cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 419 Documents
Analisis Efektifitas Pengendalian Internal dalam Meningkatkan Kinerja Karyawan pada Kantor Holding PTPN III (Persero) Jakarta Manurung, Dapot Hariyudi; Sembiring, Meilita Tryana; Nazaruddin, Nazaruddin
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5718

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas sistem pengendalian internal dalam mendukung kinerja karyawan pada Kantor Holding PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Jakarta. Meskipun berbagai penelitian telah membahas pengendalian internal berbasis COSO, kajian yang secara khusus mengeksplorasi implementasinya pada organisasi holding BUMN dan keterkaitannya dengan kinerja karyawan masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 20 informan, observasi lapangan, studi dokumentasi, serta kuesioner deskriptif pendukung pada Divisi Satuan Pengawasan Intern, Manajemen Risiko, Operasional SDM, serta Keuangan Strategis dan Anggaran. Analisis data dilakukan menggunakan analisis tematik berdasarkan lima komponen COSO Framework, yaitu control environment, risk assessment, control activities, information and communication, serta monitoring activities. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pengendalian internal secara umum telah berjalan cukup baik. Komponen control activities menjadi aspek yang paling kuat karena didukung oleh penerapan SOP dan mekanisme pengawasan yang relatif konsisten. Sebaliknya, kelemahan masih ditemukan pada aspek risk awareness, integrasi sistem informasi, koordinasi antarunit, serta tindak lanjut hasil audit yang menyebabkan munculnya temuan berulang. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa efektivitas pengendalian internal berkaitan dengan kualitas kerja, kepatuhan terhadap prosedur, disiplin, produktivitas, dan efisiensi kerja karyawan. Penelitian ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian COSO dalam konteks holding BUMN serta menjadi masukan bagi perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan sistem pengendalian internal secara berkelanjutan. Analysis of the Effectiveness of Internal Control in Improving Employee Performance at the PTPN III (Persero) Holding Office, Jakarta Abstract This study aims to analyze the effectiveness of the internal control system in supporting employee performance at the Head Office of PT Perkebunan Nusantara III (Persero), Jakarta. Although numerous studies have examined COSO-based internal control systems, research specifically exploring their implementation within a state-owned holding company and their relationship with employee performance remains limited. This study employed a qualitative case study approach. Data were collected through in-depth interviews with 20 informants, field observations, document analysis, and supporting descriptive questionnaires involving personnel from the Internal Audit Unit, Risk Management Division, Human Resources Operations Division, and Strategic Finance and Budget Division. Data were analyzed using thematic analysis based on the five components of the COSO Framework: control environment, risk assessment, control activities, information and communication, and monitoring activities. The findings indicate that the implementation of internal control has generally been adequate. Among the five components, control activities emerged as the strongest aspect due to the consistent implementation of standard operating procedures (SOPs) and supervisory mechanisms. However, several weaknesses were identified, particularly in risk awareness, information system integration, inter-unit coordination, and audit follow-up processes, which contributed to recurring audit findings. The results further suggest that effective internal control is associated with improvements in work quality, procedural compliance, work discipline, productivity, and operational efficiency. This study contributes to the development of COSO-based internal control literature within the context of state-owned holding companies and provides practical insights for strengthening corporate governance and internal control systems on a sustainable basis.
Hubungan Kondisi Tempat Penampungan Air Bersih dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Wilayah Puskesmas Brang Rea Sofyandi, Arif; Murtiananingsih, Murtiananingsih; Wahyudi, Dicky; Mujiburrahman, Mujiburrahman
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5726

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk Kabupaten Sumbawa Barat. Data Dinas Kesehatan yang disitasi dari Satu Data NTB menunjukkan peningkatan kasus DBD dari 142 kasus pada 2021 menjadi 166 kasus pada 2022 dan 182 kasus pada 2023. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kondisi tempat penampungan air bersih dengan kejadian DBD di Desa Sapugara Bree, Kecamatan Brang Rea, tahun 2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei analitik case-control. Sampel berjumlah 38 responden yang terdiri atas 19 kelompok kasus dan 19 kelompok kontrol. Data dikumpulkan melalui observasi kondisi tempat penampungan air dan telaah rekam medis Puskesmas Brang Rea. Analisis dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 63,2% tempat penampungan air berada dalam kondisi terbuka. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,019, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kondisi tempat penampungan air bersih dan kejadian DBD. Tempat penampungan air terbuka berpotensi menjadi lokasi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti sehingga meningkatkan risiko penularan DBD. Penelitian menyimpulkan bahwa kondisi tempat penampungan air merupakan faktor lingkungan penting dalam pencegahan DBD. Masyarakat perlu menutup, membersihkan, dan memantau tempat penampungan air secara rutin. Pemerintah daerah dan dinas kesehatan juga perlu memperkuat edukasi, surveilans jentik, promosi kesehatan, dan kebijakan pengendalian DBD berbasis risiko lingkungan. Upaya tersebut diharapkan menekan kepadatan vektor dan penularan secara berkelanjutan. The Relationship Between Clean Water Storage Conditions and Dengue Fever Incidence in the Brang Rea Community Health Center Area Abstract Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major public health concern in Indonesia, including West Sumbawa Regency. Data from the Health Office, as cited by Satu Data NTB, showed an increase in DHF cases from 142 cases in 2021 to 166 cases in 2022 and 182 cases in 2023. This study aimed to analyze the association between the condition of clean water storage containers and the incidence of DHF in Sapugara Bree Village, Brang Rea District, in 2025. This study employed a quantitative approach using an analytical survey with a case-control design. The sample consisted of 38 respondents, comprising 19 individuals in the case group and 19 individuals in the control group. Data were collected through direct observation of water storage container conditions and a review of medical records from the Brang Rea Community Health Center. Univariate and bivariate analyses were performed using the Chi-square test at a 5% significance level. The results showed that 63.2% of water storage containers were left uncovered. The Chi-square test yielded a p-value of 0.019, indicating a significant association between the condition of clean water storage containers and the incidence of DHF. Uncovered water storage containers may serve as breeding sites for Aedes aegypti mosquitoes, thereby increasing the risk of DHF transmission. The study concludes that the condition of water storage containers is an important environmental factor in DHF prevention. Communities should routinely cover, clean, and monitor water storage containers. Local governments and health authorities should also strengthen public education, larval surveillance, health promotion, and environmental risk-based DHF control policies. These measures are expected to reduce vector density and sustainably prevent disease transmission.
Faktor Risiko Kematian Difteri Berdasarkan Penyelidikan Epidemiologi di Provinsi Jawa Timur Tahun 2023-2025 Salsabila, Kelly Amanda; Isfandiari, Muhammad Atoillah
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5778

Abstract

Difteri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena kasus dan kematian akibat penyakit ini masih ditemukan setiap tahun, termasuk di Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kematian difteri berdasarkan data penyelidikan epidemiologi di Provinsi Jawa Timur tahun 2023–2025. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan kasus kontrol menggunakan data sekunder dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Sampel penelitian terdiri atas 19 kasus kematian dan 76 kontrol yang dipilih. Variabel yang diteliti meliputi usia, status imunisasi, status gizi, gejala klinis, pemberian Anti Difteri Serum (ADS), dan pemberian antibiotik. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik sederhana untuk seleksi kandidat variabel dan regresi logistik berganda untuk mengidentifikasi faktor risiko kematian difteri. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa usia (p=0,072), status imunisasi (p=0,120), dan pemberian ADS (p=0,142) memenuhi kriteria kandidat analisis multivariat. Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa tidak terdapat variabel yang berpengaruh secara signifikan terhadap kematian difteri. Meskipun demikian, usia ≤5 tahun menunjukkan kecenderungan meningkatkan peluang kematian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor risiko kematian difteri di Provinsi Jawa Timur tahun 2023–2025 belum dapat dijelaskan secara signifikan oleh variabel yang dianalisis sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan variabel yang lebih komprehensif.   Risk Factors for Diptheria Mortality Based on Epidemiological Investigastions in East Java Province 2023-2025 Abstract Diphtheria remains a public health problem in Indonesia, as cases and deaths due to this disease are still reported annually, including in East Java Province. This study aimed to analyze the risk factors for diphtheria mortality based on epidemiological investigation data in East Java Province from 2023 to 2025. This was an analytical observational study using a case-control design with secondary data obtained from the East Java Provincial Health Office. The study sample consisted of 19 death cases and 76 selected controls. The variables examined included age, immunization status, nutritional status, clinical symptoms, administration of Anti-Diphtheria Serum (ADS), and antibiotic treatment. Data analysis was performed using simple logistic regression for candidate variable selection and multiple logistic regression to identify risk factors for diphtheria mortality. Bivariate analysis showed that age (p=0.072), immunization status (p=0.120), and ADS administration (p=0.142) met the criteria as candidates for multivariate analysis. However, the multivariate analysis indicated that no variables were significantly associated with diphtheria mortality. Nevertheless, age ≤5 years showed a tendency to increase the risk of death. This study concludes that the risk factors for diphtheria mortality in East Java Province from 2023 to 2025 could not be significantly explained by the variables analyzed; therefore, further research with a larger sample size and more comprehensive variables is needed.
Dampak Media Sosial Telegram Terhadap Terjadinya Friend With Benefit (FWB) Pada Mahasiswa FKIP Universitas Mataram Aulia, Dwi Yuliatul; Syafruddin , Syafruddin; Firmansyah, Agung
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.5798

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak penggunaan media sosial Telegram terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB) pada mahasiswa FKIP Universitas Mataram. Fenomena ini penting dikaji karena perkembangan media sosial telah mengubah pola interaksi interpersonal mahasiswa melalui ruang komunikasi digital yang memungkinkan anonimitas, privasi, dan minimnya kontrol sosial, sehingga membuka peluang terbentuknya relasi intim tanpa komitmen. Meskipun penelitian terdahulu telah membahas FWB dari perspektif komunikasi interpersonal, makna relasi, dan Teori Pertukaran Sosial, kajian yang secara khusus mengulas peran fitur-fitur Telegram, seperti anonimitas akun, Secret Chat, grup privat, Bot Leomatch, dan kemudahan berbagi media terhadap terjadinya relasi FWB masih terbatas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi terhadap enam mahasiswa FKIP Universitas Mataram yang pernah atau sedang menjalani relasi FWB melalui Telegram, serta enam informan pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur anonimitas, Secret Chat, komunitas privat, Bot Leomatch, serta kemudahan berbagi media memberikan dampak terhadap terjadinya relasi Friend with Benefit (FWB). Fitur-fitur tersebut mempermudah keterbukaan diri, meningkatkan rasa aman dalam berkomunikasi, mempercepat kedekatan emosional secara digital, serta memfasilitasi negosiasi relasi tanpa komitmen. Ditinjau melalui Teori Pertukaran Sosial George C. Homans, fitur-fitur tersebut menurunkan persepsi risiko sosial sekaligus meningkatkan reward berupa privasi, kenyamanan, dan kemudahan membangun relasi. Temuan ini memberikan kontribusi pada pengembangan kajian komunikasi digital dengan menjelaskan bagaimana karakteristik platform Telegram memengaruhi dinamika relasi interpersonal di kalangan mahasiswa. Penelitian ini juga mengimplikasikan pentingnya penguatan literasi digital, edukasi mengenai relasi yang sehat, serta perhatian institusi pendidikan terhadap risiko interaksi anonim di media sosial. The Impact of the Telegram Social Media Platform on the Occurrence of Friends with Benefits (FWB) Relationships Among FKIP Students at the University of Mataram Abstract This study aims to analyze the impact of Telegram social media use on the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships among students of the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. This phenomenon is important to examine because the rapid development of social media has transformed students' interpersonal communication patterns through digital communication spaces that provide anonymity, privacy, and minimal social control, thereby creating opportunities for the formation of intimate relationships without commitment. Although previous studies have examined FWB from the perspectives of interpersonal communication, relationship dynamics, and Social Exchange Theory, research specifically discussing the role of Telegram features, such as account anonymity, Secret Chat, private groups, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities in facilitating the occurrence of FWB relationships remains limited. This study employed a qualitative approach using a case study method. Data were collected through participant observation, semi-structured interviews, and documentation involving six students from the Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, who had experienced or were currently involved in FWB relationships through Telegram, as well as six supporting informants. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which consisted of data reduction, data display, and conclusion drawing. The trustworthiness of the data was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings indicate that Telegram features, including account anonymity, Secret Chat, private communities, the Leomatch Bot, and media-sharing facilities, contribute to the occurrence of Friends with Benefits (FWB) relationships. These features facilitate self-disclosure, enhance users' sense of security in communication, accelerate the development of emotional intimacy in digital interactions, and support the negotiation of non-committed relationships. From the perspective of George C. Homans' Social Exchange Theory, these features reduce users' perceptions of social risks while increasing the perceived rewards in the form of privacy, comfort, and ease of establishing interpersonal relationships. These findings contribute to the development of digital communication studies by explaining how the characteristics of the Telegram platform influence the dynamics of interpersonal relationships among university students. The study also highlights the importance of strengthening digital literacy, promoting education on healthy relationships, and increasing educational institutions' awareness of the risks associated with anonymous interactions on social media.
Pengaruh Latihan Target Gawang terhadap Akurasi Shooting pada Permianan Futsal pada Siswa SMK Darul Qur'an Bengkel Kesumah, Dadang Warta Chanra Wira; Jamaludin, Jamaludin; Akbar, Faozi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan target gawang terhadap akurasi shooting dalam permainan futsal pada siswa SMK Darul Qur’an Bengkel. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest untuk mengukur peningkatan kemampuan shooting siswa. Sampel penelitian berjumlah 15 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keaktifan dalam kegiatan ekstrakurikuler futsal. Pengumpulan data dilakukan melalui tes akurasi shooting sebelum dan sesudah perlakuan latihan. Program latihan dilaksanakan selama empat minggu dengan frekuensi tiga kali per minggu. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai dari 54,6 pada pretest menjadi 77,8 pada posttest. Analisis statistik menggunakan uji t berpasangan menunjukkan nilai signifikansi kurang dari 0,05. Peningkatan ini terjadi karena adanya perbaikan koordinasi, konsentrasi, dan konsistensi dalam melakukan teknik shooting. Dengan demikian, latihan target gawang efektif dalam meningkatkan akurasi shooting dalam permainan futsal.   The Effect of Goal Target Training on Shooting Accuracy in Futsal Games among Students of SMK Darul Qur'an Bengkel Abstract This study aims to determine the effect of goal target training on shooting accuracy in futsal games among students of SMK Darul Qur’an Bengkel. This research used a quantitative experimental method with a one-group pretest-posttest design to measure the improvement in shooting accuracy. The sample consisted of 15 students selected using purposive sampling based on their active participation in futsal extracurricular activities. Data collection was carried out using a shooting accuracy test conducted before and after the training intervention. The training program was implemented for four weeks with a frequency of three sessions per week. The results showed a significant increase in shooting accuracy, with the average score rising from 54.6 in the pretest to 77.8 in the posttest. Statistical analysis using a paired sample t-test indicated a significance value below 0.05, confirming a significant difference. This improvement occurred due to better coordination, concentration, and consistency in performing shooting techniques. Therefore, goal target training is effective in improving shooting accuracy in futsal games.
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sumber Informasi dengan Perilaku Personal Hygine Saat Menstruasi pada Remaja Putri Usia 14-19 Tahun di Desa Kuranji Tahun 2025 Astawan, Wanda Januar; Irmayunita, Mia
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5838

Abstract

Masa remaja ditandai perubahan fisik, emosional, dan psikologis, termasuk menstruasi pada remaja putri. Personal hygiene yang baik diperlukan untuk mencegah infeksi saluran reproduksi, infeksi saluran kemih, dan gangguan kesehatan lainnya. Namun, praktiknya masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan dan akses informasi. Data Puskesmas tahun 2025 menunjukkan hanya 25% remaja putri di Desa Kuranji memahami pentingnya mengganti pembalut setiap 4–6 jam, sedangkan survei terhadap 7 remaja putri menemukan 5 orang belum menerapkannya dengan baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sumber informasi dengan perilaku personal hygiene saat menstruasi pada remaja putri di Desa Kuranji tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional ini melibatkan populasi 85 remaja putri dan sampel 46 responden yang dipilih melalui proportionate stratified random sampling. Kriteria sampel ialah telah mengalami menstruasi dan berusia 14-19 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan 23,9% responden berpengetahuan baik dan 54,3% memiliki sumber informasi baik. Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan perilaku personal hygiene dengan p-value 0,001 (p < 0,05), serta antara sumber informasi dan perilaku dengan p-value 0,013 (p < 0,05). Pemerintah Desa Kuranji dan Puskesmas Perampuan disarankan menyelenggarakan edukasi kesehatan reproduksi yang terstruktur, berkelanjutan, dan mudah diakses bagi remaja. The Relationship Between the Level of Knowledge and Information Sources with Personal Hygine Behavior During Menstruation Among Adolescent Girls Aged 14-19 Years in Kuranji Village in 2025 Abstract Adolescence is characterized by physical, emotional, and psychological changes, including the onset of menstruation among adolescent girls. Appropriate personal hygiene practices are essential to prevent reproductive tract infections, urinary tract infections, and other health problems. However, such practices remain inadequate because of limited knowledge and access to reliable information. Data from the community health center in 2025 indicated that only 25% of adolescent girls in Kuranji Village understood the importance of changing sanitary pads every 4–6 hours, while a survey of 7 adolescent girls found that 5 had not practiced proper personal hygiene. This study aimed to determine the associations between knowledge level, information sources, and personal hygiene behavior during menstruation among adolescent girls in Kuranji Village in 2025. This quantitative study employed a cross-sectional design involving a population of 85 adolescent girls and a sample of 46 respondents selected through proportionate stratified random sampling. The inclusion criteria were adolescent girls aged 14–19 years who had experienced menstruation. Data were collected using questionnaires and analyzed through univariate and bivariate analyses using the chi-square test. The results showed that 23.9% of respondents had good knowledge, while 54.3% had access to good information sources. A significant association was found between knowledge and personal hygiene behavior, with a p-value of 0.001 (p < 0.05), as well as between information sources and personal hygiene behavior, with a p-value of 0.013 (p < 0.05). The Kuranji Village Government and Perampuan Community Health Center are therefore encouraged to provide structured, sustainable, and accessible reproductive health education for adolescents.
Pengaruh Star Drill dan Z-Pattern Run terhadap Kelincahan Pemain Futsal Adin, Muhamad; Yundarwati , Susi; Akhmad, Noor
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5844

Abstract

Kelincahan merupakan komponen biomotor penting dalam futsal karena pemain harus mampu bergerak cepat, mengubah arah, melakukan akselerasi, deselerasi, dan mempertahankan kontrol tubuh dalam ruang permainan yang terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan Star Drill dan Z-Pattern Run terhadap kelincahan pemain futsal SMPN 8 Mataram serta membandingkan efektivitas kedua bentuk latihan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest pada dua kelompok perlakuan. Sampel terdiri atas 14 pemain futsal yang dibagi menjadi kelompok Star Drill dan kelompok Z-Pattern Run, masing-masing berjumlah 7 pemain. Kelincahan diukur menggunakan tes shuttle run dalam satuan detik, kemudian data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, paired sample t-test, independent sample t-test, dan effect size. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan Star Drill menurunkan rata-rata waktu dari 14,8386 menjadi 14,0757 detik, sedangkan latihan Z-Pattern Run menurunkan rata-rata waktu dari 14,4171 menjadi 13,5843 detik. Kedua latihan memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan kelincahan dengan nilai signifikansi 0,000. Namun, perbandingan nilai gain menunjukkan tidak terdapat perbesdaan efektivitas yang signifikan antara Star Drill dan Z-Pattern Run dengan nilai signifikansi 0,442. Temuan ini menunjukkan bahwa kedua latihan dapat digunakan sebagai alternatif latihan kelincahan yang efektif, praktis, dan aplikatif bagi pemain futsal tingkat sekolah.   Effects of Star Drill and Z-Pattern Run on Futsal Players’ Agility Abstract Agility is an essential biomotor component in futsal because players are required to move rapidly, change direction, accelerate, decelerate, and maintain body control within a limited playing area. This study aimed to examine the effects of Star Drill and Z-Pattern Run training on the agility of futsal players at SMPN 8 Mataram and to compare the effectiveness of the two training methods. A quantitative approach with a two-group pretest-posttest design was employed. The sample consisted of 14 futsal players who were divided into a Star Drill group and a Z-Pattern Run group, with 7 players in each group. Agility was measured using the shuttle run test in seconds, and the data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test, paired sample t-test, independent sample t-test, and effect size analysis. The findings showed that Star Drill training reduced the mean time from 14.8386 to 14.0757 seconds, while Z-Pattern Run training reduced the mean time from 14.4171 to 13.5843 seconds. Both training methods significantly improved agility, with a significance value of 0.000. However, the comparison of gain scores indicated no significant difference in effectiveness between Star Drill and Z-Pattern Run, with a significance value of 0.442. These findings indicate that both training models can be used as effective, practical, and field-applicable alternatives for improving agility among school-level futsal players.
Implementasi Kebijakan Dinas Sosial dalam Penyaluran Bantuan Sosial bagi Masyarakat Miskin di Kabupaten Aceh Singkil Syukri, Syukri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5863

Abstract

Implementasi kebijakan bantuan sosial merupakan salah satu instrumen penting dalam penanggulangan kemiskinan, namun efektivitasnya masih menghadapi berbagai tantangan terutama pada wilayah dengan karakter geografis kompleks. Studi sebelumnya lebih banyak membahas efektivitas program bantuan sosial dan ketepatan sasaran penerima manfaat, sementara kajian mengenai bagaimana faktor implementasi kebijakan, pengelolaan DTKS-SIKS-NG, kapasitas birokrasi lokal, dan hambatan geografis berinteraksi dalam pelaksanaan bantuan sosial pada wilayah daratan, pesisir, dan kepulauan masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan bantuan sosial oleh Dinas Sosial Kabupaten Aceh Singkil berdasarkan perspektif komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi dalam model implementasi Edwards III. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan 18 informan yang terdiri atas pegawai Dinas Sosial, operator DTKS/SIKS-NG, pendamping sosial, aparatur gampong, dan penerima bantuan sosial. Data dianalisis menggunakan model Miles et al. melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bantuan sosial di Kabupaten Aceh Singkil telah berjalan melalui mekanisme pendataan, verifikasi, validasi, koordinasi, dan penyaluran bantuan. Namun, efektivitas implementasi masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu keterlambatan pemutakhiran DTKS, keterbatasan kapasitas pelaksana, belum optimalnya komunikasi kebijakan kepada masyarakat, serta hambatan akses layanan pada wilayah pesisir dan kepulauan. Penelitian ini menunjukkan bahwa karakter geografis dan kapasitas administrasi lokal menjadi faktor kontekstual yang memperkuat atau membatasi keberhasilan implementasi kebijakan bantuan sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis integratif antara model implementasi kebijakan Edwards III dengan dinamika pengelolaan DTKS-SIKS-NG pada wilayah dengan karakter geografis kompleks. Penelitian merekomendasikan penguatan pemutakhiran data secara berkala, peningkatan kapasitas aparatur, optimalisasi koordinasi lintas sektor, serta pengembangan mekanisme pelayanan sosial yang adaptif terhadap kondisi geografis daerah. Implementation of Social Service Policy in Distributing Social Assistance to Poor Communities in Aceh Singkil Regency Abstract Social assistance policy implementation represents an important instrument for poverty alleviation; however, its effectiveness remains challenging, particularly in regions with complex geographical characteristics. Previous studies have mainly focused on social assistance effectiveness and beneficiary targeting accuracy, while limited attention has been given to how policy implementation factors, DTKS-SIKS-NG data management, local bureaucratic capacity, and geographical barriers interact in implementing social assistance policies across mainland, coastal, and island areas. This study aims to analyze the implementation of social assistance policies by the Social Affairs Office of Aceh Singkil Regency based on Edwards III’s implementation framework, which includes communication, resources, disposition, and bureaucratic structure. This study employed a descriptive qualitative approach. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving 18 informants consisting of Social Affairs Office staff, DTKS/SIKS-NG operators, social assistance facilitators, village officials, and beneficiaries. Data were analyzed using Miles et al.’s interactive model through data condensation, data display, and conclusion drawing. The findings reveal that social assistance implementation in Aceh Singkil has been carried out through beneficiary data collection, verification, validation, coordination, and distribution mechanisms. However, implementation effectiveness remains constrained by delayed DTKS updating, limited implementation capacity, insufficient policy communication, and accessibility challenges in coastal and island areas. This study highlights that geographical characteristics and local administrative capacity serve as contextual factors influencing the success of social assistance implementation. The novelty of this research lies in integrating Edwards III’s policy implementation framework with DTKS-SIKS-NG management dynamics in a geographically complex region. The study recommends strengthening periodic data updating, improving the capacity of policy implementers, enhancing interinstitutional coordination, and developing adaptive social service mechanisms responsive to local geographical conditions.
Kontribusi Kekuatan Genggaman dan Panjang Lengan terhadap Hasil Lempar Turbo pada Siswa SD 3 Mamban Lauk Said, Sopan Sopian; Kusuma, Dadang Warta Chanra Wira; Edi
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5903

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi kekuatan genggaman tangan dan panjang lengan terhadap hasil lempar turbo pada siswa SD 3 Mamban Lauk. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dan sampel penelitian berjumlah 50 siswa yang dipilih menggunakan teknik random sampling. Instrumen penelitian meliputi tes kekuatan genggaman tangan menggunakan hand grip dynamometer, pengukuran panjang lengan menggunakan meteran pita, dan tes hasil lempar turbo. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, regresi linier sederhana, dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan genggaman tangan memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lempar turbo dengan nilai t hitung 2,706 > t tabel 2,011 dan signifikansi 0,009 < 0,05. Panjang lengan juga memiliki kontribusi yang signifikan terhadap hasil lempar turbo dengan nilai t hitung 16,809 > t tabel 2,011 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Selain itu, kekuatan genggaman tangan dan panjang lengan secara bersama-sama berkontribusi signifikan terhadap hasil lempar turbo dengan nilai F hitung 138,906 > F tabel 3,20 dan signifikansi 0,000 < 0,05. Disimpulkan bahwa kekuatan genggaman tangan dan panjang lengan merupakan faktor penting yang memengaruhi hasil lempar turbo siswa. Kata Kunci: kekuatan genggaman tangan, panjang lengan, lempar turbo, siswa sekolah dasar. The Contribution of Hand Grip Strength and Arm Length to Turbo Javelin Throwing Performance among Elementary School Students at SD 3 Mamban Lauk Abstract This study aimed to determine the contribution of hand grip strength and arm length to turbo javelin throwing performance among students of SD 3 Mamban Lauk. The study employed a quantitative approach with a correlational research design. The population and sample consisted of 50 students selected using a random sampling technique. The research instruments included a hand grip dynamometer test to measure hand grip strength, a tape measure to assess arm length, and a turbo javelin throwing test to measure throwing performance. Data were analyzed using descriptive statistics, simple linear regression, and multiple linear regression. The results showed that hand grip strength had a significant contribution to turbo javelin throwing performance, with a t-value of 2.706 greater than the t-table value of 2.011 and a significance level of 0.009 < 0.05. Arm length also had a significant contribution to turbo javelin throwing performance, with a t-value of 16.809 greater than the t-table value of 2.011 and a significance level of 0.000 < 0.05. Furthermore, hand grip strength and arm length simultaneously contributed significantly to turbo javelin throwing performance, as indicated by an F-value of 138.906 greater than the F-table value of 3.20 and a significance level of 0.000 < 0.05. It can be concluded that hand grip strength and arm length are important factors influencing students’ turbo javelin throwing performance  
Pengaruh Latihan Wall Passing terhadap Kemampuan Passing Atas dan Bawah Siswa Ekstrakurikuler Bola Voli SMKN 5 Mataram Bai, Farhan Mahmud; Irmansyah, Johan; Rindawan, Rindawan
Empiricism Journal Vol. 7 No. 2: June 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i2.5928

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan teknik passing atas dan passing bawah siswa ekstrakurikuler bola voli, sehingga diperlukan metode latihan yang efektif untuk meningkatkan keterampilan dasar tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan wall passing terhadap peningkatan kemampuan passing atas dan passing bawah siswa ekstrakurikuler bola voli di SMK Negeri 5 Mataram. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan desain One-Group Pretest–Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 30 siswa yang seluruhnya dijadikan sampel menggunakan teknik total sampling. Perlakuan berupa program latihan wall passing diberikan selama enam minggu (18 pertemuan). Instrumen penelitian menggunakan Brady Volleyball Test yang telah memenuhi validitas isi melalui penilaian ahli dan memiliki reliabilitas yang baik (Cronbach's Alpha > 0,70). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene's Test, paired sample t-test, gain score, dan effect size (Cohen's d) dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26 pada taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latihan wall passing memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan passing atas dan passing bawah (p < 0,001). Rata-rata kemampuan passing atas meningkat sebesar 38,08%, sedangkan passing bawah meningkat sebesar 39,73%, dengan nilai effect size masing-masing 2,46 dan 2,70 yang termasuk kategori efek sangat besar. Dengan demikian, latihan wall passing terbukti efektif sebagai metode latihan untuk meningkatkan keterampilan teknik dasar bola voli pada siswa ekstrakurikuler.   The Effect of Wall Passing Training on the Overhand and Underhand Passing Skills of Volleyball Extracurricular Students at SMKN 5 Mataram Abstract This study was motivated by the low proficiency in overhead and underhand passing techniques among students in the volleyball extracurricular program; consequently, an effective training method was required to enhance these fundamental skills. The study aimed to analyze the impact of wall-passing training on improving the overhead and underhand passing abilities of volleyball extracurricular students at SMK Negeri 5 Mataram. A quantitative approach was employed using an experimental method and a one-group pretest-posttest design. The study population consisted of 30 students, all of whom were included in the sample via total sampling. The intervention involved a six-week (18-session) wall-passing training program. The research instrument used was the Brady Volleyball Test, which met content validity requirements through expert assessment and demonstrated good reliability (Cronbach's Alpha > 0.70). Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, Levene's test for homogeneity, paired sample t-tests, gain scores, and effect size (Cohen's d) with the aid of IBM SPSS Statistics 26 at a significance level of 0.05. The results indicated that wall-passing training had a significant effect on improving overhead and underhand passing abilities (p < 0.001). Mean overhead passing ability increased by 38.08%, while underhand passing ability increased by 39.73%; the effect sizes were 2.46 and 2.70, respectively, falling into the "very large effect" category. Thus, wall-passing training proved to be an effective method for enhancing fundamental volleyball technical skills among extracurricular students.