cover
Contact Name
-
Contact Email
staiddimakassar@gmail.com
Phone
+6285299775325
Journal Mail Official
staiddimakassar@gmail.com
Editorial Address
Sultan Alauddin
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
ISSN : 27457796     EISSN : 28097459     DOI : 10.55623
Core Subject : Religion, Education,
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam , 2809-7459 (ONLINE) dan 2745-7796 (PRINT) , merupakan jurnal OPEN ACCESS dan Peer-reviewed. Jurnal ini memiliki Focus and Scope dalam kaitannya dengan wacana-wacana keislaman dewasa ini serta menitikberatkan pada pembahasan Dinamika & Pergolakan Keislaman-Keindonesiaan yang membawa pengaruh terhadap kondisi kehidupan umat manusia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 229 Documents
Digitalisasi Hadis: Perkembangan dan Dampaknya terhadap Pembelajaran Islam Masa Kini Muh. Noer Ghaffar Herman; Muh Arfan Rahman; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.588

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang studi dan pembelajaran hadis. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan digitalisasi hadis serta dampaknya terhadap pembelajaran Islam pada masa kini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan mengumpulkan data dari buku, jurnal ilmiah, artikel, dan sumber digital yang relevan dengan kajian hadis dan teknologi pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi hadis memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam mempelajari hadis melalui aplikasi, website, dan media sosial yang menyediakan kitab-kitab hadis secara daring. Selain meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, digitalisasi hadis juga memperluas jangkauan dakwah dan pengkajian Islam di kalangan generasi muda. Namun, perkembangan tersebut juga menimbulkan tantangan, seperti penyebaran hadis yang tidak valid, rendahnya literasi digital keislaman, dan kurangnya kemampuan masyarakat dalam melakukan verifikasi sumber hadis. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik mengenai ilmu hadis serta pengawasan terhadap sumber-sumber digital agar pemanfaatan teknologi dapat mendukung pembelajaran Islam yang autentik dan berkualitas. Dengan demikian, digitalisasi hadis menjadi salah satu inovasi penting dalam pengembangan pendidikan Islam di era modern.
Refleksi Hadis: Hakikat Menuntut Ilmu Deby Aulia Yusfita; Masfirah Ramadhani Budiman; Tasbih
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.589

Abstract

Perkembangan teknologi dan kemudahan akses informasi pada era modern telah membawa perubahan besar dalam proses menuntut ilmu. Pengetahuan kini dapat diperoleh secara cepat melalui media digital, internet, dan kecerdasan buatan. Namun, kondisi tersebut juga memunculkan budaya belajar instan yang cenderung mengabaikan proses pendalaman ilmu, pembentukan karakter, dan pencarian kebenaran secara berkelanjutan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan merefleksikan hadis-hadis tentang hakikat menuntut ilmu dalam perspektif pendidikan Islam, khususnya dalam menghadapi tantangan kehidupan modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif melalui pengkajian kitab hadis, buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber literatur yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif untuk memahami kandungan hadis serta relevansinya dengan realitas pendidikan masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam perspektif hadis, menuntut ilmu tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas memperoleh pengetahuan, tetapi juga sebagai proses pembentukan diri yang berlangsung sepanjang hayat. Ilmu dipandang memiliki dimensi intelektual, moral, spiritual, dan sosial yang saling berkaitan. Hadis-hadis Nabi saw. juga menegaskan bahwa ilmu yang bermanfaat memiliki kedudukan yang mulia karena dapat menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Akan tetapi, perkembangan budaya belajar pragmatis dan materialistik di era digital menyebabkan terjadinya pergeseran orientasi ilmu yang lebih menekankan hasil cepat dibandingkan proses pendalaman pemahaman. Oleh sebab itu, refleksi terhadap hadis tentang menuntut ilmu menjadi penting untuk membangun kembali paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan kualitas manusia dan kebermanfaatan sosial.
Integrasi Nilai Kurikulum Berbasis Cinta Bermuatan Kearifan Lokal Bugis Makassar untuk Menumbuhkan Karakter Siswa Hariadi; Muhammad Arsyam; Hikmawati Sultani; Nur Fadilah; Mutia Mufida
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.590

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai kurikulum berbasis cinta yang bermuatan kearifan lokal Bugis Makassar dalam upaya menumbuhkan karakter peserta didik di madrasah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan pendidikan karakter yang tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif, tetapi juga pada pengembangan nilai-nilai kemanusiaan, empati, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif etnopedagogi untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya Bugis Makassar diintegrasikan ke dalam proses pendidikan. Data diperoleh melalui kajian literatur, dokumen akademik, serta interpretasi terhadap nilai-nilai budaya Bugis Makassar yang relevan dengan pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling menghargai), sipakainge (saling mengingatkan), siri’ (harga diri), dan pacce (solidaritas sosial) memiliki relevansi yang kuat dengan prinsip kurikulum berbasis cinta. Integrasi nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Selain memperkuat sikap empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, pendekatan ini juga berkontribusi terhadap penguatan identitas budaya dan pelestarian kearifan lokal di tengah tantangan globalisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta yang terintegrasi dengan kearifan lokal Bugis Makassar dapat menjadi model pendidikan karakter yang relevan dan berkelanjutan dalam membentuk generasi yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki kesadaran sosial yang tinggi.
Sejarah Kebudayaan Islam Febrianna Saleh; Alda Fauzia; Muhammad Yusuf
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.591

Abstract

Sejarah kebudayaan Islam merupakan salah satu bukti nyata perjalanan peradaban manusia yang memberikan kontribusi besar terhadap perkembangan dunia hingga saat ini. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai Islam memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk ilmu pengetahuan, seni, arsitektur, politik, dan hubungan sosial. Penyajian Journal ini mengadopsi metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan historis, yang bertumpu pada analisis literatur primer seperti kitab-kitab klasik serta referensi sekunder dari berbagai studi modern. Studi ini menemukan bahwa kebudayaan Islam tidak hanya membentuk identitas umat Islam, tetapi juga membantu berbicara antara budaya. Para cendekiawan Muslim seperti Ibnu Sina, Al-Farabi, dan Al-Khawarizmi membuat karya besar dalam kedokteran, filsafat, dan matematika selama era keemasan Islam (abad ke-8 hingga ke-13 M). Karya-karya ini menjadi dasar ilmu pengetahuan modern. Selain itu, dapat dilihat bahwa seni Islam berdampak pada kemajuan kaligrafi, geometri, dan arsitektur monumental seperti Masjid Al-Haram, Taj Mahal, dan Istana Alhambra, yang menunjukkan keseimbangan antara keagamaan, estetika, dan kegunaan sehari-hari. Selain itu, temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Islam telah memainkan peran penting dalam menggabungkan nilai-nilai universal dengan tradisi lokal, seperti yang terlihat dalam proses Islamisasi di berbagai wilayah di seluruh dunia, seperti Nusantara, Afrika, dan Eropa. Lebih jauh lagi, kebudayaan Islam telah berfungsi sebagai alat yang efektif untuk menciptakan toleransi dan keharmonisan di antara budaya yang berbeda, terutama melalui konsep keadilan, keilmuan, dan kemanusiaan universal yang diajarkan dalam Hadis.
Kritik Sanad dan Matan: Upaya Menjaga Otentitas Hadits Nabi Royyan; A. Muhammad Zia Ulhaq; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.592

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode kritik sanad dan kritik matan sebagai upaya ilmiah dalam menjaga otentitas hadits nabi muhammad saw., sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat agar lebih kritis dan selektif dalam menerima serta menyebarkan hadits di era digital. Manfaat penelitian ini adalah memberikan pemahaman mendalam mengenai perinsip -perinsip ilmu hadits dan menjadi referensi bagi pelajar maupun mahasiswa yang yang mempelajari kritik hadits. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kepustakaan (library research), yaitu menelaah berbagai literatur primer dan sekunder berupa kitab hadits, buku ilmiah, dan jurnal akademik. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kritik sanad berfokus pada penilaian kesinambungan rantai periwayatan (ittisal al-sanad) dan kredibilitas perawi melalui metode al-jarh wa al-ta’dil, sedangkan kritik matan menguji kesesuaian isi hadits dengan Al-Qur’an, hadits yang lebih kuat, akal sehat, fajta sejarah, serta perinsip maqasid al-syari’ah. Suatu hadits dinyatakan shahih apabila memenuhi kedua aspek tersebut secara bersamaan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kritik sanad dan matan dua metode yang saling melengkapi dan esensial dalam menjaga kemurnian ajaran islam , serta penguasaannya perlu disosialisasikan lebih luas kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi maraknya penyebaran informasi keagamaan yang tidak terverifikasi di media digital.
Metodologi Penyusunan Kitab-Kitab Hadis: Studi Komparatif Enam Kitab Hadis Utama dalam Tradisi Keilmuan Islam Anugrah Sekar Diva; Rifqa Fadhlina; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.593

Abstract

Kajian ini membahas metodologi penyusunan kitab-kitab hadis sebagai disiplin ilmiah dalam tradisi keilmuan Islam. Melalui pendekatan deskriptif-analitis dan kajian kepustakaan (library research), artikel ini menguraikan pengertian metodologi penyusunan kitab hadis, langkah-langkah metodologis mulai dari pengumpulan (tahammul), penulisan, kritik sanad, kritik matan, seleksi, klasifikasi, hingga sistematika penyusunan. Dibahas pula berbagai bentuk metode penyusunan seperti musnad, sunan, jami', mu'jam, mustadrak, mustakhraj, atraf, dan maudhui. Artikel ini juga menyajikan perbandingan karakter metodologis enam kitab hadis utama: Sahih al-Bukhari, Sahih Muslim, Sunan Abi Dawud, Jami' al-Tirmidzi, al-Muwatta', dan Musnad Ahmad. Hasil kajian menunjukkan bahwa setiap kitab hadis memiliki manhaj yang berbeda yang menentukan fungsi dan cara penggunaannya. Pemahaman metodologi ini penting agar pembaca dapat memanfaatkan kitab hadis secara tepat dan proporsional.
Dimensi Edukatif pada Kisah-Kisah Al-Qur’An (Qashasul Qur’An) Nurdita Sabani; Achmad Abubakar; Firdaus
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.594

Abstract

Kisah-kisah Al-Qur’an atau Qashasul Qur’an merupakan salah satu bentuk penyampaian pesan ilahiah yang tidak hanya bernilai historis, tetapi juga mengandung dimensi edukatif bagi pembentukan keimanan, akhlak, karakter, dan kesadaran sosial manusia. Artikel ini bertujuan untuk mengungkap dimensi edukatif dalam kisah-kisah Al-Qur’an serta menjelaskan relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan, sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan tafsir tematik dan analisis isi. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang memuat kisah para nabi, tokoh saleh, dan umat terdahulu, sedangkan data sekunder diperoleh dari kitab tafsir, buku Ulumul Qur’an, artikel jurnal terakreditasi, dan penelitian terdahulu yang relevan. Penelitian ini menemukan bahwa Qashasul Qur’an mengandung dimensi pendidikan tauhid, akhlak, intelektual, sosial, keluarga, dan karakter. Secara akademik, kajian ini merekomendasikan agar kisah-kisah Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai cerita keagamaan, tetapi dikembangkan sebagai model pedagogi naratif dalam pendidikan Islam.
Teknik Periwayatan Hadis: Pengertian, Bentuk Periwayatan, Syarat, dan Metode Periwayatan Shiti Rahmah Hatta; Andi Nadila Khaerani; Tasbih; Muh. Sabir Maidin
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.595

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami teknik periwayatan hadis yang meliputi pengertian periwayatan hadis, bentuk-bentuk periwayatan, syarat-syarat periwayatan, serta metode periwayatan hadis. Kajian ini penting dilakukan karena hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah Al-Qur’an yang keasliannya harus dijaga melalui sistem periwayatan yang ketat dan terstruktur. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pengkajian berbagai literatur yang berkaitan dengan ilmu hadis dan periwayatan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa periwayatan hadis adalah proses penerimaan dan penyampaian hadis dengan menyebutkan sanad secara jelas melalui tahammul dan ada’, serta menjaga keakuratan hadis melalui hafalan, penulisan, dan pengamalan. Bentuk periwayatan hadis terdiri atas periwayatan bil lafadz dan bil makna. Selain itu, periwayatan hadis mensyaratkan perawi yang beragama Islam, adil, dhabith, serta sanad yang bersambung dan terbebas dari cacat. Metode periwayatan hadis meliputi sama’, qira’ah, ijazah, munawalah, mukatabah, i’lam, wasiat, dan wijadah. Kesimpulannya, teknik periwayatan hadis menunjukkan adanya sistem transmisi ilmiah yang teratur dalam menjaga keotentikan hadis sebagai pedoman ajaran Islam.
Strategi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi Islam di Era Transformasi Digital: Sebuah Systematic Literature Review Muhammad Nur Akbar Rasyid; Rahmiati
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.596

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan signifikan terhadap tata kelola dan sistem pembelajaran pada pendidikan tinggi, termasuk perguruan tinggi Islam. Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi Islam untuk melakukan berbagai strategi peningkatan mutu agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tuntutan globalisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi peningkatan mutu perguruan tinggi Islam di era transformasi digital melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilakukan dengan menelaah berbagai artikel ilmiah yang diperoleh dari database Google Scholar, Scopus, Dimensions, dan Garuda dalam rentang tahun 2020-2026. Proses analisis dilakukan melalui tahapan identifikasi, seleksi, evaluasi, dan sintesis literatur menggunakan pendekatan PRISMA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi peningkatan mutu perguruan tinggi Islam di era transformasi digital dilakukan melalui penguatan kepemimpinan digital, pengembangan budaya mutu, optimalisasi pembelajaran berbasis digital, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola institusi berbasis teknologi informasi. Selain itu, transformasi digital juga memberikan peluang dalam meningkatkan efektivitas layanan akademik, fleksibilitas pembelajaran, dan daya saing institusi pendidikan tinggi Islam. Namun demikian, implementasi transformasi digital masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan infrastruktur teknologi, rendahnya literasi digital, resistensi budaya organisasi, dan persoalan etika akademik. Oleh sebab itu, penguatan mutu pendidikan tinggi Islam memerlukan pendekatan yang komprehensif dengan mengintegrasikan teknologi digital, tata kelola kelembagaan, dan nilai-nilai keislaman secara berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi akademik maupun praktis dalam pengembangan strategi peningkatan mutu perguruan tinggi Islam di era digital.
Analisis Korupsi dan Dampaknya dalam Perspektif Hukum Islam Try Sa’adurrahman HM Kafrawi
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 7 No 1 (2026): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v7i1.599

Abstract

Korupsi merupakan salah satu tindak pidana luar biasa (extraordinary crime) yang menimbulkan dampak luas terhadap kehidupan sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Selain bertentangan dengan hukum positif di Indonesia, korupsi juga bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum Islam yang menjunjung tinggi kejujuran, amanah, dan keadilan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsepsi korupsi dalam perspektif hukum Islam, mengidentifikasi bentuk-bentuk tindak pidana korupsi, serta menjelaskan sanksi yang dapat dikenakan terhadap pelakunya menurut hukum Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan pendekatan normatif yuridis dan pendekatan hukum Islam. Data diperoleh melalui kajian berbagai literatur, seperti Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, peraturan perundang-undangan, buku, serta jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai konsep korupsi dalam hukum Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ulama pada umumnya mengaitkan korupsi dengan konsep al-ghulul, yaitu pengambilan harta secara tidak sah yang merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Dalam hukum Islam, pelaku korupsi dapat dikenakan sanksi ta’zir, yaitu hukuman yang ditetapkan oleh penguasa atau hakim sesuai dengan tingkat kesalahan dan kemaslahatan masyarakat. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran agama dalam membangun kesadaran antikorupsi serta perlunya pendidikan nilai-nilai kejujuran dan amanah, khususnya bagi generasi muda, sebagai upaya pencegahan korupsi di masa depan.