cover
Contact Name
Taufik Samsuri
Contact Email
empiric.journal@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
empiric.journal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Empiricism Journal
ISSN : -     EISSN : 27457613     DOI : https://doi.org/10.36312/ej
Empiricism Journal was published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes empirical original research papers in the field of education and natural science.
Articles 443 Documents
Pengembangan Model Pentahelix untuk Penguatan Resiliensi Desa Wisata Bonjeruk Lestari, Erin Yudia; Supryadi, Didy Ika; Anwar, Hairil
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6325

Abstract

Pengembangan desa wisata di kawasan rawan guncangan menuntut resiliensi, yaitu kemampuan bertahan, beradaptasi, dan bertransformasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi eksisting kolaborasi antaraktor pentahelix, mengidentifikasi faktor penguat dan penghambat resiliensi, merumuskan model pengembangan pentahelix untuk penguatan resiliensi, serta menguji kelayakan dan efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Design Based Research yang disederhanakan, diawali studi pendahuluan fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap sebelas informan dari lima unsur pentahelix, observasi, dan dokumentasi, yang dianalisis secara tematik mengikuti tahapan Colaizzi dan diperkuat analisis faktor strategis internal dan eksternal. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik serta member checking. Hasil penelitian menunjukkan kolaborasi eksisting di Bonjeruk berpola linier-episodik dan belum terlembaga, dengan dimensi sosial sebagai kekuatan utama dan dimensi institusional sebagai kerentanan. Analisis faktor strategis menempatkan Bonjeruk pada posisi pertumbuhan yang perlu dikonsolidasikan dan menghasilkan empat strategi kebijakan resiliensi. Dari temuan tersebut dirumuskan Model Pentahelix Resilien Bonjeruk (MPRB), yaitu model kolaborasi jaring laba-laba yang menempatkan Forum Koordinasi Desa Wisata sebagai pusat operasional, didukung sistem informasi desa wisata sebagai peringatan dini, koperasi desa wisata, dan media center desa, serta berlandaskan awig-awig. Validasi ahli menghasilkan rerata skor 3,50 berkategori sangat layak, dan implementasi terbatas menunjukkan peningkatan koordinasi antaraktor. Penelitian merekomendasikan pelembagaan forum koordinasi melalui payung hukum desa, penguatan ekonomi kolektif, pembangunan sistem deteksi dini, dan tata kelola adaptif berbasis kearifan lokal.   Development of a Pentahelix Model for Strengthening the Resilience of Bonjeruk Tourism Village Abstract The development of tourism villages in shock-prone areas requires resilience, namely the ability to survive, adapt, and transform. This study aims to analyze the existing conditions of collaboration among pentahelix actors, identify the factors strengthening and inhibiting resilience, formulate a pentahelix development model for strengthening resilience, and test its feasibility and effectiveness. A qualitative approach with a simplified Design Based Research design was employed, beginning with a phenomenological preliminary study through in-depth interviews with eleven informants representing the five pentahelix elements, observation, and documentation, analyzed thematically following Colaizzi's stages and reinforced by an analysis of internal and external strategic factors. Data validity was maintained through source and technique triangulation and member checking. The results show that the existing collaboration in Bonjeruk follows a linear-episodic pattern and is not yet institutionalized, with the social dimension as its main strength and the institutional dimension as its vulnerability. The strategic factor analysis places Bonjeruk in a growth position that needs consolidation and yields four resilience policy strategies. Based on these findings, the Bonjeruk Resilient Pentahelix Model (MPRB) was formulated, namely a spider-web collaboration model positioning the Tourism Village Coordination Forum as the operational center, supported by a tourism village information system as an early warning system, a tourism village cooperative, and a village media center, and grounded in awig-awig customary norms. Expert validation produced an average score of 3.50 in the highly feasible category, and limited implementation demonstrated improved coordination among actors. The study recommends institutionalizing the coordination forum through village legal instruments, strengthening the collective economy, developing an early warning system, and adaptive governance based on local wisdom.
Agensi Perempuan dalam Tradisi Londo Iha pada Masyarakat Suku Mbojo di Kabupaten Dompu : Perspektif 'Urf Febriansyah , Febriansyah
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6353

Abstract

    Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik Londo Iha dalam masyarakat Suku Mbojo di Kabupaten Dompu, mengkaji bentuk agensi perempuan dalam proses pengambilan keputusan, serta menilai kedudukan tradisi tersebut berdasarkan teori 'urf dalam hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap tokoh agama, tokoh adat, perempuan yang pernah menjalani Londo Iha, keluarga pelaku, serta aparat pemerintah. Data dianalisis menggunakan teori agensi perempuan dari Naila Kabeer dan teori 'urf sebagai kerangka analisis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Londo Iha tidak selalu mencerminkan subordinasi perempuan. Dalam beberapa kasus, perempuan memiliki kapasitas untuk menentukan pilihan, melakukan negosiasi dengan pasangan maupun keluarga, serta menggunakan tradisi tersebut sebagai strategi untuk mencapai tujuan perkawinan. Namun demikian, kemampuan tersebut masih dipengaruhi oleh struktur sosial, norma adat, kondisi ekonomi, pendidikan, dan relasi kekuasaan dalam keluarga. Dari perspektif 'urf, praktik Londo Iha dapat dikategorikan sebagai 'urf ṣaḥīḥ sepanjang dilaksanakan atas dasar persetujuan kedua calon mempelai, tidak mengandung unsur paksaan, serta tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Sebaliknya, praktik yang mengandung unsur pemaksaan, penculikan, atau menghilangkan hak perempuan untuk menentukan pilihan tidak dapat dibenarkan karena bertentangan dengan tujuan syariat (maqāṣid al-syarī'ah). Penelitian ini menegaskan bahwa keberlangsungan tradisi Londo Iha memerlukan rekonstruksi nilai agar tetap selaras dengan perlindungan hak perempuan dan prinsip keadilan dalam hukum Islam.   Women's Agency in the Londo Iha Tradition among the Mbojo Community in Dompu Regency: Perspectives of 'Urf Abstract This study aims to examine the practice of Londo Iha, analyze women's agency in the decision-making process, and evaluate the tradition through the concept of 'urf in Islamic law. This research employs an empirical legal method with a qualitative approach. Primary data were collected through interviews, observations, and documentation involving religious leaders, customary leaders, women who experienced Londo Iha, family members, and local government officials. The findings were analyzed using Naila Kabeer's theory of women's agency and the theory of 'urf as the principal analytical frameworks. The study reveals that Londo Iha does not necessarily reflect women's subordination. In many cases, women actively exercise agency by making decisions, negotiating with their partners and families, and strategically using the tradition to achieve marriage. Nevertheless, their agency remains constrained by customary norms, family authority, educational background, and economic conditions. From the perspective of 'urf, Londo Iha may be regarded as 'urf ṣaḥīḥ when it is based on the mutual consent of both prospective spouses, free from coercion, and consistent with the principles of Islamic law. Conversely, practices involving coercion, abduction, or the denial of women's autonomy cannot be justified because they contradict the objectives of Islamic law (maqāṣid al-sharī'ah). The study concludes that preserving Londo Iha requires a reconstruction of customary values that harmonizes local traditions with the protection of women's rights and the principles of justice in Islamic law.
Development of Powtoon Learning Media based on Education for Sustainable Development for Science Subjects for Grade V Elementary School Anjani, Sofia; Azizah, Mira; Damayani, Aries Tika
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6365

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pembelajaran IPAS pada materi harmoni ekosistem yang masih didominasi penggunaan buku teks atau Lembar Kerja Siswa (LKS) serta penjelasan verbal guru sehingga menyebabkan rendahnya pemahaman dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menghasilkan media pembelajaran Powtoon berbasis Education for Sustainable Development (ESD), (2) mengetahui kelayakan media, dan (3) mengetahui kepraktisan media dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian terdiri atas validator ahli media dan ahli materi, guru kelas V, serta 17 siswa kelas V SDN 04 Kuwaron. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi, pedoman wawancara, lembar validasi ahli media dan ahli materi, serta angket respon guru dan peserta didik. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dengan teknik persentase dan analisis deskriptif kualitatif terhadap saran validator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran Powtoon berbasis ESD memperoleh skor validasi ahli media sebesar 92% dengan kategori sangat layak, sedangkan penilaian guru memperoleh persentase 98% dengan kategori sangat baik sehingga dinyatakan praktis digunakan. Respon peserta didik juga menunjukkan kategori sangat baik.   Development of Powtoon Learning Media based on Education for Sustainable Development for Science Subjects for Grade V Elementary School Abstract This study was motivated by the learning process in Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), particularly the Ecosystem Harmony topic, which is still dominated by the use of textbooks, student worksheets, and teachers' verbal explanations, resulting in low student understanding and learning motivation. This study aimed to (1) develop Powtoon-based learning media integrated with Education for Sustainable Development (ESD), (2) determine the feasibility of the developed media, and (3) determine its practicality in elementary school IPAS learning. This study employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, which consists of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research subjects consisted of media and material expert validators, a fifth-grade teacher, and 17 fifth-grade students of SDN 04 Kuwaron. Data were collected through observations, interviews, questionnaires, and documentation. The research instruments included observation sheets, interview guidelines, media and material expert validation sheets, and teacher and student response questionnaires. Data were analyzed using descriptive quantitative analysis with percentage techniques and descriptive qualitative analysis based on validators' suggestions. The results showed that the Powtoon-based learning media integrated with Education for Sustainable Development achieved a media expert validation score of 92%, indicating that it was highly feasible. Furthermore, the teacher assessment obtained a score of 98%, categorized as very good, indicating that the media was practical for classroom use. Student responses also indicated a very good category.
Pengaruh Model Pembelajaran Teams Games Tournament terhadap Partisipasi Belajar PJOK Siswa VIII SMPN 1 Kandangan Haikal, Muhammad; Arifin, Ramadhan; Indah, Eka Purnama; Yadi, Januar Inggar
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6487

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya partisipasi belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di kelas VIII SMPN 1 Kandangan, yang terlihat dari rendahnya keterlibatan dalam diskusi, kerja sama kelompok, aktivitas praktik, dan antusiasme selama pembelajaran. Penelitian terdahulu mengenai Teams Games Tournament (TGT) dalam PJOK lebih banyak mengkaji motivasi dan hasil belajar, sedangkan kajian yang secara khusus menelaah pengaruh TGT terhadap partisipasi belajar siswa SMP masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap partisipasi belajar siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dan desain One Group Pretest-Posttest. Sampel terdiri atas 31 siswa kelas VIII SMPN 1 Kandangan yang dipilih dengan purposive sampling. Data partisipasi dikumpulkan melalui lembar observasi pada pembelajaran passing bola basket yang meliputi chest pass, bounce pass, dan overhead pass. Analisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, paired-samples t-test, dan N-Gain. Rata-rata skor partisipasi meningkat dari 63,74 pada pretest menjadi 83,71 pada posttest. Uji paired-samples t-test menunjukkan perbedaan signifikan, t(30) = -34,984, p < 0,001, sedangkan rata-rata N-Gain sebesar 55,47% berada pada kategori sedang. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan TGT diikuti oleh peningkatan partisipasi belajar siswa. Namun, karena penelitian tidak menggunakan kelompok kontrol, pengaruh yang ditemukan perlu ditafsirkan secara hati-hati dan belum dapat dianggap sebagai bukti kausal yang sepenuhnya mengisolasi TGT dari faktor lain.s The Effect of the Teams Games Tournament Instructional Model on Physical Education Participation Among Eighth-Grade Students at SMPN 1 Kandangan Abstract This study was motivated by suboptimal student participation in Physical Education, Sports, and Health (PJOK) classes among eighth-grade students at SMPN 1 Kandangan, as reflected in limited engagement in discussions, group work, practical activities, and enthusiasm during learning. Previous research on Teams Games Tournament (TGT) in physical education has focused mainly on motivation and learning outcomes, while studies specifically examining the effect of TGT on junior high school students' learning participation remain limited. This study aimed to determine the effect of the TGT cooperative learning model on student participation. A quantitative pre-experimental approach with a one-group pretest-posttest design was used. The sample comprised 31 eighth-grade students selected through purposive sampling. Participation data were collected using an observation sheet during basketball passing lessons covering the chest pass, bounce pass, and overhead pass. Data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, a paired-samples t-test, and N-Gain. The mean participation score increased from 63.74 at pretest to 83.71 at posttest. The paired-samples t-test showed a significant difference, t(30) = -34.984, p < 0.001, while the mean N-Gain was 55.47%, categorized as moderate. These findings indicate that TGT implementation was followed by increased student participation. However, because the study did not include a control group, the observed effect should be interpreted cautiously and does not establish TGT as the sole causal factor.
Kesesuaian Perangkat Ajar Biologi dengan Capaian Pembelajaran Kurikulum Merdeka Kelas XI Aras, Muhamad; Eliaumra, Eliaumra; Lahada, Galip; Yana, Yana
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6495

Abstract

Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut adanya keselarasan antara perangkat ajar dengan Capaian Pembelajaran (CP), namun dalam praktiknya masih ditemukan ketidaksesuaian antara modul ajar, tujuan pembelajaran, dan asesmen dengan indikator CP, khususnya pada mata pelajaran Biologi kelas XI. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keselarasan antara CP, Tujuan Pembelajaran (TP), modul ajar, dan instrumen asesmen Biologi kelas XI, mengidentifikasi komponen yang belum sepenuhnya selaras dengan prinsip constructive alignment, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 3 Poso. Subjek penelitian adalah guru Biologi kelas XI dan wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dengan objek berupa CP, TP, modul ajar, dan instrumen asesmen. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara semi-terstruktur, dan observasi pembelajaran, menggunakan instrumen human instrument yang dilengkapi lembar analisis kesesuaian berbasis indikator constructive alignment, pedoman wawancara, dan lembar observasi; keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tujuan Pembelajaran, materi, dan kegiatan pembelajaran berada pada kategori Sangat Sesuai dengan CP, sedangkan instrumen asesmen berada pada kategori Sesuai namun belum konsisten mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (HOTS). Faktor kelembagaan (sosialisasi, supervisi, komunitas belajar) dan faktor individual guru turut memengaruhi tingkat kesesuaian. Penelitian ini merekomendasikan penguatan asesmen berbasis HOTS dan pelatihan berkelanjutan bagi guru mengenai constructive alignment. Alignment of Biology Teaching Materials with the Curriculum Merdeka Learning Outcomes for Grade XI Abstract The implementation of the Merdeka Curriculum requires alignment between teaching materials and Learning Outcomes (Capaian Pembelajaran/CP); however, in practice, misalignments are still found among teaching modules, learning objectives, and assessments against CP indicators, particularly in eleventh-grade Biology. This study aims to evaluate the alignment between CP, Learning Objectives (Tujuan Pembelajaran/TP), teaching modules, and assessment instruments for eleventh-grade Biology, to identify components not yet fully aligned with the principle of constructive alignment, and to examine the factors influencing alignment. This study used a qualitative approach with a case study design at SMA Negeri 3 Poso. The subjects were the eleventh-grade Biology teacher and the vice principal for curriculum affairs, with the object comprising CP, TP, teaching modules, and assessment instruments. Data were collected through document study, semi-structured interviews, and classroom observation, using the researcher as the main instrument supported by an alignment analysis sheet based on constructive alignment indicators, an interview guide, and an observation sheet; data validity was maintained through source and technique triangulation and member checking. Data were analyzed descriptively and qualitatively through data reduction, data display, and conclusion drawing. Results showed that learning objectives, materials, and learning activities were in the Very Aligned category with CP, while assessment instruments were in the Aligned category but had not yet consistently measured higher-order thinking skills (HOTS). Institutional factors (socialization, supervision, learning communities) and individual teacher factors also influenced the level of alignment. This study recommends strengthening HOTS-based assessment and providing continuous teacher training on constructive alignment.
AUDIT SISTEM INFORMASI REKAM MEDIS ELEKTRONIK (RME) BERBASIS KRITERIA ISO/IEC 27001:2022 DI UPT PUSKESMAS CIBIUK Fahmana, Nur Rizal; Purnomo; Rahayu, Dinar
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6542

Abstract

Digitalisasi layanan fasilitas kesehatan menjadi tuntutan yang tidak dapat dihindari pada era abad ke-21, termasuk pada layanan Rekam Medis Elektronik (RME) di lingkungan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Urgensi audit keamanan RME di FKTP semakin meningkat seiring dengan maraknya insiden kebocoran data kesehatan dan belum meratanya penerapan standar keamanan informasi di tingkat primer. Penelitian ini bertujuan untuk mengaudit keamanan sistem informasi RME pada UPT Puskesmas Cibiuk guna mengevaluasi proses tata kelola perlindungan privasi data pasien yang masih berjalan tanpa standar keamanan baku dan rentan terhadap kebocoran akses. Metode yang digunakan adalah Audit Sistem Informasi melalui pendekatan Gap Analysis (Analisis Kesenjangan), yang dijalankan dengan mengevaluasi 8 kontrol pada Annex A.6 People Controls dan 23 kontrol internal pada Annex A.8 Technological Controls ISO/IEC 27001:2022. Subjek penelitian adalah pengelola IT dan tenaga medis pengguna sistem di UPT Puskesmas Cibiuk, sedangkan objek penelitian adalah sistem RME yang saat ini digunakan secara aktif di poli pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan (maturity level) keamanan sistem berada pada rata-rata 2.30 (Repeatable) dengan persentase kesesuaian sebesar 47,09%. Temuan risiko tertinggi ditemukan pada kontrol backup yang belum diuji restore dengan risk score 20 (Sangat Tinggi). Celah keamanan paling signifikan ditemukan pada praktik berbagi kata sandi (password sharing) antar perawat dan ketiadaan enkripsi pada proses pencadangan (backup) data. Implementasi audit terbukti efektif memetakan kerentanan sistematis pada operasional puskesmas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kerangka kerja ISO/IEC 27001:2022 sangat relevan diterapkan pada evaluasi sistem informasi berskala layanan kesehatan primer karena ketatnya standar yang mengakomodasi perlindungan data medis.     Audit of Electronic Medical Record (EMR) Information System Based on ISO/IEC 27001:2022 Criteria at UPT Puskesmas Cibiuk   Abstract The digitalization of healthcare facilities has become an unavoidable demand in the 21st century, including Electronic Medical Record (EMR) services in Primary Healthcare Facilities. The urgency of auditing EMR security in primary healthcare facilities is increasing along with the rise in health data breach incidents and the uneven implementation of information security standards at the primary level. This study aims to audit the security of the EMR information system at UPT Puskesmas Cibiuk to evaluate the governance of patient data privacy protection, which is currently running without standard security protocols and is vulnerable to access breaches. The method used is Information Systems Audit through a Gap Analysis approach, conducted by evaluating 8 controls in Annex A.6 People Controls and 23 internal controls in Annex A.8 Technological Controls of ISO/IEC 27001:2022. The research subjects were IT administrators and medical personnel using the system at UPT Puskesmas Cibiuk, while the object of research was the EMR system currently actively used in outpatient clinics. The results showed that the system's security maturity level is at an average of 2.30 (Repeatable) with a compliance percentage of 47.09%. The highest risk finding was found in the backup control that had not been restore-tested, with a risk score of 20 (Very High). The most significant security vulnerabilities were found in the practice of password sharing among nurses and the lack of encryption in the data backup process. The implementation of the audit proved effective in mapping systematic vulnerabilities in the community health center's operations. This study concludes that the ISO/IEC 27001:2022 framework is highly relevant for evaluating information systems at the primary healthcare level due to its strict standards accommodating medical data protection.
TRADISI BEKELEWANG DALAM MEMBENTUK CIVIC CULTURE PADA MASYARAKAT DESA KEMUNING KECAMATAN SEKONGKANG Bella, Eriy Syefira Salsa; Alqadri, Bagdawansyah; Edi , Maria Grace Putri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6565

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan Tradisi Bekelewang, mengidentifikasi nilai-nilai Civic Culture yang terkandung di dalamnya, serta menganalisis peran Tradisi Bekelewang dalam membentuk Civic Culture pada masyarakat Desa Kemuning, Kecamatan Sekongkang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian etnografi. Informan penelitian terdiri atas 6 orang yang dipilih secara purposive, meliputi 2 tokoh adat, 2 tokoh masyarakat, dan 2 pemuda yang memahami dan terlibat langsung dalam Tradisi Bekelewang. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik, sumber, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Tradisi Bekelewang dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu tahap persiapan (Besemula, Urun Rembuk, Berajak dan Rebaya, pembentukan panitia, serta Antat Panulung), tahap pelaksanaan (Masak Berema, Mangan Berema, dan doa bersama), dan tahap penutupan (pembersihan lokasi dan penyelesaian kegiatan) yang melibatkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Nilai-nilai Civic Culture yang terkandung dalam tradisi ini meliputi kepercayaan sosial (social trust), tanggung jawab sosial (social responsibility), dan kerja sama (cooperation). Tradisi Bekelewang berperan dalam membentuk Civic Culture melalui musyawarah, gotong royong, pembagian peran, kepatuhan terhadap kesepakatan bersama, serta koordinasi antarmasyarakat yang mampu memperkuat kohesi sosial, rasa kebersamaan, dan partisipasi warga dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, Tradisi Bekelewang tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya lokal, tetapi juga menjadi media pembentukan karakter kewarganegaraan yang mendukung terwujudnya masyarakat yang partisipatif, bertanggung jawab, dan memiliki solidaritas sosial yang tinggi.     The Bekelewang Tradition in Shaping Civic Culture among the Community of Kemuning Village, Sekongkang District Abstract This study aims to describe the implementation of the Bekelewang Tradition, identify the Civic Culture values embedded within it, and analyze its role in shaping Civic Culture among the people of Kemuning Village, Sekongkang District. This research employed a qualitative approach using an ethnographic research design. The research participants consisted of 6 informants selected purposively, including 2 traditional leaders, 2 community leaders, and 2 youth who understand and are directly involved in the Bekelewang Tradition. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing, while the validity of the data was ensured through technique, source, and time triangulation. The findings reveal that the Bekelewang Tradition is implemented through three stages: preparation (Besemula, Urun Rembuk, Berajak and Rebaya, committee formation, and Antat Panulung), implementation (Masak Berema, Mangan Berema, and communal prayer), and closing (site cleaning and activity completion), all of which involve active participation from the entire community. The Civic Culture values reflected in this tradition include social trust, social responsibility, and cooperation. The Bekelewang Tradition contributes to the development of Civic Culture through deliberation, mutual cooperation, role distribution, adherence to collective agreements, and community coordination. These practices strengthen social cohesion, solidarity, and citizens' participation in community life. Therefore, the Bekelewang Tradition functions not only as a form of local cultural heritage but also as a medium for fostering civic character and promoting participatory, responsible, and socially cohesive citizens.  
Efektivitas Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan Pop-Up Book berbasis Kearifan Lokal terhadap Pemahaman Konsep Bangun Datar Kelas V Sekolah Dasar Pradmawati, Ni Ketut Yeni; Saputra, Heri Hadi; Fauzi, Asri
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6576

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep matematika siswa sekolah dasar, khususnya pada materi bangun datar, masih menjadi kendala utama dalam pembelajaran. Pemahaman konsep yang abstrak memerlukan model dan media yang dapat membantu siswa memahami secara konkret dan bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) berbantuan Pop‑Up Book berbasis kearifan lokal terhadap pemahaman konsep bangun datar siswa kelas V di SDN 11 Cakranegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experimental research dan desain Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian berjumlah 57 siswa, yang terdiri atas 26 siswa kelas eksperimen dan 31 siswa kelas kontrol. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas Kolmogorov‑Smirnov, uji homogenitas, Independent Sample t‑Test, dan N‑Gain. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai t hitung = –3,516 dengan df = 55 dan signifikansi < 0,001 (< 0,05), sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pemahaman konsep siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Selain itu, hasil uji N‑Gain pada kelas eksperimen memperoleh nilai rata‑rata 0,61 yang termasuk dalam kategori sedang. Dengan demikian, model pembelajaran STAD berbantuan Pop‑Up Book berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep bangun datar siswa.   The Effectiveness of the Student Teams Achievement Division (STAD) Learning Model Assisted by Local Wisdom-Based Pop-Up Books on the Understanding of 2D Shape Concepts among Fifth-Grade Elementary School Students Abstract Students' understanding of mathematical concepts regarding 2D shapes remains a challenge in elementary school education; therefore, instructional models and media that facilitate a concrete and meaningful grasp of these concepts are needed. This study aimed to determine the effectiveness of the STAD learning model, supported by local wisdom‑based pop‑up books, on the 2D shape concept understanding of fifth‑grade students at SDN 11 Cakranegara. A quantitative approach was employed using a quasi‑experimental design—specifically, the Nonequivalent Control Group Design. The study sample consisted of 57 students, divided into an experimental group (26 students) and a control group (31 students). Data were collected via concept understanding tests administered before and after the intervention and analyzed using the Kolmogorov‑Smirnov normality test, homogeneity test, Independent Sample t‑Test, and N‑Gain analysis. The results showed an average post‑test score of 84.46 for the experimental group and 78.32 for the control group. Statistical analysis revealed a t‑value of –3.516 with df = 55 and a significance value of < 0.001 (less than the 0.05 threshold), indicating a significant difference in concept understanding between the experimental and control groups. The N‑Gain score for the experimental group was 0.61, falling into the "medium" category. Thus, the STAD learning model supported by local wisdom‑based pop‑up books is effective in enhancing students' understanding of 2D shape concepts.
Analisis Pengaruh Non Perfoming Financing (NPF) dan Financing To Deposit Ratio (Fdr) Terhadap Net Profit Margin (Npm) Pada Perbankan Syariah yang Terdaftar di BEI (PT Bank Muamalat Indonesia Tbk) Mardiana, Lilis; Rahmatiah, Nafisah Nurul; Rimawan, M.
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6603

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh Non Performing Financing (NPF) dan Financing to Deposit Ratio (FDR) terhadap Net Profit Margin (NPM) pada perbankan syariah di BEI dengan studi kasus PT Bank Muamalat Indonesia Tbk periode 2016-2025. Urgensi penelitian ini penting menjaga stabilitas margin laba bersih bank syariah yang terdaftar di bursa, karena fluktuasi rasio keuangan langsung direspons pasar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif kausal dengan data sekunder laporan keuangan tahunan yang diperoleh melalui dokumentasi dan studi pustaka. Teknik analisis meliputi uji asumsi klasik, regresi linier berganda, koefisien korelasi, determinasi, serta uji hipotesis (t dan F) dengan SPSS 26. Hasil penelitian menunjukkan secara parsial NPF tidak berpengaruh signifikan terhadap NPM dengan t hitung (-0,384) < t tabel (2,306) dan signifikansi 0,712 > 0,05. FDR berpengaruh positif signifikan terhadap NPM dengan t hitung (2,890) > t tabel (2,306) dan signifikansi 0,000 < 0,05. Secara simultan, NPF dan FDR berpengaruh signifikan terhadap NPM dengan F hitung (6,522) > F tabel (4,066) dan signifikansi 0,001 < 0,05. Koefisien determinasi (R²) 0,130 menunjukkan 13% variasi NPM dijelaskan oleh NPF dan FDR, sisanya 87% oleh faktor lain. Kesimpulannya, FDR lebih dominan mempengaruhi profitabilitas bank syariah dibandingkan NPF, menunjukkan efektivitas fungsi intermediasi lebih menentukan margin laba bersih daripada risiko pembiayaan bermasalah.   The Effectiveness of the Student Teams Achievement Division (STAD) Learning Model Assisted by Local Wisdom-Based Pop-Up Books on the Understanding of 2D Shape Concepts among Fifth-Grade Elementary School Students Abstract This study analyzes the impact of Non-Performing Financing (NPF) and the Financing-to-Deposit Ratio (FDR) on the Net Profit Margin (NPM) of Sharia banks listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX), specifically focusing on PT Bank Muamalat Indonesia Tbk during the 2016–2025 period. Maintaining the stability of the net profit margin for publicly listed Sharia banks is crucial, as the market reacts immediately to fluctuations in financial ratios. The study employs a quantitative, associative-causal approach using secondary data from annual financial reports obtained through documentation and literature review. Analysis techniques include classical assumption tests, multiple linear regression, correlation and determination coefficients, and hypothesis testing (t-test and F-test) using SPSS 26. The results indicate that, individually, NPF does not significantly affect NPM (t-statistic -0.384 < t-table 2.306; significance 0.712 > 0.05). Conversely, FDR has a significant positive effect on NPM (t-statistic 2.890 > t-table 2.306; significance 0.000 < 0.05). Simultaneously, NPF and FDR significantly influence NPM (F-statistic 6.522 > F-table 4.066; significance 0.001 < 0.05). The coefficient of determination (R²) of 0.130 indicates that 13% of the variation in NPM is explained by NPF and FDR, while the remaining 87% is attributed to other factors. In conclusion, FDR exerts a more dominant influence on Sharia bank profitability than NPF, demonstrating that the effectiveness of the intermediation function is a more significant determinant of net profit margin than the risk of non-performing financing.
Analisis Kebutuhan Ruang Parkir pada Fakultas Psikologi dan Kesehatan serta Kawasan Sekolah Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang Fitriani, Sissy; Utama, Rizky Indra; Oktaviani, Oktaviani; Pratama, Yose Fajar
Empiricism Journal Vol. 7 No. 3: September 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ej.v7i3.6604

Abstract

Kawasan pendidikan terpadu dengan intensitas aktivitas tinggi sering menghadapi ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan ruang parkir yang dapat mengganggu kinerja lalu lintas dan kenyamanan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik parkir, kebutuhan ruang parkir eksisting, serta memproyeksikan kebutuhan ruang parkir hingga 10 tahun ke depan, yaitu tahun 2036, di kawasan Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) serta Sekolah Pembangunan Laboratorium Universitas Negeri Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei lapangan yang dilaksanakan selama tiga hari (Selasa–Kamis, 2–4 Juni 2026) pada 10 titik lokasi parkir mulai pukul 06.00–18.00 WIB. Data primer meliputi jumlah kendaraan masuk dan keluar, durasi parkir, luas area, serta tata letak parkir, sedangkan data sekunder meliputi jumlah civitas, peta lokasi, dan standar Satuan Ruang Parkir (SRP) berdasarkan Pedoman Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Tahun 1998. Analisis dilakukan terhadap volume, akumulasi, indeks parkir, dan kebutuhan ruang parkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akumulasi tertinggi sepeda motor sebesar 76 kendaraan terdapat pada parkir depan FPK, sedangkan mobil sebesar 14 kendaraan terdapat pada parkir mobil FPK. Nilai indeks parkir tertinggi sebesar 1,29 terdapat pada parkir mobil PAUD/TK, SD, dan SMK yang menunjukkan kapasitas parkir (7 SRP) belum mampu menampung kendaraan pada jam puncak (akumulasi 9 kendaraan). Proyeksi 10 tahun mendatang menunjukkan kebutuhan parkir sepeda motor depan FPK meningkat dari 121 SRP menjadi 778 SRP, sedangkan parkir mobil FPK meningkat dari 18 SRP menjadi 116 SRP pada tahun 2036.   Analysis of Parking Space Needs in The Faculty Of Psychology and Health And The Laboratory School Area of Padang State University Abstract Integrated educational areas with high activity intensity often face an imbalance between parking demand and parking space availability that can disrupt traffic performance and user convenience. This study aims to analyze parking characteristics, existing parking space requirements, and project parking space requirements for the next 10 years, namely until 2036, in the Faculty of Psychology and Health (FPK) and the Pembangunan Laboratory School area of Universitas Negeri Padang. This study employed a quantitative method through field surveys conducted for three days (Tuesday–Thursday, 2–4 June 2026) at 10 parking location points from 06.00–18.00 WIB. Primary data included the number of vehicles entering and exiting the parking areas, parking duration, area size, and parking layout, while secondary data included the number of academic community members, location maps, and Parking Space Unit (SRP) standards based on the 1998 Guidelines of the Directorate General of Land Transportation. The analysis was conducted on parking volume, accumulation, parking index, and parking space requirements. The results showed that the highest motorcycle parking accumulation was 76 vehicles in the front parking area of FPK, while the highest car parking accumulation was 14 vehicles in the FPK car parking area. The highest parking index value of 1.29 was found in the PAUD/TK, elementary school, and vocational high school car parking area, indicating that the available parking capacity (7 SRP) was insufficient to accommodate vehicles during peak hours (accumulation of 9 vehicles). The 10-year projection showed that motorcycle parking space requirements in front of FPK increased from 121 SRP to 778 SRP, while car parking space requirements at FPK increased from 18 SRP to 116 SRP by 2036.