with the use of personal protective equipment (PPE) is a crucial component of occupational accident prevention, particularly in the construction sector, where workers are exposed to high-risk hazards. Although numerous studies have identified factors influencing PPE compliance, existing evidence remains fragmented and has not provided a comprehensive synthesis of the individual and organizational factors that most strongly influence workers' compliance in the construction sector. This study aimed to synthesize the factors affecting PPE compliance based on previously published research. A literature review was conducted by searching articles in Google Scholar using the Publish or Perish application, covering publications from 2020 to 2026. Of approximately 300 articles identified during the initial search, 9 met the inclusion criteria and were analyzed descriptively. The findings indicate that PPE compliance is influenced by individual factors, including knowledge, attitudes, motivation, work experience, and the comfort of PPE use, as well as organizational factors, such as supervision, PPE availability, occupational safety and health (OSH) training, the implementation of occupational safety and health (OSH) policies, and workplace safety culture. The review also demonstrates that improving PPE compliance contributes to occupational accident prevention by promoting safe work practices in construction environments. Therefore, a comprehensive strategy involving continuous education, the provision of adequate and comfortable PPE, consistent supervision, and strengthened implementation of OSH policies is essential to improve workers' compliance and create a safe and healthy working environment.
Analisis Fungsi Bale Tani sebagai Modal Sosial untuk Eco-Resilience dan Ruang Komunal di Desa Ende Lombok Tengah Rabbani, Lalu Muhammad Nafi’; Baenarti, Nadira; Akhamdi, Lalu Muslihul A. Akhamdi; Yuliana, Devi; Zulkifli, Muhammad Irwan; Sumitro, Sumitro
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5691

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fungsi Bale Tani sebagai modal sosial dalam mendukung ketahanan ekologis (eco-resilience) dan sebagai ruang komunal bagi masyarakat Desa Adat Ende, Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data primer dikumpulkan melalui observasi partisipasi pasif serta wawancara tidak terstruktur dengan penghuni Bale Tani, pemandu wisata, dan masyarakat lokal yang aktif. Sementara itu, data sekunder diperoleh melalui studi dokumentasi berupa foto dan video kegiatan. Teknik analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup tahapan reduksi data, penyajian data dalam bentuk tabel, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik arsitektural Bale Tani memanfaatkan material organik lokal seperti kayu, bambu, dan alang-alang yang adaptif terhadap aktivitas seismik serta memberikan efisiensi termal alami. Secara sosiologis, pembagian ruang interior terbagi secara rigid menjadi sesangkok sebagai ruang publik-komunal, dalam bale sebagai ruang privat untuk proteksi gender, dan pawon sebagai pusat logistik. Struktur spasial ini memfasilitasi interaksi sosial intensif yang mengonstruksi modal sosial berupa kepercayaan, norma etika andap asor, dan jaringan sosial. Modal sosial tersebut terinstitusionalisasi secara komunitarian melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dalam siklus pembangunan desa wisata, penggalangan dana swadaya, dan distribusi peran ekonomi-kultural. Kesimpulannya, Bale Tani bertindak sebagai ruang komunal strategis yang menjaga kohesi sosiokultural sekaligus penopang ketahanan ekologis dalam menghadapi arus modernitas. Integrasi fungsi ini secara nyata mendukung ketercapaian target pembangunan berkelanjutan (SDGs) di tingkat lokal.   Analysis of the Function of Bale Tani as Social Capital for Eco-Resilience and Communal Space in Ende Village, Central Lombok Abstract This study aims to analyze in depth the function of Bale Tani as social capital in supporting ecological resilience (eco-resilience) and as a communal space for the people of Ende Traditional Village, Central Lombok. This study uses a qualitative approach with ethnographic methods. Primary data were collected through passive participant observation and unstructured interviews with Bale Tani residents, tour guides, and active local residents. Meanwhile, secondary data were obtained through documentation studies in the form of photos and videos of activities. The data analysis technique applies the interactive model of Miles and Huberman which includes the stages of data reduction, data presentation in tabular form, and drawing conclusions. The results show that the architectural characteristics of Bale Tani utilize local organic materials such as wood, bamboo, and alang-alang that are adaptive to seismic activity and provide natural thermal efficiency. Sociologically, the division of interior space is rigidly divided into sesangkok as a public-communal space, dalam bale as a private space for gender protection, and pawon as a logistics center. This spatial structure facilitates intensive social interactions that construct social capital in the form of trust, ethical norms andap asor, and social networks. This social capital is institutionalized in a communitarian manner through the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) within the cycle of tourism village development, self-help fundraising, and the distribution of economic and cultural roles. In conclusion, Bale Tani acts as a strategic communal space that maintains socio-cultural cohesion while simultaneously supporting ecological resilience in the face of modernity. This functional integration significantly supports the achievement of sustainable development goals (SDGs) at the local level.
Hubungan Fleksibilitas dan Nyeri Otot Doms pada Atlet Karate Lombok Barat Pratama, Gandi Darma; Esser, Balkis Ratu Nurul Laela; Suprawesta, Lalu
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6014

Abstract

Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) merupakan nyeri otot yang sering dialami atlet setelah melakukan latihan dengan intensitas tinggi dan dapat memengaruhi proses pemulihan serta performa latihan. Salah satu komponen kondisi fisik yang diduga berhubungan dengan tingkat nyeri DOMS adalah fleksibilitas, namun penelitian mengenai hubungan kedua variabel tersebut pada atlet karate masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fleksibilitas dengan nyeri otot DOMS pada atlet karate Kabupaten Lombok Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 33 atlet yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan V-Sit and Reach Test untuk mengukur fleksibilitas dan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur nyeri otot DOMS. Analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas (Shapiro-Wilk), uji Korelasi Pearson Product Moment untuk menganalisis hubungan antara fleksibilitas dan nyeri otot DOMS, serta koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan negatif yang sangat kuat dan signifikan antara fleksibilitas dengan nyeri otot DOMS (r = -0,814; p < 0,001). Fleksibilitas memberikan kontribusi sebesar 66,3% terhadap variasi nyeri otot DOMS, sedangkan 33,7% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Semakin baik tingkat fleksibilitas atlet, semakin rendah tingkat nyeri otot DOMS yang dialami setelah latihan. Berdasarkan hasil penelitian bahwa fleksibilitas merupakan salah satu komponen kondisi fisik yang perlu mendapat perhatian dalam penyusunan program latihan guna mendukung proses pemulihan dan menjaga performa atlet.   The Relationship Between Flexibility and Delayed-Onset Muscle Soreness (DOMS) Among Karate Athletes in West Lombok Abstract Delayed Onset Muscle Soreness (DOMS) is a common form of muscle pain experienced by athletes following high-intensity exercise and may affect the recovery process as well as training performance. One physical fitness component that is presumed to be associated with the severity of DOMS is flexibility. However, studies examining the relationship between these two variables among karate athletes remain limited. This study aimed to determine the relationship between flexibility and DOMS among karate athletes in West Lombok Regency. This research employed a quantitative approach using a correlational research design. The sample consisted of 33 athletes selected through purposive sampling. Data were collected using the V-Sit and Reach Test to measure flexibility and the Numeric Rating Scale (NRS) to assess DOMS intensity. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro–Wilk normality test, Pearson Product–Moment correlation analysis to examine the relationship between flexibility and DOMS, and the coefficient of determination. The results revealed a very strong and statistically significant negative correlation between flexibility and DOMS (r = −0,814, p < 0,001). Flexibility accounted for 66.3% of the variance in DOMS, while the remaining 33.7% was influenced by other factors not examined in this study. These findings indicate that athletes with higher levels of flexibility tend to experience lower levels of DOMS following exercise. Therefore, flexibility should be considered an essential component in the development of training programs to support recovery and maintain athletes' performance.
STRATEGI INOVATIF GURU BERBASIS SYSTEMS THINKING UNTUK KELANCARAN MEMBACA SISWA (Studi di Kelas II SDN 3 Plampang Sumbawa) Susilawati, Maya; Yamin, Ahmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6220

Abstract

Kemampuan membaca permulaan merupakan fondasi utama pendidikan dasar yang menentukan keberhasilan akademik siswa. Namun, realita di kelas II SDN 3 Plampang menunjukkan hampir separuh siswa mengalami kesulitan kelancaran membaca (reading fluency), seperti lambatnya decoding dan kesalahan fonologis, akibat pendekatan pembelajaran konvensional yang linear. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi, kendala, dan dampak strategi inovatif guru berbasis Systems Thinking dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa.  Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 3 Plampang, Kabupaten Sumbawa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi guru kelas II, siswa, kepala sekolah, dan orang tua. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi inovatif guru berbasis Systems Thinking diterapkan secara holistik melalui metode multisensori, bimbingan scaffolding individu, dan pembelajaran kolaboratif tutor sebaya. Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan fasilitas media literasi berjenjang, heterogenitas kemampuan siswa yang tinggi, serta rendahnya dukungan literasi di lingkungan keluarga. Meskipun demikian, penerapan strategi sistemik ini terbukti memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kelancaran membaca siswa, mereduksi kesalahan fonologis, mempercepat otomatisasi visual-auditori, serta mengubah model mental siswa menjadi lebih termotivasi dan percaya diri dalam belajar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan berpikir sistem efektif mentransformasi ekosistem literasi dasar di sekolah secara adaptif dan berkelanjutan.   Systems Thinking-Based Innovative Teacher Strategies to Improve Students’ Reading Fluency: A Study in Grade II at SDN 3 Plampang, Sumbawa Abstract Early reading ability is the fundamental foundation of primary education that determines students' academic success. However, reality in Grade II at SDN 3 Plampang shows that nearly half of the students experience reading fluency difficulties, such as slow decoding and phonological errors, due to conventional, linear learning approaches. This study aims to describe the implementation, constraints, and impact of innovative teacher strategies based on Systems Thinking in improving students' early reading skills. Using a descriptive qualitative approach, this research was conducted at SDN 3 Plampang, Sumbawa Regency. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants included the Grade II teacher, students, the school principal, and parents. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing/verification, with trustworthiness tested through source and technique triangulation. The results show that innovative teacher strategies based on Systems Thinking are implemented holistically through multisensory methods, individual scaffolding guidance, and peer-tutor collaborative learning. The main constraints encountered include limited leveled literacy media facilities, high student ability heterogeneity, and low literacy support in the family environment. Nevertheless, the implementation of this systemic strategy is proven to have a significant impact on improving students' reading fluency, reducing phonological errors, accelerating visual-auditory automatization, and shifting students' mental models to become more motivated and confident in learning. This study concludes that the systems thinking approach is effective in adaptively and sustainably transforming the basic literacy ecosystem in schools.
LITERASI DIGITAL BERBASIS CERITA BERGAMBAR PERSPEKTIF LEARNING SYSTEM PADA MATA PELAJARAN IPAS (Studi di SDN IV Plampang Kabupaten Sumbawa) Hastati, Hastati; Yamin, Ahmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6221

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik kebutuhan, praktik integrasi, serta faktor pendukung dan penghambat implementasi literasi digital berbasis cerita bergambar perspektif learning system pada mata pelajaran IPAS kelas VI di SDN IV Plampang, Kabupaten Sumbawa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dari kepala sekolah, guru, operator, dan siswa. Analisis data menerapkan model interaktif Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa membutuhkan media pembelajaran IPAS yang visual, interaktif, dan kontekstual. Praktik integrasi cerita bergambar digital berbasis kearifan lokal terbukti efektif meningkatkan keterlibatan, motivasi, pemahaman konsep abstrak, dan kemampuan interpretasi visual siswa, serta menciptakan pembelajaran yang lebih komunikatif.  Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen sekolah, ketersediaan gawai/proyektor, motivasi guru, dan relevansi materi lokal. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah keterbatasan jaringan internet, kompetensi digital guru yang belum merata, dan keterbatasan fasilitas teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media cerita bergambar digital dalam perspektif learning system mampu mengoptimalkan pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Direkomendasikan adanya peningkatan kompetensi guru dan penguatan infrastruktur secara berkelanjutan. Kata Kunci: literasi digital, cerita bergambar digital, learning system, Digital Literacy Through Illustrated Stories from a Learning System Perspective in Integrated Science and Social Studies (IPAS): A Study at SDN IV Plampang, Sumbawa Regency Abstract This study aims to analyze the characteristic needs, integration practices, as well as supporting and inhibiting factors in implementing digital literacy based on picture stories from a learning system perspective in Grade VI Social and Natural Sciences (IPAS) subjects at SDN IV Plampang, Sumbawa Regency. Utilizing a qualitative approach with a case study design, data were collected through observation, interviews, and documentation involving the principal, teachers, IT operator, and students. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, while data validity was tested through source and technique triangulation. The results showed that students require visual, interactive, and contextual IPAS learning media. The integration practice of digital picture stories based on local wisdom proved effective in increasing student engagement, motivation, comprehension of abstract concepts, and visual interpretation skills, as well as creating more communicative learning environments. Supporting factors for implementation include school commitment, availability of devices/projectors, teacher motivation, and the relevance of local material. Meanwhile, the inhibiting factors consist of limited internet connectivity, uneven teacher digital competence, and technological facility constraints. This study concludes that digital picture story media, within a learning system perspective, can optimize IPAS learning in elementary schools. Continuous enhancement of teacher competence and infrastructure strengthening are recommended.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS INTERACTIVE FLAT PANEL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA (STUDI DI SDN SELANTE KECAMATAN PLAMPANG) Supriana, Supriana; Yamin, Ahmad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6222

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar akibat pembelajaran yang masih bersifat konvensional dan berpusat pada guru. Di SDN Selante Kecamatan Plampang, keterbatasan media visual statis membuat siswa pasif dan kesulitan memahami konsep abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan, penggunaan, dan implementasi model pembelajaran berbasis Interactive Flat Panel (IFP) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi IFP melalui fitur multi-touch dan multimedia interaktif mampu meningkatkan partisipasi aktif, mempermudah visualisasi konsep abstrak, serta menstimulasi keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui kolaborasi dan pemecahan masalah. Kesimpulannya, model pembelajaran berbasis IFP efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar di daerah rural, dengan catatan perlunya penguatan infrastruktur dan kompetensi pedagogis guru secara berkelanjutan.   Development of an Interactive Flat Panel-Based Learning Model to Enhance Students’ Critical Thinking Skills: A Study at SDN Selante, Plampang District Abstract This study is motivated by the low critical thinking skills of elementary school students due to conventional and teacher-centered learning approaches. At SDN Selante, Plampang District, the limitations of static visual media cause students to remain passive and struggle with understanding abstract concepts. This study aims to describe the development, utilization, and implementation of an Interactive Flat Panel (IFP)-based learning model in enhancing students' critical thinking skills. Using a descriptive qualitative approach, data were collected through observation, interviews, and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman model. The results indicate that the integration of IFP through multi-touch features and interactive multimedia effectively increases active participation, facilitates the visualization of abstract concepts, and stimulates higher-order thinking skills through collaboration and problem-solving. In conclusion, the IFP-based learning model is effective in improving elementary students' critical thinking skills in rural areas, provided there is continuous reinforcement of infrastructure and teachers' pedagogical competence.
Pengembangan Nilai-Nilai Filosofi Tradisi Tonjokan Untuk Meningkatkan _Self-acceptance_ Siswa SMP Negeri 1 Ajung Sari, Finka Nanda; Isriyah, Mudafiatun; Fauziyah, Nailul
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6494

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul konseling individu berbasis nilai-nilai filosofi Tradisi Tonjokan untuk membantu meningkatkan self-acceptance siswa SMP Negeri 1 Ajung serta mengetahui kelayakan dan hasil implementasi terbatas modul yang dikembangkan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam menerima dan menghargai dirinya, seperti rendahnya kepercayaan diri, kecenderungan membandingkan diri dengan teman, serta kesulitan menerima kelebihan dan kekurangan diri. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri atas Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Produk yang dikembangkan berupa modul konseling individu yang memuat materi self-acceptance, nilai-nilai filosofi Tradisi Tonjokan, prosedur konseling individu, RPL, LKPD, lembar refleksi, dan evaluasi. Nilai yang diintegrasikan meliputi penghargaan dan timbal balik, tanggung jawab sosial dan gotong royong, serta kesederhanaan dan kearifan lokal. Hasil validasi menunjukkan persentase 85,5% dari guru Bimbingan dan Konseling dan 78% dari ahli media. Berdasarkan kriteria yang digunakan, 85,5% termasuk sangat valid, sedangkan 78% termasuk valid dan dapat digunakan dengan revisi kecil. Implementasi terbatas pada satu konseli menunjukkan peningkatan skor self-acceptance dari 33 (25,78%) menjadi 104 (81,25%). Karena implementasi hanya dilakukan pada satu konseli tanpa kelompok pembanding, hasil tersebut ditafsirkan sebagai temuan implementasi terbatas dan belum dapat digeneralisasikan sebagai bukti efektivitas modul untuk seluruh siswa.   Integrating the Philosophical Values of the Tonjokan Tradition to Enhance Students’ Self-Acceptance at SMP Negeri 1 Ajung Abstract This study aims to develop an individual counseling module based on the philosophical values of the Tonjokan Tradition to help improve students' self-acceptance at SMP Negeri 1 Ajung and to determine the feasibility and limited Implementation results of the developed module. The study was motivated by the finding that some students experienced difficulties in accepting and appreciating themselves, including low self-confidence, a tendency to compare themselves with peers, and difficulties in accepting their strengths and weaknesses. The study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE Development model, consisting of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The developed product was an individual counseling module containing self-acceptance materials, philosophical values of the Tonjokan Tradition, individual counseling procedures, a Service Implementation Plan (RPL), Student Worksheets (LKPD), reflection sheets, and Evaluation activities. The integrated values included appreciation and reciprocity, social responsibility and mutual cooperation, as well as simplicity and local wisdom. Validation results showed percentages of 85.5% from the guidance and counseling practitioner and 78% from the media expert. Based on the criteria used, 85.5% was categorized as highly valid, while 78% was categorized as valid and usable with minor revisions. Limited Implementation with one counselee showed an increase in self-acceptance score from 33 (25.78%) to 104 (81.25%). Because the Implementation involved only one counselee without a comparison group, the finding is interpreted as a limited Implementation result and cannot be generalized as evidence of module effectiveness for all students.
Pengaruh Brand Image dan After Sales Service Terhadap Word of Mouth dengan Kepuasan Pelanggan Sebagai Variabel Mediasi Sapira, Bela; Asral, Asral
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5890

Abstract

Persaingan pasar peralatan industri menuntut perusahaan tidak hanya membangun citra merek, tetapi juga menyediakan layanan purnajual yang mampu mendorong kepuasan dan rekomendasi pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh brand image dan after sales service terhadap word of mouth (WOM), baik secara langsung maupun melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel mediasi pada pengguna Power Tools Makita Industrial di kawasan KIIC Karawang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori. Sampel terdiri atas 100 pengguna aktif Power Tools Makita Industrial pada PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor Engine, dan PT Isuzu Astra Motor Indonesia yang dipilih menggunakan non-probability sampling dengan metode accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan PLS-SEM dengan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa after sales service berpengaruh positif dan signifikan terhadap WOM (β=0,215; p=0,044), sedangkan kepuasan pelanggan berpengaruh positif dan signifikan terhadap WOM (β=0,229; p=0,029). Sebaliknya, brand image tidak berpengaruh signifikan terhadap WOM maupun kepuasan pelanggan, dan after sales service tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan. Pengujian specific indirect effect menunjukkan bahwa kepuasan pelanggan tidak memediasi pengaruh brand image maupun after sales service terhadap WOM. Temuan ini menunjukkan bahwa dalam konteks sampel pengguna peralatan industrial, WOM terutama berkaitan dengan pengalaman layanan purnajual dan kepuasan pelanggan secara langsung, bukan melalui mekanisme mediasi yang dihipotesiskan. Secara praktis, penyedia peralatan industri perlu memperkuat konsistensi layanan purnajual dan pengalaman pelanggan untuk mendorong rekomendasi positif. The Influence of Brand Image and After Sales Service on Word of Mouth with Customer Satisfaction as Mediating Variable Abstract Competition in the industrial equipment market requires companies not only to establish a strong brand image but also to provide after-sales services that foster customer satisfaction and positive recommendations. This study aims to examine the effects of brand image and after-sales service on word of mouth (WOM), both directly and indirectly through customer satisfaction as a mediating variable among Makita Industrial Power Tools users in the KIIC industrial area, Karawang. This study employed a quantitative explanatory design involving 100 active users of Makita Industrial Power Tools from PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor Engine, and PT Isuzu Astra Motor Indonesia, selected through non-probability accidental sampling. Data were collected using a five-point Likert-scale questionnaire and analyzed using PLS-SEM with SmartPLS 4.0. The results demonstrate that after-sales service has a positive and significant effect on WOM (β=0.215; p=0.044), while customer satisfaction also positively and significantly affects WOM (β=0.229; p=0.029). Conversely, brand image has no significant effect on either WOM or customer satisfaction, while after-sales service does not significantly affect customer satisfaction. The specific indirect effect analysis further reveals that customer satisfaction does not mediate the effects of either brand image or after-sales service on WOM. These findings indicate that, within the sampled industrial users, WOM is primarily associated with direct after-sales service experiences and customer satisfaction rather than the hypothesized mediation mechanisms. Practically, industrial equipment providers should strengthen the consistency of after-sales services and customer experiences to encourage positive recommendations.
PEMAHAMAN KONSEP MATEMTAIS SISWA KELAS IX PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR wulandari, Muhairina Sri; Hakim, Wildan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6205

Abstract

Pemahaman konsep matematika merupakan kemampuan penting yang harus dimiliki siswa saat belajar matematika, karena hal ini membantu mereka memahami, menghubungkan, dan menerapkan konsep-konsep tersebut saat memecahkan masalah. Meskupun demikian, siswa lebih sering menghafal rumus tanpa memahami konsep dasarnya, sehingga dalam mengerjakan soal kontekstual masih kurang memuaskan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pemahaman konsep siswa kelas IX pada materi bangun ruang sisi datar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan dilaksanakan di SMPI Sultan Agung di Kabupaten Malang, dengan melibatkan 18 siswa kelas IX. Terdapat 3 soal tes soal dan wawancara semi-terstruktur  digunakan untuk mengumpulkan data, yang kemudian dianalisis dengan menggunakan metodologi Miles dan Huberman melalui tahap-tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kategori rendah hanya memenuhi sebagian indikator, yaitu: menyatakan kembali sebuah konsep dan mengelompokkan objek sesuai konsep- konsep tertentu. Siswa dengan tingkat kategori sedang telah mampu memenuhi beberapa indikator pemahaman konsep matematis, yaitu: menyatakan kembali sebuah konsep, mengelompokkan objek sesuai konsep- konsep tertentu, dan mampu mengaplikasikan, memanfaatkan, dan memilih prosedur atau operasi tertentu. Oleh karena itu, tenaga pendidik atau guru khususnya pada mata pelajaran matematika perlu memperkuat pembelajaran berbasis pemahaman konsep matematis, dan siswa diharapkan lebih aktif memahami konsep matematis, serta untuk peneliti selanjutnya dapat mengembangkan kajian pada konteks yang lebih luas. Kata kunci: Bangun ruang, Matematika, Pemahaman konsep Grade IX Students’ Mathematical Conceptual Understanding of Flat-Sided Three-Dimensional Shapes Abstract Mathematical conceptual understanding is an essential ability that students need to develop when learning mathematics, as it enables them to understand, connect, and apply mathematical concepts in problem-solving. However, students often tend to memorize formulas without understanding the underlying concepts, which results in unsatisfactory performance when solving contextual problems. This study aimed to describe Grade IX students’ conceptual understanding of flat-sided three-dimensional shapes. The study employed a qualitative descriptive method and was conducted at SMPI Sultan Agung in Malang Regency, involving 18 Grade IX students. Data were collected using three test questions and semi-structured interviews and were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings showed that students in the low-ability category met only some indicators of mathematical conceptual understanding, namely restating a concept and classifying objects according to particular concepts. Students in the moderate-ability category were able to meet several indicators of mathematical conceptual understanding, including restating a concept, classifying objects according to particular concepts, and applying, utilizing, and selecting appropriate procedures or operations. Therefore, educators, particularly mathematics teachers, need to strengthen instruction that emphasizes mathematical conceptual understanding. Students are also expected to become more actively engaged in understanding mathematical concepts, while future researchers are encouraged to extend this study to broader contexts.
Analisis Fitokimia Kualitatif Ekstrak Etanol 96% Daun Keji Beling (Strobilanthes crispus) Sagala, Angie Rossa Leontina; Nasution, Fathul Azizi; Suandy, Suandy; Pulungan, Ica Yulianti
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6255

Abstract

Daun keji beling (Strobilanthes crispus) diketahui mengandung berbagai golongan metabolit sekunder, tetapi profil fitokimianya dapat bervariasi bergantung pada kondisi bahan, pelarut, dan metode ekstraksi yang digunakan. Penelitian terdahulu telah melaporkan keberadaan beberapa metabolit sekunder pada S. crispus, namun perbedaan kondisi ekstraksi dapat menghasilkan profil deteksi yang berbeda, sehingga karakterisasi kualitatif pada ekstrak yang diperoleh melalui maserasi dengan etanol 96% tetap diperlukan sebagai informasi awal untuk standardisasi ekstrak. Penelitian ini bertujuan mengkarakterisasi secara kualitatif golongan metabolit sekunder pada ekstrak etanol 96% daun S. crispus yang diperoleh melalui metode maserasi. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium. Daun S. crispus dikeringkan, kemudian dimaserasi menggunakan etanol 96% dengan perbandingan bahan dan pelarut 1:10 selama lima hari. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya diskrining secara kualitatif menggunakan pereaksi spesifik untuk mendeteksi flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh golongan metabolit sekunder yang diuji terdeteksi positif, yaitu flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, steroid, dan triterpenoid. Profil tersebut memberikan karakterisasi awal ekstrak S. crispus yang diperoleh pada kondisi maserasi dengan etanol 96% dan menunjukkan bahwa saponin juga terdeteksi pada ekstrak dalam kondisi penelitian ini, yang dapat berbeda dari hasil penelitian dengan kondisi ekstraksi lainnya. Temuan ini memperkuat informasi dasar mengenai profil fitokimia ekstrak daun S. crispus, tetapi belum dapat digunakan untuk menentukan kadar maupun identitas senyawa spesifik. Penelitian lanjutan menggunakan HPLC, LC–MS/MS, GC–MS, atau NMR diperlukan untuk mengidentifikasi, mengkuantifikasi, dan menetapkan senyawa penanda sebagai dasar standardisasi ekstrak. Qualitative Phytochemical Analysis of 96% Ethanol Extract of Keji Beling (Strobilanthes crispus) Leaves Abstract The leaves of Strobilanthes crispus are known to contain various classes of secondary metabolites; however, their phytochemical profiles may vary depending on plant material, solvent, and extraction conditions. Previous studies have reported several secondary metabolites in S. crispus, but differences in extraction conditions may result in different detection profiles. Therefore, qualitative characterization of S. crispus extract obtained by maceration with 96% ethanol remains relevant as preliminary information for extract standardization. This study aimed to qualitatively characterize the secondary metabolite classes present in 96% ethanolic extract of S. crispus leaves obtained through the maceration method. A laboratory experimental design was employed. The leaves were dried and macerated using 96% ethanol at a material-to-solvent ratio of 1:10 for five days. The resulting extract was qualitatively screened using specific reagents to detect flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids, and triterpenoids. The results showed positive reactions for all tested secondary metabolite classes, namely flavonoids, alkaloids, tannins, saponins, steroids, and triterpenoids. This profile provides preliminary characterization of S. crispus extract obtained under the 96% ethanol maceration conditions used in this study and demonstrates the detection of saponins under these conditions, which may differ from findings obtained using other extraction conditions. These findings provide baseline phytochemical information for S. crispus leaf extract; however, they do not establish the concentration or specific chemical identity of the detected compounds. Further studies using HPLC, LC–MS/MS, GC–MS, or NMR are required to identify, quantify, and establish marker compounds as a basis for extract standardization.