cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 493 Documents
Pengaruh Discovery Learning Berbantuan Media Kartu Qimono Terhadap Pemahaman Konsep Pada Materi Sistem Pencernaan Di SDN 28 Cakranegara Fitriani, Deasy Cahya; Husniati; Suranti, Ni Made Yeni
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6624

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa kelas V SDN 28 Cakranegara pada materi sistem pencernaan. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman konsep adalah penerapan model discovery learning berbantuan media Kartu Qimono (QR Domino). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model discovery learning berbantuan media Kartu Qimono terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SDN 28 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experimental dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian berjumlah 49 siswa kelas V SDN 28 Cakranegara tahun ajaran 2025/2026. Sampel terdiri dari kelas VA sebagai kelompok eksperimen (24 siswa) dan kelas VB sebagai kelompok kontrol (25 siswa). Pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda dan lembar observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan inferensial melalui uji normalitas, uji homogenitas, independent samples t-test, dan uji effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan model discovery learning berbantuan media Kartu Qimono mencapai 100% dengan kategori sangat baik. Rata-rata nilai pre-test kelompok eksperimen sebesar 59,13 dan post-test sebesar 79,08. Sementara itu, rata-rata pre-test kelompok kontrol sebesar 58,40 dan post-test sebesar 71,16. Hasil independent samples t-test menunjukkan nilai t hitung sebesar -2,870 dengan derajat kebebasan (df) = 47 dan nilai signifikansi sebesar 0,006 (*p* < 0,05), yang mengindikasikan bahwa H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Analisis effect size menggunakan Cohen's d menghasilkan nilai 0,82 yang termasuk kategori besar. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa model discovery learning berbantuan media Kartu Qimono berpengaruh positif dan signifikan terhadap pemahaman konsep IPAS siswa kelas V SDN 28 Cakranegara pada materi sistem pencernaan. Kata kunci: Discovery Learning, Kartu Qimono, pemahaman konsep, IPAS, sistem pencernaan. The Effect of Discovery Learning Assisted by Qimono Cards on Conceptual Understanding of the Digestive System Topic at SDN 28 Cakranegara Abstract This study was motivated by the low level of conceptual understanding regarding the digestive system among fifth-grade students at SDN 28 Cakranegara. One strategy to improve conceptual understanding is the implementation of the discovery learning model supported by Qimono Card (QR Domino) media. This study aimed to determine the effect of the discovery learning model assisted by Qimono Card media on the Natural and Social Sciences (IPAS) conceptual understanding of fifth-grade students at SDN 28 Cakranegara. A quantitative approach was employed using a quasi-experimental method and a pretest-posttest control group design. The study population consisted of 49 fifth-grade students at SDN 28 Cakranegara during the 2025/2026 academic year. The sample comprised Class VA as the experimental group (24 students) and Class VB as the control group (25 students). Data were collected using multiple-choice tests and observation sheets. Data analysis involved descriptive and inferential statistics, specifically normality tests, homogeneity tests, an independent samples t-test, and an effect size test. The results showed that the implementation of the discovery learning model assisted by Qimono Card media achieved a 100% completion rate, falling into the "very good" category. The experimental group's mean pretest score was 59.13, and the posttest score was 79.08; meanwhile, the control group's mean pretest score was 58.40, and the posttest score was 71.16. The independent samples t-test yielded a calculated t-value of -2.870 (with degrees of freedom [df] = 47) and a significance value of 0.006 (*p* < 0.05), indicating that the null hypothesis (H₀) was rejected and the alternative hypothesis (Hₐ) was accepted. Effect size analysis using Cohen's d resulted in a value of 0.82, which falls into the "large" category. Based on these findings, it can be concluded that the discovery learning model assisted by Qimono Card media has a positive and significant effect on the IPAS conceptual understanding of fifth-grade students at SDN 28 Cakranegara regarding the digestive system.  
Pembentukan Kewarganegaraan Digital Melalui Project Based Learning Berbasis ( PjBL) Media Digital di SMA Negeri 5 Mataram Sutadi, Rani Indrafata; Sawaludin, Sawaludin; Basariah, Basariah
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6628

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik belajar, berinteraksi, dan berpartisipasi dalam ruang digital. Kondisi tersebut menuntut sekolah tidak hanya mengembangkan keterampilan penggunaan teknologi, tetapi juga membentuk kewarganegaraan digital peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) berbasis media digital di SMA Negeri 5 Mataram serta menggambarkan aspek-aspek kewarganegaraan digital yang terbentuk melalui pembelajaran tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Uji keabsahan data dilakukan menggunakan triangulasi teknik, triangulasi sumber, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PjBL berbasis media digital di SMA Negeri 5 Mataram dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi penyusunan perangkat pembelajaran, penyiapan sarana dan prasarana, serta peningkatan kompetensi guru. Tahap pelaksanaan meliputi pemberian stimulus, identifikasi masalah, investigasi, kolaborasi, pemanfaatan media digital, presentasi, publikasi, dan refleksi hasil proyek, sedangkan tahap evaluasi dilakukan melalui asesmen terhadap proses, produk, dan presentasi peserta didik. Penerapan pembelajaran tersebut membentuk tiga aspek kewarganegaraan digital, yaitu Being Online, WellBeing Online, dan Rights Online. Aspek tersebut terlihat dari berkembangnya kemampuan peserta didik dalam mencari, menganalisis, dan mengolah informasi digital, berkomunikasi dan berkolaborasi secara etis, serta menggunakan media digital secara bertanggung jawab dengan menghargai hak cipta, mencantumkan sumber referensi, dan menjaga privasi serta keamanan digital. Dengan demikian, PjBL berbasis media digital berperan dalam membentuk peserta didik sebagai warga digital yang kritis, beretika, dan bertanggung jawab. Kata kunci: kewarganegaraan digital, Project Based Learning; media digital, pembelajaran PPKn; sekolah menengah. Developing Digital Citizenship through Digital Media-Based Project-Based Learning (PjBL) at SMA Negeri 5 Mataram Abstract The advancement of digital technology has transformed how students learn, interact, and participate in digital spaces. This shift requires schools not only to develop technology-use skills but also to cultivate students' digital citizenship. This study aims to describe the implementation of a digital media-based Project-Based Learning (PjBL) model at SMA Negeri 5 Mataram and to outline the aspects of digital citizenship fostered through this approach. A qualitative case study approach was employed. Data were collected via observation, interviews, and documentation, then analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was ensured through technique, source, and time triangulation. The results indicate that the implementation of digital media-based PjBL at SMA Negeri 5 Mataram proceeded through three main stages: planning, implementation, and evaluation. The planning stage involved preparing instructional materials, setting up facilities and infrastructure, and enhancing teacher competence. The implementation stage encompassed providing stimuli, identifying problems, conducting investigations, collaborating, utilizing digital media, presenting, publishing, and reflecting on project outcomes; the evaluation stage involved assessing the students' processes, products, and presentations. This learning approach fostered three aspects of digital citizenship: Being Online, Online Well-being, and Online Rights. These aspects were evidenced by the development of students' abilities to search for, analyze, and process digital information; to communicate and collaborate ethically; and to use digital media responsibly by respecting copyright, citing sources, and maintaining digital privacy and security. Thus, digital media-based PjBL plays a role in shaping students into critical, ethical, and responsible digital citizens
Pengaruh Media Kartu Kata Bergambar berbasis Kearifan Lokal terhadap Keterampilan Membaca Permulaan Siswa Kelas II SDN Gugus 3 Kecamatan Asakota Azizah, Nurlita; Sukri, M.; Syarifuddin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6633

Abstract

Keterampilan membaca permulaan merupakan fondasi penting bagi siswa kelas rendah, namun berdasarkan observasi awal di SDN Gugus 3 Kecamatan Asakota, masih banyak siswa kelas II yang mengalami kesulitan membedakan huruf, mengeja kata, dan melafalkan imbuhan, sehingga diperlukan inovasi media pembelajaran yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media kartu kata bergambar berbasis kearifan lokal terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN Gugus 3 Kecamatan Asakota. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen tipe Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 82 siswa yang terbagi dalam kelas eksperimen (n=38) dan kelas kontrol (n=44). Teknik pengumpulan data menggunakan tes unjuk kerja keterampilan membaca permulaan. Data dianalisis dengan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji hipotesis menggunakan Independent Sample t-test serta uji N-Gain. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung = -2,130 dengan df = 80 dan nilai signifikansi (2-tailed) = 0,036 (< 0,05), yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji N-Gain pada kelas eksperimen sebesar 0,51 yang termasuk dalam kategori sedang, sedangkan kelas kontrol memperoleh 0,22 (kategori rendah). Berdasarkan hal tersebut, Ho ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa penggunaan media kartu kata bergambar berbasis kearifan lokal berpengaruh terhadap keterampilan membaca permulaan siswa kelas II SDN Gugus 3 Kecamatan Asakota.  Kata kunci: Kartu Kata Bergambar, Kearifan lokal, Keterampilan Membaca Permulaan The Effect of Local Wisdom-Based Illustrated Word Card Media on Early Reading Skills of Second-Grade Students at SDN Cluster 3, Asakota District Abstract Beginning reading skills are a crucial foundation for lower-grade students; however, preliminary observations at SDN Cluster 3, Asakota District, revealed that many second graders still struggle to distinguish letters, spell words, and pronounce affixes, necessitating innovative and contextual learning media. This study aims to determine the effect of local wisdom-based picture word card media on beginning reading skills of second-grade students at SDN Cluster 3, Asakota District. This research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design of the Nonequivalent Control Group Design type, involving 82 students divided into an experimental class (n=38) and a control class (n=44). Data collection used a performance test of beginning reading skills. Data were analyzed using Shapiro-Wilk normality test, Levene homogeneity test, and hypothesis testing with Independent Sample t-test and N-Gain test. The hypothesis test results showed t-count = -2.130 with df = 80 and significance (2-tailed) = 0.036 (< 0.05), indicating a significant difference between the experimental and control classes. The N-Gain score for the experimental class was 0.51, falling into the medium category, while the control class scored 0.22 (low category). Based on these findings, the null hypothesis (Ho) was rejected and the alternative hypothesis (Ha) was accepted, indicating that the use of picture-word cards based on local wisdom influences the early reading skills of second-grade students at SDN Gugus 3, Asakota District.
Increasing the Effectiveness of Floor Gymnastics Materials (Front Rolling) Using Oblique Field Media in Grade VIII Students of SMP 8 Banjarbaru Zuhdi, Dandi Hammam; Rakhman, Arie; Putra, Trinaldi Andika
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5225

Abstract

Although inclined plane media has been used in floor gymnastics learning, classroom action research that specifically describes how this media supports technical mastery and student confidence in performing forward rolls at the junior high school level is still limited. This study aims to improve the learning outcomes of class VIII students in forward rolls through the use of inclined plane media in floor gymnastics learning at SMP Negeri 8 Banjarbaru. This study uses Classroom Action Research (CAR) which is divided into 2 cycles. Data collection techniques use practical tests, observation, and documentation. Assessment of forward roll skills includes five technical indicators: initial position, head position, leg push, rolling movement, and final position, with a maximum score of 20 converted to a scale of 0–100. The subjects of the study were all 31 students in class VIII of SMP Negeri 8 Banjarbaru in the even semester of the 2025/2026 academic year. Based on the results of the study, in the pre-cycle there were only 4 students (13%) who achieved completion. In Cycle I, the number of students who completed the course increased to 21 people (68%). In Cycle II, 30 students (97%) were declared to have completed the program. This finding indicates that the inclined plane, combined with peer assistance and repeated practice, supported improvements in students' forward roll learning outcomes in the observed classroom context.
Penetapan Tarif Berdasarkan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) Ferry Penyeberangan Truk Sawit di Desa Rantau Asem Kecamatan Katingan Tengah Kabupaten Katingan Felix, Caesar; Robby, Robby; Desriantomy, Desriantomy
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5565

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah, sehingga memerlukan sistem transportasi yang efisien untuk mendukung distribusi Tandan Buah Segar (TBS). Distribusi TBS masih bergantung pada ferry penyeberangan karena keterbatasan infrastruktur jalan. Permasalahan yang dihadapi adalah penetapan tarif ferry yang masih dilakukan secara konvensional dan belum didasarkan pada analisis Biaya Operasional Kendaraan (BOK). Penelitian ini bertujuan menghitung BOK ferry penyeberangan, menentukan tarif berdasarkan BOK dan load factor, serta membandingkannya dengan tarif eksisting. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer yang diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap operator ferry serta pengguna jasa, dan data sekunder berupa dokumen operasional, spesifikasi teknis kapal, serta Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 66 Tahun 2019. Analisis dilakukan melalui perhitungan komponen biaya langsung dan biaya tidak langsung, penentuan load factor, simulasi tarif, serta analisis keuntungan operator dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total BOK ferry sebesar Rp150.950/km atau Rp90.570/rit untuk jarak penyeberangan 0,6 km. Dengan margin keuntungan 10% dan load factor minimum 50%, diperoleh tarif sebesar Rp99.627/truk/rit, sedangkan tarif eksisting sebesar Rp160.000/truk/rit. Analisis BEP menunjukkan bahwa operator mencapai titik impas pada load factor 45,5% untuk tarif berbasis BOK dan 28,3% untuk tarif eksisting. Berdasarkan komponen biaya yang dianalisis, hasil penelitian menunjukkan bahwa tarif eksisting lebih tinggi dibandingkan tarif berbasis BOK. Temuan ini dapat menjadi dasar evaluasi penetapan tarif ferry yang lebih transparan, rasional, dan berkelanjutan bagi operator maupun pengguna jasa. Tariff Determination Based on Vehicle Operating Costs (VOC) of Ferry Crossing for Palm Oil Trucks in Rantau Asem Village, Katingan Tengah District, Katingan Regency Abstract The oil palm plantation sector plays a strategic role in regional economic development and requires an efficient transportation system to support the distribution of Fresh Fruit Bunches (FFB). The transportation of FFB relies heavily on a river ferry due to limited road infrastructure. The main issue is that the ferry fare is determined conventionally without considering Vehicle Operating Costs (VOC). This study aims to calculate the ferry's Vehicle Operating Cost, determine an appropriate fare based on VOC and the load factor, and compare the calculated fare with the existing fare. A descriptive quantitative approach was employed using primary data collected through field observations and interviews with ferry operators and users, complemented by secondary data from operational documents, ferry technical specifications, and the Regulation of the Minister of Transportation of the Republic of Indonesia Number PM 66 of 2019. Data analysis included the calculation of direct and indirect operating costs, load factor analysis, fare simulation, operator profit analysis, and Break Even Point (BEP) analysis. The results indicate that the total Vehicle Operating Cost is Rp150,950/km or Rp90,570 per trip for a crossing distance of 0.6 km. By applying a 10% profit margin and a minimum load factor of 50%, the calculated fare is Rp99,627 per truck per trip, whereas the existing fare is Rp160,000 per truck per trip. The BEP analysis shows that the operator reaches the break-even point at a 45.5% load factor under the VOC-based fare and at 28.3% under the existing fare. Based on the operating cost components analyzed, the findings indicate that the current fare exceeds the VOC-based fare. These results provide a reference for establishing a more transparent, rational, and sustainable ferry fare policy for both operators and service users.
Efisiensi Pemasaran Semangka di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa Fibriyani, Eka; Sjah, Taslim; Hayati, Hayati
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi saluran pemasaran, menganalisis margin pemasaran, farmer’s share, distribusi keuntungan, dan efisiensi pemasaran semangka di Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2026 dengan menggunakan metode kuantitatif. Responden terdiri atas 34 petani yang ditentukan dengan proportional random sampling serta 13 lembaga pemasaran yang terdiri atas 5 pedagang pengepul, 3 pedagang antar pulau, dan 5 pedagang pengecer yang ditentukan dengan metode snowball sampling. Data yang digunakan terdiri atas data primer dan data sekunder, dengan data primer diperoleh melalui wawancara langsung menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua saluran pemasaran, yaitu saluran I yang berorientasi pada pasar lokal dan saluran II yang berorientasi pada pasar luar daerah. Saluran I memiliki margin pemasaran sebesar Rp2.140 dan farmer’s share sebesar 60,40%, sedangkan saluran II memiliki margin sebesar Rp6.740 dan farmer’s share sebesar 32,60%. Rasio distribusi keuntungan pada saluran I sebesar 0,90, sedangkan saluran II sebesar 0,38, yang menunjukkan bahwa distribusi keuntungan pada saluran I lebih proporsional. Berdasarkan indikator margin pemasaran, farmer’s share, dan rasio distribusi keuntungan, saluran I relatif lebih efisien dalam memberikan manfaat ekonomi langsung kepada petani. Namun, saluran II tetap memiliki peran penting secara operasional karena mampu menyerap hasil panen dalam volume lebih besar, memberikan kepastian pembelian, dan memperluas akses pemasaran semangka Kecamatan Lape ke luar daerah. Dengan demikian, penilaian efisiensi pemasaran perlu mempertimbangkan tidak hanya bagian harga yang diterima. Efficiency of Watermelon Marketing in Lape District Sumbawa Regency Abstract This study aims to identify marketing channels and analyze marketing margins, the farmer’s share, profit distribution, and marketing efficiency for watermelons in Lape District, Sumbawa Regency. Conducted in 2026 using a quantitative approach, the study involved 34 farmers selected via proportional random sampling and 13 marketing agents comprising 5 collectors, 3 inter-island traders, and 5 retailers selected using snowball sampling. Data consisted of both primary and secondary sources, with primary data gathered through direct interviews using questionnaires. The results reveal two marketing channels: Channel I, oriented toward the local market, and Channel II, oriented toward markets outside the region. Channel I exhibited a marketing margin of Rp2,140 and a farmer’s share of 60.40%, whereas Channel II showed a margin of Rp6,740 and a farmer’s share of 32.60%. The profit distribution ratio was 0.90 for Channel I and 0.38 for Channel II, indicating a more proportional profit distribution in Channel I. Based on indicators such as marketing margin, farmer’s share, and profit distribution ratio, Channel I is relatively more efficient in delivering direct economic benefits to farmers. However, Channel II remains operationally significant, as it absorbs larger harvest volumes, ensures purchase certainty, and expands market access for watermelons from Lape District to regions beyond the local area. Consequently, assessments of marketing efficiency must consider factors beyond just the share of the price received
Efektivitas Bimbingan Kelompok Berbasis Cinema Therapy dalam Meningkatkan Kepercayaan Diri Peserta Didik di SMA Negeri 1 Palopo Ilyas, Abd. Musawwir; Galugu, Nur Saqinah; Pribadi, Imam
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5621

Abstract

Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting dalam perkembangan remaja, namun fenomena ketidakpercayaan diri (insecurity) akibat berbagai faktor, seperti kesenjangan sosial ekonomi dan tekanan akademik, masih sering ditemukan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kepercayaan diri peserta didik sebelum dan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok berbasis Cinema Therapy, serta menganalisis perubahan kepercayaan diri setelah intervensi pada peserta didik di SMA Negeri 1 Palopo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-experiment tipe One Group Pre-test-Post-test. Sampel penelitian terdiri atas sembilan peserta didik kelas X MIPA 1 yang teridentifikasi memiliki tingkat kepercayaan diri rendah berdasarkan hasil pre-test, dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket skala kepercayaan diri model Likert dan dianalisis menggunakan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kepercayaan diri meningkat dari 58,33 pada pre-test menjadi 65,44 pada post-test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,004 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya perbedaan skor kepercayaan diri sebelum dan sesudah intervensi. Meskipun demikian, mengingat penelitian menggunakan desain tanpa kelompok kontrol dan melibatkan jumlah sampel yang relatif kecil, hasil penelitian perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Temuan ini menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok berbasis Cinema Therapy berpotensi meningkatkan kepercayaan diri peserta didik dalam konteks kelompok kecil yang diteliti, melalui proses refleksi diri, pengalaman vikarius dari media film, dan diskusi kelompok yang mendukung pengembangan keyakinan diri. The Effectiveness of Cinema Therapy-Based Group Guidance in Increasing Students' Self-Confidence at SMA Negeri 1 Palopo Abstract Self-confidence is an important aspect of adolescent development; however, low self-confidence (insecurity) resulting from various factors, such as socioeconomic disparities and academic pressure, remains a common issue in school settings. This study aimed to describe students' levels of self-confidence before and after participating in group guidance based on Cinema Therapy, as well as to analyze changes in self-confidence following the intervention among students at SMA Negeri 1 Palopo. This study employed a quantitative approach using a quasi-experimental design with a One-Group Pre-test–Post-test Design. The sample consisted of nine Grade X MIPA 1 students who were identified as having low self-confidence based on the pre-test results and were selected using purposive sampling. Data were collected using a four-point Likert self-confidence scale and analyzed with a paired-samples t-test. The results indicated that the mean self-confidence score increased from 58.33 on the pre-test to 65.44 on the post-test. The hypothesis test yielded a significance value of 0.004 (p < 0.05), indicating a statistically significant difference in self-confidence scores before and after the intervention. Nevertheless, given the absence of a control group and the relatively small sample size, the findings should be interpreted with caution. The results suggest that Cinema Therapy-based group guidance has the potential to enhance students' self-confidence within the context of the small group investigated, through self-reflection, vicarious experiences gained from films, and group discussions that support the development of positive self-beliefs.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas X pada Mata Pelajaran Dasar Listrik Elektronika di SMK Negeri 2 Kupang Minata, Ewaldus Putra; Manafe, Yatursance Y.; Ray, Fransiskus F. Goe; Narang, Nur Hijriah Zubaedah; Saruan, Tirsa Julianti
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5638

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X pada mata pelajaran Dasar Listrik Elektronika di SMK Negeri 2 Kupang. Penelitian dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa akibat pembelajaran yang masih berpusat pada guru dan kurangnya keterlibatan aktif siswa. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 36 siswa kelas X TITL II SMK Negeri 2 Kupang. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai siswa meningkat dari 70,14 pada pra-tindakan menjadi 79,58 pada siklus I dan 90,42 pada siklus II, sedangkan persentase ketuntasan belajar meningkat dari 33% menjadi 84% dan akhirnya mencapai 100%. Aktivitas dan partisipasi siswa selama proses pembelajaran juga mengalami peningkatan pada setiap siklus. Dengan demikian, penerapan model pembelajaran kooperatif tutor sebaya dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas belajar siswa pada mata pelajaran Dasar Listrik Elektronika dalam konteks kelas yang diteliti. Implementation of the Peer-Tutor Cooperative Learning Model to Improve Learning Outcomes for Grade X Students in the Basic Electricity and Electronics Subject at SMK Negeri 2 Kupang Abstract This study aimed to investigate the implementation of the peer tutoring cooperative learning model in improving the learning outcomes of tenth-grade students in the Basic Electrical and Electronics course at SMK Negeri 2 Kupang. The study was motivated by students' low learning outcomes, which were attributed to teacher-centered instruction and the limited active participation of students in the learning process. This research employed a Classroom Action Research (CAR) design conducted in two cycles, each consisting of the stages of planning, action, observation, and reflection. The research subjects were 36 students of Class X TITL II at SMK Negeri 2 Kupang. Data were collected through learning achievement tests and classroom observations and were analyzed using descriptive quantitative and qualitative methods. The results showed that the students' mean score increased from 70.14 in the pre-action stage to 79.58 in Cycle I and 90.42 in Cycle II, while the percentage of students achieving learning mastery increased from 33% to 84%, and finally reached 100%. Students' learning activities and participation also improved in each cycle. Therefore, the implementation of the peer tutoring cooperative learning model was found to improve students' learning outcomes and learning activities in the Basic Electrical and Electronics course within the context of the classroom studied.
Pengaruh Model Problem Based Learning Berbantuan Media Pop-Up Book terhadap Hasil Belajar Siswa pada Level Kognitif C4 dalam Pembelajaran IPAS Kelas V di SD Negeri 3 Padang Sambian Denpasar Agung, Anak Agung Putri; Yasa, I Made Wiguna; Wijaya, I Komang Wisnu Budi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5657

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada kemampuan menganalisis (C4) dalam pembelajaran IPAS menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan di kelas V SD Negeri 3 Padang Sambian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pop-Up Book terhadap hasil belajar siswa pada level kognitif C4 dalam pembelajaran IPAS. Penelitian ini merupakan penelitian quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa yang terdiri atas 23 siswa kelas VA sebagai kelompok eksperimen dan 23 siswa kelas VB sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan teknik sampling jenuh. Instrumen penelitian berupa tes objektif pilihan ganda yang disusun sebanyak 40 butir soal, kemudian melalui uji validitas butir diperoleh 20 butir soal yang dinyatakan valid dan digunakan sebagai instrumen penelitian, dengan koefisien reliabilitas KR-20 sebesar 0,728 yang berkategori tinggi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan Independent Sample t-test terhadap skor posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kelas kontrol meningkat dari 57,83 pada pretest menjadi 62,39 pada posttest, sedangkan rata-rata skor kelas eksperimen meningkat dari 60,22 menjadi 79,78. Hasil uji Independent Sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 sehingga H₀ ditolak dan H₁ diterima. Simpulan penelitian ini adalah model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan media Pop-Up Book memberikan perbedaan hasil belajar C4 yang signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pada pembelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 3 Padang Sambian. The Effect of a Problem-Based Learning Model Assisted by Pop-Up Book Media on Students’ Learning Outcomes at the C4 Cognitive Level in IPAS Learning Among Grade V Students at SD Negeri 3 Padang Sambian, Denpasar Abstract The low learning outcomes of students in analytical skills (C4) in IPAS learning are one of the problems identified among fifth-grade students at SD Negeri 3 Padang Sambian. This study aimed to determine the effect of the Problem Based Learning model assisted by Pop-Up Book media on students’ learning outcomes at the C4 cognitive level in IPAS learning. This study employed a quasi-experimental method with a non-equivalent control group design. The sample consisted of 46 students, comprising 23 students from class VA as the experimental group and 23 students from class VB as the control group. The sampling technique used was non-probability sampling with a saturated sampling technique. The research instrument was an objective multiple-choice test consisting of 40 items, from which 20 items were found to be valid through item validity testing and subsequently used as the research instrument, with a KR-20 reliability coefficient of 0.728, categorized as high reliability. The data were analyzed using normality testing, homogeneity testing, and an Independent Samples t-test on the posttest scores of the experimental and control groups. The results showed that the mean score of the control group increased from 57.83 on the pretest to 62.39 on the posttest, while the mean score of the experimental group increased from 60.22 to 79.78. The results of the Independent Samples t-test showed a significance value of 0.000 < 0.05, indicating that H₀ was rejected and H₁ was accepted. The conclusion of this study is that the Problem Based Learning model assisted by Pop-Up Book media produced a significant difference in C4 learning outcomes between the experimental and control groups in IPAS learning among fifth-grade students at SD Negeri 3 Padang Sambian.
Strategi Guru dalam Penguatan Karakter Religius Peserta Didik di SMPN 3 Pulau Petak Anzhari, Dicky Rahmadian; Elmy, Muhammad
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5712

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam penguatan karakter religius peserta didik di SMP Negeri 3 Pulau Petak, pelaksanaannya dalam pembelajaran dan pembiasaan, serta faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan meliputi kepala sekolah, guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, guru Pendidikan Agama Islam, wali kelas, dan peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter religius dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, integrasi nilai religius dalam pembelajaran, motivasi dan nasihat, serta pembinaan dan pengawasan. Keteladanan dan pembiasaan menjadi strategi dominan melalui doa, budaya salam, tadarus Al-Qur’an, salat berjamaah, pembacaan Surah Yasin, serta contoh perilaku religius dari guru. Strategi tersebut berkontribusi terhadap kedisiplinan, sopan santun, tanggung jawab, keterlibatan dalam kegiatan keagamaan, dan kepatuhan terhadap aturan sekolah. Namun, sebagian peserta didik masih bergantung pada arahan dan pengawasan guru sehingga internalisasi nilai religius belum sepenuhnya berkembang menjadi kesadaran intrinsik. Keberhasilan strategi didukung oleh komitmen kepala sekolah, kerja sama guru, budaya sekolah religius, dan dukungan orang tua, sedangkan hambatannya meliputi keterbatasan fasilitas, pengaruh media sosial, lingkungan pergaulan, serta keterlibatan orang tua yang belum optimal. Penguatan karakter religius memerlukan pelaksanaan yang konsisten, terpadu, dan kolaboratif antara sekolah dan keluarga untuk mendorong internalisasi nilai secara lebih berkelanjutan. Teacher Strategies in Strengthening Students' Religious Character at SMPN 3 Pulau Petak Abstract This study aims to describe teachers’ strategies for strengthening students’ religious character at SMP Negeri 3 Pulau Petak, their implementation in learning and habituation activities, and supporting and inhibiting factors. The study employed a qualitative case study. Informants included the principal, Pancasila and Civic Education teachers, Islamic Religious Education teachers, homeroom teachers, and students selected purposively. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation, then analyzed through data condensation, data presentation, and conclusion drawing or verification. Data credibility was examined through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings show that religious character strengthening was carried out through role modeling, habituation, integration of religious values into learning, motivation and advice, as well as guidance and supervision. Role modeling and habituation were the dominant strategies, implemented through prayers, greeting practices, Qur’anic recitation, congregational prayers, Surah Yasin recitation, and teachers’ religious behavior. These strategies contributed to discipline, politeness, responsibility, participation in religious activities, and compliance with school regulations. However, some students remained dependent on teachers’ guidance and supervision, indicating that religious values had not yet been fully internalized into intrinsic awareness. Supporting factors included the principal’s commitment, teacher collaboration, a religious school culture, and parental support, while inhibiting factors included limited facilities, social media influence, peer environments, and insufficient parental involvement. Strengthening religious character requires consistent, integrated, and collaborative implementation between schools and families to promote sustainable value internalization.