cover
Contact Name
-
Contact Email
staiddimakassar@gmail.com
Phone
+6285299775325
Journal Mail Official
staiddimakassar@gmail.com
Editorial Address
Sultan Alauddin
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 27457796     EISSN : 28097459     DOI : 10.55623
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam , 2809-7459 (ONLINE) dan 2745-7796 (PRINT) , merupakan jurnal OPEN ACCESS dan Peer-reviewed. Jurnal ini memiliki Focus and Scope dalam kaitannya dengan wacana-wacana keislaman dewasa ini serta menitikberatkan pada pembahasan Dinamika & Pergolakan Keislaman-Keindonesiaan yang membawa pengaruh terhadap kondisi kehidupan umat manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 262 Documents
Konsep Taqwa dalam Al-Qur’An: Analisis Tafsir Tematik Ahmad Ridha Jafar; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.646

Abstract

Kajian tentang taqwa sering direduksi menjadi nasihat moral yang bersifat individual, padahal Al-Qur’an menempatkannya sebagai kesadaran teologis, etika sosial, dan dasar pembentukan karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep taqwa dalam Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik dengan menelaah makna linguistik, derivasi, ayat-ayat pokok, karakteristik muttaqin, serta relevansinya bagi kehidupan modern dan pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif dan metode tafsir maudhu’i. Data primer bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an tentang taqwa dan kitab tafsir klasik-kontemporer, terutama Tafsir al-Tabari, Ibn Kathir, al-Qurthubi, Fi Zhilal al-Qur’an, Tafsir al-Azhar, dan Tafsir al-Misbah, sedangkan data sekunder berasal dari jurnal ilmiah, buku metodologi tafsir, serta kajian psikologi dan pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taqwa berasal dari akar w-q-y yang bermakna menjaga atau melindungi diri; secara Qur’ani, makna ini berkembang menjadi kesadaran aktif yang mengintegrasikan iman, ibadah, keadilan, pengendalian diri, kepedulian sosial, dan tanggung jawab moral. Perbandingan tafsir menunjukkan bahwa mufassir klasik menekankan ketaatan normatif dan keselamatan eskatologis, sedangkan mufassir kontemporer memperluas taqwa ke ranah transformasi sosial, pendidikan, dan kesadaran etis publik. Kesimpulannya, taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Allah, melainkan paradigma hidup yang membentuk moral consciousness dan karakter manusia dalam relasi spiritual, sosial, dan pendidikan.
Melawan Teologi Kekerasan: Tafsir Tematik Anti-KDRT sebagai Solusi Masalah Gender Domestik Dwi Rezki Wahyuni; Rosmini; Hasyim Haddade
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.649

Abstract

Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di dalam masyarakat Muslim seringkali mendapatkan legitimasi teologis akibat interpretasi secara parsial, tekstual, dan patriarkis terhadap teks Al-Qur'an. Fenomena ini mendorong perlunya rekonstruksi pemikiran keagamaan yang jauh lebih adil. Artikel ini bertujuan mengonstruksi paradigma tafsir tematik (maudhu'i) yang responsif gender sebagai counter-narrative terhadap teologi kekerasan  tersebut, selain memberikan manfaat teoretis untuk memperkuat hak-hak perempuan di dalam ranah domestik. Dengan metode kualitatif berbasis kajian pustaka, penelitian ini mengkonstruksi dan menyusun ayat-ayat Al-Qur'an terkait relasi domestik seperti mu’asyarah bil ma’ruf, sakinah, mawaddah, wa rahmah menjadi satu visi anti-kekerasan. Hasil studi menunjukkan bahwa Islam secara fundamental menolak segala bentuk kekerasan domestik ( baik fisik, psikis, seksual, ekonomi) karena bertentangan dengan prinsip keadilan ('adl) dan kemaslahatan yang digagas maqashid syariah. Kesimpulannya, konstruksi tafsir tematik ini menawarkan solusi metodologis terhadap masalah gender domestik melalui dekonstruksi otoritas mutlak suami menjadi relasi kesalingan (mubadalah) serta reinterpretasi teks-problem seperti ayat nusyuz dan visualisasi tindakan fisik (wadribuhunna).
Rekonstruksi Pendidikan Antikorupsi dalam Perspektif Islam: Kajian Normatif terhadap Nilai dan Sistem Integritas Fahri Hidayat
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.650

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep pendidikan antikorupsi dalam perspektif Islam berdasarkan sumber-sumber normatif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan dan pendekatan normatif-konseptual. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap Al-Qur'an, hadis, literatur klasik dan kontemporer, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi dan interpretasi konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang korupsi sebagai bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang termanifestasi dalam konsep risywah, ghulūl, khiyānah, dan akhdzu al-māl bi al-bāṭil. Berdasarkan landasan tersebut, penelitian merekonstruksi pendidikan antikorupsi melalui dua dimensi utama. Dimensi pertama berupa pembentukan karakter yang mencakup integritas, disiplin, pengendalian diri, kemandirian yang berorientasi pada kepedulian sosial, dan kesederhanaan. Dimensi kedua berupa penguatan tata kelola kelembagaan melalui prinsip akuntabilitas dan transparansi. Kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan model konseptual pendidikan antikorupsi berbasis nilai-nilai Islam yang mengintegrasikan pembentukan karakter dan tata kelola kelembagaan sebagai fondasi pembangunan budaya integritas dalam pendidikan Islam.
Etos Kerja dalam Perspektif Al-Qur'An (Kajian Tafsir Maudhu'i Ayat-Ayat 'Amal, Sa'y, dan Keseimbangan Dunia-Akhirat Reski Eka Putri; Hasyim Haddade; Rosmini Amin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.651

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja sebagai landasan normatif dalam membentuk karakter kerja produktif, jujur, dan berorientasi pada ridha Allah. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan dengan pendekatan tafsir tematik ( maudhu'i ), yaitu menghimpun dan menganalisis secara komprehensif ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan etos kerja. Sumber primer berupa Al-Qur'an dan kitab-kitab tafsir klasik-kontemporer, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, jurnal, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Qur'an memandang kerja sebagai bagian integral dari misi kekhalifahan manusia di bumi. Etos kerja dalam perspektif Al-Qur'an mencakup prinsip-prinsip keikhlasan, kejujuran, profesionalisme, ketekunan, dan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat. Ayat-ayat seperti QS. At-Taubah: 105 menegaskan perintah universal bekerja, QS. Al-Jumu'ah: 10 mengajarkan keseimbangan ibadah dan ekonomi, QS. An-Najm: 39-41 menjamin balasan setimpal atas usaha, serta QS. Ar-Ra'd : 11 dan QS. Al-Qasas: 77 tekanan hukum kausalitas perubahan dan keseimbangan hidup. Penelitian ini menyimpulkan bahwa wawasan Al-Qur'an tentang etos kerja memberikan kontribusi filosofis dan praktis bagi pengembangan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritual. Temuan ini diharapkan menjadi landasan bagi pembentukan karakter kerja Islami di berbagai sektor kehidupan
Qur'anic Emotional Education in The Perspective of Tazkiyatun Nafs: An Analysis of Verses on Patience, Gratitude, and Self-Control Sudirman; Qadri Burqa; Muhajirin; Zuhriah
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penerapan konsep pendidikan emosional berbasis Qur'ani dari perspektif tazkiyatun nafs, guna membantu siswa mengelola emosi, stres, dan konflik sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berbasis kepustakaan dengan analisis normatif-teologis dan deskriptif-analitik, menggali ajaran Al-Qur'an tentang kesabaran, syukur, dan pengendalian diri, serta literatur sekunder seperti tafsir dan jurnal pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai inti Qur'ani, termasuk kesabaran (ṣabr), syukur (shukr), dan pengendalian diri (mujāhadah an-nafs), berfungsi sebagai pedoman moral dan landasan bagi pengelolaan emosi yang efektif. Kesabaran terbukti meningkatkan kecerdasan emosional dan prestasi akademik siswa, sedangkan syukur berkontribusi pada motivasi intrinsik yang mendukung kesehatan mental. Selain itu, pengendalian diri menjadi kunci dalam mengelola impuls negatif dan memperkuat komitmen spiritual siswa. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya integrasi nilai-nilai Qur'ani dalam kurikulum untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan karakter siswa, sekaligus mengurangi ketegangan sosial dan konflik di sekolah. Oleh karena itu, pelatihan bagi guru sangat penting untuk memastikan pemahaman dan penerapan nilai-nilai pendidikan emosional ini di kelas, mengarah pada pembentukan individu yang berkarakter unggul dan mampu beradaptasi dengan tantangan sosial yang dinamis.
Pengaruh Aktivitas Menulis terhadap Penyembuhan Luka dan Trauma di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu Rani Fardani
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh aktivitas menulis terhadap proses penyembuhan luka psikologis dan trauma pada penyintas di Kelurahan Lere, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan melibatkan 21 responden sebagai partisipan. Data diperoleh melalui kegiatan menulis ekspresif yang dilengkapi dengan observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi pengalaman serta perubahan yang dirasakan partisipan selama proses penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas menulis memberikan kontribusi positif terhadap proses pemulihan trauma, terutama pada aspek emosional, kognitif, dan fisiologis. Secara emosional, partisipan mampu mengekspresikan perasaan yang selama ini terpendam sehingga mengurangi beban psikologis. Pada aspek kognitif, aktivitas menulis membantu partisipan memahami kembali pengalaman traumatis, membangun makna, serta meningkatkan kemampuan dalam mengelola pikiran negatif. Sementara itu, pada aspek fisiologis, sebagian partisipan melaporkan munculnya perasaan lebih tenang, berkurangnya ketegangan, dan meningkatnya kualitas istirahat setelah melakukan aktivitas menulis secara berkelanjutan. Meskipun demikian, penelitian juga menemukan adanya hambatan pada tahap awal, terutama berupa keengganan beberapa partisipan untuk menuliskan pengalaman traumatis karena ketidaknyamanan emosional. Namun, seiring berlangsungnya proses, sebagian besar partisipan mampu menulis dengan lebih terbuka tanpa merasa tertekan oleh lingkungan sekitar. Temuan ini menunjukkan bahwa aktivitas menulis ekspresif berpotensi menjadi salah satu intervensi sederhana, mudah diterapkan, dan efektif dalam mendukung pemulihan luka psikologis dan trauma pada masyarakat.
Uslub Jinas dalam Perspektif Ilmu Balagah : Telaah Literatur Klasik dan Kontemporer Vina Vahira; Hasnawiah; Nurul Fadhilah; Mohamad Harjum
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i2.655

Abstract

Kajian uslub jinās sebagai bagian dari al-muḥassināt al-lafẓiyyah dalam ilmu balāgah telah berkembang sejak masa ulama klasik hingga kajian linguistik kontemporer. Namun, penelitian terdahulu umumnya berfokus pada definisi, jenis, atau penerapan jinās pada teks tertentu sehingga belum memberikan sintesis mengenai perkembangan paradigma kajiannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan konsep, klasifikasi, fungsi retoris, dan transformasi paradigma uslub jinās dalam perspektif ulama klasik dan kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis library research. Data diperoleh dari kitab-kitab balāgah dan didukung oleh buku dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan qualitative content analysis melalui reduksi, kategorisasi, analisis komparatif, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep dan klasifikasi uslub jinās, termasuk pembagian jinās tām dan jinās ghairu tām beserta subjenisnya, tetap dipertahankan dalam kajian kontemporer. Perkembangan terjadi pada perluasan fungsi jinās dari unsur estetika bahasa menjadi strategi retorika yang memperkuat makna, kohesi teks, daya persuasi, dan efektivitas komunikasi. Penelitian ini menemukan bahwa perkembangan kajian uslub jinās berlangsung melalui transformasi paradigma dari pendekatan normatif menuju pendekatan fungsional yang mengintegrasikan perspektif stilistika, semantik, pragmatik, analisis wacana, dan linguistik kognitif. Temuan ini menegaskan bahwa kesinambungan antara pemikiran klasik dan kontemporer terletak pada keberlangsungan fondasi konseptual, sedangkan inovasinya berada pada perluasan perspektif analisis dan penerapannya.
Rekonstruksi Pendidikan Multikultural melalui Peristiwa Rengasdengklok: Pelajaran Sejarah bagi Moderasi Beragama di Indonesia Fahri Hidayat
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 5 No 2 (2024): Education and Islamic Studies (Juni-Desember)
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v5i2.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan merekonstruksi nilai-nilai pendidikan multikultural yang terkandung dalam Peristiwa Rengasdengklok serta menjelaskan relevansinya bagi penguatan moderasi beragama di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari observasi di Rumah Sejarah Rengasdengklok, dokumentasi, wawancara dengan keturunan Djiauw Kie Siong, serta kajian berbagai sumber historis dan literatur ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan Djiauw Kie Siong sebagai warga keturunan Tionghoa penganut agama Khonghucu merepresentasikan praktik solidaritas lintas etnis yang berkontribusi terhadap perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dari peristiwa tersebut direkonstruksi lima nilai utama pendidikan multikultural, yaitu solidaritas kemanusiaan, penghormatan terhadap keberagaman, kepercayaan sosial, gotong royong, dan kesetaraan warga negara. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi yang kuat bagi penguatan moderasi beragama melalui pendekatan historis yang memberikan legitimasi berdasarkan pengalaman kebangsaan Indonesia. Penelitian ini menegaskan bahwa sejarah nasional dapat direkonstruksi sebagai sumber pembelajaran yang membentuk karakter inklusif, memperkuat kohesi sosial, serta mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pendidikan sejarah, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Pancasila.
Historiografi Islam Masa Klasik: Perkembangan, Karakteristik, dan Kontribusinya terhadap Tradisi Keilmuan Islam Rahmat; Muhammad Nur Abduh; Muh. Idris; Asrah; Asnidar
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i2.672

Abstract

Historiografi Islam masa klasik merupakan salah satu tradisi keilmuan yang memiliki peranan penting dalam perkembangan peradaban Islam. Pada masa ini, penulisan sejarah mengalami perkembangan dari bentuk narasi sederhana menjadi karya ilmiah yang sistematis dan mencakup berbagai aspek kehidupan politik, sosial, keagamaan, serta kebudayaan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan historiografi Islam masa klasik, karakteristiknya, tokoh-tokoh utama, serta kontribusinya terhadap perkembangan ilmu sejarah Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai buku, jurnal ilmiah, dan sumber-sumber sejarah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa historiografi Islam masa klasik berkembang seiring meluasnya wilayah kekuasaan Islam serta dipengaruhi oleh perkembangan ilmu hadis, ilmu nasab, dan geografi. Para sejarawan Muslim mengembangkan metode kritik sumber melalui penggunaan sanad sehingga menghasilkan karya sejarah yang memiliki tingkat validitas tinggi. Tokoh-tokoh seperti Al-Tabari, Al-Mas'udi, Al-Baladhuri, Ibn Miskawayh, dan Ibn Khaldun memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan historiografi Islam maupun historiografi dunia. Tradisi historiografi Islam masa klasik menjadi fondasi bagi perkembangan metodologi penelitian sejarah hingga masa modern.
Pemikiran Historiografi Ibnu Khaldun dalam Muqaddimah dan Ralevansinya terhadap Historiografi Modern Nur Ahsan Syakur; Syamhari; Ahmad Habib Akramullah; Syahrul; Muh. Ainul Yaqin Azis
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 2 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i2.675

Abstract

Historiografi Islam klasik pada umumnya berkembang melalui tradisi periwayatan yang menekankan aspek transmisi berita dan penyusunan kronologi peristiwa sejarah. Meskipun memiliki kontribusi besar dalam pelestarian sejarah Islam, pendekatan tersebut sering kali belum disertai analisis kritis terhadap faktor-faktor sosial, ekonomi, politik, dan geografis yang melatarbelakangi suatu peristiwa sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pembaruan historiografi yang ditawarkan Ibnu Khaldun melalui Muqaddimah serta menelaah relevansi pemikirannya terhadap perkembangan historiografi modern. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research) melalui analisis terhadap sumber primer dan berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan historiografi Ibnu Khaldun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Khaldun melakukan transformasi penting dalam historiografi Islam dengan menempatkan sejarah sebagai disiplin ilmu yang harus dianalisis secara kritis melalui verifikasi sumber, pengujian rasional, dan analisis hubungan sebab-akibat. Selain itu, konsep asabiyyah dan umran yang dikembangkannya tidak hanya berfungsi sebagai teori sosial, tetapi juga sebagai instrumen metodologis dalam menjelaskan dinamika perubahan masyarakat dan perkembangan peradaban. Penelitian ini juga menemukan adanya kesesuaian metodologis antara pemikiran historiografi Ibnu Khaldun dan historiografi modern, khususnya dalam aspek kritik sumber, sejarah sosial, dan pendekatan multidisipliner. Oleh karena itu, pemikiran Ibnu Khaldun dapat dipahami sebagai salah satu fondasi penting dalam perkembangan historiografi kritis dan sejarah sosial modern.